Anda di halaman 1dari 18

"Sanitasi Permukiman"

Dosen Pengampu
"Ani Hermilestari, S.Pd., M.Pd."
"Bambang Supraptono, S.K.M, M.Kes (Epid), M.P.H"

Di susun oleh

1.Naufal joniarta
2.Norma yana
3.Ririn febrianti
4.Rizki yuning
5.Sriwulan de
6.Tri priyo utomo

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PONTIANAK


JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN
PROGRAM STUDI D-III (B)
2015/2016

Garis Besar Mata Kuliah

Garis besar materi perkuliahan sanitasi permukiman, meliputi

1. pengertian, tujuan, dan ruang lingkup sanitasi permukiman


:
a. Pengertian
b. Tujuan.
c. Ruang Lingkup.
2. Penemuan kasus penyakit akibat permukiman tidak sehat
:
a. Pengertian.
b. Penyusunan instrument.
c. Pelaksanaan.
d. Laporan hasil.
3. Praktik pengambilan dan peeriksaan sampel lingkungan permukiman
:
a. Pengertian.
b. Penyusunan instrument.
c. Pelaksanaan.
d. Laporan hasil.
4. Praktik pengukuran sanitasi permukiman
:
a. Pengertian.
b. Penyusunan instrument.
c. Pelaksanaan.
d. Laporan hasil.
5. Survey sarana sanitasi permukiman
:
a. Pengertian.
b. Penyusunan instrument.
c. Pelaksanaan.
d. Laporan hasil.
6. Pelayanan sanitasi permukiman
:
a. Pengertian.
b. Penyusunan instrument.
c. Pelaksanaan.
d. Laporan hasil.
7. Pemberdayaan masyarakat dalam pengadaan dan pemeliharan sarana sanitasi
permukiaman :
a. Pengertian.
b. Penyusunan instrument.
c. Pelaksanaan.
d. Laporan hasil.

A. Sanitasi Pemukiman
Sanitasi adalah suatu usaha pengendalian faktor-faktor lingkungan guna untuk
mencegah timbulnya suatu penyakit dan penularan yang di sebabkan oleh faktor
lingkungan sehingga derajat kesehatan dapat optimal (Depkes RI,2002) .

Permukiman adalah bagian dari lingkungan hidup diluar kawasan lindung, baik
berupa kawasan perkotaan maupun perdesaan yang berfungsi sebagagai lingkungan
tempat tinggal atau lingkungan hunian dan tempat kegiatan yang mendukung
perikehidupan dan penghidupan (UU no.4 tahun 1992, tentang Perumahan dan
Permukiman).
Permukiman adalah kawasan yang didominasi oleh lingkungan yang dilengkapi
dengan prasarana dan sarana lingkungan dan tempat kerja yang memberikan pelayanan
dan kesempatan kerja yang terbatas untuk mendukung perikehidupan dan penghidupan,
sehingga fungsinya dapat berdaya guna dan berhasil guna.
Kesehatan perumahan dan lingkungan permukiman adalah kondisi fisik, kimia, dan
biologi di dalam rumah, di lingkungan rumah dan perumahan sehingga memungkinkan
penghuni mendapatkan derajat kesehatan yang optimal.Persyaratan kesehatan perumahan
dan permukiman adalah ketentuan teknis kesehatan yang wajib di penuhi dalam rangka
melindungi penghuni dan masyarakat yang bermukim di perumahan atau masyarakat
sekitar dari bahaya atau gangguan kesehatan (Soedjadi, 2005).Persyaratan kesehatan
lingkungan perumahan dan permukiman sangat di perlukan karena pembangunan
perumahan berpengaruh sangat besar.
B. Tujuan dilaksanakan Kesehatan Lingkungan di Tempat Permukiman
1. Penataan dan pemukiman yang memenuhi syarat kesehatan.
Pemukiman sehat adalah suatu tempat untuk tinggal secara permanen, berfungsi
sebagai tempat untuk bermukim, beristirahat, berrekreasi dan sebagai tempat
berlindung dari pengaruh lingkungan yang memenuhi persyaratan fisiologis,
psikologis, bebas dari penularan penyakit dan kecelakaan. Satuan Lingkungan
Permukiman adalah kawasan perumahan dalam berbagai bentuk dan ukuran dengan
penataan tanah dan ruang, prasarana dan sarana lingkungan yang teratur.
2. Terwujudnya suatu kondisi perumahan yang layak huni dalam lingkungan yang sehat.
Ini artinya bahwa rumah di perumahan itu harus sehat, rumah yang dapat menjadi
tempat berlindung / bernaung dan beristirahat sehingga menumbuhkan kehidupan
yang sempurna baik fisik, rohani maupun sosial. Kondisi perumahan yang layak huni
artinya harus layak sebagai tempat hunian yag dilengkapi dengan prasarana dan
sarana lingkungan. Prasarana lingkungan adalah kelengkapan dasar fisik lingkungan
yang memungkinkan lingkungan permukiman dapat berfungsi sebagaimana mestinya.
Sarana lingkungan adalah fasilitas penunjang berfungsi untuk penyelenggaraan dan
pengembangan kehidupan ekonomi, social dan budaya.
3. Mengurangi resiko kebakaran, kecelakaan, penularan penyakit.

