Anda di halaman 1dari 17

BAB I

PENDAHULUAN
A.

Latar Belakang
Logam berat adalah unsur-unsur kimia dengan bobot jenis lebih besar dari 5 gr/cm3,

terletak di sudut kanan bawah sistem periodik, mempunyai afinitas yang tinggi terhadap
unsur S dan biasanya bernomor atom 22 sampai 92 dari perioda 4 sampai 7 (Miettinen,
1977).
Logam berasal dari kerak bumi. Logam di gunakan oleh manusia untuk berbagai jenis
peralatan dan berperan penting dalam sejarah peradaban manusia. Logam mula mula diambil
dari pertambagan dalam kerak bumi, kemudian di cairkan dan dimurnikan dalam pabrik
menjadi logam murni. Logam ini kemudian dibentuk sesuai dengan yang di kehendaki
misalnya, sebagai perhiasan(emas, perak), peralatan pertanian (besi), dan dapat digunakn
sebagai bahan pengganti energi minyak (uranium)
Logam sangat diperlukan dalam proses kehidupan organisme. Secara umum dibagi
atas 2 bagian, yaitu logam esensial dan non esensial. Logam esensial adalah logam yang
sangat diperlukan oleh organisme untuk membantu proses fisiologis, terutama sebagai
kofaktor enzim atau untuk pembentukan organ. Sedangkan logam non esensial adalah logam
yang peranannya dalam tubuh belum diketahui dan biasanya dalam jaringan hewan dalam
jumlah yang sedikit dan dapat merusak organ jika terdapat dalam jumlah yang tinggi
(Darmono, 1995).
Clark (2002) menjelaskan bahwa, dilihat dari aspek biologi, logam dibagi atas 3
kelompok, yaitu logam ringan, logam transisional dan metalloid. Logam ringan secara normal
ditranspor sebagai kation yang mobile dalam larutan encer, seperti Na, K dan Ca. Logam
transisional adalah logam yang esensial pada konsentrasi rendah, tetapi dapat menjadi toksik
pada konsentrasi tinggi, misalnya Fe, Cu, Co dan Mg. Metaloid adalah logam yang umumnya
tidak diperlukan untuk aktivitas metabolisme dan toksik terhadap sel pada konsentrasi yang
rendah, misalnya Hg, Pb, Sn, Se dan As.
Disamping menguntungkan, logam dapat mencemari lingkungan dan menimbulkan
bahaya bagi organisme baik kronis maupun akut. Pencemaran lingkungan oleh logam berat
seperti Hg, Cd, dan Pb membahayakan kesehatan manusia dan organisme yang lain.
Besi adalah logam yang berasal dari bijih besi (tambang) yang banyak digunakan
untuk kehidupan manusia sehari-hari. Selain besi, merkuri juga digunakan untuk kehidupan
sehari-hari. Dalam tabel periodik, besi mempunyai simbol Fe dan nomor atom 26. Besi juga
mempunyai nilai ekonomis yang tinggi.

B.

Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas maka rumusan masalah dalam penulisan makalah

ini adalah sebagai berikut:


1.

Bagaimanakah pengertian dari logam besi dan merkuri?

2.

Manfaat apa sajakah yang diperoleh dari logam besi dan merkuri?

3.

Bagaimanakah sifat kimia dari logam besi dan merkuri?

4.

Bagaimana logam besi dan merkuri tersebut masuk ke lingkungan efeknya

terhadap lingkungan?
5.

Bagaimana dampak terhadap manusia yang terpapar oleh logam besi dan

merkuri?

C.

6.

Bagaimanakah hal tersebut dapat masuk ke tubuh manusia?

7.

Bagaimanakah logam besi dan merkuri mempengaruhi kesehatan manusia?

8.

Bagaimanakah gejala-gejala orang yang tercemar logam besi dan merkuri?

Tujuan
Sesuai dengan latar belakang dan rumusan masalah di atas maka tujuan penulisan

makalah adalah sebagai berikut:


1.

Untuk menjelaskan pengertian dari besi dan merkuri

2.

Untuk menjelaskan manfaat yang diperoleh dari besi dan merkuri

3.

Untuk menjelaskan sifat-sifat kimia dari besi dan merkuri

4.

Untuk menjelaskan cara besi dan merkuri masuk ke lingkungan dan untuk mengetahui

efek besi dan merkuri terhadap lingkungan


5.

Untuk mengetahui cara manusia terpapar oleh besi dan merkuri

6.

Untuk mengetahui cara besi dan merkuri tersebut masuk ke tubuh manusia

7.

Untuk menjelaskan cara besi dan merkuri mempengaruhi kesehatan manusia

BAB II
PEMBAHASAN
II.1. LOGAM BESI
A. Logam Besi (Fe)
Besi memiliki simbol (Fe) dan merupakan logam berwarna putih keperakan, liat dan
dapat dibentuk. Fe di dalam susunan unsur berkala termasuk logam golongan VIII, dengan
berat atom 55,85g.mol-1, nomor atom 26, berat jenis 7.86g.cm-3 dan umumnya mempunyai
valensi 2 dan 3 (selain 1, 4, 6). Besi (Fe) adalah logam yang dihasilkan dari bijih besi, dan
jarang dijumpai dalam keadaan bebas, untuk mendapatkan unsur besi, campuran lain harus
dipisahkan melalui penguraian kimia. Besi digunakan dalam proses produksi besi baja, yang
bukan hanya unsur besi saja tetapi dalam bentuk alloy (campuran beberapa logam dan bukan
logam, terutama karbon). (Eaton Et.al, 2005; Rumapea, 2009 dan Parulian, 2009).
B.

