Anda di halaman 1dari 37

KEMENTERIAN KESEHATAN RI

KEBIJAKAN AKREDITASI
FASILITAS KESEHATAN TINGKAT PERTAMA

Direktur Bina Upaya Kesehatan Dasar


drg Kartini Rustandi, M.Kes.

Disampaikan pada
Pelatihan TOT Pendamping Akreditasi FKTP
Bapelkes Cilandak, Jakarta, 18 Jan s.d 1 Februari 2015

KEMENTERIAN KESEHATAN RI

OUTLINE
I. PENDAHULUAN
II. AKREDITASI FKTP
III. PENUTUP

KEMENTERIAN KESEHATAN RI

PENDAHULUAN

MEMANTAPKAN
PEMBANGUNAN SECARA
MENYELURUH DI BERBAGAI
BIDANG DENGAN
MENEKANKAN
PENCAPAIAN DAYA SAING
KOMPETITIF
PEREKONOMIAN
BERLANDASKAN
KEUNGGULAN SUMBER
DAYA ALAM DAN SDM
BERKUALITAS SERTA
KEMAMPUAN IPTEK YANG
TERUS MENINGKAT

Sumber : Perpres N0. 2 Tahun 2015 Tentang RPJMN 2015 - 2019

Sumber : Perpres N0. 2 Tahun 2015 Tentang RPJMN 2015 - 2019

ARAH PEMBANGUNAN KESEHATAN


RPJMN I
2005 -2009
Bangkes
diarahkan untuk
meningkatkan
akses dan mutu
yankes

RPJMN II
2010-2014
Akses masyarakat
thp yankes yang
berkualitas telah
lebih berkembang
dan meningkat

RPJMN III
2015 -2019
Akses masyarakat
terhadap yankes
yang berkualitas
telah mulai
mantap

RPJMN IV
2020 -2025
Kes masyarakat
thp yankes yang
berkualitas telah
menjangkau dan
merata di
seluruh wilayah
Indonesia

KURATIFREHABILITATIF
PROGRAM
INDONESIA
SEHAT

PROMOTIF - PREVENTIF

Perlaksanaan upaya kesehatan kuratif dan rehabilitatif serta upaya prevensi dan
promosi
kesehatan
dilaksanakan
secara
terpadu,
menyeluruh,
dan6
berkesinambungan

PROGRAM INDONESIA SEHAT


Paradigma Sehat

Penguatan Yankes

Jaminan Kesehatan
Nasional

Program

Program

Program

Pengarusutamaan
kesehatan dlm
pembangunan
Prom prev sbg pilar utama
upaya kesehatan
Pemberdayaan masyarakat

Peningkatan Akses
Peningkatan Mutu
Regionalisasi Rujukan

Benefit
Sistem pembiayaan: asuransi
azas gotong royong
Kendali Mutu & Kendali Biaya
Sasaran: PBI dan Non PBI

Indikator

Kota Sehat
Kecamatan Sehat

Indikator
Jml Kecamatan yg memiliki
minimal 1 Puskesmas yg
tersertifikasi akreditasi
Jml Kab/Kota yg memiliki
minimal 1 RSUD yg
terakreditasi

Tanda kepesertaan
KIS Kartu BPJS
Indikator:

Total coverage
7

SASARAN POKOK PEMBANGUNAN KESEHATAN


DALAM RPJMN 2015 -2019
(PERPRES N0. 2 TAHUN 2015)

1. Meningkatnya status kesehatan dan gizi ibu dan anak;


2. Meningkatnya pengendalian penyakit;
3. Meningkatnya akses dan mutu pelayanan kesehatan dasar
dan rujukan terutama di daerah terpencil, tertinggal dan
perbatasan;
4. Meningkatnya cakupan pelayanan kesehatan universal
melalui Kartu Indonesia Sehat dan kualitas pengelolaan SJSN
Kesehatan,
5. Terpenuhinya kebutuhan tenaga kesehatan, obat dan vaksin;
6. Meningkatkan responsivitas sistem kesehatan
Sumber : Perpres N0. 2 Tahun 2015 Tentang RPJMN 2015 - 2019

