Anda di halaman 1dari 7

PEREDAMAN SUATU SALURAN TRANSMISI 3,4 KM DENGAN DAN TANPA BEBAN

KOIL

1. Tujuan / Percobaan
Percobaan ini bertujuan untuk
1.1 . . . mengukur distribusi peredaman, sepanjang saluran dua kawat simetric.
1.2 . . . mengukur tegangan masukan dan keluaran dari saluran, bila ujungnya terbuka
dan bila ujungnya ter terminasi.
1.3 . . . menentukan peredaman sebagai suatu fungsi frekuensi dari nilai-nilai
tegangan masukan dan keluaran yang terukur dan menggambarkan hasil yang
diperoleh dalam suatu grafik.
1.4 . . . membandingkan dan mengevaluasi respon respon transmisi dari suatu
pembebanan-koil (pupi-nixed) dan suatu saluran tak terkompensasi (unpupinixed).
2. Diagram rangkaian
Rangkaian suatu saluran transmisi simetris 3,4 km, tak terkompensi.

2. Diagram rangkaian (lanjutan)


2.2 Rangkaian dari saluran transmisi dengan koil pupin simetris 3,4 km.

3. Instrumen / Komponen
4 model saluran transmisi 0,85 km : terkompensasi
2 koil pupin 80 mH
2 resistor 300 ohm
1 resistor terminating 600 ohm
1 panel lintasan universal
1 catu daya
1 generator fungsi
1 osiloskop dual trace dengan masukan Diferensial
1 multimeter
2 probe tes 10:1 / 1:1 yang dapat di switch
2 adapter probe
1 set kabel penghubung dan plug

4. Pendahuluan
Bila informasi dikirimkan sepanjang saluran transmisi melalui jarak yang telah
ditentukan, peredaman (yakni rugi-rugi energi listrik) harus tidak lebih besar dari
nilai-nilai yang telah didefinisikan.
Sebagaimana digambarkan pada rangkaian ekivalen berikut ini, saluran dapat
direpresentasikan dengan sejumlah resistansi yang sangat kecil dan induktansi yang
terhubung seri, serta sejumlah kapasitansi yang ekstrim kecil dan konduktansi.

Gambar 1.
Resistansi R, suatu saluran tergantung pada diameter saluran dan bahan yang
digunakan dalam pembuatan kawat. Nilai R ditulis dalam, ohm/km.
Indukatansi L, kapasitansi C, dan konduktansi G, semua tergantung pada jarak antar
saluran, diameter kawat dan bahan isolasi yang digunakan. Induktansi ditulis dalam
mH/km, kapasitansi dalam nF/km dan konduktansi ditulis dalam S/km.
Sebagai contoh, nilai-nilai tipikal untuk suatu saluran berdiameter 0,9 mm, dengan
isolasi plastik dapat diberikan sbb:
R = 57,8 ohm/km
L = 0,7 mH/km
C = 34 nF/km
G = 1 s/km

Konstanta peredaman , dihitung dari :

R' C ' G'


+
2 L'
2
R

Karena konduktansi G sangat kecil, resultante peredam G

dapat diabaikan.
Dengan penyederhanaan tersebut, kontanta peredaman mendekati resistif, R :

R' C '
2 L'

Bila induktansi L, secara buatan dapat dinaikan, konstanta peredaman

dari

saluran akan menjadi lebih kecil.


Dalam praktek, kenaikan induktansi dapat dilakukan dengan memasukan koil pupin
pada interval tertentu sepanjang saluran.

Gambar 2.
5. Percobaan
5.1 Buat rangkaian seperti ditunjukkan pada diagram 2.1. Ukur tegangan generator Ug
dengan mV atau dB-meter dan usahakan agar harga tersebut konstan selama
percobaan pada Ug = 4 Vpp = 1,42 Vrms = 5,25 dBm.
Ukur tegangan keluaran dari saluran pada osiloskop, atur pada masukan diferensial.
Yakinkan bahwa kedua kanal Y berada pada defleksi yang sama. Pasangkan probe tes
10 : 1 dengan hati-hati lengkapi tabel pengukuran pada lembar kerja 1, dengan
menggunakan frekuensi seperti pada tabel.
Dari nilai-nilai tegangan keluaran yang terukur dan tegangan masukan yang konstan,
hitung peredaman.
Ug
a = 20 log Ua (dB)
Masukan nilai-nilai hasil perhitungan pada grafik dilembar kerja 3.
5.2 Buat rangkaian seperti ditunjukkan pada diagram 2.2.
Tentukan peredaman, seperti pada dalam 5.1, gunakan tabel 2 pada lembar kerja 2.
Masukan nilai-nilai hasil perhitungan dari peredaman pada grafik yang sama,
dilembar kerja 3.
5.3 Beracu pada grafik yang telah dibuat, dalam rentang frekuensi 300 3400 Hz, apa
yang dapat dikatakan tentang saluran dengan pupin dan yang tidak dengan pupin bila
diterminasi dengan 600 ohm?

(lembar kerja 1)
Untuk 5.1 Tabel 1
Pengukuran untuk menentukan peredaman dari saluran transmisi tidak dengan pupin
sepanjang 3,4 km, dan berdiameter 0,9 mm.

f [Hz]
100
200
300
400
500
600
800
1000
2000
3000
4000
5000
6000
8000
10000

Ujung Terbuka
Ua [ Vpp]
a [dB]
4
0
3.96

Terminasi 600 Ohm


Ua [Vpp]
a [dB]
2.33
4.694
2.32

4.731

2.36
2.28

4.582
4.882

2.25
2.16
2.00
1.80
1.64
1.48
1.20
1.00

4.997
5.352
6.020
6.935
7.744
8.635
10.457
12.041

0.87

3.88
3.80
3.40
2.88
2.48
2.16
1.88

0.264
0.445
1.411
2.853
4.152
5.352
6.558

1.48
1.16

8.635
10.752

(lembar kerja 2)
Untuk 5.2 Tabel
Pengukuran untuk menentukan peredaman dari saluran transmisi dengan pupin sepanjang
3,4 km, dan berdiameter 0,9 mm.

f [Hz]
100
200
300
400
500
600
800
1000
2000
3000
4000
5000
6000
8000
10000

Ujung Terbuka
Ua [ Vpp]
a [dB]
4
0

3.96

0.087

3.92
3.84
3.20
1.16
2.76
3.76
3.36
2.52
2.04

0.017
0.354
1.938
10.75
3.22
0.537
1.514
4.013
5.848

Terminasi 600 Ohm


Ua [Vpp]
a [dB]
2.24
5.036
2.20
2.16
2.12
2.04
2.00

5.192
5.352
5.514
5.848
6.020

1.64
0.76
1.6
1.56
1.44
1.28

7.744
14.424
7.958
8.178
8.873
9.897

6. Analisa
Berdasarkan grafik hasil percobaan saluran transmisi yang tidak dengan pupin dalam
rentang frekuensi 300 3400 hz, atenuasi meningkat seiring dengan meningkatnya
frekuensi. Pada saat rentang frekuensi 300 1000 hz atenuasi meningkat secara
perlahan. Saat mencapai frekuensi 3400 hz, atenuasi meningkat sebesat 1.2 dB.

Anda mungkin juga menyukai