Manfaat Logam Besi (Fe)


Besi adalah logam yang memiliki banyak manfaat bagi kehidupan manusia di bumi.

Tidak dapat dibayangkan apabila manusia modern sekarang ini belum/tidak bisa
memanfaatkannya, mungkin umat manusia masih berada di jaman batu.
Pemanfaatan logam besi sangatlah luas bila dibandingkan dengan pemanfaatan dari
logam-logam yang lain. Kita dapat dengan mudah melihat disekeliling kita banyak perabotan,
alat2 pertukangan, alat transportasi dan bahkan pada rumah / gedung pun menggunakan besi
baja sebagai tiang2 penahannya.
Logam besi disamping karena kelimpahannya yang cukup banyak dialam, adalah
merupakan salah satu logam yang paling reaktif dan paling vital bagi mahluk hidup. Dalam
system peredaran darah, dengan kadar tertentu besi berada dalam sel darah merah
(Erythrocyte) dan bertugas untuk mengikat Oksigen ( O2 ) yang sangat penting bagi proses
pembakaran yang terjadi dalam sel2 tubuh.
Fungsi zat besi:Mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh dan menghilangkan
racun dari tubuh.
Efek jika kekurangan: Bagian bawah kelopak mata berwarna pucat dan mudah lelah.
Efek jika kelebihan:Dapat menyebabkan pembengkakan pada hati. Zat besi dapat
mencegah

penyerapan obat.

Sebaiknya

tidak

dikonsumsi

berlebihan

jika

sedang

mengkonsumsi suatu obat agar khasiat obat tidak terbuang percuma. Zat besi yang berlebih

dapat menyebabkan pembengkakan pada hati dan mengurangi kemampuan tubuh untuk
menyerap zat tembaga.
C.

Sifat-sifat Logam Besi (Fe)


Logam murni besi sangat reaktif secara kimiawi dan mudah terkorosi, khususnya di

udara yang lembab atau ketika terdapat peningkatan suhu. Memiliki 4 bentuk allotroik ferit,
yakni alfa, beta, gamma dan omega dengan suhu transisi 700, 928, dan 1530 oC. Bentuk alfa
bersifat magnetik, tapi ketika berubah menjadi beta, sifat magnetnya menghilang meski pola
geometris molekul tidak berubah. Hubungan antara bentuk-bentuk ini sangat aneh. Besi pig
adalah alloy dengan 3% karbon dan sedikit tambahan sulfur, silikon, mangan dan fosfor.
Besi bersifat keras, rapuh, dan umumnya mudah dicampur, dan digunakan untuk
menghasilkan alloy lainnya, termasuk baja. Besi tempa yang mengandung kurang dari 0.1%
karbon, sangat kuat, dapat dibentuk, tidak mudah campur dan biasanya memiliki struktur
berserat.
Baja karbon adalah alloy besi dengan sedikit Mn, S, P, dan Si. Alloy baja adalah baja
karbon dengan tambahan seperti nikel, khrom, vanadium dan lain-lain. Besi relatif murah,
mudah didapat, sangat berguna dan merupakan logam yang sangat penting.
D.

Pengaruh Besi (Fe) Terhadap Kesehatan Manusia


Senyawa besi dalam jumlah kecil di dalam tubuh manusia berfungsi sebagai

pembentuk sel-sel darah merah, dimana tubuh memerlukan 7-35 mg/hari yang sebagian
diperoleh dari air. Tetapi zat Fe yang melebihi dosis yang diperlukan oleh tubuh dapat
menimbulkan masalah kesehatan. Hal ini dikarenakan tubuh manusia tidak dapat
mengsekresi Fe, sehingga bagi mereka yang sering mendapat tranfusi darah warna kulitnya
menjadi hitam karena akumulasi Fe.
Air minum yang mengandung besi cenderung menimbulkan rasa mual apabila
dikonsumsi. Selain itu dalam dosis besar dapat merusak dinding usus. Kematian sering kali
disebabkan oleh rusaknya dinding usus ini. Kadar Fe yang lebih dari 1 mg/l akan
menyebabkan terjadinya iritasi pada mata dan kulit. Apabila kelarutan besi dalam air
melebihi 10 mg/l akan menyebabkan air berbau seperti telur busuk.
Gangguan fisik yang ditimbulkan oleh adanya besi terlarut dalam air adalah timbulnya
warna, bau, rasa. Air akan terasa tidak enak bila konsentrasi besi terfarutnya > 1,0 mg/l.
Pada Hemokromatesis primer besi yang diserap dan disimpan dalam jumlah yang
berlebihan di dalam tubuh. Feritin berada dalam keadaan jenuh akan besi sehingga kelebihan

mineral ini akan disimpan dalam bentuk kompleks dengan mineral lain yaitu hemosiderin.
Akibatnya terjadilah sirosis hati dan kerusakan pankreas sehingga menimbulkan diabetes.
Hemokromatis sekunder terjadi karena transfusi yang berulang-ulang. Dalam keadaan ini besi
masuk ke dalam tubuh sebagai hemoglobin dari darah yang ditransfusikan dan kelebihan besi
ini tidek disekresikan.
Hal-Hal

yang

Mempengaruhi

Kelarutan

Fe

dalam

Air:

1. Kedalaman
Air hujan yang turun jatuh ke tanah dan mengalami infiltrasi masuk ke dalam tanah
yang mengandung FeO akan bereaksi dengan H2O dan CO2 dalam tanah dan membentuk Fe
(HCO3)2 dimana semakin dalam air yang meresap ke dalam tanah semakin tinggi juga
kelarutan besi karbonat dalam air tersebut.
2. pH
pH air akan terpengaruh terhadap kesadahan kadar besi dalam air, apabila pH air
rendah akan berakibat terjadinya proses korosif sehingga menyebabkan larutnya besi dan
logam lainnya dalam air, pH yang rendah kurang dari 7 dapat melarutkan logam. Dalam
keadaan pH rendah, besi yang ada dalam air berbentuk ferro dan ferri, dimana bentuk.ferri
akan mengendap dan tidak larut dalam air serta tidak dapat dilihat dengan mata sehingga
mengakibatkan air menjadi berwarna,berbau dan berasa.
3. Suhu
Suhu adalah temperatur udara. Temperatur yang tinggi menyebabkan menurunnya
kadar O2 dalam air, kenaikan temperatur air juga dapat mengguraikan derajat kelarutan
mineral sehingga kelarutan Fe pada air tinggi.
4. Bakteri besi
Bakteri besi (Crenothrix, Lepothrix, Galleanella, Sinderocapsa dan Sphoerothylus )
adalah bakteri yang dapat mengambil unsur ber dari sekeliling lingkungan hidupnya sehingga
mengakibatkan turunnya kandungan besi dalam air, dalam aktifitasnya bakteri besi
memerlukan oksigen dan besi sehingga bahan makanan dari bakteri besi tersebut. Hasil
aktifitas bakteri besi tersebut menghasilkan presipitat (oksida besi) yang akan menyebabkan
warna pada pakaian dan bangunan. Bakteri besi merupakan bakteri yang hidup dalam
keadaan anaerob dan banyak terdapat dalam air yang mengandung mineral. Pertumbuhan
bakteri akan menjadi lebih sempurna apabila air banyak mengandung CO2 dengan kadar
yang cukup tinggi.

E.

Pencemaran Besi (Fe) Terhadap Lingkungan


Air tanah dapat terkontaminasi dari beberapa sumber pencemar. Dua sumber utama

kontaminasi air tanah ialah kebocoran bahan kimia organik dari penyimpanan bahan kimia
dalam bunker yang disimpan dalam tanah, dan penampungan limbah industri yang ditampung
dalam kolam besar diatas atau di dekat sumber air.
Persyaratan bagi masing-masing standar kualitas air masih perlu ditentukan oleh 4
(empat) aspek yaitu : persyaratan fisis, kimia, biologis, radiologis. Persyaratan fisis
ditentukan oleh faktor-faktor kekeruhan, warna, bau maupun rasa. Persyaratan kimia
ditentukan oleh konsentrasi bahan-bahan kimia seperti Arsen, Clhor, Tembaga, Cyanida, Besi
dan sebagainya. Persyaratan biologis ditentukan baik oleh mikroorganisme yang pathogen,
maupun yang non pathogen.
Air sumur bor merupakan salah satu jalan yang ditempuh masyarakat untuk memenuhi
kebutuhan air bersih, namun tingginya kadar ion Fe (Fe2+, Fe3+) yaitu 5 - 7 mg/l
mengakibatkan harus dilakukan pengolahan terlebih dahulu sebelum dipergunakan, karena
telah melebihi standar yang telah di tetapkan oleh Departemen kesehatan di dalam Permenkes
No. 416 /Per/Menkes/IX/ 1990 tentang air bersih yaitu sebesar 1,0 mg/l. Salah satu upaya
yang dapat dilakukan untuk menurunkan kadar besi (Fe2+,Fe3+) dalam air adalah dengan
cara aerasi. Teknologi ini juga dapat kombinasikan dengan sedimentasi dan filtrasi.
Besi adalah salah satu elemen yang dapat ditemui hampir pada setiap tempat di bumi,
pada semua lapisan geologis dan semua badan air. Pada umumnya besi yang ada di dalam air
dapat bersifat terlarut sebagai Fe 2+ atau Fe3+.
Kandungan ion Fe (Fe2+,Fe3+) pada air sumur bor berkisar antara 5 7 mg/L.
Tingginya kandungan Fe (Fe2+,Fe3+) ini berhubungan dengan keadaan struktur tanah.
Struktur tanah dibagian atas merupakan tanah gambut, selanjutnya berupa lempung gambut
dan bagian dalam merupakan campuran lempung gambut dengan sedikit pasir.
Besi dalam air berbentuk ion bervalensi dua (Fe2+) dan bervalensi tiga (Fe3+) . Dalam
bentuk ikatan dapat berupa Fe2O3, Fe(OH)2, Fe(OH)3 atau FeSO4 tergantung dari unsur lain
yang mengikatnya. Dinyatakan pula bahwa besi dalam air adalah bersumber dari dalam tanah
sendiri di sampng dapat pula berasal dari sumber lain, diantaranya dari larutnya pipa besi,
reservoir air dari besi atau endapan endapan buangan industri.
Adapun besi terlarut yang berasal dari pipa atau tangki tangki besi adalah akibat dari
beberapa kodisi, di antaranya : 1) Akibat pengaruh pH yang rendah (bersifat asam), dapat
melarutkan logam besi. 2) Pengaruh akibat adanya CO2 agresif yang menyebabkan larutnya
logam besi. 3) Pengaruh banyaknya O2 yang terlarut dalam air yang dapat pula. 4) Pengaruh

tingginya temperature air akan melarutkan besi-besi dalam air. 5) Kuatnya daya hantar listrik
akan melarutkan besi. 6) Adanya bakteri besi dalam air akan memakan besi.
Besi terlarut dalam air dapat berbentuk kation ferro (Fe2+) atau kation ferri (Fe3+).
Hal ini tergantung kondisi pH dan oksigen terlarut dalam air. Besi terlarut dapat berbentuk
senyawa tersuspensi, sebagai butir koloidal seperti Fe (OH)3, FeO, Fe2O3dan lain-Iain.
Konsentrasi besi terlarut yang masih diperbolehkan dalam air bersih adalah sampai dengan
0,1 mg/l.
Apabila kosentrasi besi terlarut dalam air melebihi batas tersebut akan menyebabkan
berbagai masalah, diantaranya :
1.

