Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA DASAR

MODUL 6
Pipa U

Disusun Oleh:
Nama

: Fransisca Ariela

NPM

: 240210130108

Kelompok / Shift

: 6 / TIP B2

Hari / Tanggal

: Kamis, 31 Oktober 2013

Waktu

: Pukul 10.00 12.00 WIB

Asisten

: Fredy Agil Raynaldo

LABORATORIUM FISIKA DASAR


JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PANGAN
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN
UNIVERSITAS PADJADJARAN
JATINANGOR
2013

BAB I
PENDAHULUAN
1.1.

Latar Belakang
Banyak aktivitas di lingkungan sekitar kita yang dipengaruhi oleh

gravitasi. Sebagai contoh yaitu jatuhnya buah apel dari tangkainya, melayangnya
seorang astronot yang berada di luar angkasa, dan lain - lain. Gravitasi merupakan
gaya tarik bumi. Gravitasi setiap wilayah pada umumnya berbeda beda, seperti
gravitasi di permukaan bumi lebih besar bila dibandingkan dengan di luar angkasa
sehingga kita dapat berpijak di permukaan bumi. Sedangkan bila di luar angkasa,
seorang astronot tidak bisa berpijak pada permukaan pesawatnya. Hal ini
disebabkan gravitasi di luar angkasa amat kecil.
Percepatan gravitasi dapat dihitung dengan menggunakan pegas seperti
pada percobaan gerak harmonik sederhana dan menggunakan pipa U. Suatu pipa
U berisi zat cair dengan kedua ujung pipa terbuka. Jika salah satu permukaan zat
cair dibuat lebih tinggi dari yang lain maka gaya yang mengembalikan zat pada
kedudukan setimbang akan sebanding dengan simpangan terhadap titik
setimbang, akan terjadi getaran. Gerak osilasi air pada pipa U merupakan salah
satu penerapan gerak harmonik sederhana linier. Osilasi disini merupakan osilasi
harmonik sederhana.
1.2.

Tujuan
Tujuan praktikum pipa U ini adalah untuk menentukan percepatan

gravitasi dengan menggunakan osilasi cairan yang berada dalam pipa U.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Gerak Harmonik Sederhana


Gerak Harmonik Sederhana (GHS) adalah gerak periodik dengan lintasan
yang ditempuh selalu sama (tetap).

Gambar 1. Pipa U
Gerak Harmonik Sederhana mempunyai persamaan gerak dalam bentuk
sinusoidal dan digunakan untuk menganalisis suatu gerak periodik tertentu. Gerak
periodik adalah gerak berulang atau berosilasi melalui titik setimbang dalam
interval waktu tetap.
Gerak Harmonik Sederhana dapat dibedakan menjadi 2 bagian, yaitu :

Gerak Harmonik Sederhana (GHS) Linier, misalnya penghisap dalam


silinder gas, gerak osilasi air raksa / air dalam pipa U, gerak horisontal /
vertikal dari pegas, dan sebagainya.

Gerak Harmonik Sederhana (GHS) Angular, misalnya gerak bandul/


bandul fisis, osilasi ayunan torsi, dan sebagainya.
GHS mempunyai persamaan gerak dalam bentuk sinusiodal dan digunakan

untuk menganalisis suatu gerak periodik tertentu. Sedangkan yang dimaksud


dengan gerak periodik adalah gerak berulang/berosilasi melalui titik setimbang
dalam interval waktu tetap. Gerak harmonik sederhana dapat dibedakan menjadi 2
bagian yaitu:
1. GHS Linier
misalnya : pengisap dalam silinder gas, gerak osilasi air raksa / air dalam pipa
U, gerak horisontal/vertikal dari pegas, dan sebagainya.

2. GHS Angular
misalnya : gerak bandul/bandul fisis, osilasi ayunan torsi, dan sebagainya.
Gerak harmonik sederhana dapat pula ditulis dalam bentuk grafik yaitu:

Gambar 2. Grafik Gerak Harmonik Sederhana


Prinsip kerja dari gerak harmonik sederhana pada pipa U yang berisi zat
cair dengan kedua ujung pipa terbuka yaitu, jika salah satu permukaan zat cair
dibuat lebih tinggi dari yang lain maka gaya yang mengembalikan zat pada
kedudukan setimbang akan sebanding dengan simpangan terhadap titik seimbang,
akan terjadi getaran.
2.2. Besaran Gerak Harmonik Sederhana
Gerak harmonik sederhana memiliki berbagai besaran, antara lain:
1. Simpangan
Simpangan adalah jarak benda setiap saat dari titik keseimbangan
dan satuannya adalah meter. Persamaan simpangan untuk gerak
harmonik adalah:
X = A sin(2/T t+) atau
X = A sin(2ft+)
Keterangan x = simpangan (m)
t = waktu tempuh (s)
f = frekuensi (Hz)
A = amplitudo (m)

T = periode (s)
= Sudut awal pada t = 0
2. Amplitudo
Amplitudo adalah simpangan terbesar yang dapat dicapai benda
dari titik keseimbangan dan diberi lambang A dengan satuan meter.
3. Periode
Periode adalah waktu yang dibutuhkan benda untuk melakukan
satu getaran dan diberi lambang T dengan satuan sekon. Periode pada
pipa U dapat dianalogikan dari berdasarkan getaran pada pegas,
sehingga dapat ditulis:
T=2(l/g)
Keterangan:
T= Periode (s)
l= Panjang kolom zat cair (m)
g= Percepatan gravitasi (m/s2)
4. Frekuensi
Frekuensi adalah jumlah getaran yang dilakukan benda dalam
selang waktu satu sekon dan diberi lambang f dan satuannya hertz
atau 1/sekon. Persamaan frekuensi didapat berdasarkan hubungan
antara periode (T) dan frekuensi (f), yaitu:
f=1/T
f=1/2 (g/l)

BAB III
METODE PERCOBAAN

3.1.
1.
2.
3.
4.

