Anda di halaman 1dari 2

IBUPROFEN

Obat ini merupakan derivat asam propionat golongan NSAID yang paling banyak
digunakan, berkat efek sampingnya yang relatif ringan dan status OTC-nya di
kebanyakan negara. Daya analgetis dan antiradangnya cukup baik dan sudah
banyak mendesak salisilat pada penanganan bentuk rema yang tidak begitu hebat
dan gangguan alat gerak. (Tjay dan Kirana , 2007).
Absorbsi ibuprofen cepat melalui lambung dan kadar maksimum dalam plasma
dicapai setelah 1-2 jam. Waktu paruh dalam plasma dicapai sekitar 2 jam.
Sembilan puluh persen ibupprofen terikat dalam protein plasma
Ekskresinya berlangsung cepat, sekitar 90% dari dosis yang diabsorbsi akan
dieksresikan melalui urin sebagai metabolit atau konjugatnya.
Dosis sebagai analgesik 4 kali 400 mg sehari tetapi sebaiknya dosis optimal pada
tiap orang ditentukan secara individual. Ibuprofen dosis 200 mg dijual sebagai
obat generik bebas di beberapa negara seperti di Indonesia ( Wilmana, 2012).
Aturan Pemakaian:
Dewasa : 1 tablet 200 mg, 2 4 kali sehari,.
Diminum setelah makan
Anak :
1 2 tahun : tablet 200 mg, 3 4 kali sehari
3 7 tahun : tablet 200 mg, 3 4 kali sehari
8 12 tahun : 1 tablet 200 mg, 3 4 kali sehari
ASAM MEFENAMAT
Derivat-anthranilat (o-aminobenzoat) ini banyak digunakan sebagai obat antinyeri
dan anti-rematik, walaupun dapat menimbulkan gangguan lambung-usus,
terutama dispepsia dan diare pada orang orang yang sensitif. Tidak dianjurkan
untuk anak-anak (Tjay dan Kirana , 2007).
Bentuk Sediaan
Kaplet 250 mg dan 500 mg
Kapsul 250 mg dan 500 mg
Tablet 250 mg dan 500 mg
Efek samping
Mual, muntah, diare, pusing dan perdarahan lambung

Aturan Pemakaian
Dewasa dan anak-anak > 14 tahun
Dosis awal 500 mg lalu dilanjutkan 250 mg setiap 6 jam bila diperlukan
PARASETAMOL
Digunakan untuk meringankan nyeri ringan sampai sedang, termasuk sakit kepala,
migrain, nyeri otot, neuralgia, sakit punggung, nyeri sendi, nyeri rematik, sakit
gigi, nyeri tumbuh gigi, artritis, dan nyeri menstruasi ( Wilmana, 2012).
Kontraindikasi
Penderita gangguan fungsi hati yg berat
Penyakit hipersensitivitas
Bentuk Sediaan
Tablet 250 mg dan 500 mg
Suspensi 120 mg/5 ml
Efek samping
reaksi hipersensitif, dosis besar mengakibatkan gangguan fungsi hati
Asetosal
Asam asetil salisilat yang lebih dikenal sebagai asetosal atau aspirin adalah
analgesik antipiretik dan anti-inflamasi yang luas digunakan dan digolongkan
sebagai obat bebas ( Wilmana, 2012).
Indikasi untuk mengobari nyeri tidak spesifik, misalny sakit kepala, nyeri sendi,
nyeri haid, neuralgia dan mialgia ( Wilmana, 2012).
Dosis salisilat untuk dewasa adalah 325 mg 650 mg, diberikan secara oral tiap 3
atau 4 jam. Untuk anak 15-20 mg/KgBB, diberikan tiap 4-6 jam. Berdasarkan
asosiasi penggunaan aspirin dengan Sindroma Reye, aspirin dikontra indikasikan
terhadap anak umur di bawah 12 tahun ( Wilmana, 2012).
Kontraindikasi
Penderita sakit lambung
penderita asma
tukak lambung (maag)
Bentuk Sediaan
Tablet 250 mg dan 500 mg
Tablet 80 mg anti agregasi platelet