Anda di halaman 1dari 13

PTK Kewirausahaan

PENERAPAN GABUNGAN METODE CERAMAH DENGAN METODE SUMBANG SARAN


UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR KEWIRAUSAHAAN PADA SISWA
KELAS XI TEI TAHUN 2015 SMKN 2 DOMPU

DAFTAR ISI
Halaman Judul ..............................................................................................
Halaman Pengesahan .......................................................................................
Kata Pengantar .................................................................................................
Abstrak .............................................................................................................
Daftar Isi ..........................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN
A.Latar Belakang Masalah ...................................................
B.Rumusan Masalah ..............................................................
C.Tujuan Penelitian ...............................................................
D.Manfaat Penelitian ............................................................
E.Definisi Operasional Variabel Penelitian ..........................
F.Batasan Masalah ................................................................
BAB II KAJIAN PUSTAKA
A.Definisi Pembelajaran ............................................
B.Metode Ceramah ....................................................
C.Sumbang Saran (Brain-Storming) .........................
D.Hasil Belajar Kewirausahaan .................................
E.Materi Kewirausahaan ...........................................
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
A.Tempat, Waktu, dan Subyek Penelitian .............................
B.Rancangan Penelitian .......................................................
C.Instrumen Penelitian ........................................................
D.Metode Pengumpulan Data ................................................
E.Teknik Analisis Data .......................................................
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A.Analisis Item Butir Soal ....................................................
B.Analisi Data Penelitian Persiklus ......................................
C.Pembahasan .......................................................................
BAB V PENUTUP

A.Kesimpulan ........................................................................
B.Saran ..................................................................................
DAFTAR PUSTAKA .....................................................................................
BAB I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Kualitas pendidikan, sebagai salah satu pilar pengembangan sumber daya manusia
yang bermakna, sangat penting bagi pembangunan nasional. Bahkan dapat dikatakan
masa depan bangsa bergantung pada keberadaan pendidikan yang berkualitas yang
berlangsung di masa kini. Pendidikan yang berkualitas hanyaakan muncul dari sekolah
yang berkualitas. Oleh sebab itu, upaya peningkatan kualitas sekolah merupakan titik
sentral upaya menciptakan pendidikan yang berkualitas demi terciptanya tenaga kerja yang
berkualitas pula. Dengan kata lainupaya peningkatan kualitas sekolah adalah merupakan
tindakan yang tidak pernahterhenti, kapanpun, dimanapun dan dalam kondisi apapun. Dalam
upaya peningkatan kualitas sekolah, tenaga kependidikan yang
meliputi, tenaga pendidik, pengelola s atuan pendidikan, penilik, pengawas, pen
eliti, teknis sumber belajar, sangat diharapkan berperan sebagaimana mestinya dan sebagai
tenaga kependidikan yang berkualitas. Tenaga pendidik/guru
yang berkualitas adalah tenaga pendidik/guru ya ng s anggup, dan terampil dala
m melaksanakan tugasnya.Tugas utama guru adalah bertanggung jawab membantu anak didik
dalam
hal belaj ar. D alam pros es belajar mengajar, gurulah yang men ya mpaika
n
pelajaran, memecahkan mas alah-mas alah ya ng terjadi dalam kelas , membuat
evaluasi
belajar siswa, baik sebelum, sedang maupun sesudah pelajaran
berlangsung (Combs, 1984: 11-13).
U n t u k m e m a i n k a n p e r a n a n d a n melaksanakan tugas-tugas itu, seorang guru
diharapkan memiliki kemampuan profess ional yang tinggi.
D alam hubungan ini maka untuk mengenal siswa-siswanya dengan baik,
guru perlu memiliki kemampuan untuk melakukan diagnosis serta mengenal dengan baik caracara yang paling efektif untuk membantu siswa tumbuh sesuai dengan potensinya masingmasing. Proses pembelajaran yang dilakukan guru memang dibedakan keluasan cakupannya,
tetapi dalam konteks kegiatan belajar mengajar mempunyai
tugasyang sama. M aka tugas mengaj ar bukan han ya s ekedar menuangkan bahan
pelajaran, tetapi teaching is pr im arily and always the stim ulation of learner
(Wetherington, 1986: 131-136), dan mengajar tidak hanya dapat dinilai dengan hasil
penguasaan mata pelajaran, tetapi yang terpenting adalah
perkembangan pribadi anak, sekalipun mempelaj ari pelaj aran yang baik, akan m
emberikan pengala man membangkitkan bermacam-macam s ifat, s ikap dan
kes anggupan yang konstruktif. Dengan tercapainya tujuan dan kualitas pembelajaran,
maka dikatakan b a h w a g u r u t e l a h b e r h a s i l d a l a m m e n g a j a r .
K e b e r h a s i l a n k e g i a t a n b e l a j a r mengajar tentu saja diketahui setelah diadakan evalusi
dengan berbagai factor yang sesuai dengan rumusan beberapa tujuan pembelajaran. Sejauh mana
tingkat keberhasilan belajar mengaj ar, dapat dilihat dari da ya s erap anak

