Anda di halaman 1dari 8

ARIMATEA

(Advokasi Rehabilitasi Imunisasi Aqidah Terpadu Efektif & Aktual)


-Sampaikan Islam, Cegah Pemurtadan-

LAPORAN

KRONOLOGIS KAITAN MASALAH


DENGAN IRENA HANDONO

(Bahan rapat/tabayyun dengan DPP FPI tgl 28 mei


2009, menyangkut opini yang berkembang terkait
kasus Irena Handono)

1
ARIMATEA
(Advokasi Rehabilitasi Imunisasi Aqidah Terpadu Efektif & Aktual)
-Sampaikan Islam, Cegah Pemurtadan-

BERIKUT URUTAN SEBENARNYA (BUKAN OPINI) YANG MENYEBABKAN


TIMBULNYA MASALAH YANG TERKAIT DENGAN IRENA HANDONO
1. Pada tanggal 10 September 2008; Kedatangan Imam Safari (Gus Imam)
yang memberikan informasi pertama kali ke ARIMATEA. Terkait peristiwa ini,
disampaikan dalam lampiran -1, ditulis kronologisnya oleh Dzulqifli Nur,
sebagai penanggung jawab harian di Wisma Muallaf, yang pertama
menemuinya & selama ada di ARIMATEA lebih banyak menemani.

2. Sesuai kesepakan dengan ketua Umum & semua tim ARIMATEA yang
menjadi saksi dengar dari kesaksian Imam Safari tsb, maka diputuskan untuk
menyelidikinya. Penyelidikan ini dilandaskan sesuai petunjuk Al-Qur’an ketika
kita menerima sebuah berita/informasi (QS.49:6=menyelidikinya).

3. ARIMATEA meminta AR untuk memulai penyelidikan awal. AR bukan


pengurus ARIMATEA, namun pernah diminta sebelumnya oleh ARIMATEA untuk
menyelidiki kasus terkait misi Gereja, yang tingkat kesulitannya cukup tinggi,
Alhamdulillah sukses.
Mengapa memilih AR yang nota benenya bukan pengurus/tim ARIMATEA?
Karena gerakan Irena Handono ada yang sama dengan misi ARIMATEA,
sehingga dikhawatirkan jika tim nya adalah pengurus/tim ARIMATEA,
pihak/orang dekat Irena pernah/ sudah mengenalnya.

4. Dalam masa penyelidikan, AR melaporkan hal-hal sbb ;


a. Dengan berbagai tehnik, akhirnya Sally Sety (asisten pribadinya
Irena), menyampaikan kepada AR bahwa Irena pernah keluar negeri yang
Sally sendiri tidak tahu kemana, ini karena urusan pribadi dan tidak ada
hubungan dengan kegiatan Irena Center.
Informasi Keluar negerinya tsb ternyata waktunya hampir sama dengan info
waktu peristiwa dari Imam Safari tsb. Padahal AR sebelumnya tidak pernah
diberitahu tentang waktu kejadian tersebut (ini sengaja sebagai tehnik
mengetahui kejujuran AR).
b. Detail laporan tsb disampaikan langsung maupun secara lisan via HP.
Selain itu ada beberapa via sms yang AR sampaikan.
Dua data SMS yang masih tersimpan dalam HP. Yaitu;
-Per tgl 19 Nov 2008 jam 17:15, dari no HP 081222080840, sbb; “Yang
Selly tahu, Irena keluar negeri mei 2007, untuk urusan pribadi. Teman
belum masuk, apa saya ke wisma, sekalian ke Imigrasi”
-per tgl 22 Nov 2008 jam 14:22, dari no HP 08111990609. sbb ; “Sewaktu
menjawab tentang agenda Irene keluar negeri sekitar pekan pertama mei

