Anda di halaman 1dari 6

Marcellus Simadibrata K

PENDAHULUAN

pemasangan stent bilier/pankreas waktu ERCP" dilatasi


stenosis saluran cerna dll.

DEFINISI
Endoskop yaitu suatu alat yang digunakan untuk
memeriksa organ di dalam tubuh manusia visual dengan
cara mengintip dengan alat tersebut (rigid/fiber - skop)
atau langsung melihat pada layar monitor (skop Evis),
sehingga kelainan yang ada pada organ tersebut dapat
dilihat dengan jelas.
Pemeriksaan endokopi adalah pemeriksaan penunjang
yang memakai alat endoskop untuk m en diagnosis
kelainan-kelainan organ di dalam tubuh antara lain saluran
cema, saluran kemih, rongga mulut . rongga abdomen,
dan lain-lain.
Esofagoskopi yaitu pemeriksaan endoskopi untuk
mendiagnosis kelainan di esofagus. Gastroskopi yaitu
pemeriksaan endoskopi untuk mendiagnosis kelainan di
gaster/lambung. Duodenoskopi y aitu pemeriksaan
endoskopi untuk mendiagnosis kelainan di duodenum.
Enteroskopi yaitu pemer iksaan endoskopi untuk
mendiagnosis kelainan di usus halus. Kolonoskopi yaitu
pemeriksaan endoskopi untuk mendiagnosis kelainan di
kolon/usus besar. Endoskopi kapsul yaitu pemeriksaan
endoskopi menggunakan endoskop bentuk kapsul untuk
mendiagnosis kelainan di usus halus.

JENIS ENDOSKOPI

Endoskopi kaku ( rigidscope)


Endoskopi lentur (fiberscope)

468

Video endoscope (Evis scope)


Endoskop kapsul (capsule endoscope)

SEJARAH ILMU ENDOSKOPI SALURAN CERNA

Sejarah di Luar Negeri


Periode I, yaitu periode endoskop kaku atau straight
rigid tubes, antara tahun 1795-1932.
Periode II, yaitu periode setengah lentur atau
semiflexible tube endoscopy, antara tahun 1932-1958.
Periode III, yaitu periode endoskop lentur atauflexible
endoscope, yang diawali pada tahun 1958. Sejak tahun
itu perkembangan endoskopi maupun gastroenterologi
terasa sekali sangat pesat.
Periode I : yaitu periode endoskop kaku diawali sarjana
Bozzini tahun 1795. Waktu itu endoskop digunakan utnuk
memeriksa rectum dan uterus. Sarjana tersebut membuat
suatu alat dari logam dengan diberi penyinaran lilin. Sinar
dari lilin, diganti dengan penyinaran lampu yang memakai
alkohol pada tahun 1853. Tahun 1868 Kusmaull pertama kali
membuat gastroskopi dari logam yang dilengkapi lampu dan
kaca yang memantulkan cahaya (straight rigid gastroscope). Lalu gastroskop tersebut disempumakan oleh
Mikulicz pada tahun 1881, dengna mebuat lekukan di
ujungnya sebesar 30 derajat, sehingga dapat digunakan
untuk memeriksa isi lambung lebih sempurna dan disebut
rigid elbowed gastroscope. Perkembangan tidak hanya
mengenai bentuk endoskop saja, tetapi penyinarannya. Pada
tahun 1906 penyinaran memakai listrik. Rosenheim
memelopori pertama kali menggunakan lampu listrik untuk
iluminasi gastroskop. Bevan pada tahun 1868 pertama kali
menggunakan endoskopi untuk mengambil benda-benda
asing ~ untuk melihat kelainan di esofagus. Alat endoskop
yang d1gunakan untuk memeriksa rectum dan sigmoid
pertama kali dikembangka11 oelh Tuttle tahun 1902.
Peritoneoskopi pertama kali dikembangkan oleh Ott tahun
190.1, dan disebut celioscopy. Ia menggunakan speculum
:~gma ke dalam rongga perut melalui insisi. Cara memeriksa
1s1 rongga perut diikuti oleh Kelling pada tahun yang sama
dengan menggunakan sistoskop.
Per~ode .11 : pada periode ini Schindler W membuat