didik dan persentase keberhasilan anak didik dalam mencapai tujuan pembelajaran khusus.
J ika han ya tuj uh puluh li ma persen atau lebih dari jumlah anak didik
ya ng mengikuti proses belajar mengajar mencapai taraf keberhasilan kurang (di bawah taraf
mini mal), maka proses belajar mengajar berikutn ya hendakn ya
ditinj au kembali.S etiap akan mengaj ar, guru perlu membuat pers iapan mengaj ar
dalam rangka melaksanakan sebagian dari rencana bulanan dan rencana tahunan.
Dalam perisiapan itu sudah terkandung tentang, tujuan mengaj ar, pokok yang
akandiaj arkan, metode mengaj ar, bahan pelajaran, alat peraga dan teknik
evaluasi yang digunakan.
Karena itu setiap guru harus memahami benar tentang tujuan mengajar,
s ecara khus us memilih dan menentukan metode mengaj ar ses uai dengan
tujuan yang hendak dicapai, cara memilih, menentukan dan menggunakan alat peraga, cara
membuat tes dan menggunakannya, dan pengetahuan tentang alat-alat evaluasi.
S e m e n t a r a i t u t e k n o l o g i p e m b e l a j a r a n a d a l a h s a l a h s a t u d a r i a s p e k terse
but yang cenderung diabaikan oleh beberapa pelaku pendidikan, terutama bagi mereka
yang menganggap bahwa sumber daya manusia pendidikan, saranadan prasarana
pendidikanlah yang terpenting.
Padahal kalau dikaji lebih lanjut, setiap pembelajaran pada semua tingkat pendidikan baik
formal maupun nonformal apalagi tingkat Sekolah Dasar, haruslah b e r p u s a t p a d a
k e b u t u h a n perkembangan anak sebagai calon individu yang unik, sebagai makhluk sosial,
dan sebagai calon manusia seutuhnya. Hal tersebut dapat dicapai apabila dalam aktivitas belajar
mengajar, guru senantiasa memanfaatkan teknologi pembelajaran yang mengacu pada
metode pengaj aran dalam pen ya mpaian materi dan mudah dis erap peserta didik
atau siswa berbeda. K h u s u s n y a d a l a m p e m b e l a j a r a n K e w i r a u s a h a a n ,
a g a r s i s w a d a p a t memahami materi yang disampaikan guru dengan baik, maka proses
gabungan metode ceramah dengan metode sumbang saran, guru akan memulai
membuka pelaj aran dengan men ya mpaikan kata kunci, tuj uan yang ingin
dicapai, baru memaparkan isi dan diakhiri dengan memberikan soal-soal kepada siswa. D ari
latar belakang mas alah tersebut, maka peneliti merasa terdorong untuk melihat
pengaruh gabungan metode ceramah dengan metode
sumbang s a r a n t e r h a d a p p r e s t a s i b e l a j a r s i s w a d e n g a n m e n g a m b i l j u d u l
Penerapan Gabungan Metode Ceramah dengan Metode Sumbang Saran untuk Meningkatkan
Prestasi Belajar Kewirausahaan pada Siswa Kelas SMK Tahun Pelajaran
B. Rumusan Masalah
M erujuk pada uraian latar belakang di atas , dapat dikaji ada
beberapa permasalahan yang dirumuskan sebagai berikut:
1.Apakah gabungan metode ceramah dengan metode sumba
ng saran berpengaruh terhadap hasil belajar Kewirausahaan s
i s w a k e l a s .
2.Bagaimanakah pengaruh gabungan metode ceramah dengan metode sumbang saran
terhadap motivasi belajar siswa kelas ...
C. Tujuan Penelitian
B erdasar atas perumus an mas alaah di atas , maka tujuan dilaksanakan penelitian
ini adalah:

1.Ingin mengetahui peningkatan prestas i belajar siswa setelah diterapkann ya


gabungan metode ceramah dengan metode
s u m b a n g s a r a n p a d a s i s w a SMK tahun pelajaran .....
2.Ingin mengetahui pengaruh motivasi belajar siswa setelah diterapkan gabungan
metode ceramah dengan metode sumbang saran pada siswa kel
a s SMK tahun pelajaran .....
D. Hipotesis Tindakan
B erdasarkan pada permasalahan dalam penelitian tindakan ya ng berj udul ...
y a n g d i l a k u k a n o l e h p e n e l i t i , d a p a t dirumuskan hipotesis tindakan sebagai berikut:
"Jika Proses Belajar Mengajar Siswa Kelas .m e n g g u n
a k a n m e t o d e . d a l a m m e n y a m p a i k a n m a t e r i pembelaja
ran, maka dimungkinkan minat belajar dan hasil belajar siswa
kelas a k a n l e b i h b a i k d i b a n d i n g k a n d e n g a n p r o s e s b e l a j
a r mengajar yang dilakukan oleh guru sebelumnya".
E. Manfaat Penelitian
1. Hasil dan temuan penelitian ini dapat memberikan informasi tentang
gabungan metode ceramah dengan metode sumbang saran dala
m pembelajaran Kewirausahaan.
2. Guru-guru K ewiraus ahaan perlu me manfaatkan teknik gabungan metode
c e r a m a h d e n g a n m e t o d e s u m b a n g s a r a n u n t u k m e n i n g k a t k a n k u a l i t a s pem
belajaran, baik dalam hal kualitas proses maupun kualitas hasil
3. Memberikan tanggung jawab dan rasa keadilan bagi guru dalam hal
proses pembelajaran dengan tetap berpegang pada suatu pengertian bahwa
s isw a memerlukan perhatian guru.
F. Definisi Operasional Variabel Penelitian
1. Metode Ceramah adalah:
Cara penyampaian bahan pelajaran dengan komunikasi lisan yang digunakanuntuk
menyampaikan pelajaran yang sesuai dengan rumusan metode belajar mengajar.
2. Metode Sumbang Saran adalah :
Suatu teknik atau cara mengajar yang dilaksanakan oleh guru di dalam kelas. Ialah dengan
melontarkan suatu masalah ke kelas oleh guru, kemudian siswa
menjawab atau men yatakan pendapat, atau komentar s ehingga mungkin masalah
tersebut berkembang menjadi masalah baru, atau dapat diartikan pula sebagai cara
untuk mendapatkan banyak ide dari sekelompok manusia dalamwaktu yang sangat
singkat.
3. Hasil Belajar Kewirausahaan, adalah:
Hasil yang diperoleh siswa setelah mengerjakan soal atau tes dari guru setelah proses mengajar
berlangsung dalam satu pokok bahasan selesai.
G. Batasan Masalah
Karena keterbatasan waktu, maka diperlukan pembatasan masalah yang meliputi:
1. Penelitian ini hanya dikenakan pada siswa kelas SMK

2.Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September.. semester


g a n j i l t a h u n pelajaran .....
3.Materi yang disampaikan adalah pokok bahasan ..
BAB II. KAJIAN PUSTAKA
A. Definisi Pembelajaran
Pembelajaran adalah proses, cara, menjadikan orang atau makhluk hidup belajar.
Sedangkan belajar adalah berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu, berubah tingka
laku atau tanggapan yang disebabkan oleh pengalaman. (KBBI, 1996: 14).
Sependapat dengan pernyataan tersebut Sutomo (1993: 68
) mengemukakan bahw a pembelaj aran adalah pros es pengelolaan lingkungan
seseorang yang dengan sengaja dilakukan sehingga memungkinkan dia belajar untuk
melakukan atau mempertunjukkan tingkah laku tertentu pula. Sedangkan belajar
adalah suatu peoses ya ng men yebabkan perubahan tingkah laku ya ng bukan
disebabkan oleh proses pertumbuhan yang bersifat fisik, tetapi perubahandalam
kebiasaan, kecakapan, bertambah, berkembang daya pikir, sikap dan lain-lain.
(Soetomo, 1993: 120). Jadi pembelajaran adalah proses yang disengaja yang menyebabkan
siswa belajar pada suatu lingkungan belajar untuk melakukan kegiatan pada
s ituasi tertentu
B. Metode Ceramah
1. PengertianMetode ceramah terkadang disebut sebagai metode kuliah, dapat
jugadisebut metode deskripsi. Sesuai dengan namanya, berceramah dipergunakansebagai metode
mengajar.Sedangkan menurut Hasibuan dan Mudjiono (1981), metode ceramahadalah
cara penyampain bahan pelajaran dengan komunikasi lisan.Jadi metode ceramah adalah
metode belaj ar ya ng digunakan untuk m e n y a m p a i k a n p e l a j a r a n
y a n g s e s u a i d e n g a n r u m u s a n m e t o d e b e l a j a r mengajar. Penggunaan metode
ceramah secara terus menerus dalam proses belajar kurang tepat karena dapat menimbulkan
kejenuhan pada
siswa.Gambaran pengajaran dengan pendekatan ceramah adalah s ebagai berikut;
guru mendominas i kegiatan belaj ar mengaj ar, definisi dan rumus diberikannya,
contoh-contoh soal diberikan dan dekerjakan sendiri oleh guru, langkah-langkah guru diikuti
dengan teliti oleh siswa.
2. Kebaikan Metode Ceramah
a.Dapat menamung kelas besar dan tidap siswa mempunyai kesempatan
yang sama untuk mendengarkan. Oleh karenanya biaya yang diperluan lebih murah.
b.Bahan pelajaran dapat diberikan secara urut, ide atau konsep da
p a t direncanakan dengan baik.
c.G uru dapat menekankan hal-hal yang penting, sehingga waktu dan
energi dapat digunakan sehemat mungkin.
d.Isi silabus dapat dilakukan menurut jadwal, karena guru tidak harusm
enyesuaikan dengan kecepatan belajar siswa.
e.Kekurangan atau tidak adanya buku pelajaran
d a n a l a t b a n t u p e l a j a r a n tidak menghambat jalanya pelajaran.

