Anda di halaman 1dari 152

PEMBAHASAN SOAL TRYOUT MASQUERADE CIMSA-UI

Disusun Oleh: DIVISI PENDIDIKAN FK TRISAKTI AUG 2015

1. Seorang laki-laki ditemukan di kamar yang terkunci dengan posisi tergantung. Alur jeratnya
berbentuk V, tanpa adanya tanda-tanda kekerasan. Kondisi kamar pun rapi. Jarak antara kaki
pasien dengan lantai setinggi 10 cm. Kondisi tersebut adalah: C. Bunuh diri
Keywords:
-

Laki-laki ditemukan tergantung


Alur jerat berbentuk V (meninggi ke arah simpul)
Kondisi kamar rapi
Jarak antara kaki ke lantai 10 cm (dekat)

2. Bayi usia 1 hari dirujuk ke puskesmas Anda dengan riwayat kuning sejak usia 6 jam. Pasien
tampak lemas, gerak kurang aktif, dan malas menyusu. Pada pemeriksaan laboratorium
didapatkan Bilirubin total 18 mg/dL. Komplikasi apakah yang paling ditakuti dari kondisi pasien
saat ini? E. Kerusakan permanen sel otak
Keywords:
Page 1 of 152

Bayi usia 1 ,kuning sejak usia 6 jam


Lemas, gerak kurang aktif, dan malas menyusu
Bilirubin total 18 mg/dL

Hiperbilirubinemia pada bayi ini merupakan icterus patologis


-

Onset < 24 jam


Bayi menunjukkan tanda sakit
Peningkatan bil. Serum >5mg/dl/24 jam
Membutuhkan fototerapi
Ikterus > 2 minggu (pada bayi cukup bulan)

Komplikasi hiperbilirubinemia pada neonatus


-

Kernikterus : bilirubin melewati blood-brain barrier, mewarnai dan membentuk jaringan parut
di basal ganglia, hippocampus, substantia nigra, dan brainstem nuclei. Kerusakan ireversibel,

anak dapat mengalami palsi serebral di kemudian hari


Anemia : karena proses hemolitik, dapat diobati dengan transfusi, sifatnya reversible
Sirosis bilier : penyakit autoimun progresif yang merusak saluran empedu, lama-lama dapat
menyebabkan sirosis hepatis karena empedu tertumpuk di hepar

Sumber : Panduan terapi sinar pada neonates. American Academy of Pediatrics 2004.
Page 2 of 152

3. Pasien berusia 42 tahun datang dengan keluhan nyeri perut kanan atas. Pada pemeriksaan fisis
ditemukan Murphy sign (+). Makanan yang sebaiknya dihindari oleh pasien tersebut adalah: B.
Mentega
Keywords
-

Nyeri perut kanan atas


Murphy sign (+)

Diagnosis: Kolesistitis
Makanan yang sebaiknya dihindari oleh pasien tersebut? Mentega

Gallbladder diet foods:


-

Fresh fruits and vegetables


Whole grains (whole-wheat bread, brown rice, oats, bran cereal)
Lean meat, poultry, and fish
Low-fat dairy products

Sumber: http://www.webmd.com/digestive-disorders/features/gallbladder-diet-foods-forgallbadder-problems
4. Perempuan berusia 28 tahun mengalami kecelakaan sehingga terjadi perdarahan aktif. Saat
dilakukan pemeriksaan didapatkan kesadaran menurun, TD 60/palpasi, nadi 120 kali/menit, napas
32 kali/menit. Akral teraba dingin, berkeringat, dan pucat. Tatalaksana apa yang tepat untuk
pasien ini? E. Loading RL 20 cc/kgBB

Page 3 of 152

TATALAKSANA SHOK HIPOVOLEMIK


-

KONTROL PERDARAHAN
MAKSIMALKAN HANTARAN OKSIGEN
RESUSITASI CAIRAN:
2 JALUR INTRAVENA (KRISTALOID) 1-2 LITER BOLUS AWAL ATAU 20 ML/KGBB

(LOADING DALAM
30-60 MENIT)
ANAK USIA < 6 TAHUN DAPAT INTRAOSEUS

TAMBAHAN
-

KRISTALOID RINGER ASETAT PILIHAN PADA PASIEN GANGGUAN HATI


PERTIMBANGKAN TRANSFUSI PRC BILA HB < 7MG/DL ATAU

PADA

KEHILANGAN DARAH > 25%


5. Seorang wanita mengeluh timbul papul yang gatal dari vulva sampai ke bokong. Ada riwayat
berhubungan dengan suaminya yang juga mengalami hal yang sama pada kemaluan. Tidak ada
sekret. Diagnosisnya adalah: D. Skabies
Skabies
-

Keywords: papul dan gatal dari vulva ke bokong, suami mengalami hal yg sama. Tidak
terdapat sekret dr kemalua
Page 4 of 152

Dx: Skabies

Thx: Permetrin 5%, Gamexan (lebih dipilih untuk org dewasa)--> dpt membunuh semua
stadium

6. Laki-laki 22 tahun mengeluh pandangan kabur pada mata kanan sejak 1 hari SMRS sesaat setelah
terkena lemparan bola. Pada pemeriksaan terdapat gumpalan darah pada sebagian bilik mata.
Diagnosis pada pasien ialah: A. Hifema

Keywords:
-

Pandangan kabur sejak 1 hari setelah terkena lemparan bola. PF: gumpalan darah pada
sebagian bilik mata.

Diagnosis kerja: Hifema


Trauma Mekanik Bola Mata
-

Cedera langsung berupa ruda paksa yang mengenai jaringan mata.


Beratnya kerusakan jaringan bergantung dari jenis trauma serta jaringan yang terkena
Gejala : penurunan tajam penglihatan; tanda-tanda trauma pada bola mata
Komplikasi :
o Endoftalmitis
o Uveitis
o Perdarahan vitreous
o Hifema
o Retinal detachment
o Glaukoma
o Oftalmia simpatetik
Pemeriksaan Rutin :
o Visus : dgn kartu Snellen/chart projector + pinhole
o TIO : dgn tonometer aplanasi/schiotz/palpasi
o Slit lamp : utk melihat segmen anterior
o USG : utk melihat segmen posterior (jika memungkinkan)
o Ro orbita : jika curiga fraktur dinding orbita/benda asing
Tatalaksana :
o Bergantung pada berat trauma, mulai dari hanya pemberian antibiotik sistemik dan
atau topikal, perban tekan, hingga operasi repair

Hifema
-

Darah dalam bilik mata depan, akibat trauma tumpul yang merobek pembuluh darah iris atau

badan siliar.
Tanda dan gejala: sakit, epifora, blefarospasme. Bila duduk, hifema terkumpul di bawah
BMD, dapat memenuhi seluruh BMD
Page 5 of 152

Tatalaksana:
o Tidur ditinggikan 30 derajat pada kepala, obat koagulasi, mata ditutup
o Pada anak: pertimbangkan obat penenang
o Asetazolamid: bila ada penyulit glaukoma
o Biasanya hilang sempurna, bila tidak--> rujuk
o Paresentesis, bila ada imbibisi kornea atau glaukoma sekunder

Sumber: Iyas S. IlmuPenyakit Mata 3rd ed. Fakultas Kedokteran Universitas indonesia, 2004 +
Panduan Tatalaksana Klinik RSCM Kirana, 2012

7. Seorang laki-laki usia 42 tahun, datang ke puskesmas dengan keluhan merasa diikuti oleh
beberapa laki-laki. Pasien juga mengeluh sering mendengan suara seseorang yang akan
melukainya. Selain itu, dia juga bicara pada dokter bahwa setiap malam penyiar TV menyiarkan
pesan khusus untuk dirinya tentang keadaan dunia. Apakah gejala gangguan jiwa yang dialami
oleh pasien? A. Idea of reference

Keywords:
-

Laki-laki usia 42 tahun dengan keluhan merasa diikuti oleh beberapa laki-laki.
Sering mendengar suara seseorang yang akan melukainya. Selain itu, dia juga bicara pada
dokter bahwa setiap malam penyiar TV menyiarkan pesan khusus untuk dirinya tentang
keadaan dunia.

Idea of reference
-

Gangguan isi pikir.

Page 6 of 152

Pasien selalu berprasangka bahwa orang lain sedang membicarakan dirinya dan kejadian-

kejadian yang alamiah pun memberi arti khusus/berhubungan dengan dirinya.


Contoh: pasien merasa bahwa berita yang dibawakan oleh pembawa berita di televisi
berkaitan dengannya dan terselip pesan untuknya.

8. Seorang laki-laki datang dengan keluhan muntah darah. Pada pemeriksaan didapatkan sklera
ikterik, TB 160 cm, BB 43 kg. Indeks massa tubuh pasien menurut kriteria Asia Pasifik termasuk
dalam: E. Underweight

Keywords:
-

Laki-laki datang dengan keluhan muntah darah.


PF: sklera ikterik,
TB 160 cm, BB 43 kg.

Indeks masa tubuh pasien menurut kriteria Asia Pasifik termasuk dalam...
-

IMT = BB/(TB2)
IMT pasien ini 46/(1,62) = 16,8
16,8 Underweight

WHO WPR/IASO/IOTF dalam The Asia-Pacific Perspective: Redefining Obesity and its
Treatment, Klasifikasi IMT
-

BB Kurang < 18,5


BB Normal 18,5-22,9
BB Lebih 23,0
Dengan risiko 23,0-24,9
Obes I 25,0-29,9
Obes II > 30

9. Setelah memakan obat, seorang pasien mengeluh timbul merah-merah pada kulit dan napas terasa
sesak. Mekanisme yang terjadi pada pasien ini adalah: B. Aktivasi sel mast

Keywords: minum obat timbul merah pada kulit dan sesak


Dx: anafilaktik shock
Thx: Adrenalin 1:1000 + kortikosteroid
Merupakan reaksi antigen/alergen dengan antibodi/IgE pd sel mast atau basofil menyebabkan
pelepasan mediator aminvasoaktif + histamin (hipersensitivitas tipe I)
Page 7 of 152

Jawaban salah:
-

Tipe II : sitotoksis (NK sel) memerlukan penggabungan IgG atau IgM dengan antigen yg
melekat pada sel. Contoh : Pemfigoid

Tipe III : kompleks imun terbentuk oleh agregasi antigen antibodi dan komplemen. Kompleks
ini sulit untuk dibersihkan oleh fagosit. Contoh : GNAPS

Tipe IV : diperantarai sel atau tipe lambat (delayed-type). Reaksi ini terjadi karena aktivitas
perusakan jaringan oleh sel T dan makrofag. Waktu cukup lama dibutuhkan dalam reaksi ini
untuk aktivasi dan diferensiasi sel T

10. Seorang laki-laki datang dengan keluhan kejang. Pada saat kejang, keluar air mata dan mulut
berbusa. Riwayat digigit anjing sebelumnya. Terdapat vulnus ukuran 3x2x1 cm. Penanganan yang
tepat untuk pasien tersebut adalah: A. Vaksin anti rabies dan serum anti rabies

Keywords:
-

Kejang disertai keluar air mata dan mulut berbusa


Riwayat digigit anjing sebelumnya
Terdapat vulnus ukuran 3x2x1 cm.

Page 8 of 152

Sumber: Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam


Rabies

Page 9 of 152

Types of contact are:


-

category I touching or feeding animals, licks on the skin


category II - nibbling of uncovered skin, minor scratches or abrasions without bleeding, licks

on broken skin
category III single or multiple transdermal bites or scratches, contamination of mucous

membrane with saliva from licks; exposure to bat bites or scratches


Sumber: http://www.who.int/rabies/human/postexp/en/

Treatment:
-

Category I no treatment is required,


Category II immediate vaccination
Category III immediate vaccination and administration of rabies immune globulin are
recommended in addition to immediate washing and flushing of all bite wounds and
scratches.

Pada rabies asimptomatik, SAR dan VAR sebenarnya sudah tidak berguna:
-

Terapi bersifat suportif (intensive cardiopulmonary supportive care)


Case fatality rate tinggi

Pada soal ini, tidak ada option jawaban terapi suportif sehingga jawaban yang paling
memungkinkan adalah pemberian SAR dan VAR

11. Suatu daerah memiliki bayi usia 0-1 tahun 100 orang dan anak usia 1-5 tahun berjumlah 650
orang. Berapakah jumlah posyandu yang dibutuhkan daerah tersebut? B. 5

Page 10 of 152

12. Seorang wanita berusia 18 tahun dibawa ke IGD dengan penurunan kesadaran sejak 4 jam SMRS.
Menurut orangtuanya, pasien mengeluh sering BAK baik siang maupun malam sejak 1 tahun
yang lalu. Pada pemeriksaan fisis ditemukan kesadaran somnolen. Hasil pemeriksaan darah vena:
GDS 835 mg/dl, Ur 52 mg/dl, Cr 0,7 mg/dl. Hasil AGD: pH 7,16. Hasil pemeriksaan urin:
glukosa (-), reduksi (+++), keton (+++). Apa penatalaksanaan yang tepat untuk pasien ini? D.
Insulin

Keywords:
-

Seorang wanita (18 tahun), penurunan kesadaran sering BAK baik siang-malam.
Kesadaran: somnolen
GDS = 835 ; Ur = 52 ; Cr = 0,7 ; AGD = pH 7,16 ;
Urin = glukosa (-), reduksi (+++), keton (+++).

Diagnosis: KAD
Tatalaksana: Insulin
Ketoasidosis diabetik (KAD):
-

kadar glukosa darah yang tinggi (300-600 mg/dL),


tanda dan gejala asidosis dan plasma keton(+) kuat
osmolaritas plasma meningkat (300-320 mOs/ mL) dan terjadi peningkatan anion gap

Status Hiperglikemi Hiperosmolar (SHH):


-

peningkatan glukosa darah sangat tinggi (600-1200 mg/dL),


tanda dan gejala asidosis (-)
osmolaritas plasma sangat meningkat (330-380 mOs/mL)
plasma keton (+/-), anion gap normal atau sedikit meningkat.
sumber: Konsensus DM tipe-2 Indonesia 2011

Page 11 of 152

Sumber: Harrison 17th

13. Wanita 19 tahun mengeluh hidung tersumbat, kadang-kadang keluar cairan encer, tidak berwarna,
dan tidak berbau. Pada pemeriksaan rinoskopi anterior tampak massa mengkilap di meatus nasi
mediA. Diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini adalah: A. Polip nasi

Polip Nasi

Keywords: Massa mengkilap di meatus nasi media

Dx: Polip Nasi

Keluhan: hidung tersumbat ringan s/d berat, rinore jernih s/d purulen, hiposmia/anosmia.
Bila disertai post nasal drip + rinore purulen --> artinya infeksi sekunder

Tata laksana:
o

Steroid oral: Prednison 30-60mg

Steroid topikal

Page 12 of 152

Bila pasien anak dengan multiple benign nasal polyposis atau terdapat
rhinosinusitis berulang Pembedahan: simple polypectomy, endoscopic sinus
surgery

14. Seorang wanita datang dengan keluhan timbul sekumpulan lenting-lenting pada daerah wajah dan
mata yang nyeri. Diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini adalah: E. Herpes zoster
oftalmika

Keywords: lenting pada wajah dan mata yg nyeri

Dx: Herpes Zooster Oftalmika

Thx: suportif + anti nyeri

Ramsay hunt syndrome : Herpes Zooster yg melibatkan oftalmik + telinga

15. Wanita 30 tahun G3P2A0 hamil 28 minggu datang untuk ANC. Hasil pemeriksaan fisis: TD
150/90 mmHg, edema ekstermitas (-). Hasil urinalisis: proteinuria (-). Apakah diagnosisnya? E.
Hipertensi gestational

Keywords: Wanita 30 tahun, G3P2A0 hamil 28 minggu, TD 150/90 mmHg, edema ekstermitas
(-), proteinuria (-)

Preeklamsia -> hipertensi gestasional dgn tekanan darah setidaknya 140/90 mmHg, diiringi

proteinuria (+), pada usia kehamilan mulai 20 minggu dan hilang 12 minggu postpartum
Eklamsia -> preeklamsia + gejala kejang / koma
Hipertensi kronis -> hipertensi yg dialami sebelum usia kehamilan 20 minggu atau belum

menghilang setelah 12 minggu postpartum


Hipertensi gestasional -> hipertensi dengan tekanan darah setidaknya 140/90 mmHg,
proteinuria (-)

16. Pasien G3P2A0 hamil 38 minggu datang dengan keluhan perut kenceng-kenceng. His sering, DJJ
144 kali/menit, pembukaan 10 cm. Presentasi kepala setinggi ischiadica, ketuban belum pecah,
serviks lunak. Tindakan apa yang akan Anda lakukan? A. Amniotomi

60 Langkah Asuhan Persalinan Normal


Page 13 of 152

6. Membersihkan vulva dan perineum


7. Dengan menggunakan teknik aseptik, melakukan pemeriksaan dalam untuk memastikan bahwa
pembukaan serviks sudah lengkap.

Bila selaput ketuban belum pecah, sedangkan pembukaan sudah lengkap, lakukan
amniotomi.

8. Mendekontaminasi sarung tangan dengan cara mencelupkan tangan yang masih memakai
sarung tangan kotor ke dalam larutan klorin 0,5% dan kemudian melepaskannya dalam keadaan
terbalik serta merendamnya di dalam larutan klorin 0,5% selama 10 menit. Mencuci kedua tangan
(seperti di atas).

17. Seorang ibu mengeluh anaknya diare, gatal pada anus, mules, dan nafsu makan menurun. Pada
inspeksi terdapat benjolan di anus. Pada pemeriksaan tinja didapatkan telur berdinding pipih. Apa
kemungkinan penyebabnya? A. Oxyuris vermicularis

Keywords: Diare, gatal pada anus, mules, nafsu makan menurun, ditemukan telur berdinding

pipih.
Telur Oxyuris vermicularis -> telur asimetris berdinding pipih di satu sisi
Manifestasi klinis: Gatal di area anus (terutama pada malam hari atau pagi hari), sulit tidur,

abdominal discomfort, penurunan nafsu makan.


Tatalaksana:
o Albendazole -> 400mg single dose, diulang dalam 2 minggu
o Pyrantel pamoate -> 11mg/kg BB 2 x 2 minggu
o Mebendazole -> 2 x 100mg, diberikan selama 3 hari

18. Seorang dokter puskesmas mendapatkan kasus diare disentriform. Dokter ingin mengetahui
hubungan penyakit dengan ketersediaan air bersih namun waktu penelitiannya tidak banyak.
Metode yang tepat dipilih adalah: D. Cross sectional

Page 14 of 152

19. Laki-laki, 40 tahun dibawa ke UGD dalam keadaan kejang berulang sejak 1 jam yang lalu. Saat di
UGD pasien masih dalam keadaan kejang, mata melirik ke atas, kepala menoleh ke kanan, lidah
tergigit, ada busa di mulut, keempat anggota gerak menghentak-hentak. Di antara kejang, pasien
tidak pernah sadar. Diagnosis yang paling tepat ialah: D. Status konvulsivus

Keywords: Laki-laki, 40 tahun keadaan kejang berulang sejak 1 jam yang lalu. Saat di UGD
pasien masih dalam keadaan kejang, mata melirik ke atas, kepala menoleh ke kanan, lidah
tergigit, ada busa di mulut, keempat anggota gerak menghentak-hentak. Di antara kejang,

pasien tidak pernah sadar


Diagnosis: Status konvulsivus
Tatalaksana: perhatikan jalan napas, berikan antikejang, atasi penyebab, perawatan intensif

20. Seorang laki-laki 50 tahun dibawa oleh keluarga ke puskesmas karena penurunan kesadaran sejak
3 jam yang lalu. Pada pemeriksaan didapatkan Tekanan darah 190/100, HR 58x/menit, RR
16x/menit, Suhu 400C. Dokter akan memberikan obat untuk menurunkan tekanan intrakranial.
Organ apakah yang perlu diperhatikan dalam pemberian cairan tersebut? C. Jantung

Keywords:
o Pasien suspek stroke hemoragik
o Dokter memberikan obat untuk menurunkan TIK --> Manitol
Organ yang harus diperhatikan dalam pemberian manitol adalah jantung, paru, dan ginjal

Page 15 of 152

Prioritas utama pada jantung karena efek samping gagal jantung akibat proses diuretik

osmosis
Manitol secara cepat didistribusikan ke ruangan ekstraseluler dan mengeluarkan air dari ruang
intraseluler
o Efek ini dapat menimbulkan komplikasi gagal jantung kongestif dan akan

menimbulkan edema paru


Manitol meningkatkan tekanan osmotik pada filtrasi glomerulus dan mencegah tubulus
mereabsorbsi air dan sodium
o Efek ini dapat menyebabkan dehidrasi berat dan hipernatremia

21. Dokter PKM ingin meneliti perbandingan efektivitas obat A dan obat B terhadap suatu penyakit
kulit X. Dokter mengumpulkan 20 pasien yang menderita penyakit kulit X yang datang periksa ke
PKM tersebut. Yang merupakan populasi dari penelitian ini adalah: C. Seluruh pasien yang
datang berobat

22. Seorang anak usia 4 tahun datang dibawa orangtuanya dengan keluhan bengkak seluruh tubuh
sejak 1 hari yang lalu. Bengkak diawali dari area sekitar matA. Pada pemeriksaan urin ditemukan

Page 16 of 152

eritrosit 0-1/LPB, leukosit 0-1/LPB, proteinuria +++, ditemukan oval fat bodies. Apakah terapi
utama untuk pasien ini? E. Prednison

Keyword:

Anak 4 tahun bengkak seluruh tubuh, diawali dari area sekitar mata
Urinalisis : proteinuria +++, ditemukan oval fat bodies

Diagnosis: Sindrom nefrotik

Edema, proteinuria, hipoalbuminemia, dan peningkatan kadar kolesterol plasma


Edema periorbita, anasarka, oligouria
Urin keruh, berbusa
Urinalisis : proteinuria massif (>+2), rasio albumin/kreatinin urin >2.
Lab : hipoalbuminemia (<2.5g/dL), hiperkolesterolemia (>200 mg/dL), dan peningkatan

LED
Ur/Cr biasanya normal kecuali ada penurunan fungsi ginjal

Tatalaksana:

Medikamentosa
o Prednison 2 mg/kg/hari dalam dosis terbagi 3 selama 4 minggu dilanjutkan 2/3 dosis
awal dosis tunggal
pagi selang sehari selama 4-8 minggu
Suportif
o Bedrest
o Diet protein normal (1.5-2g/kgbb/hari) Karena pada SN terjadi protein loss dan
anak butuh protein untuk tumbuh kembang. Diet rendah protein diberikan pada
o

sindrom nefritik
Furosemide 1-2mg/kg/hari bila perlu dikombinasikan dengan spironolakton 2-3

mg/kg/hari (diberikan bila ada edema anasarka/mengganggu aktivitas)


o ACE-I bila ada hipertensi
Rujuk bila ada penurunan fungsi ginjal, usia < 1tahun, SN relaps, atau resisten steroid

Sumber : PedomanPelayananMedisIkatanDokter Indonesia Jilid I, 2010

23. Seorang wanita 54 tahun mengalami penurunan kesadaran sejak 4 jam SMRS. Pasien merupakan
penderita DM sejak 7 tahun yang lalu. Pasien rutin mengkonsumsi obat metformin, glibenklamid,
acarbose, amlodipin, dan vitamin B1-B6-B12. Hasil pemeriksaan laboratorium: Hb 9,6 g/dl, GDS
35 mg/dl, Ur 89 mg/dl, Cr 2,7 mg/dl, Na 133 mEq/l, K mEq/l. Penatalaksanaan yang paling
dibutuhkan pasien saat ini adalah: C. Dextrose 40%

Keyword:

Penurunan kesadaran, penderita DM, konsumsi obat Metformin, Glibenklamid, Acarbose,

Amlodipin, Vit B1 B6 B12.


Hasil lab GDS = 35 ; Ur = 89 ; Cr = 2,7 ; Na = 133 ; K = 3,7 ; Hb = 9,6.
Page 17 of 152

Diagnosis: Hipoglikemia
Penatalaksanaan yang paling dibutuhkan: Dextrose 40%
Hipoglikemia:

Hipoglikemia ditandai dengan menurunnya kadar glukosa darah < 60 mg/dL


Bila terdapat penurunan kesadaran pada penyandang diabetes harus selalu dipikirkan

kemungkinan terjadinya hipoglikemia.


Hipoglikemia paling sering disebabkan oleh penggunaan sulfonilurea dan insulin.

Gejala hipoglikemia:

Gejala adrenergik (berdebar-debar,banyak keringat, gemetar, dan rasa lapar)


Gejala neuro-glikopenik (pusing, gelisah, kesadaran menurun sampai koma).

Penanganan hipoglikemia:

Pasien dengan kesadaran yang masih baik diberikan makanan yang mengandung
karbohidrat atau minuman yang mengandung gula berkalori atau glukosa 15-20 gram

melalui intra vena.


Untuk penyandang diabetes yang tidak sadar sementara dapat diberikan glukosa 40%
intravena terlebih dahulu sebagai tindakan darurat, sebelum dapat dipastikan penyebab

menurunnya kesadaran.
Perlu dilakukan pemeriksaan ulang glukosa darah 15 menit setelah pemberian glukosa.
Glukagon diberikan pada pasien dengan hipoglikemia berat.

24. Pasien datang dengan keluhan luka terbuka terkena pecahan kaca di pergelangan tangan 2 jam
yang lalu. Saat ini pasien sadar penut namun perdarahan masih aktif, Tanda vital: TD 130/70, nadi
108x/menit, pernafasan 24x/menit, suhu 36,80C, apa yang harus dilakukan? B. Hentikan
perdarahan

Keywords: luka terbuka terkena pecahan kaca, sadar penuh namun perdarahan masih aktif, TD
130/70, nadi 108x/menit, pernafasan 24x/menit, suhu 36,8 C
Prinsip ATLS -> ABCDE

Langsung lakukan resusitasi bila ditemukan instabilitas tanda vital


Tanda vital stabil -> kontrol perdarahan dengan menekan luka

ATLS Sequence:
Page 18 of 152

Airway & cervical spine control


o Amankan & bersihkan jalan nafas
o Imobilisasi vertebra servikal
Breathing
o Look, listen & feel
o Waspadai tanda tension pneumothorax
Circulation & hemorrhage control
o Pasang large bore IV line
o Kontrol perdarahan eksternal dengan penekanan pada luka (ATLS = Aku Tekan Luka
Selalu)
Disability
o GCS
o Mini neurologic examination
Exposure & environment control
o Buka pakaian pasien untuk melihat perlukaan yang mungkin tertutup oleh pakaian
o Lakukan log roll untuk mengekspos bagian posterior tubuh pasien
o Cegah hipotermi

25. Anak laki laki umur 7 tahun diantar ibunya ke UGD karena perdarahan yang tidak kunjung
berhenti setelah dia jatuh dari sepedA. Menurut ibunya, pasien sering mengalami perdarahan
serupa ketika imunisasi. Tidak terdapat keluhan yang sama pada saudara perempuan pasien.
Bagaimanakah gangguan kromosom yang terjadi pada pasien ini? A. Ibu karier hemophilia +
ayah normal

Keyword:

Anak laki laki, perdarahan yang tidak kunjung berhenti setelah jatuh dari sepeda.
Sering mengalami perdarahan serupa ketika imunisasi.
Tidak terdapat keluhan yang sama pada sauara-saudara pasien yang lain.