sem1flex1ble .gastroscope pertama kali tahun 1932 . Al at


~ersebut sem1lentur dan mempunyai lensa ganda dengan
Jarak. sangat
pendek.
Pada
tahun
1939
Henni'ng
m
b
.
,
em uat
mo~1fikas.1 lensanya, dan bagian yang kaku dibuat Jebih
kec1l, seh1ngga memudahkan pemeriksaan Eder p a1mer
pada tahun 1941 membuat gastroskop de ngan d.1ameter 9
mm. Pada tahun 1948 Benedict membuat
t
k
d"l
k .d
gas ros op yang
I eng ap1 engan alat biopsi. Yang melakuk
pertama kali adalah Henning den an
a~ pemotretan
Shindler dan film hitam fh gT memaka1 gastroskop
pemotretan dengan film b pu I . ahun 1948 dilakukan
eiwarna oleb Henning & Keilh ack,

Segal & Watkins. Tahun 1950 Uji memnuat


.
fi
I
gastrok
dengan menggunak a11 micro 1 m yang dapat di arner
kedalam gastroskop.
lllastikkar

Periode Ill : periode ini dipelopori oleh Hirsch .


.
.
o~
a l er.
buatan ACMI. Berkas-bwerkas cahaya yang terdapat C-OfJe
alat tersebut dipantulkan oleh fiberglass dengan d" Pada

s. engan
ditemukannya gastroduodenalfibe1"scope Hirschow "

pemakaiannya lebih mudah dan lebih aman. PadaKonerena


Ashinawa yang me~ggunakan mikrofilm berwarna ~~
gastrokamera. Kemud1an Olympus Co dari Jepang rnembUa!
gastrokamera yang digabung dalam fiberscope, yangdisenm
GTF ( 1962), dan kemudian mengalami perbaikan dan disebut
GTFA (1965). Sejak tahun 1970 di Jepang telah dapa!
dilakukan pemeriksaan endoskopi di TV (Television
Endoscopy), dengan maksud mempermudha pendidikan.
Sejak tahun 1963 oleh ACMJ dibuat sigmoidosopi serat optik
dengan panjang 50-60 cm untuk memeriksa sampai kolon
transversum dan kolonoskop serat optik yang panjangnya
185 cm untuk 1nemeriksa daerah sekum. Alat ini
diperkenalkan pertama kali tahun 1968.
Peritoneoskop mengalami banyak perubaha11 setelah
ditemukannya endoskop serat optik. Pada waktu 5th Asian
Pasific Congress of Gastroenterology di Singapura 96
telah dilaporkan dan dipamerkan Iaparaskop kecil buatan
Olympus yang dapat digunakan untuk merneriksa pasien
dibangsal.
Perkembangan lebih Ianjut, telah dilaporkan
penggunaan video-endoskop pada tahun 1984. }an:

Alat
pr1ns1pnya berbeda dengan fiberoptic endoscope.
. .
.
. tuk
1n1 menggunakan teknologi mikroelektron1k 1naJU un
menghasilkan endoskopik video-image yang besar dllll
mempunyai resolusi tinggi pada n1onitor televisi. Jnzo~
d

b berap!
ini apat d1rekam dan dilihat serentak oleh e
t
.
oarnatan
empat, tanpa keh1langan ketajaman karena pen
imag
p
d
.
.
.
d
no
pentlll:
0
. e a a s1stem 1n1 ada 3 komponen asar ya
,~de<l
yaitu, endoskop mikroelektronik video-prosesor dall .:i.

