Anda di halaman 1dari 10

Calori Work

Laporan RLAB KR02

Nama : Ednaz Hermawan


NPM : 0906489795
Fakultas : Teknik
Departemen : Teknik Elektro
Grup : A-9
Kode Praktikum : KR02
Tanggal Praktikum : 23 Februari 2010

Unit Pelaksana Pendidikan Ilmu Pengetahuan Dasar (UPP-IPD)


Universitas Indonesia
Depok
Calori Work
Laporan RLAB KR02

I. Tujuan
Menghitung nilai kapasitas kalor suatu kawat konduktor.

II. Alat
1. Sumber tegangan yang dapat divariasikan
2. Kawat konduktor ( bermassa 2 gr )
3. Termometer
4. Voltmeter dan Ampmeter
5. Adjustable power supply
6. Camcorder
7. Unit PC beserta DAQ dan perangkat pengendali otomatis

III. Teori

Hubungan kekekalan energi menyatakan energi tidak dapat dimusnahkan atau diciptakan.
Energi hanya dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk lain. Pada percobaan kali ini akan
dilakukan pengkonversian energi dari energi listrik menjadi energi panas.
Energi listrik dihasilkan oleh suatu catu daya pada suatu konduktor yang mempunyai
resistansi dinyatakan dengan persamaan :

W=v.i.t ... ( 1 )
Calori Work | [Pick the date]

Dimana
W = energi listrik ( joule )
v = Tegangan listrik ( volt )
i = Arus listrik ( Ampere )
t = waktu / lama aliran listrik ( sekon )

1
Energi kalor yang dihasilkan oleh kawat konduktor dinyatakan dalam untuk kenaikan
temperatur.
Jumlah kalor yang diperlukan untuk menaikan suhu zat dinyatakan dengan persamaan :

Q = m . c (Ta – T)
Q = m c (Ta - T) ....................................................... (1)

Dimana

Q = Jumlah kalor yang diperlukan ( kalori )


m = massa zat ( gram )
c = kalor jenis zat ( kal/gr0C)
Ta = suhu akhir zat (K)
T= suhu mula-mula (K)

Sebuah kawat dililitkan pada sebuah sensor temperatur. Kawat tersebut akan dialiri arus
listrik sehingga mendisipasikan energi kalor. Perubahan temperatur yang terjadi akan diamati
oleh sensor kemudian dicatat oleh sistem instrumentasi. Tegangan yang diberikan ke kawat
dapat dirubah sehingga perbuahan temperatur dapat bervariasi sesuai dengan tegangan yang
diberikan.

IV. Cara Kerja

Eksperimen rLab ini dapat dilakukan dengan meng-klik tombol rLab di bagian bawah
halaman ini.

1. Aktifkan Web cam ! (klik icon video pada halaman web r-Lab) !
Calori Work | [Pick the date]

2. Berikan tegangan sebesar V0 ke kawat konduktor !


3. Hidupkan Power Supply dengan meng’klik’ radio button disebelahnya.
4. Ambilah data perubahan temperatur , tegangan dan arus listrik pada kawat konduktor
tiap 1 detik selama 10 detik dengan cara meng’klik” icon “ukur”!
5. Perhatikan temperatur kawat yang terlihat di web cam, tunggulah hingga mendekati
temperatur awal saat diberikan V0 .

2
6. Ulangi langkah 2 hingga 5 untuk tegangan V1, V2 dan V3

V. Pengolahan Data
1. Data yang diambil saat memberikan tegangan V0.

Waktu I V Temperatur
3 23,84 0 20,8
6 23,84 0 20,7
9 23,84 0 20,6
12 23,84 0 20,6
15 23,84 0 20,5
18 23,84 0 20,4
21 23,84 0 20,4
24 23,84 0 20,4
27 23,84 0 20,3
30 23,84 0 20,3

2. Data yang diambil saat memberikan tegangan V1


Waktu I V Temperatur
3 35,48 0,66 19,7
6 35,48 0,66 19,8
9 35,48 0,66 19,9
12 35,48 0,66 20,1
15 35,48 0,66 20,3
18 35,48 0,66 20,4
21 35,48 0,66 20,5
24 35,48 0,66 20,7
27 35,48 0,66 20,8
30 35,48 0,66 20,9

