Anda di halaman 1dari 3

GOUT

1. Hiperurisemi
Definisi: - Keadaan dimana terjadi peningkatan kadar Asam Urat darah di atas
normal
- Batasan pragmatis: Suatu keadaan dimana terjadi peningkatan kadar
as. urat yang dapat sebabkan kelainan patologi
- Secara umum batasan untuk menyatakan hiperurisemi adalah jika
kadarnya di atas 2 standar deviasi hasil lab normal
- Batasan pada pria: >7 mg% ; wanita: >6 mg%
Penyebab: - Peningkatan metabolisme asam urat
- Penurunan pengeluaran asam urat urin
- Gabungan keduanya
Prevalensi: 2,3 17,6% ; pria: 24,5% ; wanita: 23,9% (di Maori, Selandia Baru)
Akibat: Hiperurisemi berkepanjangan dapat sebabkan GOUT atau PIRAI, namun
tidak semua hiperurisemi akan berlanjut menjadi GOUT.
GOUT atau PIRAI adalah penyakit akibat adanya penumpukkan kristal
monosodium urat pada jaringan akibat meningkatnya kadar as. urat
Pemeriksaan:
Anamnesis:
- Mendapatkan informasi mengenai faktor keturunan dan kelainan atau
penyakit lain sebagai penyebab sekunder hiperurisemi.
- Untuk mengetahui penyebab hiperurisemi sekunder perlu ditanyakan
apakah pasien peminum alkohol, memakan obat-obatan tertentu secara
teratur, adanya jkelainan darah, kelainan ginjal, atau penyakit lainnya.
Pem. Fisik:
- Untuk mencari kelainan atau penyakit sekunder
- Terutama menyangkut tanda2 anemia, pembesaran organ limfoid,
keadaan kardiovaskular dan tekanan darah, keadaan dan tana kelainan
ginjal serta elainan pada sendi.
Pem. Penunjang:
- Untuk mengarahkan dan memastikan penyebab hiperurisemia
- Pemeriksaan yang rutin dikerjakan adalah pemeriksaan darah rutin
untuk as. urat darah dan kreatinin darah, pemeriksaan rutin untuk as.
urat 24 jam dan kreatinin urin 24 jam, dan pemeriksaan penunjng lain
yg diperlukan tergantung pada perkiraan dx

2. GOUT
X-rays

Selama serangan akut yang terlihat hanya pembengkakan jaringan lunak


Pada GOUT kronik terlihat pengurangan/pengecilan ruang sendi dan OA
sekunder
Tophus terlihat sebagai kista yang tertekan yang sangat karakteristik atau erosi
yang dalam pada ujung para-artikular tulang, erosi ini lebih besar dan sedikit
lebih jauh dari tepi sendi daripada erosi rheumatoid yang tipikal
Kadang-kadang destruksi tulang lebih khas dan mungkin menyerupai penyakit
neoplastik

DDx

Infeksi
Selulitis, bursitis septik, dan artritis septik harus di ekslusi semua, jika perlu
segera lakukan aspirasi sendi. Ingat bahwa kristal dan sepsis mungkin ada
bersamaan, jadi selalu kirim cairan untuk kultur dan analisis kristal.
Reiters disease
Dapat timbul bersamaan dengan nyeri akut dan pembengkakan pada lutut atau
pergelangan kaki, namun riwayatnya lebih lama dan respon terhadap obat antiinflamasi lebih rendah
Pseudogout
Deposit kristal pyrophosphate dapat sebabkan arritis akut yang sulit dibedakan
dari GOUT, kecuali pseudogout ini lebih sering mengenai sendi besar daripada
sendi-sendi kecil dan lebih sering terjadi pada wanita daripada pria. Kalsifikasi
sendi dapat terlihat pada x-ray. Penegakan diagnsis dengan dibuktikan adanya
kristal pada cairan sinovial
Rheumatoid arthritis (RA)
GOUT poliartikular yang menyerang jari dapat salah diagnosis jadi RA, dan
tophi pada siku jadi nodul rheumatoid. Pada kasus yang sulit, biopsi dapat
dilakukan untuk membantu menegakkan diagnosis. RA dan GOUT terkadang
terjadi secara bersamaan
Kriteria Dx berdasarkan ARA
A. Terdapatnya kristal asam urat yang khas di dalam cairan sendi
B. Tophus (deposit monosodium uri) terbukti terdapat kristal asam urat berdasarkan
pemeriksaan kimiawi dan mikroskopik dengan sinar yang terpolarisasi
Kedua hal tersebut untuk penegakkan Dx Definitif
C. Atau terdapat 6 atau lebih dari kriteria ini:
1. >1 mengalami serangan akut
2. Terjadi peradangan maksimal dalam 1 hari
3. Oligoartritis (jumlah sendi yang meradang >1)
4. Hyperemi di sekitar sendi yang meradang
5. Sering terjadi pada persendian
6. Metatarsophalangeal pertama (ibu jari kaki) terasa sakit
7. Serangan unilateral pada art. Metatarsophalangeal
8. Serangan unilateral pada art. Tarsal

Terapi:

Serangan akut:
1. Istirahatkan sendi dengan kompres es jika sangat nyeri dan berikan dosis
NSAID dosis penuh/tunggal. Colchicine, salah satu obat tertua, kurang
efektif dan efek sampingnya diare, mual, dan muntah.
2. Efusi sendi sampai sendi tegang mungkin butuh aspirasi dan injeksi
kortikosteroid intra-articular
3. Kortikosteroid oral terkadang diberikan pada pasien yang tidak dapat
menoleransi NSAID atau yang kontra indikasi
4. Semakin cepat terapi dimulai, maka semakin cepat serangan tersebut
berhenti

Terapi pada fase interval:


1. Di antara serangan, harus perhatian terhadap penurunan berat badan,
berhenti konsumsi alkohol, dan tidak konsumsi diuretik
2. Terapi dengan obat penurun asam urat diberikan jika serangan akut
berulang dengan frekuensi sering dan interval pendek, jika ada tophus atau
gangguan fungsi ginjal
3. Bisa juga menjadi hiperurisemi asimtomatik jika konsentrasi asam urat
plasma terus di atas 6 mg/dL (0,36 mmol/L)
4. Obat penurun asam urat tidak boleh diberikan sebelum serangan akut
mereda, dan harus selalu dibarengi dengan preparat anti-inflamasi atau
colchicine, jika tidak malah dapat memperpanjang atau memicu terjadinya
serangan akut
5. Pasien yang telah mengonsumsi obat ini disarankan untuk tetap
mengonsumsinya dalam dosis yang sama selama mengontrol episode
akutnya ini

Obat asam urat: probenecid atau sulfinpyrazone dapat digunakan jika fungsi
ginjal normal
Allopurinol, xanthine oxidase inhibitor, banyak dipakai, dan untuk pasien
dengn komplikasi ginjal atau gout kronik allopurinol merupkan obat pilihan

Terapi pada fase kronik:


1. Operasi dengan pemanjangan terapi penurunan asam urat, yang
disesuaikan untuk mengontrol serum asam urat supaya kadarnya tetap
normal (< 6 mg/dL atau 0.36 mmol/L), tophus dapat berkurang secara
bertahap
2. Tophus yang menonjol yang gagal diterapi dengan terapi konservatif dapat
dikuretase, biarkan lukanya terbuka dan dibalut sampai luka tersebut
sembuh
Seseorang yang tidak pernah mendapat serangan gout dan tidak ada tophus tidak
membutuhkan terapi