Gangguan Teknis

Endapan Fe (OH) bersifat korosif terhadap pipa dan akan mengendap pada saluran pipa,
sehingga mengakibatkan pembuntuan dan efek-efek yang dapat merugikan seperti Mengotori
bak yang terbuat dari seng. Mengotori wastafel dan kloset.
2.

Gangguan Fisik

Gangguan fisik yang ditimbulkan oleh adanya besi terlarut dalam air adalah timbulnya warna,
bau, rasa. Air akan terasa tidak enak bila konsentrasi besi terfarutnya > 1,0 mg/l.
3.

Gangguan Kesehatan

Senyawa besi dalam jumlah kecil di dalam tubuh manusia berfungsi sebagai pembentuk selsel darah merah, dimana tubuh memerlukan 7-35 mg/hari yang sebagian diperoleh dari air.
Tetapi zat Fe yang melebihi dosis yang diperlukan oleh tubuh dapat menimbulkan masalah
kesehatan. Hal ini dikarenakan tubuh manusia tidak dapat mengsekresi Fe, sehingga bagi
mereka yang sering mendapat tranfusi darah warna kulitnya menjadi hitam karena akumulasi
Fe. Air minum yang mengandung besi cenderung menimbulkan rasa mual apabila
dikonsumsi. Selain itu dalam dosis besar dapat merusak dinding usus. Kematian sering kali
disebabkan oleh rusaknya dinding usus ini. Kadar Fe yang lebih dari 1 mg/l akan
menyebabkan terjadinya iritasi pada mata dan kulit. Apabila kelarutan besi dalam air
melebihi 10 mg/l akan menyebabkan air berbau seperti telur busuk.
Pada Hemokromatesis primer besi yang diserap dan disimpan dalam jumlah yang
berlebihan di dalam tubuh. Feritin berada dalam keadaan jenuh akan besi sehingga kelebihan
mineral ini akan disimpan dalam bentuk kompleks dengan mineral lain yaitu hemosiderin.
Akibatnya terjadilah sirosis hati dan kerusakan pankreas sehingga menimbulkan diabetes.
Hemokromatis sekunder terjadi karena transfusi yang berulang-ulang. Dalam keadaan ini besi
masuk ke dalam tubuh sebagai hemoglobin dari darah yang ditransfusikan dan kelebihan besi
ini tidek disekresikan.

F.

Masuknya Besi ke Dalam Tubuh Manusia


Zat besi (Fe) adalah merupakan suatu komponen dari berbagai enzim yang

mempengaruhi seluruh reaksi kimia yang penting di dalam tubuh meskipun sukar diserap
(10-15%). Besi juga merupakan komponen dari hemoglobin yaitu sekitar 75%, yang
memungkinkan sel darah merah membawa oksigen dan mengantarkannya ke jaringan tubuh.
Kelebihan zat besi (Fe) bisa menyebabkan keracunan dimana terjadi muntah,
kerusakan usus, penuaan dini hingga kematian mendadak, mudah marah, radang sendi, cacat
lahir, gusi berdarah, kanker, cardiomyopathies, sirosis ginjal, sembelit, diabetes, diare,
pusing, mudah lelah, kulit kehitam hitaman, sakit kepala, gagal hati, hepatitis, mudah
emosi, hiperaktif, hipertensi, infeksi, insomnia, sakit liver, masalah mental, rasa logam di
mulut, myasthenia gravis, nausea, nevi, mudah gelisah dan iritasi, parkinson, rematik,
sikoprenia,

sariawan

perut, sickle-cell

anemia,

keras

kepala, strabismus,

gangguan

penyerapan vitamin dan mineral, serta hemokromatis.(Parulian, 2009 dan Paul C. Eck,
Et.al., 1989).
Besi (Fe) dibutuhkan oleh tubuh dalam pembentukan haemoglobin sehingga jika
kekurangan besi (Fe) akan mempengaruhi pembentukan haemoglobin tersebut. Besi (Fe) juga
terdapat dalam serum protein yang disebut dengan transferin berperan untuk mentransfer
besi (Fe) dari jaringan yang satu ke jaringan lain. Besi (Fe) juga berperan dalam aktifitas
beberapa enzim seperti sitokrom dan flavo protein. Apabila tubuh tidak mampu
mengekskresikan besi (Fe) akan menjadi akumulasi besi (Fe) karenanya warna kulit menjadi
hitam. Debu besi (Fe) juga dapat diakumulasi di dalam alveori menyebabkan berkurangnya
fungsi paru-paru. Kekurangan besi (Fe) dalam diet akan mengakibatkan defisiensi yaitu
kehilangan darah yang berat yang sering terjadi pada penderita tumor saluran pencernaan,
lambung dan pada menstruasi. Defisiensi besi (Fe) menimbulkan gejala anemia seperti
kelemahan, fatigue, sulit bernafas waktu berolahraga, kepala pusing, diare, penurunan nafsu
makan, kulit pucat, kuku berkerut, kasar dan cekung serta terasa dingin pada tangan dan kaki.
(Rumapea, 2009 dan Siregar, 2009).

