Anda di halaman 1dari 15

LI.

1 Memahami dan Menjelaskan Larutan dan Cairan


LO.1.1 Definisi dan komposisi
Larutan adalah campuran yang homogen dari dua atau lebih macam zat
yangterdiri dari solute (zat terlarut) dan solvent (zat pelarut) secara
teoritisberdasarkan definisi larutan makan ada sembilan kemungkinan macam
larutana.
1. Bila solven : Suatu Cairan
Solute : Gas, zat padat atau cairan lain
2. Bila solven : Suatu Zat padat
Solute : Gas,Cairan atau zat padat lain.
3. Bila Solven : Suatu Gas
Solute : Cairan, zat padat atau gas lain

Cairan adalah volume air bisa berupa kekurangan atau kelebihan air. Air tubuh lebih banyak
meningkat tonisitus adalah terminologi guna perbandingan osmolalitas dari salah satu cairan
tubuh yang normal. Cairan tubuh terdiri dari cairan eksternal dan cairan internal. Volume
cairan intrasel tidak dapat diukur secara langsung dengan prinsip difusi oleh karena tidak ada
bahan yang hanya terdapat dalam cairan intrasel. Volume cairan intrasel dapat diketahui
dengan mengurangi jumlah cairan ekternal, terdiri dari cairan tubuh total.
Cairan tubuh didistribusi antara dua kompartemen utama: kompartemen intraseluler
dan ekstraseluler. Persentase cairan tubuh di dalam kompartemen cairan tubuh.
a. Cairan intraseluler (CIS)
Cairan yang terkandung di dalam sel. Pada orang dewasa kira-kira dua per tiga dari
cairan tubuh adalah intraselular, sama kira-kira 25 L pada rata-rata pria dewasa (70
kg). Sebaliknya, hanya setengah dari cairan tubuh bayi adalah cairan intraselular.
Fungsi cairan intrasel : berperan dalam proses menyimpan, menghasilkan dan penggunaan
energy serta proses perbaikan sel. Selain itu juga berfungsi dalam proses replikasi dan
berfungsi khusus sebagai cadangan air untuk mempertahankan volume dan osmolalitas caira
ekstrasel.
b. Cairan ekstraseluler (CES)
CES adalah cairan di luar sel. Ukuran relatif dari CES menurun dengan peningkatan
usia. Pada bayi baru lahir, kira-kira setengah cairan tubuh terkandung di dalan CES.
Setelah usia satu tahun, volume relatif dari CES menurun sampai kira-kira sepertiga
dari volume total. Ini hampir sebanding dengan 15 L dalam rata-rata pria dewasa (70
kg). Lebih luas, CES dibagi menjadi:
- Cairan interstisial (CIT)
Cairan di sekitar sel, sama dengan kira-kira 8 L pada orang dewasa. Cairan
limfe termasuk dalam volume interstisial. Relatif terhadap ukuran tubuh,
volume CIT kira-kira sebesar dua kali lebih besar pada bayi baru lahir
dibandingkan orang dewasa.
-

Cairan intravaskuler (CIV)Cairan yang terkandung di dalam pembuluh darah.


Volume relatif dari CIV sama pada orang dewasa dan anak-anak. Rata-rata
volume darah orang dewasa kira-kira 5-6 L, 3 L dari jumlah tersebut adalah

plasma. Sisanya 2-3 L terdiri dari sel darah merah yang mentraspor oksigen
dan bekerja sebagai buffer tubuh yang penting, sel darah putih, dan trombosit.
Cairan transeluler (CTS)
Cairan yang terkandung di dalam rongga khusus dari tubuh. Contoh CTS
meliputi cairan dari serebrospinal, perikardial, pleural, sinovial, dan cairan
intraocular dan sekresi lambung. Sejumlah besar cairan dapat saja keluar
masuk ruang transeluler setiap harinya.
Cairan ekstrasel berperan sebagai :

o pengantar semua keperluan sel, -pengangkut CO2 , sisa metabolism, bahan


toksik atau bahan yang telah mengalami detoksifikasi dari sekitar lingkungan
sel
LO.1.2 Jenis
1.
2.
3.
4.

Macam-macam Larutan Berdasarkan Kepekatan :


Larutan Encer : Larutan yang menganduang relatif sedikit solute(zat yangDilarutkan )
dalam larutan
Larutan pekat : Larutan yang mengandung banyak solute(zat yang dilarutkan)Dalam
larutan
Larutan Jenuh : Larutan dimana ada keseimbangan antara solute padat danSolute
dalam larutan
Larutan Tidak Jenuh: Larutan yang mengandung jumlah solute yang kurang
dariLarutan jenuh.