3. Data yang diambil saat memberikan tegangan V2


Waktu I V Temperatur
3 51,79 1,59 19,3
6 51,79 1,59 19,8
9 51,79 1,59 20,8
Calori Work | [Pick the date]

12 51,79 1,59 21,8


15 51,79 1,59 22,8
18 51,79 1,59 23,7
21 51,79 1,59 24,5
24 51,79 1,59 25,3
27 51,79 1,59 25,9
30 51,79 1,59 26,6

3
4. Data yang diambil saat memberikan tegangan V3
Waktu I V Temperatur
3 42,43 1,06 20,7
6 42,43 1,06 20,8
9 42,43 1,06 21,1
12 42,43 1,06 21,4
15 42,43 1,06 21,8
18 42,43 1,06 22,2
21 42,43 1,06 22,6
24 42,43 1,06 22,9
27 42,43 1,06 23,1
30 42,43 1,06 23,3

VI. Tugas dan Evaluasi


? Grafik yang menggambarkan hubungan antara temperatur dan waktu untuk setiap
tegangan yang diberikan ke kawat konduktor.
 Grafik saat V0 = 0

Temperatur VS waktu , V=0


20,9
20,8
20,7
20,6
temperatur

20,5
20,4
20,3
20,2
20,1
20
3 6 9 12 15 18 21 24 27 30
Waktu
Calori Work | [Pick the date]

4
 Grafik saat V1= 0.66

Temperatur VS Waktu , V=1


21
20,8
20,6
20,4
20,2
20
19,8 Temperatur
19,6
19,4
19,2
19
3 6 9 12 15 18 21 24 27 30

 Grafik saat V2 = 1.59

Temperatur VS Waktu , V=2


30

25

20

15
Temperatur
10

0
3 6 9 12 15 18 21 24 27 30

 Grafik saat V3 = 1.06

Temperatur VS Waktu, V=3


23,5
Calori Work | [Pick the date]

23
22,5
22
21,5
21 Temperatur
20,5
20
19,5
5 19
3 6 9 12 15 18 21 24 27 30
? Untuk tegangan V1 , V2 dan V3 , hitunglah nilai kapasitas panas ( c ) dari kawat
konduktor yang digunakan
Untuk tegangan V1

Diketahui: i = 35,48 Ampere dan v = 0,66 V


t= 30 s – 3s = 27 s

vit (0,66)(35,48)(27) 632,25


C = = = 526,88 C
T 20,9  19,7 1,2

Untuk tegangan V2

Diketahui: i = 51,79 Ampere dan v = 1,66 V


t = 27 s

vit (1,66)(51,79)(27) 2321,23


C = = = 317, 98
T 26,6  19,3 7,3

Untuk tegangan V3

Diketahui: : i = 42,43 Ampere dan v = 1,06 V


t = 27 s

vit (1,06)(42,43)(27) 1214,35


C = = = 467,06
T 23,3  20,7 2,6

? Berdasarkan nilai c yang saudara peroleh, tentukan jenis kawat konduktor yang
Calori Work | [Pick the date]

digunakan.

3
526,88  317,98  467,06
C= 1/3  Ci = = 437,31 C
i 1 3

6
s= 
(C  C ) 2
(526,88  437,31) 2  (317,98  437,31) 2  (467,06  437,31) 2
 
N ( N  1) 6

8022,75  14239,65  885,06


=  3857,91  62,11 C
6

Jadi, kapasitas kalor dari kawat konduktor yang dipakai pada praktikum ini adalah:

(437,31 ± 62,11) C

VII. Analisa
Percobaan kali ini berjudul “ alori Work”. Percobaan ini dilakukan dengan
Rlab, yaitu dengan melakukan praktikum dengan menggunakan komputer yang telah
terintegrasi dengan jaringan internet. Praktikan dapat melakukan praktikum tanpa
harus datang ke laboratorium yang berada di FMIPA UI, praktikan dapat melakukan
percobaan dimana saja apabila telah terkoneksi dengan jaringan internet. Alat yang
digunakan pada praktikum Rlab ini adalah alat asli yang ditampilkan ke dalam laptop
kita secara online yang direkam oleh webcam di tempat alat tersebut berada.
Percobaan ini dilakukan dengan pengaliran listrik pada sebuah kawat tertentu.
Lalu terjadi perubahan temperatur pada kawat yang dialiri listrik. Sehingga terbukti
bahwa hukum kekekalan energi berlaku dimana energi tidak akan pernah hilang dan
hanya akan berubah bentuk, pada percobaan kali ini perubhan bentuk energi tersebut
adalah dari energi listrik menjadi energi kalor, karena adanya perubahan temperatur
Calori Work | [Pick the date]