'
rat opUJ"
monitor. Keuntungan alat ini tidak menggunakan se dengan
yang secara alamiah dapat memburuk, sesuat
umurnya.
oen
.
d
d'
}uar
neo
1
T in akan terapeutik banyak dilakukan
rnPI
I . d .
k}erote
mu a1 ar1 pengambilan benda asing, s
ta~er
(T

koion
1
p0Jipepto1n

argon ( 1975 oleh Dawyer dkk),


oleh Wolff dan Shinya)
1 coP
11CJO
Koch dkk ( 1975) melakukan percobaa~. cartl 1
Retrograde Spinchterotomy (ERS) pada anJing~ja on1~
lalu berkembang dan dilakukan pada manll iJJD 31
mengeluarkan batu di saluran empedu uta

an
penghisapan
cairan
empedu.
Selaniutn
ofaatk
.
'.J
ya
.
1

d1111a
ni di ebut pap1 otom1 endo kopik.
teroto1
fing k ditemukannya endoskop erat optik diproduks
eJa
"k
I
tero kop erat opt1 yang panjang yang dapat
Juga e~k a kelainan-kelainan di usu halus. Beberapa
r11er1
1
01
di Jepang mengawa 1 pemeriksaan push
enter
k
copy 1nengguna an enteroskop tersebut untuk
nteros'k a usus hal us yang Ia 1u d'11.kut1. oleh beberapa
terner1
.
.
o
maju la1nnya. Setelah era video endoskopi
oeeara
. d k .
. .
.
"
"' kopi d1pro u s1 sesua1 s1stem video endoskopi.
entero
. . .
d'b
I .
Al:hir-akhir 1n1 di Jepang 1 uat ag1 entero kop memakai
halon yang di ebut double balloon enteroscope untuk
erik a kelainan usus hal us.
rnem ejak tahun 20 0 0 d.1temuk an dan dikembangkan
pemerik aan endoskopi kapsul tanpa elang dan tanpa
kabel, 1ncnggunakan kapsul endoskop yang digunakan
untuk 1nemerikL a kelainan u us halu .
Sejarah di Dalam Negeri
Perkembangan endoskop di Indonesia hampir 1nirip
dengan perkembangan di luar negeri yaitu juga diawali
dengan endo kop kaku.
Endo kop kaku yang pernah dipakai yaitu
rekto igmoido kop yang se1nula banyak dipakai di bidang
bedah. Pang pada tahun 1958 me1nelopori penggunaan
lapara kop kaku di Jndonesia. Endo kop etengah lentur
pertama kali pada tahun 1967 digunakan di Indonesia oleh
1n1adibrata. clanjutnya dilaporkan basil pemeriksaan
ga tro kop lentur (Olytnpu GTFA) oleh Supandiman di
Bandung (tahun 1971 ). Sejak itu makin banyak laporan hasil
pemakaian endo kop Jentur di lndone ia, apalagi setelah
d1dirikan Perhimpunan Endo kopi Gastrointestinal
lndone ia (PEGI) pada tahun 1974 yang diketuai oleh Pang.
Kolono kopi lentur digunakan pertama k~li seja~
Oktober 1973 oleh Hilmy dkk. Tindakan pol1pektom 1
endo kopk juga dilaporkan Hilmy dkk tahun 1978:
Skleroterapi endoskopik juga sudah dikembangkan di
lndone ia dilaporkan pertama kali oleh Hilmy dkk (1984).
Pema angan prostesis esofagus pertama kali dilaporkan
Simadibrata R. Tindakan dilatasi esofagu dengan Savary
dilaporkan oleh Rani AA dan Chudahman Manan dkk.
Endoscopic Retrograde Cholangio Pancreatograph~
ffiRCP) diagnostik dan terapeutik dilaporkan pertama kal~
oleh Lesmana L dkk. Terapi Laser parendos~op~
dikembangkan pertama kali oleh Daldiyono H. Ligas~
~ans
H
dan
dan
Rani
es esofagus dilaporkan oleh Hermono
AA
L'
.
d.l
porkan
oleh
1
1
Lt
gas1 ganda varises esofagus
a
nenn
r
d
k
n
Percutaneus
f ono H dan Simadibrata M. in a a
~lldoscopic Gastrostomy (PEG) dilakukan oleh Hermono
dan Chud h
p
a man Manan.
.
t nninal
erneriksaan
usus
halus
proksimal
dan
ile~m
e
.
d
denga k
d. d1fikas1 an
~lo n olonoskop pediatrik yang. im~
M seak
lab noskopi Panjang dikembangkan S1mad1brata
~
Un 1997.