Cairan Nutrien
Pasien yang istirahat di tempat tidur memerlukan sebanyak 450 kalori setiap harinya. Cairan
nutrien (zat gizi) melalui intravena dapat memenuhi kalori ini dalam bentuk karbohidrat,
nitrogen dan vitamin yang penting untuk metabolisme. Kalori yang terdapat dalam cairan
nutrien dapat berkisar antara 200-2500 kalori per liter. Cairan nutrient terdiri atas :
a. Karbohidrat dan air, contoh: dextrose (glukosa), levulose (fruktosa), invert sugar (1/2
dextose dan levulose).
b. Asam amino, contoh: amigen, aminosol dan travamin.
c. Lemak, contoh: lipomul dan liposyn.
Blood volume expanders
Blood volume expanders merupakan bagian dari jenis cairan yang berfungsi meningkatkan
volume pembuluh darah setelah kehilangan darah atau plasma. Apabila keadaan darah sudah
tidak sesuai, misalnya pasien dalam kondisi pendarahan berat, maka pemberian plasma akan
mempertahankan volume darah. Pada pasien dengan lika bakar berat, sejumlah besar cairan
hilang dari pembuluh darah di daerah luka. Plasma sangat perlu diberikan untuk
menggantikan cairan ini. Jenis blood volume expanders antara lain: human serum albumin
dan dextran dengan konsentrasi yang berbeda. Kedua cairan ini mempunyai tekanan osmotik,
sehingga secara langsung dapat meningkatkan jumlah volume darah.

LO.1.4. Fungsi
a. Mengatur suhu tubuh
Bila kekurangan air, suhu tubuh akan menjadi panas dan naik.
b. Melancarkan peredaran darah
Jika tubuh kita kurang cairan, maka darah akan mengental. Hal ini disebabkan cairan
dalam darah tersedot untuk kebutuhan dalam tubuh. Proses tersebut akan berpengaruh
pada kinerja otak dan jantung.
c. Membuang racun dan sisa makanan
Tersedianya cairan tubuh yang cukup dapat membantu mengeluarkan racun dalam
tubuh. Air membersihkan racun dalam tubuh melalui keringat, air seni, dan
pernafasan.
d. Mengatur struktur dan fungsi kulit
Air sangat penting untuk mengatur struktur dan fungsi kulit. Kecukupan air dalam
tubuh berguna untuk menjaga kelembaban, kelembutan, dan elastisitas kulit akibat
pengaruh suhu udara dari luar tubuh.
e. Mengangkut nutrisi dan oksigen melalui darah untuk segera dikirim ke sel-sel tubuh
Konsumsi air yang cukup akan membantu kerja sistem pencernaan di dalam usus
besar karena gerakan usus menjadi lebih lancar, sehingga feses pun keluar dengan
lancar.
f. Pernafasan
Paru-paru memerlukan air untuk pernafasan karena paru-paru harus basah dalam
bekerja memasukkan oksigen ke sel tubuh dan memompa karbondioksida keluar
tubuh. Hal ini dapat dilihat apabila kita menghembuskan nafas ke kaca, maka akan
terlihat cairan berupa embun dari nafas yang dihembuskan pada kaca.
g. Sendi dan otot
Cairan tubuh melindungi dan melumasi gerakan pada sendi dan otot. Otot tubuh akan
mengempis apabila tubuh kekurangan cairan. Oleh sebab itu, perlu minum air dengan
cukup selama beraktivitas untuk meminimalisir resiko kejang otot dan kelelahan.
h. Pemulihan penyakit
Air mendukung proses pemulihan ketika sakit karena asupan air yang memadai
berfungsi untuk menggantikan cairan tubuh yang terbuang.

LI.2 Memahami dan Menjelaskan Keseimbangan Cairan


Tubuh
LO.2.1 Mekanisme normal
Kesetimbangan air adalah kondisi dimana jumlah air yang masuk ke dalam tubuh
seimbang dengan jumlah air yang keluar.
Keseimbangan elektrolit adalah kondisi dimana jumlah masing masing elektrolit yang
masuk ke dalam tubuh setara dengan dengan jumlah masing masing elektrolit yang keluar