Hemofilia

X-linked resesif, perdarahan spontan maupun pasca trauma


Riwayat kelainan yang sama dalam keluarga (yaitu laki-laki)
Ibu diduga sebagai karier bila memiliki lebih dari 1 anak laki-laki yang menderita hemophilia
Tatalaksana: fresh frozen plasma, kriopresipitat, terapi pengganti factor VIII atau IX
Sumber : Pedoman pelayanan medis IDAI Jilid I. 2010

Page 19 of 152

Sumber : www.hemophilia-information.org
26. Wanita 30 tahun G2P1A0 12 minggu datang dengan keluhan perdarahan melalui jalan lahir. Hasil
pemeriksaan ginekologi: OUE tertutup, tidak teraba jaringan. Plano test (+). Apa diagnosisnya?
A. Abortus iminens
Keywords: Wanita 30 tahun G2P1A0 hamil 12 minggu, perdarahan melalui jalan lahir, OUE
tertutup, tidak teraba jaringan, Plano test (+)

Abortus iminens: perdarahan minimal, nyeri minimal, serviks tertutup, jaringan (-)

Abortus insipiens: perdarahan banyak, nyeri hebat, serviks terbuka, jaringan (-)

Abortus inkomplit: perdarahan banyak, nyeri perut sedang sampai hebat, serviks terbuka,
jaringan (+)

Abortus komplit: perdarahan berkurang, nyeri hilang, serviks tertutup, jaringan (+)

27. Wanita 24 tahun datang ke dokter mengatakan telah diperkosa 3 hari yang lalu dan pasien
meminta diperiksa. Dokter melakukan pemeriksaan dan membuat resume medis. Dua hari setelah
pemeriksaan, polisi datang dan meminta dibuatkan VeR, apa yang sebaiknya dilakukan dokter
tersebut? D. Membuat VeR berdasarkan pemeriksaan saat sekarang
Keywords:
-

Wanita datang mengaku diperkosa 3 hari sebelum pemeriksaan.

Surat permintaan VeR dari kepolisian baru datang 2 hari setelah pemeriksaan.

Berbeda dengan pemeriksaan korban mati yang prosedurnya diatur terperinci dalam KUHAP,
pemeriksaan korban hidup tidak memiliki prosedur yang diperinci dalam KUHAP

Page 20 of 152

Pada praktik sehari-hari, dalam menangani korban hidup seringkali korban datang ke dokter
terlebih dahulu sebelum ke kantor polisi sehingga memungkinkan terjadi keterlambatan surat

permintaan VeR
Sepanjang keterlambatan ini masih cukup beralasan dan dapat diterima, maka keterlambatan

ini tidak boleh dianggap sebagai hambatan pembuatan VeR


Contoh: keterlambatan pelaporan kepada penyidik, kesulitan komunikasi dan sarana

perhubungan, overmacht (berat lawan) dan noodtoestand (keadaan darurat)


Baik terhadap Surat Permintaan VER yang datang bersamaan dengan korban, maupun yang
datang terlambat, harus dibuatkan VER. VER ini dibuat setelah perawatan/pengobatan
selesai, kecuali pada VER sementara, dan PERLU PEMERIKSAAN ULANG pada korban
bila surat permintaan pemeriksaan datang terlambat

Sumber: Buku Ilmu Kedokteran Forensik FKUI


28. Seorang laki-laki berusia 65 tahun dibawa ke IGD dalam keadaan tidak sadar. Sebelumnya pasien
mengalami kelemahan pada tubuh sebelah kiri. Pasien sempat mengeluh nyeri kepala berat dan
muntah menyemprot satu kali sebelum tidak sadar. Pemeriksaan GCS E2V2M3. Pada CT scan
didapatkan adanya perdarahan intraserebral luas yang mendesak midline. Obat apa yang dapat
diberikan pada pasien? D. Manitol
-

Laki -laki berusia 65 tahun dibawa ke IGD dalam keadaan tidak sadar.

Sebelumnya pasien mengalami kelemahan pada tubuh sebelah kiri. Pasien sempat mengeluh
nyeri kepala berat dan muntah menyemprot satu kali sebelum tidak sadar. Pemeriksaan GCS
E2V2M3. Pada CT scan didapatkan adanya perdarahan intraserebral luas yang mendesak
midline

Diagnosis: Stroke Hemoragik

Pada kasus tanda peningkatan TIK terlihat jelas:


o
o
o

Dari gejala: penurunan kesadaran, nyeri kepala hebat, muntah memyemprot


Pada CT Scan ada perahanan luas yang mendesak midline --> terdapat risiko herniasi
Dapat diberikan manitol untuk mengurangi TIK, harus hati-hati karena dapat terjadi
fenomena rebound

29. Seorang bayi usia 8 hari datang dibawa ibunya dengan keluhan timbul bercak-bercak putih pada
mukosa mulut dan lidah yang sukar dibersihkan. Terapi yang diberikan pada pasien ini adalah : A.
Nistatin
Keyword:
-

Bayi, 8 hari, bercak bercak putih pada mukosa mulut dan lidah yang sukar dibersihkan
Candidiasis oral
Page 21 of 152

Sering terjadi pada bayi dan anak, pasien yang mendapat terapi antibiotic dan steroid
inhalasi

Terlihat sebagai bercak putih yang sulit dibersihkan, kadang disertai dengan
gangguan makan

Drug of choice : fluconazole atau suspense nistatin oral

30. Peneliti ingin mengetahui berapa besar hubungan antara adanya penumpukan lemak dengan
keberadaan trigliserida (rendah, sedang, tinggi). Uji apa yang sesuai untuk penelitian ini? D.
Korelasi Spearman

31. Pasien divonis kanker paru dan disarankan kemoterapi. Pasien berkata, Tidak mungkin dok saya
terkena kanker paru! Saya kan tidak merokok dari dulu! Pasien tersebut ada dalam fas e: E.
Menyangkal

Page 22 of 152

32. Anak laki-laki 12 tahun mengeluh penurunan pendengaran yang mengarah ke gangguan di telinga
tengah. Pada pemeriksaan garpu tala, telinga kanan hanya bisa mendengar ketika digetarkan di
tulang mastoid. Bila garpu tala digetarkan di tengah kepala, maka: C. Telinga kanan lebih kuat
dari kiri

Keywords: gangguan telinga tengah, garputala telinga kanan hanya bisa dengar bila
digetarkan ke tulang mastoid --> tuli konduktif kanan

Bila digetarkan di tengah kepala (tes Weber) --> akan lateralisasi ke telinga yang tuli
konduktif

Tes Penala:
o

Rinne : tempelkan di mastoid, pindahkan ke depan telinga

(+) normal/ tuli saraf

(-) tuli konduktif

Weber : di garis tengah kepala


Lateralisasi ke telinga yg sakit --> telinga tsb tuli konduktif
Lateralisasi ke telinga sehat -->telinga yg mengalami sakit tuli saraf
Swabach : membandingkan si pasien dg pemeriksa
Pasien dengar, pemeriksa tidak dengar -->pasien memanjang/(-) pasien

tuli konduktif
Pasien tidak dengar, pemeriksa masih dengar--> pasien memendek (+)
tuli saraf
Page 23 of 152

33. Laki-laki 40 tahun, datang ke UGD karena pergelangan tangan kanan bengkak dan nyeri setelah
kecelakaan lalu lintas, pada pemeriksaan didapatkan nyeri bila pergelangan tangan dan jari-jari
digerakkan. Pemeriksaan radiologis yang sebaiknya dilakukan adalah: D. Foto wrist joint
dekstra
Keywords: pergelangan tangan kanan bengkak dan nyeri, nyeri bila pergelangan tangan dan jarijari digerakkan
Pemeriksaan radiologi -> foto polos wrist

AP, Lateral, Oblique

Bila ada kecurigaan fraktur atau cedera ligamen namun tidak ditemukan kelainan pada
foto polos -> lakukan MRI

34. Anak laki laki, 4 tahun, dibawa ke UGD dengan patah lengan kanan. Menurut keluarganya, dia
terjatuh dari sepeda, tetapi dokter menemukan bekas luka yang menyebar dan tidak beraturan.
Dokter mencurigai luka akibat kekerasan, sementara sang anak tidak memberikan penjelasan apaapa dan hanya menangis. Kaidah moral apa yang harus dokter lakukan? A. Justice
Keywords:
-

Anak laki-laki 4 tahun datang dengan patah lengan kanan yang diakui akibat jatuh dari
sepeda

Dokter mencurigai adanya kekerasan

Kaidah justice berkaitan dengan:

Distribusi sumber daya kesehatan secara adil (distributive justice)

Menghargai hak orang lain & masyarakat (rights-based justice)

Menghargai hukum yang dapat diterima secara moral (legal justice)

Dalam kasus ini, bila dicurigai telah terjadi suatu tindakan yang bersifat pidana maka aspek legal
justice dapat diutamakan
35. Pasien laki-laki berusia 60 tahun datang dengan keluhan sesak disertai nyeri dada dan berdebardebar. Riwayat hipertensi lama (+). Hasil pemeriksaan fisik: pasien lemas, TD 150/70 mmHg, HR
155 kali/menit, RR 40 kali/menit. Berikut gambaran EKG pasien: D. Ventrikel takikardia

Page 24 of 152

Page 25 of 152

VENTRIKEL TAKIKARDIA

GAMBARAN EKG VENTRIKEL TAKIKARDIA (VT) PERIKSA ADA NADI/TIDAK


PADA KASUS INI VT + NADI
+ SESAK & NYERI DADA KONDISI UNSTABLE !!

36. Pasien laki-laki datang dengan keluhan mimisan hilang timbul sejak 30 menit yang lalu. Riwayat
hipertensi (+). Pada kasus pasien di atas, arteri apa yang terkena? A. A. Etmoidalis posterior dan
sphenopalatina

Keyword : mimisan sejak 30 menit, riwayat HT-->epistaksis posterior

Dx: Epistaksis posterior

Arteri yg terkena : a. Sphenopalatina & a. Etmoidalis posterior

Thx/: Tampon Belloq 72 jam

37. Seorang laki-laki dibawa ke puskesmas akibat kecelakaan lalu-lintas. Dokter puskesmas merujuk
pasien ke rumah sakit karena perlu dilakukan tindakan operasi segera. Level of prevention apa
yang dilakukan dokter tersebut? C. Pencegahan sekunder

38. Seorang pria berusia 40 tahun memiliki BB 96 kg, TB 172 cm, lingkar perut 103 cm, dan TD
130/90 mmHg. Hasil pemeriksaan fisis lain dalam batas normal. Hasil pemeriksaan darah rutin
Page 26 of 152

semuanya normal. Hasil pemeriksaan laboratorium: trigliserida meningkat, HDL menurun, LDL
normal, kolesterol total meningkat, GDS 220 mg/dl, ureum 6,2 mg/dl. Diagnosisnya adalah: E.
Sindroma metabolik
Keyword:

Pria (40 tahun), BB = 96 kg, TB = 172 cm, lingkar perut = 103 cm,

TD = 130/90 mmHg,

Lab: Trigliserida , HDL , LDL normal, kolesterol total , GDS = 220, ureum = 6,2.

Diagnosis? Sindroma metabolic --> harus memenuhi minimal 3 kondisi

Sumber: National Cholesterol Education Program National Heart, Lung, and Blood Institute
National Institutes of Health NIH Publication No. 02-5215 September 2002

39. Pasien divonis penyakit berat dan disarankan operasi. Pasien berkata, Baiklah dokter saya
bersedia dioperasi. Saya yakin ini yang terbaik dan saya siap. Pasien tersebut ada dalam fase: C.
Penerimaan

Page 27 of 152

40. Seorang peneliti ingin meneliti hubungan antara berat badan ibu dengan berat badan bayi. Berat
badan ibu dibagi menjadi berat badan normal dan berat badan kurang. Berat badan bayi dibagi
menjadi berat badan normal dan BBLR. Apakah uji yang digunakan? A. Uji chi kuadrat

41. Seorang anak usia 4 tahun dibawa oleh ibunya ke RS dengan keluhan kejang pada tangan dan
kaki. Kejang berlangsung 10 menit. 3 hari sebelumnya pasien demam dan kejang 3 menit
kemudian berhenti sendiri. Pada pemeriksaan fisik setelah pasien sadar didapatkan frekuensi nadi

Page 28 of 152

110x/menit, frekuensi nafas 24x/menit, suhu 39,5OC dan telah terpasang akses intravenA. Obat
apa yang tepat untuk diberikan? A. Diazepam intravena 5 mg
Keyword :

anak usia 4 tahun, kejang pada tangan dan kaki, 10 menit.


pasien sadar didapatkan frekuensi nadi 110x/menit, frekuensi nafas 24x/menit, suhu 39,5
dan telah terpasang akses intravena

Tatalaksana kejang demam:


ABC
Diazepam supositoria di rumah atau bila belum terpasang akses iv
Diazepam iv 0.3-0.5mg/kg bb
Fenitoin iv 20 mg/kg dilarutkan dalam NaCl 0.9%
Fenobarbital iv 15-20 mg/kg
Pada pasien telah terpasang akses iv, maka pilihannya adalah Diazepam IV
Dosis : 0.3mgxBB (asumsikan 16 kg, usia 4 tahun)=4.8mg
0.5mgxBB = 8 mg

Page 29 of 152

Sumber : Pedoman pelayanan medis IDAI Jilid I.2010


42. Seorang ibu mengeluh anaknya diare, gatal pada anus, mules, dan nafsu makan menurun. Pada
inspeksi terdapat benjolan di anus. Pada pemeriksaan tinja didapatkan telur berdinding pipih.
Terapi yang tepat untuk pasien di atas adalah: A. Albendazol

Keywords: Diare, gatal pada anus, mules, nafsu makan menurun, ditemukan telur
berdinding pipih.

Telur Oxyuris vermicularis -> telur asimetris berdinding pipih di satu sisi

Manifestasi klinis: Gatal di area anus (terutama pada malam hari atau pagi hari), sulit tidur,
abdominal discomfort, penurunan nafsu makan.

Tatalaksana:
o

Albendazole -> 400mg single dose, diulang dalam 2 minggu

Pyrantel pamoate -> 11mg/kg BB 2 x 2 minggu

Mebendazole -> 2 x 100mg, diberikan selama 3 hari

43. Perempuan usia 44 tahun dengan keluhan batuk, pilek, dan nyeri sendi. Pasien minum obat pilek
yang dibeli sendiri. Pasien kemudian periksa ke dokter. Dilakukan pemeriksaan tekanan darah
140/110, biasanya 110/70.Obat apa yang memiliki efek tersebut? D. Fenilpropanolamin
Keywords: Perempuan usia 44 tahun, dengan keluhan batuk, pilek, dan nyeri sendi, pasien minum
obat pilek yang dibeli sendiri, tekanan darah 140/110, biasanya 110/70
Obat yang menyebabkan naiknya tekanan darah?
Pilihan:

Parasetamol -> menghambat COX -> efek analgesik dan antipiretik; efek samping ->

liver injury
Dekstometorpan -> menekan pusat batuk di otak -> efek antitusif; efek samping -> pada

dosis tinggi bersifat halusinogen


Gliseril Guaikolat -> obat batuk ekspektoran; efek samping -> nephrolithiasis
Fenilpropanolamin -> meningkatkan penglepasan epinephrine dan norepinephrine

-> vasokonstriksi & peningkatan tekanan darah


Ascorbid acid -> vitamin C, relatif aman

44. Anak usia 5 tahun dibawa ibunya dengan keluhan batuk terus menerus selama 2 minggu yang
didahului dengan demam. Batuk dialami sepanjang hari, tanpa dahak, dan berbunyi seperti
menggonggong. Riwayat imunisasi tidak jelas. Pada pemeriksaan fisik ditemukan injeksi
Page 30 of 152

konjungtiva, ronki -/-, mengi -/-. Imunisasi untuk mencegah penyakit ini diberikan pada usia: B.
2, 4, 6 bulan
Keyword:

Anak usia 5 tahun, batuk terus menerus selama 2 minggu yang didahului dengan demam
Batuk dialami sepanjang hari, tanpa dahak, dan berbunyi seperti menggonggong
Riwayat imunisasi tidak jelas, ditemukan perdarahan konjungtiva

Pertussis:

Disebabkan bakteri Bordetella pertussis


Inkubasi 7-10 hari, diikuti fase kataral (flu like syndrome)
Setelah 1-2 minggu menjadi fase paroksismal (whooping cough)
Pada fase ini bisa terjadi perdarahan subkonjungtiva, hernia, inkontinensia urin, fraktur

iga
Terapi : macrolide (eritromisin, azitromisin)

45. Seorang anak usia 7 tahun dibawa ke rumah sakit dengan keluhan demam sejak 4 hari yang lalu.
Demam disertai dengan keluhan mata merah serta berair dan juga kemerahan di tangan dan kaki.

Page 31 of 152

Pada pemeriksaan fisik ditemukan injeksi konjungtiva, bibir pecah-pecah, strawberry tounge, dan
eritema akut di area palmar dan plantar. Dari pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 9.5 mg/dL,
Leukosit 17.500/mm3, Trombosit 240.000/mm3, dan LED 50mm/jam. Diagnosis pada pasien ini
adalah: B. Penyakit Kawasaki
Keyword:

anak usia 7 tahun demam sejak 4 hari yang lalu

keluhan mata merah serta berair dan juga kemerahan di tangan dan kaki.

injeksi konjungtiva, bibir pecah-pecah, strawberry tounge, dan eritema akut di area
palmar dan plantar.

Hb 9.5 mg/dL, Leukosit 17.500/mm3, dan LED 50mm/jam

Kawasaki disease:

Penyakit vaskulitis akut dengan komplikasi fatal (aneurisme arteri koroner)

Etiologi belum diketahui

Ditegakkan dengan adanya tanda/gejala + hasil ekokardiografi

Terapi : aspirin, IVIG

Page 32 of 152

Option lain:

Rubella : demam, rash, limfadenopati postaurikuler


Rubeola : conjunctivitis, coryza, cough, demam, rash dari belakang kepala menyebar ke

seluruh tubuh
HFMD : menyerang anakk <5tahun, gejala berupa demam, sariawan, dan rash di tangan dan

kaki. Disebabkan coxsackie virus atau enterovirus.


SSSS : eksfoliasi akut pada kulit didahului eritema, ada gejala prodromal seperti demam,
batuk, pilek, diare

Sumber : Kawasaki disease. Pediatrics 2004.


46. Seorang wanita mengeluhkan keluar cairan dari kemaluan yang berbau. Delapan hari yang lalu
pasien baru melahirkan dengan ditolong oleh bidan. Anak lahir normal, BBL 3000 gram. Kepada
ibu ini dilakukan pemeriksaan fisis lalu ditemukan TD 110/70 mmHg, HR 110 kali/menit. TFU:
pertengahan antara simfisis dengan pusat. Ditemukan lochia yang berbau. Apa kemungkinan
penyebabnya? C. Endometriosis
Keywords: Keluar cairan dari kemaluan yang berbau, delapan hari yang lalu baru melahirkan,
anak lahir normal, BBL 3000 gram, TD 110/70 mmHg, HR 110 kali/menit. TFU: pertengahan
antara simfisis dengan pusat, ditemukan lochia yang berbau

Lochia adalah cairan yg keluar dari vagina setelah melahirkan, yang terdiri atas darah, mucus,
dan jaringan uterus.

Page 33 of 152

Subinvolusi uterus merupakan sebuah keadaan uterus yg tidak kembali ke ukuran normal
setelah melahirkan, umumnya disebabkan oleh infeksi (endometritis) atau perdarahan post
partum yg terlambat karena sisa plasenta.

Sumber: Weydert JA, Banda JA. Subinvolution of the placental site as an anatomic cause of
postpartum uterine bleeding: a review. Arch Pathol Lab Med. 2006 Oct;130(10):1538-42.
47. Seorang perempuan 34 tahun datang diantar ke RSJ karena mengamuk ingin membunuh anaknya
yang berumur 3 tahun dilempar ke jendela dan keluar rumah tidak memakai baju. Penampilan
pasien sesuai umur. Saat pasien dianamnesis mengapa berpakaian berantakan, pasien menjawab,
"Tidak tahu saya dok kenapa begitu. Dokter bilang saya jelek? Harga mangga sedang naik naiknya dok!", kemudian pasien tertawa cekikian. Gejala klinis yang didapat pada anamnesis
pasien adalah: A. Asosiasi longgar
Keywords:

Perempuan 34 tahun mengamuk ingin membunuh anaknya, anaknya yang berumur 3

tahun dilempar ke jendela dan keluar rumah tidak memakai baju


Penampilan pasien sesuai umur. Saat pasien dianamnesis mengapa berpakaian
berantakan, pasien menjawab, "Tidak tahu saya dok kenapa begitu. Dokter bilang saya
jelek? Harga mangga sedang naik - naiknya dok!", kemudian pasien tertawa cekikian

Gejala: Asosiasi longgar


Ekolalia: pengulangan kata-kata atau frase-frase seseorang oleh seseorang lain secara

psikopatologis.(latah)
Asosiasi longgar: penyimpangan yang mendadak dalam urutan pikiran tanpa penghambatan.
Flight of ideas: verbalisasi atau permainan kata-kata yang cepat yang menghasilkan

pergeseran terus menerus dari satu ide ke ide lain


Agolia: tidak ditemukan

Pada kasus

-->

pasien tidak memiliki banyak ide,

ide terbatas,

tetapi ada

penyimpangan mendadak antara kalimat-kalimat yang diucapkan


48. Antihipertensi golongan penyekat beta dihindari pada pasien asma dan PPOK karena dapat
mencetuskan serangan akut. Reseptor yang terlibat dalam terjadinya serangan akut tersebut ialah:
C. Reseptor beta-2
Keywords: penyekat beta, dihindari pada pasien asma dan PPOK, reseptor yang terlibat dalam
terjadinya serangan akut tersebut ialah:
Page 34 of 152

Take home message: untuk pasien gagal jantung dengan riwayat asma dan/atau PPOK, pililhlah
beta blocker yang selektif beta-1
49. Laki-laki 65 tahun datang dengan keluhan pandangan mata kanan kabur. Pemeriksaan segmen
anterior didapatkan injeksi konjungtiva +/-, selaput dari nasal menutupi kornea dari 2/3 limbus.
Diagnosis yang tepat pada pasien ialah: B. Pterigium grade 4
Keywords:

Pandangan mata kabur.


Segmen anterior: injeksi konjungtiva +/-, selaput dari nasal menutupi kornea dari 2/3
limbus

Diagnosis kerja: Pterigium grade 4


Pterigium:

Pertumbuhan fibrovaskular konjungtiva yang bersifat degeneratif dan invasif.


Tanda dan gejala: segitiga dengan puncak di daerah kornea, jika teriritasi, berwarna
merah, astigmatisma
Secara Klinis Pterigium terbagi atas:
o Grade I : Pterigium terbatas pada limbus kornea
o Grade II : Pterigium sudah melewati tepi limbus kornea, tapi tidak lebih dari 2
o

mm
Grade III : Pterigium sudah melewati tepi limbus lebih dari 2 mm, tapi tidak

melewati pinggiran pupil dalam keadaan cahaya normal ( pupil 3-4 mm)
Grade IV : Pertumbuhan pterigium sudah melewati pupil sehingga sudah ada
gangguan penglihatan

Page 35 of 152

Pseudopterigium: Perlekatan konjungtiva pada kornea yang cacat. Pada pseudopterigium dapat
diselipkan sonde di bawahnya.

Sumber: Iyas S. Ilmu Penyakit Mata 3rd ed. Fakultas Kedokteran Universitas indonesia, 2004
50. Wanita 43 tahun tidak bisa menggerakkan tangan kanannyA. Sebelumnya pasien terjatuh dengan
menopang pada telapak tangan. Kelainan yang terjadi ialah: D. Fraktur distal radius, angulasi
dorsal
Keywords: Wanita 43 tahun, tidak bisa menggerakkan tangan kanan, pasien terjatuh dengan
menopang pada telapak tangan
Mekanisme khas colles fracture:
Fraktur distal radius dengan angulasi dorsal
dinner fork deformity

Page 36 of 152

Mechanism of injury: Smith vs Colles

51. Perempuan 37 th dg keluhan nyeri dada dan merasa yakin mengalami sakit jantung yg parah.
Pasien telah menjalani pemeriksaan fisik, EKG, serta pemeriksaan lain tetapi tidak ditemukan
kelainan. Pasien telah pergi ke tiga dokter spesialis jantung dan dikatakan tidak ada apa-apa,
tetapi ia amat yakin sebenarnya ia mengalami sakit jantung. Terapi medikamentosa yg tepat pada
kasus ini adalah: A. Fluoxetine
Keywords:
-

perempuan 37 th dg keluhan nyeri dada


merasa yakin mengalami sakit jantung yg parah
seluruh pemeriksaan tdk ditemukan kelainan
pergi ke dokter spesialis dikatakan tdk apa-apa
pasien tetap yakin sebenarnya mengalami sakit jantung

Diagnosis: hipokondriasis adanya kelainan menetap terhadap kemungkinan menderita suatu


penyakit yang serius
Terapi: tergantung gejala, pilihan yang paling sering digunakan SSRI (fluoxetine, sertraline).
Pilihan lain: anti anxietas (clobazam, benzodiazepine)
Pilihan obat lainnya:
-

risperidone: anti psikotik generasi II


haloperidol: anti psikotik generasi I, anti agitasi
clozapine: anti psikotik generasi I
Fluoxetine: SSRI ( unruk depresi, hipokondriasis dengan gejala depresi)
Lithium: mood stabilizer ( untuk bipolar)

Page 37 of 152

52. Seorang pasien tidak mengerti apa yg disampaikan orang kepadanya, tetapi dapat berbicara dg
lancer meskipun isi pembicaraan tidak memiliki arti. Ia juga tidak mampu mengulang kata yang
diucapkan orang lain. Diagnosis yang tepat pada pasien ini adalah: C. Afasia sensorik
Keywords:
-

Tidak mengerti apa yg disampaikan orang


Dpt berbicara lancer meskipun isi pembicaraan tdk memiliki arti
Tdk mampu mengulang kata yg diucapkan orang lain

Diagnosis: afasia sensorik (Wernicke)


Hal yang perlu diketahui untuk mengklasifikasikan afasia:
1. Bicara lancar/tdk
2. Mengerti pembicaraan/tdk
3. Bias mengulang/tdk

53. Pasien laki-laki berusia 21 th dibawa oleh temannya karena ditemukan tdk sadar di kamarnya.
Disamping pasien terdapat jarum suntik dan sebotol obat. Pada pemeriksaan fisik diperoleh TD
90/60 mmHg, HR 60x/m, RR 12x/m, S 36.60C, pupil miosis. Kemungkinan pasien tersebut
mengalami keracunan: A. Morfin
Keyword:
Page 38 of 152

Penurunan kesadaran, ditemukan suntik dan sebotol obat


PF TD 90/60 mmHg, HR 60x/m, RR 12x/m, S 36.60C, pupil miosis

Kemungkinan pasien tersebut mengalami keracunan?


o
o

Morfin ( ditemukan adanya jarum suntik)


Trias penurunan kesadaran + miosis pupil + depresi napas adalah khas untuk intoksikasi

o
o

opioid
Contoh opioid: heroin, kodein, morfin
Tatalaksana: nalokson 0.4-2 mg Iv/IM/SC/ET, boleh diulang tiap 3 menit, tdk boleh
melebihi 10 mg

54. Pasien hamil 12 minggu datang dg keluhan nyeri perut disertai dg perdarahan yg banyak dan
tampak keluar gumpalan jaringan. Saat dilakukan pemeriksaan ginekologi, tampak ostium uteri
terbuka da nada sebagian jaringan yang tertinggal. Apa diagnosisnya? B. Abortus inkomplit
Keywords: hamil 12 minggu, nyeri perut, perdarahan yg banyak, keluar gumpalan jaringan.
Ostium uteri terbuka, sebagian jaringan yg tertinggal
Abortus imminens perdarahan minimal, nyeri minimal, cervix tertutup, jaringan (-)
Abortus insipiens perdarahan banyak, nyeri hebat, cervix terbuka, jaringan (-)
Page 39 of 152

