Anda di halaman 1dari 2

Vaksin Difteri Tetanus (DT, D besar T, kecil) dan Vaksin Tetanus difteri (Td, T besar, d kecil)

adalah dua jenis vaksin yang berbeda. Bunda diharapkan dapat berhati-hati saat akan
membawa balita imunisasi vaksin DT atau vaksin Td ke puskesmas/rumah sakit atau dokter
anak. Bunda harus mampu memperhatikan perbedaan diantara kedua vaksin tersebut, karena
jika tidak bisa membedakan dapat berbahaya bagi balita atau anak. Supaya bunda tidak
bingung membedakan kedua vaksin tersebut, mungkin informasi di bawah ini bisa
membantu.
Komposisi Dosis
Kandungan dalam Vaksin Difteri Tetanus (DT) memiliki toksoid Difteri yang lebih tinggi
yaitu 20 Lf dan kandungan toxoid tetanus murni 7,5 Lf. Sedangkan Vaksin Td memiliki
kandungan toksoid difteri dengan dosis lebih rendah sepersepuluh dari vaksin DT yaitu
difteri 2 Lf, sedangkan kandungan toksoid tetanus berjumlah sama 7,5 lf, dengan ukuran tiap
dosisnya sama 0,5 ml.
Pengguna
Jika Vaksin DT ditujukan untuk bayi usia 2, 4, 5, dan 15-18 bulan sedangkan vaksin Td
diberikan sebagai imunisasi ulangan (booster) kepada anak-anak usia 7 tahun ke atas. Kenapa
vaksin Td harus diberikan ulangan? karena berdasarkan dari penelitian membuktikan adanya
penurunan kekebalan sesudah kurun waktu tertentu, sehingga perlu penguatan pada usia
anak. Dengan adanya hal tersebut, pemerintah pada bulan September-November setiap
tahunnya mengadakan program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) di berbagai sekolah
dasar untuk anak yang duduk di kelas 1-3.
Manfaat
Vaksin ini memiliki manfaat untuk memberikan proteksi terhadap penyakit Difteri dan
Tetanus. Penyakit Difteri yang biasanya menyerang bagian atas mukosa saluran pernapasan
dan kulit yang terluka. Gejala penyakit difteri biasanya ditandai dengan sakit tekak dan
demam secara tiba-tiba disertai tumbuhnya membran kelabu yang menutupi tonsil serta
bagian saluran pernapasan. Sedangkan penyakit tetanus merupakan salah satu infeksi yang
berbahaya karena mempengaruhi sistem urat saraf dan otot.

Dengan memberikan vaksin DT dan Td merupakan salah satu upaya preventif untuk
pencegahan dan menciptakan kekebalan secara terus menerus untuk penyakit tersebut,
sehingga diharapkan dengan pemberian vaksin ini dapat memberikan perlindungan sampai
dewasa. Jadi, jika Bunda memberikan vaksin ini merupakan salah satu upaya preventif yang
mampu memutus mata rantai penularan penyakit di lingkungan masyarakat. Semoga dengan
informasi ini, mudah-mudahan Bunda dapat lebih memahami perbedaan antara Vaksin DT
dan Vaksin Td.
Setiap tahun BIAS dilaksanakan pada bulan Agustus untuk Campak dan pada bulan November
untuk DT (kelas I) dan Td (kelas II dan III). Pelayanan imunisasi di sekolah dikoordinir oleh tim
pembina UKS. Peran guru menjadi sangat strategis dalam memotivasi murid dan orangtuanya.
Ketidak hadiran murid pada saat pelayanan imunisasi akan merugikan murid itu sendiri dan
lingkungannya karena peluang untuk memperoleh kekebalan melalui imunisasi tidak
dimanfaatkan

Anda mungkin juga menyukai