esudah itt1 pemerik aan enteroskopi (pusJi


e11teroscop;) untuk pemeriksaan u ti l1alu ecara lengkap
mt1lai dilakuka11 dan dike111bangkan Ban1bang Handana dkk
di Jakarta.
Endoskopi kapsul 1nulai diperkenalkan dan dilakukan
di Jakarta lndoncsia sejak taht1n 2004, yang digunakan
untuk 1ne111eriksa kclainan-ke1ainan di ust1s halu .
~

JENIS PEMERIKSAAN ENDOSKOPI SALURAN


CERNA BAGIAN ATAS

Diagnostik
E~ofagogastrosd11odenoskopi da11 biopsi.
Jejt1noskopi da11 biopsi
E11teroskopi dan biopsi
Kapst11 e11doskopi
Terapeutik

k leroterapi da11 I ig<1si \ra1i.. s eso fe:1gt1s


.. klerotcr<ipi hi . to(1c1yl arises lt1111bt111g
l1e111ostatik c11dosko1Jik pe1d,1rc.1l1c.111 no11 vari cs :
'1drenal i11 + a :>f/10.,rJ .,. le1cJ/, /; "''.'J'/Jlt1.,1
. , el , ,c11ic C<Jagz1latio11, /Ji/Jr1lt11~ JJ10/;e, et1cl<>.~ li]J'!i' clll.
polipektotni polip csof;.1gt1s-gr1 te1-c.lt1odc11t1111

encl<J.~l'OJJic 11111(: <J.r.;a/ 1e.,e fi(>11

(I ~ MR)

tcrapi laser untuk tt1111or, pcrd<tr,1l1c.111 cil1.


di latasi csofagus : de11g,1n btts i J/111.,t

<.1tat1 Sav<.11J1-

G11illa1"d

pema angan ste11t esofc.1gt1s


pe1nasangan pe1c11 tc111e11.., e11<iO.'{COfJic ga.\t10.'> l<J11'1J
(PEG)
pe1na angan elang r11c.1ka11a11/ NGT-flo care pc1endoskopik

JENIS PEMERIKSAAN ENDOSKOPI SALURAN


CERNA BAGIAN BAWAH

Diagnostik
Enteroskopi dan biopsi
Kapsul endoskopi
Ileo-kolonoskopi & biopsi
Rektosigmoidoskopi & biop i
Anoskopi
Terapeutik
kleroterapi dan ligasi he111oroid
hemo tatik endoskopik perdaral1an non variscs :
adrenalin + aethoxy cerol, he11J']Jla ,t, ';)l ecr1-ic ot1g11/ation, bipolar probe, endo.~cli]J clll.
polipektomi polip kolon
endoscopic mucosa/ re ectio11 ( MR)

4/U

Pada pasien-pasien pascagastrektom 1 den ,


keluhan-keluhan salur~ cema ~agian atas d...
pemeriksaa~ ~ndo ko~1 Kar~n 1nterpretas1 rad
biasanya sultt; iregulantas dan Jambungdapatd

terapi laser untuk tumor perdarahan dll.


