Anda di halaman 1dari 8

Characterizing Accounting Research

Derek K. Oler, Mitchell J. Oler, and Christopher J. Skousen

I. Introduction
Penelitian akuntansi telah menjadi satu literature yang menarik terkait
dengan interaksi bisnis dengan masyarakat yang biasanya dilihat melalui capital
market. Beberapa peniliti telah mengidentifikasi ancaman-ancaman yang
berhubungan dengan kelangsungan akuntansi sebagaisuatu disiplin ilmu di masa
mendatang. Beberapa peneliti lainnya juga mengetahui adanya kesenjangan yang
sering muncul di antara akademisi dan praktisi. Oler et al mencoba memberikan
suatu pendekatan yang berbeda untuk mengidentifikasi ancaman dan perhatian
tersebut serta pendekatakan untuk mengarakterisasi penelitian akuntansi dengan
cara menggunakan data sejak 1670 hingga 2007 terkait dengan ide-ide yang
digunakan dalam penelitian terdahulu dan menguji gaya terkait sitasi, topic yang
dibahas, serta metodelogi yang digunakan.
Perhatian yang muncul di kalangan peneliti ialah terkait kelangsung
penelitian akuntansi sebagai satu disiplin ilmu. Fogarty dan Markarian (2007),
Plumlee et al (2005), dan Leslie (2008) berpendapat bahwa jumlah akademisi
akuntansi mengalami penurunan yang dapat diikuti oleh penurunan jumlah
penelitian akuntansi. Perhatian lainnya yang muncul ialah terkait dengan
penelitian akuntansi yang menjadi lebih tidak memperdulikan ide-ide baru dari
literatur dari disiplin ilmu lainnya seperti yang disampaikan oleh Hopwood (2007)
dan Biehl (2006). Selain itu, Rayburn (2005, 2006) serta Tuttle dan Dillard (2007)
menyampaikan perhatiannya terkait dominasi dari penelitian akuntansi keuangan
dalam jurnal akademik seperti The Accounting Review. Oler et al meneliti apakah
trend ini juga terdapat dalam jurnal lainnya. Oler et al memeriksa enam jurnal
yang sering digunakan dan dilihat sebagai top-tier publications di Amerika. Untuk
meingkatkan perbandingan, Oler et al mengecualikan penelitian yang tidak
memiliki sekurang-kurangnya satu penulis dari Amerika.
Penelitian akuntansi bersinggungan dengan disiplin ilmu seperti keuangan,
ekonomi,

psikologi,

dan

manajemen.

Berdasarkan

Zeff

(1996),

kita

mengklasifikasikan sumber sitasi dalam delapan kategori: akuntansi, keuangan,


ekonomi, psikologi, manajemen, statistic, jurnal akademis lainnya, dan sitasi
lainnya. Klasifikasi topic terbagi dalam enam kategori: akuntansi keuangan,
akuntansi manajerial, audit, pajak, tata kelola, dan topic lainnya. Klasifikasi
metodelogi penelitian terbagi atas tujuh kategori: berdasarkan dokumen,
percobaan, studi lapangan, ulasan, survey, toeritis, dan normative. Apabila dalam
suatu penelitian terdapat lebih dari satu topic atau metodologi, Oler et al akan
menggunakan topic atau metodologi utama dalam penelitian tersebut.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dasar dari penelitian akuntansi
telah berubah secara signifikan. Perubahan yang paling mendasar ialah penelitian
normative yang mendominasi pada tahun 1960an telah berubah menjadi penelitian
positif pada perngahan tahun 1970an, dan terus berlangsung hingga saat ini.
Jumlah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal akuntansi terbaik telah
meningkat tajam sejak tahun 1960 hingga 2007, hal ini dkarenakan jurnal-jurnal
baru mulai diresmikan dan kemudian mendapat predikat A. Penelitian akuntansi
hanya menggunakan ide dari penelitian akuntansi terdahulu sebesar di bawah
50%. Penggunaan sitasi dari ilmu keuangan dan ekonomi mulai perlahan
meningkat. Topic penelitian yang mendominasi ialah terkait akuntansi keuangan,
kecuali untuk Accounting, Organizations and Society (AOS) dan Contemporary
Accounting Research (CAR).
Implikasi dari hasil penelitian ini ialah pertama, walaupun jumlah
penelitian akuntansi meningkat, namun jumlah penelitinya tidak disebabkan oleh
peningkatan peneliti. Kebutuhan atas penelitian terkait audit dan perpajakan
didukung oleh jumlah penelitian terkait kedua hal tersebut yang menurun pada
tahun 2000an. Berdasarkan observasi tersebut, Oler et al membuat karakteristik
dari penelitian akuntansi ialah suatu penelitian terkait kejadian ekonomi dalam
proses menyimpulkan, menganalisa, memverifikasi, dan melaporkan informasi
keuangan yang terstandarisasi, serta efek dari pelaporan informasi keuangan
dalam kejadian ekonomi.
Manfaat dari penelitian ini ialah peneliti dapat memutuskan dimana
mereka harus menyerahkan hasil penelitian mereka. Selain itu, penelitian ini juga
membantu praktisi akuntansi dalam memahami tekanan yang dihadapi dalam