ARAH KEBIJAKAN PENINGKATKAN AKSES PELAYANAN KESEHATAN DASAR


YANG BERKUALITAS DALAM RPJMN 2015 - 2019 :
1. PENGEMBANGAN FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN DASAR SESUAI STANDAR MENCAKUP
PUSKESMAS (RAWAT INAP/PERAWATAN) DAN JARINGANNYA TERMASUK MENINGKATKAN
JANGKAUAN PELAYANAN TERUTAMA DI DAERAH TERPENCIL, PERBATASAN DAN KEPULAUAN;
2. PENINGKATAN KERJASAMA PUSKESMAS DENGAN UNIT TRANFUSI DARAH KHUSUSNYA
DALAM RANGKA PENURUNAN KEMATIAN IBU;

3. PENGEMBANGAN DAN PENERAPAN SISTEM AKREDITASI FASILITAS


PELAYANAN KESEHATAN DASAR MILIK PEMERINTAH DAN SWASTA;
4. PENINGKATAN PELAYANAN KESEHATAN PROMOTIF DAN PREVENTIF DI FASILITAS PELAYANAN
KESEHATAN DASAR DENGAN DUKUNGAN BANTUAN OPERASIONAL KESEHATAN;
5. PENYUSUNAN, PENETAPAN DAN PELAKSANAAN BERBAGAI STANDAR GUIDELINE PELAYANAN
KESEHATAN DIIKUTI DENGAN PENGEMBANGAN SISTEM MONITORING DAN EVALUASINYA;
6. PENINGKATAN PENGAWASAN DAN KERJASAMA PELAYANAN KESEHATAN DASAR DENGAN
FASILITAS SWASTA;
7. PENGEMBANGAN KESEHATAN TRADISIONAL DAN KOMPLEMENTER; SERTA
8. PENGEMBANGAN INOVASI PELAYANAN KESEHATAN DASAR MELALUI PELAYANAN KESEHATAN
BERGERAK, PELAYANAN PRIMER DAN PELAYANAN KEPERAWATAN KESEHATAN MASYARAKAT.

Sumber : Perpres N0. 2 Tahun 2015 Tentang RPJMN 2015 - 2019

INDIKATOR & TARGET


PEMBANGUNAN KESEHATAN ( RPJMN 2015 2019)
No
1

Indikator

Meningkatnya Status Kesehatan dan Gizi Masyarakat


Angka kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup
346
(SP 2010)
Angka kematian bayi per 1.000 kelahiran hidup
32
(2012/2013)
Prevalensi kekurangan gizi (underweight) pada anak balita (persen)
19,6 (2013)

Target
2019
306
24
17,0

Prevalensi stunting (pendek dan sangat pendek) pada anak baduta


32,9 (2013)
(bawah dua tahun) (persen)
Meningkatnya Pengendalian Penyakit Menular dan Tidak Menular
Prevalensi Tuberkulosis (TB) per 100.000 penduduk
297 (2013)

28,0

Prevalensi HIV (persen)

0,46 (2014)

<0,50

Jumlah kabupaten/kota mencapai eliminasi malaria

212 (2013)

300

Prevalensi tekanan darah tinggi (persen)

25,8 (2013)

23,4

Prevalensi obesitas pada penduduk usia 18+ tahun (persen)

15,4 (2013)

15,4

Prevalensi merokok penduduk usia < 18 tahun

7,2 (2013)

5,4

245

Meningkatnya Pemerataan dan Mutu Pelayanan Kesehatan


Jumlah kecamatan yang memiliki minimal satu
puskesmas yang tersertifikasi akreditasi

Status Awal

0 (2014)

5.600

Jumlah Kab/Kota yang memiliki minimal satu RSUD yang


10 (2014)
481
tersertifikasi akreditasi nasional
Persentase kabupaten/kota yang mencapai 80 persen imunisasi
71,2 (2013)
95,0
dasar lengkap pada bayi
Meningkatnya Perlindungan Finansial, Ketersediaan, Penyebaran dan Mutu Obat serta Sumber Daya Kesehatan