Dalam mengurngi resiko kebakaran, kecelakaan, penularan penyakit diperlukan


sara dan utilitas. Utilitas umum merupakan bangunan bangunan yang dibutuhkan
dalam sistem pelayanan lingkungan yang diselenggarakan baik oleh pemerintah atau
swasta,
Utilitas yang dimaksud adalah penyediaan yang menyangkut jaringan air bersih,
listrik, pembuangan sampah, telepon dan gas.
C. Ruang lingkup sanitasi lingkungan
Sanitasi lingkungan pemukiman meliputi: pengelolaan sampah, air bersih, sarana
pembuangan air limbah, dan jamban.
a

pengolahan sampah
Sampah sebaiknya dibuang di tempat pembuangan akhir untuk dikelola lebih
lanjut. Untuk sampai ke tempat pembuangan akhir tentunya perlu mekanisme
penanganan yang terpadu.

sarana air bersih


Air merupakan kebutuhan dasar bagi kehidupan; juga manusia selama hidupnya
selalu memerlukan air. Dengan demikian semakin naik jumlah penduduk serta laju

pertumbuhannya semakin naik pula laju pemanfaatan sumber-sumber air.


Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL)
Sarana pembuangan air limbah yang sehat yaitu yang dapat mengalirkan air
limbah dari sumbernya (dapur, kamar mandi) ke tempat penampungan air limbah
dengan lancar tampa mencemari lingkungan dan tidak dapat dijangkau serangga
dan tikus.

Ruang lingkup penyelenggaraan kesehatan lingkungan pada Pemukiman


Kesehatan lingkungan tempat permukiman menyelenggarakan upaya pada beberapa
aspek perlindungan dan penyehatan di tempat permukiman agar para penghuni dan orang
yang beraktifitas di tempa penukiman mendapatkan jaminan keamanan. Upaya tersebut
meliputi
1. Mengendalikan dan memberantas penyakit menular dan penyakit parasit dan beban
kesehatan yang memberati penduduk dalam kawasan itu
2 Mengurangi bahaya kimiawi dan fisik di tempat tinggal, tempat kerja dan wilayah kota
yang lebih besar

3. Menciptakan kualitas lingkungan dan kualitas penduduk dalam kawasan


4. Meminimalkan transfer biaya lingkungan ke wilayah dan masyarakat serta system
lingkungan di sekitar wilayah dan di luar
5. Menjamin adanya konsumsi yang berkelanjutan tanpa merusak lingkungan

Daftar Pustaka
1. karya tulis ilmiah.2014.sanitasi perumahan
http://karyatulisilmiah.com/sanitasi-perumahan/
2. odexyundo.2009."pengertian pemukiman"
3.
4.

http://odexyundo.blogspot.com/2009/08/pengertian-permukiman.html
anonim."tinjauan pustakas sanitasi permukiman"
http://pdftype.com/sa/sanitasi-pemukiman-pdf.html
permukiman sanitasi.2010."percepatan pembangunan sanitasi"
http://sanitasipermukiman.blogspot.com/2010/06/percepatan-pembangunan-sanitasi.html

Lampiran
A. SANITASI LINGKUNGAN PERUMAHAN/PEMUKIMAN
Lingkungan perumahan/pemukiman dan hubungannya dengan kesehatan
Di dalam program kesehatan lingkungan,suatu pemukiman/perumahan sangat berhubungan
dengan kondisi ekonomi, sosial, pendidikan, tradisi/kebiasaan, suku, geografi, dan kondisi