edukasi dari generasi auditor dan profesi perpajakan selanjutnya, terutama terkait
sulitnya bagi akademisi audit atau perpajakan untuk mempublikasikan hasil
penelitian mereka dalam top accounting journals.

II. Background And Motivations


Sebagian penelitian secara jelas menggambarkan mengenai akuntansi,
namun sebagian tidak. Peninjauan sitasi sendiri sering dilakukan para peneliti
sebagai dasar penentuan apakah penelitian tersebut merupakan penelitian
akuntansi atau bukan, jika kebanyakan sitasi yang digunakan berasal dari jurnal
akuntansi maka penelitian tersebut merupakan penelitian akuntansi. Seharusnya,
penghitungan sitasi saja tidak dapat menetukan apakah suatu penelitian termasuk
dalam penelitian akuntansi atau tidak.
Pendekatan sederhana untuk merdeskripsikan penelitian akuntansi ialah
dengan melihat penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal akuntansi terbaik.
Jurnal akuntansi tidak secara eksplisit mendefinisikan penelitian akuntansi. Tidak
adanya definisi penelitian akuntansi secara eksplisit tidak menimbulkan suatu
pemikiran yang ceroboh, namun memberi kesan bahwa penelitian akuntansi sulit
untuk dedefinisikan. Hopwood (2007) berpendapat bahwa, penelitian akuntansi
telah berubah. Sekarang ini, penelitian terkait efek terhadap laba bersih dan harga
saham telah menjadi penelitian akuntansi, sedangkan pada hal ini tidak terjadi
pada penelitian-penelitian sebelumnya. Penelitian akuntansu terlihat sebagai
menggabungkan hal yang sebelumnya termasuk dalam penelitian keuangan.
Penelitian ini mencoba mengevaluasi ancaman bagi profesi akuntansi,
serta sebagai gambaran dari penelitian akuntansi. Penelitian yang terdapat dalam
jurnal akuntansi terbaik dapat memberikan informasi terkait darimana ide pertama
dalam akuntansi berasal dan membantu dalam mengkarakteristikan apa itu
penelitian akuntansi. Informasi dari melihat sitasi dan trends dalam sitasi atas
penelitian akuntansi yang dipublikasikan juga membantu dalam mengevaluasi
ancaman profesi yang diindetifikasi oleh peneliti.