Sumber : Perpres N0. 2 Tahun 2015 Tentang RPJMN 2015 - 2019

10

PERAN PELAYANAN KESEHATAN PRIMER


Mendukung peningkatan AKSES dan
MUTU Pelayanan kesehatan pada
masyarakat
1

Mendukung Pelaksanaan JKN


2
3

Mendukung pencapaian Indikator


Kesehatan

STRATEGI PENGUATAN
PELAYANAN KESEHATAN PRIMER

Peningkatan Akses

Peningkatan Mutu
Regionalisasi Rujukan

KEMENTERIAN KESEHATAN RI

AKREDITASI
FASILITAS KESEHATAN TINGKAT PERTAMA

13

AKREDITASI FASILITAS KESEHATAN TINGKAT PERTAMA


Dasar Hukum:
UU RI No. 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen;
UU RI No. 25 tahun 2009 tentang Pelayanan Publik;
UU RI No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan;
UU RI No. 20 tahun 2014 tentang Standarisasi dan Penilaian Kesesuaian
UU RI No. 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah;
Perpres No. 111 tahun 2013 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden
Nomor 12 tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan.
Perpres N0 2 tahun 2015 tentang RPJMN 2015 -2019
Permenkes No. 71 tahun 2013 tentang Pelayanan Kesehatan pada JKN
Permenkes No. 9 tahun 2014 tentang Klinik
Permnekes No. 75 tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat

14

AKREDITASI FASILITAS KESEHATAN TINGKAT PERTAMA


Dasar Hukum:
Permenkes No. 71 tahun 2013 ttg Pelayanan Kesehatan pada JKN:
Pasal 6 ayat 2:
Selain persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Fasilitas Kesehatan
Tingkat Pertama juga harus telah terakreditasi.
Permenkes No. 9 tahun 2014 ttg Klinik:
Pasal 38:
1) Dalam upaya peningkatan mutu pelayanan klinik, dilakukan akreditasi secara
berkala paling sedikit 3 (tiga) tahun sekali.
2) Setiap klinik yang telah memperoleh izin operasional dan telah beroperasi
paling sedikit 2 (dua) tahun wajib mengajukan permohonan akreditasi

Permenkes No. 75 tahun 2014 ttg Puskesmas:


Pasal 39 ayat 1:
Dalam upaya peningkatan mutu pelayanan, Puskesmas wajib diakreditasi secara
berkala paling sedikit 3 (tiga) tahun sekali.

15

AKREDITASI
FASILITAS KESEHATAN TINGKAT PERTAMA
Definisi:

Pengakuan terhadap Puskesmas, klinik pratama, praktik


dokter dan praktik dokter gigi yang diberikan oleh
lembaga independen penyelenggara akreditasi yang
ditetapkan oleh Menteri setelah dinilai bahwa fasilitas
kesehatan tingkat pertama itu memenuhi standar
pelayanan fasilitas kesehatan tingkat pertama yang telah
ditetapkan untuk meningkatkan mutu pelayanan secara
berkesinambungan.

16

MANFAAT AKREDITASI FKTP


BAGI DINKES PROV & KAB/KOTA : Sebagai WAHANA PEMBINAAN
peningkatan mutu kinerja melalui perbaikan yang berkesinambungan
terhadap sistem manajemen, sistem manajemen mutu dan sistem
penyelenggaraan pelayanan klinis, serta penerapan manajemen risiko
BAGI BPJS KESEHATAN : Sebagai syarat recredensialing FKTP
BAGI FKTP :
1. Memberikan keunggulan kompetitif
2. Menjamin pelayanan kesehatan primer yang berkualitas .

3. Meningkatkan pendidikan pada staf


4. Meningkatkan pengelolaan risiko
5. Membangun dan meningkatkan kerja tim antar staf
6. Meningkatkan reliabilitas dalam pelayanan, ketertiban pendokumentasian, dan
konsistensi dalam bekerja
7. Meningkatkan keamanan dalam bekerja.

