Anda di halaman 1dari 8

Necrosis Jaringan Periodontal

1. Necrotizing Ulcerative Gingivitis (NUG)


Definisi
Acute Necrotizing Ulcerative Gingivitis (ANUG) atau gingivitis ulseratif
akut yang ternekrotisasi merupakan keadaan ynag ditandai dengan timbulnya
ulserasi yang cepat dan terasa sakit pada tepi gingiva dan papila interdental.
Penderita biasanya memiliki bau mulut yang tidak sedap (halitosis) (Lewis &
Lamey , 1998).
Etiologi
Penyebab

ANUG

belum

diketahui

tetapi

organisme

anaerob

terutama spirochaeta dan spesise Fusobacterium umumnya terlibat. Pericoronitis,


margin restorasi berlebih, merokok, malnutrisi, kelelahan dan stress dianggap
sebagai faktor predisposisi (Lynch et al., 1994; Lewis & Lamey , 1998).
Patogenesis
Menurut Pindborg proses terjadinya NUG terdiri atas 4 tahap :
1. Erosi pada ujung interdental papilla
2. Lesi yang berlanut ke marginal gingiva dan menyebabkan erosi lanjutan
pada papilla dan berpotensi menghilangkan seluruh papilla.
3. Nekrosis pada attached gingiva
4. Pembukaan tulang
Gejala Klinis

NUG terdiri dari daerah ulserasi dan nekrosis papilla interdental ditutupi
oleh kuning keputihan lapisan lunak , atau pseudomembran , dan

dikelilingi oleh eritematosa.


Lesi NUG biasanya menyakitkan dan mudah berdarah , sering

tanpaprovokasi .
Pasien merasakan malodor oral, local limfadenopati , demam dan malaise .

Lesi NUG terbatas pada gingiva tanpa kehilangan perlekatan periodontal


atau dukungan tulang alveolar.

Histopatologi
Secara mikroskopis , lesi NUG menunjukkan nekrosis nonspesifik
peradangan yang menyajikan dengan polimorfonuklear dominan leukosit ( PMN ,
neutrofil ) menyusup di ulserasi daerah dan kronis berlimpah infiltrat limfosit dan
plasma sel-sel di perifer dan lebih luas.
Radiografi

Perubahan gingival yang berhubungan dengan necrotizing ulcerative gingivitis


(NUG) tidak memperlihatkan tanda radiografik tetapi dengan inflammatori

eksaserbasi yang dapat menyebabkan kerusakan struktur tulang. Jika terjadi


defomitis tulang akan memperlihatkan tanda radiografik yaitu hilangnya lamina
dura dan tulang alveolar.
2. Necrotizing Ulcerative Periodontitis
Nekrosis Ulserativ Periodontitis atau NUP ini merupakan kelanjutan
penyakit dari Nekrosis Ulserativ Gingivitis (NUG).
Gambaran Klinis

Pada NUP nekrosis dan ulserasi bagian koronal dari papila interdental dan

margin gingiva.
Marginal gingiva berwarna merah dan bisaberdarah dengan mudah.
Terjadi kehilangan perlekatan dan dekstruksi tulang alveolar.
Kedalaman pocket periodontal tidak terlalu dalam.
Terjadi resesi gingiva.
Pada keadaan lanjut bisa menyebabkan tanggalnya gigi.
Biasanya pasien memiliki bau mulut, demam, malaise atau limfadenopati

Radiografi
Gambaran radiolusen menunjukkan kehilangan perlekatan dan kehilangan tulang.
Resorbsi tulang alveolar yang parah