dialtasi striktur /stenosis kolon
pe1nasangan stent kolon

ENDOSCOPIC RETROGRADE CHOLANGIO


PANCREATOGRAPHY (ERCP)

endoskopi.
Kasus sindrom dispepsia dcngan usia lebih da

Diagnostik
Melihat duktus bilier, sistikus, kandung empedu dan
duktus pankreatikus

Terapeutik
pemasangan stent bilier dan stent pankr~as
sfingterotomi atau papilotomi endoskop1k
ekstraksi batu atau cacing dari saluran empedu.
pemasangan nasal biliary d1"ainage (NBD)
Peritoneoskopi
diagnostik kelainan peritoneum dan hati
untuk mengambil batu kandung empedu dan
kolesisektomi dikembangkan tindakan laparaskopik
kolesisekt6mi yang memakai peralatan peritoneoskopi
tersebut.

INDIKASI DAN KONTRAINDIKASI ENDOSKOPI


SALURAN CERNA

Indikasi pemeriksaan endoskopi saluran cema bagian atas


(SCBA):

Untuk menerangkan perubahan-perubahan radiologis


yang meragukan atau tidak jelas, atau untuk menentukan
dengan lebih pasti/tepat kelainan radiologis yang
didapatkan pada esofagus, lambung atau duodenum
Pasien dengan gejala menetap (disfagia, nyeri epigastri um, muntah-muntah) yang pada pemeriksaan
radiologis tidak didapatkan kelainan.
Bila pemeriksaan radiologis menunjukkan atau dicurigai
suatu kelainan misalnya tukak, keganasan atau
obstruksi pada esofagus, indikasi endoskopi yaitu
memastikan lebih lanjut lesi tersebut dan untuk membuat
pemeriksaan fotografi, biopsi, atau sitologi.
Perdarahan akut saluran cema bagian atas memerlukan
pemeriksaan endoskopi secepatnya dalam waktu 24 jam
untuk mendapatkan diagnosis sumber perdarahan yang
paling tepat.
Pemeriksaan endoskopi yang berulang-ulang
diperlukan juga untuk memantau penyembuhan tukak
yang jinak dan pada pasien-pasien dengan tukak yang
dicurigai kemungkinan adanya keganasan (deteksi d"
.
1
llll
k ars1noma ambung)

u.. ,-,

pemakaian obat antt-1nflamas1 non-steroid (OAINs


riwayat kanker pada keluarga. Yang dirnaksud den
tanda bahaya yaitu muntah-muntab hebat dema..,___
hematemesis, anemia, ikterus dan penurunan b,,,.
badan.
Prosedur terapeutik seperti polipektomi, Pemasanec
selang makanan (nasoga~';tric tube), dilatas1 pa
stenosis esofagus atau akalasia, dll.

Kontraindikasi pemeriksaan endoskopi SCBA :


I. Kontraindikasi absolut :

pasien tidak kooperatif atau menolak proseil


pemeriksaan tersebut setelah indikasinya dijelas..z:
secara penuh.
Renjatan berat karena perdarahan dll.
Oklusi koroner akut
Gagal jantung berat
Koma
Emfisema dan penyakit paru obstruktifberat
Pada keadaan-keadaan tersebut pemeriksaan endosk
harus ditunda dulu sampai keadaan pen)akitn...
membaik.
2. Kontraindikasi relatif:

aortl
Luka korosif akut pada esofagus. aneunsma
aritmia jantung berat.
Kifoskoliosis berat divertikulum Zenker. osttOJ:i

l
besar.
Paua
bear pada tulang serv1ka . struma
.
keadaan tersebut pemeriksaan endoskopt bafill
dilakukan dengan hati-bati dan "'halus'
.
10wm
Pasien gagal jantung
Penyakit infeksi akut (misal pneumonia. pen
kolesistitis).
h n. bJIUl

diberi transfusi darah terlebih dulu saIIl


sedikitnya 10 g/dl.
b'l disefl8l
1
Toksemia pada kehamilan terutama a
hipertensi berat atau kejang-kejang.
Pasien pascabedah abdomen yang barll
Gangguan kesadaran.
Tumor mediastinum.

lndikasi pemeriksaan endoskopi kapsul:


\\ab }an:
Perdarahan saluran cerna atas dan ba
5
disebabkan kelainan usus halus
us halu
.
.
nus
D1are kronik yang disebabkan kelaina
. . .
. kapsul:
Kontra 1nd1kas1 pemeriksaan endoskopt
Obstruksi saluran cema

men .~aan endo kopi aluran cerna b .