BAGI MASYARAKAT ( PENGGUNA JASA)


1. Memperkuat kepercayaan masyarakat
2. Adanya Jaminan Kualitas

17

SASARAN AKREDITASI FKTP


KOMPONEN PENILAIAN
ADIMINISTRASI MANAJEMEN
PUSKESMAS

UKM
LAYANAN KLINIS

ADIMINISTRASI MANAJEMEN
KLINIK

LAYANAN KLINIS

ADIMINISTRASI MANAJEMEN
DPM

LAYANAN KLINIS

KATEGORI KELULUSAN AKREDITASI FKTP


HAL
Kategori
Tingkat
kelulusan

PUSKESMAS
Terakreditasi
Dasar
Terakreditasi
Madya
Terakreditasi
Utama
Terakreditasi
Paripurna

Jumlah 802 elemen


Elemen penilaian (EP)
Penilaian

KLINIK

DPM

Terakreditasi
Tidak
Terakreditasi

Terakreditasi
Tidak
terakreditasi

503 elemen
penilaian

207 elemen
penilaian

19

SYARAT KELULUSAN AKREDITASI PUSKESMAS" TINGKAT DASAR"


100
80
60
40

75

75

60

60

60

20

20

20

20

20

0
Penyelenggaraan Pelayanan Puskesmas

Kepemimpinan dan Manaj. Puskesmas

UKM yang Berorientasi Sasaran

Kepemimpinan dan Manajemen UKM

Layanan klinis yg berorientasi pasien

Manajemen penunjang layanan klinis

Peningkatan mutu Puskesmas

Sasaran kinerja dan MDGs

Peningkatan Mutu Klinis dan Keselamatan Pasien

SYARAT KELULUSAN AKREDITASI PUSKESMAS" TINGKAT MADYA"


100
80
60
40

75

75

75

75

60

60
40

20

40

40

0
Penyelenggaraan Pelayanan Puskesmas

Kepemimpinan dan Manaj. Puskesmas

UKM yang Berorientasi Sasaran

Kepemimpinan dan Manajemen UKM

Layanan klinis yg berorientasi pasien

Manajemen penunjang layanan klinis

Peningkatan mutu Puskesmas

Sasaran kinerja dan MDGs

Peningkatan Mutu Klinis dan Keselamatan Pasien

20

SYARAT KELULUSAN AKREDITASI PUSKESMAS" TINGKAT UTAMA"


100
80
60
40

80

80

80

80

80

80
60

60

60

20
0
Penyelenggaraan Pelayanan Puskesmas

Kepemimpinan dan Manaj. Puskesmas

UKM yang Berorientasi Sasaran

Kepemimpinan dan Manajemen UKM

Layanan klinis yg berorientasi pasien

Manajemen penunjang layanan klinis

Peningkatan mutu Puskesmas

Sasaran kinerja dan MDGs

Peningkatan Mutu Klinis dan Keselamatan Pasien

SYARAT KELULUSAN AKREDITASI PUSKESMAS" TINGKAT PARIPURNA "