Pelebaran space ligamen periodontal


Lamina dura yang terputus

Infeksi Tulang Rahang


Osteomielitis dental atau yang disebut osteomielitis pada tulang rahang
adalah keadaan infeksi akut atau kronik pada tulang rahang, biasanya
disebabkan karena bakteri. Penyakit ini sulit untuk didiagnosis dan diterapi.
Gejala-gejala fisik pada penderita yang tidak dapat didiagnosis sebagai
penyakit khusus, seperti kelelahan, dan nyeri pada sendi atau edema pada
jaringan di sekitar tulang rahang sering disebabkan karena adanya infeksi
bakteri yang tersembunyi pada tulang rahang yang kumannya menyebarkan
toksin ke jaringan sekitarnya.
Penyebab utama yang paling sering dari osteomielitis adalah penyakit
periodontal (seperti

gingivitis, pyorrhea, atau

periodontitis,

tergantung

seberapa berat penyakitnya). Bakteri yang berperan terhadap proses terjadinya

penyakit ini yang tersering adalah Staphylococcus aureus, kuman yang lain
adalah Streptococcusdan pneumococcus.
1. Osteomyelitis akut
Definisi
Osteomyelitis merupakan suatu bentuk proses inflamasi pada tulang
akibat infeksi dari bakteri piogenik. Staphylococcus adalah organisme yang
bertanggung jawab untuk 90% kasus osteomyelitis akut.

Patogenesis
Pada awal infeksi kemungkinan tidak ada perubahan struktur
radiografis yang dapat dideteksi. Tulang terisi eksudat dan sel-sel inflamasi
yang mungkin tidak akan memperlihatkan perubahan radiografi. Perubahan
awal terjadi sedikit penurunan densitas tulang dengan penurunan ketinggian
trabecular.
Dalam waktu itu kerusakan tulang menjadi lebih amat besar
menghasilkan gambaran radiolusensi. Sequstra dapat diidentifikasi dengan
memeriksa kerusakan tulang (radiolusen) yang berbentuk pulau. Pulau-pulau
ini merupakan tulang yang nonvital dengan ukuran yang bervariasi di antara
tulang yang radiopak. Terlihat gambaran struktur tulang yang kabur. Struktur
tulang pada osteomyelitis akut bentukannya menyerupai honeycomb.
Radiografi

Bentukan squastra terlihat pulau-pulau radiolusen di antara tulang yang


radiopak menyerupai honeycomb.
2. Osteomyelitis kronis
Osteomielitis kronis biasanya tidak disertai dengan rasa sakit yang
hebat, tapi hanya perasaan tidak nyaman saja. Pembengkakan yang terjadi
ukurannya bervariasi, dan biasanya berhubungan dengan fistulasi dan drainase
pus. Terkadang disertai demam ringan.
Radiografi
Ditemui adanya sekuester (pulau-pulau tulang nekrotik dari yang
berukuran kecil, 1cm sampai yang mengenai sebagian besar rahang), yang
dikelilingi daerah radiolusen dan kadang-kadang saluran osteolitik yang saling
berhubungan (gambar 1). Osteomielitis sklerotik menunjukkan daerah-daerah
perubahan radiopak (gambar 2).

3. Osteoradionekrosis
Definisi
Osteoradionekrosis mengarah pada kondisi inflamasi pada tulang
(osteomyelitis) yang terjadi setelah tulang terekspose oleh terapi radiasi
yang biasanya menyebabkan keganasan pada area kepala dan leher.
Biasanya hal ini terjadi setidaknya 3 bulan setelah radiasi.
Patogenesis
Tulang yang teriritasi akan mengalami hiposeluler dan hipovaskular.
Meski infeksi bisa saja berkontribusi sebagai factor etiologi, tapi tidak
menutup kemungkinan

hal ini juga mengakibatkan kerusakan tulang.

Dalam banyak kasus, ekstraksi gigi dan trauma gigi juga disimpulkan
sebagai etiologi. Biasanya terjadi infeksi sekunder, yang mengakibatkan
reaksi inflamasi.
Radiografi
Gambaran

radiologis

dari

osteoradionekrosis

memiliki

banyak

kesamaan dengan osteomyelitis kronis. Osteoradionekrosis tidak dapat


selalu didiagnosa dengan radiografi dan seringkali tanda klinis yang jelas
dari nekrosis tulang tidak ditemukan perubahan gambaran radiografi yang

signifikan.Eksposur radiasi mungkin dapat menstimulasi resorbsi tulang


terutama pada maxilla yang mungkin mirip dengan destruksi tulang karena
neoplasma malignant. Yang paling umum terjadi adalah sclerosis pada
struktur tulang disekitarnya.