3. Kelemahan Metode Ceramah


a.Pelajaran berjalan membosankan siswa karena mereka tidak dibe
r i kesempatan untuk menemukan sendiri konsep yang diajarkan.
b.Siswa menjadi pasih hanya aktif membuat catatan saja.
c.Kepadatan konsep-konsep yang diajarkan dapat berakibat siswa tidak
mampu menguasai bahan yang diajarkan.
d.Pengetahuan yang diperoleh melalui ceramah lebih cepat terlupakan.
e.C eramah men yebabkan s istem belajar siswa menjadi belaj ar menghafal dan
tidak mengacu pada timbulnya pengertian.
4. Peranan Siswa dalam Metode Ceramah
Walaupun dalam metode ini, seluruh kegiatan didominasi oleh guru, siswa juga berperan
dalam metode ceramah yaitu;
a.M engadakan interpretasi terhadap keterangan guru.
b.Mendengarkan dan memperhatikan dengan baik keterangan guru.
c.Mengadakan asimilasi, apabila tidak ada interpertasi yang benar.
d.Mengadakan pencatatan yang diperlukan.
5. Peranan Guru Dalam Metode Ceramah
Dalam metode ceramah, peran utama adalah guru.
Karena pelaksanaan metode ceramah merupakan komunikasi satu arah, dalam arti guru
mendominasi seluruh kegiatan belajar mengajar. Berhasil tidaknya metode ceramah
tergantung sebagian besar pada guru. Oleh karena itu ada beberapa hal yang harus
diperhatikan oleh guru.
a.S atuan bahan pelaj aran apa ya ng dis ajikan pada s isw a.
b.Bagaimana menyajikan satuan bahan pelajaran tersebut.c.A lat-alat apa yang
digunakan oleh guru ters ebut.
6. Sepuluh Saran Untuk Mengefektifkan Pengajaran Dengan Ceramah.
Berceramah merupakan salah satu dari metode pengajaran yang paling lama
digunakan, namun apakah metode semacam ini memiliki tempat dalam lingkungan
belajar aktif? Karema terlalu sering digunakan, metode ceramah tidak akan
mengantarkan pada pembelajaran, namun ada kalanya cara ini bias efektif. Agar bisa efektif,
guru harus terlebih dahulu membangkitkan
minat,memaksi malkan pemaha man dan pengingatan, melibatkan sis wa s elama p
enceramahan, dan menekankan kembali apa yang telah disajikan. Berikut adalah
sejumlah pilihan untuk melakukan hal itu.
a. Membangkitkan Minat
-Paparkan kisah atau ta yangan menarik:
S ajikan anekdot yang relevan, kisah fiksi, kartun, atau gambar grafis yang bisa
menarik perhatian siswa terhadap apa yang akan anda ajaran.
-Ajuan soal cerita:
Ajukan soal yang nantin ya akan menjadikan saj ian dalam ceramah pengajaran.

-Pertanyaan penguji:
A j u k a n p e r t a n y a a n k e p a d a s i s w a ( s e k a l i p u n mereka baru sedikit memiliki
pengetahuan tentang mata pelajaran) agar mereka termotivasi untuk mendengarkan
ceramah dalam rangka mendapatkan jawabannya.
b. Memaksimalkan Pemahaman dan Pengingatan
-Headline/kepala berita:
S u s u n l a h k e m b a l i p o i n - p o i n u t a m a d a l a m ceramah menj adi kata-kata
kunci yang berfungs i sebagai sub judul verbal atau bantuan mengingat.
-Contoh dan analogi:
B e r i k a n g a m b a r a n n y a t a t e n t a n g g a g a s a n d a l a m perencanaan dan, jika
memungkinkan, buatlah perbandingan antara materi dengan pengetahuan dan pengalaman
yang siswa miliki.
-Cadangan visual:
G u n a k a n g r a f i k l i p a t , t r a n s p a r a n s i , b u k u p e g a n g a n dan peraga yang
memungkinkan siswa melihat dan mendengar apa yang guru katakan.
c. Melibatkan Siswa Perceramahan
-Tantangan kecil:
L a k u k a n i n t e r u p s i c e r a m a h s e c a r a b e r k a l a d a n tantanglah siswa untuk
memberikan contoh tentang konsep-konsep yang telah disajikan selama ini atau untuk
menjawab pertanyaan kuisringan.
-Latihan yang memperjelas:
S e l a m a m e n y a j i k a n m a t e r i s e l i n g i l a h dengan kegiatan yang memperjelas hal-hal
yang disampaikan.
d. Memperkuat Apa yang Telah Disampaikan
-Soal penerangan:
Ajukan masalah atau pertanyaan untuk dipecahkan
oleh siswa berdasarkan
informasi yang disampaikan selama
pengajaran.
-Tinjauan siswa:
P e r i n t a h k a n s i s w a u n t u k m e n i n j a u t e s d a r i penyampaian pelajara
n kepada sesama siswa, atau berilah mereka tes penilaian diri.
C. Sumbang Saran (Brain-Storming)
Brain Storming adalah suatu teknik atau cara mengajar yang dilaksanakan oleh guru di dalam
kelas. Ialah dengan melontarkan suatu masalah ke kelas oleh guru, kemudian siswa
menjawab atau menyatakan pendapat, atau komentar s ehingga mungkin masalah
tersebut berkembang menjadi masalah baru, atau dapat diartikan pula sebagai cara
untuk mendapatkan banyak ide dari sekelompok manusia dalam waktu yang sangat singkat.
Tujuan penggunaan teknik ini ialah untuk menguras habis apa yang
dipikirkan para siswa dalam menanggapi masalah yang dilontarakan guru ke kelas
tersebut.Dalam pelaksanaan metode ini tugas guru adalah memberikan masalah yang
mampu merangsang pikiran siswa, sehingga mereka menanggapi, dan guru tidak boleh