II.2. MERKURI
A. Definisi
Merkuri atau air raksa adalah unsur yang mempunyai nomor atom (NA) 80 serta mempunyai
masa molekul relatif (MR =200,59). Merkuri diberikan simbol kimia Hg yang merupakan
singkatan yang berasal bahasa Yunani Hydrargyricum, yang berarti cairan perak. Merkuri
termasuk logam berat berbahaya, yang dalam konsentrasi kecil pun dapat bersifat Toksik
(Racun).

B. Manfaat logam merkuri


Kelimpahan Hg di bumi menempati di urutan ke-67 di antara elemen lainnya pada kerak
bumi. Di alam, merkuri (Hg) ditemukan dalam bentuk unsur merkuri (Hg0), merkuri
monovalen (Hg1+), dan bivalen (Hg2+).
Raksa banyak digunakan sebagai bahan amalgam gigi, termometer, barometer, dan peralatan
ilmiah lain, walaupun penggunaannya untuk bahan pengisi termometer telah digantikan (oleh
termometer alkohol, digital, atau termistor) dengan alasan kesehatan dan keamanan karena
sifattoksik yang dimilikinya. Unsur ini diperoleh terutama melalui proses reduksi
daricinnabar mineral. Densitasnya yang tinggi menyebabkan benda-benda seperti bola biliar
menjadi terapung jika diletakkan di dalam cairan raksa hanya dengan 20 persen volumenya
terendam
C. Sifat-sifat merkuri
Bentuk fisik dan kimianya sangat menguntungkan karena merupakan satu-satunya logam
yang berbentuk cair dalam temperatur kamar (25C), titik bekunya paling rendah (-39C),
mempunyai kecenderungan yang lebih besar, mudah bercampur dengan logam lain menjadi
logam campuran (Amalgam/Alloi), juga dapat mengalirkan arus listrik sebagai konduktor
baik tegangan arus listrik tinggi maupun tegangan arus listrik rendah. Merkuri merupakan
salah satu unsur kimia yang biasa digunakan pada proses pemisahan emas dengan unsur
logam ikutan lainnya. Merkuri merupakan logam yang dalam keadaan normal berbentuk
cairan berwarna abu-abu, tidak berbau dengan berat molekul 200,59. Tidak larut dalam air,
alkohol, eter, asam hidroklorida, hydrogen bromida dan hidrogen iodide; Larut dalam asam
nitrat, asam sulfurik panas dan lipid. Tidak tercampurkan dengan oksidator, halogen, bahanbahan yang mudah terbakar, logam, asam, logamcarbide dan amine.

Dengan sifatnya yang demikian, merkuri menjadi unsur yang sangat beracun bagi semua
makhluk hidup, baik itu dalam bentuk unsur tunggal (logam) ataupun dalam bentuk
persenyawaan (membentuk senyawa dengan unsur yang lain).
Merkuri walaupun mengambil bentuk cairan sebenarnya masuk dalam kategori logam.
Toksisitas (Tingkat Keracunan) merkuri berbeda sesuai bentuk kimianya, misalnya merkuri
inorganik bersifat toksik pada ginjal, sedangkan merkuri organik seperti metil merkuri
bersifat toksis pada sistim syaraf pusat. Merkuri sama sekali tidak dibutuhkan kehadirannya
dalam tubuh kita.
Metil merkuri dapat juga diserap secara langsung melalui pernapasan dengan kadar
penyerapan 80%. Uapnya dapat menembus membran paru-paru dan apabila terserap ke
tubuh, ia akan terikat dengan proteinsulfurhidril seperti sistein dan glutamine. Di dalam
darah, 90% dari metil merkuri diserap kedalam sel darah merah dan metil merkuri juga
dijumpai dalam rambut. Jumlah merkuri yang dimasukkan ke dalam akar rambut adalah
berbanding dengan kepekatan metil merkuri di didalam darah. Metil merkuri merupakan
senyawa organik yang paling berbahaya yang telah dipelajari oleh manusia. Metilasi merkuri
dapat terjadi dalam tubuh organisme manapun termasuk manusia. Merkuri sangat berbahaya
terhadap kesehatan manusia. Merkuri yang terikat pada adenina dapat mengganggu enzim,
mengganggu biosintesis protein dan lemak serta merusak DNA dan RNA yang
mengakibatkan kecacatan pada manusia.
D. Pengaruh merkuri bagi kesehatan manusia
Logam berat ini dapat menimbulkan efek kesehatan bagi manusia tergantung pada bagian
mana logam berat tersebut terikat dalam tubuh. Daya racun yang dimiliki akan bekerja
sebagai penghalang kerja enzim, sehingga proses metabolisme tubuh terputus. Lebih jauh
lagi, logam berat ini akan bertindak sebagai penyebab alergi, mutagen, teratogen atau
karsinogen bagi manusia.
Semua komponen merkuri dalam bentuk apapun yang masuk ke dalam tubuh manusia secara
terus menyebabkan berbagai kerusakan permanen pada otak, hati, dan ginjal (Roger
etal,1984)
Dampak yang timbul oleh merkuri sebagai berikut :