2
ARIMATEA
(Advokasi Rehabilitasi Imunisasi Aqidah Terpadu Efektif & Aktual)
-Sampaikan Islam, Cegah Pemurtadan-
2007, Sally menjawab lepas, karena dikaitkan dengan pertanyaan lain
seputar akomodasi ceramah Irena”
Catatan; untuk urusan ini AR menggunakan beberapa no Hp baru, menurut
pertimbangannya sebagai jaga-jaga agar ia tidak mudah dilacak.
c. Sebagian dari beberapa rekaman VCD saat laporan AR dihadapan
ARIMATEA Pusat dan ARIMATEA malang pada tgl 30 Desember 2007,
disertakan dalam lampiran -2 (file film 1).
d. Beberapa minggu setelah sms yang terakhir, AR melaporkan via tlp
langsung, bahwa ia sudah meminta bantuan secara pribadi ke orang
Imigrasi, bahwa ada tercatat nama Irena ke Singapore pada bulan mei
2007, ketika oleh AR ditanya nama panjangnya, orang imigrasi tsb, hanya
menjawab pokoknya Irena H. Terkait pengakuan AR yang sudah melakukan
pengecekan ke orang kantor imigrasi tsb disertakan dalam rekaman VCD
yang sama dengan diatas, dalam lampiran -2 (file film 2).
e. Kebenaran bahwa AR sudah benar-benar datang ke Irena Centre dan
ketemu dengan Sally Sety, dibuktikan Sally bertanya ke Iwan Setiawan (Wk
Sekjen ARIMATEA) dan mungkin yang lain, tentang apakah kenal dengan
sosok AR. Karena Sally mengakui ke Iwan Setiawan ada seseorang yang
akan mengundang Irena, namun banyak bertanya. Sehingga Sally mungkin
merasa perlu bertanya keberbagai pihak.

5. Disaat penyelidikan awal sedang dilakukan, Iwan Setiawan (Wk Sekjen)


melaporkan kepada Sekjen ARIMATEA bahwa ada seorang muallaf yang
namanya agak ke-Bali-bali-an, datang ke Irena Center, ketemu dengan Sally
melaporkan bahwa ARIMATEA sedang melakukan penyelidikan terkait kasus di
singapore. Iwan Setiawan kenal dengan Sally memang menguntungkan dalam
rangka penyelidikan ini. Pada saat itu, Sally tidak tahu Iwan Setiawan adalah
Wk Sekjen ARIMATEA.

6. Akhir Desember 2008 ARIMATEA Bali mengadakan acara dengan


mengundang tim ARIMATEA pusat yang menjadi pembicaranya. Disaat di bali
Tim ARIMATEA pusat mendengar Irena handono juga akan datang setelah
acara ARIMATEA berlangsung, yang kebetulan salah satu tim
pengundang/pendukung acara tsb adalah salah satu Pembina/Penasehat
ARIMATEA Bali, yaitu Ust. Hasan Basri, maka ARIMATEA pusat berinisiatif
menginfokan secara pribadi terkait informasi & hasil penyelidikan awal.
ARIMATEA pusat memberikan saran, karena Irena sedang dalam proses awal
klarifikasi/tabayyun (melalui proses penyelidikan) maka apa tidak lebih baik
dipertimbangkan acara Irena tsb, sebelum hasil penyelidikan ini selesai.
Dengan berbagai pertimbangan, beliau mempertemukan dengan panitia
bernama Didiet. Sekjen ARIMATEA pusat setuju membicarakan kepanitia yang
notabenenya orang Irena juga, sebab toh Irena sudah tahu sesuai informasi di
nomor 5 diatas. Kemudian diputuskan karena sudah terlanjur akhirnya acara
tetap jalan sambil sepakat Didiet akan membantu melakukan penyelidikan
internal untuk membuktikan salah benarnya info dari Imam Safari tsb.

3
ARIMATEA
(Advokasi Rehabilitasi Imunisasi Aqidah Terpadu Efektif & Aktual)
-Sampaikan Islam, Cegah Pemurtadan-
Mungkin karena Didiet ini tidak tahan untuk bicara, akhirnya Irane tahu adanya
pertemuan tsb.

7. Bulan Januari 2009, dalam sebuah acara pengajian di Bali, Irena dihadapan
jamaah membantah fitnah tentang dirinya tsb. Seluruh pengurus ARIMATEA
Bali yang diundang dan hadir, menyesalkan penyataan Irena tersebut yang
sudah dipublikasikan ke publik/jamaah yang tidak tahu apa-apa. Sebab
ARIMATEA sampai saat itu, belum pernah bicara ke publik. Kecuali pengurus
ARIMATEA, itupun orang-orang tertentu saja. Maka tim ARIMATEA sempat
beradu argumentasi dengan Didiet ini.

8. Tidak cukup disitu, pada tanggal 15 Februari 2009 Irena Handono bicara di
Koran Republika terkait fitnah tersebut. Guntingan Koran Republika, disertakan
dalam lampiran -3.