local. Selain itu, lingkungan perumahan/pemukiman dipengaruhi oleh beberapa factor yang
dapat menentukan kualitas lingkungan perumahan tersebut, antara lain fasilitas pelayanan,
perlengkapan, peralatan yang dapat menunjang terselenggaranya kesehatan fisik, kesehatan
mental, kesejahteraan sosial bagi individu dan keluarganya.
Pengertian perumahan merupakan kelompok rumah yang berfungsi sebagai lingkungan
tempat tinggal atau lingkungan hunian dan sarana pembinaan keluarga yang dilengkapi
dengan prasarana dan sarana lingkungan . sedangkan pemukiman merupakan bagian dari
lingkungan hidup baik kawasan perkotaan maupun pedesaan yang berfungsi sebagai
lingkungan tempat tinggal atau lingkungan hunian yang mendukung peri-kehidupan. Untuk
menciptakan suatu lingkungan pemukiman diperlukan kawasan perumahan dalam berbagai
bentuk dan ukuran dengan penataan tanah dan ruang, prasarana dan sarana lingkungan yang
memenuhi kesehatan.
B. ASPEK KESEHATAN DARI PERUMAHAN
Perumahan harus menjamin kesehatan penghuninya dalam arti luas. Oleh sebab itu
diperlukan syarat perumahan sebagai berikut:
Memenuhi Kebutuhan Fisiologis
Secara fisik kebutuhan fisiologis meliputi kebutuhan suhu dalam rumah yang optimal,
pencahayaan yang optimal, perlindungan terhadap kebisingan, ventilasi memenuhi
persyaratan., dan tersedianya ruang yang optimal untuk bermain anak.
Suhu ruangan dalam rumah yang ideal adalah berkisar 18-20 oC, dan suhu tersebut
dipengaruhi oleh : suhu udara luar, pergerakan udara, dan kelembaban udara ruangan.
Pencahayaan harus cukup baik waktu siang maupun malam hari. Pada malam hari
pencahayaan yang ideal adalah penerangan listrik. Pada waktu pagi hari diharapkan semua
ruangan mendapatkan sinar matahari. Intensitas cahaya pada suatu ruangan pada jarak 85 cm
di atas lantai maka intensitas penerangan minimal tidak boleh kurang dari 5 foot-candle.
Pertukaran hawa (ventilasi) yaitu proses penyediaan udara segar dan pengeluaran udara kotor
secara alamiah atau mekanis harus cukup. Berdasarkan peraturan bangunan Nasional, lubang
hawa suatu bangunan harus memenuhi aturan sebagai berikut:
a.

Luas bersih dari lantai dan jendela/ lubang hawa sekurang-kurangnya 1/10 dari luas lantai
ruangan.

b.

Jendela/ lubang hawa harus meluas ke arah atas sampai setinggi minimal 1,95m dari
permukaan lantai.

c.

Adanya lubang hawa yang berlokasi di bawah langit-langit sekurang-kurangnya 0,35% luas
lantai ruang yang bersangkutan.
Kepadatan penghuni merupakan luas lantai rumah dibagi dengan jumlah anggota
keluarga penghuni tersebut. Berdasarkan Dir. Higiene dan Sanitasi Depkes RI, 1993, maka

kepadatan penghuni dikategorikan menjadi memenuhi standar (2 orang per 8m 2) dan


kepadatan tinggi (lebih 2 orang per 8m2 dengan ketentuan anak <1 tahun tidak
diperhitungkan dan umur 1-10 tahun dihitung setengah).
Pengaruh buruk berkurangnya ventilasi adalah berkurangnya kadar oksigen,
bertambahnya kadar gas CO2, adanya bau pengap, suhu udara ruangan naik, dan kelembaban
udara ruangan bertambah.
Kecepatan aliran udara penting untuk mempercepat pembersihan udara ruangan.
Kecepatan udara dikatakan sedang jika gerak udara 5-20 cm per detik atau volume udara
bersih antara 25-30 cfm (cubic feet per minute) untuk setiap orang yang berada di dalam
ruangan.
Memenuhi Kebutuhan Psikologis
Kebutuhan psikologis berfungsi untuk menjamin privacy bagi penghuni perumahan. Perlu
adanya kebebasan untuk kehidupan keluarga yang tinggal di rumah tersebut secara normal.
Keadaan rumah dan sekitarnya diatur agar memenuhi rasa keindahan sehingga rumah
tersebut menjadi pusat kesenangan rumah tangga dan memungkinkan hubungan yang serasi
antara orang tua dan anak. Adanya ruangan tersendiri bagi remaja dan ruangan untuk
berkumpulnya anggota keluarga serta ruang tamu. Selain itu dibutuhkan kondisi untuk
terpenuhinya sopan santun dalam pergaulan di lingkungan perumahan.
Perlindungan Terhadap Penularan Penyakit
Untuk mencegah penularan penyakit diperlukan sarana air bersih, fasilitas pembuangan air
kotor, fasilitas penyimpanan makanan, menghindari adanya intervensi dari serangga dan
hama atau hewan lain yang dapat menularkan penyakit. Agar dalam keadaan tidur tetap sehat
diperlukan luas kamar tidur sekitar 5 m2 per kapita per luas lahan.
Perlindungan/Pencegahab Terhadap Bahaya Kecelakaan Dalam Rumah
Agar terhindar dari kecelakaan maka konstruksi rumah harus kuat dan memenuhi syarat
bangunan, desain pencegahan terjadinya kebakaran dan tersedianya alat pemadam kebakaran,
pencegahan kecelakaan jatuh, dan kecelakaan mekanis lainnya.
Beberapa Faktor Dari Rumah Yang Berpengaruh Terhadap Kesehatan
Faktor yang berpengaruh terhadap kesehatan manusia adalah:
a.
b.
c.