100
80
60
40

80

80

80

80

80

80

80

80

80

20
0
Penyelenggaraan Pelayanan Puskesmas

Kepemimpinan dan Manaj. Puskesmas

UKM yang Berorientasi Sasaran

Kepemimpinan dan Manajemen UKM

Layanan klinis yg berorientasi pasien

Manajemen penunjang layanan klinis

Peningkatan mutu Puskesmas

Sasaran kinerja dan MDGs

Peningkatan Mutu Klinis dan Keselamatan Pasien

21

TAHAPAN AKREDITASI FKTP


Tujuh (7) tahap proses Akreditasi FKTP
1. Proses Pelatihan
2. Proses Persiapan

3. Proses Pendampingan
4. Proses Pengajuan
5. Proses Survei

6. Proses Penetapan
7. Proses Pendampingan Pasca Akreditasi
22

Mekanisme akreditasi
9. Penerbitan sertifikat

Komisi
Akreditasi

4. Meneruskan
Permohonan ke komisi

3. Meneruskan
permohonan
Sesudah chek
kesiapan
2. Check
Kesiapan
Fasyankes

Dinkes Prov

5. Menugaskan koordinator utk


Membentuk tim surveior

8. Meneruskan
Rekomendasi hasil survei
Koordinator
Surveior di
Provinsi

Dinkes Kab

10. Meneruskan sertifikat


Ke Kabupaten
6. Survei akreditasi
10. Menyerahkan
sertifikat ke fasyankes

1. Mengajukan
Permohonan
akreditasi

Fasyankes

7. Rekomendasi
Hasil survei
23

PENETAPAN AKREDITASI
IDEAL

TRANSISI

LEMBAGA AKREDITASI FKTP


YANG INDEPENDENT

KOMISI AKREDITASI FKTP


Mempersiapkan terbentuknya lembaga
akreditasi yang independent.
Menetapkan
akreditasi
sebelum
terbentuk
lembaga
akreditasi
independent

24

NSPK AKREDITASI
FASILITAS KESEHATAN TINGKAT PERTAMA

Puskesmas
1. Standar Akreditasi
Puskesmas

2. Instrumen Akreditasi
Puskesmas

Klinik
3. Standar Akreditasi
Klinik
4. Instrumen
Akreditasi Klinik

7. Pedoman Pendampingan Akreditasi FKTP


8. Pedoman Survei Akreditasi FKTP
9. Pedoman Penyusunan Dokumen Akreditasi FKTP
10. Kurikulum Modul TOT Surveior FKTP
11. Kurikulum Modul TOT Pendamping FKTP
12. Kurikulum Modul Pelatihan Surveior FKTP
13. Kurikulum Modul Pelatihan Pendamping FKTP

dr/drg Praktik
Mandiri
25
5. Standar Akreditasi

dr/drg Praktik Mandiri


6. Instrumen Akreditasi dr/drg

Praktik Mandiri

25

ROADMAP AKREDITASI PUSKESMAS


TAHUN 2015 -2019
1. Draft Permenkes Akreditasi FKTP
2. Draft SK Menkes tentang penetapan LAFPI
3. Draft SK Menkes tentang penetapan personalia
LAFPI
4. Draft SK Dirjen BUK tentang penetapan
pedoman Akreditasi Puskesmas dan Klinik
5. Terlaksnanya Uji coba implementasi akreditasi
Puskesmas dan Klinik di 3 Provinsi
6. Terbentuknya Tim pendamping dan Tim surveior
di 15 Provinsi terpilih

2019

2018

2017

5600 Puskesmas terakreditasi

2800 Puskesmas terakreditasi

2014

1400 Puskesmas terakreditasi


2016

700 Puskesmas terakreditasi


2015

350 Puskesmas terakreditasi


Sumber : Perpres 2/2015 ttg RPJMN 2015-2019

26

ROADMAP IMPLEMENTASI AKREDITASI PUSKESMAS, TAHUN 2015 - 2019


TAHAP PERSIAPAN
2014

PENETAPAN NSPK AKREDITASI

PELATIHAN CALON PENDAMPING


AKREDITASI

PELATIHAN CALON SURVEIOR


AKREDITASI
TERLAKSANANYA UJI COBA MODEL
IMPLEMENTASI AKREDITASI 3 PROV
TERSEDIANYA JUKNIS SBK
TERLAKSANANYA WORKSHOP TEKNIS
AKREDITASI (9 PROV TERPILIH)
TERBENTUKNYA TIM AKREDITASI
SELURUH PROVINSI DGN SK KADINKES
PADA 9 PROV TERPILIH
TERBENTUKNUA TIM AKREDITASI
SELURUH KAB/KOTA DGN SK
BUPATI/WALIKOTA
TERSEDIANYA PETA LOKASI
IMPLEMENTASI AKREDITASI PUSKESMAS
34 PROV THN 2015 -2019

