Anda di halaman 1dari 7

ANATOMI KADAL

(Mabouya multifasciata)

Oleh :
Nama
NIM
Rombongan
Kelompok
Asisten

: Dian Krisna Arifiani


: B1J014025
: IV
:5
: Ani Septiani

LAPORAN PRAKTIKUM STRUKTUR HEWAN

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS BIOLOGI
PURWOKERTO
2015

I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kadal (Mobouya multifasciata) merupakan salah satu hewan Vertebrata yang
di golongkan dalam reptil. Kadal merupakan hewan yang biasa hidup di tempat
lembab dan mempunyai kebiasaan tinggal di daerah persawahan dan dekat dengan
perairan. Kadal biasanya mempunyai dua pasang anggota badan yang bersifat
pentadactil. Secara luas, pengertian Kadal juga mencakup kelompok cicak, tokek,
bunglon, cicak terbang, biawak, iguana dan lain-lain. Sedangkan secara sempit,
istilah Kadal dalam bahasa Indonesia biasanya merujuk terbatas pada kelompok
Kadal yang umumnya bertubuh kecil, bersisik licin berkilau dan hidup di atas tanah
(Miralles et al, 2009).
Kadal mempunyai dua pasang kaki dengan dua digit berfalkuler. Kadal
memiliki eksoskeleton dan endoskeleton. Kadal merupakan hewan yang berbeda
dengan hewan lainnya. Kadal adalah hewan yang lebih tua dan primitive. Keyakinan
ini berkembang dari beberapa rhynchocephalon, seperti nenek moyangnya pada
zaman mesozoikum. Kadal merupakan hewan berkaki empat yang hidup di dua
tempat, tetapi seperti grup yang sukses lainnya, mereka melalui adaptasi yang besar
(Ville dan Smith, 1963).
Tubuh Kadal terbagi atas kepala (caput), badan (truncus), dan ekor (cauda).
Tubuh Kadal tertutup oleh kulit yang kering dan sisik-sisik zat tanduk dan
permukaannya tanpa adanya lendir. Kadal bernafas menggunakan paru-paru. Sisik
pada Kadal merupakan adaptasi untuk hidup aman dalam ruang udara kering dan
tidak berguna sebagai alat pertukaran gas. Fungsi pertukaran gas reptilia tergantung
pada paru-parunya (Kimball, 1990).
Kadal digunakan dalam praktikum Anatomi I sebagai salah satu hewan
yang mewakili Kelas Reptilia. Penggunaan Kadal sebagai bahan praktikum karena
struktur morfologi luar maupun anatominya yang mudah diamati dan dibedakan satu
sama lainnya, selain itu Mabouya multifasciata tidak berbisa sehingga tidak
berbahaya.
B. Tujuan
Tujuan dari praktikum Struktur Hewan kali ini adalah untuk mengetahui
Morfologi dan Anatomi Kadal (Mabouya multifasciata).

II. MATERI DAN METODE


A. Materi
Alat yang digunakan adalah bak preparat, pinset, gunting bedah.
Bahan yang digunakan adalah Kadal (Mabouya multifasciata), kloroform,
dan air.
B. Metode
Metode yang digunakan dalam praktikum ini adalah sebagai berikut :
1. Kadal dibius dengan menggunakan larutan kloroform.
2. Kadal diletakkan di bak preparat.
3. Pembedahan dimulai dengan cara menggunting bagian depan lubang kloaka ke
sisi kiri dan kanan tubuh Kadal kemudian ke arah depan melewati kaki depan
sampai ke tengah rahang atas.
4. Hemipenis Kadal dapat diketahui dengan cara menekan pangkal ekor.
5. Organ-organ dalam yang tampak diamati.
6. Organ dalam diamati lebih lanjut dan akan terlihat adanya organ-organ penyusun
sistem pencernaan, sistem reproduksi, dan sistem ekskresi.

B.