Kualitas bangunan rumah meliputi kualitas bahan dan konstruksinya serta denah rumah.
Pemanfaatan bangunan rumah yang secara teknis memenuhi syarat kesehatan, tetapi
apabila peruntukannya tidak sesuai maka akan mengganggu kesehatan.
Pemeliharaan bangunan akan mempengaruhi terjadinya penyakit.
Selain yang tersebut di atas, rumah sehat harus memiliki unsur tesebut di bawah ini:

a.
b.

Komponen banguna rumah seperti atap, dinding, jendela, pintu, lantai, dan pondasi.
Fasilitas kelengkapan bangunan rumah seperti sarana air bersih, selokan, kakus, tempat
pembuangan sampah, dan fasilitas penerangan.

c.

Penataan bangunan rumah seperti perencanaan ruang, dan konstruksi bangunan rumah.

d.

Aturan membangun dan kerukunan bertetangga serta perawatan rumah.


Pemukiman merupakan bagian dari lingkungan hidup yang digunakan sebagai tempat
tinggal dari sekelompok manusia
yang saling berinter - aksi serta berhubungan setiap hari dalam rangka untuk mewujudkan
masyarakat yang tenteram, aman dan damai. Permukiman adalah bagian dari lingkungan
hidup di luar kawasan lindung baik yang berupa kawasan perkotaan maupun pedesaan yang
berfungsi sebagai hunian dan tempat kegiatan yang mendukung peri kehidupan dan
penghidupan.
Pemukiman adalah suatu struktur fisik dimana orang menggunakannya untuk tempat
berlindung, termasuk juga semua fasilitas dan pelayanan yang diperlukan, perlengkapan yang
berguna untuk kesehatan jasmani dan rokhani serta keadaan sosialnya, baik untuk keluarga
maupun individu.
Pemukiman atau perumahan sangat berhubungan dengan kondisi ekonomi sosial, pendidikan,
tradisi atau kebiasaan, suku, geografi dan kondisi lokal. Selain itu lingkungan perumahan
atau pemukiman dipengaruhi oleh beberapa faktor yang dapat menentukan kualitas
lingkungan perumahan tersebut antara lain fasilitas pelayanan, perlengkapan, peralatan yang
dapat menunjang terselenggaranya kesehatan fisik, kesehatan mental, kesehatan sosial bagi
individu dan keluarganya.
Hubungan Pemukiman dan Kesehatan
Kondisi- kondisi ekonomi, sosial, pendidikan, tradisi/kebiasaan, suku, geografi dan kondisi
lokal sangat terkait dengan pemukiman/perumahan. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi
atau yang dapat menentukan kualitas lingkungan perumahan / pemukiman antara lain
fasilitas pelayanan, perlengkapan, peralatan yang dapat menunjang terselenggaranya keadaan
fisik, kesehatan mental, kesejahteraan sosial bagi individu dan keluarganya (dr. H. Haryoto
Kusnoputranto, SKM)..
Penyehatan lingkungan tempat pemukiman adalah segala upaya untuk meningkatkan dan
memelihara kesehatan tempat pemukiman beserta lingkungannya dan pengaruhnya terhadap
manusia.
Tujuan dilaksanakan Kesehatan Lingkungan di Tempat Permukiman