Alat dan Bahan


Pipa U sebagai media yang berisi zat cair.
Kabel / benang untuk mengukur tinggi permukaan zat cair.
Air sebagai alat percobaan yang hendak diukur tinggi permukaannya.
Stopwatch untuk menghitung waktu getaran.

3.2.

Prosedur
1. Mengukur panjang kolom zat cair.
2. Membuat kedudukan zat cair tidak sama tinggi, kemudian
melepaskannya.
3. Mengukur T dengan setiap t terdiri dari 5 ayunan. T = t/5.
4. Menghitung g dari percobaan ini.
5. Membandingkan hasilnya dengan literatur (g = 9,78 m/s2).

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Hasil
Panjang kolom zat cair = 0,31 0,05 x 10-2 meter

l=

panjang kolom zat cair


2

0,31
2 = 0,155 meter

Tabel 1. Periode Zat Cair


No.

t 0,0266 ( s )

1.

4,1 0,0266

2.

3,9 0,0266

4,1 0,0266

4.

4,1 0,0266

5.

4,0 0,0266

6.

4,2 0,0266

7.

4,1 0,0266

8.

4,0 0,0266

9.

4,0 0,0266

10.

4,1 0,0266

t> t ( s )

t> /5
T =

4,06

0,812

0,0266

t2
t2

164,9
1648,36

1
t=
n

( n t 2 ) ( t )

n1

t=

1 (10 164,9 )1648,36


10
101

t=

1 16491648,36
10
9

t=

1 0,64
10
9

t=

1
0,071
10

t=

1
. 0,266 = 0,0266 s
10

4 2 l
g= 2
T
g=

4 .(3,14)2 . 0,155
(0,812)2

g=

4 . 9,8596. 0,155
0,659

g=

6,112952
0,659

g=9,276 m/s2

4.2. Pembahasan
Pada praktikum kali ini, dilakukan percobaan terhadap gerak osilasi pada
pipa U. Sifat air pada pipa U memenuhi Hukum Hooke dan termasuk pada
jenis Gerak Harmonik Sederhana (GHS) linier yaitu GHS yang dalam gerak
osilasinya tidak menghasilkan sudut.
Percobaan dilakukan dengan menghitung waktu yang dibutuhkan air untuk
melakukan getaran sebanyak lima kali sehingga dapat diketahui nilai
periodenya. Setelah data waktu yang dibutuhkan air melakukan getaran
dicatat, nilai gravitasi dapat dihitung melalui rumus periode pada pipa U. Nilai
gravitasi yang didapatkan sebesar 9,276 m/s2. Hasil tersebut agak
menyimpang dari nilai gravitasi berdasarkan literatur yaitu sebesar 9,78 ms2
dan nilai gravitasi berdasarkan wilayah Jatinangor yaitu 8 m/s2.
Nilai gravitasi pada pipa U dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu
kesalahan perhitungan panjang kolom zat cair dan periode. Apabila nilai
panjang kolom zat cair besar, maka akan memperbesar nilai gravitasinya.
Sedangkan apabila nilai periode besar, maka akan memperkecil nilai dari
gravitasi itu sendiri. Hal ini terjadi karena periode getaran berbanding lurus
dengan panjang kolom zat cair sedangkan berbanding terbalik dengan

percepatan gravitasi. Faktor-faktor lainnya yaitu ketidak seragamnya


simpangan yang dilakukan pada pipa U ketika melakukan percobaan, ketidak
tepatan pengamat dalam penggunaan stopwatch, ketidak telitian pengamat
dengan alat yang digunakan pada praktikum ini, serta adanya perbedaan
ketinggian suatu wilayah dengan wilayah yang lain yang memengaruhi nilai
gravitasi.
BAB V
PENUTUP
5.1.

Kesimpulan
Berdasarkan praktikum Pipa U ini, dapat ditarik kesimpulan yaitu:

Percepatan gravitasi dapat diketahui dengan menggunakan osilasi


cairan pada alat pipa U.

Dibutuhkan ketelitian yang tinggi dalam melakukan percobaan, agar


hasil yang didapat sedekat mungkin dengan literatur.

Periode getaran berbanding lurus dengan panjang kolom zat cair. Oleh
karena itu semakin besar periode semakin besar panjang kolom zar
cair pada pipa U dan begitu pula sebaliknya.

Periode getaran berbanding terbalik dengan percepatan gravitasi. Oleh


karena itu semakin besar periode, semakin kecil percepatan gravitasi
dan begitu pula sebaliknya.

5.2.

Saran

Dalam melakukan percobaan sebaiknya dilakukan dengan ketelitian


yang tinggi, karena akan berpengaruh dalam perhitungan percepatan
gravitasi tersebut.

Dalam melakukan percobaan sebaiknya penggunaan alat pipa U dan


stopwatch sudah dikuasai praktikan.

DAFTAR PUSTAKA
Giancoli, Douglas C. 1998. Fisika Edisi Kelima Jilid 1. Erlangga : Jakarta.
Kanginan, Marthen.2004. Fisika untuk SMA Kelas XI. Bandung: Erlangga
Zaida. 2012. Petunjuk Praktikum Fisika Dasar. Bandung: Fakultas Teknologi
Industri Pertanian Universitas Padjadjaran