Gangguan saraf sensoris : Paraesthesia (Sejenis kesemutan yang cukup parah),


kepekaan menurun dan sulit menggerakkan jari tangan dan kaki, penglihatan

menyempit, daya pendengaran menurun serta rasa nyeri pada lengan dan paha

(Kram).
Gangguan saraf motorik : lemah, sulit berdiri, mudah jatuh, ataksia (Gangguan
koordinasi tangan dan kaki, tubuh hingga gangguan bicara), tremor (Gemetar pada
bagian atau keseluruhan tubuh yang tidak terkendali), gerakan lambat, dan sulit

berbicara/Gagap.
Gangguan lain : gangguan mental, Autis, sakit kepala dan hipersalivasi (Air liur yang

berlebihan).
Pengaruh terhadap Fisiologis. Pengaruh toksisitas merkuri (Hg) terutama pada Sistem
Saluran Pencernaan (SSP) dan ginjal akibat merkuri terakumulasi. Jangka waktu,
intensitas dan jalur paparan serta bentuk merkuri sangat berpengaruh terhadap sistim
yang dipengaruhi. Organ utama yang terkena pada paparan kronik oleh elemen
merkuri dan organomerkuri adalah SSP sedang garam merkuri akan berpengaruh
terhadap kerusakan ginjal. Keracunan akut oleh elemen merkuri yang terhisap
mempunyai efek terhadap sistim pernafasan sedang garam merkuri yang tertelan akan
berpengaruh terhadap SSP, efek terhadap sistim cardiovaskuler merupakan efek

sekunder.
Pengaruh terhadap Sistim Syaraf. Merkuri yang berpengaruh terhadap sistim syaraf
merupakan akibat promer dari pemajanan uap elemen Hg dan MeHg karena senyawa
ini mampu menembus "bloodbrain barier" dan dapat mengakibatkan kerusakan otak
yang mengakibatkan kelumpuhan permanen. MeHg yang masuk dalam pencernaan
akan memperlambat SSP yang mungkin tidak dirasakan pada paparan setelah
beberapa bulan sebagai gejala pertama sering tidak spesifik seperti pandangan kabur

atau pendengaran hilang (ketulian) dan impoten.


Pengaruh terhadap Ginjal. Apabila terjadi akumulasi pada ginjal yang diakibatkan
oleh masuknya garam inorganik merkuri atau phenylmercury melalui SSP akan
menyebabkan naiknya permiabilitas epitel tubulus sehingga akan menurunkan
kemampuan fungsi ginjal (disfungsi ginjal). Pajanan (Paparan) melalui uap merkuri
atau garam merkuri melalui saluran pernafasan juga dapat mengakibatkan kegagalan

ginjal karena terjadinya proteinuria atau nephrotik sindrom dan tubular nekrosis akut.
Pengaruh terhadap Pertumbuhan. Terutama terhadap Bayi dari ibu yang terpapar oleh
MeHg, dari hasil studi membuktikan ada kaitan yang signifikan bayi yang dilahirkan
dari ibu terpapar merkuri maka bayi yang dilahirkan mengalami gangguan kerusakan
otak yaitu retardasi mental (Kelainan/Cacat Mental), tuli, penciutan lapangan
pandang, microcephaly (Otak tidak tumbuh sehingga ukuran kepala jauh lebih kecil

dari ukuran kepala normal), cerebral palsy (Kelumpuhan Otak besar yang
menyebabkan kelumpuhan syaraf keseluruhan), ataxia(Gangguan koordinasi tangan

dan kaki, tubuh hingga gangguan bicara), buta dan gangguan menelan.
Merkuri yang terpapar melalui kulit dan bekerja merusak pigmen-pigmen kulit
sebagaimana banyak kosmetik yang menggunakannya akan berakhir pada mimpi
buruk hilangnya kecanttikan secara alami bahkan fisik. karena akan memunculkan
efek kebalikan dari yang diterimanya selama menggunakan merkuri dan kebanyakan
akan sullit dikembalikan ke kondisi kulit yang cantik dan sehat seperti semula.

Dari paparan di atas maka dapat disimpulkan merkuri dapat membawa epidermic seperti :

Tidak berfungsinya otak (gangguan syaraf seperti parestesia, ataxia,dysarthria)

Kanker,

Kerusakan saluran pencernaan,

Gangguan kardiovasculer

Gangguan psikologik berupa rasa cemas dan kadang timbul sifat agresi,

Kegagalan ginjal akut ,

Kerusakan liver pada kelahiran (cacat lahir), dan

Kematian.

E. Pencemaran merkuri terhadap lingkungan


1.

Dampak yang ditimbulkan Merkuri (Hg) Bagi tanah dan air (Lingkungan)

Air raksa termasuk salah satu logam berat, dengan berat molekul tinggi. Dalam kadar
rendah, logam berat ini umumnya sudah beracun bagi tumbuhan dan hewan, termasuk
manusia. Beberapa logam berat lainnya adalah magnesium (Mg), timbal (Pb), tembaga (Cu),
kromium (Cr), dan besi (Fe). Air raksa (Hg) diperlukan untuk pertumbuhan kehidupan
biologis, tetapi dalam jumlah berlebihan akan bersifat racun. Oleh karena itu, keberadaan
logam berat perlu mendapat pengawasan, terutama dari segi jumlah kandungannya di dalam
air (Noviardi drr., 2007). Air raksa dalam kondisi temperatur kamar berbentuk zat cair, bila
terjadi kontak dengan logam emas akan membentuk larutan padat (Sevruykov drr., 1960).
Larutan padat biasa disebut amalgam, yaitu merupakan paduan antara air raksa dengan
beberapa logam (emas, perak, tembaga, timah, dan seng). Aktivitas penambangan bahan
galian juga dapat menimbulkan pencemaran lingkungan yaitu tanah. Salah satu kegiatan