mengomentari bahwa pendapat siswa itu benar/salah, juga tidak perlu komentar atau evaluasi.
Murid bertugas menanggapi masalah dengan mengemukakan pendapat, komentar atau
bertanya, atau mengemukakan masalah batu, mereka belajar danmelatih merumuskan
pendapatnya dengan bahasa dan kalimat yang baik. Siswa
yang kurang aktif perlu dipancing dengan pertanyaan dari guru agar tur
u t berpartisipasi aktif, dan berani mengemukakan pendapatnya.Teknik brain storming digunakan
karena memiliki banyak keunggulan seperti:
Anak-anak aktif berfikir untuk menyatakan pendapat.
Melatih siswa untuk selalu siap berpendapat yang berhubungan dengan masalah yang diberikan
oleh guru.
Meningkatkan partisipasi siswa dalam menerima pelajaran.
Siswa yang kurang aktif mendapat bantuan dari temannya yang pandai atau dari guru.
Terjadi persaingan yang sehat.
Anak merasa bebas dan gembira.
Suasana demokrasi dan disiplin dapat ditumbuhkan.
Dan yang perlu diatasi ialah :
Guru kurang member waktu yang cukup kepada siswa untuk berpikir dengan baik.
Anak yang kurang selalu ketinggalan.
Kadang-kadang pembicaraan hanya dimonopoli oleh anak yang pandai saja.
Guru hanya menampung pendapat, tidak pernah merumuskan kesimpulan.
Siswa tidak segera tahu apakah pendapatnya itu betul/salah.
Tidak menjamin hasil pemecahan masalah.
D. Hasil Belajar Kewirausahaan
Di dalam istilah hasil belajar, terdapat dua unsur di dalamnya, yaitu unsur hasil dan
unsur belajar. Hasil merupakan suatu hasil yang telah dicapai pembelajar dalam kegiatan
belajarnya (dari y a n g t e l a h d i l a k u k a n , d i k e r j a k a n , d a n s ebagain ya),
s ebagaimana dijelaskan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, ( 1 9 9 5 : 7 8 7 ) .
Dari pengertian ini, maka hasil belajar adalah penguasaan
p e n g e t a h u a n n a t a u k e t e r a m p i l a n y a n g d i - kembangkan oleh mata pelajaran,
lajimnya ditunjukkan dengan nilai tes atau angka nilai yang diberikan oleh guru.Belajar itu
sebagai suatu proses perubahan tingkah laku, atau memaknai sesuatu yang diperoleh.
Akan tetapi apabila kita bicara tentang hasil belajar, makahal itu merupakan hasil yang telah
dicapai oleh si pebelajar.Istilah hasil belajar mempunyai hubungan yang erat kaitannya dengan
prestasi belajar. Sesungguhnya sangat sulit untuk membedakan pengertian prestasi belajar
dengan hasil belajar.
Ada ya ng berpendapat bahw a pengertian hasil belajar dianggap s ama dengan
pengertian prestas i belaj ar. Akan tetapi lebih dahulu sebaiknya kita simak
pendapat yang mengatakan bahwa hasil belajar berbeda secara prinsipil dengan
pres tasi belajar. Has il belaj ar
menunj ukkan kualitas j a n g k a w a k t u y a n g l e b i h p a n j a n g , m i s a l n y a s a t u c a
w u , s a t u s e m e s t e r d a n sebagainya. Sedangkan prestasi belajar menunjukkan kualitas
yang lebih pendek, misalnya satu pokok bahasan, satu kali ulangan harian dan sebagainya.
N awawi (1981: 100) mengemukakan pengertian has il adalah s ebagai berikut:

Keberhasilan murid dalam mempelajari materi pelajaran di sekolah yang dinyatakan dalam
bentuk nilai a t a u s k o r d a r i h a s i l t e s m e n g e n a i s e j u m l a h pelajaran tertentu.
Pendapat lain dikemukakan oleh Sadly (1977: 904), yang memberikan
penjelasan tentang hasil belajar sebagai berikut, Hasil yang dicapai oleh tenaga atau
daya kerja seseorang dalam waktu tertentu, sedangkan Marimba (1978: 143)
mengatakan bahwa has il adalah kema mpuan seseorang atau kelompok yang
secara langsung dapat diukur.Menurut Nawawi (1981: 127), berdasarkan tujuannya, hasil
belajar dibagimenjadi tiga macam, yaitu:
a. Hasil belajar yang berupa kemampuan keterampilan atau kecakapan di dalam melakukan
atau mengerjakan suatu tugas, termasuk didalamnya keterampilan menggunakan alat.
b. Hasil belajar yang berupa kemampuan penguasaan ilmu pengetahuan tentang apa yang
dikerjakan.
c. Hasil belajar yang berupa perubahan sikap dan tingkah laku.
E. Materi Kewirausahaan
Pada saat ini sedikit perhatian yang ditujukan pada pembelajaran
Kewira-usahaan dengan mengembangkan model-model yang sistematis.
P e b e l a j a r a n dengan ceramah dan Tanya jawab merupakan strategi yang paling
sering
digunakan dalam pembelajaran K ewiraus ahaan. Guru mendo minasi pembicaraan
dan buku-buku konvensional masih merupakan sumber belajar yang primer. Dengan cara yang
seperti ini tidak mengherankan kalau siswa cenderung secara umum apatis terhadap gejala
social. K a r e n a y a n g d i t e m u k a n d a l a m pembelajaran K ewiraus ahaan han ya
fakta-fakta dan bukan ide-ide (Armento: 1986) sebagai mana dikutip Karwono (1993:
61)
S ebagian besar penelitian tentang pembelajaran K ewiraus ahaan telah mengkaji
hubungan antara teknik-teknik pembelajaran dan pengaruhnya terhadap hasil belajar siswa.
Penelitian banyak dilakukan untuk menjelaskan hubunganhubungan ya ng s tabil antara fenomena-fenomena pembelajaran ya ng dipilih.
Penelitian pada variabel pembelajaran cenderung untuk menggambarkan
perhatian umum di bidang teknik penyelidikan inovatif dan reflektif. Topik-topik yang lain
menggambarkan refleksi sifat dari pembelajaran Kewirausahaan dan kurangnya
konsensus pada definisi y a n g j e l a s d a r i t u j u a n K e w i r a u s a h a a n . Perilaku siswa
dianggap sebagai hasil pembelajaran.
BAB III. METODOLOGI PENELITIAN
P e n e l i t i a n i n i m e r u p a k a n p e n e l i t i a n t i n d a k a n ( action res earch) , k a r e n a pe
nelitian dilakukan untuk memecahkan masalah pembelajaran di kelas. Penelitian ini
juga ter mas uk penelitian des kriptif, s ebab menggambarkan bagaimana suatu tekn
ik pembelajaran diterapkan dan bagaimana hasil yang diinginkan dapat dicapai.
Menurut Oja dan Sumarjan (dalam Titik Sugiarti, 1997: 8) mengelompokkan penelitian tindakan
menjadi
empat maca m yaitu,
(a) guru s ebagai peneliti;
(b) penelitian tindakan kolaboratif;

(c) simultan terintegratif;