Pembahasan

Hasil pengamatan anatomi Kadal didapatkan bahwa tubuh Kadal (Mabouya


multifasciata) terbagi menjadi tiga bagian yaitu caput, truncus dan cauda. Kadal
mempunyai dua pasang kaki yang terletak pada bagian bawah, sepasang di depan dan
sepasang di belakang. Kulit Kadal umumnya tertutup oleh lapisan squama epidermal
yang menanduk, di bawahnya disokong oleh lamina derminalis yang menulang.
Lubang pelepasan berupa celah tranversal (Radiopoetro, 1977).
Klasifikasi Kadal (Mabouya multifasciata) menurut Brotowidjoyo (1993)
adalah sebagai berikut :
Kingdom
: Animalia
Phylum
: Chordata
Subphylum : Vertebrata
Classis
: Reptilia
Subordo
: Squamata
Familia
: Scincidae
Genus
: Mabouya
Species
: Mabouya multifasciata
Menurut Brotowidjojo (1993), ciri-ciri khusus dari Kadal yaitu terdapat zat
tanduk di sepanjang permukaan tubuhnya. Selain itu, Kadal juga mempunyai cauda
atau ekor dan jantungnya terdiri dari dua antrium dan ventriculus. Kadal mempunyai
dua pasang anggota badan bersifat pentadectil. extrimitas anterior dan extrimitas
posterior.
Mabouya multifasciata mempunyai kulit yang bersisik dan kering yang
kurang menembus air. Sehingga cairan yang hilang dari badan melalui kulit sedikit.
Tulang rusuk pada Kadal dapat bergantian merenggang kemudian merapat karena
terdapat perangkat otot-otot tulang rusuk yang yang berlawanan (Kimball, 1991).
Menurut Brotowidjoyo (1993), sistem pencernaan Kadal meliputi cavum
oris, pharynx, oesophagus, ventriculus, intestinum crasum, dan kloaka. Lidah
dijulurkan keluar untuk menangkap mangsa, giginya melekat pada rahang. Cavum
oris dilanjutkan ke pharynx, oesophagus dan lambung dengan bagian fundus dan
pilorus. Saluran pencernaan di lambung kemudian ke intestinum, rectum dan kloaka.
Hati dan pankreas berpembuluh ke intestinum. Kloaka untuk mengeluarkan sisa
pencernaan, sekret dan untuk reproduksi.
Sistem pencernaan Kadal terdiri dari tenggorokan yang panjang dan
lambung yang sederhana. Jantung Kadal memanjang dan berwarna merah tua di