Abortus inkomplit perdarahan banyak, nyeri perut sedang sampai hebat, cervix terbuka,
jaringan (+)
Abortus komplit perdarahan berkurang, nyeri hilang, cervix tertutup, jaringan (+)
55. Anak usia 7 th datang dg keluhan sesak napas. Sesak dirasakan sejak usia 3 th dan hilang timbul,
muncul terutama pada malam hari. Ayah pasien memiliki riwayat asma. Pada pemeriksaan fisik
ditemukan penggunaan otot bantu napas dan mengi di kedua lapang paru, SpO2 92%. Anak sudah
diberikan albuterol inhalasi sebanyak 2x namun tdk membaik. Komplikasi yg dpt terjadi pd
pasien, KECUALI: D. Alkalosis
Keyword:

Anak 7 th
Sejak usia 3 th dan hilang timbul, muncul terutama pd malam hari
Ayah pasien memiliki riwayat asma
Penggunaan otot bantu napas dan mengi di kedua lapang paru, SpO2 92%
Anak sudah diberikan salbutamol (albuterol) inhalasi sebanyak 2x namun tdk membaik
Serangan asma sedang

ASMA:

Episode meengi berulang, bias disertai batuk pilek


Hiperinflasi dada
Retraksi intercostal, substernal
Respon terhadap bronkodilator

Tatalaksana serangan asma sedang nebulisasi 2-3x belum respon: kortikosteroid sistemik
(metilprednisolon) dg dosis 0.5-1 mg.kgbb/hari selama 3-5 hari. Option lain:

Budesonide: steroid inhalasi untuk controller asma episodic sering


Salmeterol: LABA, terapi asma persisten
Ipratropium bromide: antikolinergik
Aminofilin: diberikan pada tatalaksana serangan asma berat dg dosis awas 6-8mg/kg dlm
D5%

Page 40 of 152

Komplikasi asma akut berat:

Pneumotoraks, pneumomediastinum, emfisema subkutis


Asidosis laktat
Gg. Elektrolit
Mucus plug
Iskemia miokard pada pasien dg CAD
Atelectasis

Page 41 of 152

56. Seorang anak laki-laki ditemukan meninggal, terdapat luka babras yg diduga ada sebelum pasien
meninggal. Ciri-ciri luka babras adalah: B. Terdapat tumpukan epitel yang tergeser
Keywords: Luka babras bahasa jawa dari luka lecet
Luka akibat kekerasan benda tumpul:
1. Memar/kontusio/hematoma perdarahan bawah kulit akibat pecahnya kapiler dan vena
2. Lecet/ekskoriasi/abrasicedera pd epidermis yg bersentuhan dg benda
3. Luka terbuka/robek/vulnus laseratumkulit teregang ke satu arah melampaui batas
elastisitas kulit sehingga terjadi robekan
Luka lecet
1. Luka lecet (scratch)
- Diakibatkan oleh benda runcing yg menggesser epidermis di depannya
- Terdapat lapisan epidermis yg terangkat sesuai dg arah goresan
2. Luka lecet serut (graze)
- Variasi dari luka lecet gores yg daerah persentuhan benda dg kulit lebih lebar
- Arah kekerasan dilihat dg melihat arah tumpukan epitel
3. Luka lecet tekan (impression, impact abrasion)
- Disebabkan oleh penjejakan benda tumpul pada kulit
- Pada mayat daerah kulit yg kaku dan lebih gelap dari sekitarnya
- Bentuk benda penyebab luka msh mungkin diidentifikasi (mis:kisi-kisi radiator
mobil)
4. Luka lecet geser (friction abrasion)
- Disebabkan oleh tekanan linier pada kulit disertai gerakan bergeser (mis: kasus
gantung atau jerat, kasus korban pecut)
57. Pasien G1P0 hamil 36 minggu dtg dg keluhan perut kenceng-kenceng dan air ketuban pecah.
Anda melakukan pemeriksaan dalam dan ditemukan bahwa belum ada pembukaan, serviks kaku,
kepala S3. Tindakan apa yg akan anda lakukan? A. Antibiotic
Keywords: G1P0 hamil 36 minggu dtg dg keluhan perut kenceng-kenceng dan air ketuban pecah.
VT belum ada pembukaan, serviks kaku, kepala S3
Pada pasien ketuban pecah dini, perlu dilakukan observasi terhadap kemungkinan infeksi
intrauterine (ibu demam, janin takikardi, leukositosis).
Sebuah penelitian meta-analisis pd 6000 pasien KPD, menunjukkan bahwa pemberian antibiotic
mengurangi resiko terjadinya infeksi intrauterine
Selain itu, perlu dilakukan pematangan serviks dg pemberian misoprostol
58. Seorang perempuan berusia 17 th dtg ke dokter dg keluhan gatal dibokong sejak 1 th yll. Keluhan
gatal dirasakan berulang tiap bulan dan biasanya datang sehabis mens. PF: didapatkan plakat dan
macula hiperpigmentasi, pada tepinya tampak papul eritema, tersebar erosi dan ekskoriasi,
skuama kasar. Penderita sudah berobat ke puskesmas dan keluhan membaik tapi timbul lagi.
Page 42 of 152

Pasien gemar memakai hot pants. Apakah diagnosis yg paling mungkin untuk kasus tersebut? E.
Tinea kruris
Keywords: gatal di bokong, berulang, biasanya setelah menstruasi. PF: plakat dan macula
hiperpigmentasi, pada tepinya tampak papul eritema, tersebar erosi dan ekskoriasi.
Tinea kruris: dermatofitosis pd lipat paha, daerah perineum, dan sekitar anus. Lesi kulit dapat
terbatas pada daerah genito krural saja, atau meluas ke daerah sekitar anus, daerah gluteus dan
perut bagian bawah.
Terapi: Griseofulvin 0.5-1 g untuk orang dewasa, 0.25-0.5 g/hari untuk anak-anak
59. Ibu membawa anaknya yg berusia 4 th dg keluhan keluar cairan dari telinga sejak 2 th yll. Sering
keluar cairan jika anak sedang pilek. Sejak 2 minggu yll pendengaran pasien menurun.
Pemeriksaan penunjang yg harus dilakukan adalah: B. Timpanometri
Keyword: anak berusia 4 th keluar cairan jika pilek
Dx: dipikirkan OMSK sudah terjadi perforasi membrane timpani
Untuk menunjang Dx dilakukan timpanometri
Tes yg lain kurang menunjang, sebab ditujukan untuk menentukan derajat tuli/menentukan tuli
sensoris/konduktif
Tes BERA (Brainsteem Evoked Response Audiometry)
Menilai fungsi pendengaran bayi/anak yg tdk kooperatif, yg tdk dpt diperiksa dg cara
konvensional
Tes ini tdk dipilih utk anak ini meskipun usia 4 th krn tes BERA menentukan fungsi sensoris darin
telinga

Page 43 of 152

60. Seorang laki-laki berusia 24 th diantar ke IGD oleh polisi setelah mengalami kecelakaan lalu
lintas 30 menit yll. Pada pemeriksaan didapatkan adanya memar pada dahi pasien. Tanda vital
dlm batas normal. Pasien dpt membuka mata menuruti perintah, menarik tangan saat dicubit, serta
dapat menjawab pertanyaan dg bingung. Pasien tdk tahu saat ini berada dimana. Berapakah skor
Glasgow Coma Scale pada pasien ini? D. E3V4M4
Kasus:

Membuka mata menuruti perintahE3


Menjawab pertanyaan dg bingung, tdk tahu saat ini berada dimana (disorientasi) V4
Menarik tangan saat dicubit withdrawl M4

61. Seorang anak laki-laki 6 th diantar ibunya periksa ke praktik dokter umum sejak 1 bln anaknya
sering mengeluh hidungnya tersumbat dan ibunya mengatakan sering berhenti napas sewaktu
tidur serta mengorok. Berat badan 25 kg, suhu 37.1oC, pemeriksaan fisik lain dalam batas normal.
Apakah diagnosis paling benar untuk pasien di atas? E. Hipertrofi tonsil dan adenoid
Keyword:
-

Hidung tersumbat sjk 1 bln, sering berhenti nafas waktu tidur, mengorok
Pemeriksaan fisik lain dalam batas normal

OSA:
-

Mengorok, bernapas lewat mulut


Page 44 of 152

Etiologi tersering: hipertrofi adenoid dan tonsil (ditandai dg hidung tersumbat)


Komplikasi: gagal tumbuh, enuresis, cor pulmonale

Gold Standard pemeriksaan: polisomnografi


Terapi: adenotonsilektomi, CPAP, penurunan berat badan pada anak obese
62. Perempuan 27 th mengeluh sering mendengar tangisan bayi setiap waktu. Keluhan ini dialami
sejak bayinya meninggal dalam persalinan 1 bln yll. Menurut suaminya, pasien saat ini menjadi
sangat kurus karena tdk mau makan, tdk mau merawat diri, selalu murung. Pasien merasa bayinya
meninggal karena kesalahannya dan ia bertanggung jawab atas semua ini. Pasien pun memiliki
keinginan untuk bunuh diri. Diagnosis yg tepat pada kasus ini adalah: C. Episode depresi berat
dengan gejala psikotik
Keywords:
-

Perempuan 27 th mengeluh sering mendengar tangisan bayi setiap waktu. Keluhan ini

dialami sejak bayinya meninggal dalam persalinan 1 bln yll.


Menurut suaminya, pasien saat ini menjadi sangat kurus karena tdk mau makan, tdk mau

merawat diri, selalu murung.


Pasien merasa bayinya meninggal karena kesalahannya dan ia bertanggung jawab atas
semua ini. Pasien pun memiliki keinginan untuk bunuh diri.

Diagnosis: Episode depresi berat dengan gejala psikotik


Terapi: SSRI, antipsikotik
Klasifikasi depresi PPDGJ gejala utama:
o
o
o

Mood depresif (selalu murung)


Lelah, kurang energy, aktivitas menurun
Minat dan kegembiraan hilang

KASUS:
-

Depresi berat pasien tdk mgkn melakukan kegiatan social/pekerjaan


Dengan gejala psikotik
Waham/halusinasi auditorik

GEJALA TAMBAHAN:
o
o
o
o
o
o
o

Konsentrasi berkurang
Percaya diri berkurang
Rasa bersalah dan rasa tdk berguna
Pandangan masa depan suram
Ide bunuh diri
Tidur terganggu
Nafsu makan kurang

63. Seorang ibu mengantar anak perempuannya usia 4 th dtg ke IGD sebuah RS dg mencret
>10x.hari, tanpa didahului rasa mulas dan rasa sakit perut,cairan menyerupai air cucian beras.
Page 45 of 152

Dari pemeriksaan anak tampak rewel: nadi: 120x/menit, kehausan, turgor kulit <2 detik, laju
respirasi permenit 40x/menit. Cairan apa yang diberikan? B. Cairan ringer laktat
Keyword:
-

Anak, diare >10x/hari


Anak tampak rewel, nadi 120x/menit, kehausan, turgor kulit <2 detik, laju respirasi
permenit 40x/menit

Dehidrasi ringan-sedang, terdapat DUA atau LEBIH:


-

Rewel, gelisah
Mata cekung
Minum dg lahap, haus
Cubitan kulit kembali lambat, tp masih < 2 detik

Tatalaksana pada psien ini: terapi kategori B


-

Oralit 75vv/kg dalam 3 jam


Zink selama 10 hari

Bila dehidrasi memberat, pindah ke kategori C


-

Cairan intravena segera 100cc/kg dibagi sesuai usia


Yg dipilih adldh ringer laktat/larutan Hartmann
Bila tdk tersedia, bias dipakai NaCl 0.9%
D5% tdk efektif, jgn dipakai

Kalo pake ciran low sodium (mis.N5) resiko hiponatremi


Resusitasi (dehidrasi berat/tanda syok): NaCl 0.9%/RL
Maintenance: RL+D5%, N2 (D5 + 1/2NS),/ D5%+NaCl 0.9%

Page 46 of 152

64. Bayi usia 2 bln dtg utk imunisasi. Saat ini bayi sehat, BB 4500 gr, tdk ada keluhan. Anda
merencanakan pemberian imunisasi BCG. Bagaimana cara pemberian imunisasi tersebut? D.
Intrakutan

65. Seorang anak dibawa ibunya berobat dg keluhan demam 3 hari yll, kemudian timbul bintik-bintik
merah di wajah, badan, kemudian ekstremitas. Pada mulut dijumpai bercak koplik. Diagnosisnya
adalah: E. Morbili
Page 47 of 152

Keywords: anak, demam 3 hari, koplik spot


Dx: morbili/campak
Conjungtivitis, cough, coriza, rash
Tx: suportif, bed rest, antipiretik, cairan, terapi untuk mengatasi komplikasi
Komplikasi tersering yg dpt tjd adlh pneumonia
66. Korban dibawa setelah ditemukan gantung diri dg tali, dia tinggal di rumah sendirian, pd
pemeriksaan tekanan darah tdk terukur, nadi tdk teraba, napas tdk ada. Terdapat lebam pada ujung
kaki korban. Terdapat babras pada pelipis kiri korban. Penyebab timbulnya gangguan di atas
adalah: B. Anoksia anoksik
Keywords:
-

Korban gantung diri


Tekanan darah tdk terukur, nadi tdk teraba, napas tdk ada
Terdapat babras pada pelipis kiri korban
Terdapat lebam pada ujung kaki korban (tanda pasti kematian)

Anoksia
Anoksia ketiadaan O2 pd sel atau jaringan
Jenis-jenis anoksia: anoksia anoksik tdk ada O2 di paru akibat:
Obstruksi mekanik pd proses respirasi asfiksia (mis: dijerat, digantung, dicekik, dibekap)
Kekurangan O2 di lingkungan suffocation (mis: terkurung di ruang tertutup, wajah tertutup
kantung plastic)
-

Anoksia anemic terdapat O2 pd paru namun O2 tdk bs mencapai darah (mis: keracunan

CO)
Anoksia stagnan terddapat O2 dlm darah namun O2 tdk bs mencapai jaringan krn

kegagalan fungsi pompa jantung


Anoksia histotoksik terdapat O2 dlm darah dan jaringan namun O2 tdk dpt digunakan
pd tingkat jaringan (mis: keracunan sianida)

67. Seorang perempuan 28 th G3P2A0 hamil 40 minggu, dtg dg keluhan mules-mules seperti mau
melahirkan sejak 8 jam yll. Didapatkan TFU 34 cm, DJJ 146x/menit. Dilakukan pemeriksaan
dalam dan didapatkan pembukaan 5 cm, ketuban belum pecah, posisi S-2. Dilakukan pengawasan
selama 5 jam, kemudian didapatkan pembukaan lengkap, ketuban pecah spontan, kepala bayi dan
rambut Nampak di vulva. Tindakan selanjutnya adalah: C. Memimpin ibu meneran
Keywords: hamil G3P2A0, hamil 40 minggu, mules ingin melahirkan, 5 jam kemudian ketuban
pecah spontan, pembukaan lengkap, kepala bayi dan rambut Nampak di vulva.
Page 48 of 152

60 langkah Asuhan Persalinan Normal:


11. memberitahu ibu pembukaan sdh lengkap dan keadaan janin baik. Membantu ibu berada dlm
posisi yg nyaman sesuai keinginannya.
12. meminta bantuan keluarga untuk menyiapkan posisi ibu untuk meneran. (pd saat ada his,
bantu ibu dlm posisi setengah duduk dan pastikan ia merasa nyaman).
13. melakukan pimpinan meneran saat ibu mempunyai dorongan yg kuat untuk meneran.
68. Seorang pria 25 th mengeluh nyeri di ulu hati yg menjalar ke dada dan punggung, dada terasa
seperti terbakar, keluhan ini hilang timbul dlm1 th terakhir. Diagnosisnya: C. GERD
Keyword:
-

nyeri di ulu hati yg menjalar ke dada dan punggung, dada terasa seperti terbakar
keluhan ini hilang timbul dlm1 th terakhir

Dx: GERD

69. Seorang wanita 57 th, dtg ke praktek dokter umum dg keluhan penglihatan berkabut. Pemeriksaan
awal yg sebaiknya dilakukan untuk membantu menegakkan diagnosis adalah: E. Shadow test
Keyword: 57 th, KU: penglihatan berkabut
Dx: Katarak

katarak: setiap keadaan kekeruhan pd lensa yg dpt trjd akibat hidrasi lensa, denaturasi

protein lensa, atau terjadi akibat keduanya


etiologi: usia lanjut, kel. Kongenital, karena penyakit mata sebelumnya (glaukoma,

amlasio retina, uveitis, dll), bahan toksik kimia dan fisik, dan kelainan sistemik
tanda dan gejala: penglihatan berasap, tajam penglihatan menurun progresif, pupil

berwarna putih/abu2
pemeriksaan: shadow test, slitlamp, funduskopi (bila mungkin), tonometer, tajam

penglihatan
Tx: pembedahan
Page 49 of 152

Shadow test: pemeriksaan dg menggunakan pen light untuk melihat bayangan pada lensa,
sekaligus dpt menilai kekeruhan lensa.
Funduskopi: pemeriksaan utk melihat bagian dlm mata/fundus okuli. Pada katarak dilakukan utk
melihat keadaan komorbid.
Pemeriksaan visus: pemeriksaan tajam penglihatan. Biasanya dilakukan utk melihat apakah
kekeruhan lensa sebanding dg turunnya tajam penglihatan.
Perimetri: pengukuran/pemetaan lapang pandang. Biasa dilakukan pasien dg kecurigaan
glaukoma.
70. Pasien laki-laki dtg dg keluhan mimisan hilang timbul sejak 30 menit yll. Riwayat hipertensi (+).
Apa tatalaksana pertama yg hrs dilakukan? C. Pasang tampon Bellocq selama 3 hari
Keywords: mimisan sejak 30 menit, riwayat HT (+) epistaksis posterior
Dx: epistaksis posterior
Perdarahan yg hebat dan jarang dpt berhenti sendiri. Sering ditemukan pd pasien HT,
arteriosclerosis krn pecahnya arteri sfenopalatina.
THx.: tampon Bellocq dipasang 2-3 hari bila masih terjadi perdarahan dpt ditambah tampon
anterior ked lm kavum nasi metode kauterisasi/ligasi A. sfenopalatina dg panduan endoskopi.
71. Bayi laki-laki usia 2 hari dibawa ke puskesmas dg keluhan tdk mau minum. Sehari sebelumnya
minum susu formula. Tidak ada keluhan muntah. Riwayat lahir spontan di bidan, kehamilan
cukup bulan BB: 2700 gr. APGAR score 8-9, riwayat ketuban pecah dini 2 hari sebelum lahir.
Pasien dipulangkan bidan 24 jam setelah lahir. Pada pemeriksaan didapatkan BB: 2600 gr,
letargis, RR: 48x/m terkadang ireguler, T: 36.2oC, HR:120x/menit kuat. Pasien tampak ikterik,
abdomen sedikit distensi, ekstremitas bawah kanan kiri keras. Diagnosis yg tepat ialah: D. Sepsis
neonatorum awitan dini
Keyword:
-

Bayi 2 hari, tdk mau minum


Lahir spontan di bidan, kehamilan cukup bulan BB: 2700 gr. APGAR Score 8-9, riwayat

ketuban pecah dini 2 hari sebelum lahir


BB: 2600 gr, letargis, RR: 48x/m terkadang ireguler, T: 36.2oC, HR:120x/menit kuat.
ikterik, abdomen sedikit distensi

Kecurigaan besar sepsis:


-

Riwayat ibu dg infeksi Rahim, demam, atau ketuban pecah dini


Riwayat persalinan dan penolong persalinan yg tdk bersih
Riwayat asfiksia berat, premature, BBLR
Air ketuban keruh, purulent, bercampur meconium
Page 50 of 152

Bayi malas minum, bayi lunglai, mengantuk atau irritable, muntah, perut kembung, tdk
sadar, kejang

Sepsis neonatal

Early onset sepsis:


o Timbul dlm 3 hari pertama
o Gg. Multisystem + gejala pernapasan menonjol, onset tiba2 dan cepat berkembang jd
syok septik
Late onset sepsis/SNAL:
o Timbul stlh 3 hari, lebih sering diatas 1 minggu
o Ada focus infeksi (akibat perawatan di rumah sakit)
Pemeriksaan penunjang:
o Leukositosis/leukopenia, neutropenia, I/T ratio >0.2
o Hipoglikemia, hiperbilirubinemia, asidosis metabolic
Tatalaksana
o Antibiotic:
- Ampisilin dan gentamisin
- Bila organisme tdk ditemukan dan bayi tetap menunjukkan tanda infeksi sesudah
o

48 jam ganti dg sefotaksim


Preventif:
- Mengobati ibu demam dg kecurigaan infeksi intrauterine
- Mengobati ibu dg KPD
- Perawatan antenatal

Option lain:
o

Enterokolitis: nekrosis intestinal akut, terjadi pd BBLR stlh diberikan minum enteral, lbh

o
o

sering pd yg diberi sufor. Distensi perut, toleransi minum buruk


- Muntah hijau
- Darah pd feses
- Apnu, demam/hipotermia
Hipoglikemia: bila GDS <15 mg/dL
Pneumonia: disebabkan infeksi intrauterine/ selama persalinan. Ada distress pernapasan,
takipnea, tanpa demam

72. Seorang pasien laki-laki memiliki riwayat konsumsi kortikosteroid jangka panjang. Bila
dilakukan pemeriksaan laboratorium, apa hasil yg akan ditemukan? D. TBG turun, T4 turun
Keyword: laki-laki riwayat konsumsi kortikosteroid jangka panjang
Hasil pemerilsaan lab: TBG , T4
TBG: enzim yg mengikat hormon tiroid
Penyebab defisiensi TBG: salah satunya karena penggunaan kortikosteroid
Penurunan TBG akan diikuti dg penurunan T4

Page 51 of 152

73. Laki-laki 45 th datang dg keluhan nyeri kepala hebat tiba-tiba disertai pandangan kabur dan mual
muntah. Pasien merupakan penyandang hipertensi dg penggunaan kaptopril dan HCT yg tdk
teratur. TD 210/150 mmHg, nadi 100x/m, S 37oC. Cara pemberian obat anti-hipertensi yg tepat
adalah? E. Parenteral
Keywords: laki-laki 45 th, nyeri kepala hebat, pandangan kabur dan mual muntah. Pasien
hipertensi, penggunaan kaptopril dan HCT yg tdk teratur, TD 210/150 mmHg
Cara pemberian obat hipertensi yg tepat adalah..
o

Hipertensi emergensiturunkan tekanan darah secara cepatbutuh obat yg onset of

actionnya cepat
Parenteralpemberian obat tanpa melewati saluran cerna, biasanya dg cara injeksi

Dlm kasus ini, obat-obatan anithipertensi harus diberikan secara intravena

74. Seorang perempuan datang dg keluhan gatal dikedua lipatan payudara. Pasien obese. Pada
pemeriksaan fisik didapatkan papul eritema dg skuama halus. Diagnosis pasien ini adalah : C.
Tinea korporis

Page 52 of 152

Keywords: perempuan gatal dikedua lipatan payudara, obese. PF: papul eritema, skuama halus.
DX: tinea korporis
THx: griseofulvin
75. Seorang laki-laki dtg ke IGD, dg tanda-tanda fraktur tulang2 wajah. Apakah pemeriksaan yg
pertama kali dilakukan? A. Foto schaedel
Keywords: laki-laki dtg ke IGD, dg tanda-tanda fraktur tulang2 wajah

Page 53 of 152

76. Seorang ibu membawa anaknya ke dokter dengan keluhan lambat belajar. Anaknya sudah 2x tidak
naik kelas dan susah menerima pelajaran. Ketika di rumah pun anaknya malas belajar. Apa
diagnosanya? B. Retardasi mental berat
Keyword :
Seorang ibu membawa anaknya dengan keluhan lambat belajar
Anaknya sudah 2x tidak naik kelas dan susah menerima pelajaran, di rumah anaknya

malas belajar
IQ = 30
Diagnosis : retardasi mental berat

Retardasi mental

Suatu kondisi perkembangan jiwa yang terhenti ditandai dengan gangguan keterampilan
pada masa perkembangan. Hasil akhirnya tingkat kecerdasan secara menyeluruh menurun
Dapat disertai gangguan jiwa
Klasifikasi IQ :
o Ringan : 50-90
o Sedang : 35-49
o Berat : 20-34
o Sangat berat : < 20

77. Pasien laki-laki usia 25 tahun dating dengan keluhan BAB berdarah sejak 1 tahun yang lalu.
Darah menetes pada akhir BAB dan tidak bercampur dengan feses. Pada pemeriksaan fisik
didapatkan tanda vital normal, bibir, dan lidah pucat. Pada pemeriksaan colok dubur, didapatkan
Page 54 of 152

sfingter ani terjepit, mukosa licin, ampula kosong, teraba massa lunak, pada hanscoen darah +.
Diagnosis ? D. Hemoroid interna
Keyword :
Laki-laki 25 tahun, BAB berdarah sejak 1 tahun yang lalu, darah menetes pada akhir
BAB dan tidak bercampur dengan feses, bibir dan lidah pucat, sfingter ani terjepit,

mukosa licin, ampula kosong, teraba massa lunak, handscoen : darah +


Diagnosis : hemoroid interna

Pilihan lainnya :

Fistula ani : fistula (semacam terowongan) yang terbentuk karena infeksi di anal canal
yang menginvasi jaringan di bawahnya dan menembus sampai ke kulit kulit tampak

ada lubang
Hemoroid eksterna : massa berisi pelebaran pembuluh darah di plexus hemoroidalis yang

dibungkus oleh kulit benjolannya kulit bukan mukosa


Polip ani : bertangkai, lebih umum ditemukan pada anak
Karsinoma rekti : lebih umum ditemukan pada orang tua, biasanya disertai gejala seperti
penurunan berat badan dan perubahan pola defekasi.

Algoritma tatalaksana hemoroid :

78. Pasien wanita 40 tahun datang dengan keluhan mual muntah. Pasien merupakan keluarga miskin.
Dokter lalu memberikan obat generic. Prinsip apa yang digunakan? C. Beneficence
Keyword :
Pasien miskin dengan keluhan mual muntah
Dokter memutuskan memberi obat generic

Page 55 of 152

Jawaban : beneficence dokter memiliki tugas untuk menghasilkan kebaikan bagi pasien dan
bertindak sesuai dengan kepentingan terbaik pasien
Dalam kasus ini, dokter memutuskan suatu tindakan dengan mempertimbangkan kepentingan
terbaik pasien.
79. Laki-laki 65 tahun datang dengan keluhan pandangan berkabut. Tidak terdapat kelainan pada
mata dan pemeriksaan fisik organlain. Dari pemeriksaan didapatkan shadow test + dan penebalan
nucleus. Diagnosis yang paling tepat ialah: C. Katarak imatur
Keyword :
65 tahun, keluhan pandangan berkabut
Pemeriksaan didapatkan shadow test (+) dan penebalan nucleus
Diagnosis kerja : katarak imatur
Perbedaan Stadium Kataral Senil

80. Suatu penelitian kasus control dilakukan terhadap 200 anak yang menderita katarak kongenital.
Terdapat 160 anak dengan riwayat ibunya terkena rubella saat mengandung anak tersebut.
Kontrolnya adalah 200 anak dan ternyata 80 diantaranya, mempuyai riwayat ibu terkena rubella
saat mengandung. Berapakah rasio odds pada penelitian tersebut? A. (160x120)/(80x40)

Page 56 of 152

81. Seorang perempuan usia 28 tahun datang untuk meminta pengobatan profilaksis terhadap malaria.
Pasien akan ditugaskan ke Lombok selama 3 minggu. Saat ini pasien sedang hamil 4 bulan.
Diketahui di daerah itu Plasmodium falciparum sudah resisten terhadap klorokuin. Obat apa yang
akan anda berikan? B. Meflokuin
Keyword : Wanita, usia 28 tahun, hamil 4 bulan, meminta profilaksis malaria, ke Lombok selama
3 minggu. Area tujuan terdapat Plasmodium falciparum yang resisten klorokuin.