TAHAP IPLEMENTASI
2015
TERSOSIALISASINYA NSPK
AKREDITASI FKTP PADA 34
PROVINSI
1) PENETAPAN PMK
AKREDITASI,
2) PENETAPAN
KELEMBAGAAN AKREDITASI
INDEPENDEN,
TERLAKSANANYA TOT
PENDAMPING AKREDITASI &
PELATIHAN PENDAMPING
AKREDITASI KAB/KOTA PADA
PROVINSI TERPILIH

2016

TERLAKSANANYA akreditasi
oleh lembaga Independen
pda provinsi terpilih

2017

TERLAKSANANYA akreditasi
oleh lembaga Independen
pda provinsi terpilih

TERLAKSANANYA TOT
PENDAMPING AKREDITASI &
PELATIHAN PENDAMPING
AKREDITASI KAB/KOTA PADA
PROVINSI TERPILIH

2018

2019

TERLAKSANANYA akreditasi TERLAKSANANYA akreditasi


oleh lembaga Independen pda oleh lembaga Independen
provinsi terpilih
pda provinsi terpilih

TERLAKSANANYA TOT
PENDAMPING AKREDITASI &
TERLAKSANANYA TOT
PELATIHAN PENDAMPING
PENDAMPING AKREDITASI &
AKREDITASI KAB/KOTA PADA
PELATIHAN PENDAMPING
PROVINSI TERPILIH
AKREDITASI KAB/KOTA PADA
TERLAKSANANYA TOT CALON TERLAKSANANYA PELATIHAN TERLAKSANANYA PELATIHAN PROVINSI TERPILIH
SURVEIOR AKREDITASI
CALON SURVEIOR AKREDITASI CALON SURVEIOR AKREDITASI

TERLAKSANANYA TOT
PENDAMPING AKREDITASI &
PELATIHAN PENDAMPING
AKREDITASI KAB/KOTA PADA
PROVINSI TERPILIH

PENYIAPAN KAB/KOTA YANG PENYIAPAN KAB/KOTA YANG PENYIAPAN KAB/KOTA YANG PENYIAPAN KAB/KOTA YANG PENYIAPAN KAB/KOTA YANG
AKAN MELAKUKAN
AKAN MELAKUKAN
AKAN MELAKUKAN
AKAN MELAKUKAN
AKAN MELAKUKAN
AKREDITASI FKTP
AKREDITASI FKTP
AKREDITASI FKTP
AKREDITASI FKTP
AKREDITASI FKTP

TERLAKSANANYA WORKSHOP TERLAKSANANYA WORKSHOP TERLAKSANANYA WORKSHOP


TEKNIS AKREDITASI ( 15 PROV TEKNIS AKREDITASI ( 5 PROV TEKNIS AKREDITASI (5 PROV
TERPILIH)
TERPILIH)
TERPILIH)
SERTIFIKASI AKREDITASI FKTP ( SERTIFIKASI AKREDITASI FKTP
2800 PUSKESMAS)
( 5600 PUSKESMAS)

SERTIFIKASI AKREDITASI FKTP SERTIFIKASI AKREDITASI FKTP SERTIFIKASI AKREDITASI FKTP


( 350 PUSKESMAS)
( 700 PUSKESMAS)
( 1400 PUSKESMAS)

AKREDITASI PUSKESMAS
KRITERIA SELEKSI

PROSES AKREDITASI PUSKESMAS

PENETAPAN PROV , KAB/KOTA


PKM SIAP AKREDITASI

WORKSHOP TEKNIS
TOT PENDAMPING/ SURVEIOR

MAGANG CALON SURVEIOR


BINTEK OLEH KOMISI
SURVEI

KOMITMEN PEMDA (TERTULIS)


KESIAPAN DANA APBD
KETERSEDIAAN SDMK UNTUK DILATIH
KETERSEDIAAN TIM AKREDITASI/ PENDAMPING TERLATIH
DUKUNGAN OP, & STAKEHOLDER LAINNYA