CBB :
ag1an

.
1 og alua i kelainan ang dida at
'
ID ri saan enema barium mi al
~ pada ha il
gangguan
0 g1 ian 1/ling defect menetap.
perdarahan rectum ~ ang tidak dapat d.

b
l

.
1teranokan
.. : : ,
0 , e a n a. e a1n 1tu b1la darah am
.
- . .
ar po 1t1f atau
rdarahan n) ata. mdikas1 mutlak kolono k .
dan
be
op1.
Pen) akit ra g usus sar CJiohn kolitis ul e
oliti .
kopik
fO a.

..."~-

eganasan dan polip dalam kolon dite 2 akk d


h.
~
an engan
.
.
i~!,".\o.:t
. 1 topato1ogi
....

1(

, E,11luasi diagno i keganasan rectum atau kolon ang

diuat ebelumn) a.
Y ....
olono kopi pascabedah: e\ aluasi anastomo i .
Uf\~ilen p~da kelompok ri iko tinggi ( misal pada
'"olin ulserat1f) dan pemanta11an e udah pembuangan
polip atau kanker.
....
teeerapeutik sepei ti polipektomi pengarnbilan
benda asing dan lain-lain
Penelitian pen akit kolon pada pasien dengan anemia
. ~g tidak dapat diterangkan pen ebabn a. penurunan
berat badan.. adenokarsinoma metastatik dengan le i
"""
pt imer yang kecil.

~ontraindikasi

peme
endoskopi SCBB:
Setiap proses peradangan akut dan berat seperti ~olitis
ulserati(., pen akit Crohn atau koliti iskemik kolitis
radia i. Pada keadaan akut dan berat dapat timbul
perforasi..
Di' e1 tikulitis akut dengan gejala-gejala iste111ik. yeri
he.bat pada abdomen.. peritoniti (baha a perforasi).
Infark jantung barn dan gangguan kardiopulmoner
berat.
Kebamilan trisemester pertama, penyakit peradangan
panggul.
Penyakit anal atau perianal akut.
.
.
Dng:tan perfornsi kolon kolon atau behnn lama inen1alan1

<>perasi kolon.
.
if akal
Aneurisma aorata abdo111inal atau aneuns1na t
.
.
1 rut dan adanya
' yeri perut demam d1sten pe
.
k
1
bersihan
o
on.
penunman tekanan da1ah sewak tu pem
htibsi pc1ne1iksaan ERCP:

dengan penyebab tidak jelas.

' Batu salurnn

..

Keganasan pada istem bepatobtlter clan pa

ii

en perut bagian ata tanpa kelainan pada pankr


lambung.. duodenum dan hati .

Gall tone pan"J.Teatiti .

Kontraindikasi pemeriksaan ERCP :

e uai dengan kontrainclika i pemeriksaan endo kopi

CB .
Keadaan umum lemah atau buruk.

lergi kontras )'odium.

