Anda di halaman 1dari 11

I.

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Senyawa atau zat padat yang tidak mengandung air disebut anhidrat.
Sedangkan senyawa yang mengandung atau mengikat molekul air secara kimia
sebagai bagian dari kristalnya disebut senyawa hidrat, misalnya CuSO 4.5H2O.
Molekul air yang terikat dalam hidrat tersebut disebut dengan air hidrat. Senyawa
hidrat disebut juga senyawa kristal, karena mengandung molekul air yang
mempunyai ikatan hidrogen. Senyawa hidrat bisa mengikat satu sampai dua puluh
molekul air.
Contoh senyawa hidrat adalah tembaga sulfat (II) pentahidrat yang ditulis
sebagai (CuSO4.5H2O) yang biasa disebut dengan terusi atau vitriol biru. CuSO 4
merupakan senyawa anhidratnya. Untuk membentuk senyawa anhidratnya dapat
dilakukan dengan cara pemanasan yang ditandai dengan perubahan warna putih,
dengan proses pendinginan akan menyebabkan molekul anhidrat tadi menyerap
uap air di udara dan mengikat molekul air sebagai hidrat kembali dan warna
senyawa berubah menjadi biru.
Tembaga banyak digunakan pada berbagai barang elektronik, misalnya
kabel, kumparan, dan lain-lain. Logam tembaga pada barang-barang tersebut
mengandung kadar tembaga yang cukup tinggi. Sehingga, biasanya bekas
tembaga dari barang-barang tersebut diolah kembali menjadi logam tembaga baru
untuk digunakan pada barang elektronik lagi, pembuatan kristal CuSO 4.5H2O
salah satu cotoh yang dapat dibuat untuk sebagai bahan baku.

Tembaga (II) sulfat pentahidrat atau terusi selain dapat digunakan sebagai
bahan baku untuk barang elektronik juga juga dapat digunaan sebagai larutan
elektrolit dalam proses elektrolisis untuk pemurnian tembaga, juga digunakan
dalam pengetikan secara listrik (electrotyping) dan bahan pengisi batu baterai.
Berdasarkan dari latar belakang di atas, maka dilakukanlah percobaan
untuk membuat senyawa tembaga (II) sulfat pentahidrat (terusi) serta mengetahui
proses dan teknik pembuatan terusi.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas, maka rumusan
masalah dari percobaan ini yaitu bagaimana proses dan teknik pembuatan terusi?
C. Tujuan Percobaan
Tujuan yang akan dicapai dari percobaan ini adalah untuk memberikan
gambaran proses dan teknik pembuatan terusi.

II. TINJAUAN PUSTAKA


Tembaga dengan nama kimia cuprum dilambangkan dengan Cu, berbentuk
kristal dengan warna kemerahan dan di alam dapat ditemukan dalam bentuk
logam bebas, akan tetapi lebih banyak ditemukan dalam bentuk persenyawaan
atau sebagai senyawa padat dalam bentuk mineral. Dalam tabel periodik unsurunsur kimia tembaga menempati posisi dengan nomor atom 29 dan mempunyai
bobot 63.456. Senyawa-senyawa yang dibentuk oleh logam tembaga mempunyai
bilangan valensi yang dibawanya. Logam tembaga juga dinamakan cupro untuk
yang bervalensi +1 dan cupri yang bervalensi +2. Garam-garam tembaga (II)
umumnya berwarna biru, baik dalam bentuk hidrat, padat, maupun dalam larutan
air . Logam tembaga dan beberapa bentuk persenyawaanya seperti CuO, CuCO 3,
Cu(OH)2, dan Cu(CN)2 tidak dapat larut dalam air dingin atau air panas, tetapi
dapat dilarutkan dalam asam (Ganjar, 2008).
Tembaga adalah logam merah-muda, yang lunak, dapat ditempa, dan
diliat. Ia melebur pada 1038C karena potensial electrode standardnya positif, ia
tak larut dalam asam klorida dan asam sulfat encer, meskipun dengan adanya
oksigen ia bisa larut sedikit. Asam nitrat yang sedang pekatnya dengan mudah
melarutkan tembaga. Garam-garam tembaga (II) umumnya berwarna biru, baik
dalam bentuk hidrat, padat, maupun dalam larutan air (Vogel, 1979).
Tembaga adalah logam berdaya hantar listrik tinggi, maka dipakai sebagai
kabel listrik. Tembaga tidak larut dalam asam yang bukan pengoksidasi tetapi
tembaga teroksidasi oleh HNO3. Bentuk pentahidrat yang lazim terhidratnya, yaitu
kehilangan empat molekul airnya pada 100o C dan kelima-lima molekul air pada