Cairan ekstraselular merupakan perantara antara sel dan lingkungan luar. Semua pertukaran
air dan konstituen lainnya antara ICF dan lingkungan harus terjadi melewati ECF. Plasma
hanyalah satu-satunya cairan yang bias diatur secara langsung baik volume maupun
komposisinya. Cairan ini berada dalam sirkulasi. Perubahan komposisi dan volume plasma
juga akan mempengaruhi cairan interstisial. Oleh karena itu, semua control terhadap plasma
akan mengatur keseluruhan ECF juga.
Dua faktor yang diatur untuk mempertahankan keseimbangan cairan tubuh adalah
volume dan osmolaritasnya. Walaupun regulasi keduanya saling berhubungan (kadar NaCl
dan H2O), alasan mengapa keduanya dikontrol sangatlah berbeda.
a. Volume CES
Regulasi volume CES sangat penting untuk mempertahankan tekanan darah.
Pemeliharaan keseimbangan garam sangat penting dalam regulasi jangka panjang
volume CES.
- Regulasi jangka panjang
Regulasi ini dilakukan oleh ginjal dan mekanisme haus, yang masingmasingmelakukan pertukaran cairsn yang diperlukan antara CES dan
lingkunganeksternal untuk mengatur volume cairan tubuh total.
-

Regulasi jangka pendek


Regulasi ini dilakukan dengan cara :
Reflek baroreseptor mengubah curah jantung dan resistensi perifer
total. Akan meningkat untuk meningkatkan tekanand arah pada saat
tekanan darah terlalu rendah dan sebaliknya akan menurunkan tekanan
darah bila tekanan darah terlalu tinggi.
Perpindahan cairan berlangsung secara temporer dan otomatis antara
plasma dan cairan interstisium. Jika volume plasma teralalu besar,
kelebihan cairan akan berpindah kekompartemen interstisium dan
sebaliknya jika volume plasma terlalu rendah makan, cairan akan
berpindah dari kompartemen interstisium ke plasma.
Regulasi pengerluaran darah di urin
Regulasi ini dilakukan dengan dua cara, yaitu :
Laju filtrasi glomerulus (LFG)
Pada saat jumlah natrium dalam tubuh menurun, ginjal akan
menahan natrium yang difiltrasi agar eksresi natrium menurun
sehingga dapat meningkatkan konsentrasi NaCl dan mengatasi
penurunan natrium.
Reabsorpsi natrium di tubulus
Pada saat kadar natrium menurun, aldosteron akan meningkat
dan natrium yang di reabsorpsi meningkat sehingga
menurunkan kadar natrium yang dieksresi dan meningkatkan
konsentrasi NaCl, hal ini akan mengatasi penurunan natrium.

b. Regulasi Osmolaritas CES


Regulasi ini untuk mencegah membengkak atau menciutnya suatu sel. Setiap
perubahan, penambahan/pengurangan air menyebabkan perubahan osmolaritas CES.
Jika terjadi defisit air, maka zat terlarut pekat dan osmolaritas meningkat (hipertonik)

dan sebaliknya jika terjadi kelebihan air, maka zat terlarut akan encer dan osmolaritas
menurun (hipotonik).
Ketonusan ECF dipertahankan oleh mekanisme haus dan vasopressin.
a. Mekanisme haus
Haus adalah sensasi subjektif yang menigkatkan keinginan untuk intake air. Pusat
haus terletak di hipotalamus, dekat dengan sel pensekresi vasopressin. Ada beberapa
stimulus yang dapat memicu rasa haus. Salah satu yang paling penting adalah
peningkatkan osmolaritas cairan ekstraselular yang menyebabkan dehidrasi
intraselular di pusat rasa haus, dengan demikian merangsang sensasi rasa haus.
Kegunaan dari respons ini sangat jelas yaitu membantu mengencerkan cairan
ekstraselular dan mengembalikan osmolaritas kembali ke normal.
Penurunan volume cairan ekstraselular dan tekanan arterial juga merangsang rasa
haus melalui suatu jalur yang tidak bergantung pada jalur yang distimulasi oleh
peningkatan osmolaritas plasma. Jadi, kehilangan volume darah melalui perdarahan
akan merangsang rasa haus walaupun mungkin tidak terjadi perubahan osmolaritas
plasma. Hal ini mungkin terjadi akibat input neutral dari baroreseptor kardiopulmonar
dan baroreseptor arterial sistemik dalam sirkulasi.
Stimulus rasa haus ketiga yang penting adalah angiotensin II. Karena angiotensin II
juga distimulasi oleh factor-faktor yang berhubungan dengan hipovolemia dan
tekanan darah rendah, pengaruhnya pada rasa haus membantu memulihkan volume
darah dan tekanan darah kembali normal, bersama dengan kerja lain dari angiotensin
II pada ginjal untuk menurunkan ekskresi cairan.
Gambar 1
Mekanisme ketonusan ECF
Gambar 2
System rennin, angiotensin, dan
aldosteron yaitu respon terhadap
penurunan volume ECF dan NaCl.