82. Seorang anak 5 tahun dibawa ke puskesmas denga keluhan batuk selama 1 bulan. Ayah pasien
diketahui batuk sudah lama. Dokter menyarankan tes darah, tes mantoux, tes BTA dan rontgen
dada. Upaya dokter ini termasuk jenis pencegahan: D. Early diagnosis and prompt treatment

Page 57 of 152

83. Pasien G1P0A0 hamil 36 minggu datang dengan keluhan kedua kaki bengkak. Tidak ada nyeri
kepala, mual, muntah, dan pandangan kabur. Tekanan darah 170/110 mmHg. Protein urin 2+. Apa
diagnosis yang tepat? E. Preeklamsia berat
Keyword: G1P0A0 hamil 36 minggu, kedua kaki bengkak, tidak ada nyeri kepala, mual, muntah
dan pandangan kabur, TD 170/110 mmHg, proteinuria +2
Preeklamsia hipertensi gestasional dengan tekanan darah setidaknya 140/90 mmHg, diiringi
proteinuria (+), pada usia kehamilan mulai 20 minggu dan hilang 12 minggu postpartum
Preeklamsia berat jika pasien mengalami preeklamsia dengan TD>160/110 mmHg, diiringi
proteinuria> +2
84. Seorang wanita berusia 65 tahun datang dengan membawa hasil laboratorium kolesterol total 240
mg/dl, trigliserida 204 mg/dl, semetara lainnya dalam batas normal. Terapi yang tepat untuk
pasien tersebut adalah: C. Simvastatin
Keyword: Hasil laboratorium kolesterol total 240, trigliserida 204, lainnya dalam batas normal
Diagnosis : dyslipidemia
Terapi yang tepat untuk pasien adalah simvastatin
Dislipidemia

Page 58 of 152

Kelainan metabolism lipid, tidandai oleh kelainan (peningkatan atau penurunan) fraksi

lipid dalam plasma


Kelainan fraksi lipid yang terutama adalah kenaikan kadar kolesterol total, kadar

trigliserida, dan penurunan kadar kolesterol HDL


Dalam proses terjadinya aterosklerosis ketiganya mempunyai peran penting dan

berkaitan, sehingga dikenal sebagai triad lipid


Klasifikasi :
o Hiperkolesterolemia
o Hipertrigliseridemia
o Campuran

Sumber : pedoman pelayanan medis ilmu penyakit dalam PAPDI

Sumber : buku ajar ilmu penyakit dalam

In persons with high serum triglycerides, LDL cholesterol remains the primary target of

therapy. In addition, non-HDL cholesterol becomes a secondary target.


Changes in life habits, as outlined before, represent first line therapy, but it is also important
to determine whther a patient is taking drugs known to exacerbate hypertriglyceridemia and,

if so, these should be modified.


Among hypolipidemic agents, the statins are most effective for lowering non-HDL
cholesterol. Not only do statins reduce LDL cholesterol, but they also lower VLDL
triglycerides and VLDL cholesterol

Sumber: National Cholesterol Education Program National Heart, Lung, and Bloosd Institute

Page 59 of 152

85. Seorang laki-laki dengan keluhan bercak lemerahan di lengan bawah kanan. Dua hari sebelumnya
jari tengah tangan kanan pasien terluka. Bercak kemerahan berbatas tegas. Diagnosis yang tepat
adalah: C. Erisipelas
Keyword : bercak kemerahan di lengan bawah kanan, berbatas tegas, riwayat jari tengah kanan
terluka.
Diagnosis : erysipelas : penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh treptokokus, gejala utamanya
yaitu eritema berwarna merah cerah dan berbatas tegas. Biasanya disertai gejala konstitusi.
Pengobatan : sistemik dengan antibiotic, topical diberi kompres terbuka dengan larutan antiseptic.
Jika terdapat edema diberi diuretika
Pilihan jawaban lain kurang tepat :
o Dermatitis kontak : tidak ada riwayat kontak
o Selulitis : batas tidak tegas
o Flegmon : selulitis yang mengalami supurasi
o Furunkel : radang folikel rambut dan sekitarnya
86. Seorang anak usia 14 tahun dibawa ibunya ke dokter karena belum mengalami menstruasi
maupun pertumbuhan payudara. Pada pemeriksaan fisik didapatkan berat badan 70kg, tinggi
badan 140cm, dan ditemukan webbed neck (leher bersayap). Diagnosis pada pasien adalah: B.
Turner syndrome
Keyword :
Anak usia 14 tahu belum mengalami menstruasi maupun pertumbuhan payudara
Berat badan 70kg, tinggi badan 140cm, dan ditemukan webbed neck
Sindroma turner

Kelainan kromosom, 45 XO
Pubertas terlambat, obesitas, perawakan pendek, amenorrhea primer/steril
Ganguan kardiovaskular (stenosis aorta, Coa aorta) ginjal (horseshoe kidney)
ADHD dan nonverbal learning diability

Page 60 of 152

87. Anak umur 4 haru di bawa ibunya ke IGD dengan keluhan muntah terus menerus sejak lahir.
Muntah stiap di beri ASI disertai air liur keluar terus menerus. Kadang bayi tersedak bila dipaksa
menetek. BAB 3-4x/hari dengan konsistensi lembek. Dari pemeriksaan radiologi ditemukan
dilatasi kantung faring da nada gas gaster. Apa diagnosis yang tepat? D. Atresia esophagus
Keyword :

Bayi 4hari muntah tersu menerus sejak lahir


Air liur keluar terus menerus, tersedak jika dipaksa menetek
Radiologi : dilatasi kantung faring da n adanya gas di gaster

Atresia esophagus

Ganguan patensi esophagus, merupakan kelainan kongenital


Risiko aspirasi, hipersalivasi (excessive oral secretions)
Dapat disertai fistula trakeo esophagus
Riwayat hidramnion selama kehamilan
Associated anomalies : VACTERL (vertebral defects, anorectal malformations,
cardiovascular defects, trakeoedophageal defects, renal anomalies, limb deformities)

Option lain:
o

HPS : muntah non bilious pada usia 4-8 minggu, massa seperti buah zaitun di

epigastrium, USG: target sign


Hirschprung disease : riwayat meconium keluar > 24 jam, distensi perut, BAB

menyemprot bila dilakukan colok dubur


Atresia duodenum : muntah kurang lebih 30 menit setelah asupan oral, perut distensi,

pada foto polos abdomen ada double buble sign


Ileus obstruktif : distensi perut, bab tidak keluar, flatus (-), muntah, bising usus metallic
sound, foto polos abdomen gambaran herring bone atau stack of coins

Sumber Esophageal atresia : www.Emedicine.medscape.com


Page 61 of 152

88. Seorang ibu membawa anak perempuannya yang berusia 7 tahu ke UGD Rumah Sakit Kabupaten.
Ibu mengeluhkan anaknya banyak makan dan minum serta sering buang air kecil. Sudah dibawa
ke dokter puskesmas dikatakan anak tersebut sakit gula. Pada pemeriksaan anak tampak lemas,
sesak, napas cepat dalam, bau napas berbau khas. Apa kemungkinan komplikasi yang saat ini
terjadi pada anak tersebut? C. Ketoasidosis
Keyword:
Anak 7 tahun
Banyak makan dan minum serta buang air kecil
Tampak lemas, sesak, nafas cepat dalam, bau nafas berbau khas
Diagnosis : KAD
KAD

DMT-1
o Klasik : 3P, penurunan berat badan dalam waktu 2-6 minggu, mudah lelah
o KAD : sesak napas, letargi, dehidrasi, napas cepat dan dalam disertai bau aseton,
gangguan kesadaran
Harus dicurigai DMT-2 : obesitas, usia > 10 th, riwayat keluarga, C-peptide
normal/tinggi, autoantibodi negative

Tatalaksna KAD

Terapi carian
Insulin
Koreksi elektrolit (natrium dan kalium, asidosis tidak dikoreksi)
Pemantaunan
Penanganan infeksi
Tatalaksana DMT-1
o Insulin
o Pengaturan makan
o Olahraga
o Edukasi
o Home monitor

Sumber pedoman pelayanan media Jilid II IDAI


89. Seorang anak 5 tahu datang idantar oleh kedua orang tuanya dengan keluhan batuk dan pilek
sejak 5 hari yang lalu. Pasien sudah minum obat batuk tetapi tidak sembuh. Pada pemeriksaan
fisik didapatkan faring dan uvula hiperemis, tonsil T0-T0. Diagnosis pada pasien ini adalah: A.
Faringitis akut
Keyword: Batuk pilek 5 hari, demam +, faring dan uvula hiperemis, tonsil T0-T0
Diagnosis faringitis akut
Terapi :
Istirahat dan minum cukup, kumur air hangat, analgetika jika perlu + tablet hisap
Antivirus metisoprinol (sioprenosine) diberikan jiak suspek virus HSV-1.
Page 62 of 152

Faringtis bakterial:

PF : tonsil membesar, faring dan tonsil hiperemis,terdapat eksudat di permukaannya

kelenjar limfe leher anterior dapat membesar.


Terapi : antibiotic (penisilin G Benzatin) 50.000 UI/KgBB IM dosis tunggal atau
amoksisilin 50mg/KgBB dibagi 3 kali/hari selama 10 hari

90. Anda menolong persalinan seorang ibu di puskesmas dengan usia kehamilan 38 minggu. Bayi
lahir dengan berat 2800 gram, tidak menangis, tonus otot buruk. Apakah hal pertama yang anda
kerjakan? C. Letakkan bayi di penghangat dan keringkan
Keyword: Persalinan 38 minggu, berat badan 2800 gram, tidak menangis, tonus otot buruk.
Saat menolong persalinan, yang perlu diketahui :
Cukup bulan?
Tonus otot?
Menangis?
Bila salah satunya jawabanya TIDAK, lakukan langkah awal yaitu: hangatkan,
bersihkan lender bila perlu, keringkan, stimulasi

Page 63 of 152

Optional lain:
Rangsang sampai menangis : TIDAK BOLEH. Rangsang/stimulasi bayi maksimal 30

detik. Bila bayi tak kunjung menangis/merespon harus langsung VTP


Elevasi kepala : Salah. Harusnya sedikit ekstensi supaya airways terbuka
VTP:dilakukan bila bayi tetap tidak menangis/merespon setelah dilakukan langkah awal
Beri oksigen : oksigen diberikan saat memberikan VTP

Sumber Neonatal Resuscitation Circulation 2010


91. Seorang datang ke dokter karena nyeri pada tangan dan harus dikibas-kibaskan baru kebas
berkurang. Nyeri terutama pada malam hari. Kadang pasien juga merasa nyeri tersebut menjalar

Page 64 of 152

ke lengan atasnya. Sehari-hari pasien bekerja sebagai juru ketik di kantornya. Diagnosis yang
tepat adalah: A. Carpal tunnel syndrome

Keyword
o Nyeri pada tangan
o Harus dikibaskan baru berkurang
o Terutama pada malam hari
o Menjalar ke lengan atasnya
o Bekerja sebagai juru ketik di kantornya
Diagnosis : Carpal tunnel syndrome
Terapi :
o Penggunaan splint pada malam hari selama 3 minggu
o Medikamentos : NSAID, Injeksi Steroid
o Terapi lainnya : Yoga

Carpal Tunnel Syndrome

Kumpulan tanda dan gejala akibat penekanan nervus medianus dalam terowongan karpal

(Carpal Tunnel)
Gejala umum : kesemutan, kebas, nyeri pada lokasi yang dipersarafi nervus medianus

(terutama pada malam hari)


Gejalan lain : kadang apsien menjatuhkan barang yang digenggamnya tanpa terasa, gejala

intermiten.
Gejala malam hari biasanya cukup spesifik untuk CTS terutama bila gejala berkurang jika
menggerak-gerakkan tangan.

Pilihan Lain :
o

Polineuropati : kerusakan fungsi progresif beberapa saraf perofer, sering digunakan pada

kasus kerusakan pada DM(polineuropati Diabetik)


Rheumatoid artritis : seding yang terlibat <1, ada gejala kaku > 20 menit di pagi hari
Page 65 of 152

Tarsal tunnel syndrome : mirp CTS, hanya terjadi di kaki (akibat penjepitan nervus

tibialis posterior)
Poliradikulopati : gangguan di radiks spinalis, contoh GBS

92. Pasien divonis penyakit berat dan disarankan operasi. Pasien: Baiklah Dokter, saya bersedia
dioperasi. Kalau saya dioperasi juga saya hanya akan menyusahkan keluarga saya dan tidak ada
yang dapat mengurus saya. Pasien tersebut ada dalam fase: A. Depresi
Keywords :
Pasien sakit berat yang membutuhkan operasi
Dokter, saya tidak bersedia dioperasi. Kalau saya dioperasi juga saya hanya akan
menyusahkan keluarga saya
Kubler-Ross : 5
Fase Respon Terhadap Penyakit

Denial : Bukan saya ! Respon paling awal, dimana pasien menolak kenyataan bahwa dia

sakit
Anger : mengapa saya?! Pasien menjadi irritable, egois, dan kritis. Dia mulai

menyalahkan orang lain untuk kondisinya, bias termasuk tuhan.


Bargaining : ya, saya.. Pasien menerima bahwa dia sakit, tapi berusaha kompromi dengan

hidup untuk mengurangi penyakitnya. Contohnya : Kalau sembuh, saya janji akan
Depression : ya, saya.. Pasien menerima sepenuhnya kalau dia sakit dan menyadari apa

yang akan terjadi. Pasien pasrah dan hilang harapan hidup.


Acceptance : ya, saya. Dan saya siap. Pasien menerima penyakitnya dan bersedia untuk
melewati segala proses yang harus dilewati untuk sembuh. Bila penyakit terminal, pasien
menunjukkan kesiapan mental untuk menghadapi kematian.

Page 66 of 152

93. Pasien perempuan berumur 25 tahun datang dengan keluhan perut kanan bawah yang bertambah
berat bila pasien batuk. Tekanan darah 90/60, nadi 80 x/menit, RR 20x/menit, 36 0C. pada
pemeriksaan fisik didapatkan nyeri lepas do region abdomen kiti. Apa pemeriksaan yang menjadi
tanda khas pada pasien di atas? D. Rovsing sign
Keywords :
Perempuan umur 25 tahun datang dengan keluhan perut kanan bawah yang bertambah

berat bila pasien batuk.


Tekanan darah 90/60, nadi 80x/menit, rr 20x/menit 360C.
Pada pemeriksaan fisik didapatkan nyeri lepas regiio abdomen kiri.
Penekanan abdomen kiri isi sisi kiri terdorong ke kanan (ke arah apendiks)

apendiks yang meradang bergoyang -> nyeri (Rovsing sign)


Tanda appendicitis pada pemeriksaan jasmani

A. nyeri tekan titik McBurney; B. Rovsing sign; C. Psoas sign; D. Obturator sign
Pilihan lainnya:

Curvoiser sign : kantong empedu teraba membesar pada pasien dengan icterus bastruktif

yang disebabkan oleh tumor traktus biliaris atau kaput pancreas


Turtle sign : tanda distosia bahu pada saat persalinan (kepala bayi keluar-masuk karena
bahu nyangkut)
Page 67 of 152

Puddle sign tanda asites, diperiksa dengan mengetok dinding perut dan mendengarkan
rambatan suara lewat stetoskop yang ditempelkan di posisi terbawah perut saat pasien
dalam psisi menungging

94. Pasien baru melahirkan 4 jam yang lalu, namun hingga kini mengalami perdarahan. Uterus tidak
berkontraksi dan lemah. Sisa plasenta dan kotiledon lengkap. Apa diagnosisnya? D. Atonia uteri
Keyword :
Pasien baru melahirkan 4 jam yang lalu, namun hingga kini mengaami perdarahan. Uterus

tidak berkontraksi dan lemah. Sia palsenta dan kotiledon lengkap.


Uterus tidak berkontraksi dan lemah Tanda atonia uteri
Sisa plasenta dan kotiledon lengkap bukan retensio plasenta

95. Seorang bayi laki-laki berusia 3 bulan dibawa berobat ke puskesmas dengan keluhan kulit
mengelupas di hamper seluruh tubuh sejak 2 hari yang lalu. Sebelumnya terdapat demam. PF:
ditemukan bula kendur, skuama, dan erosi, serta kulit tampak mengelupas di hamper seluruh
tubuh. Apadiagnosis yang paling mungkin untuk kasus tersebut? D. SSSS
Keyword :
Kulit mengelupas dihampir seluruh tubuh sejak 2 hari yang lalu
Riwayat demam
PF: Bula kendur,skuama dan erosi, kulit mengelupas dihampir seluruh tubuh
Staphylococcus scalded skin syndrome
Nama lain : Pemphigus neonatorum or Ritters disease
Epidemiologi : pada anak <5 tahun, laki>perempuan
Ciri khas : epidermolisis
Gejala klinis : demam tinggi, ISPA, kelainan kkulit yang pertama timbul eritema, yang
timbul mendadak pada muka , leher , ketiak, dan lipat paha kemudian menyeluruh dalam
waktu 24 jam. Kemudian dalam waktu 24-48jam akan timbul bula2 besar berdinding

kendur
Terapi : antibiotic derivate penisilin (perhatikan bakteri penyebab yang dapat membentuk
penisilinase) missal kloksasilin 3x250 mg atau klindamisin dan sefalosporin generasi I;
Topikal sufratulle atau krim antibiotic. Perhatikan keseimbangan cairan dan elektrolit

Page 68 of 152

Sumber :http://web2.tmu.edu.tw/g158090009/
96. Seorang ibu membawa anaknya yang berusia 10 tahun ke rumah sakit. Ibu mengatakan terdapat
benjolan di pangkal paha anaknya. Ketika dokter memasukkan jari dari skrotum ke arah kanalis
inguinalis, benjolan tersebut menyentuh ujung jari. Diagnosis yang paling mungkin ialah: C.
Hernia inguinalis indirek
Keywords: Anak 10 tahun, benjolan di pangkal paha, ketika dokter memasukkan jari dari skrotum
kearah kanalis inguinalis, benjolan tersebut menyentuh ujung jari
Benjolan turun lewat kanalis inguinalis Pada anak disebabkan karena procesus vaginalis
gagal menutup secara sempurna Hernia inguinalis indirek
Jalan turunnya beragam hernia :

Hernia inguinalis direk


o Lewat Hesselbach triangle
Hernia inguinalis indirek
o Lewat kanalis inguinalis
Hernia femoralis
o Lewat kanalis femoralis

Page 69 of 152

Pilihan lainnya:

Hernia skrotalis usus yang turun sudah sampai di skrotum


Hernia abdominalis disebut ventral hernia, usus menonjol dari dinding perut karena
kelemahan dinding perut

Tatalaksana:

Page 70 of 152

97. Seorang wanita berusia 45 tahun datang ke dokter dengan keluhan siklus haidnya memanjang.
Pemeriksaan hitung darah lengkap menunjukkan Hb 8 mg/dl. Pemeriksaan apusan darah tepi
menunjukkan eritrosit mikrositik hipokromik. Diagnosis yang tepat ialah: B. Anemia defisiensi
besi
Keyword: Wanitta 45 th dengan siklus haidnya memanjang. Lab : Hb:8. Hasil pemeriksaan
apusan darah tepi = eritrosit mikrositik hipokromik.
Diagnosis yang tepat anemia defisiensi besi

Page 71 of 152

98. Pasien G3P2 hamil 39 minggu datang dengan keluhan perut kenceng-kenceng. His 2-3
kali/10menit, tiap his 30-45 detik. Pembukaan 5cm. ketuban sudah pecah. DJJ 144 kali/menit.
Tindakan apa yang akan anda lakukan? E. Observasi 4 jam
Keyword : G3P2, hamil 39 minggu, perut kenceng-kenceng. His 2-3 kali/10 menit, tiap his 30-45
detik. Pembukaan 5cm. ketuban sudah pecah. DJJ 144 kali/menit.
Fase kala 1 persalinan :

Fase laten
o Dimulai dari awal kontraksi hingga pembukaan mendekati 4 cm
o Kontraksi mulai teratur tetapi lamanya masih diantara 20-30 detik
o Tidak terlalu mulas
Fase aktif
o Kontraksi di atas 3 kali dalam 10 menit
o Lama kontraksi 40 detik atau lenih dan mulas
o Pembukaan dari 4 cm sampai 10 cm (lenkap)
o Terdapat penurunan bagian terbawah janin

Pada pasien terlihat his masih adekuat, jadi yang harus dilakukan selanjutnya adalah observasi.
99. Seorang pria penderita HIV datangvdengan keluhan kejang dan penurunana kesadaran. Hasil
pemeriksaan CD4 4, pada CT Scan dijumpai lesi kistik multiple, dengan tepi yang berbentuk
cincin. Kemungkinan organisme penyebab pada kasus ini adalah: A. Toksoplasma gondii
Keywords: Penderita HIV mengalami kejang dan penurunan kesadaran, CD4 < hasil pemeriksaan
CD4 4, Pada CT scan dijumpai lesi kistik multiple, dengan tepi yang berbentuk cincin
Diagnosis : toksoplasmosis HIV
Penyebab : Toksoplasma gondii
Page 72 of 152

Terapi : antitoksoplasmosis (pirimetamin, sulfadiazine), mencegah herniasi (decompresi),


kortikosteroid (dapat memperburuk pengobatan toksoplasma)
Ring Enhancing Lesion

100. Anak laki-laki 3 minggu dibawa ke RS dengan keluhan utama keluar cairan dari pusar.
Pemeriksaan didapatkan keadaan baik, aktif, tidak demam, tidak sesak nafas. Tali pusat telah
puput. Dari pusar keluar cairan bening warna kekuningan dan tidak didapatkan tanda radang.
Apakah diagnosis pada pasien ini? D. Duktus urakus persisten
Keywords: Anak laki-laki 3 minggu, keluar cairan dari tali pusat, tali pusat telah puput, keluar
cairan bening berwarna kekuningan dan tidak terdapat tanda radang
Duktus urakus persisten :

Buli terhubung dengan umbilicus pada masa fetus melalui allantois


Allantois kemudian berdegenerasi menjadi urakus
Seharusnya urakus regresi dan memutiskan hubungan antara buli dan umbilicus
Bila tetap ada a wetness di sekitar umbilicus tanpa tanda radang
Terapi : bedah

Option lain :

Omfalokel : protrusi organ intraabdomen ditutupi membrane berupa amnion dan

peritoneum
Hernia umbilikalis : protrusi organ intraabdomen ke area sekitar umbilicus
Omfalitis : infeksi/inflamasi tali pusat

Page 73 of 152

Ekstropia buli : ketiadaan kongenital sebagian dinding abdomen dan dinding kandung
kemih. Kandung kemih tampak membalik dari dalam ke luar

101. Pasien hamil 38 minggu datang dengan keluhan mulas dan sudah keluar darah serta lendir
yang banyak. Dilakukan pemeriksaan didapatkan pembukaan 5 cm. Pasien masuk dalam kala :
E. Kala II fase aktif

Kala I : proses pembukaan serviks


o Fase laten : bukaan < 4 cm (selama 8 jam )
o Fase aktif : bukaan 4-10 cm (lengkap) selama kira-kira 6 jam ( 1cm/jam)
Kala II : proses melahirkan bayi
o Dimulai sejak bukaan serviks lengkap hingga lahirnya bayi
o Batas waktu 60 menit pada nulipara dan 30 menit pada multipara
Kala III : proses melahirkan plasenta
o Dimulai sejak lahirnya bayi sampai lahirnya plasenta
o Batas waktu 30 menit
Kala IV : Pemantauan keadaan ibu ( tanda-tanda vital)
o Mulai sejak lahirnya plasentaa sampai 2 jam setelahnya

102. Seorang perempuan 26 tahun G2P1A0 hamil 8 bulan datang dengan keluhan pusing dan
mual. TD 110/70mmHg. Frekuensi nadi84 kali/menit, suhu afebris. Pada pemeriksaan
laboratorium ditemukan Hb 10 g/dl. Tindakan apa yang akan anda lakukan? B. Memberi sulfas
ferrosus dan vitamin C
Keyword: Wanita 26 tahun G2P1A0 hamil 8 bulan, pusing, mual, Hb 10 g/dl
WHO menentukan derajat Hb untuk ibu hamil sebagai berikut:

Trimester I : 11-14 g/dl


Trimester II : 10,5-14 g/dl
Trimester III : 11-14 g/dl

103. Seorang lbu melahirkan bayi laki-laki dengan kondisi berat badan kecil dibandingkan umur
kehamilannya. Dokter menemukan mikrosefali, kornea keruh, dan kelainan jantung berupa
pantent ductus arteriosus. Pada pemeriksaan lab didapatkan:
Pada bayi ( usia 1 harii ):
IgG CMV (+), IgM CMV (-)
IgG Toksoplasma (+), IgM Toksoplasma (-)
IgG Rubella (+), IgM Rubella (+)
Pada ibu:
IgGCMV (+), IgM CMV (-)
Page 74 of 152

IgG Toxoplasma (+), IgM Toxoplasma (-)


IgG Rubella (+), IgM Rubella (-)
IgG HSV (+), IgM HSV (-)
Apa penyebab yang paling mungkin? B. Rubella
Keyword:

Bayi kecil masa kehamilan , mikrosefali, kornea keruh, PDA


Pada bayi usia 1 hari: IgG CMV (+), IgM CMV (-), IgG Toxoplasma (+), IgM

toksoplasma (-), IgG rubella (+), IgM Rubella (+)


Pada ibu: IgG CMV (+), IgM CMV (-), IgG Toksoplasma (+), IgM Toksoplasma (-),
IgG Rubella (+), IgM Rubella (-), IgG HSV (+), IgM HSV (-)

Congenital rubella syndrome:

3 gejala klasik :
o Sensorineural hearing loss (manifestasi tersering)
o Ocular abnormalities : katarak kongenital, glaukoma infantil, dan pigmentary
retinopathy
o Penyakit jantung kongenital, umumnya PDA dan stenosis arteri pulmonal
Selain 3 gejala klasik , dapat ditemukan pula manifestasi berikut :
o Abnormalitas SSP, yang meliputi retardasi mental, gangguan prilaku,
o
o
o
o
o
o

hipotonus, meningoensefalitis, dan mikrosefal


Hepatosplenomegali
Jaundice
Hepatitis
Manifestasi kulit bluberry muffin spot
Lesi tulang
Gangguan Endokrin (muncul dikemudian hari, dapat berupa gangguan tiroid,

DM)
Gangguan hematologi, misalnya anemia atau trombositopeni purpura

104. Pasien 45 tahun laki-laki diantar ke RSJ karena berusaha membunuh bos nya. Pasien merasa
angin membawakan berita bahwa istrinya selingkuh. Pasien merasa sangat marah kemudian
mengamuk. Gejala ini sudah dirasakan selama 2 bulan. Sebelumnya pasien sering murung dan
berbicara sendiri, oleh RSJ diberikan Haloperidol, Diazepam, dan vitamin. Terapi psikofarmaka
yang tepat untuk mengatasi gejala tersebut adalah: A. Antidopaminergik
Keywords:

Seorang laki-laki 45 tahun berusaha membunuh bos nya


Pasien merasa angin membawakan berita bahwa istrinya selingkuh
Pasien merasa sangat marah
Kemudian mengamuk. Gejala ini sudah dialami sejak 2 bulan yang lalu. Sebelumnya
pasien sering murung dan berbicara sendiri.
Page 75 of 152

Diagnosa : Skizofrenia Paranoid


Patofisiologi : Psikosis oleh karena kelebihan dopamin
Obat : Antipsikotik ( contoh : haloperidol antidopaminergik )
105. Petani laki-laki 40 tahun mengeluh ada bercak kemerahan di badannya sejak 4 bulan yang
lalu. Bercak mulai dari punggung, kemudian bertambah luas dan gatal. Telapak kaki terasa tebal
(hipestesi), sering kesemutan. Status dermatologikus : makula eritem tersebar merata di seluruh
tubuh dan tungkai, numuler , ada juga plakat, lesi sebagian berbatas tegas sebagian tidak , kulit
kedua tungkai kasar dan bersisik. Diagnosa yang tepat : E. MH
Keywords : bercak kemerahan sejak 4 bulan yang lalu, telapak kaki hipestesi , sering
kesemutan. Status dermatologi : makula eritem tersebar merata di seluruh tubuh dan tungkai,
numuler, ada juga plakat, lesi sebagian berbatas tegas sebagian tidak, kulit kedua tungkai kasar
dan bersisik
Diagnosis : MH
Terapi tergantung jenis MH
Klasifikasi MH

Pada dasarnya MH dibagi tipe PB dan MB


o PB (respons imun si penderita baik , lesi sedikit ( <5) , gejala sensoris jelas
o MB (respons imun si penderita buruk , lesi difus , banyak (>5) , gejala sensoris
tidak jelas / tidak ada
Pengobatan PB : Rifampisin + Dapson
Pengobatan MB : Rifampisin + Dapson + Klofazimin
Note : Rifampicin single dose di hari pertama tiap bulan , jadi hari ke 2,3,.. 28 tidak
ada rifampicin

Psoriasis : Koebner dan Auschpitz sign


Tinea : gatal jika berkeringat (jamur)
Kandidiasis : sel ragi, blastospora < hifa semu
Pitiriaisis rosea : lesi seperti pohon cemara terbalik
106. Pasien kecelakaan, mata kiri tidak dapat melihat ke samping kiri. Gerakan bola mata kanan
normal. Nervus yang terkena adalah: B. N. Abdusen
Keywords : Mata kiri tidak dapat melihat ke samping kiri. Gerakan bola mata kanan normal.
Diagnosis kerja : Paresis N. Abdusen kiri
Page 76 of 152

107. Perempuan 25 tahun mengeluh timbul bercak-bercak di bahu dan lengan atas , terasa gatal
terutama saat berkeringat. Pasien belum makan obat apapun, hanya memakai pelembab dari
warung tapi bercak semakin banyak. Hasil PF : makula hipopigmentasi dengan skuama. Apa
kemungkinan diagnosis pasien ini : A. Ptiriasis versikolor
Keywords : bercak di bahu dan lengan atas, terasa gatal terutama saat berkeringat, makula
hipopigmentasi dengan skuama
Diagnosis : Ptiriasis versikolor
Pemeriksaan penunjang : Lampu wood: kuning keemasan, kerokan kulit KOH 20%: hifa
pendek dan spora bulat berkelompok
Tatalaksana : Selenium Sulfide (Selsun) sebagai shampo, Salisil spiritus 10%, derivat azol,
sulfur presipitatum dalam bedak kocok 4-20%
108. Seorang laki-laki 61 tahun menderita DM sejak 9 tahun yang lalu. Pasien mengalami bengkak
pada kedua tungkai dan puffy face. Kadar ureum dan kreatinin meningkat. Diagnosis yang tepat
untuk pasien di atas adalah: C. Nefropati DM

Page 77 of 152

Keywords : Seorang laki-laki 61 tahun menderita DM sejak 9 tahun yang lalu. Pasien
mengalami bengkak pada kedua tungkai dan puffy face. Kadar ureum dan kreatinin meningkat
Diagnosis : Nefropati DM
Penyulit menahun :

Makroangiopati
o Pembuluh darah Jantung
o Pembuluh darah tepi
o Pembuluh darah otak
Mikroangiopati
o Retinopati
o Nefropati
o Neuropati
o Nefropati: Kadar albumin > 30 mg dalam urin 24 jam pada 2 dari 3 kali
pemeriksaan dalam kurun waktu 3-6 bulan , tanpa penyebab albuminuria lainnya.

109. Seorang pasien didiagnosis demam dengue dirawat di suatu RS dan dilakukan pemeriksaan
CT scan serta MRI. Karena biaya yang melewati batas plafon asuransi, pasien diminta melunasi
sendiri kekurangannya. Siapakah yang menyebabkan moral hazard pada kasus ini ? D.
Provider
Pasien DBD Dilakukan CT dan MRI tanpa indikasi
Tanpa ada informasi atas permintaan pasien cenderung provider kesehatan yang mempunyai
inisiatif
Moral hazard : Keadaan yang berkaitan dengan sifat, pembawaan dan karakter manusia yang
dapat menambah besarnya kerugian dibanding dengan resiko rata-rata
Ciri-ciri sulit diidentifikasikan, sulit diperbaiki perilaku tidak bermoral
Contoh moral hazard provider : memanfaatkan ketidaktahuan pasien menjalani pengobatan
berlebihan ( induce demand )
110. Seorang pria usia 58 tahun datang dengan keluhan nyeri pinggang yang menjalar hingga ke
skrotum. Kada asam urat 14 mg/dl dan pada pemeriksaan urin didapatkan kristal asam urat ( +
Page 78 of 152

+). Dokter berencana melakukan pemeriksaan foto BNO. Apa gambaran batu asam urat di
rontgen: D. Radiolusen
Keywords : Seorang pria usia 58 tahun datang dengan keluhan nyeri pinggang yang menjalar
hingga ke skrotum. Kada asam urat 14 mg/dl dan pada pemeriksaan urin didapatkan kristal
asam urat ( ++).
Gambaran batu asam urat di foto BNO

Kalsium fosfat
Kalsium oxalat
Magnesium amonium
Batu sistin
Batu asam urat

Batu kalsium opak


Batu asam urat lusen
1

Wanita 26 tahun datang ke puskesmas mengeluh pandangan kabur menggunakan kacamata.


Saat usia 17 tahun, pasien memakai kacamata S-2,5 OD, S-2,75 OS. Setelah dicek sekarang
pasien dapat melihat dengan visus 6/6 ODS dengan kacamata S-7,25 OD, S-8,5 OS. Apa
diagnosis pasien? C. Myopia progresif
Keywords : 26 tahun, pandangan kabur menggunakan kacamata. Usia 17 tahun, pasien
memakai kacamata S-2,5 OD, S-2,75 OS. Sekarang pasien dapat melihat dengan visus 6/6 ODS
dengan kacamata S-7,25 OD, S-8,5 OS.
Diagnosa kerja : Myopia progresif.
Jenis myopia :

Berdasarkan penyebab :
o Miopia retraktif/ bias/ indeks, karena bertambah indeks bias media penglihatan,
contoh : katarak intumesen, atau akibat pembiasan media penglihatan lensa/

kornea terlalu kuat.


o Myopia aksial, akibat panjangnya sumbu bola mata.
Berdasarkan derajat :
o Myopia ringan : <-3D
o Myopia sedang : -3D sampai -6D
o Myopia berat
: >-6D
Berdasarkan perjalanan penyakit :
o Myopia stasioner, myopia menetap setelah dewasa
o Myopia progresif, myopia bertambah terus pada usia dewasa
o Myopia maligna/ pernisiosa/ degeneratif, myopia berjalan progresif, dapat
mengakibatkan ablasio retino dan kebutaan
Page 79 of 152

Seorang wanita 55 tahun datang dengan keluhan sulit membaca tulisan. Saat ini pasien sudah
memiliki kacamata dengan ukuran S-4.00 C-1.00 X 90 untuk penglihatan jauh. Bagaiamanakah
resep kacamata yang tepat untuk pasien tersebut ? A. S -1,5 C -1,00 x 90
Keywords : 55 tahun, sulit membaca tulisan, saat ini memiliki kacamata dengan ukuran S-4.00
C-1.00 X 90 untuk penglihatan jauh.
Diagnosa kerja : Presbiopia
Presbiopia:

Gangguan akomodasi pada usia lanjut yang terjadi akibat :


o Kelemahan otot akomadasi
o Lensa mata tidak kenyal atau elastisitasnya berkurang akibat sclerosis
o Biasanya pada pasien > 40 tahun, keluhan berupa mata lelah, berair, sering terasa
pedas.
Pada presbiopia kacamata atau adisi diperlukan untuk membaca dekat, biasanya :
o +1.00 D untuk usia 40 tahun
o +1.50 D untuk usia 45 tahun
o +2.00 D untuk usia 50 tahun
o +2.50 D untuk usia 55 tahun
o +3.00 D untuk usia 60 tahun
Pemeriksaan adisi untuk membaca perlu disesuaikan dengan kebutuhan jarak kerja pasien
pada waktu membaca. Pemeriksaan sangat subjektif sehingga angka-angka diatas bukan
merupakan angka yang tetap.

Pada soal, pasien usia 55 tahun membutuhkan adisi +2.5 D Jawaban paling tepat sebenarnya
S-4.00 + S+2.5
Namun tidak ada dalam option jawaban, maka yang paling mendekati adalah option D
Kacamata pasien sekarang S-4.00 C-1.00 X 90 selisih dari adisi +2.5D, maka kacamata yang
dibutuhkan S-1.50 C-1.00 X 90
3

Seorang anak berumur 2 tahun dibawa ibunya ke dokter dengan alasan belum bisa berjalan.
Pada waktu umur 1 tahun pasien dapat merangkak, sekarang pasien hanya bisa duduk tanpa
berpengangan, dapat menjawab pertanyaan nama temannya dan berbicara kalimat. Apakah
gangguan yang dialami ? D. Gangguan perkembangan motorik kasar
Keywords : Anak 2 tahun belum bisa berjalan, umur 1 tahun baru dapat merangkak, sekarang
pasien hanya bisa duduk tanpa berpengangan, dapat menjawab pertanyaan nama temannya dan
berbicara kalimat.

Page 80 of 152

Perkembangan anak terdiri dari motorik kasar, motorik halus, sosial, dan bicara.
Pada kasus, perkembangan anak dalam bidang sosial dan bicara sudah memenuhi milestone
sesuai umurnya.

Duduk tanpa berpengangan seharusnya dicapai pada usia maksimal 8 bulan.


Berjalan pada usia maksimal 14 bulan.

Page 81 of 152

Seorang perempuan 16 tahun dating dengan keluhan bersin-bersin. Keluhan dirasakan terutama
saat menyapu lantai. Keluhan bersin-bersin dirasakan hilang timbul dan tidak menganggu
aktivitas. Ibu penderita memiliki riwayat asma tetapi jarang kambuh. Pemeriksaan apa yang
tepat dilakukan pada pasien tersebut ? B. Pemeriksaan IgE
Keywords : bersin saat menyapu lantai, hilang timbul, riwayat asma pada ibu pasien
Dx : Rhinitis Alergi
Pemeriksaan Penunjang : Hitung eosinofil atau IgE
Thx : Hindari faktor pencetus (dalam hal ini allergen inhalan (debu), Antihistamin H-1

Seorang anak 9 tahun tiba-tiba tersedak saat makan di rumah makan, keadaan pasien masih
sadar. Tatalaksana yang tepat pada pasien ini adalah: C. Back blow 5 kali

Page 82 of 152

116. Seorang laki-laki berusia 42 tahun datang dengan keluhan penurunan berat badan, sering
haus, dan sering kencing malam hari. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan GDP 90 mg/dl
dan GDS 180 mg/dl. Pemeriksaan yang perlu dilakukan selanjutnya untuk menegakan diagnosis
adalah: B. Tes toleransi glukosa
Keywords : Seorang laki-laki berusia 42 tahun datang dengan keluhan penurunan berat badan,
sering haus, dan sering kencing malam hari. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan GDP
90 mg/dl dan GDS 180 mg/dl.

Page 83 of 152

Pemeriksaan yang perlu dilakukan selanjutnya untuk menegakan diagnosis adalah : Tes
toleransi glukosa

117. Seorang anak berumur 5 tahun datang dibawa orang tua nya dengan keluhan sering lelah dan
kurus . Anak ini sudah diberikan vitamin tapi berat badannya tidak naik-naik. Pada pemeriksaan
laboratorium ditemukan telur cacing berbentuk tong dengan ada dua kutub diujungnya. Telur
apakah yang menyebabkan kasus ini: A. Trichiuris Trichiura
Keywords : Seorang anak berumur 5 tahun datang dibawa orang tua nya dengan keluhan sering
lelah dan kurus. Anak ini sudah diberikan vitamin tapi berat badannya tidak naik-naik. Pada
pemeriksaan laboratorium ditemukan telur cacing berbentuk tong dengan ada dua kutub
diujungnya.
Page 84 of 152

Telur Trichiuris berbentuk seperti tempayan dengan dua kutub di tengahnya

tatalaksana Albendazole
Telur Ancylostoma dan Necator telur berdinding tipis tatalaksana Albendazole
Telur Ascaris berdinding 3 lapis (albuminoid, hyaline, viteline) tatalaksana

Albendazole
Telur Schistosoma telur memiliki terminal spine (berujung lancip) tatalaksana

Praziquantel
Telur Oxyuris telur asimetris berdinding pipih di satu sisi tatalaksana Albendazole,
Mebendazole

118. Seorang laki-laki diantar istrinya berobat ke dokter praktik, didapatkan tanda-tanda gumma,
istri pasien menanyakan penyakit dan cara penularannya. Tindakan Dokter? C. Menanyakan
pada suami bolehkah istri mendengar penjelasannya
Keywords : Laki-laki dengan tanda gumma diantar berobat oleh istrinya. Istri bertanya
mengenai penyakit dan cara penularan.
Rahasia kedokteran : PP No 10 tahun 1966 : kewajiban seorang dokter untuk menyimpan
rahasia kedokteran, meliputi segala fakta yang didapatkan selama menangani pasien (mulai dari
pemeriksaan dan diagnosis hingga penatalaksanaan)
Pengungkapan rahasia kedokteran : Benhard-Knight (1972): Pengungkapan rahasia profesional
dapat dilakukan bila: ada persetujuan pasien berdasarkan pemerintah hukum ATAU kepentingan
umum menyangkut masalah kesehatan dan keselamatan umum
119. Seorang pria penderita TB tinggal bersama anak, cucu, dan menantu nya. Jenis keluarga ini
adalah: A. Blended family
Page 85 of 152

120. Pasien bayi usia 9 bulan datan dibawa ke klinik anda dengan keluhan keluhan tanpak pucat
dan lemas. Ibu tidak menyadari sejak kapan bayinya mulai terlihat pcat. Dari pemeriksaan fisik
ditemukan nadi 122x/menit, pernafasan 37x/menit, suhu 36 C , sklera ikterik ,
hepatosplenomegali (+) dan tidak ditemukan pembesaran kelenjar getah bening. Hail
pemeriksaan laboratoriumadalah sebagai berikut : Hb 5,1 g/dl, Leukosit 7500/mm3, Trombosit
273.000/mm3, bilirubin indirek 7,5 mg/dl, MCV 60 fl MCH 20 pg. Terapi untuk pasien ini
adalah: B. Transfusi darah
Keywords : Anak 9 bulan, pucat, lemas; sklera ikterik, hepatosplenomegali (+); Hb 5,1 g/dl,
bilirubin indirek 7,5 mg/dl, MCV 60 fl, MCH 20 pg
Penyebab anemia :

Gangguan pembentukan eritrosit : anemia aplastik, penyakit ginjal kronik, inflamsi

kronik, definisi besi, anemia sideroblastik, defisiensi b12 dan folat.


Proses hemolitik : thalassemia, reaksi antibody, kelainan membran eritrosit
Perdarahan akut

Page 86 of 152

Pada soal ditemukan anemia, organomegali, dan ikterik. Berdasarkan tabel di atas, anemia yang
punya organomegali adalah anemia hemolitik kronik dan leukemia akut

Leukemia akut disingkirkan karena lekosit dan trombosit normal serta karena adanya

ikterik.
Ikterik disebabkan hemolisis eritrosit sehingga kadar bilirubin indirek dalam darah
meningkat.

Klasifikasi anemia berdasarkan ukuran eritrosit :

Mikrosit
o Defisiensi besi
o Thalasemia
o Sideroblastik
o Inflamasi Kronik
Makrositik
o Anemia Megaloblastik
o Anemia aplastic
Normositik
o Penyakit ginjal kronik
o Kehilangan darah akut
Note :
o Anemia Siseroblastik : Sumsum tulang memproduksi ring sideroblastik
eritrosit normala. Bisa jadi Keganasan/leukemia (AML) dikemudian hari. Pada
anemia sideroblastik kadar besi normal tapi tidak bisa membentuk hemoglobin.

Thalassemia

Kasus disoal kemungkinan anemia hemolitik kronik ec thalassemia.


Harus dibuktikan dengan pemeriksaan morfologi darah tepi dan elektroforesis Hb.
Thalassemia : kelainan sintesis hemoglobin yang diturunkan
Pikirkan thalassemia bila ada : pucat kronik, organomegali, riwayat transfusi berulang,

riwayat keluarga, gangguan pertumbuhan, facies cooley


Tatalaksana :
Page 87 of 152

o
o
o

Mengobati anemia dengan transfusi darah


Bila Hb <8 transfusi
Bila Hb >8 tetapi ada gangguan pertumbahan, splenomegali membesar cepat,

o
o

KU kurang baik transfusi


Transfusi diberikan sampai Hb 12g/dl
Cara transfusi : Hb > 5 10-15 cc/kg/kali dalam 2 jam + Hb < 5 cc/kg/kali dengan

tetesan 2 cc/kg/jam
Medikamentosa lain :
o Asam folat
o Vitamin E
o Kelasi besi bila ferritin > 1000 mg/dl
o Vitamin C
Option lain :
o Kemoterapi untuk leukemia akut
o Kriosipitat faktor VIII hemofilia A
o Suplementasi B12 dan asam folat anemia defisiensi besi dan folat
o Suplementasi besi anemia defisiensi besi
o Terapi : besi elemen 3-6 mg/kg dalam 2 dosis , 30 menit sebelum makan pagi dan

o
o

makan malam (100 mg SF = 2 mg besi elemental)


Empty stomach : full absorption, tetapi sering bikin mual muntah
Full stomach : absorpsi cuma 50% dosis diberikan 5-6 mg/kg

121. Pasien laki-laki 25 tahun , datang dengan keluhan nyeri seluruh perut , sebelumnya pasien
rutin mengkonsumsi aspirin. Pasien tampak sakit berat. Tanda vital : TD 80/50, nadi 120
x/menit, pernafasan 32x/menit, suhu 38,20 C. Pada foto polos toraks tampak udara bebas di
bawah diafragma. Penyebab kondisi ini yang paling mungkin adalah: A. Peritonitis sekunder
Keywords : laki-laki 25 tahun, nyeri seluruh perut, riwayat minum aspirin seacara rutin, TD
80/50 mmHg, nadi 120 x/menit, pernafasan 32x/menit, suhu 38,2 C, pada foto polos toraks
tampak udara bebas di bawah diafragma
Takikardia, takipneu, hipotensi, febris sepsis
Peritonitis ?
Riwayat minum aspirin + udara bebas di bawah diafragma perforasi
Ulkus peptikum ?
Peritonitis primer VS sekunder:

Peritonitis primer
o Diagnosis ditegakan bila terdapat tanda dan gejala peritonitis yang jelas tanpa
sumber / penyebab inflamsi peritoneum yang jelas
o Jarang <1%
Peritonitis sekunder
Page 88 of 152

Disebabkan oleh suatu proses yang mengiritasi dan menyebabkan inflamsi

peritoneum
Tatalaksana stabilisasi tanda vital, pembedahan

122. Wanita 23 tahun datangke puskesmas dengan keluhan terdapat benjolan pada pangkal bulu
mata . Tampak merah dan nyeri pada penekanan . Diagnosis yang paling tepat ialah: A.
Hordeolum eksterna
Keywords : Benjolan pada pangkal bulu mata, tampak merah dan nyeri pada penekanan
Diagnosis kerja : hordeolum eksterna
Hordeolum :

Peradangan supuratif kelenjar kelopak mata


Infeksi Staphylococcus pada kelenjar sebasea
Gejala : Kelopak bengkak dengan rasa sakit dan mengganjal, merah, nyeri bila ditekan, ada

pseudoptosis/ptosis akibat bertambah berat kelopak


2 bentuk :
o Hordeolum internum : infeksi kelenjar meibom di dalam tarsus. Penonjolan dapat
o

ke arah kulit dan ke daerah konjungtiva tarsal


Hordeolum eksternum : infeksi kelenjar Zeiss atau Moll. Penonjolan terutama ke

daerah kulit.dapat berupa infeksi dari folikel bulu mata


Tatalaksa:
o Kompres hangat 3 kali sehari selama 10 menit hingga pus keluar
o Antibiotik topikal
o Antibiotik sistemik : eritromisin atau dikloksasilin
o Insisi bila pus tidak dapat keluar

123. Pasien laki-laki datang dengan keluhan demam sejak 2 hari yang lalu. Pasien juga mengeluh
gusi berdarah dan bintik-bintik merah pada tangan dan kaki. Pemeriksaan penunjang yang tepat
dilakukan adalah: D. NS-1
Keyword : Demam 2 hari, gusi berdarah dan bintik-bintik merah pada tangan dan kaki.
Diagnosis : DBD

Page 89 of 152

Pemeriksaan penunjang yang tepat dilakukan NS-1

Derajat Demam Dengue + Demam Berdarah Dengue:

Demam dengue (DD) Demam akut 2-7 hari disertai gejala 1/lebih : nyeri kepala,

retrofobia, mialgia, artalgia


DBD derajat 1 gejala DD + uji torniquet (+)
DBD derajat 2 gejala DD + perdarahan spontan
DBD derajat 3 gejala DD + kegagalan sirkulasi (nadi melemah)
DBD derajat 4 gejala DD + syok berat , nadi tidak terukur

124. Seorang anak kecil mata kirinya tersemprot parfum. VODS 6/6 . Tindakan awal yang harus
dilakukan adalah: B. Irigasi
Keywords : Mata kiri tersemprot parfum.VODS 6/6.
Diagnosis kerja : trauma kimia mata e.c parfum parfum : kebanyakan Ph +- 7 (netral) namun
ada juga yang asam
Trauma Kimia Mata:

Merupakan trauma yang mengenai bola mata akibat terpaparnya bahan kimia baik yang

bersifat asam atau basa yang dapat merusak struktur bola mata tersebut.
Keadaan kedaruratan oftalmologi karena dapat menyebabkan cedera pada mata, baik
ringan, berat bahkan sampai kehilangan penglihatan.
Page 90 of 152

Etiologi : 2 macam bahan yaitu yang bersifat asam (pH<7) dan yang bersifat basa
(Ph>7,6)
Pemeriksaan penunjang :
o Kertas lakmus : cek Ph berkala
o Slit lamp : cek bag. Anterior mata dan lokasi luka
o Tonometri
o Funduskopi direk dan indirek
Klasifikasi :
o Derajat 1: Kornea jernih dan tidak iskemik limbus (prognossis sangat baik)
o Derajat 2: Kornea berkabut dengan gambaran iris yang masih terlihat dan
o

terdapat kurang dari 1/3 iskemik limbus (prognosis baik)


Derajat 3: epitel kornea hilang total, stroma berkabut dengan gambaran iris

tidak jelas dan sudah terdapat iskemik limbus (prognosis buruk)


Derajat 4: kornea opak dan sudah terdapat iskemik lebih dari limbus

(prognosis sangat buruk)


Tatalaksana emergensi :
o Irigasi : untuk meminimalkan durasi kontak mata dengan bahan kimia dan
menormalkan pH mata ; dengan larutan normal saline (atau setara)
o Double eversi kelompak mata :untuk memindahkan metrial
o Debridemen : pada epitel kornea yang nekrotik
Tatalaksana medikamentosa :
o Steroid : mengurangi inflamsi dan infiltrasi neutrofil
o Sikloplegik : mengistirahatkan iris, mencegah iritis (atropine atau scopolamin)
o

dilatasi pupil
Antibiotik : mencegah infeksi oleh kuman oportunis

125. Wanita 27 tahun mengeluh sering berdebar-debar dan tangan gemetaran. Pasien juga
mengatakan badannya sering terasa hangat. Tanda vital : TD 150/90 mmHg, HR 130 kali/menit.
Mata terlihat eksoftalmus. Pada pemeriksaan leher ditemukan benjolan yang ikut bergerak saat
pasien menelan. Diagnosisnya adalah: B. Struma difusa toksik
Keywords : Wanita (27 tahun), berdebar-debar, tangan gemetaran, sering merasa panas, di leher
ada benjolan berbatas tidak tegas, ikut bergerak saat pasien menelan, TD =150/90, HR= 130,
eksoftalmus (+).
Diagnosis adalah struma difusa toksik (Graves Disease)

Struma pembesaran kelenjar tiroid


Struma dapat berbentuk difus (struma difus) atau berbentuk nodul (struma nodusa)
Berdasar gejala :
o Nontoksik : tidak ditemukan gejala hipertiroid
o Toksik (ditemukan gejala hipertiroid)
Gejala Hipertiroidisme :

Page 91 of 152

Struma dapat dibagi menjadi dua, yaitu strauma toksik dan non-toksik
o Struma toksik peningkatan hormon tiroid dengan gejala-gejala hipertiroid
o Struma non-toksik tidak didaptkan peningkatan hormon tiroid ( Sehingga bisa
didapatkan hormon tiroid yang normal atau menurun ) dengan atau tanpa gejala-

gejala hipotiroid ( bisa normal atau dengan gejala hipotiroid )


Secara morfologis, struma dibagi menjadi dua yaitu difusa dan nodusa
o Pada struma difusa didapatkan pembesaran kelenjar tiroid secara difus, sementara
pada strauma nodosa pembesaran akan berupa benjolan yang secara klinis teraba
satu atau lebih ( struma multinoduler toksik )

126. Seorang wanita diantar ke IGD dengan penurunan kesadaran. Pasien memiliki riwayat
diabetes tidak terkontrol. Pada pemeriksaan ditemukan napas berbau aseton. Hasil pemeriksaan
urin: aseton (+), nitrat (+). Diagnosisnya adalah: E. Ketoasidosis diabetik
-

Keywords: Penurunan kesadaran, riwayat DM tidak terkontrol, nafas berbau aseton, hasil
pemeriksaan urin aseton (+) dan nitrat (+)
Ketoasidosis diabetik (KAD):
o Kadar glukosa darah yang tinggi (300-600 mg/dl)
o Tanda dan gejala asidosis dan plasma keton (+) kuat
o Osmolaritas plasma sangat meningkat (330-380 mOs/ml)
o Plasma keton (+/-)
o Anion gap normal atau sedikit meningkat
o Prinsip tatalaksana:
Cairan dulu selama 2-3 jam karena kematian KAD disebabkan oleh
dehidrasinya bukan karena keton atau GDS yang tinggi, tetapi karena

dehidrasi menyebabkan syok.