1. Penataan dan pemukiman yang memenuhi syarat kesehatan.


Pemukiman sehat adalah suatu tempat untuk tinggal secara permanen, berfungsi sebagai
tempat untuk bermukim, beristirahat, berrekreasi dan sebagai tempat berlindung dari
pengaruh lingkungan yang memenuhi persyaratan fisiologis, psikologis, bebas dari penularan
penyakit dan kecelakaan. Satuan Lingkungan Permukiman adalah kawasan perumahan dalam
berbagai bentuk dan ukuran dengan penataan tanah dan ruang, prasarana dan sarana
lingkungan yang teratur.
1. Terwujudnya suatu kondisi perumahan yang layak huni dalam lingkungan yang sehat.
Ini artinya bahwa rumah di perumahan itu harus sehat, rumah yang dapat menjadi tempat
berlindung / bernaung dan beristirahat sehingga menumbuhkan kehidupan yang sempurna
baik fisik, rohani maupun sosial. Kondisi perumahan yang layak huni artinya harus layak
sebagai tempat hunian yag dilengkapi dengan prasarana dan sarana lingkungan. Prasarana
lingkungan adalah kelengkapan dasar fisik lingkungan yang memungkinkan lingkungan
permukiman dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Sarana lingkungan adalah fasilitas
penunjang berfungsi untuk penyelenggaraan dan pengembangan kehidupan ekonomi,
social dan budaya.
1. Mengurangi resiko kebakaran, kecelakaan, penularan penyakit.
Dalam mengurngi resiko kebakaran, kecelakaan, penularan penyakit diperlukan sara dan
utilitas. Utilitas umum merupakan bangunan bangunan yang dibutuhkan dalam sistem
pelayanan lingkungan yang diselenggarakan baik oleh pemerintah atau swasta,
Utilitas yang dimaksud adalah penyediaan yang menyangkut jaringan air bersih, listrik,
pembuangan sampah, telepon dan gas.
Dasar hukum penyelenggaraan Kesehatan Lingkungan Tempat Permukiman
Dalam membahas aspek kebijakan kesehatan pemukiman perumahan ada beberapa landasan
yang tidak dapat diabaikan
1. Undang - undang Pokok Agraria nomor 5 tahun 1960
2. Undang -undang nomor 23 tahun 1992 tentang Kesehatan
3. Undang -undang nomor 24 tahun 1992 tentang Penataan Ruang
4. Undang -undang nomor 4 tahun 1992 tentang Perumahan dan Pemukiman
5. Undang -undang nomor tahun tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup

6. Keputusan Menteri Kesehatan RI nomor 829/MenKes/SK/VII/1989 tanggal 20 Juli


1989 Tentang Persyaratan Kesehatan Perumahan
7. Undang undang dan keputusan yang lain.
Ruang lingkup penyelenggaraan kesehatan lingkungan pada Pemukiman
Kesehatan lingkungan tempat permukiman menyelenggarakan upaya pada beberapa aspek
perlindungan dan penyehatan di tempat permukiman agar para penghuni dan orang yang
beraktifitas di tempa penukiman mendapatkan jaminan keamanan. Upaya tersebut meliputi
1. Mengendalikan dan memberantas penyakit menular dan penyakit parasit dan beban
kesehatan yang memberati penduduk dalam kawasan itu
2 Mengurangi bahaya kimiawi dan fisik di tempat tinggal, tempat kerja dan wilayah kota
yang lebih besar
3. Menciptakan kualitas lingkungan dan kualitas penduduk dalam kawasan
4. Meminimalkan transfer biaya lingkungan ke wilayah dan masyarakat serta system
lingkungan di sekitar wilayah dan di luar
5. Menjamin adanya konsumsi yang berkelanjutan tanpa merusak lingkungan
Sasaran Upaya Kesehatan Lingkungan di Tempat Pemukiman
Sasaran Upaya Kesehatan Lingkungan di Tempat Pemukiman adalah
1.

Entitas atau masyarakat pada pemukiman

Masyarakat penghuni dan yang beraktifitas di lingkungan pemukiman diharapkan memiliki


kesadaran dalam mengelola lingkungan pemukimannya sendiri. Mengembangkan budaya
masyarakat untuk melaksanakan kegiatan kesehatan lingkungan di pemukiman. Masyarakat
dapat merencanakan upaya, melaksanakan kepemimpinan, dan mengintegrasikan
pembangunan di daerahnya dengan daerah yang lebih luas.
2. Rumah dengan upaya meliputi penggerakan masyarakat agar memiliki, memelihara
semua aspek kesehatan rumahnya
3. Lingkungan pemukiman dengan upaya meliputi usaha bersama dalam melaksanakan
pemukiman sehat, kerja bakti bersama, Penyelenggaraan pemberantasan sarang nyamuk,
gerakan penanaman pohon dana lain - lain
Aspek kesehatan lingkungan pemukiman