tersebut.
Terdapat empat kali pengukuran dengan V yang berbeda pada percobaan ini,
antara lain percobaan dengan V=0, V=0.66, V=1.59, V=1.06 . Pengukuran ini
dilakukan dalam tiga puluh detik dengan melakukan pendataan disetiap tiga detik.
Pada setiap detik, kawat yang dialiri listrik akan mengalami kenaikan temepratur
kecuali pada pengukuran yang dialiri listrik / 0V. Hasil yang saya dapatkan pada

7
percobaan ini cukup besar, hal ini mungkin di karenakan saya tidak melihat tampilan
video yang ada pada halaman percobaan RLAB (masalah teknis), sehingga saat
pergantian tegangan yang saya berikan, saya tidak dapat melihat bagaimana
temperatur dari alat tersebut sudah kembali normal atau tidak,jadi pada saat
pemberian tegangan yang berbeda, sisa dari tegangan yang sebelumnya
mempengaruhi temperatur alat yang diujikan.
Selain itu menurut saya hal tersebut dapat terjadi akibat nilai kalor yang kecil
mempunyai nilai konduktivitas yang tinggi dan dapat menaikkan suhu dengan energi
yang kecil. Di sisi lain, untuk benda yang memiliki kalor jenis besar, berarti benda
tersebut membutuhkan energi yang besar unutk menaikkan suhunya. Benda yang
kalor jenisnya tinggi , berarti konduikvitasnya rendah.
Untuk kapasitas kalor yang saya dapatkan sudah sesuai dengan teori dimana
kalor yang terdisipasi pada kawat akan sebanding dengan perubahan tegangan dan
arus namun dengan berbanding terbalik dengan kapasitas kalor yang sama pada ketiga
percobaan maka kapasitas kalor yang diperoleh akan hampir sama pada ketiga
percobaan.
Berdasarkan pengolahan data yang telah dilakukan melalui prinsip hukum
kekekalan energi, Energi Listrik yang dihasilkan oleh catu daya berubah menjadi
energi kalor yang mengakibatkan kenaikan temperature dari kawat. Dari sini kita
dapat mencari kapasitas kalor (tenaga yang dibutuhkan untuk menaikkan temperature
benda sebesar satu derajat) dari kawat konduktor. Berdasarkan perhitungan
didapatkan kapasitas kalor: 437,31 dengan ketidakpastian 62,11 , artinya nilai
sesungguhnya dari kapasitas kalor berada di antara (437,31 + 62,11)
dan (437,31 - 62,11)
.

VIII. Kesimpulan
 Ketika kawat dialiri listrik, maka temperatur kawat tersebut akan naik.
 Semakin tinggi arus listrik yang mengalir maka temperatur kawat akan
Calori Work | [Pick the date]

semakin besar.
 Benda yang memiliki kalor jenis kecil, hal tersebut menandakan bahwa benda
tersebut mempunyai konduiktivitas yang tinggi, karena dapat menaikkan
suhunya dengan energi yang kecil

8
 Benda yang memiliki kalor jenis besar, hal tersebut menandakan bahwa
konduiktivitasnya rendah, karena berarti benda tersebut membutuhkan energi
yang besar untuk menaikkan suhunya.
 Energi bersifat kekal dan dapat berubah bentuk. Percobaan ini membuktikan
perubahan Energi Listrik menjadi Energi Kalor yang meningkatkan
temperature kawat.

IX. Referensi
Giancoli, D.C.; Physics for Scientists & Engeeners, Third Edition, Prentice Hall, NJ, 2000.
Halliday, Resnick, Walker; Fundamentals of Physics, 7th Edition, Extended Edition, John
…Wiley & Sons, Inc., NJ, 2005.
Calori Work | [Pick the date]