Setelah cairan, baru masukkan insulin dan kalium (harus diberikan kalium
karena insulin menyebabkan influx kalium ke dalam sel sehingga
menyebabkan hipokalemia) berapa jumlah yang dimasukkin lihat jumlah
elektrolit awal K+ nya berapa.
Page 92 of 152

Insulin yang dipakai yaitu kerja cepat half life pendek, agar bila terjadi
hipoglikemia dapat kita hentikan insulinnya dengan segera.

Sumber: Konsensus DM tipe-2 Indonesia 2011

127. Seorang wanita 25 tahun datang dengan keluhan mata merah, berair dan terasa seperti ada
benda asing yang mengganjal yang dirasakan sejak 1 hari yang lalu. Pada pemeriksaan
didapatkan injeksi konjungtiva (+/+), visus 6/6. Apakah diagnosis pasien ini? A. Konjungtivitis
-

Keywords: Mata merah, berair, terasa ada benda asing mengganjal, sejak 1 hari, injeksi
konjungtiva (+/+), visus 6/6

Page 93 of 152

Konjungtivitis:
o Inflamasi atau infeksi konjungtiva

Page 94 of 152

Sumber: http://www.cdc.gov/conjunctivitis/about

128. Seorang laki-laki 50 tahun ditemukan gantung diri di sebuah rumah, ia tinggal sendiri. Nadi
tidak teraba, tensi tidak bisa diukur, badan kaku dan dingin. Sebagai dokter apa yang harus
dilakukan? C. Menunggu petugas polisi datang
-

Keywords: ditemukan gantung diri, nadi tidak teraba, TD tidak terukur, badan kaku dan

dingin (tanda pasti kematian)


KUHAP pasal 133 ayat (1) pihak yang berwenang mengajukan permintaan keterangan ahli

adalah penyidik (petugas kepolisian dengan pangkat minimal Pembantu Letnan Dua)
Pemeriksaan jenazah bisa dilakukan bila telah didapatkan surat permintaan dari penyidik

dengan tercantum keterangan pemeriksaan yang diinginkan dokter sebagai saksi ahli
Dalam kasus ini, dokter berperan sebagai pihak yang menemukan jenazah sebagai saksi
mata

129. Seorang wanita datang dengan keluhan nyeri pipi saat mengunyah maupun terkena sentuhan.
Sebelumnya ia sudah pernah ke dokter gigi, tetapi dikatakan tidak ada masalah pada gigi
maupun rahangnya. Penatalaksanaan yang tepat untuk pasien ini adalah: B. Karbamazepin

Page 95 of 152

Keywords: nyeri pada pipi saat mengunyah dan disentuh, tidak ada masalah pada gigi dan
rahang
Diagnosis neuralgia trigeminal maka tatalaksana dengan karbamazepin
Neuralgia trigeminal:
o Nama lainnya: tic douloureux
o Sindrom nyeri pada wajah yang rekuren dan kronik
o Gejala dan tanda: nyeri wajah unilateral, biasanya sisi wajah kanan, seperti
tertusuk, mengikuti distribusi nervus trigeminus (N.V) biasanya menjalar ke area
maksila atau mandibula, frekuensi serangan bervariasi dari < 1x/hari sampai >
o

10x/jam higga ratusan kali/hari


Pemicu: mengunyah, berbicara, tersenyum, minum minuman dingin/panas, sikat
gigi, bercukur, terpajan udara dingin

130. Seorang perempuan 41 tahun sehari-hari bekerja sebagai pedagang penjemur vanilla. Dia
datang ke praktek dokter umum dengan keluhan gatal pada kedua tangan. Pada pemeriksaan
didapatkan papula dengan dasar eritema pada tangan. Diagnosis yang tepat untuk pasien ini
adalah: B. Dermatitis kontak alergik
-

Keywords: penjemur vanilla, gatal pada kedua tangan, papula dengan dasar eritema pada

tangan
Vanilla bukan bahan iritan dan kalau iritasi efloresensinya biasanya berupa likenifikasi
Terapi DKA: hindari pajanan alergik dan kortikosteroid topical

131. Seorang laki-laki berusia 35 tahun datang ke RS dengan keluhan dada sebelah kiri terasa
nyeri. Nyeri terasa seperti kesetrum, apalagi jika daerah tersebut ditekan. Keluhan ini mulai
Page 96 of 152

dirasakan sejak 3 bulan yang lalu, setelah sembuh dari penyakit kulit di daerah tersebut. Nyeri
berdasarkan riwayat penyakit yang mendasari adalah: B. Neuralgia postherpetik
-

Keywords: dada sebelah kiri terasa nyeri seperti kesetrum, keluhan dirasakan setelah
sembuh dari penyakit kulit di daerah tersebut
Neuralgia postherpetik:
o Etiologi: varicella zoster virus menyebabkan kerusakan saraf postherpetik
o Tatalaksana:
Anti depresan trisiklik (amitriptilin)
Anti konvulsan (gabapentin)
Analgesik (capsaicin topical)
Kortikosteroid (prednisone, dexamethasone)
Antiviral

132. Seorang perempuan usia 34 tahun melahirkan di puskesmas. Setelah bayi keluar dan
diberikan oksitosin injeksi kedua, plasenta lahir. PF: TD 120/80 mmHg, HR 76x/menit, RR
18x/menit. Tampak banyak perdarahan keluar dari vagina. Tindakan apa yang akan anda
lakukan? E. Masase uterus
-

Keywords: bayi sudah keluar, sudah diinjeksi oksitosin, plasenta sudah lahir, ada

perdarahan banyak dari vagina


Manajemen aktif kala III terdiri dari:
o Pemberian oksitosin
Page 97 of 152

o Penegangan tali pusat terkendali


o Masase fundus uteri
Perdarahan postpartum, perhatikan 4T:
o Tonus atonia uteri (kontraksi uterus kurang baik penyebab > 90% perdarahan
o
o
o

dalam 24 jam pasca persalinan)


Tissue retentio plasenta
Tear/ trauma tobekan jalan lahir
Trombin gangguan pembekuan darah

133. Bayi usia 2 bulan dibawa ibunya untuk imunisasi. Bayi sudah mendapatakan imunisasi
hepatitis B dan polio. Imunisasi apakah yang tepat diberikan pada bayi ini menurut rekomendasi
IDAI? D. BCG
-

Keywords: bayi usia 2 bulan, sudah hepatitis B dan polio


Menurut rekomendasi IDAI 2011 yang diberikan pada anak usia 2 bulan itu: BCG, DPT-1,
PCV-1, HiB-1, Polio-1

134. Seorang anak dibawa ibunya ke dokter karena spasme otot leher dan ada otot yang bergerakgerak setelah konsumsi obat metoklopramid. Kasus diatas diberikan terapi: A. Triheksifenidil
-

Keywords: spasme otot leher dan otot bergerak-gerak setalah konsumsi metaklopramid
Metaklopramid memiliki efek samping ekstrapiramidal
Diagnosis distonia akut suptipe servikal (torticolis) maka terapi dengan anti kolinergik

(triheksifenidil)
Gejala ekstrapiramidal utama:
o Pseudoparkinsomisme: tremor, rigiditas, bradikinesia, akinesia, hipersalivasi, muka

topeng, jalan diseret


o Akathisia: perasaan gelisah yang menyebabkan pasien tidak bisa diam
o Distonia: kontraksi spastic otot (bisa terjadi di mata, lehar, punggung, dan lain-lain)
o Diskinesia tardif: gangguan gerakan involunter (mioklonus, tik, korea, dll)
Obat-obatan yang memiliki efek ekstrapiramidal tinggi:
o Biasanya antipsikotik generasi 1 seperti haloperidol, klozapin, olanzapin
o Antipsikotik generasi 2 (meskipun menurun, ES ekstrapiramidal tetap ada)
o Metoklopramid

135. Seorang anak, usia 6 tahun mengalami hambatan pertumbuhan tulang dan gigi akibat sering
mendapat antibiotika tetrasiklin. Keadaan tersebut terkait dengan farmakokinetik obat
tetrasiklin yaitu: A. Distribusi dan penumpukan obat tetrasiklin di tulang dan gigi
-

Keywords: anak 6 tahun, hambatan pertumbuhan tulang dan gigi, sering mendapat

antibiotika tetrasiklin
Distribusi tetrasiklin:
o Penetrasi ke likuorserebrospinal buruk (hanya 10-20% kadar dalam serum)
Page 98 of 152

Obat ditimbun di hati, limpa, dan sumsum tulang serta di sentin dan email gigi yang

belum bererupsi
Terdapat dalam ASI dalam kadar yang relatif tinggi

136. Seorang laki-laki mengeluhkan kelemahan pada keempat ekstremitas. Kelemahan ini awalnya
dirasakan dari kedua ujung kaki, terus memberat hingga kedua tangan. Satu minggu
sebelumnya, pasien mengalami batuk berdahak dan sesak napas, tetapi sudah sembuh setelah
berobat ke dokter. Sekarang, pasien merasa sesak napas. Hasil pemeriksaan fisik yang
diharapkan pada pasien ini adalah adanya: B. Hiporefleks
-

Keywords: kelemahan pada keempat ekstremitas (bilateral stocking and gloves


distribution), riwayat ISPA, mulai dari ujung kaki terus memberat hingga kedua tangan
Diagnosis Guillain-Barre syndrome, termasuk lesi lower motor neuron (LMN)
Ciri-ciri LMN:
o Ada atrofi otot yang dipersarafi
o Refleks fisiologis menurun/ hiporefleks hingga hilang/ arefleks
o Kelemahan berat
o Fasikulasi (+)
o Hipotonus
o Serabut saraf motorik yang keluar dari medulla spinalis sampai motor neuron
junction (GBS, myasthenia gravis, carpal tunnel syndrome)

Perbedaan UMN dan LMN

Page 99 of 152

137. Seorang anak laki-laki berusia 6 tahun dibawa ibunya ke puskesmas karena sering pilek sejak
3 bulan yang lalu. Pasien juga mengeluh sering bersin berulang kali sampai lebih dari 6 kali.
Keluhan memberat terutama pada pagi hari dan semakin membaik pada siang hari. Kakek
pasien adalah penderita asma yang sering kambuh. Darah pasien diambil untuk pemeriksaan
hitung jenis leukosit. Hasil hitung jenis leukosit apakah yang paling mungkin ditemukan? E.
Eosinofilia
-

Keywords: sering pilek sejak 3 bulan yang lalu, sering bersin, memberat pada pagi hari,
kakek pasien menderita asma
Rinitis alergi:
o Gejala: bersin pagi hari, hidung meler, tersumbat, riwayat atopi (+)
o Pemeriksaan fisik: allergic shiner, salute, crease
o Pemeriksaan penunjang: skin prick test, eosinofilia pada pemerikaan darah tepi
Eosinofilia:
o Acute hypereosinophilic syndrome (a rare but sometimes fatal leukemia-like
o
o
o
o

condition)
An allergic reaction (can also reveal how severe the reaction is)
Early stages of Cushings disease
Infection by a parasite
Normal result: less than 350 cells per microliter (cells/mcL)

138. Seorang wanita berusia 30 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan mata kiri kabur, mata
merah. Pada pemeriksaan ophtalmologi didapatkan epifora, fotofobi, infiltrat, mixed injection,
visus OS 6/40. Apakah diagnosis yang sesuai pada pasien ini? A. Keratokonjungtivitis
-

Keywords: mata kiri kabur, mata merah, epifora, fotofobia, infiltat, mixed injection, visus

OS 6/40
Keratokonjungtivitis:
o Keratokonjungtivitis merupakan peradangan pada kornea dan konjungtiva
Page 100 of 152

Dapat ditemukan dalam bentuk:


Keratokonjungtivitis limbus superior: peradangan konjungtiva bulbi,
konjungtiva tarsus superior, kelainan limbus bagian atas, dan kornea yang

tidak diketahui penyebabnya


Keratokonjungtivitis epidemi: reaksi peradangan kornea dan konjungtiva

disebabkan oleh reaksi alergi terhadap adenivirus tipe 8


Keratokonjungtivitis flikten: radang kornea dan konjungtiva, diperkirakan
merupakan rekasi imun yang dimediasi sel pada jaringan yang sensitif pada

antigen
Keratokonjungtivitis vernal: peradangan tarsus, konjungtiva, dan kornea,
penyebabnya tidak diketahui pasti didapatkan terutama pada musim panas

pada anak < 14 tahun; ciri khas berupa cobblestone


Keratokonjungtivitis sika: keadaan keringnya permukaan kornea dan
konjungtiva, dapat disebabkan oleh keringnya komponen lemak air mata,

defisiensi kelenjar air mata, defisiensi komponen musin, dll


Tanda dan gejala:
Merasa seperti ada benda asing, pengelihatan menurun, nyeri periorbita
Infiltrat kornea, terdapat injeksi konjungtiva dan kornea
o Tatalaksana: tergantung penyebab
Sumber: Ilyas S. Ilmu Penyakit Mata. 3 rd ed. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
o

2004
139. Seorang wanita berusia 22 tahun datang dengan keluhan lemah pada keempat ekstremitas.
Kelemahan ini berawal dari kedua ujung kaki, makin lama pasien merasakan kedua tangannya
pun ikut melemah. Terdapat riwayat batuk pilek satu minggu sebelumnya. Sekarang pasien juga
mengeluhkan adanya sesak nafas. Mekanisme yang mendasari penyakit ini ialah: C. Autoimun
-

Keywords: kelemahan berawal dari kedua ujung kaki kemudian kedua tangan (simetris dan

ascending paralysis), riwayat ISPA


Diagnosis GBS
Patogenesis GBS: demielinisasi serabut saraf perifer akibat proses autoimun

Page 101 of 152

140. Seorang anak usia 3 tahun dibawa ke rumah sakit karena sulit makan dan tampak sangat
kurus. Pada pemeriksaan fisik ditemukan BB 5 kg, kulit kering seperti bersisik, tampak atrofi
otot, ascites, disertai edema pretibial. Tatalaksana awal untuk pasien ini adalah: A. Atasi
hipoglikemia, hipotermia, dan dehidrasi
-

Keywords: anak 3 tahun, BB 5 kg, sangat kurus, kulit kering bersisik, atrofi otot, asites,
edema
Gizi buruk tipe kwashiorkor:
o BB/TB > -3SD (kwashiorkor) atau < -3SD (marasmik-kwashiorkor)
o Edema pada punggung kaki atau seluruh tubuh
o Bila BB/TB tidak bisa diukur gunakan tanda klinis seperti: anak tampak sangat
o

kurus, hilangnya jaringan lemak dibawah kulit, tulang iga terlihat sangat jelas
Tatalaksana: rawat inap, letakkan di ruangan yang hangat, 10 pilar tatalaksana gizi
buruk menurut WHO

Page 102 of 152

Option lain:
Diet TKTP: pemberian makan dalam jumlah sedikit tapi sering dan rendah
osmolaritas dan laktosa, untuk initial refeeding digunakan F-75 (75 kkal/

1000 ml)
Suplementasi vitamin A dan Fe: vitamin A pada hari pertama, Fe mulai

minggu kedua
IVFD RL 150 cc/kg: jangan gunakan infus untuk rehidrasi kecuali kasus
dehidrasi berat dengan syok, untuk rehidrasi beri resomal per oral atau

NGT
F-100 3 x 150cc pada hari pertama: hari pertama hingga ketujuh F-75,

diberikan dengan frekuensi sesering mungkin, tiap 2 jam atau 3 jam


Sumber: Pocket book of hospital care for children: guidelines for the management of
common childhood illnesses, 2nd edition

141. Seorang dokter ingin melakukan studi yang membandingkan hubungan orang diabetes dengan
kejadian depresi. Metoda analisis data yang digunakkan adalah: B. Chi square

Page 103 of 152

142. Seorang anak laki-laki, usia 6 tahun, diantar oleh orangtuanya ke IGD dengan keluhan
benjolan pada ujung penis. Saat diperiksa didapatkan preputium penis melingkar dibawah glans
penis dan tidak dapat dikembalikan. Pasien belum disunat. Pada awalnya, ketika mandi pasien
menarik ujung penis keatas tetapi kemudian tidak dapat kembali lagi. Pada pemeriksaan
didapatkan glans penis bengkak dan edema. Komplikasi yang dapat terjadi pada pasien ialah: A.
Parafimosis
-

Keywords: laki-laki 6 tahun, benjolan pada ujung penis, preputium melingkar dibawah

glans penis dan tidak dapat dikembalikan, glans penis edema


Diagnosis parafimosis, tatalaksana sirkumsisi dilakukan segera karena merupakan
kegawatan urologi (glans penis terjepit iskemia nekrosis)

143. Pria 20 tahun, mata kiri merah, silau jika melihat cahaya dan pengelihatan terganggu.
Pemeriksaan oftalmologis: aqueous humor sel (+), keratik presipitat (+), sinekia posterior (+).
Tatalaksana yang tepat adalah: D. Kortikosteroid topikal + sistemik
Page 104 of 152

Keywords: mata kiri merah, silau, pengelihatan terganggu, aqueous humor sel (+), keratik

presipitat (+), sinekia posterior (+)


Diagnosis kerja uveitis anterior

Uveitis anterior:
o Iridosiklitis, suatu manifestasi klinik reaksi imunologi tipe lambat, tipe cepat, atau
o

yang dimediasi sel terhadap jaringan uvea anterior


Terdapat dua bentuk:
Granulomatosa akut-kronis (sarkoiditis, sifilis, tuberkulosis, dll)
Non-granulomatosa akut-kronis (trauma, diare kronis, penyakit Reiter, dll)
Tanda dan gejala:
Mata sakit, merah, fotofobia, penurunan visus, mata berair
Pupil kecil, edema iris, flare (+), hifema, hipopion, presipitat dibelakang
kornea, sinekia posterior
Tatalaksana:
Steroid topikal dan sistemik jika perlu
Sikloplegik, untuk mengurangi rasa sakit dan melepas sinekia, serta

mengistirahatkan iris yang meradang


Pengobatan spesifik jika penyebab diketahui
Asetazolamid bila terdapat glaukoma sekunder
Sumber: Ilyas S. Ilmu Penyakit Mata. 3 rd ed. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
2004

Page 105 of 152

144. Laki-laki keluar sekret dari ostium eksternum setelah berhubungan intim dengan PSK. Sekret
mukopurulen dan bercampur dengan darah. Skrotum eritema dan edema. Apa diagnosis yang
paling mungkin? C. Gonorrhea
-

Keywords: keluar sekret setelah berhubungan dengan PSK, sekret mukopurulen bercampur
darah, skrotum eritema dan edema
Gonore:
o Pemeriksaan penunjang: diplokokus gram negative
o Terapi:
Cefixime 400 mg single dose kontrol hari ke 3 (angka kesembuhan

95%)
Penisilin G prokain akua 4,8 juta unit + 1 gram probenecid (angka

kesembuhan 91%)
Kanamisin 2 gram IM (85%)
Ampisilin/ amoksisilin 3,5 gram + 1 gram probenecid (64%) terdapat
kuman penghasil penisilinase sehingga kurang efektif

145. Laki-laki, 40 tahun datang ke UGD dengan keluhan utama mata juling sejak 1 minggu
terakhir. Keluhan disertai dengan kesulitan menelan dan berulang setelah aktivitas kemudian
membaik setelah istirahat. Uji spesifik yang dapat dilakukan pada pemeriksaan fisik pada kasus
ini ialah: E. Uji Wartenberg
-

Keywords: mata juling sejak 1 minggu, kesulitan menelan yang berulang setelah aktivitas,

membaik setelah istirahat


Diagnosis myasthenia gravis
Uji spesifik untuk MG/ uji Wartenberg: pasien diminta menatap suatu benda tanpa berkedip,

pada penderita MG akan terjadi ptosis


Uji Thompson: uji untuk melihat apakah terdapat ruptur tendon Achilles

Page 106 of 152

Uji Tinnel: pengetukan pada lokasi nervus medianus pada kasus CTS

Uji McMurray: gerakan sirkumduksi pasif untuk melihat apakah terdapat cedera patella

Page 107 of 152

146. Seorang dokter ingin melakukan suatu penelitian yang membandingkan adanya hubungan
asupan lemak (dikotom) dengan kadar kolesterol (mg/dL). Uji statistik yang digunakan adalah:
C. Uji T

147. Seorang laki-laki berusia 78 tahun datang dengan keluhan pusing. Tekanan darahnya 180/70
mmHg. Terapi yang tepat adalah: E. ACE-inhibitor
-

Keywords: laki-laki 78 tahun, pusing, TD 180/70


Diagnosis HT urgency
Terapi:
o Captopril: awitan 15 menit
o Labetolol, klonidin, furosemide: awitan - 2 jam
Krisis hipertensi:
o Batasan: keadaan HT yang memerlukan penurunan TD segera karena akan
mempengaruhi keadaan pasien selanjutnya

Page 108 of 152

HT emergency: situasi dimana diperlukan penurunan TD segera dengan OAH

parenteral karena adanya kerusakan organ target akut/ progresif


HT urgency: situasi dimana adanya peningkatan TD yang bermakna tanpa gejala
yang berat atau kerusakan organ target progresif dan TD perlu diturunkan dalam

beberapa jam
Tatalaksana:
Target tatalaksana hipertensi emergency: sd TD diastolic kurang lebih 110
mmHg, atau berkurangnya MAP 25% (pada stroke penurunan hanya boleh
20% dan khusus stroke iskemik, TD baru diturunkan secara bertahap bila
sangat tinggi > 220/130 mmHg) dalam waktu 2 jam. Setelah yakin tidak
ada hipoperfusi organ, penurunan TD dapat dilanjutkan pada 12-16 jam

selanjutnya sd mendekati normal.


Penurunan TD pada hipertensi urgency dilakukan bertahap dalam 24 jam.
Obat HT urgency:
Captopril dosis 6,25-50 mg oral/SL awitan 15 menit dan lama kerja

4-6 jam
Klonidin dosis awal 0,15 mg (oral), selanjutnya 0,15 mg/jam, dapat
diberikan sd dosis total 0,9 mg, awitan - 2 jam, lama kerja 6-8

jam
Labetolol 100-200 mg (oral), awitan - 2 jam, lama kerja 8-12

jam
Furosemid 20-40 mg (oral), - 1 jam, lama kerja 6-8 jam
Obat HT emergency:
Diuretik:
o Furosemid 20-40 mg, dapat diulang, hanya bila ada retensi

cairan, awitan 5-15 menit, lama kerja 2-3 jam


Vasodilator:
o Nitrogliserin infus 5-100 mcg/menit, dosis awal 5
mcg/menit dapat ditingkatkan 5 mcg/menit setiap 3-5
o

menit, awitan 2-5 menit, lama kerja 5-10 menit


Diltiazem, bolus IV 10 mg (0,25 mg/kgBB), dilanjutkan

infuse 5-10 mg/jam


Klonidin 6 ampul dalam 250 ml cairan infuse, dosis

diberikan dengan titrasi


Nitroprosid infuse 0,25 10 mcg/kgBB/menit (max 10
menit), awitan segera, lama kerja 1-2 menit

Page 109 of 152

Sumber: JNC 7

148. Pasien jatuh dari gedung tinggi dibawa ke UGD. Saat tiba di IGD tekanan darah 80 per
palpasi, nadi 132 x/menit. Pasien lalu diberikan bolus normal saline 20 cc/kgBB. Tekanan darah
tetap 80 per palpasi, nadi 136 x/menit. Apa yang dilakukan selanjutnya? E. Bolus normal salin
20 cc/kgBB
-

Keywords: pasien jatuh dari gedung, TD 80 per palpasi, nadi 132 x/menit, diberikan bolus

tetap sama
Pasien syok:
o Hemoragik: perdarahan (kemungkinan perdarahan organ dalam) intravascular
o

volume loss hipotensi


Neurologik: trauma vertebrae loss of sympathetic tone hipotensi
Page 110 of 152

149. Seorang anak 6 tahun datang diantar orang tuanya dengan keluhan nyeri pada telinga kanan
sejak 3 hari yang lalu. Demam (+), batuk (+), pilek (+). Nyeri dirasakan semakin ke sini
semakin memberat. Pada otoskopi tidak didapatkan sekret, membran timpani menonjol ke
lateral, kadang-kadang tampak pulsasi. Tindakan yang akan anda lakukan adalah: D.
Miringotomi
-

Keywords: nyeri telinga 3 hari, membrane timpani menonjol ke lateral


Diagnosis OMA stadium supurasi, terapi keluarkan cairan untuk mengurangi tekanan
dengan tujuan mencegah ruptur membran timpani miringotomi

150. Seorang pasien didiagnosis oleh dokter menderita kanker stadium lanjut, setelah dijelaskan
tentang penyakitnya pasien berkata, Kenapa harus aku Tuhan? Selama ini aku selalu berbuat
baik, kenapa tidak orang lain saja yang engkau berikan penyakit ini? Respon pasien diatas
adalah: E. Marah

Page 111 of 152

151. Seorang laki-laki diperiksa fisiknya dan ditemukan konjungtiva anemis. Tungkai bawah
edema, skrotum bengkak. Kemungkinan penyebabnya adalah: C. Wuchereria bancrofti
Keywords: laki-laki, konjungtiva anemis, tungkai bawah edema, skrotum bengkak
Manifestasi klinis lymphatic filariasis

Demam
Limfadenopati axilla atau inguinal
Nyeri testis atau inguinal
Skin exfoliation
Infamasi dan limfedema berulang dapat menyebabkan kerusakan limfatik, pembengkakan
dan elephantiasis lengan, tungkai, skrotum, vulva, dan payudara

152. Seorang laki-laki 44 tahun datang dengan keluhan demam sejak 4 hari yang lalu. Selain itu
pasien juga mengeluh batuk dan nyeri telan. Dua minggu yang lalu juga mengalami hal serupa.
Pada pemeriksaan fisik didaptkan tonsil hiperemis (+), T2-T2, kripta melebar (+), detritus (+),
faring hiperemis (+). Diagnosis pada pasien ini adalah: A. Tonsilitis kronis eksaserbasi akut
Keywords: demam 4 hari, faring hiperemis, kripta melebar, detritus
Dx: tonsillitis kronis eksaserbasi akut
Terdapat gambaran kronis (kripta melebar dengan detritus +, namun saat ini terdapat demam
dan hipermia faring dan tonsil yang merupakan tanda akut)
Tonsilitis

Akut viral dan bakteri, kripta tidak melebar, detritus (+/-). Th: penisilin, eritromisin
Page 112 of 152

Membranosa c/ difteri
Kronik permukaan tonsil tidak rata, kripta melebar. Th: terapi lokal ditujukan pada
hIgiene mulut dengan berkumur/obat hisap; tonsilektomi

153. Laki-laki 55 tahun tiba-tiba jatuh sambil memegangi dadanya tepat di depan anda. Pasien
tampak tidak sadar dan gasping. Tindakan yang pertama kali dilakukan menurut guideline AHA
2010 adalah: C. Meminta bantuan pada EMS

Page 113 of 152

154.