Gambar 3
Mekanisme respon
peningkatan NaCl
atau volume ECF.

b. Vasopressin
Hormone vasopressin (ADH) mempunyai fungsi yaitu mengatur keseimbangan
cairan dalam tubuh yang bekerja pada tubulus ginjal. Dimana tubulus ginjal
merupakan pengaturan pengaturan penyerapan air yang mengatur 2 hal:
- Mengatur aliran air dalam tubuh yang akan kembali masuk ke dalam darah
- Mengatur aliran air yang sebagiannya akan dibuang dalam bentuk urin
Peningkatan hormone ADH akan meningkatkan osmolaritas plasma serta penurunan
volume darah dan tekanan darah. Sebaliknya, penurunan hormone ADH akan
menurunkan osmolaritas plasma serta peningkatan volume darah dan tekanan darah.
LO.2.2 Gangguan
-Dehidrasi

Dehidrasi dideskripsikan sebagai suatu keadaan keseimbangan cairan yang negatif atau
terganggu yang bisa disebabkan oleh berbagai jenis penyakit (Huang et al, 2009).

Dehidrasi terjadi karena kehilangan air (output) lebih banyak daripada pemasukan air
(input) (Suraatmaja, 2010). Cairan yang keluar biasanya disertai dengan elektrolit (Latief,
dkk., 2005).
Dehidrasi adalah kehilangan air dari tubuh atau jaringan atau keadaan yang merupakan
akibat kehilangan air abnormal. Menurut Guyton (1995), dehidrasi adalah hilangnya cairan
dari semua pangkalan cairan tubuh. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa dehidrasi
merupakan keadaan kehilangan cairan tubuh.
Dehidrasi Berdasarkan Derajat atau Jenisnya.
a

Derajat. Dehidrasi di golongkan menjadi ringan , sedang, atau berat


1 Dehidrasi ringan di cirikan dengan kehilangan 5% dari berat badan sebelum
sakit
2 Dehidrasi sedang di cirikan dengan kehilangkan 5% sampai 10% dari berat
badan sebelum sakit
3 Dehidrasi berat di cirikan dengan kehilangan leih dari 10% berat badan
sebelum sakit.

Berdasarkan tipe dehidrasi


a. Dehidrasi Isotonis
Dehidrasi Isotonis kekurangan air dan elektrolit terjadi dalam proporsi seimbang.
b. Dehidrasi Hipertonis
Dehidrasi Hipertonis adalah kehilangan cairan melebihi kehilangan elektrolit.
c. Dehidrasi Hipotonis
Dehidrasi Hipotonis adalah kehilangan elektrolit melebihi kehilangan cairan.
Penyebab Dehidrasi
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.
j.
k.
l.
m.

Muntah dan diare yang berlebihan


Asupan cairan yang tidak cukup
Ketoasidosis diabetic
Luka bakar berat
Demam tinggi berkepanjangan
Hiperventilasi
Pengisapan gastrointestinal atas
Diabetes insipidus
Asites
Fase diuretic dari gagal ginjal akut
Penyakit Addison
Hipoaldosteronisme
Dieresis osmotic

Diare: Diare adalah alasan paling umum bagi seseorang untuk kehilangan
kelebihan air. Sebuah jumlah yang signifikan air dapat hilang dengan
setiap buang air besar. Di seluruh dunia, lebih dari empat juta anak
meninggal setiap tahun karena dehidrasi akibat diare.

