Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN PRAKTIKUM HEMATOLOGI

(Penetapan Kadar Hemoglobin Cara Sahli)

Oleh
Ni Putu Puri Artini
P07134014014

Politeknik Kesehatan Denpasar


Jurusan Analis Kesehatan
Tahun 2015

PENETAPAN KADAR HEMOGLOBIN


(CARA SAHLI)

Tanggal : 9 September 2015


Tempat : Laboratorium Hematologi Jurusan Analis Kesehatan Poltekkes Denpasar

I. TUJUAN
A. Tujuan Umum
1. Mahasiswa dapat mengetahui cara penetapan kadar Hemoglobin dengan metode
Sahli.
2. Mahasiswa dapat menjelaskan cara penetapan kadar hemoglobin dengan metode
Sahli.
B. Tujuan Khusus
1. Mahasiswa dapat melakukan cara penetapan kadar Hemoglobin darah probandus
dengan menggunakan metode Sahli.
2. Mahasiswa dapat mengetahui kadar Hemoglobin darah probandus.
3. Mahasiwa dapat menginterpretasikan hasil penetapan kadar Hemoglobin darah
probandus.
II. METODE
Metode yang digunakan adalah metode Sahli.
III.

PRINSIP
Hemoglobin diubah menjadi hematin asam oleh HCl 0,01 N, kemudian warna yang
terjadi dibandingkan secara visual dengan standar permanen dalam alat itu.

IV.

DASAR TEORI
Hemoglobin adalah protein tetramer (mengandung 4 submit protein) yang memiliki
fungsi utama sebagai pembawa oksigen dan karbondioksida. (Nadiezhda Cantu-Medellin,
2011). Fungsi utama dari molekul tersebut yaitu, mengangkut oksigen dari paru-paru ke

jaringan, tetapi hemoglobin juga mampu mengikat gas lainnya, seperti karbondioksida (CO 2)
, karbonmonoksida (CO), dan oksida nitrat (NO) (Alan N. Schechter, 2008)
Hemoglobin adalah protein dalam sel darah merah yang mengandung besi. Kadar
hemoglobin di bawah normal disebut Anemia. Hal ini disebabkan karena kekurangan gizi,
peradangan akut dan kronis, infeksi parasit dan kelainan bawaan. Menurut WHO, kadar
hemoglobin normal adalah 12,0 gram / dl pada perempuan dan 13,0 gram / dl pada laki-laki.
Dalam praktek umum mengukur hemoglobin merupakan tes skrining primer yang
memberikan prediksi tepat untuk melakukan pemeriksaan darah lengkap (Prashant J Patil,
2014).

Ada beberapa metode yang masih digunakan untuk menentukan kadar hemoglobin, yakni
metode yang mudah digunakan dan memberikan hasil yang cepat. Metode tersebut adalah
metode hematin asam Sahli, salah satu teknik yang dapat digunakan dengan mudah untuk
hasil segera. Metode ini memang dikenal sejak dahulu tetapi masih subjektif, maka dari itu
teknik ini belum cukup ideal untuk menentukan kadar hemoglobin secara akurat dan tepat.
Metode Sahli ini menggunakan tabung yang diletakkan antara standar warna, pada
prinsipnya metode sahli menggunakan HCl untuk membentuk hematin asam (Nataraj
Srinivasan, 2010).
V. ALAT DAN BAHAN
A. Alat
1. Haemometer Sahli
2. Pipet Sahli yang berskala 0,02 mL
3. Standar sumber cahaya
4. Pipet Pasteur dan bola karet
5. Batang pengaduk
6. Pembersih Tabung

B. Bahan
1. Darah Vena dalam tabung K3-EDTA
C. Reagen
1. Aquadest
2. HCl 0,01 N
VI.

CARA KERJA
1. Larutan HCl 0,1 N dimasukkan kedalam tabung pengencer hemometer sampai tanda 2
gr%
2. Sampel darah dihisap dengan pipet hemoglobin sampai garis tanda 0,02 mL