suhu 150o C. Pada 650oC, tembaga (II) sulfat mengurai menjadi tembaga (II)
oksidasi (CuO), sulfur dioksida (SO2) dan oksigen (Sugiarto, 2003).
Serbuk tembaga merupakan salah satu bahan logam yang digunakan untuk
membuat komponen otomotif, elektronika dan juga sebagai bahan untuk produk
cat yang bersifat konduktip. Dalam industri otomotif dan elektronika, pembuatan
komponen dari serbuk tembaga dilakukan dengan teknologi metalurgi serbuk,
dimana proses metalurgi serbuk terdiri dari tahapan-tahapan mixing, compacting
dan sintering (Riles, 2012).
Kristal CuSO4.5H2O berupa padatan kristal dapat dibuat dengan
mereaksikan tembaga dengan asam sulfat dan asam nitrat yang kemudian
dipanaskan dan hingga terbentuk kristal. Selain dengan bahan baku logam
tembaga, kristal CuSO4.5H2O juga bisa dibuat dari tembaga bekas ataupun
tembaga dalam bentuk sponge yang diperoleh dari larutan CuCl2 (Fitrony dkk.,
2013).

III. METODOLOGI PRAKTIKUM

A. Waktu dan Tempat


Praktikum ini dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 16 Oktober 2014
pukul 07:30 sampai 10:00 WITA dan bertempat di Laboratorium Kimia Fakultas
Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Halu Oleo Kendari.
B. Alat dan Bahan
1. Alat
Alat-alat yang digunakan pada percobaan ini ialah 2 buah gelas kimia
500 mL, pipet volume, filler, corong, batang pengaduk, hot plate, desikator
dan lemari asam.
2. Bahan
Bahan-bahan yang digunakan pada percobaan ini ialah HNO3 encer,
H2SO4 pekat, aquades, kertas saring dan potongan kawat kabel.

C. Prosedur Kerja

50 mL aquades

dimasukan kedalam gelas kimia


ditambahkan 8,5 mL H2SO4 pekat
dimasukan 5 gr potongan akwat kabel
(dilakukan di dalam lemari asam)
ditambahkan 25 mL HNO3 encer
diaduk hingga tembaga larut
dipanaskan (sampai uapnya tidak
berwarna coklat)
dipanaskan
disaring ketika masih panas

Filtrat

Residu

- disimpan dalam desikator


Hasil

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN


A. Hasil Pengamatan
1. Data pengamatan

Perlakuan

Pengamatan

50 mL air + 8,5 mL H2SO4 pekat + 5 gr


potongan kawat kabel (Cu)
Campuran (dalam lemari asam) + HNO3
encer + dipanaskan
Dipanaskan sampai gas cokelat tidak
keluar lagi
Di diamkan beberapa hari dalam
desikator

Larutan berwarna kecoklatan


Larutan berwarna biru vitrol dan
timbul gas berwarna cokelat
Terbentuk gas warna cokelat
Tidak terbentuk kristal

2. Reaksi yang terjadi


3Cu + 2NO3- + 2H+

3CuO + 2NO + H2O

Cu + H2SO4

CuSO4 + H2O

CuSO4 + 5H2O

CuSO4.5H2O

B. Pembahasan
Senyawa atau zat padat yang tidak mengandung air disebut anhidrat.
Sedangkan senyawa yang mengandung atau mengikat molekul air secara kimia
sebagai bagian dari kristalnya disebut senyawa hidrat, Seperti terusi CuSO4.5H2O
molekul air yang terikat dalam hidrat tersebut disebut dengan air hidrat. Senyawa
hidrat disebut juga senyawa kristal, karena mengandung molekul air yang
mempunyai ikatan hidrogen.
Pada hidrat tembaga (II) sulfat pentahidrat, CuSO 4.5H2O. Antara molekul
SO42- dengan SO4 2- tersebut terjadi gaya tolak menolak, begitu juga antara
molekul Cu2+ dengan C2+. Jadi molekul H2O berfungsi sebagai penstabil gaya tolak
menolak antara molekul sejenis itu. Dengan daya molekul air pada kisi kristal,
maka akan menyebabkan kristal itu stabil sehingga kisi dalam yang terhidrat akan