Suatu permukiman dikatakan telah memenuhi syarat kesehatan jika telah dipenuhi hal - hal
berikut :
1. Menjamin ketenangan hidup, yakni
a. Lokasi mempunyai assebilitas ke transportasi umum, di daerah yang dapat memberikan
keseimbangan social, memberikan kesempatan untuk dapat membina individu dan keluarga
serta terjamin aman dari timbulnya bahaya
b. Kondisi geologis diantaranya kemiringan tanah maksimal 15 %, memungkinkan untuk
dibuat drainase, kondisi tanah memugkinkan untuk dibuat bangunan sederhana
c. Status hukum jelas
2. Tersedia fasilitas umum dan fasilitas sanitasi, sesuai ketentuan yakni
a. Jalan local yang terdiri dari jalan penghubung lingkungan perumahan, jalan poros
lingkungan perumahan, jalan lingkungan perumahan atau gang -gang
b. Air minum dengan ketentuan bahwa sistem penyediaan air minum kota : 100 liter / orang /
perhari, system penyediaan air minum lingkungan 60%, system penyediaan air minum ke
rumah rumah 60 %, sambungan air minum ke fasilitas umum 30 %
c. Pembuangan air limbah dan tinja : pembuangan air limbah kota sambungan ke system
yang tersedia, pembuangan air limbah lingkungan, tangki septic tank, bidang peresapan
sesuai daya serap tanah
d. Pembuangan air hujan dengan ketentuan tersedia saluran pembuangan air hujan, tersedia
badan penerima
e. Tersedia pembuangan sampah dengan ketentuan pengumpulan sampah, pengangkutan
sampah, pembuangan sampah
f.

Jaringan listrik dan sarana komunikasi

3. Tersedia fasilitas kesehatan


a. Jarak antara pemukiman ke puskesmas pembantu atau praktek dokter 1,5 km,
b. Jarak ke puskesmas 3 km, terdapat rumah bersalin, apotik
4. Tersedia fasilitas perbelanjaan dan niaga
a. Tersedia fasilitas belanja yag memeuhi syarat
b. Jarak fasilitas perbelanjaan dan niaga mudah dicapai oleh pemnghuni pemukiman

5. Tersedia fasilitas layanan pemerintah dan pelayanan umum


a. Tersedia fasilitas pemerintah seperti kesehatan, pendidikan
b. Jarak terjangkau dengan kendaraan pribadi
6. Tersedia fasilitas peribadatan
a. Masjid atau musola sesuai jumlah penghuni dan
b. Jarak fasilitas peribadan dekat dengan rumah penduduk dengan fasilitas umum
masyarakat
7. Fasilitas rekreasi dan kebudayaan yang dapat melayani 6000 keluarga ada gedung serba
guna
8. Fasilitas Pendidikan sesuai dengan luas pemukiman dan jumlah penduduk yang menjadi
penghuni di dalamnya
9. Fasilitas Olah raga dan lapangan terbuka 50 keluarga ada taman / tempat bermain
10. Untuk menjamin kesehatan penghuni, rumah - rumah harus memenuhi persyaratan
Persyaratan Kesehatan Lingkungan Perumahan
Menurut Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 829/Menkes/SK/VII/1999 :
1. Lokasi
2. Tidak terletak pada daerah rawan bencana alam seperti bantaran sungai, aliran lahar,
gelombang tsunami, longsor dan sebagainya.
3. Tidak terletak pada daerah bekas tempat pembuangan akhir sampah dan bekas lokasi
pertambangan.
4. Tidak terletak pada daerah rawan kecelakaan dan daerah kebakaran seperti jalur
pendaratan penerbangan.
5. Kualitas Udara, Kebisingan dan Getaran
Kualitas udara ambien di lingkungan perumahan harus bebas dari gangguan gas beracun baik
oleh alam atau aktivitas manusia, dan memenuhi persyaratan baku mutu udara yang berlaku
dengan perhatian khusus terhadap parameter-parameter sebagai berikut :
1. Tingkat kebisingan di lokasi tidak melebihi 45-55 dBA.