9. Mempertimbangkan bahwa ini sudah tidak menguntungkan bagi ARIMATEA


karena yang berkembang sudah berupa opini yang justru dibuat oleh Irena
Handono sendiri. Opini yang menyesatkan bahwa ARIMATEA memfitnah Irena
sebagai penyusup, padahal ARIMATEA belum berkesimpulan apa-apa.
Dan ternyata benar, mulai banyak yang telepon ke Sekjen ARIMATEA terkait
siapa yang fitnah Irena seperti dalam Republika tsb & isu yang beredar via SMS
yang diterima pihak yang tabayyun.
akhirnya diputuskan oleh Sekjen ARIMATEA agar teman-teman ARIMATEA
didaerah nanti siap & bisa menjawab dan mengklarifikasi bahwa tuduhan
ARIMATEA memfitnah tidaklah benar, maka di buatlah blog baru yang
beralamat www.forum-arimatea.blogspot.com, isinya adalah kejadian yang
sebenarnya dengan menyertakan isi laporan hasil investigasi yang akan
dilaporkan untuk Dewan Pembina. Blog tsb sekaligus berisi berbagai klarifikasi
tentang perjuangan selama 5 tahun berjuang. Ini juga bermaksud agat teman-
teman ARIMATEA di daerah bisa menjawab secara terintragasi yang selama ini
banyak di tanyakan oleh umat, terkait isu yang berkembang.

10. Setelah selesai blog tsb dibuat, Sekjen ARIMATEA mengirim SMS ke ARIMATEA
daerah. Dengan kalimat SMS sbb;
“Yth pengrs ARIMATEA dislrh daerah; Saat ada pengaduan ttg Irena
Handono,kita meresponnya sesuai petunjuk QS.49:6 (menyelidiki). Kr nada yg
mengadu ke Irena,maka sejak akhir ’08 Irena salah langkah dgn bicara
kepublik yg tdk tahu apa2. Untuk tidak jadi fitnah mhn buka; www.forum-
arimatea.blogspot.com. (Ttd.Ketum&Sekjen-0818866978)”

11. Tidak pernah terpikir oleh Sekjen ARIMATEA bahwa blog tsb akan dibuka oleh
semua pihak, selain oleh teman-teman ARIMATEA daerah. Jadi tidak benar
tujuan blog tsb dengan tujuan yang direncanakan untuk mendiskreditkan/
pembunuhan karakter Irena Handono.

12. Setelah Sekjen ARIMATEA kembali dari safari dakwah di Australia selama
hampir 1 bulan dan baru kembali tanggal 27 Mei 2009. Sehingga baru
4
ARIMATEA
(Advokasi Rehabilitasi Imunisasi Aqidah Terpadu Efektif & Aktual)
-Sampaikan Islam, Cegah Pemurtadan-
mengetahui bahwa blog itu telah banyak diakses pihak diluar pengurus
arimatea, maka diputuskan blog tsb ditutup.

13. Orang-orang yang selama ini selalu berlangganan mengganggu/memfitnah


ARIMATEA termasuk didalamnya Irena Handono menjadikan hal ini sebagai
kesempatan untuk membuat berbagai opini tentang keburukan ARIMATEA &
para pengurusnya, khususnya Sekjen ARIMATEA.

14. Sudah ada sekitar 4-5 tokoh/pihak yang menghubungi Sekjen ARIMATEA
untuk dipertemukan langsung dengan Irena Handono. Sekjen ARIMATEA selalu
menjawab; SIAP DAN DENGAN SENANG HATI. Namun kelihatannya setelah
bicara ke Irena Handono semua kandas. Entah mengapa jadi kandas !.

15. Munculnya berita di Sabili edisi 23 yang sangat terlihat MEMBUAT BERITA,
bukan yang seharusnya dilakukan insan pers yaitu seharusnya; MENULIS
BERITA. Salah satu contoh, menampilkan pengakuan seseorang yang
MENGAKU mantan pengurus/muallaf, yang isinya tidak ada kaitan dengan
berita yang dimuat tentang perseteruan Irena dan ARIMATEA. Pembelaan dari
Wk Sekjen II ARIMATEA Pusat, terkait pengakuan orang tsb, di sertakan dalam
Lampiran -4

KESIMPULAN ;

1. ARIMATEA bergerakan/bertindak dalam menghadapi informasi dari


seseorang, sudah sesuai petunjuk Al-Qur’an, professional dan proforsional.

