Anda di halaman 1dari 8

Macam-macam Cengkram:

1. Cengkram Ackers
Cengkram ini memeluk lebih dari stengah gigi abutment. Bentuk dari cengkram ini
cukup untuk menahan gigi penyangga dengan cukup kuat agar tidak terjadi rotasi
pada gigi tiruan. Cengkram ini mendekat ke undercut dari arah oklusal.
- Keuntungan:
Mudah dibuat dan diperbaiki
Retensi makanan kurang
Sangat baik digunakan sebagai tooth born
Memberikan dukungan yang sangat baik, bracing, dan retensi.
- Kerugian:
Cengkram ini menutupi bagian terbesar dari permukaan gigi. Cengkram ini
juga dapat mengubah lebar mahkota buccolingual. Mempengaruhi aliran
makanan dan menyebabkan akumulasi makanan. Hal ini menyebabkan
dekalsifikasi pada struktur gigi. Kerusakan pada jaringan lunak karena

kurangnya rangsangan fisiologis.


Sulit untuk menyesuaikan dengan tang karena konfigurasi setenga bulat.
Jika cengkram diletakkan lebih tinggi dari oklusal pada gigi, lebar dari tempat
makanan akan bertambah mengarahkan ke pembentukan tekanan yang lebih

besar.
Semua cengkram ackers tidak boleh memeluk undercut bagian mesiobuccal
dari abutment yang berdekatan dengan edentulous sebelah distal. Oleh karena
itu, cengkram ini tidak dapat digunakan untuk kasus-kasus dengan undercut
yang jauh dari ruang edentulous.

Gambar: Cengkram Ackers


-

Jenis-jenis cengkram ackers:


Cengkram simple circlet
Paling fleksible dan banyak digunakan.
Sangat baik pada gigi tiruan sebagian jenis tooth borne.
Mendekati daerah undercut dari edentulous.
Melibatkan undercut yang terletak jauh dari edentulous.
Cenkram hanya dapat disesuaikan dalam satu arah (buccolingual tapi tidak
oklusolingual).
Tidak dapat digunakan pada kasus-kasus dengan perpanjangan distal
karena melibatkan undercut mesiobukal.

Gambar: cenkram simple circlet

Cengkram reverse, circlet, atau reverse approach


Cengkram ini digunakan pada saat bagian retentive undercut pada gigi
abutment terletak dekat dengan bagian edentulous.
Cengkram ini didesain sedemikian rupa sehingga cengkram muncul dari
sisi mesial dan berakhir pada distal undercut.
Biasanya cengkram bar lebih sering untuk kasus perluasan distal.
Cengkram ini digunakan ketika sebuah cengkram bar dikontraindiksikan:
Jika daerah undercut berada pada ridge.
Adanya undercut pada jaringan lunak yang diakibatkan oleh
buccoversion gigi abutment.
Cengkram ini digunakan pada dasar perluasan distal gigi tiruan untuk
mengontrol tekanan yang bekerja pada terminal gigi abutment di sisi
edentulous.

Gambar: Cengkram reverse, circlet, atau reverse approach


Cengkram Multiple circlet
Kombinasi dari dua cengkram simple circlet yang bersambungan pada
terminal akhir dari reciprocal arm.
Digunakan untuk berbagai retensi dengan gigi tambahan di sisi yang sama
dari lengkungan pada saat jaringan periodontal kurang baik untuk
mendukung gigi abutment.

Gambar: Cengkram Multiple circlet


Cengkram Embrassure
Kombinasi dari dua cengkram simple circlet yang bersambungan pada
bagian badannya.
Digunakan pada lengkung gigi yang tak memiliki edentulous.
Cengkram melewati marginal ridge dua gigi untuk membentuk oklusal rest
ganda. Cengkram terletak di permukaan bukal dan terbagi menjadi dua
lengan kuat melibatkan undercut yang terletak di sisi berlawanan dari gigi.
Strukstur gigi interproximal harus dikurang untuk menambah ketebalan
logam. Cengkram bisa pecah jika logam terlalu tipis.
Indikasi : digunakan pada Klas II dan III tanpa modifikasi.
Terkadang, edentulous yang sangat kecil dapat ditutup dengan modifikasi
dari cengkram embrassure yang disebut dengan cengkram pointic.

ambar: Cengkram Embrassure


Ring clasp
Digunakan pada kasus lingual tip abutment molar.
sebagai cengkram yang panjang, dukungan tambahan harus disediakan
dengan menambahkan bracing arm tambahan dari basis konektor minor
gigi tiruan ke pusat cincin cengkram pada permukaan bukal.
Kerugian:
Terjadi perubahan pola aliran makanan.
Tidak dapat mempertahankan kualitas fisik.
Sulit untuk disesuaikan dan diperbaiki.
Meningkatnya cakupan permukaan gigi.
Kontraindikasi:
Apabila perlekatan buccinator terletak dekat dengan molar bawah.
Apabila bracing arm harus melewati undercut jaringan lunak.