MONEV

PERAN PUSAT, PROV, KAB/KOTA


LANGKAH-LANGKAH AKREDITASI
TEKNIS PENDAMPINGAN
SISTEM PEBIAYAAN
STANDAR & INSTRUMEN AKREDITASI
PRESENTASI PUSKESMAS YG SUDAH TERAKREDITASI
KESEPAKATAN ROAD MAP AKREDITASI FKTP
KESEPAKATAN DATA 350 PUSKESMAS SIAP AKREDITASI
SISTEM MONEV

SDM
PEMBIAYAAN
SPA

SUMBER DAYA
FKTP TERAKREDITASI
M U T U
HAK AZASI MANUSIA

MANAGEMENT
KEMENKES/ KOMISI AKREDITASI FKTP
Regulasi (PMK Akreditasi FKTP), kebijakan,
Standar,Instrument akreditasi FKTP

TARGET AKREDITASI PUSKESMAS PER PROVINSI


TAHUN 2015
TOTAL: 350 (40 PERBATASAN, 310 DILUAR PERBATASAN)
10

17
5

21
5

KALTARA

3
23
1

3
21

17

18
77

37
35

TARGET AKREDITASI PUSKESMAS PER PROVINSI


TAHUN 2016
TOTAL : 350 (40 PERBATASAN, 310 DILUAR PERBATASAN), KUMULATIF: 700
12

28
6

22
5

10

KALTARA

18

8
6

3
36
2

3
45

28

16
50

20
163

54
82

11

13

27

TARGET AKREDITASI PUSKESMAS PER PROVINSI


TAHUN 2017
TOTAL: 700 (40 PERBATASAN, 660 DILUAR PERBATASAN), KUMULATIF: 1400
17

32
28

10

33
11

17

KALTARA

15

47

25

17

29

9
118

16

22

11
46

52

22
85

84
284

93
190

11

17

36

TARGET AKREDITASI PUSKESMAS PER PROVINSI


TAHUN 2018
TOTAL: 1400 (DILUAR PERBATASAN), KUMULATIF: 2800
24

93
130

30

74
14

81

16

KALTARA

66

21

105

79

46

12
66

20

34
134

69

19

57

79
119

92

126

58
84
477

93
340

27

65

46

TARGET AKREDITASI PUSKESMAS PER PROVINSI


TAHUN 2019
TOTAL: 2800 (DILUAR PERBATASAN), KUMULATIF: 5600
28

149
287

48

118
28

129

43

KALTARA

164

35

264

139

167

44
66

99

65
316

114

104

97

141
195

162

179

147
201
726

200
841

81

111

108

KEMENTERIAN KESEHATAN RI

PENUTUP

34

PERAN PUSAT, PROVINSI & DINKES KAB/KOTA


PELAKSANAAN AKREDITASI FKTP
PEMERINTAH

KEGIATAN

SUMBER DANA

PUSAT

Membentuk lembaga /komisi akreditasi


Operasional komisi akreditasi
Pelatihan TOT Surveyor
Pelatihan TOT Pendamping
Pelatihan Surveyor

APBN

PROVINSI

Pelatihan Pendamping
Pelaksanaan Pendampingan oleh Tim
Pendamping Prov.

KAB/KOTA

Pelaksanaan Pendampingan ke
Puskesmas oleh Tim Pendamping
Kab/Kota.
Pelaksanaan survey FKTP oleh tim
Survey Akreditasi FKTP

APBN (Dekon)
APBD I
APBD II

35

HARAPAN
PESERTA
1.
2.
3.
4.

HARUS MENGIKUTI SELURUH PROSES PELATIHAN


UPAYAKAN LULUS DENGAN NILAI TERBAIK
MEMEGANG KOMITMEN SEBAGAI PELATIH
TIDAK MELEPASKAN TANGGUNG JAWAB SEBAGAI PELATIH

PELATIH/ FASILITATOR
HARUS MENJAGA MUTU KELULUSAN

PANITIA & BAPELKES CILANDAK


MEMFASILITASI KELANCARAN PELATIHAN DENGAN
MENYIAPKAN KEBUTUHAN PELATIHAN
36

KEMENTERIAN KESEHATAN RI

Terima kasih
37