pertambangan yang memiliki pengaruh besar mencemarkan tanah adalah pertambangan


emas.
Pada pertambangan emas, polusi tanah terjadi akibat penggunaan merkuri (Hg) dalam proses
pemisahan emas dari bijinya. Merkuri tergolong sebagai bahan berbahaya dan beracun, yang
dapat mematikan tumbuhan, organism tanah, dan mengganggu kesehatan manusia. Mercury
dapat

terakumulasi

dilingkungan

dan

dapat

meracuni

hewan,

tumbuhan,

dan

mikroorganisme.. Setelah raksa mencapai permukaan air atau tanah microrganisms dapat
dikonversi ke methyl mercury, suatu zat yang dapat diserap oleh sebagian besar organisme
dengan cepat dan diketahui menyebabkan kerusakan saraf. Ikan adalah organisme yang
menyerap jumlah besar methyl raksa dari permukaan air setiap hari.
Besar kecilnya kandungan air raksa disebabkan oleh adanya fluktualisasi kegiatan
penambangan, pengolahan, dan iklim/cuaca. Fluktuasi tersebut adalah sebagai berikut:
Aktivitas penambangan: jumlah penambang semakin banyak apabila ditemukan bijih
dengan kandungan emas yang cukup tinggi.Pengolahan: kadar emas yang baik dengan jumlah
bijih hasil penambangan besar, maka jumlah pengolah bijih emas juga akan meningkat.
Iklim/cuaca: pada musim kemarau konsentrasi air raksa akan lebih besar dibandingkan
dengan musim hujan. Tingkat mobilitas air raksa pada musim kemarau tidak akan jauh
dari tempat pengolahan (sumbernya) karena arus air sungai menurun, sedangkan mobilitas
air raksa akan terbawa arus air sungai lebih jauh dari tempat pengolahan karena debit
air lebih besar dibandingkan musim kemarau. Besar kecilnya arus air sungai ini sangat
bergantung pada iklim maupun cuaca.Jarakpengambilan percontoh air dengan tempat
pengolahan bijih emas: semakin jauh dari pengolahan bijih emas umumnya penyebaran air
raksa juga semakin kecil (menurun).
Merkuri merupakan bahan kimia yang stabil, tidak dapat bercampur dengan zat lainnya.
Tanah yang telah mengandung merkuri dapat menimbulkan pencemaran tanah dan air tanah.
Pencemaran tanah dan air tanah sebagai berikut :

Merkuri dapat menguap ke dalam udara dan bersatu dengan hujan

Hujan masuk ke dalam tanah sehingga menyebabkan penurunan pH tanah dan


mempengaruhi kehidupan organisme tanah serta keasaman air tanah.

Merkuri dapat mempengaruhi tanaman di sekitar tanah yang tercemar sehingga tanah
tidak mempunyai penompang kesuburan akibatnya tanah menjdai gersang dan
hilangnya air tanah dalam tanah

Merkuri mempengaruhi organisme dalam tanah. Dampaknya adalah pada unsur hara
dan kesuburan tanah.

Penggunaan pupuk buatan seperti fungisida merkuri dapat menyebabkan tanah


menjadi asam, yang selanjutnya berpengaruh terhadap produktivitas tanaman Tanaman
menjadi layu, berkurang produksinya dan akhirnya mati.

Pencemaran tanah oleh penyemprotan metal merkuri, sisa dari penyemprotan tersebut
akan terbawa oleh air hujan akhirnya mengendapdalam tanah

Penggunaan secara terus menerus dapat mengakibatkankerusakan tekstur tanah, tanah


mengeras dan akan retak pada musim kemarau

Merkuri dapat terendap di dalam tanah dalam jangkau waktu yang sangat lama.
Sehingga tanah sangatlah susah untuk dipulihkan kembali.

Aktivitas penambangan yang menggunakan merkuri selain bahan merkurinya dapat


juga menimbulkan longsor dan erosi dari kegiatan penambangan tersebut.

F. Masuknya merkuri ke dalam tubuh manusia


Jalur masuknya adalah melalui kulit, pernapasan dan pencernaan.
Dapat berakumulasi dan terbawa ke organ-organ tubuh lainnya, menyebabkan bronchitis,
sampai rusaknya paru-paru. Gejala keracunan Merkuri tingkat awal, pasien merasa mulutnya
kebal sehingga tidak peka terhadap rasa dan suhu, hidung tidak peka bau, mudah lelah,
gangguan psikologi (rasa cemas dan sifat agresif), dan sering sakit kepala. Jika terjadi
akumulasi yang tinggi mengakibatkan kerusakan sel-sel saraf di otak kecil, gangguan pada
luas pandang, kerusakan sarung selaput saraf dan bagian dari otak kecil. Turunan oleh
Merkuri (biasanya etil merkuri) pada proses kehamilan akan nampak setelah bayi lahir yang
dapat berupa gangguan mental. Sedangkan keracunan Merkuri yang akut dapat menyebabkan
kerusakan saluran pencernaan, gangguan kardiovaskuler, kegagalan ginjal akut maupun
shock.
Penting untuk diketahui, air raksa sangat beracun bagi manusia hanya sekitar 0,01 mg dalam
tubuh manusia dapat menyebabkan kematian. Sayangnya setelah air raksa yang sudah masuk
ke dalam tubuh manusia, tidak dapat dibawa keluar. Kontaminasi dapat melalui proses
menelan atau penyerapan melalui kulit. Efek jangka pendek dari uap raksa adalah lemah,
panas dingin, mual, muntah, diare, dan gejala lain dalam waktu beberapa jam. Jangka
panjang terkena uap raksa menghasilkan getaran, lekas marah, insomnia, kebingungan, keluar

air liur berlebihan, ritasi paru-paru, iritasi mata, reaksi alergi, dari kulit rashes, nyeri dan
sakit kepala dan lainnya.
BAB III
PENUTUP
III.1

Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan di atas maka dapat di simpulkan bahwa Logam sangat

diperlukan dalam proses kehidupan organisme. Secara umum dibagi atas 2 bagian, yaitu
logam esensial dan non esensial. Logam esensial adalah logam yang sangat diperlukan oleh
organisme untuk membantu proses fisiologis, terutama sebagai kofaktor enzim atau untuk
pembentukan organ. Sedangkan logam non esensial adalah logam yang peranannya dalam
tubuh belum diketahui dan biasanya dalam jaringan hewan dalam jumlah yang sedikit dan
dapat merusak organ jika terdapat dalam jumlah yang tinggi (Darmono, 1995).
Logam berat umumnya bersifat racun terhadap makhluk hidup walaupun beberapa
diantaranya diperlukan dalam jumlah kecil. Melalui berbagai perantara, seperti udara,
makanan, maupun air yang terkontaminasi oleh logam berat, logam tersebut dapat
terdistribusi ke bagian tubuh manusia dan sebagian akan terakumulasikan. Jika keadaan ini
berlangsung terus menerus, dalam jangka waktu lama dapat mencapai jumlah yang
membahayakan kesehatan manusia.
Pencemaran logam berat merupakan permasalahan yang sangat serius untuk ditangani, karena
merugikan lingkungan dan ekosistem secara umum. Besi merupakan logam yang berasal dari
bijih besi (tambang) yang banyak digunakan untuk kehidupan manusia sehari-hari dari yang
bermanfaat sampai dengan yang merusakkan. Dalam tabel periodik, besi mempunyai
simbol Fe

dan nomor

atom 26.

Besi juga mempunyai nilai ekonomis yang tinggi.


Besi

adalah

logam

yang

paling

banyak

dan

paling

beragam

penggunaannya.

Hal itu karena beberapa hal, diantaranya:


a. Kelimpahan besi di kulit bumi cukup besar,
b. Pengolahannya relative mudah dan murah, dan
c. Besi mempunyai sifat-sifat yang menguntungkan dan mudah dimodifikasi
Merkuri walaupun mengambil bentuk cairan sebenarnya masuk dalam kategori logam.
Toksisitas (Tingkat Keracunan) merkuri berbeda sesuai bentuk kimianya, misalnya merkuri
inorganik bersifat toksik pada ginjal, sedangkan merkuri organik seperti metil merkuri
bersifat toksis pada sistim syaraf pusat. Merkuri sama sekali tidak dibutuhkan kehadirannya
dalam tubuh kita.

Walaupun merkuri diambil bentuk cairan sebenarnya masuk dalam kategori logam. Tidak
seperti unsur logam lainnya misalnya Besi (Fe) atau Magnesium (Mg) yang dibutuhkan tubuh
untuk penguatan tulang. Merkuri sama sekali tidak dibutuhkan kehadirannya dalam tubuh
kita. Oleh sebab itu, kehadiran merkuri dalam tubuh walaupun sedikit atau berada di bawah
ambang batas toleransi tetap membahayakan kesehatan. Terlebih ketika akumulasi merkuri
dalam tubuh sudah melewati ambang batas toleransi yang bisa diterima oleh kesehatan tubuh
akan timbul gejala keracunan merkuri dalam bentuk kerusakan ginjal dan gangguan kerja
syaraf baik otak maupun tulang belakang. Pada gilirannya gejala ini akan menimbulkan
kematian bagi yang mengalaminya.
III.2

Saran
Berdasarkan kesimpulan di atas maka penulis dapat menyarankan bahwa zat besi (Fe)

bisa menyebabkan keracunan dimana terjadi muntah, kerusakan usus, penuaan dini hingga
kematian

mendadak,

mudah

marah,

radang

sendi,

cacat

lahir,

gusi

berdarah,

kanker, cardiomyopathies, sirosis ginjal, sembelit, diabetes, diare, pusing, mudah lelah, kulit
kehitam hitaman, sakit kepala, gagal hati, hepatitis, mudah emosi, hiperaktif, hipertensi,
infeksi, insomnia, sakit liver, masalah mental, rasa logam di mulut, myasthenia gravis,
nausea, nevi, mudah gelisah dan iritasi, parkinson, rematik, sikoprenia, sariawan
perut, sickle-cell anemia, keras kepala, strabismus, gangguan penyerapan vitamin dan
mineral, serta hemokromatis.
Dalam penulisan makalah ini, penulis menyarankan kepada masyarakat agar bahanbahan yang mengandung zat besi sebaiknya dihindari untuk mencegah pemaparan timah.

DAFTAR PUSTAKA
Ahmad bin Jusoh. Et. al. 2005. Study on the Removal of Iron and Manganese in
Groundwater by Granular Activated Carbon. Santa Margherita Italia :
Elsevier.
Anonim. Iron and Manganese Removal. Minnesota USA : SDWA
Alaerts, G. dan Sri Santika Sumestri. 1987. Metode Penelitian Air. Surabaya: Usaha
Nasional
Arifin. 2007. Tinjauan dan Evaluasi Proses Kimia (Koagulasi, Netralisasi,
Desinfeksi)

di

Tangerang.Tangerang : PT. Tirta

Instalasi

Pengolahan

Air

Kencana Cahaya Mandiri.

Minum

Cikokol,