2. Irena Handono & Cs saat ini justru memfitnah diri sendiri, sebab opini
fitnah itu disampaikan oleh sendiri Irena Handono & Cs, yang terbukti
ARIMATEA adalah pihak yang justru ingin mencari kebenaran sebuah informasi
dari Imam Safari yang sudah berani membuat surat pernyataan diatas materai
dan disaksikan oleh 6 orang saksi. Dan yang lebih penting lagi tidak pernah ada
pernyataan dari ARIMATEA bahwa Irena Handono sudah dipastikan benar
seperti yang informasi oleh Imam Safari tsb.

3. Justru pihak Irena Handono lah yang jauh sebelum kasus ini ada/muncul,
telah banyak memfitnah pihak ARIMATEA (data fitnah ada tulisan; Setelah 5
tahun diam, saatnya kami bicara). Pihak ARIMATEA tidak pernah menggugat/
mempermasalahakannya, sebab Irena Handono tidak masuk hitungan yang
akan membahayakan perjuangan ARIMATEA, bukan lawan dan yang terpenting
ARIMATEA sudah terbiasa menerima fitnah/opini negatif.

4. Jika Irena Handono & Cs menyatakan seharusnya ARIMATEA tabayyun


langsung ke Iena Handono, maka dalam menghadapi laporan sejenis ini
ARIMATEA sudah dan akan melakukan cara tabayyun yang sebenarnya, yaitu
menggali dulu informasi kemudian datang ke Irena Handono untuk meminta
klarifikasi atas pengaduan & data-data yang telah ARIMATEA temukan.
5
ARIMATEA
(Advokasi Rehabilitasi Imunisasi Aqidah Terpadu Efektif & Aktual)
-Sampaikan Islam, Cegah Pemurtadan-

Jadi sangat tidak benar (fitnah) bahwa pihak ARIMATEA kepada pihak Irena
Handono melakukan ;
1. Fitnah,
2. Pembunuhan Karakter,
3. Melemahkan Irena karena persaingan dakwah,
4. Dll.

Untuk apa pentingnya bagi ARIMATEA membunuh karakter Irena Handono? Perlu
ditegaskan Irena bukan saingan/lawan bagi ARIMATEA? Sebab;
1. ARIMATEA banyak bergerak dilapangan dalam menangni kasus, bahkan
yang tersulit, misalnya menyangkut gerakan intelijen Salibis. Sedangkan Irena
Center & Cs, dari informasi orang-orang yang pernah dekat dengannya, tidak
pernah terjun dalam menangani kasus yang menimpa umat, kecuali hanya
sekedar memberikan advis.
2. ARIMATEA banyak melakukan dakwah langsung kepada umat non muslim,
sedangkan Irena Center & Cs tidak terlihat melakukan misi dan langkah tsb.
3. ARIMATEA sudah kewalahan (overload) menerima/menangani pengaduan
kasus, jadi tidak ada waktu dan tidak pernah sedikitpun terpikir untuk
melakukan gerakan pembunuhan karakter kepada siapapun termasuk kepada
Irena Handono & Cs.
Aneh, mereka anggap pembunuhan karakter, ketika ARIMATEA membela diri
dan menyampaikan peristiwa sebenaranya. Jadi ketika Irena Hadono/mereka
memfitnah/ membunuh karakter ARIMATEA itu boleh (lihat tulisan; Setalah 5
thn diam, saatnya kami bicara), namun ketika ARIMATEA membela
diri/klarifikasi, disebut fitnah&pembunuhan karakter.

Sangat jelas, dari uraian tsb diatas, Ketua umum (Hb Muhsin Ahmad Alatas) &
sekjen ARIMATEA pusat (Diki Candra) dilaporkan ke kepolisian dengan tuduhan
pencemaran nama baik, hanya berdasarkan opini, bukan Fakta. Yang lebih tepat,
Irena Handono melakukan pencemaran dirinya sendiri alias memfitnah diri sendiri.

6
ARIMATEA
(Advokasi Rehabilitasi Imunisasi Aqidah Terpadu Efektif & Aktual)
-Sampaikan Islam, Cegah Pemurtadan-

7
ARIMATEA
(Advokasi Rehabilitasi Imunisasi Aqidah Terpadu Efektif & Aktual)
-Sampaikan Islam, Cegah Pemurtadan-