Anda di halaman 1dari 3

TANDA DAN GEJALA

FRAKTUR MANDIBULA
Fraktur atau patah tulang rahang adalah hilangnya kontuinitas pada rahang. Pada
daerah rahang meliputi tulang rahang atas (maxilla), rahang bawah (mandibula)
yang diakibatkan oleh trauma pada wajah ataupun keadaan patologis, dapat
berakibat fatal bila tidak ditangani dengan benar.

PENYEBAB FRAKTUR ADALAH TRAUMA

Fraktur patologis; fraktur yang diakibatkan oleh trauma minimal atau tanpa
trauma berupa yang disebabkan oleh suatu proses., yaitu :

• Osteoporosis Imperfekta
• Osteoporosis
• Penyakit metabolik
TANDA DAN GEJALA
• Nyeri hebat di tempat fraktur
• Tak mampu menggerakkan dagu bawah
• Diikuti tanda gejala fraktur secara umum, seperti : fungsi berubah,
bengkak, kripitasi, sepsis pada fraktur terbuka, deformitas.
TRAUMA
Trauma, yaitu benturan pada tulang. Biasanya penderita terjatuh dengan
posisi dagu langsung terbentur dengan benda keras (jalanan).

Tanda-tanda patah pada tulang rahang meliputi :


1. Dislokasi, berupa perubahan posisi rahang yg menyebabkan maloklusi atau
tidak berkontaknya rahang bawah dan rahang atas
2. Pergerakan rahang yang abnormal, dapat terlihat bila penderita
menggerakkan rahangnya atau pada saat dilakukan .
3. Rasa Sakit pada saat rahang digerakkan
4. Pembengkakan pada sisi fraktur sehingga dapat menentukan lokasi daerah
fraktur.
5. Krepitasi berupa suara pada saat pemeriksaan akibat pergeseran dari ujung
tulang yang fraktur bila rahang digerakkan.
6. Laserasi yg terjadi pada daerah gusi, mukosa mulut dan daerah sekitar fraktur.
7. Discolorisasi perubahan warna pada daerah fraktur akibat pembengkakan
8. Disability, terjadi gangguan fungsional berupa penyempitan pembukaan mulut.
9. Hipersalivasi dan Halitosis, akibat berkurangnya pergerakan normal
mandibula dapat terjadi stagnasi makanan dan hilangnya efek “self cleansing”
karena gangguan fungsi pengunyahan.
10. Numbness, kelumpuhan dari bibir bawah, biasanya bila fraktur terjadi di bawah
nervus alveolaris.
PERMERIKSAAN

A.fraktur lefort II
B. palpasi rahang atas: tangan kiri melakukan fiksasi kepala, tangan kanan
membuat pemeriksaan apakah gerakan abnormal?
C. patah tulang zigoma kiri
D. palpasi bimanual pada kedua belah pinggir orbita untuk membandingkan kiri dan
kanan secara sirkuler

Patah tulang mandibula pada kedua kolum dan median menyebabkan afiksia
mendadakan karena obstruksi hipofaring akibat lidah terdorong ke belakang dan
epiglottis menutup laring.
A. Berbagai jenis fraktur mandibula.
1. Fraktur kapitulum
2. Fraktur kolum
3. Fraktur prosesus koronoideus
4. Fraktur ramus
5. Fraktur angulus
6. Fraktur korpus
7. Fraktur median
B. Fraktur rahang bawah dan afiksia :
1. Cedera dari depan
2. Fraktur hipofaring
3. fraktur median
4. Fraktur kolum mandibula bilateral
5. Faring tertutup
6. Rahang lidah dan dasar mulut pindah kedorsal sehingga faring
tertutup

PEMERIKSAAN PENUNJANG
• X.Ray
• Bone scans, Tomogram, atau MRI Scans
• Arteriogram : dilakukan bila ada kerusakan vaskuler.
• CCT kalau banyak kerusakan otot.

PENATALAKSANAAN MEDIK
• Konservatif : Immobilisasi, mengistirahatkan daerah fraktur.
• Operatif : dengan pemasangan Traksi, Pen, Screw, Plate, Wire (
tindakan Asbarg)

DAFTAR KEPUSTAKAAN
Doenges M.E. (1989) Nursing Care Plan, Guidlines for Planning Patient Care
(2 nd ed ). Philadelpia, F.A. Davis Company.
Long; BC and Phipps WJ (1985) Essential of Medical Surgical Nursing : A
Nursing Process Approach St. Louis. Cv. Mosby Company.