1. Threats to Academic Accounting Profession


Fogarty dan Markarian (2007) serta Leslie (2008) menemukan adanya
penurunan jumlah asisten dan professor akuntansi sejak tahun 1982 sampai 2002,
hal ini memunculkan keraguan atas kelangsungan akuntansi sebagai ilmu
pengetahuan. Buchheit et al (2002), Swanson (2004), dan Swanson et al (2007)
menemukan bahwa akuntansi memiliki proporsi terkecil dari fakultas yang
melakukan publikasi pada top

journal. Plumlee et al (2005), Fogarty dan

Markarian (2007), serta Leslie (2008) konsisten dengan pernyataan sebelumnya,


di mana apabila peneliti akuntansi lebih sulit untuk mencapai publikasi yang
dibutuhkan dalam masa jabatannya, kemudian jumlah potensi lulusan dari
program doctor akuntansi juga akan menurun. Plumlee (2005) menemukan bahwa
kekurangan peneliti akuntansi terjadi sejak tahun 2005 hingga 2008, terutama
untuk topic terkait audit dan perpajakan. Hal ini juga didukung dengan, gelar
doctor akuntansi yang diberikan kepada individu yang tidak memiliki pengalaman
praktik akuntansi hanya memperbesar kesenjangan di antara akademisi dan
praktisi akuntansi.
Hal yang menjadi perhatian lain ialah penelitian akuntansi menjadi lebih
insular dan kurang inovatif, Hopwood (2007) dan Williams (1985). Apabila hal
ini benar, hal ini dapat membuktikan penurunan sitasi dari literature lain dalam
penelitian akuntansi.
Perbedaan dalam penelitian akuntansi juga merupakan hal yang perlu
diperhatikan. Apabila suatu topic atau metodologi menjadi sangat dominan dalam
penelitian akuntansi, maka hal ini akan merugikan keseluruhan profesi, seiring
dengan peneliti fokus pada membuat penelitian yang acceptable. Dampak lain
dari kurangnya ketertarikan dengan penelitian dari disiplin ilmu lainnya ialah
masalah-masalah akuntansi yang menarik ikut tidak diperdulikan, hal ini
disebabkan karena penelitian akuntansi tidak dilihat dari analisis kuantitatif dan
teoritis yang berlaku saat ini. Tuttle dan Dillard (2007) menemukan bahwa
penelitian akuntansi menjadi lebih homogeny. Sacara spesifik proporsi jurnal nonakuntansi yang dipublikasikan dalam The Accounting Review menjadi lebih kecil.
Oler et al meneliti apakan hal ini juga terjadi dalam lima jurnal lainnya.

2. Related Prior Research


McRae (1974) menggunakan sitasi sebagai proxy atas perturakan
informasi atas disiplin ilmu. McRae menemukan bahwa jurnal akuntansi
kebanyakan mengambil sitasi dari ilmu bisnis lainnya dan juga dari ekonomi dan
hukum. Dyekmen dan Zeff (1984) pemakaian sitasi antar disiplin ilmu meningkat
pada tahun 1960an dan 1970an.
Carnaghan et al (1994) juga melakukan perician atas penelitian
berdasarkan topic dan metodeloginya. Buchheit (2002) membandingkan proporsi
publikasi untuk akuntansi, keuangan, manajemen, dan pemasaran. Buccheit
menemukan bahwa proporsi publikasi akuntansi lebih kecil dibandingkan
koresponden lainnya.
Oler et al memperluas data yang digunakan dengan memperlebar tahun
data yang digunakan dan memperbanyak jurnal akuntansi yang diteliti. Oler et al
juga menunjukkan long-term trends dalam jurnal akuntansi terbaik, yang nantinya
akan dapat membantu memberikan informasi terkait debat atas penelitin
akuntansi.

III. Data And Methodology


Oler et al melakukan tinjauan data pada penelitian yang dipublikasikan
dalam enam jurnal akuntansi terbaik, tidak termasuk laporan komite, tinjauan
buku, dan artikel lainnya yang bukan merupakan penelitian. Data yang diambil
ialah sejak 1960 hingga 2007. Mereka juga meninjau terkait jurnal non-Amerika,
namun analisis dilakukan hanya pada artikel dengan setidaknya satu penulis dari
Amerika kecuali untuk analisis untuk total artikel yang dipublikasikan di mana
mereka menampilkan perbandingan total artikel dan artikel dengan setidaknya
satu penulis Amerika.
Oler et al juga menglasifikasikan sitasi dalam delapan kategori, dimana
pendekatan alternatifnya ialah dengan tidak memasukkan sitasi yang berasal dari
non-akademik jurnal. Terkait topic, diklasifikasikan dalam enam topic. Untuk
metodologi diklasifikasikan dalam tujuh kategori.