Seorang laki-laki berusia 72 tahun diantar keluarganya dengan penurunan kesadaran. Sejak 2

minggu pasien mengalami penurunan nafsu makan. Pasien tidak mau makan sama sekali sejak 12
jam sebelum masuk rumah sakit. Pasien selama ini mendapatkan obat insulin 20 IU, glibenklamid
1x5 mg dan metformin 3x500 mg. Penyebab penurunan kesadaran pada pasien adalah: D.
Hipoglikemia
Keyword:
Penurunan kesadaran, penurunan nafsu makan, tidak mau makan.
Mendapat obat: insulin, glibenklamid, dan metformin

Page 114 of 152

Dari soal tidak ada data laboratorium. Bila terdapat penurunan kesadaran pada penyandang
diabetes harus selalu dipikirkan kemungkinan terjadinya hipoglikemia.
Sumber: Konsensus DM tipe-2 Indonesia 2011
Hipoglikemia

Hipoglikemia ditandai dengan menurunnya kadar glukosa darah < 60 mg/dL


Bila terdapat penurunan kesadaran pada penyandang diabetes harus selalu dipikirkan

kemungkinan terjadinya hipoglikemia


Hipoglikemia paling sering disebabkan oleh penggunaan sulfonilurea dan insulin
Gejala hipoglikemia
Gejala adrenergik (berdebar-debar, banyak keringat, gemetar, dan rasa lapar)
Gejala neuro-glikopenik (pusing, gelisah, kesadaran menurun sampai koma)
Penanganan hipoglikemia
Pasien dengan kesadaran yang masih baik diberikan makanan yang mengandung
karbohidrat atau minuman yang mengandung gula berkalori atau glukosa 15-20 gram

melalui oral.
Untuk penyandang diabetes yang tidak sadar sementara dapat diberikan glukosa 40%
intravena terlebih dahulu sebagai tindakan darurat, sebelum dapat dipastikan penyebab

menurunnya kesadaran.
Perlu dilakukan pemeriksaan ulang glukosa darah 15 menit setelah pemberian glukosa.
Glukagon diberikan pada pasien dengan hipoglikemia berat.

155. Jarak minimal dari sumur ke septik tank tetangga jika jarak kurang dari 10 meter adalah: A. 45 meter

Page 115 of 152

156.

Seorang bayi baru lahir mengalami sesak napas dan tampak biru. Ibu mengatakan saat

pemeriksaan USG ketika hamil, dokter mengatakan air ketubannya terlalu banyak. Pada
pemeriksaan fisik, ditemukan bising usus di area toraks. Dari hasil rontgen toraks, didapatkan
gambaran dekstrokardia, serta gambaran serupa organ abdomen. Diagnosis yang paling mungkin
ialah: C. Hernia diafragma kongenital
Keyword: bayi baru lahir, sesak napas dan tampak biru, air ketuban ibu terlalu banyak, ditemukan
bising usus di area toraks, tampak gambaran dekstrokardia, serta gambaran serupa organ abdomen
di rongga toraks.
Hernia diafragma kongenital usus masuk ke rongga toraks (biasanya lewat foramen
Bochdalek) penekanan paru sesak
Bila neonatus tampak biru dan sesak meskipun sudah diterapi oksigen, ada 3 kemungkinan yang
harus dipertimbangkan:

Penumotoraks (karena tekanan O2 yang diberikan terlalu tinggi)


Penyakit jantung bawaan
Page 116 of 152

Hernia diafragma kongenital

Hernia diafragmatika usus masuk ke rongga dada

Atresia duodenum double bubble sign

Page 117 of 152

Atresia esofagus NGT mentok atau terlipat di esophagus

Atresia ani knee chest position

Atresia ani letak tinggi? Letak rendah?


Lakukan foto knee chest position lihat udara paling distal
157. Seorang laki-laki 48 tahun mengeluh kebas yang dimulai dari kaki kanannya. Pasien mengaku
rutin minum omeprazole 1 kali tiap hari selama 1 tahun terakhir. Obat tersebut dapat
mengakibatkan defisiensi zat: B. Vitamin B12
Keyword:
Page 118 of 152

Kebas yang dimulai dari kaki kanannya


Rutin minum omeprazole 1 kali tiap hari selama 1 tahun ini

158. Seorang pria berusia 55 tahun mengeluh kedua kakinya bengkak sehingga tidak bisa berjalan.
Sebelumnya pasien sudah sering mengeluhkan hal ini. Terdapat tofus di telinga kanan dan siku
kiri, sendi MCP tampak eritema dan terasa nyeri, gerakan sendi terbatas. Hasil pemeriksaan
fisik dalam batas normal, namun pada pemeriksaan laboratorium ditemukan peningkatan asam
urat. Analgesik yang dapat diberikan untuk meredakan nyeri tersebut adalah: A. OAINS
Keyword:

Pria (55 tahun) kedua kakinya bengkak sehingga tidak bisa berjalan. Keluhan seperti ini

sebelumnya (+)
Tofus di telinga kanan dan siku kiri, MTP eritema dan terasa nyeri, ROM terbatas
Asam urat meningkat

Analgesik yang dapat diberikan untuk meredakan nyeri tersebut adalah OAINS (first line)
159. Seorang perempuan berusia 28 tahun mengeluh sulit membuka kelopak mata pada siang hari
setelah beraktivitas. Keluhan berkurang setelah pasien beristirahat. Terapi yang dapat diberikan
pada kasus ini adalah: E. Piridostigmin
Keluhan: sulit membuka kelopak mata (ptosis) pada siang hari setelah beraktivitas, berkurang
setelah beristirahat
Diagnosis: myasthenia gravis
Terapi:
Page 119 of 152

Antikolinesterase (piridostigmin, neostigmine, dan edrophonium)


Agen imunosupresan (kortikosteroid, azatioprin, siklosporin, plasmafaresis, IVIg)
Plasmafaresis, timektomi (terutama pada MG yang disertai timoma)

Myastenia gravis:

Proses autoimun
Gangguan pada taut neuromuskular (neuromuscular junction)

160. Seorang laki-laki berusia 17 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan nyeri berat di sekitar
mata sebelah kiri sejak kemarin. Pasien juga mengeluhkan matanya yang terus berair, hidung
tersumbat, serta pilek. Pada pemeriksaan didapatkan adanya injeksi konjungtiva edema
palpebral, serta kening dan wajah yang berkeringat. Pasien pernah mengalami kondisi seperti
ini 1 tahun yang lalu dan berlangsung selama 7 hari. Diagnosis yang paling tepat pada pasien ini
adalah: E. Cluster headache
Keyword:

Nyeri di sekitar mata, satu sisi saja nyeri periorbita unilateral


Intensitas berat
Page 120 of 152

Gejala lain: mata berair (lakrimasi), hidung tersumbat (kongesti nasal), pilek (rinore)
PF: injeksi konjungtiva, edema palpebral, kening dan wajah yang berkeringat (aktivasi

simpatis)
Pernah terjadi, berlangsung selama 7 hari episodik

Diagnosis: cluster headache


Tatalaksana

Abortif: oksigen, ergotamine, lidokain nasal, sumatriptan, indometasin


Profilaksis (preventif)
Metisergid, kortikosteroid, ergotamine, klorpromazin, verapamil

Cluster headache = histamine headache, nyeri kepala neurovaskuler primer, terjadi selama
beberapa periode (beberapa minggu)
Kriteria diagnosis: nyeri unilateral, orbita/periorbita/temporal, intensitas berat sangat berat,
durasi 15-180 menit, frekuensi serangan bervariasi
Gejala tambahan (ipsilateral): injeksi konjungtiva, lakrimasi, kongesti nasal, rinore, berkeringat
pada dahi dan wajah, miosis, ptosis, edema palpebra
Klasifikasi:

Episodik: ada interval cluster free di antara 2 episode (remisi)


Kronik: tidak ada interval cluster free di antara 2 episode (remisi)

Membedakan 3 tipe nyeri kepala primer:

TTH terikat, tertekan, bilateral, berkaitan dengan stress, disertai ketegangan otot

leher, intensitas ringan-sedang


Migrain berdenyut, biasanya unilateral, disertai mual, muntah, fotofobia, fonofobia,
dapat disertai aura (classinc migraine) ataupun tidak (common migraine), intensitas

sedang-berat
Cluster unilateral, periorbita, dapat menjalar ke temporal/retroorbita, gejala
tambahan: lakrimasi, diplopia, rinore, kongesti nasal, edema palpebral, injeksi
konjungtiva

Page 121 of 152

161.

Seorang wanita berusia 27 tahun datang dengan keluhan nyeri sendi pada jari-jari tangan,

pergelangan tangan, dan kaki. Pada pemeriksaan fisik ditemukan konjungtiva pucat. Hasil
laboratorium menunjukkan peningkatan kadar CRP dan ANA (+). Diagnosis kasus di atas adalah:
D. Lupus eritematosus sistemik
Keyword:

Wanita (27 tahun)


Nyeri sendi pada jari-jari tangan, pergelangan tangan dan kaki
PF: konjungtiva pucat
Lab: peningkatan kadar CRP dan ANA (+)

Diagnosis: SLE
Kriteria diagnosis SLE:
Kriteria diagnosis ACR 1982, diagnosis ditegakkan bila didapatkan 4 dari 11 kriteria di bawah ini:

Ruam malar
Ruam discoid
Fotosensitivitas
Ulserasi di mulut atau nasofaring
Arthritis
Serositis (pleuritis atau perikarditis)
Page 122 of 152

Kelainan ginjal (proteinuria > 0.5 g/hari atau silinder sel)


Kelainan neurologi, kejang-kejang atau psikosis
Kelainan hematologi, anemia hemolitik, atau leukopenia, atau limfopenia, atau

trombopenia
Kelainan imunologik, sel LE positif atau anti DNA positif, atau anti Sm positif, tes

serologis untuk sifilis positif palsu


Antibodi antinuclear (ANA) positif

Tatalaksana:

Penyuluhan
Proteksi terhadap sinar matahari, sinar ultraviolet, dan sinar fluorescein
Pada manifestasi non-organ vital (kulit, sendi, fatigue) dapat diberikan klorokuin 4

mg/kgBB/hari
Bila mengenai organ vital, berikan prednisone 1-1.5 mg/kgBB/hari selama 6 minggu,

kemudian tapering off


Bila terdapat peradangan terbatas pada 1-2 sendi, dapat diberikan injeksi steroid

intravascular
Pada kasus berat atau mengancam nyawa dapat diberikan metilprednisolon 1 g/hari IV

selama 3 hari berturut-turut, lalu prednisone 40-60 mg/hari per oral


Bila pemberian glukokortikoid selama 4 minggu tidak memuaskan maka dimulai
pemberian imunosupresif lain, misal siklofosfamid 500-1000 mg/m2 sebulan sekali

selama 6 bulan kemudian tiap 3 bulan sampai 2 tahun


Imunosupresan lain yang dapat diberikan adalah azatioprin, siklosporin-A

162. Pasien hamil 36 minggu datang dengan keluhan TD 150/90 mmHg. Diakui oleh pasien
kehamilan anak pertama dan sebelum hamil pasien sudah mempunyai riwayat darah tinggi.
Diagnosisnya adalah: B. Hipertensi kronik

Keyword: hamil 36 minggu, TD 150/90 mmHg, sebelum hamil sudah mempunyai riwayat

darah tinggi
Hipertensi kronik hipertensi yang terjadi pada usia kehamilan di bawah 20 minggu atau
menetap setelah 12 minggu atau pada pasien yang memang telah mengidap hipertensi sejak
lama

163. Perempuan hamil 38 minggu datang dengan mulas dan keluar lendir serta darah. Setelah
beberapa saat bayi lahir dengan skor APGAR 9. Penanganan yang tepat setelah itu adalah: D.
Pemberian oksitosin
Setelah bayi lahir, maka dilakukan manajemen aktif kala III
Manajemen aktif kala III terdiri dari:
- Pemberian oksitosin
- Penegangan tali pusat terkendali
- Masase fundus uteri

Page 123 of 152

164. Wanita 52 tahun datang ke unit gawat darurat RS dengan keluhan pandangan kabur sejak 2
hari yang lalu disertai nyeri kepala hebat. Dari pemeriksaan TIO OD 50, OS 20 mmHg.
Pemeriksaan apa yang anda butuhkan? A. Funduskopi, gonioskopi, perimetri
Keyword: pandangan kabur sejak 2 hari, nyeri kepala hebat, TIO OD 50
Diagnosis kerja: glaukoma akut
Glaukoma akut:

Etiologi: iris bombe (oklusi COA oleh iris perifer). Iris bombe biasanya terbentuk dari
mata yang hiperopik dengan kelainan anatomis COA yang sempit, biasanya

dieksaserbasi oleh pembesaran massa kristalin lensa, diasosiasikan dengan penuaan.


Patofisilogi: iris bombe hambatan aliran keluar aqueous humor peningkatan TIO

nyeri akut, mata merah, penglihatan kabur


Serangan akut dieksaserbasi oleh dilatasi pupil (lingkungan gelap, obat-obatan

antikolinergik atau simpatomimetik)


Tanda dan gejala:
o Penurunan visus mendadak, nyeri, halo, mual, muntah
o Peningkatan TIO, COA dangkal, kornea keruh, pupil dilatasi sedang, injeksi
siliar
Pemeriksaan:
o Tonometri: mengukur TIO
o Funduskopi: menilai pembesaran diskus optikus dan pemucatan diskus
o Pemeriksaan lapang pandang dengan kampimeter dan perimeter
o Gonioskopi: menilai sudut COA
Tatalaksana
o Menurunkan TIO: asetazolamid IV dan oral ditambah agen topikal (beta
o
o

blocker, apraclonidine, agen hiperosmotik)


Steroid topikal untuk mengurangi inflamasi intraocular
Setelah TIO normal, laser peripheral iridotomy membuat hubungan antara
COA dan COP

Retinoskopi: teknik untuk menentukan gangguan refraksi dari mata secara objektif dan

menentukan kebutuhan kacamata


Slitlamp: alat pemeriksaan mata untuk melihat benda menjadi lebih besar dibanding ukuran

normalnya
Tes fluorescein: pemeriksaan untuk melihat defek epitel kornea, fistel kornea
Tes anel: pemeriksaan fungsi ekskresi lakrimal

165. Wanita 60 tahun mengeluh terdapat benjolan di kemaluan sejak beberapa bulan terakhir.
Benjolan terlihat keluar dari liang senggama. Pasien mengatakan bahwa awalnya benjolan dapat
masuk sendiri. Riwayat perdarahan dan nyeri disangkal. Apa diagnosis yang paling mungkin?
E. Kista gartner

Page 124 of 152

Keyword: wanita 60 tahun, benjolan di kemaluan sejak beberapa bulan terakhir, benjolan keluar
dari liang senggama, awalnya benjolan dapat masuk sendiri

Hemoroid di anus
Myoma geburt leiomyoma submucosal yang keluar ke kavum uteri dan turun ke cervix

seperti dilahirkan pada wanita usia produktif


Kista bartholini pada wanita usia produktif
Kista gartner berasal dari mesonephric duct, yg umumnya menghilang setelah
melahirkan, jika menetap bisa terisi cairan membentuk kista

166.

Seorang wanita berusia 27 tahun datang dengan keluhan wajah tampak bundar dan ditumbuhi

rambut. Menstruasi juga dirasakan tidak normal sejak 4 bulan yang lalu. Terdapat gangguan mood
dan gangguan tidur. Hasil pemeriksaan fisik: TD 140/110 mmHg, HR 90 x/menit. Hasil
pemeriksaan laboratorium: tidak ada penekanan kadar kortisol. Diagnosis yang tepat adalah: C.
Sindrom Cushing
Keyword:

Wanita (27 tahun) wajah tampak bundar dan ditumbuhi rambut, menstruasi tidak normal

sejak 4 bulan yang lalu


Terdapat gangguan mood dan gangguan tidur
Hasil PF: TD 140/110, HR 90
Lab: tidak ada penekanan kadar kortisol

Diagnosis yang tepat: sindrom Cushing


Hiperkortisol: keadaan di mana kortisol dalam darah terlalu tinggi
Cushing syndrome: hiperkortisolisme oleh sebab apapun

Sentral: adenoma pituitary


Perifer: adrenal hipersekresi kortisol, ektopik ACTH, konsumsi prednisone/dexametason
berlebihan

Cushing disease: hiperkortisolisme sentral (adenoma pituitary)


Pemeriksaan:

Pemeriksaan low-dose dexametason suppression test:


o Supresi (+): bukan cushing sindrom
o Supresi (-): cushing sindrom (+)
High-dose dexametason suppression test (untuk tahu di sentral/perifer):
o Supresi (+): sentral (cushing disease)
o Supresi (-): perifer (ektopik ACTH, primary adrenal tumor)

167. Seorang pasien korban kecelakaan dibawa ke IGD dengan gambaran klinis kaki abduksi,
rotasi eksterna. Diagnosis yang paling mungkin adalah: E. Dislokasi caput femur ke anterior
Keyword: korban kecelakaan, kaki abduksi, rotasi eksterna
Gambaran khas untuk dislokasi sendi panggul ke anterior
Page 125 of 152

Pola dan arah dislokasi sendi panggul


Direction of the hip
Flexion, adduction, internal rotation
Partial flexion, less adduction, internal rotation
Abduction + extension
Tatalaksana dislokasi hip anterior: Allis Maneuver

168. Seorang wanita datang ke dokter dengan keluhan sedih sekali setelah melahirkan. Kadang, ia
mendengar suara yang menyuruhnya membunuh anaknya dan kadang ingin bunuh diri.
Diagnosis yang tepat ialah: E. Psikosis postpartum

Keyword: seorang wanita dengan keluhan sedih sekali setelah melahirkan, kadang ia

mendengar suara yang menyuruhnya membunuh anaknya dan kadang ingin bunuh diri
Diagnosis: psikosis post partum
Terapi: anti psikotik, mood stabilizer

Gangguan jiwa pasca persalinan:


1. Postpartum blues/baby blues/maternity blues
Gejala depresi paling ringan
Biasa dialami oleh perempuan setelah melahirkan antara hari ke-7 hingga 14, yang
terjadi untuk sementara, hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan
2. Depresi postpartum
Gejala sama dengan gejala depresi (perasaan sedih, hilangnya minat dan semangat
beraktivitas, malas mengurus anak, sulit tidur atau terlalu banyak tidur, nafsu makan
menurun, merasa tidak mampu mengurus anak, ada keinginan bunuh diri)
Page 126 of 152

3. Psikosis postpartum
Bentuk paling berat
Disertai halusinasi dan waham (anaknya jelmaan setan, makhluk aneh)
Ada keinginan untuk membunuh anaknya
169. Peneliti ingin mengetahui hubungan efek samping aspirin dalam pembentukan thrombus.
Resiko relatif terjadinya thrombus pada penggunaan aspirin adalah: B. 5/10
Aspirin
5
25

Trombus
Tanpa trombus

Plasebo
10
20

Keyword:
Trombus (+)
5 (A)
10

Aspirin (ditanyakan)
Plasebo
RR =

A
A+ B

C
C +D

5
30

10
30

Trombus (-)
25 (B)
20 (D)
=

5
10

170. Seorang anak usia 1 tahun 2 bulan datang keluhan sesak sejak 1 hari. Keluhan didahului
dengan demam sejak 2 hari yang lalu. Pada pemeriksaan fisik ditemukan laju pernapasan 40
x/m, napas cuping hidung (+), retraksi otot bantu napas intercostal dan suprasternal. Dari
auskultasi paru ditemukan wheezing (+/+), ronki halus (+/+), dan ekspirasi memanjang. Apakah
gambaran radiologis yang akan ditemukan pada foto thoraks? D. Hiperinflasi paru

Keyword:
o Anak, 1 tahun, sesak 1 hari, demam 2 hari
o RR 40 x/m, napas cuping hidung (+), retraksi otot bantu napas intercostal dan
suprasternal
o Wheezing (+/+), ronki basah (+/+), dan ekspirasi memanjang
Diagnosis: bronkiolitis, maka pada chest xray yang akan ditemukan adalah hiperinflasi paru
Option lain:
o Honey comb appearance: cystic fibrosis, interstitial lung disease
o Pleural line: pneumothorax
o Atelektasis lobar: aspirasi benda asing, karsinoma bronkogenik
o Wine bottle sign: croup/laryngitis

Page 127 of 152

Page 128 of 152

DD anak dengan batuk / sulit bernapas:

Pneumonia
o Batuk, napas cepat, demam
o Ronki, NCH, retraksi, merintih, sianosis
Bronkiolitis
o Episode pertama wheezing pada anak < 2 tahun, tidak respon dengan bronkodilator
o Hiperinflasi dinding dada
o Fine inspiratory crackles
o Ekspirasi memanjang
o Tanda/gejala pada pneumonia DAPAT dijumpai
PJB
o Sulit makan/menyusu
o Sianosis
o Bising jantung
Benda asing
o Riwayat tersedak
o Stridor/distress pernapasan
o Wheeze, atau suara napas menurun fokal
Asma
o Wheezing berulang, riwayat atopi, respon dengan bronkodilator

171. Laki-laki 18 tahun datang berobat dengan gatal di daerah lengan dan tungkai sejak 1 bulan
yang lalu. Terdapat nanah pada bekas luka dan bekas garukan. Riwayat alergi susu waktu kecil.
Riwayat asma pada ayah pasien. Status dermatologikus: plak eritema difus disertai likenifikasi
dan ekskoriasi dengan krusta kekuningan di fleksus tungkai dan lengan. Kemungkinan
diagnosisnya adalah: E. Dermatitis atopic dengan infeksi sekunder

Keyword: laki-laki 18 tahun, gatal daerah lengan dan tungkai sejak 1 bulan, terdapat nanah
pada bekas luka dan bekas garukan, riwayat atopi. St dermatologiL plak eritema difus,

likenifikasi, dan ekskoriasi dengan krusta kekuningan


Dermatitis atopik pada remaja dan dewasa: lesi kulit pada bentuk ini dapat berupa plak
popular eritematosa dan berskuama atau plak likenifikasi yang gatal
Terapi:
o Atasi infeksi sekunder dengan antibiotik topikal/oral pilih gol antibiotik utk
o
o

gram positif (kulit)


Selanjutnya pengobatan sesuai dermatitis atopi pada umumnya
Topikal: hidrasi kulit, kortikosteroid topikal

172. Seorang anak umur 6 tahun datang dibawa oleh orang tuanya ke rumah sakit dengan keluhan
semakin kurus dalam beberapa minggu ini. Pasien juga mengeluh batuk-batuk. Orang tua telah
memberikan vitamin, tapi berat badan anak tidak naik-naik. Anak sering bermain di tanah tanpa
menggunakan sandal dan pernah mengeluhkan keluar cacing dari mulut sepanjang 10cm.
Mikroorganisme apakah yang menyebabkan kasus ini? C. Ascaris lumbricoides

Keyword: anak 6 tahun, makin kurus, berat badan tidak naik, sering main tidak
menggunakan sandal, mata cekung, batuk, pernah keluar cacing dari mulut sepanjang 10 cm
Page 129 of 152

Ascaris lumbricoides dewasa betina berukuran 20-35 cm; jantan dewasa 10-30 cm
1-2 minggu awal setelah terinfeksi, cacing akan bermigrasi ke paru yang memiliki
manifestasi klinis gejala batuk, sesak napas atau nyeri dada jika berlanjut dapat menjadi
Loeffler Syndrome (transient eosinophilia, transient lung infiltrates)
Tatalaksana:
o Albendazole 400 mg single dose
o Mebendazole 500 mg single dose

173. Perempuan G1P0A0 hamil 8 minggu datang dengan ANC ke anda. Pasien memiliki riwayat
infertilitas selama 5 tahun. Saat ini anda melakukan skrining untuk infeksi TORCH. Edukasi
apa yang akan anda berikan? E. Menghindari makanan yang dimasak setengah matang
Cara penularan TORCH:
1. Makan daging setengah matang yang berasal dari hewan yang terinfeksi (mengandung
oosista)
2. Makan makanan yang tercemar oosista dari feses kucing yang menderita TORCH
3. Transfusi darah (trofozoid), transplantasi organ atau cangkok jaringan (trozoid, sista),
kecelakaan di laboratorium yang menyebabkan TORCH masuk ke dalam tubuh atau
4.
5.
6.
7.
8.

tanpa sengaja masuk melalui luka


Hubungan seksual
Penularan secara vertikal dari ibu hamil ke janin
ASI dari ibu yang menderita TORCH
Keringat yang menempel pada baju ataupun yang masih menempel di kulit
Faktor lain yang dapat mengakibatkan terjadinya penularan antara lain:
o Kebiasaan makan sayuran mentah dan buah-buahan segar yang dicuci kurang
o
o

bersih
Makan tanpa mencuci tangan terlebih dahulu
Mengkonsumsi makanan dan minuman yang disajikan tanpa ditutup sehingga
kemungkinan terkontaminasi oosista

174. Seorang pasien berusia 9 tahun datang ke rumah sakit dibawa ibunya karena mengeluhkan
adanya bintik-bintik di kedua tangannya mula-mula kecil kemudian pecah dan semakin banyak.
Dari pemeriksaan dermatologi dijumpai papul multipel di tangan kanan dan kiri, dijumpai juga
delle. Apakah diagnosis kasus di atas? A. Moluskum contagiosum
Moluskum kontagiosum
Adanya bintik-bintik di kedua tangan mula-mula kecil kemudian pecah dan semakin

banyak. PF dijumpai delle.


Moluskum kontagiosum: penyakit disebabkan virus poks, permukaannya terdapat

lekukan, berisi massa yang mengandung badan moluskum


Kelainan kulit berupa papul miliar, kadang lentikular dan berwarna putih seperti lilin,

berbentuk kubah di tengahnya terdapat lekukan (delle)


Tx: pembedahan

Page 130 of 152

175. Wanita 60 tahun dibawa ke RS dengan keluhan susah BAB dan tidak bisa kentut. 4 hari yang
lalu pasien muntah-muntah hijau kecoklatan, perut kembung. 6 hari yang lalu pasien susah
BAB dan suka berdarah. Pada pemeriksaan fisik abdomen ditemukan distensi abdomen (+),
defans muskular (+). Pemeriksaan radiologi yang tepat dilakukan? E. Foto polos 3 posisi

Keyword: wanita 60 tahun, susah BAB dan tidak bisa kentut, muntah-muntah hijau
kecoklatan, perut kembung, susah BAB dan suka berdarah, abdomen distended (+), defans

muskular (+)
Trias obstruksi tidak BAB, muntah, perut kembung
Defans muskular abdomen akut?
Pemeriksaan radiologi yang harus disegerakan?
Type of Test
Blood

Immediate
Hematocrit, white blodd cell count, urea,
creatinine, crossmatching, blood arterial

Urine
Stool
Radiography and ultrasoun
Endoscopy

gases
Microscopy, dipstick testing
Occult blood
Chest, abdomen

Foto polos abdomen 3 posisi:


Terdiri dari
o AP supine
o AP erect
o Left lateral decubitus
Untuk evaluasi awal radiologis kasus abdomen akut
3

176. Seorang pria berusia 18 tahun mengeluh nyeri mendadak di daerah skrotum. Pada
pemeriksaan fisik ditemukan testis kiri membesar, tampak merah, terletak lebih tinggi dari
kanan, posisi mendatar. Dari USG didapatlan testis dengan kaput epididimis serta korda
spermatika membesar dengan koleksi cairan sekitar testis. Diagnosis yang paling tepat ialah: A.
Torsio testis
Keywords: Seorang pria berusia 18 tahun mengeluh nyeri mendadak di daerah skrotum. Pada
pemeriksaan fisik ditemukan testis kiri membesar, tampak merah, terletak lebih tinggi dari
kanan, posisi mendatar. Dari USG didapatlan testis dengan kaput epididimis serta korda
spermatika membesar dengan koleksi cairan sekitar testis
Torsio testis

Sebenarnya yang terpuntir bukan testisnya, tapi spermatic cord-nya


Nyeri bisa bersifat akut, bisa juga gradual
Tanda khas (Campbell-Walsh Urology 9th ed)
o Refleks kremaster menghilang
Page 131 of 152

Spermatic cord terpuntir -> spermatic cord memendek -> testis tertarik ke

atas -> High riding testis (testis yang terkena terletak lebih tinggi)
o Testis yang sakit bisa tampak mendatar
o Beberapa jam setelah awitan dapat muncul hidrokel akut atau edema skrotum
Bila ragu, segera kerjakan ultrasound skrotum

Algoritma Nyeri Testis Akut:

177. Obat golongan ACE-i sering menyebabkan efek samping batuk kering. Substansi yang terlibat
dalam mekanisme terjadinya efek samping ini ialah: D. Bradikinin
Keywords: ACE-i, batuk kering

Page 132 of 152

Substansi yang terlibat dalam mekanisme terjadinya efek samping ini ialah bradikinin

Dihambatnya konversi angiotensin I menjadi angiotensin II menyebabkan penumpukan

bradikinin, karena bradikinin seharusnya dipecah oleh angiotensin II


bradikinin -> stimulasi serabut saraf vagal aferen -> batuk

178. Seorang wanita 48 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan mata kiri mendadak tidak bisa
melihat sejak 1 minggu yang lalu, tanpa disertai nyeri sebelumnyA. Sejak beberapa bulan
terakhir penderita mengeluh kedua mata kabur namun masih bisa melihat pada jarak beberapa
meter. Tidak ada riwayat pemakaian kacamata sebelumnyA. Penderita merupakan penderita
diabetes sejak 10 tahun yang lalu namun tidak rutin minum obat anti diabet. Saat ini gula darah
sewaktu 360 mg/dL. Dari pemeriksaan didapatkan VOD 5/40 dan VOS light perception (+)
dengan tekanan bola mata normal palpasi pada kedua matA. Lain-lain dalam batas normal.
Apakah kemungkinan diagnosis kasus tersebut? A. Perdarahan vitreous
Keywords:

Mata kiri mendadak tidak bisa melihat tanpa disertai nyeri.