Gamabr: Ring clasp

Fishook atau cengkram hairpin atau cenkram reverse action


Digunakan ketika kondisi undercut dekat dengan daerah edentulous.
Lengan atas bersifat rigid, sedangkan lengan bawah bersifat flexible.
Lengan bawah sebaiknya diposisikan diatas kontur terbesar agar tidak
mengganggu oklusi.
Indikasi:

Undercut berdekatan dengan daerah edentulous.


Adanya undercut pada jaringan lunak.
Kerugian:
Estetik kurang baik.
Cenderung menjebak dan menyebabkan akumulasi debris makanan.

Gambar: Fishook atau cengkram hairpin atau cenkram reverse action

Onlay clasp
Perluasan pada metal crown atau onlay dengan lengan cengkram pada
bagian bukal dan lingual.
Digunakan pada permukaan oklusal gigi yang terbenam abutment (yang
berada di bawah bidang oklusal) sehingga bidang oklusal normal dapat
dipulihkan dengan onlay.
Jika cengkram onlay terbuat dari chrome alloy, gigi antagonisnya harus
dilindungi

dengan

mahkota

emas.

karena

chrome

alloy

dapat

menghasilkan gesekan besar pada enamel (atrisi).


Cengkram ini mencakup sejumlah besar struktur gigi, hal itu dapat
menyebabkan kerusakan permukaan enamel. oleh karena itu, harus
digunakan yang hanya tahan terhadap karies pada mulut.

Gambar: Onlay Clasp

Combination clasp
Cengkram cor melingkar tidak bisa digunakan ketika undercut berdekatan
dengan ruang edentulous, karena akan menghasilkan kekuatan rotasi
destruktif pada abutment distal.
Karena kefleksibilitasannya, cengkram ini dapat diletakkan pada bagian
terdalam dari undercut tanpa ada bahaya pada abutment.
Biasanya digunakan pada gigi kaninus rahang atas dan premolar karena
alasan estetik.
Keuntungan:
Memiliki kontak garis tipis, debris kurang bertumpuk dan mudah
dipertahankan.
Dapat lentur pada semua bidang.
Kerugian:
Proses lab membosankan
Mudah patah dan distorsi.
Stabilitas yang rendah.

Gambar: Combination clasp


Half and half clasp
Memiliki lengan retentive yang berasal dari arah lain dan lengan resiprokal
berasal dari arah lainnya.
Dua konektor minor dibutuhkan untuk desain ini. Konektor minor pertama
menempel pada oklusal rest dan lengan retentive ke konektor major.
konektor minor kedua menghubungkan lengan recprocal, yang mirip
dengan cengkram bar dengan atau tanpa auxilary rest.
Desain ini bertujuan untuk memberikan retensi ganda.

Gambar: Half and half clasp

Back-action clasp
Modifikasi dari ring clasp
Disini konektor minor terhubung pada ujung dari lengan cengkram dan
oklusal rest yang tidak didukung.
Kerugian:
Kurangnya dukungan pada oklusal rest dapat mengurangi fungsinya.
Memiliki kedua prinsip biologis dan mekanis yang kurang baik.

Gambar: Back-action clasp


Grassos clasp or VRHR clasp
Cengkram ini terdiri dari lengan resiprokal vertikal, sebuah sandaran
oklusal dengan lengan retentive horizontal. Masing-masing timbul secara
terpisah dari konektor utama.
Keuntungan:
Meminimalkan kontak gigi tan kompromi dalam keberhasilan.

Tidak memerlukan preparasi pada guide planes.


Cocok pada gigi posterior dengan garis survey yang tinggi.
Penenmpatan lengan retentive lebih baik estetiknya.
Keseimbangan antara komponen retentive dan resiprokal mencegah

efek tabrakan dengan lengan retentive.


Kerugian
Sulit untuk mempertahankan sebagai zona blok antara basis lengan
resiprokal dan gigi cenderung mrngumpulkan sisa-sisa makanan.

Gambar : Grassos clasp or VRHR clasp


(sumber: Nallaswamy, Deepak. Textbook Of Prosthodontics. New Delhi:
Jaypee. 2003. Pg. 359-363)