Dengan penelitian dengan mengambil data selama 48 tahun terkait


perubahan trend atas siatasi, topic, dan metodelogi mereka dapat memberikan
informasi terkait bagaimana efek dari kejadian historis mempengaruhi akuntansi.

IV. Results
Sejak tahun 1960 hingga 1966 sitasi yang berasal dari akuntansi atau
disiplin ilmu lainnya masih sangat kecil, kebanyak pengambilan sitai berasal dari
bukuk, kasus hukum, atau sumber lainnya. Mulai dari tahun 1967 sitasi dari jurnal
akuntansi mulai meningkat. Hal ini juga diikuti dengan peningkatan sitasi dari
keuangan, ekonomi, dan manajemen. Trend ini terus berlanjut kecuali untuk
manajemen yang mencapai puncak pada 1977 dan kembali mengalami penurunan.
Secara keseluruhan,hasil dari penelitian ini yang pertama ialah penelitian
akuntansi dapat dikatan insular, dan tingkat insularity terus meningkat dan
mencapai puncaknya pada 2003. Kedua, penelitian akuntansi berdekatan dengan
keuangan dan ekonomi, namun pada tahun 2007 gabungan sitasi dari keuangan
dan ekonomi maish lebih kecil dari 25%.
Terkait dengan jumlah publikasi atas penelitian akuntansi mengalami
peningkatan drastic sejak tahun 1982. Hal ini tentunya tidak berhubungan dengan
jumlah peneliti dan dapat dijelaskan berdasarkan dua factor. Pertama, Leslie
(2008) menunjukan terjadinya sedikit peningkatan jumlah peneliti pada tingkat
doctoral,. Kedua, Leslie (2008) juga menemukan bahwa jumlah waktu yang
dihabiskan dalam penelitian oleh fakultas akuntansi telah meningkat sebanyak
52% sejak 1993 hingga 2004.
Analisis terkait topic penelitian menunjukan bahwa audit dan akuntansi
keuangan lebih sering diangkat pada perode sebelumnya. Topic-topik terbaru
seperti tata kelola dan control merupakan topic yang paling sedikit mengambil ide
dari akuntansi, kebanyakan diambil dari ekonomi. Trend yang kuat terlihat dari
banyaknya sitasi akuntansi yang digunakan dan diikuti dengan peningkatan sitasi
dari keuangan, kecuali untuk akuntansi menejerial yang mengalami penurunan
terakit sitasi dari keuangan. penggunaan sitasi ekonomi juga mengalami
peningkatan. Sitasi statistic juga kebanyakan hanya dipakai pada topic akuntansi
manajemen. Jumlah penelitian akuntansi telah meningkat tajam sejak 1960an