membentuk ikatan hidrogen. Molekul air terikat secara kimia dalam senyawa
sehingga molekul air bagian dari kisi kristal.
Pada praktikum ini dilakukan percobaan untuk membuat tembaga sulfat
pentahidrat atau yang biasa disebut dengan terusi. Kristal CuSO 4.5H2O berupa
padatan kristal biru ini dapat dibuat dengan mereaksikan tembaga dengan asam
sulfat dan asam nitrat yang kemudian dipanaskan dan hingga terbentuk kristal.
Selain dengan bahan baku logam tembaga, kristal CuSO4.5H2O juga bisa dibuat
dari logam tembaga bekas. Pada praktikum kali ini kawat bekas dari kabel
dijadikan sebagai bahan baku logam tembaga dalam membuat terusi.
Terusi dibuat dengan pelarutan logam tembaga berupa kawat bekas dalam
asam sulfat pekat dimana asam sulfat berfungsi untuk mengaktifkan tembaga agar
tembaga dapat bereaksi dengan asam nitrat. Penambahan asam nitrat ke dalam
larutan berfungsi sebagai oksidator yang akan mengoksidasi Cu menjadi Cu2+.
Selain itu, asam nitrat berfungsi untuk melarutkan potongan logam tembaga,
karena larutan asam sulfat tidak dapat melarutkan serbuk tembaga. Dari
penambahan asam nitrat pekat ini menyebabkan tembaga melarut dan larutan
menjadi berwarna biru keruh serta terdapat uap berwarna coklat yang dihasilkan.
Warna coklat yang dihasilkan disebabkan karena gas NO sangat reaktif terhadap
oksigen membentuk gas NO2 dengan reaksi NO + O2

NO2. Diperlukan waktu

yang tidak sedikit dari reaksi antara tembaga dan asam nitrat encer, maka dalam
proses ini diperlukan pengadukan sampai seluruh kawat larut dalam larutan dan
gas NO2 yang berwarna coklat tidak keluar lagi.

Kristal tembaga (II) sulfat dapat terbentuk karena suatu larutan dalam
keadaan atau kondisi lewat jenuh. Kondisi tersebut terjadinya karena pelarut
sudah tidak mampu melarutkan zat terlarutnya, atau jumlah zat terlarut sudah
melebihi kapasitas pelarut. Dari pemanasan yang telah dilakukan terbentuk larutan
berwarna biru tua. Untuk memisahkan filtrat dengan endapan (zat pengotor) maka
dilakukan penyaringan. Penyaringan dilakukan ketika larutan masih panas. Hal ini
ditujukan agar pembentukan kristal yang tidak diharapkan (kristal yang masih
mengandung zat pengotor) dapat terhindar. Dari hasil penyaringan diperoleh
larutan berwarna biru tua. Selanjutnya, filtrat yang telah disaring didiamkan
selama satu hari untuk mendapatkan kristal dari tembaga (II) sulfat. Akan tetapi
pada percobaan ini kristal tembaga (II) sulfat tidak terbentuk setelah didiamkan
dikarenakan penambahan larutan asam nitrat yang berlebih, sehingga H2O
menjadi berlebih dalam larutan.

V. KESIMPULAN
Garam terusi (CuSO4.5H2O) dapat dibuat dengan teknik kristalisasi
menggunakan H2SO4 pekat dan HNO3 encer. Serbuk tembaga merupakan bahan
baku untuk membuat terusi. Serbuk tembaga juga dapat digantikan dengan

kumparan ataupun potongan kawat. Asam sulfat pekat pada proses pembuatan
terusi berfungsi untuk mengaktifkan tembaga agar tembaga dapat bereaksi dengan
asam nitrat. Penambahan asam nitrat ke dalam larutan berfungsi untuk melarutkan
potongan logam tembaga, karena larutan asam sulfat tidak dapat melarutkan
serbuk tembaga. Dari penambahan asam nitrat pekat ini menyebabkan tembaga
melarut dan larutan menjadi berwarna biru keruh.

DAFTAR PUSTAKA
Fitrony, Rizqy F., Lailatul, Q., Mahfud. 2013. Pembuatan Kristal Tembaga Sulfat
Pentahidrat (CuSO4.5H2O) dari Tembaga Bekas Kumparan. Jurnal Teknik
Pomits. Vo.2, No.1
Ganjar, A. 2008. Penurunan Kadar Tembaga pada LIimbah Cair Industri kerjinan
Perak dengan Presipitasi Menggunkan Natruim Hidroksida. Jurnal
Teknologi. Vol. 1, No.2.

Kristian, S. 2003. Dasar-Dasar Kimia Anorganik II. Yogyakarta. Jica.


Vogel. 1979. Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan Semimakro. Jakarta:
Kalman Media Pustaka
Wattimena, Riles M. 2012. Komposisi Ukuran Dan Diameter Ekivalen Serbuk
Hasil Dari Proses Electrorefining Dengan Variasi Tegangan Waktu
Pengendapan Deposit. Jurnal Orbith. Vol. 8, No. 2.