depannya terlihat batang trachea dan jantung ini terdiri dari tiga ruang. Tiga ruang
tersebut yaitu dua antrium dan satu ventrikel (Djuhanda, 1982).
Sistem pernapasan Kadal dapat dijumpai tulang tipis yang berlipat-lipat,
dinamakan turbinal. Lidah Kadal juga bersesuaian dengan lipatan choane
membentuk saluran untuk mengalirkan udara pernafasan melalui choane ke dalam
larynx. Diawali dari rima glottis, larynx, trachea, annulus trachealis (trachea yang
tersusun dari cincin tulang rawan), bronchus, branchiolus, bifurcatio trachea
(percabangan trachea) dan sepasang pulmo (Radiopoetro, 1977).
Sistem urogenital terdiri dari ginjal sepasang berbentuk tidak teratur,
berwarna merah tua, terdiri dari dua lobi anterior dan posterior. Kadal mempunyai
kantong kemih atau kantong urin yang berfungsi membawa air untuk melembabkan
tanah yang akan digunakan sebagiai sarang. Ureter bermuara dalam kloaka dan akan
diserap kembali ke dalam kantong urine (Parker and Haswell, 1978).
Sistem genitalia pada Kadal jantan terdiri dari sepasang testis berbentuk
bulat telur, saluran efferen tidak tampak bermuara pada saluran epididymis dari testis
sebelah kanan dan selanjutnya ductus efferen. Kadal jantan memiliki hemipenis di
dekat kloaka. Ketika kopulasi organ ini dimasukan pada kloaka Kadal betina.
Sepasang hemipenis merupakan organ penyalur sperma. Jika pangkal ekor hewan
jantan mati lemas ditekan, maka hemipenis akan mencuat keluar. Sedangkan Kadal
betina memiliki ovarium dan osteum tuba yang berhubungan dengan oviduct yang
bermuara di kloaka. (Djuhanda, 1980)
Sistem ekskresi pada Kadal dibangun oleh sepasang ginjal yang terdapat
agak ke pangkal ekor dari kaki belakang, bentuknya gepeng dan bewarna coklat.
Terdapat sepasang ureter yang bermuara pada vesica urinaria (kantung kemih) yang
kecil dan berakhir pada lubang kloaka (Jasin, 1989).
Perbedaan antara Kadal jantan dan Kadal betina adalah pada Kadal jantan
terdapat sepasang testis, sedangkan pada Kadal betina memiliki ovarium. Pada Kadal
jantan testis yang terdapat pada sebelah letaknya lebih tinggi dari pada testis yang
terdapat pada sebelah kanan, sepasang ginjal dan hemipenis. Kadal betina memiliki
sepasang osteum tuba, oviduct dan ovarium (Brotowidjoyo, 1993).

IV. KESIMPULAN DAN SARAN


A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil pembahasan dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
1. Tubuh Kadal terbagi tiga yaitu: kepala, badan, dan ekor. Kadal mempunyai
sistem pernapasan, reproduksi, ekskresi, peredaran darah, dan persyarafan.
2. Kadal memiliki ciri khusus yaitu terdapat zat tanduk diseluruh permukaan
tubuhnya, mempunyai ekor dan dua pasang anggota badan bersifat pentadektil
yaitu extrimitas anterior dan extrimitas posterior.
3. Sistem pencernaan Kadal (Mabouya multifasciata) meliputi cavum oris, faring,
4.
5.
6.
7.

oesophagus, intestine, rectum, dan kloaka.


Sistem respirasi Kadal terdiri dari trachea, larink, bronchus, dan pulmo.
Sistem ekskresi Kadal terdiri dari ginjal, kantong kemih, dan ureter.
Sistem genitalia Kadal jantan terdiri dari testis, epididymis, dan vas deferens.
Sistem genitalia Kadal betina terdiri dari osteum tuba, oviduct, dan ovarium.
B. Saran
Sebaiknya lebih hati-hati dalam melakukan pembedahan supaya organ dalam

dari hewan yang kita amati tidak rusak.

DAFTAR REFERENSI
Brotowidjoyo, M.D.1993.Zoology Dasar. Erlangga, Jakarta.
Djuhanda, T. 1980. Anatomi Empat spesies Vertebrata. Americo, Bandung.

Djuhanda, T. 1982.Pengantar Anatomi Perbandingan Vertebrata 1 . Armico,


Bandung.
Jasin, M. 1989.Sistematika Hewan Vertebrata dan Invertebrata untuk Universitas.
Sinar Wijaya, Jakarta.
Kimball, J.W.1990.Biologi.Erlangga, Jakarta.
Kimball, J. W.1991.Biologi Jilid 3. Erlangga, Jakarta.
Miralles, A., Chaparro, J.C., Harvey, M.B. 2009. Aurilien Three Rare Enigmatic
South American skins.Zootaxa.Vol 20 (12) : 47-68.
Parker, T. J. and Haswell, W. A. 1978. Text Book of Zoology II Vertebrates. The Mac
Millan Press, New York.
Radiopoetra. 1977. Zoologi.Erlangga, Jakarta..
Ville, C.A, Walker, W.F, and Smith, F.E.1963.Geberal Zoology.Gadjah Mada
University Press, Yogyakarta.