Muntah: Muntah juga bisa menjadi penyebab kehilangan cairan. Tidak


hanya dapat seorang individu kehilangan cairan dalam muntahan, tetapi
mungkin sulit untuk menggantikan air dengan minum karena itu mual dan
muntah yang sama.
Keringat: Tubuh bisa kehilangan sejumlah besar air dalam bentuk
keringat ketika mencoba untuk mendinginkan diri. Apakah suhu tubuh
meningkat karena bekerja atau berolahraga di lingkungan yang panas atau
karena demam hadir karena infeksi, tubuh menggunakan air dalam bentuk
keringat untuk mendinginkan diri. Tergantung pada kondisi cuaca, jalan
cepat dapat menghasilkan hingga 16 ons keringat (satu pon air) jam untuk
memungkinkan pendinginan tubuh, dan air yang perlu diganti dengan
mekanisme rasa haus sinyal orang untuk minum cairan.
Diabetes: Pada penderita diabetes , kadar gula darah tinggi menyebabkan
gula tumpah ke dalam urin dan air kemudian berikut, yang dapat
menyebabkan dehidrasi yang signifikan. Untuk alasan ini,sering buang air
kecil dan haus yang berlebihan adalah salah satu gejala awal diabetes.
Burns: Kulit bertindak sebagai penghalang pelindung bagi tubuh dan juga
bertanggung jawab untuk mengatur kehilangan cairan. Membakar
korban mengalami dehidrasi karena kulit yang rusak tidak dapat mencegah
cairan merembes keluar dari tubuh. Penyakit inflamasi lain dari kulit
seperti nekrolisis epidermal toksik, juga dapat dikaitkan dengan
kehilangan cairan yang signifikan.
Ketidakmampuan untuk minum cairan: Ketidakmampuan untuk
minum memadai adalah penyebab potensial lainnya dehidrasi. Apakah itu
adalah kurangnya ketersediaan air, mual intens dengan atau tanpa muntah,
atau kurangnya kekuatan untuk minum, ini, ditambah dengan kehilangan
air rutin atau luar biasa dapat menambah tingkat dehidrasi

Gejala Dehidrasi
Tabel 6
Gejala dehidrasi berdasarkan derajatnya.
Tanda
Kehilangan cairan
Warna kulit
Turgor kulit
Membrane mukosa
Haluaran urin
Tekanan darah
Denyut nadi

Ringan
<5%
Pucat
Menurun
Kering
Menurun
Normal
Normal

Sedang
5-10 %
Abu-abu
Tidak elastis
Sangat kering
Oliguria
Mulai rendah
Semakin meningkat

Berat
> 10 %
Bercak-bercak
Sangat tidak elastis
Pecah-pecah
Oliguria nyata
Semakin rendah
Cepat dan panjang

Akibat Dehidrasi
a.
b.
c.
d.
e.

Rasa letih dan nyeri pada sendi serta pada punggung


Peredaran darah menurun
Tekanan darah tinggi
Sakit kepala dan pusing biasanya tejadi pada dehidrasi tingkat sedang dan berat
Kulit kering serta keriput serta terdapatnya selulit

f. Melambatnya metabolisme tubuh begitu juga dengan proses pemikiran. Pada


dehidrasi ringan, metabolisme melamban sebanyak 3%
g. Sistem imun menjadi rendah
h. Bertimbunnya racun
i. Berat tubuh menaik dan gangguan pada pencernaan
j. Infeksi saluran kemih
k. Kematian pada dehidrasi berat

LI.3 Memahami dan Menjelaskan cairan elektrolit


mineral:Natrium(Na),Kalium(K),dan Klorida(Cl) ,Kalsium
(Ca)
Unsur-unsur mineral yang diperlukan dalam jumlah yang cukup besar disebut
makronutrien. Unsure mineral makronutrien diantaranya nitrogen, kalium, kalsium, fosfor,
magnesium, dan sulfur. Mineral-mineral yang ditemukan dalam jumlah relative lebih kecil
disebut mikronutrien. Mikronutrien antara lain adalah besi, boron, klorin, mangan, dan
natrium. Unsur-unsur lain ditemukan dalam kuantitas yang sangat kecil, sehingga disebut
unsure kelumit (trace element). Unsure kelumit antara lain adalah seng, tembaga, dan
molybdenum.
a. Mineral utama
- Kalsium
- Fosfor
- Magnesium
- Sulfur
- Natrium
- Kalium
- Klorida
b. Trace elements
- Seng
- Tembaga
- Molibdenum
c. Makronutrien
- Nitrogen
- Kalium
- Kalsium
- Magnesium
- Fosfor
- Sulfur
d. Mikronutrien
- Besi
- Boron
- Klorin
- Mangan
- Natrium
e. Mineral beracun
- Air raksa (merkuri)
- Timah hitam
- Alumunium
- Arsenic