2. Gas berbau (H2S dan NH3) secara biologis tidak terdeteksi.


3. Partikel debu diameter < 10 mg tidak melebihi 150 mg/m3.
4. Gas SO2 tidak melebihi 0,10 ppm.
5. Debu terhadap tidak melebihi 350 mm3/m2/hari.
6. Kualitas Tanah
Kualitas tanah pada daerah perumahan harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :
1. Timah hitam (Pb) maksimal 300 mg/kg.
2. Arsenik total maksimal 100 mg/kg.
3. Cadmium (Cd) maksimal 20 mg/kg.
4. Benzo (a) pyrene maksimal 1 mg/kg.
5. Kualitas Air Tanah
Kualitas air tanah pada daerah perumahan minimal harus memenuhi persyaratan air baku, air
minum (golongan B), sesuai dengan Peraturan Perundangan yang berlaku.
1. Sarana dan Prasarana Lingkungan
1. Memiliki taman bermain untuk anak, sarana rekreasi keluarga dengan
konstruksi yang aman dari kecelakaan.
2. Memiliki sarana drainase yang tidak menjadi tempat perindukan vektor
penyakit dan memenuhi persyaratan teknis sesuai dengan ketentuan
perundang-undangan yang berlaku.
3. Memiliki sarana jalan lingkungan dengan ketentuan sebagai berikut :
1)

Konstruksi jalan tidak membahayakan kesehatan.

2)

Konstruksi trotoar jalan tidak membahayakan pejalan kaki dan penyandang cacat.

3)

Bila ada jembatan harus diberi pagar pengaman.

4)

Lampu penerangan jalan tidak menyilaukan.

1. Tersedia sumber air bersih yang menghasilkan air secara cukup sepanjang waktu
dengan kualitas air yang memenuhi persyaratan kesehatan sesuai dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku.
2. Pengelolaan pembuangan kotoran manusia dan limbah rumah tangga harus memenuhi
persyaratan kesehatan, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
3. Pengelolaan pembuangan sampah rumah tangga harus memenuhi persyaratan
kesehatan, sesuai dengan peraturan.
4. Pengaturan instalasi listrik harus menjamin keamanan sesuai dengan peraturan
perundangan yang berlaku.
5. Memiliki akses terhadap sarana pelayanan umum dan sosial seperti keamanan,
kesehatan, komunikasi, tempat kerja, tempat hiburan, tempat pendidikan, kesenian
dan sebagainya.
6. Tempat pengolahan makanan harus menjamin tidak terjadi kontaminasi yang dapat
menimbulkan keracunan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
7. Binatang Penular Penyakit
1. Indek lalat di lingkungan perumahan harus memenuhi persyaratan.
2. Indeks jentik nyamuk (Angka Bebas Jentik) di perumahan tidak melebihi 5%.
8. Penghijauan
Pepohonan untuk penghijauan di lingkungan perumahan merupakan pelindung dan juga
berfungsi untuk kesejukan, keindahan dan kelestarian alam.
Masyarakat harus terlibat aktif dalam upaya menyelenggarakan penghijauan terutama
disekitar rumah yang dihuninya
Aspek Kesehatan Rumah
1. Persyaratan Umum
Rumah yang tidak memenuhi syarat kesehatan merupakan salah satu faktor yang dapat
mempengaruhi kesehatan dan kondisi para penghuninya.. Dengan meningginya insiden
(angka kejadian) berbagai penyakit ,penyebabnya telah terbukti yaitu rumah tidak memenuhi
kriteria rumah. Oleh karena itu di dalam program-program pencegahan/pemberantasan
penyakit menular, hendaknya selalu memperhatikan keterlibatan faktor yang diperhitungkan.
Faktor kemiskinan sangat erat hubungannya dalam keadaan situasi dan kondisi yang tidak
baik tersebut.

Menurut Winslow dan APHA rumah sehat harus memenuhi kebutuhan physiologis para
penghuninya, kebutuhan psychologis, dan harus terhindar dari penyakit menular, dan
kecelakaan.
a.. Memenuhi kebutuhan physiologis
Yang dimaksud memenuhi kebutuhan psikologis diantaranya adalah
- Pencahayanaan alami minimal untuk kamar keluarga dan kamar tidur 60 120 lux,
pencahayaan buatan untuk ruang keluarga 100 lux, ruang tidur 50 lux, ruang belajar 100 lux,
ruang makan 75 lux, ruang dapur 50 75 lux
- Penghawaan alami lubang ventilasi minimal 5 10 % luas lantai terdiri dari lubang
ventilasi tetap sebesar minimal 5 % dari luas lantai dan lubang ventilasi incidental minimal 5
% luas lantai, udara yang masuk harus bersih, aliran udara cross ventilation, kelembaban
udara tidak boleh terlalu tinggi optimum 60 %, suhu ruang antara 21 30 Celsius, udara
dalam ruangan tidak lebih 5 Celsius selisihnya dengan suhu luar ruangan, pergantian udara
bersih untuk orang dewasa 33 meter persegi/orang/hari, Sedang over crowding, terutama
apabila kepadatan perkamar melebihi batas, akan membuat rumah tersebut berbahaya bagi
kesehatan penghuninya.
Keadaan demikian ini sering dijumpai pada gubuk-gubuk di desa maupun rumah gedung di
daerah slum kota.
2. Memenuhi kebutuhan psycologis
a. Keadaan rumah dan sekitarnya, cara pengaturannya harus memenuhi rasa keindahan
b. Mempunyai halaman yang luas dan dapat ditanami pohon pohonan
c.