(d) administrasi social eksperimental.
Dalam penelitian tindakan ini menggunakan bentuk guru sebagai peneliti, penanggung
jawab penuh penelitian ini adalah guru. Tujuan utama dari penelitiantindakan ini
adalah untuk meningkatkan hasil pembelajaran di kelas dimana guru secara penuh terlibat
dalam penelitian mulai dari perencanaan, tindakan, pengamatan,dan refleksi.
Dalam penelitian ini peneliti tidak bekerjasama dengan siapapun, kehadiran peneliti
s ebagai guru di kelas sebagai pengaj ar tetap dan dilakukan seperti
biasa, sehingga siswa tidak tahu kalau diteliti. Dengan cara ini diharapkan didapatkan
datayang seobjektif mungkin demi kevalidan data yang diperlukan.
A. Tempat, Waktu dan Subyek Penelitian
1. Tempat Penelitian
Tempat penelitian adalah te mpat yang digunakan dalam melakukan penelitian
untuk memperoleh data yang diinginkan. Penelitian ini bertempat di .
2. Waktu Penelitian
Waktu penelitian adalah waktu berlangsungnya penelitian atau
saat p e n e l i t i a n i n i d i l a n g s u n g k a n . P e n e l i t i a n i n i d i l a k s a n a k a n p a d a b u l a
n September semester ganjil .....
3. Subyek Penelitian
Subyek penelitian adalah siswa-siswi kelas .. SMK .. pada pokok bahasan ..
B. Rancangan Penelitian
Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Menurut T i m
Pelatih Proyek PGSM, PTK adalah suatu bentuk kajian yang bersifat
reflektif oleh pelaku tindakan yang dilakukan untuk meningkatkan kemantapan
rasional dari
tindakan mereka dalam melaks anakan tugas , me mperdalam pemahaman terhadap
tindakan-tindakan yang dilakukan itu, serta memperbaikikondisi dimana
praktek pembelajaran tersebut dilakukan (dalam Mukhlis, 2000:3). Sedangkah menurut
Mukhlis (2000: 5) PTK adalah suatu bentuk kajian yang bersifat sistematis reflektif oleh
pelaku tindakan untuk memperbaiki kondisi pembelajaran yang dilakukan.Adapun tujuan utama
dari PTK adalah untuk memperbaiki/meningkatkan praktek pembelajaran secara
berkesinambungan, sedangkan tujuan penyertaannya adalah menumbuhkan budaya meneliti di
kalangan guru (Mukhlis, 2000: 5). Sesuai dengan jenis penelitian yang dipilih, yaitu
penelitian tindakan,maka penelitian ini menggunakan model penelitian tindakan dari
Kemmis danTaggart (dalam Sugiarti, 1997: 6), yaitu berbentuk spiral dari siklus yang satu
kes i k l u s y a n g b e r i k u t n y a . S e t i a p s i k l u s m e l i p u t i
planning (rencana), action (tindakan), observation (pengamatan), dan reflection (refleksi).
Langkah pada siklus berikutnya adalah perncanaan yang sudah direvisi, tindakan,
pengamatan,dan refleksi. Sebelum masuk pada siklus 1 dilakukan tindakan pendahuluan yang
berupa identifikas i permas alahan. Siklus spiral dari tahaptahap penelitian tindakan kelas dapat dilihat pada gambar berikut :
..

1.Rancangan/rencana awal, sebelum mengadakan penelitian peneliti menyusun


rumusan masalah, tujuan dan membuat rencana tindakan, termasuk di
dalamnya instrumen penelitian dan perangkat pembelajaran.
2.Kegiatan dan pengamatan, meliputi tindakan yang dilakukan oleh
peneliti sebagai upaya membangun pemahaman konsep siswa serta mengamati
hasilatau dampak dari diterapkann ya metode pe mbelaj aran model
gabungan ceramah dan sumbang saran.
3.Refleksi, peneliti mengkaji, melihat dan mempertimbangkan hasil atau
d a m p a k dari tindakan yang dilakukan berdasarkan lembar pengamatan yang diisi oleh
pengamat.
4.R ancangan/rencana yang direvisi, berdasarkan hasil refleksi dari
penga mat membuat rancangan yang direvisi untuk dilaksanakan pada siklus berikutnya.
Observasi dibagi dalam tiga putaran, yaitu putaran 1, 2 dan 3, dimanamasing putaran dikenai
perlakuan yang sama (alur kegiatan yang sama) danmembahas satu sub pokok bahasan yang
diakhiri dengan tes formatif di akhir masing putaran. Dibuat dalam tiga putaran dimaksudkan
untuk memperbaikisistem pengajaran yang telah dilaksanakan.
C. Instrumen Penelitian
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari:
1. Silabus
Yai t u s e p e r a n g k a t r e n c a n a d a n p e n g a t u r a n t e n t a n g k e g i a t a n
pembelajaran pengelolahan kelas, serta penilaian hasil belajar.
2.Rencana Pelajaran (RP)
Yaitu merupakan perangkat pembelaj aran yang digunakan sebagai pedoman
guru dalam mengajar dan dis usun untuk tiap putaran. Masing- masing RP berisi
kompetensi dasar, indikator pencapaian hasil belajar, tujuan pembelajaran khusus, dan kegiatan
belajar mengajar.
3. Lembar Kegiatan Siswa
Lembar kegiatan ini yang dipergunakan siswa untuk membantu proses pengumpulan data hasil
kegiatan proses belajar mengajar.
4. Tes formatif
Tes ini disusun berdasarkan tujuan pembelajaran yang akan dicapai,
digunakan untuk mengukur kema mpuan pemaha man kewiraus ahaan pada materi
men yusun propos al usaha. Tes formatif ini diberikan setiap
akhir p u t a r a n . B e n t u k s o a l y a n g d i b e r i k a n a d a l a h p i l i h a n g u r u ( o b j
e k t i f ) . Sebelumnya soal-soal ini berjumlah 46 soal yang telah diujicoba,
kemudian penulis mengadakan analis is butir soal tes yang telah diuj i validitas
dan reliabilitas pada tiap soal. Analisis ini digunakan untuk memilih soal
yang baik dan memenuhi s yarat digunakan untuk mengambil data. Langkahlangkah analisi butir soal adalah sebagai berikut :
a.Validitas
T e s V a l i d i t a s b u t i r s o a l a t a u v a l i d i t a s i t e m d i g u n a k a n u n t u k menget
ahui tingkat kevalidan masing-masing butir soal. Sehingga dapat ditentukan butir soal
yang gagal dan yang diterima. Tingkat kevalidan inidapat dihitung dengan korelasi Product
Moment:

b.Reliabilitas
Reliabilitas butir soal dalam penelitian ini menggunakan rumus belah dua sebagai
berikut:
c.Taraf Kesukaran
B ilangan yang menunj ukkan sukar dan mudahn ya suatu soal adalah indeks
kesukaran. Rumus yang digunakan untuk menentukan taraf kesukaran adalah: ..
D e n g a n :
P : I n d e k s k e s u k a r a n
B : banyak siswa yang menjawab soal dengan benar
Js: Jumlah seluruh siswa peserta tes
Kriteria untuk menentukan indeks kesukaran soal adalah sebagai berikut:
-Soal dengan P = 0,000 sampai 0,300 adalah sukar
-Soal dengan P = 0,301 sampai 0,700 adalah sedang
-Soal dengan P = 0,701 sampai 1,000 adalah mudah

d.Daya Pembeda
D a y a p e m b e d a s o a l a d a l a h k e m a m p u a n s u a t u s o a l u n t u k membedakan
antara siswa yang berkemampuan tinggi dengan siswa yang berkemampuan
rendah. A n g k a y a n g m e n u n j u k k a n b e s a r n y a d a y a pembeda disebut indeks dis
kriminasi. Rumus ya ng digunakan untuk menghitung indeks diskriminasi adalah
sebagai berikut:
..
Dimana:
D : Indeks diskriminasi
A: Banyak peserta kelompok atas yang menjawab dengan benar
BB: Banyak peserta kelompok bawah yang menjawab dengan benar
JA : Jumlah peserta kelompok atas
JB: Jumlah peserta kelompok bawah
Proporsi peserta kelompok bawah yang menjawab benar
Kriteria yang digunakan untuk menentukan daya pembeda butir soal sebagai berikut:
-Soal dengan D = 0,000 sampai 0,200 adalah jelek
-Soal dengan D = 0,201 sampai 0,400 adalah cukup
-Soal dengan D = 0,401 sampai 0,700 adalah baik
-Soal dengan D = 0,701 s ampai 1,000 adalah s angat baik
D. Metode Pengumpulan Data
Data-data yang diperlukan dalam penelitian ini diperoleh
m e l a l u i observasi pengolahan belajar aktif, dan tes formatif.
E. Teknik Analisis Data
Untuk mengetahui keefektivan suatu metode dalam kegiatan pembelajaran perlu diadakan
analisa data. Pada penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif, yaitu

suatu metode penelitian yang bersifat menggambarkanken yataan atau fakta s esuai
dengan data yang diperoleh dengan tuj uan untuk mengetahui prestasi belajar yang
dicapai siswa juga untuk memperoleh respon siswa terhadap kegiatan pembelajaran
serta aktivitas siswa s e l a m a p r o s e s pembelajaran. Untuk menganalisis tingkat
keberhasilan atau perentase keberhasilan siswa setelah proses belajar mengajar setiap
putarannya dilakukan dengan cara memberikan evaluasi berupa soal tes tertulis pada setiap
akhir putaran. Analisis ini dihitung dengan menggunakan statistik sederhana yaitu :
1.Untuk menilai ulangan atau tes formatif
P eneliti melakukan penjumlahan nilai ya ng diperoleh s isw a, ya ng selanjutnya
dibagi dengan jumlah siswa yang ada di kelas tersebut sehingga diperoleh rata-rata tes
formatif dapat dirumuskan :

Dengan :
X = Nilai rata-rata
X = Jumlah semua nilai siswa
N= Jumlah siswa
2. Untuk ketuntasan belajar
Ada dua kategori ketuntas an belaj ar ya itu s ecara perorangan dan
secara klasikal.
B e r d a s a r k a n p e t u n j u k p e l a k s a n a a n b e l a j a r m e n g a j a r kurikulum 1994
(Depdikbud, 1994), yaitu seorang siswa telah tuntas belajar bila telah mencapai skor
65% atau nilai 65, dan kelas disebut tuntas belajar bila di kelas tersebut terdapat 85%
yang telah mencapai daya serap lebih dariatau s ama dengan 65%. Untuk menghitung
persentase ketuntasan belaj ar digunakan rumus sebagai berikut:
P = siswa yang tuntas belajar x 100 %
siswa