hinggan 2000an. Peningkatan akuntansi keuangan paling tinggi terjadi pada tahun
1995.
Analasis metodelogi menunjukan bahwa metodelogi yang sering
digunakan ialah berdasarkan dokumen yang berasal dari keuangan, sedangkan
secara teoritis biasa digunakan untuk ekonomi dan percobaan pada topic
psikologi. Studi lapangan dan survey biasa digunakan pada penelitian terdahulu.
Terdapat indikasi penurunan penelitian normative. Pada periode 1968
hingga 1979, dapat terlihat bahwa keseluruhan metodelogi mengalami
peningkatan kecuali untuk penelitian normative. Penelitian berdasarkan dokumen
mulai mendominasi metodelogi penelitian, hal ini disebabkan data-data yang
dulunya hanya dapat diperoleh berdasarkan percobaan atau studi lapangan kini
dapat diperoleh dengan mudah karena adanya pihak yang menyediakan. Selama
1970 hingga 2007 terjadi penurunan kecil pada penelitian teoritis dan lebih
banyak untuk percobaan.
Terkait preferensi setiap jurnal menunjukan bahwa Journal of Accounting
and Economics kebanyakan memiliki penelitian dari ekonomi, sedangkan
Association, Organization, and Society paling sedikit mengambil dari akuntansi,
kebanyak diambil dari psikologi dan manajemen. Setiap jurnal menunjukan trend
yang kuat terkait sitasi dari penelitian akuntansi terdahulu kecuali untuk Journal
of Accounting Research yang tetap stabil.
Peningkatan dominasi akuntansi keuangan seiring dengan penurunan
akuntansi manajerial, audit, dan pajak. Review of Accounting Studies kebanyakan
mempublikasi akuntansi keuangan. Association, Organization, and Society
kebanyakan mempublikasikan manajerial akuntansi. Contemporary Accounting
Research kebanyakan terkait audit dan Journal of Accounting and Economics
kebanyakan terkait pajak.
Contemporary Accounting Research merupakan satu-satunya jurnal yang
menyimpang dari trend peningkatan akuntansi keuangan. Contemporary
Accounting Research mengalami peningkatan terkait proporsi topik manajerial,
audit, dan pajak sedangkan jurnal lainnya mengalami penurunan.
Trend kuat juga muncul terkait metodelogi yang digunakan ialah
penelitian berdasarkan dokumen. Penelitian normative mengalami penurunan

pada 1960an hingga hampir tidak ada. Penelitian dengan percobaan menurun pada
1980an dan penelitian teoritis terus fluktuatif. Peningkatan penelitian berdasarkan
dokumen terjadi sejak 1990an hingga 2000an untuk hamper seluruh jurnal.
Secara keseluruhan penelitian akuntansi telah membuat fondasi yang kuat
dimana hamper setngah dari sitasi yang digunakan berasal dari penelitian
akuntansi terdahulu. Terkait topic dan metodologi yang digunakan mulai terpaku
pada keuangan dan penelitian berdasarkan dokumen.

1. Characterizing Accounting Research


Penelitian kauntansi mencakup segmen yang luas terkait dengan laporan
keuangan. akuntansi keuangan fokus pada efek dari informais akuntansi pada
investasi dari pengguna laporan keuangan. penelitia audit fokus pada fungsi audit.
Akuntansi manajerial fokus pada hubungan informasi akuntansi dan pengguna
internal, sedangkan pajak fokus pada hubungan akuntansi dan standar perpajakan.
Tata kelola fokus pada aktivitas ekonomi yang nantinya menjadi informasi
akuntansi.
Hasil dari penelitian ini mengindikasi bahwa penelitian akuntansi mengacu
pada penelitian yang secara keseluruhan membahas terkait keuangan dan
ekonomi. Berdasarkan hasil penelitian Oler et al membuat karakteristik dari
penelitian akuntansi ialah suatu penelitian terkait kejadian ekonomi dalam proses
menyimpulkan, menganalisa, memverifikasi, dan melaporkan informasi keuangan
yang terstandarisasi, serta efek dari pelaporan informasi keuangan dalam kejadian
ekonomi.
Informasi keuangan memiliki arti yang luas, termasuk perpajakan, analisis
perkiraan, bahkan informasi sederhana seperti kas dan persediaan. Unuk
kebanyakan penelitian akuntansi, informasi keuangan berhubungan dengan bisnis,
namun peneliian akuntansi juga dapat terkait dengan pemerintahan dan organisasi
sektor publik. Dengan adanya standar pelaporan, juga memunculkan tingkat
kesesuaian informasi dengan standar tersebut. Kejadian ekonomi juga memiliki
arti luas, kebanyakan penelitian akuntansi terpaku pada perubahan terhadap
pendapatan atau harga saham, padahal hal ini juga dapat terkait dengan alokasi
sumber daya yang terbatas.