Mempunyai toilet/ kamar mandi / WC sendiri

d. Adanya jaminan kebebasan yang cukup bagi setiap anggota keluarga


e. Anggota keluarga yang mendekati dewasa harus mempunyai ruangan sendiri- sendiri
f. Harus ada ruangan keluarga untuk menjalankan kehidupan keluarga dimana semua
anggota keluarga dapat berkumpul
g. Harus ada ruangan untuk hidup bermasyarakat, yaitu harus ada ruangan untuk menerima
tamu.
3. Harus Terhindar dari Penyakit Menular

Dengan banyak pemukim pada suatu pemukiman yang melebihi batas jumlah yang
ditentukan, itu juga sebagai salah satu faktor penyebab penyakit menular.
Adanya fasilitas kesehatan, mencegah terjangkitnya penyakit seperti membersihkan rumah,
menjaga kualitas makanan dan diharapkan tidak over crowding (kepadatan penduduk).
1. Ada sumber air yang sehat, cukup kualitas dan kuantitasnya
2. Tersedia tempat pembuangan kotoran
3. Harus dapat mencegah perkembangbiakan vektor penyakit
4. Harus cukup luas. Luas kamar tidur 5 m 2 per kapita per luas lantai
5. Tempat masak, menyimpan makanan hendaknya bebas dari pencemaran atau
gangguan binatang / serangga atau debu
Fasilitas sanitasi yang kurang akan menimbulkan wabah penyakit, misalnya dalam fasilitas
air. Jika satu rumah tidak mempunyai fasilitas air yang memadai, maka berpengaruh terhadap
kesehatan dan kebutuhan manusia, seperti air minum, air untuk mandi, atau air untuk
kebutuhan lainnya. Demikian juga, fasilitas pembuangan kotoran, jika itu tidak memenuhi
dalam sebuah rumah akan menyebabkan wabah-wabah penyakit. karena biasanya akan
dibuang di parit atau sungai
1. Harus Terhindar dari terjadinya Kecelakaan
Persyaratan letak rumah yang menentukan kemungkinan yang terjadinya kecelakaankecelakaan dan kemungkinan gangguan-ganggunan lainnya.
Dalam memilih pertapakan untuk meletakkan sebuah rumah harus diperhatikan beberapa segi
yang artinya sangat penting dan kadang-kadang menentukan sekali.
Bila pada penempatan sebuah rumah tidak dihiraukan, biasanya timbul-timbul daerah yang
sangat jauh dari kriteria perumahan sehat. Seperti halnya Slum Area atau tempat kumuh. Juga
pada penempatan pada perumahan yang sempit, dimana sirkulasi udara bisa terhalang dan
tidak bisa bebas. Pada akhirnya akan menimbulkan berbagai penyakit seperti penyakit pada
saluran pernafasan.
.Pada bagian lantai dan dinding bagian bawah perlu dibuat dari bahan yang kedap air. Untuk
mencegah kelembaban yang terlalu tinggi dapat menyebabkan selalu basah.
Bila kerusakan-kerusakan rumah tidak bisa diperbaiki, maka hal ini mungkin menyebabkan
rumah itu tidak bisa lagi didiami. Terlebih bila keadaan ini ditambah lagi dengan banyaknya
sarang-sarang kutu busuk, tentu akan menyedihkan lagi.

5. Harus terhindar dari terjadinya kecelakaan


1. Kontruksi rumah harus dari bahan - bahan bangunan yang kuat sehingga tidak mudah
roboh
2. Sarana pencegahan terjadinya kecelakaan di sumur, kolam, lantai yang licin, racun
serangga, minyak tanah, obat obatan dan sebagainya
3. Diusahakan agar tidak mudah terjadi kebakaran
4. Ada alat pemadam kebakaran terutama yang mempergunakan gas