Cadmium
Besi dalam jumlah besar

fungsi Mineral
Mineral di dalam tubuh memiliki banyak fungsi, antara lain memberikan tekanan osmotic
bagi cairan tubuh serta mempunyai fungsi khusus terhadap otot dan sel.
a. Kalsium
Berfungsi untuk pembentukan tulang dan gigi, pembekuan darah, konduksi impuls
saraf, dan kontraksi otot.
b. Fosfor
Berfungsi untuk pembentukan tulang dan gigi; bagian dari RNA, DNA, ATP, buffer
ginjal; komponen membrane sel.
c. Fluor
Diperlukan terutama untuk menguatkan gigi.
d. Kalium
Berfungsi untuk konduksi saraf dan kontraksi otot.
e. Natrium
Berfungsi untuk regulasi tekanan osmotic cairan tubuh; fungsi saraf dan otot.
f. Klorida
Berfungsi untuk regulasi tekanan osmotic dan pH cairan ekstraselular; diperlukan
untuk sekresi lambung dan transport karbon dioksida dalam darah (reaksi pergeseran
klor).
g. Magnesium
Berfungsi sebagai bagian dari berbagai koenzim, diperlukan untuk fungsi normal
saraf dan otot.
h. Seng
Berfungsi untuk membantu dalam penyembuhan luka serta berperan dalam
perkembangan seksual, pertumbuhan, dan kemampuan reproduksi.
i. Tembaga
Berperan dalam memelihara fungsi system saraf dan kimia darah yang normal,
pembentukan hemoglobin dalam sel darah merah, serta sebagai komponen enzim dan
protein.
j. Besi
Diperlukan untuk pembentukan hemoglobin dan sitokrom.
k. Iodine
Berfungsi sebagai bagian dari hormone tiroid tiroksin T4 dan triiodotironin T3.
l. Boron
Berfungsi dalam metabolism vitamin D, meningkatkan penggunaan kalsium dan
magnesium dalam tubuh, serta mencegah kanker prostat.
Kadar Normal Mineral
a. Kalsium
Pada manusia normal, kandungan kalsium adalah 1,5%-2,2% dari berat tubuh
(totalnya sekitar 700-1400 gr).
b. Phospor
Pada manusia normal, kandungan phospor adalah 0,8 1,1% dari berat badan, 80
90% di tulang bersama Ca.
c. Magnesium

d.
e.
f.
g.

Pada dewasa 25 g (20-28 g), 70% sebagai senyawa dengan Ca & P dalam bentuk
garam kompleks.
Natrium
1/3 pada jaringan rangka dalam bentuk Na anorganik, 2/3 pada cairan ekstra sel
adalah Na+, Natrium serum 310-340 mg%.
Kalium
Pada manusia normal, kadar normal kalium adalah : 14 20 mg%.
Chlor
Pada manusia nornal, Chlor tersimpan dalam bentuk Cl- 3% total mineral tubuh.
Sulfur
Pada manusia normal, kadar dalam plasma adalah : 0,7 1,5 mEq/L

Metabolisme dan Ekskresi Mineral


a. Natrium
Diabsorbsi melalui usus halus, lalu konsentrasi Na dipertahankan melalui pengaturan
masukan dan ekskresi cairan. Kemudian ginjal bertanggung jawab untuk
mengekskresi dan kelebihan dan menyimpan Na. Dan kemudian di ekskresikan 90%
melalui urine dan 5% feses. Kalo intake natrium menurun, absorbsi juga menurun.
Kemudian aldosteron adalah pengatur Na dan volume CES yang penting.
b. Khlor
Hampir seluruhnya di absrobsi di usus halus dan diekskresikan melalui urine dan
keringat.
c. Kalium
Kalium merupakan kation utama dalam CIS dan memerankan peranan penting pada
metabolisme sel. K di absrobsi melalui usus halus, lalu distribusinya dipengaruhi oleh
pH CES, hormon insulin, epinefrin, dan aldosteron. Ginjal pengatur utama
keseimbangan K. 80-90% K diekskresikan melalui urine dan selebihnya melalui feses,
keringat, dan cairan lambung.
d. Kalsium
Metabolismenya :meningkatnya konsentrasi Ca dalam cairan extraseluler
sekresi
calcitoninCa plasma karena pe resorpsi Ca pada tulang dan pe pengeluaran Ca
melalui urin. Ca yang tidak absrobsi dikeluarkan melalui feses, lalu jumlah Ca yang
diekskresikan urin mencerminkan jumlah Ca yang diabsorbsi.
e. Fosfor
Di absorbsi di usus halus setelah dihidrolisis dan dilepas dari makanan. P dibebaskan
dari makanan oleh enzim alkali fosfatase didalam mukosa usus, di absorpsi secara
aktif dan pasif. Vit D membantu absorpsi aktif P, lalu kadar P dalam darah diatur oleh
hormon paratiroid dan hormon kalsitosin. P sebagai bagian dari asam fosfat tidak
dapat dihidrolisis, sehingga tidak dapat di absorbsi.
f. Magnesium
Di absorbsi didalam usus halus, kemungkinan dengan bantuan alat angkut aktif dan
secara difusi pasif. Penyerapan Mg akan efisien jika kebutuhan Mg tinggi namun