3. Hapuslah darah yang melekat pada sebelah luar ujung pipet


4. Segera alirkan dari pipet ke dasar tabung pengencer yang berisi HCl. Hatihati jangan
sampai ada gelembung udara.
5. Angkatlah pipet sedikit, lalu isap asam HCl yang jernih itu kedalam pipet sebnayak 2
atau 3 kali untuk membersihkan sisa darah yang tertinggal dalam pipet.
6. Campurlah isi tabung itu supaya darah dan asam bersenyawa, warna capuran menjadi
coklat tua. Kemudia, didiamkan selama 3-5 menit.
7. Tambahkan aquades setetes demi setetes, tiap kali diaduk dengan batang pengaduk yang
tersedia. Pada usaha mempersamakan warna hendaknya tabung diputar demikian
sehingga garis bagi tidak terlihat.
8. Bacalah kadar hemoglobin dengan gram/100ml darah (gr%).
VII.

VIII.

INTERPRETASI HASIL
Adapun nilai normal kadar hemoglobin adalah sebagai berikut :
1. Untuk Usia Dewasa
- Laki-laki : 13,0 16,0 gr%
- Perempuan : 12,0 14,0 gr%

HASIL PENGAMATAN
a. Data Probandus :
Nama : Ni Putu Puri Artini
Jenis Kelamin : Perempuan
Umur : 19 Tahun
Kadar Hb : 12,2 gr%
b. Gambar Praktikum

Hemometer Sahli

HCl 0,01
N dimasukkan
Sampel
Darah dipipet sampai
kedalam tabung
tandapengencer
batas 0,02 mL

Sampel darah dan HCl


dicampur membentuk
hematin asam berwarna
coklat tua

IX.

Persamaan warna antara


hematin dan standar
permanen

Kadar hemoglobin

PEMBAHASAN
Hemoglobin merupakan protein yang terdapat dalam sel darah, yang memiliki peranan
penting sebagai pengangkut oksigen dan karbondioksida. Di laboratorium penentuan kadar
hemoglobin pada dasarnya dapat dilakukan dengan beberapa metode, mulai dari metode
yang sederhana, yaitu metode Sahli ( menggunakan larutan HCl 0,01 N) dan metode yang
modern, yaitu metode Cyanmethemoglobin ( menggunakan spektrofotometer ).
Pada praktikum kali ini digunakan metode Sahli untuk mengukur kadar Hemoglobin.
Dalam metode Sahli, hemoglobin diubah menjadi hematin asam atau sering disebut hemin
yang berwarna cokelat oleh larutan HCl 0,01 N, kemudian warna yang muncul akan
dibandingkan dengan standar parameter warna. Untuk mengubah hemoglobin menjadi
hematin asam diperlukan larutan HCl 0,01 N, hal tersebut dikarenakan larutan HCl 0,01 N
ini mampu melisiskan sel dara merah sehingga hemoglobin akan keluar dan berikatan
dengan HCl 0,01 N.
Untuk mendapatkan kadar hemoglobin dengan metode sahli, hal yang dilakukan adalah
memasukan larutan HCl 0,01 N kedalam tabung pengencer sampai tanda 2 gr% dengan
menggunakan meniskus bawah, kemudian sampel darah yang telah dihomogenkan dipipet
dan dimasukan ke tabung pengencer melalui dasar tabung. Dalam memipet sampel darah
dilakukan secara hati-hati agar darah yang diambil tidak lebih/kurang dari 0,02 mL.
Kemudian angkatlah pipet sedikit dan isaplah asam HCl jernih kedalam pipet sebanyak 2-3