Indika i pemeriksaan laparaskop peritoneo""'kopi :

emeriksa hati clan mela rukan biop i terpimpin pada


pen. akit .. ang diduga etempat atau difu . te1ma uk
e\ alua i filling defect pada pemerik=--aan in1aging hati

clan limpa.

emerik a kandung empedu untuk kemungkinan


pen) akit atau pembe aran } ang di -ebabkan o1eh
pen)flll11batan pada duk111- koledok.'l!""'.

enetapkan etiologi tumor abdomen .


enilai kemungki11an opera i pasien rumor ganas dan
menentukan adan\1a meta~ta-i - .
enetapkan etiologi a ite'"'. terutama ) ang resi '"'ten
terhadap pengobatan.
E' aluasi Il).. eri abdomen ang ._.,..
~ambaran klinisn). a tidak
jela . tern1a-uk n)rri daerah pel i- }'ang mung 'in
di-ebabkan radang. tau pen) a 'it lain atau adhe-i

dengan peritoneum atau organ lain.


E\ alua"i organ dalam pel' i-.
enentukan stadium pen. 1akit Hodgki11 clan Jimfoma

lain.

ontraindika -i pemeriksaan peritone ~ -kopi :


elainan pembela1an darah
Pa ien tidak kooperatif
Pen.. akit kafdio-pulmoner berat
Asi te- )'ang amat besar
Hernia diafragmatika arau dinding abd men
Ob truksi usus
Keadaan obesitas berat

Peme

~,ang belum memiliki pengalaman

Penyulit Komplikasi
I. Peme
endoskopi SCB_.\ :

Reaksi terhadap obat-obatan : ~oma karena cliaz-

epam.. gan&:,cruan pemapa an.


Poeumorua asprra 1

Perforasi

nkreas.

Paiakreatitis kronik.
TUJnorpaodc:reas, te11nasukkisfa.
berat badan
Di be
eri penrt atau
a tes mellin1s, dengan n .
ankreariti atau
111enurun untuk men ingkir an P

kars1 101118

I duodenu1n sek1tar~ ~u pank~S


h11nor ke istelD biller

Perdarahan
Gangguan kardiopulmoner

Penulai an infek i
Instrumental impactio11.
Peii1e1
iksaan
endo
kopi
CBB
:
2

Gangguan karclio\ askular dan pemapasan


perforasi kolon
Perdarahan
Reaksi vaso agal

I ""1

. . . . i ten i pasc o o ko
ebitis
Infekst

olvul.. . . ,

Efek samping biop 1 :


oras1. ~-awLu~....,.,.
dll.
3. em
ERCP:

perdarahan
perforasi
pembentukan kista su m osa ......,_,.. if~mrni
infeksi : kolangiti sup
~~LLA~iS
te1infeksi. ep is..
ti 31 ..

epsis dan 'ematian.


. Laparaskop. peri oneo rop1 :
Yane
.... berbubun2an
- de ....Qa ne,. . . . . . . . . .
emfisema -ubkutan-media,~"'.lll '~..........

tempat sa} aran. pne-Umoto ~


arrest . teritzsukn ra qa}j
l~ ~
......
udara n'.. eri abdomen dan
u. ~-r.i
atau dinding a omen .
)'. anQ berhubun2an en_ct I Jl,>U.11.~...;.o~~
:Lil.A. _

-- - ...

.,.._

............

men2ena en one.um ,~ . . . . .
atau tumor \r.an2 te ""ena _ o .
boli ud.ara. 0{i~fil .~
'" n't

dindin2 abdomen .
a ....Q eerhu u ~~.au:
erdarah
n.. e .. ~.,Tn .........-

0
1

HASIL PE ERIKSAA E DOSKOP SALURAJ


CER
DI RSUP -CIPTO
GU KUS
0
Dari .,.asus- -asus . ~.~LI
.
:~~
endo .,. i '"'CB.1.\ ~-..~.u""

\ \' fill

--

.:cn:n_
-

CB_

..

.. e

...

..e

CB4"

SI

..

e d

p1 merupa an pe er a
g pen g
mene
d ann.,,,...
as.....ointe na b er
Pet1ie11ksaa_n_
-._..d ...z.Do.~
'"'l,",.
a d
g sebaga 1 cabang
~,..."""~VA
g akan berke111 g ten~

Crotwt

dari