persediaan dalam tubuh rendah. Asam klorida akan membantu absorbsi dengan
menurunkan pH di duodenum. Asam amino akan meningkatkan pH saluran cerna.
Laktosa akan meningkatan absorbsi jika tersedia cukup enzim laktase. Lemak
meningkatkan waktu transit yang lebih banyak sehingga waktu untuk absorbsi lebih
banyak.
3.2 Gangguan
Natrium
Merupakan kation penting dalam esktraselular dimana jumlah cairan ektraselular dikontrol
oleh jumlah natrium yang terdapat didalamnya.Natrium sebagian besar direabsorbsi dari
tubulusrenalis yang disesuaikan dengan kebutuhan tubuh. Ditubuh ada 100 150 gram.
Kadar normalnya 135 145 mEq/L
Perannya antara lain :
1. Mengatur volume plasma, mengatur system saraf dan otak serta kesetimbangan asam
basa.
2. Berperan dalam penyerapan glukosa di usus dan di ginjal.
Hiponatremia
Ion natrium jumlahnya <135 . Kehilangan natrium dapat terjadi pada orang berkeringat
berlebihan karena suhu lingkungan, demam, olahraga, muntah , diare, pengeluaran cairan
melaluo gastrointestinal dll. Gejalanya antara lain : sakit kepala, kelemahan otot, apatis,
mual, muntah, kejang perut, shock, kekacauan mental dan koma. Ada pula gejala seperti
tekanan darah turun, volume darah turun dan juga pusing.
Hipernatremia
Ion natrium jumlahnya >145 .Terjadi karena tubuh lebih banyak kehilangan air dari pada
kehilangan natrium, kebanyakan intake natrium, dan infus NaCl yang terlalu cepat. Gejalanya
antara lain : selaput lender kering dan lengket, output urine sedikit, turgor kulit keras seperti
karet, kegelisahan mental, takikardi, bahkan kematian. Hipernatremia akan menekan fungsi
jantung yang menyebabkan kontraksi jantung meningkat sehingga menyebabkan takikardi.
Kalium
Kation utama untuk mempertahankan volume cairan intraselular.Sangat penting dalam
aktivitas membrane sel dan juga terdapat dalam sel sel saraf untuk mempertahankan
kemampuan rangsangan saraf. Kadar normal kalium 3,5 5,0 mEq/L
Pengaturan konsentrasi kalium ditubuh dilakukan oleh ginjal yang dipengaruhi oleh
aldosterone. Apabila hyperkalemia makan aldosterone meningkat dan mempengaruhi ginjal
mensekresi kalium lebih banyak dan apabila hypokalemia maka sekresi aldosterone pun
sedikit akibarnya ginjal akan meretensi kalium sehingga kalium yang dibuang oleh ginjal
berkurang.
Perannya antara lain :
1. Berfungsi di saraf, otot, volume plasma, aktivitas ATPase dan rantai respirasi
2. Dibutuhkan dalam penyimpanan glikogen diotot dan hati serta dalam pertumbuhan
jaringan

3. Dibutuhkan dalam terapi insulin


Hipokalemia
Kadar kalium < 3,5 mEq/L yang disebabkan karena intake kalium kurang, peningkatan
aktivitas, kehilangan kalium lewat traktus gastrointestinal, kehilangan akibat diuretic dll.
Gejala yang muncul antara lain : Kelemahan otot, anoreksia, mual, muntah, reflex tendon
hilang, aritmia jantung dan kerusakan ginjal.
Hiperkalemia
Kadar kalium > 5,0 mEq/L yang disebabkan karena intake kalium yang berlebihan, gagal
ginjal, insufiensi ginjal, kalium yang masuk ke aliran darah dari sel sel yang cedera, dan
asidosis metabolic. Gejala yang muncul antara lain : mual, muntah, diare, kardiak aritmia,
berdebar debar, dan muria.
Sumber : Buku Tekhnik Prosedural Konsep & Aplikasi Kebutuhan Dasar Klien
Klorida
Merupakan anion utama dalam cairan esktraselular yang jumlahnya sejajar dengan
kandungan natrium.Klorida merupakan komponen asam hidroklorida dalam
lambung.Ditubuh terdapat 120-150 gram. Normalnya 95 108 mEq/L
Perannya antara lain :
1. Dibutuhkan dalam sekresi lambung
2. Menetralkan sinyal listrik disaraf dan menjaga volume plasma darah.
Hipokloremia
Kadar klorida < 95 mEq/L yang diakibatkan dari kehilangan sekresi gastrointestinal seperti
yang terjadi karena muntah, diare berat, dan pengisapan nasogastrik. Hipokloremia biasanya
juga berhubungan dengan alkalosis metabolic.
Hiperkloremia
Kadar kalium >108 mEq/L khususnya disebabkan karena dehidrasi dan masalah ginjal.
Hipokloremia dapat menyebabkan kelemahan, dan letargi. Biasanya juga terjadi pada pasien
yang diare, muntah, meningitis, stroke, hiv, dan lemah otot.
Sumber : Patofisiologi karangan Dr. Jan Tambayong