kali untuk membilas darah yang masih tertinggal dalam pipet. Selanjutnya, sampel darah dan
HCl dicampurkan agar bersenyawa membentuk warna cokelat, hal tersebut menandakan
sudah terbentuknya hematin asam/hemin. Selanjutnya campuran tersebut didiamkan selama
3-5 menit. Hal tersebut dimaksudkan agar HCl dan sampel darah bereaksi membentuk
hematin asam.
Selanjutnya adalah pengenceran, dengan menambahkan aquades tetes demi tetes, tiap kali
diaduk menggunakan batang pengaduk yang tersedia. Pengenceran tersebut dilakukan
sampai warna campuran sesuai dengan standar permanent yang terdapat dalam alat itu.
Dalam membandingkan warna campuran dengan parameter standar, hendaknya tabung
diputar sedemikian rupa agar garis bagi tidak terlihat sehingga tidak menghalangi
pandangan. Persamaan warna tersebut memerlukan sumber cahaya yang terang agar lebih
mudah untuk membandingkannya. Kemudian praktikan dapat membaca kadar hemoglobin
dengan satuan gram/100 mL darah (gr%)
Dalam praktikum ini dilakukan pengukuran kadar hemoglobin darah probandus
perempuan yang berusia 19 Tahun, didapatkan kadar hemoglobin darah probandus tersebut
adalah, 12,2 gr%. Menurut literatur, kadar hemoglobin normal perempuan adalah 12-14 gr
%, yang artinya kadar hemoglobin darah probandus tersebut normal. Kadar yang normal
tersebut, diartikan bahwa pola hidup dari probandus sudah baik terutama keadaan gizi ( zat
besi dalam tubuh mencukupi). Zat besi berperan dalam pembentukan hemoglobin pada sel
darah merah. Apabila terjadi anemia defisiensi besi maka zat besi yang ada tidak mencukupi
dalam proses eritropoiesis.
Dalam praktikum penentuan kadar hemoglobin dengan metode sahli, data yang diperoleh
subjektif, karena dalam membandingkan warna hematin dengan standar membutuhkan
ketajaman penglihatan, penyinaran dan kemampuan praktikan dalam pembacaan hasil. Cara
Sahli juga tidak baik, karena tidak semua macam hemoglobin diubah menjadi hematin asam
misalnya karboksi-hemoglobin, methemoglobin dan sulfhemoglobin. Selain itu alat untuk
pemeriksaan hemoglobin cara Sahli tidak dapat distandarkan, sehingga ketelitian yang dapat
dicapai hanya 10% (Fransisca D.K.,2010). Meskipun demikian untuk pemeriksaan di
daerah yang belum mempunyai peralatan canggih, metode sahli ini masih memadai dan bila
pemeriksaannya telah terlatih hasilnya dapat diandalkan.
X. SIMPULAN

1. Penetapan kadar hemoglobin darah probandus dengan metode Sahli dilakukan dengan
cara hemoglobin diubah menjadi hematin asam oleh HCl 0,01 N, kemudian warna yang
terbentuk dibandingkan secara visual dengan standar warna pada alat itu.
2. Kadar hemoglobin probandus adalah 12,2 gr%, yang artinya kadar hemoglobin
probandus normal.

DAFTAR PUSTAKA
Cantu-Medellin, Nadiezhda. 2011 . Effects of T-state and R-state stabilization on
deoxyhemoglobin-nitrite reactions and stimulation of nitric oxide signaling. [online] tersedia:
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3115472/ (diakses 13 September 2015, jam
19 : 44)
Patil, Prashant J . 2014 . Variability And Accuracy Of Sahlis Method In Estimation Of
Haemoglobin Concentration. [online] tersedia:
http://www.researchgate.net/publication/266741976_Variability_And_Accuracy_Of_Sahlis_
Method_In_Estimation_Of_Haemoglobin_Concentration (diakses 13 September 2015, jam
19 : 44)
Schechter, Alan N. 2008. Hemoglobin research and the origins of molecular medicine. [online]
tersedia : http://www.bloodjournal.org/content/112/10/3927 2008 (diakses 13 September
2015, jam 05 : 34 AM)
Srinivasan, Nataraj. 2010. Intra-operative point of care haemoglobin estimation: a comparison
of three methods. [online] tersedia :
http://slja.sljol.info/articles/abstract/10.4038/slja.v18i1.1555/ (diakses 13 September 2015,
jam 06:17)