Beberapa bulan terakhir kedua mata kabur namun masih bisa melihat pada jarak

beberapa meter
Penderita diabetes sejak 10 tahun, tidak rutin minum obat anti diabet.
PF: VOD 5/40 dan VOS light perception (+)

Diagnosis kerja: Perdarahan vitreus pada retinopati diabetik

Retinopati Diabetik

Komplikasi DM pada mata:


o Abnormalitas kornea
Page 133 of 152

o
o
o
o

Glaukoma
Neovaskularisasi iris
Katarak
Retinopati diabetik --> paling sering dan paling potensial menyebabkan

kebutaan
Tanda dan Gejala
o Melihat titik atau floaters
o Penurunan tajam penglihatan
o Terdapat titik hitam di tengah lapang pandang
o Sulit melihat dalam gelap
o Pada pemeriksaan funduskopi: cotton wool spot, flame hemorrhages, dot-blot
hemorrhages, hard exudates
Pemeriksaan
o Tajam penglihatan
o Funduskopi dalam keadaan pupil dilatasi : direk/indirek
o Foto Fundus
o USG bila ada perdarahan vitreus

Tatalaksana: Fotokoagulasi laser

Keratitis bakterial: radang pada lapisan kornea yang disebabkan bakteri. Bakteri yang
sering

menginfeksi:

Staphylococcus,

Pseudomonas,

Enterobacteriacea.

Keratitis

menyebabkan mata merah dan penurunan penglihatan


Uveitis posterior/koroiditis: peradangan lapisan koroid bola mata. Gejala berupa
penglihatan kabur, floaters, fotofobia, tanpa mata merah. Pada pemeriksaan ditemukan
kekeruhan dalam badan kaca, infiltrat di dalam retina dan koroid.

Page 134 of 152

179. Seorang anak berusia 7 tahun menjadi korban kebakaran. Pada pemeriksaan ditemukan kulit
pucat, tampak beberapa bula dan ada juga bula yang sudah pecah. Anak mengeluh kesakitan.
Derajat luka bakar yang tepat ialah: A. Derajat IIA
Keywords: anak 7 tahun, korban kebakaran, kulit pucat, tampak beberapa bula dan ada juga
bula yang sudah pecah, anak kesakitan
Derajat luka bakar?

Bula khas untuk luka bakar derajat II


o Derajat IIA nyeri menonjol
o Derajat IIB nyeri mulai menghilang
Derajat III nyeri (-)

Klasifikasi luka bakar:

Moenadjat Y. Luka Bakar, Penatalaksanan Awal dan Penatalaksanaannya. Ramlim, Umbas R,


Panigoro SS, Kedaruratan Non-Bedah dan Bedah. Jakarta : Balai Penerbit FKUI; 2000 : 62-70.
3

180. Seorang wanita mengeluh timbul papul yang gatal dari vulva sampai ke bokong. Ada riwayat
berhubungan dengan suaminya yang juga mengalami hal yang sama pada kemaluan. Tidak ada
sekret. Terapi yang tepat untuk pasien dengan kondisi di atas adalah: C. Krim permetrin 5%
Keywords: papul dan gatal dari vulva ke bokong, suami mengalami hal yg sama. Tidak terdapat
sekret dr kemaluan
Dx: Skabies
Thx: Permetrin 5%, Gamexan (lebih dipilih untuk org dewasa) dpt membunuh semua stadium
3

Page 135 of 152

181. Seorang laki-laki, 25 tahun, dibawa ke rumah sakit karena mengamuk. Pasien merasa hendak
dibunuh. Keluhan ini muncul sejak 1 minggu yang lalu. Pasien juga merasa diikuti oleh orang
di sekelilingnyA. Diagnosis yang tepat pada kasus ini adalah: C. Gangguan psikotik akut
Keywords:

Laki-laki, 25 tahun, dibawa ke RS karena mengamuk


Pasien merasa hendak dibunuh. Keluhan muncul sejak 1 minggu lalu.
Pasien juga merasa diikuti oleh orang di sekelilingnya.

Diagnosis: Gangguan psikotik akut (F23.xo)

Kriteria diagnostik: adanya gejala psikotik yang lebih dari 1 hari, kurang dari 1 bulan,

terjadi tiba-tiba, terdpt labilitas emosi


Terapi: antipsikotik: Halloperidol (generasi I), psikoterapi

Gangguan Waham

Waham merupakan gejala utama, menetap setidaknya 3 bulan, bersifat personal


Dapat disertai gangguan mood (depresi)
o TIDAK boleh ada gejala skizofrenia (penumpulan afek, waham dikendalikan)
o TIDAK boleh ada penyakit otak yang mendasari
o TIDAK boleh ada halusinasi auditorik atau hanya terjadi kadang-kadang

Skizofrenia

Skizofrenia Herbefrenik --> perilaku aneh, tertawa sendiri


Skizofrenia paranoid --> halusinasi mengancam, memberi perintah. Waham kejar
Skizofrenia katatonik --> stupor fleksibilitas cerea, negativisme, command automatism
Skizofrenia residual --> gejala negatif (afek tumpul, keterlambatan psikomotor, miskin isi

pembicaraan) setelah episode psikotik di masa lampau (setidaknya 1 tahun)


Skizofrenia simpleks --> adanya gejala negatif (afek tumpul, keterlambatan psikomotor,
miskin isi pembicaraan) TANPA episode psikotik di masa lampau

182. Bagaimana menghitung positive predictive value pada data berikut?

A. P/(P+Q)

Page 136 of 152

183. Seorang laki-laki 35 tahun datang dengan keluhan nyeri pada telinga kanan. Pada
pemeriksaan didapatkan membrane timpani bulging. Diagnosis pada pasien ini adalah: B. OMA
stadium supurasi
Keywords: nyeri pd telinga kanan, membran timpani bulging
Dx: OMA stadium supurasi
Thx: Miringotomi/Timpanocentesis
Stadium OMA
o

Stadium Oklusi tube Eustachius: rektraksi membran timpani. Thx: Tetes hidung HCl
efedrin 0,5% dlm larutan fisiologik (anak < 12 thn); HCl efedrin 1% (dewasa or anak
>12 thn)

Stadium Hiperemis/pre-supurasi : pembuluhdarah melebar di membran timpani atau


seluruh membran timpani tampak hiperemis & edem. Thx: Ampisilin/amoksisilin/
eritromisin selama 7 hari

Stadium Rupurasi : edem hebat pd mukosa telinga tengah & hancurnya sel epitel
superfisial, terbentuk eksudat purulen di kavum timpani menyebabkan buldging.

Stadium perforasi : terlambatnya pemberian antibiotika atau virulensi kuman yg tinggi


shg membran timpani ruptur & nanah dapat keluar. Thx: cuci telinga H2O2 3% selama
3-5 hari + antibiotik adekuat

Stadium resolusi : bila membran timpani tetap utuh maka keadaan membran timpani
perlahan akan normal kembali.Thx: bila masih terdapat sekret, antibiotik dilanjutkan
sampai 3 mg, bila masih ada sekret pikirkan mastoiditis

Page 137 of 152

184. Seorang bayi usia 6 jam mengalami kejang tonik klonik disertai penurunan kesadaran.
Diketahui bayi lahir secara seksio sesarea atas indikasi makrosomiA. Berat lahir 4200 gram, PB
58cm, AS 9/10. Ibu bayi menderita DM tipe 2 dalam terapi insulin yang tidak terkontrol. Hasil
pemeriksaan GDS 32 mg/dl. Tatalaksana pada bayi ini adalah: C. Bolus D10% 8cc
Keyword :

Bayi usia 6 jam, kejang tonik klonik disertai penurunan kesadaran


Berat lahir 4200 gram
Ibu bayi menderita DM tipe 2 dalam terapi insulin yang tidak terkontrol
GDS 32 mg/dl

Bayi dari ibu DM :

Makrosomia, gangguan maturitas paru, trauma lahir


Hipoglikemia : letargi, malas minum, apnea, kejang dalam waktu 6-12 jam
Kadar glukosa serum harus diperiksa segera setelah lahir
Bila GDS < 45, berikan terapi D10% 2cc/kg iv dalam 5 menit, ulang pemeriksaan GDS
Bila GDS >45, cek ulang per 6 jam, anjurkan ibu utk menyusui lebih sering

Sumber : Pedoman pelayanan medis IDAI Jilid I.2010

Page 138 of 152

185. Bayi berusia 30 hari datang ke poli dengan keluhan muntah menyemprot setiap kali disusui.
Menurut pengakuan ibu hal ini sudah dialami sejak lahir. Anak kuat menyusu, namun setiap
disusui selalu muntah dan diikuti dengan BAB sedikit. Dari pemeriksaan perut anak nampak
cekung dan dari pemeriksaan radiologi dijumpai gambaran string-umbrella-shoulder.
Diagnosisnya adalah: E. Hypertrophic pyloric stenosis
Keywords: Bayi berusia 30 hari, muntah menyemprot setiap kali disusui, dialami sejak lahir,
anak kuat menyusu, namun setiap disusui selalu muntah dan diikuti dengan BAB sedikit, perut
anak nampak cekung, dari pemeriksaan radiologi dijumpai gambaran string-umbrellashoulder
String-umbrella-shoulder sign khas untuk hypertrophic pyloric stenosis
Gambaran radiologi khas HPS:

Pilihan lainnya:

Obstruksi esophagus -> NGT mentok atau terlipat di esofagus


Obstruksi duodenum -> double bubble sign
Intususepsi -> doughnut sign pada USG
Penyakit hirschprung -> pada pemeriksaan barium enema tampak diameter rektum yang
kecil, zona transisi, dan kolon sigmoid yang membesar

186. Laki-laki, 36 tahun, dibawa ke UGD oleh keluarganya karena tampak kuning sejak 3 hari lalu.
Pasien tampak lemah. Demam (+), mual dan muntah (+), pasien tidak mau makan. Dari
Page 139 of 152

pemeriksaan fisik ditemukan sklera dan kulit tampak ikterik. Pasien juga mengeluhkan nyeri
pada perut sebelah kanan. Dari riwayat pengobatan, pasien diketahui mengonsumsi obat
golongan fibrat sejak 1 bulan yang lalu, namun pasien tidak rutin mengonsumsinya karena
malas. Diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini ialah: A. Kolangitis
Keywords: Laki-laki, 36 tahun, kuning sejak 3 hari lalu, lemah, demam (+), mual dan muntah
(+), sklera dan kulit tampak ikterik, nyeri pada perut sebelah kanan, pasien diketahui
mengonsumsi obat golongan fibrat namun pasien tidak rutin
Right upper quadrant pain, jaundice, fever -> Charcot triad, khas pada kolangitis
Kolangitis? Koledokolitiasis? Kolesistitis?

Kolangitis

Adalah komplikasi dari koledokolitiasis


Patofisiologi: sumbatan duktus empedu menyebabkan infeksi bakteri asenden
Gejala:
o Charcots triad: demam, nyeri epigastrium atau kuadran kanan atas, dan
o

jaundice
Reynolds pentad: demam, jaundice, nyeri kuadran kanan atas, syok septik, dan

perubahan status mental


PF: temuan PF abdomen tidak bisa dibedakan dengan kolesistitis
Tatalaksana: dekompresi dan drainase sistem bilier via endoskopi, Percutaneus
transhepatic biliary drainage (PTBD), antibiotic, koreksi elektrolit

187. Seorang laki-laki datang dengan keluhan jatuh dari pohon. Ketika jatuh dari pohon, pasien
menahan tubuhnya dengan sikunya dalam posisi fleksi. Nervus apa yang terkena? D. N. Ulnaris
Keywords: jatuh, pasien menahan tubuhnya dengan sikunya dalam posisi fleksi
Nervus ulnaris berjalan medial arteri brakhialis di bagian atas lengan atas epicondylus medial

Page 140 of 152

Lesi syaraf dan deformitasnya DR CUMA:

Drop=Radial nerve
Claw=Ulnar nerve
Median nerve=Apostole hand

188. Suatu puskesmas memiliki angka kesakitan yang tinggi oleh karena keadaan lingkungan. Hal
ini disebabkan rendahnya pelaksanaan PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat). Berikut alasan
yang tepat sebagai penyebab masalah adalah: A. Open defecation

Page 141 of 152

189. Seorang anak usia 3 tahun sering mengalami demam sejak 3 minggu terakhir, batuk semenjak
1 bulan yang lalu dan tidak mau makan. Dari pemeriksaan fisik ditemukan berat badan pasien
10kg. Ibu pasien sedang dalam pengobatan OAT dengan BTA +. Berdasarkan data tersebut, skor
TB pada anak ini adalah: E. 6
Keyword :

Anak demam sejak 3 minggu terakhir, batuk semenjak 1 bulan yang lalu, tidak mau

makan
BB 10kg
Kontak (+), BTA (+)

Skor TB

Demam > 2 minggu = 1


Batuk > 3 minggu = 1
BB 10 kg = 1 (BB normal anak 3 tahun 14 kg, maka BB/U <80%)
Kontak + dengan BTA + = 3
Total 6

*note : BB taksiran normal pada anak menurut usia bisa ditaksir dengan rumus 2n+8, n dalam
tahun

Page 142 of 152

Sumber : Buku saku pelayanan kesehatan anak di rumah sakit. WHO 2008
3

190. Seorang laki-laki berusia 45 tahun datang dengan keluhan penurunan berat badan, sering
haus, dan sering kencing malam hari. Pasien juga merasa penglihatannya semakin kabur sejak 2
bulan ini. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan gula darah puasa 129 mg/dl dan gula
darah 2 jam post-prandial 188 mg/dl. Terapi yang tepat untuk pasien ini adalah: E. Edukasi,
terapi gizi medis, olahraga, metformin
Keyword:

laki-laki (45 tahun), penurunan berat badan, sering haus dan sering kencing malam hari.
Pasien juga merasa penglihatannya semakin kabur sejak 2 bulan ini.
Laboratorium didapatkan gula darah puasa 129 dan GD2PP 188.

Diagnosis: DM Tipe-2
Pemeriksaan glukosa plasma puasa 126 mg/dL dengan adanya keluhan klasik

Page 143 of 152

Sumber : Buku IPD

Page 144 of 152

Retinopati diabetik: kendali glukosa dan tekanan darah yang baik akan mengurangi risiko dan
memberatnya retinopati
Terapi DM tipe 2 selalu dimulai dari edukasi, terapi gizi medis, olahraga
Pada kasus sudah didapatkan komplikasi (retinopati DM)

Terapi ditambahkan OHO


OHO pilihan: metformin

191. Wanita 28 tahun G1P0A0 hamil 33 minggu datang dengan nyeri perut yang menjalar ke
pinggang belakang. Nyeri dirasakan setiap 30 menit. Pada pemeriksaan dalam ditemukan
pembukaan 1 dan kepala di hodge 1. Terapi apa yang tepat untuk mencegah kompllikasi pada
janin? A. Kortikosteroid IM
Keywords: Wanita 28 tahun, G1P0A0 hamil 33 minggu, nyeri perut yang menjalar ke pinggang
belakang, dirasakan setiap 30 menit. VT pembukaan 1 dan kepala di hodge 1.
Preterm Labour & Tocolytic Drugs

Pemberian tokolisis dapat dipertimbangkan pada keadaan preterm labour tanpa faktor

penyulit
Wanita dengan keadaan preterm labour sangat dini, maupun wanita preterm labour yang
sedang dalam proses rujukan ke rumah sakit sangat dipertimbangkan untuk mendapat
obat tokolisis
Page 145 of 152

Nifedipine menjadi drug of choice untuk tokolisis karena dapat menunda kelahiran
sampai dengan 7 hari disbanding obat-obatan lain

Soal:

Hamil masih 33 minggu, kontraksi hebat, nyeri pinggang, pembukaan 1 terapi awal
berikan obat tokolitik calcium channel blockers, beta-agonists, prostaglandin

synthetase inhibitors, nitric oxide donors and oxytocin receptor antagonists


Yang ditanya adalah terapi untuk mencegah komplikasi pada janin pemberian

kortikosteroid IM untuk pemtangan paru (surfaktan, mencegah HMD)


Jadi, pertama memang diberikan nifedipin terlebih dahulu sebagai agen tokolisis,
kemudian diberikan kortikosteroid IM untuk mencegah komplikasi pada janin

192. Perempuan 23 tahun, dibawa ke UGD dalam kondisi tidak sadar setelah kecelakaan lalu
lintas. Kesimpulan dokter korban mengalami cedera kepala berat. Orang tua panik dan tidak
bisa mengambil keputusan. Dokter kemudian melakukan tindakan pada pasien tanpa
persetujuan keluargA. Kaidah dasar moral apa yang berhubungan dengan kasus tersebut? A.
Non-maleficience
Keywords:

Pasien tidak sadar


Orang tua (dalam kasus ini sebagai proxy) panik & tidak bisa mengambil keputusan
Dokter melakukan tindakan tanpa persetujuan keluarga

Beneficence & Nonmaleficence

Beneficence & Nonmaleficence adalah 2 kaidah bioetik yang saling terkait dan harus
dipertimbangkan secara bersamaan --> agar tindakan yang dilakukan memiliki

benefit>harm bagi pasien


Namun, beneficence & nonmaleficence tetap perlu dipisahkan untuk keadaan tidak
adanya kewajiban beneficence (sedangkan nonmaleficence berlaku setiap saat & tidak
terbatas)

Kapan mengutamakan salah satu diantaranya:

Kepentingan moral nonmaleficence lebih rendah pada kondisi dengan probabilitas harm
(kematian, disabilitas) yang rendah, dan sebaliknya lebih tinggi pada kondisi dengan

probabilitas harm yang tinggi


Kepentingan moral beneficence lebih tinggi pada kondisi dengan probabilitas benefit
yang tinggi, dan sebaliknya lebih rendah pada kondisi dengan probabilitas benefit yang
rendah
Page 146 of 152

Pada kasus ini:

Pasien tidak sadar & tidak ada yang bisa mengambil keputusan sudah jelas bahwa

beneficence & nonmaleficence menjadi kaidah utama menyingkirkan autonomy


Pada kasus cedera kepala berat, probabilitas harm lebih tinggi bila dokter tidak
mengambil tindakan nonmaleficence menjadi dasar dokter mengambil tindakan

193. Pasien perempuan 30 tahun datang ke poli umum dengan keluhan tidak bisa tidur. Pasien
adalah seorang guru SD yang saat ini sedang menyusun acara melukis murid seminggu terakhir
namun belum selesai. Kepala sekolah menyuruh istirahat namun pasien malah mengomel dan
marah marah serta merasa hanya dia yang bisa menyelesaikan tugas tersebut. Pasien sering
membeli alat lukis dan kemudian memberikannya pada murid yang ditemuinya sambil
mengatakan bahwa hasil karya pasienlah yang terhebat. Pada anamnesis lebih lanjut ditemukan
bahwa pasien sebelumnya bersedih selama kurang lebih 2 minggu karena ditinggalkan suami
bertugas ke luar kota. Diagnosis yang paling tepat ialah: B. Bipolar dengan episode kini
manic dengan gejala psikotik
Keywords:

tidak bisa tidur.


guru SD yang sedang menyusun acara melukis murid seminggu terakhir namun belum

selesai.(stress yang memicu)


Kepala sekolah menyuruh istirahat pasien mengomel, marah, merasa hanya dia yang

bisa menyelesaikan tugas


Sering membeli alat lukis dan memberikan pada murid yang ditemuinya sambil

mengatakan bahwa hasil karya pasienlah yang terhebat


Riwayat sebelumnya:bersedih selama 2 minggu karena ditinggalkan suami bertugas k
Episode depresi

Diagnosis:Bipolar tipe I (manik + episode depresi)


Terapi: Mood stabilizer (lithium)
3

194. Seorang wanita berusia 48 tahun mengeluh kembung dan mual. Pasien rutin minum obat anti
nyeri karena pasien memiliki sakit rematik. Pada pemeriksaan ditemukan nyeri tekan di
epigastrium. Diagnosisnya adalah: B. Dispepsia
Keyword:

kembung dan mual. rutin minum obat anti nyeri.


PF: nyeri tekan di epigastrium (+).
Page 147 of 152

Diagnosisnya adalah Dispepsia


Dyspepsia is defined as chronic or recurrent pain or discomfort centered in the upper abdomen.
Discomfort is defined as a subjective negative feeling that is nonpainful, and can incorporate a
variety of symptoms including early satiety or upper abdominal fullness.
Patients presenting with predominant or frequent (more than once a week) heartburn or acid
regurgitation should be considered to have gastroesophageal reflux disease (GERD) until
proven otherwise.
Am J Gastroenterol 2005;100:23242337)
195. Pasien laki-laki berusia 60 tahun datang dengan keluhan sesak disertai nyeri dada dan
berdebar-debar. Riwayat hipertensi lama (+). Hasil pemeriksaan fisik: pasien lemas, TD 150/70
mmHg, HR 155 kali/menit, RR 40 kali/menit. Berikut gambaran EKG pasien:

Apa tatalaksana yang tepat untuk pasien di atas? C. Kardioversi 100-200 joule

Page 148 of 152

TATALAKSANA VT

UNSTABEL VT --> CARDIOVERSI


LEBIH BAIK CARDIOVERSI BIFASIK 70 JOULE DIBANDING MONOFASIK 100200 JOULE

196. Anak perempuan berusia 15 tahun mengeluh pusing jika lama membacA. VODS 6/50.
Setelah dikoreksi S+2.50 visus menjadi 6/6. Dikoreksi dengan S+3.00 visus menjadi 6/6.
Dikoreksi dengan S+3.50 visus menjadi 6/7.5. Kelainan yang dikoreksi dengan S+2.50
merupakan: A. Hipermetropia absolut
Keywords:

Pusing jika lama membaca. VODS 6/50.


Dikoreksi S+2.50 visus 6/6
Page 149 of 152

Dikoreksi S+3.00 visus 6/6.


Dikoreksi dengan S+3.50 visus 6/7.5

Diagnosis kerja: Hipermetrofi


Kelainan yang dikoreksi dengan S+2.50 merupakan hipermetrofi absolut
Hipermetropia

= rabun dekat, gangguan kekuatan pembiasan mata dimana sinar sejajar jauh tidak

cukup dibiaskan sehingga titik fokusnya terletak di belakang retina


Dikenal dalam bentuk:
o Hipermetropia manifes: hipermetrop yang dapat dikoreksi dengan kacamata
positif maksimal yang memberikan tajam penglihatan normal, tidak ada
o

akomodasi sama sekali


Hipermetropia absolut: hipermetrop yang dikoreksi dengan kacamata positif
minimal yang memberikan tajam penglihatan normal, penderita memiliki

kemampuan akomodasi
Hipermetropia fakultatif: kelainan hipermetropia yang dapat diimbangi dengan
akomodasi atau dengan kacamata positif. Penderita yang hanya memiliki
hipermetropia fakultatif, penglihatannya normal walau tidak memakai
kacamata positif, namun apabila diberi kacamata positif, otot akomodasinya

dapat beristirahat.
Hipermetropia laten: hipermetropia yang didapat tanpa siklopegia yang dapat

diimbangi dengan akomodasi


Hipermetropia total: hipermetropia yang ukurannya didapatkan sesudah
pemberian siklopegia

Contoh Pasien Hipermetropia

Pasien usia 25 tahun, tajam penglihatan 6/20


o Dikoreksi dengan sferis +2.00 6/6
o Dikoreksi dengan sferis +2.50 6/6
o Diberikan siklopegia, dikoreksi +5.00 6/6
Maka pasien ini memiliki:
o Hipermetropia absolut sferis +2.00
o Hipermetropia manifes sferis +2.50
o Hipermetropia laten sferis +2.50-(+2.00) = +0.50
o Hipermetropia total sferis +5.00
o Hipermetropia fakultatif +5.00-(+2.5) = +2.50

197. Jenis rujukan yang dilakukan puskesmas ke rumah sakit karena dicurigai terdapat kelainan
jantung bawaan adalah? D. Rujukan vertikal

Page 150 of 152

198. Pasien wanita berusia 28 tahun datang dengan keluhan penurunan berat badan walaupun
makan banyak dan selalu berkeringat. Pada pemeriksaan didapatkan TD 130/80 mmHg, HR 112
kali/menit, RR 22 kali/menit, S 37,30C. Ditemukan benjolan difus di leher, bruit (+). Diagnosis
pasien tersebut adalah: B. Graves disease
Keyword:

penurunan berat badan, makan banyak, selalu berkeringat.


PF: TD 130/80 mmHg, HR 112 kali/menit, RR 22 kali/menit, S: 37,30C, terdapat
benjolan difus di leher, bruit (+).

Diagnosis pasien tersebut adalah: Graves disease


Graves disease

Klinis : Berat badan , nafsu makan , berdebar-debar, tremor, cemas, diare,

berkeringat, iritabel. Pada graves terdapat exophtalmus


Lab : TSH , FT4 , FT3
Tatalaksana : PTU, Methimazole. Pada ibu hamil trimester I harus dengan PTU. Selain
itu juga diberikan b-bloker (propranolol)

199. Seorang wanita 53 tahun mengeluhkan baal pada telapak tangan dan kaki sejak 6 bulan yang
lalu. Riwayat DM sudah 10 tahun dan tidak terkontrol. Tanda vital TD: 120/70, RR: 22x/menit,
T: 37O C. Tes neurologis ditemukan parestesi stock & gloves (+). Diagnosis yang mungkin
untuk kasus ini adalah: A. Polineuropati
Keywords:

Baal di telapak tangan dan kaki sejak 6 bulan yl


DM 10 tahun tidak terkontrol
Parestesi stock & gloves

polineuropati DM

Page 151 of 152

200. Seseorang umur 24 tahun kecelakaan lalu mengalami perdarahan aktif. Saat dilakukan
pemeriksaaan didapatkan kesadaran menurun, tekanan darah 60/palpasi, nadi 120x/menit, napas
32x/menit. Akral teraba dingin, berkeringat, pucat. Apa yang terjadi pada pasien? B.
Kehilangan volume darah lebih dari 30% volume darah efektif
Keywords: kesadaran menurun, tekanan darah 60/palpasi, nadi 120x/menit, napas 32x/menit,
Akral teraba dingin, berkeringat, pucat
Tanda-tanda klinis tersebut menunjukkan perdarahan kelas 3

Page 152 of 152