LI .4 Memahami dan Menjelaskan Adab minum sesuai ajaran Islam


a. Memulai minum dengan membaca basmallah.
Diantara sunnah Nabi adalah mengucapkan basmallah sebelum minum. Hal ini
berdasarkan hadits yang memerintahkan membaca bismillah sebelum makan. Bacaan
bismillah yang sesuai dengan sunnah adalah cukup dengan bismillah tanpa tambahan arRahman dan ar-Rahim.
Dalilnya:

Dari Amr bin Abi Salamah, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
Wahai anakku, jika engkau hendak makan ucapkanlah bismillah, makanlah dengan
tangan kananmu dan makanlah makanan yang berada di dekatmu. (HR Thabrani dalam
Mujam Kabir)
b. Minum dengan tangan kanan.
Dalilnya:
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,Jika salah seorang dari kalian
hendak makan, hendaklah makan dengan tangan kanan. Dan apabila ingin minum,
hendaklah minum dengan tangan kanan. Sesungguhnya setan makan dengan tangan
kirinya dan minum dengan tangan kirinya. (HR. Muslim).
c. Tidak bernafas dan meniup air minum.
Dalilnya:
Dari Abu Qatadah, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Jika kalian minum
maka janganlah bernafas dalam wadah air minumnya. (HR. Bukhari no. 5630 dan
Muslim no. 263)
d. Bernafas tiga kali ketika minum.
Dalilnya:
Dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu beliau mengatakan, Ketika Rasulullah
shallallahu alaihi wa sallam minum beliau mengambil nafas di luar wadah air minum
sebanyak tiga kali. Dan beliau bersabda, Hal itu lebih segar, lebih enak dan lebih
nikmat.
e. Larangan minum langsung dari mulut teko/ceret.
Dalilnya:
Dari Abu Hurairah, beliau berkata, Rasulullah melarang minum langsung dari mulut
qirbah (wadah air yang terbuat dari kulit) atau wadah air minum yang lainnya. (HR
Bukhari no. 5627).
f. Minum dengan posisi duduk.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam
bersabda, Janganlah kalian minum sambil berdiri. Barang siapa lupa sehingga minum
sambil berdiri, maka hendaklah ia berusaha untuk memuntahkannya. (HR. Ahmad no
8135)
g. Menutup bejana air pada malam hari.
Tutuplah bejana-bejana dan wadah air. Karena dalam satu tahun ada satu malam,
ketika ituturun wabah, tidaklah ia melewati bejana-bejana yang tidak tertutup, ataupun
wadah air yang tidak diikat melainkan akan turun padanya bibit penyakit. (HR.
Muslim)
Adapun penjelasan dari hadist HR. Turmudzi no. 1888 dan Abu Dawud no.
3728.Larangan bernafas dalam wadah air minum adalah termasuk etika karena dikhawatirkan

hal tersebut mengotori air minum atau menimbulkan bau yang tidak enak atau dikhawatirkan
ada sesuatu dari mulut dan hidung yang jatuh ke dalamnya dan hal-hal semacam itu.
Minum dengan posisi duduk juga akan membuat air yang kita minum mengalami
penyaringan oleh sfinger sehingga dapat menghindari terjadinya pengendapan limbah-limbah
di saluran ureter. Sfinger adalah suatu struktur muskuler (berotot) yang bisa membuka
(sehingga air kemih bisa lewat) dan menutup.Ia berfungsi untuk membantu kerja ginjal.
Tanpa adanya penyaringan oleh sfinger ini maka dapat menyebabkan munculnya penyakit
kristal ginjal. Fungsi sfinger sebagai penyaring air minum ini hanya dapat bekerja ketika kita
minum dengan duduk dan sfinger tidak akan berfungsi jika kita minum dengan berdiri.