Anda di halaman 1dari 3

Clinical Pathway: Integrasi Pendokumentasian Berbagai

Disiplin Ilmu Kesehatan di Rumah Sakit


Posted: April 17, 2009 in Clinical Pathway, literature review

0
Oleh: Hendra Firmansyah, Pelayanan Jantung Terpadu RSCM, Fakultas Ilmu
Keperawatan Universitas Indonesia
Abstrak
Clinical pathway merupakan metode dokumentasi klinis yang merefleksikan standar praktik
dan pelayanan klinis baik dokter, perawat dan tim kesehatan lainnya. Artikel ini membahas
mengenai pengertian clinical pathway, komponen clinical pathway, tujuan dan manfaat dari
clinical pathway. Sumber kepustakaan yang digunakan adalah materi pelatihan clinical
pathway oleh Pusat Manajemen Pelayanan Kesehatan UGM (2006), jurnal mengenai clinical
pathway oleh Feuth dan Claes (2007) dan buku dokumentasi keperawatan karangan T.M.
Marelli (2000). Clinical pathway merupakan pedoman kolaboratif untuk merawat pasien
yang berfokus pada diagnosis, masalah klinis dan tahapan pelayanan. Keuntungannya adalah
setiap intervensi yang diberikan dan perkembangan pasien tercatat secara sistematik
berdasarkan kriteria waktu yang ditetapkan dan diharapkan dapat meningkatkan mutu
pelayanan serta menurunkan biaya rumah sakit.
kata kunci: clinical pathway, standar asuhan, mutu pelayanan
Latar Belakang
Djasri (2006) menyatakan bahwa permasalahan penyelenggara pelayanan kesehatan saat ini
meliputi: tuntutan pelayanan yang bermutu, tuntutan masyarakat akan pelayanan kesehatan
yang bebas dari kesalahan medik, malpraktik, dan terhindar dari bahaya, tuntutan patient
safety, masih tingginya angka infeksi, timbulnya penyakit degeneratif dan penyakit-penyakit
baru, serta biaya yang tinggi dalam pelayanan kesehatan. Penerapan clinical pathway dapat
menjadi salah satu alternatif untuk menjawab penyebab permasalahan tersebut dan memenuhi
tuntutan akan pelayanan yang bermutu, efisien dengan biaya yang terkendali. Tujuan
penulisan adalah untuk mengenal dan memahami tujuan, manfaat, dan konsep clinical
pathway dalam pelayanan di rumah sakit.

Pengertian
Clinical pathway merupakan pedoman kolaboratif untuk merawat pasien yang berfokus pada
diagnosis, masalah klinis dan tahapan pelayanan. Clinical pathway menggabungkan standar
asuhan setiap tenaga kesehatan secara sistematik. Tindakan yang diberikan diseragamkan
dalam suatu standar asuhan, namun tetap memperhatikan aspek individu dari pasien (Marelli,
2000).
Komponen Clinical Pathway
Empat komponen utama clinical pathway meliputi: kerangka waktu, kategori asuhan, kriteria
hasil dan pencatatan varian (Hill, 1998 dalam Feuth & Claes, 2007). Kerangka waktu
menggambarkan tahapan berdasarkan pada hari perawatan (misalnya hari 1, hari 2) atau
berdasarkan tahapan pelayanan misalnya fase pre operasi, intra operasi dan pasca operasi.
Kategori asuhan berisi aktivitas yang menggambarkan asuhan seluruh tim kesehatan yang
diberikan kepada pasien. Aktivitas dikelompokkan berdasarkan jenis tindakan (misal:
tindakan, pengobatan, pemeriksaan lab, nutrisi, aktivitas) pada jangka waktu tertentu. Kriteria
hasil memuat hasil yang diharapkan dari standar asuhan yang diberikan, meliputi kriteria
jangka panjang (menggambarkan kriteria hasil dari keseluruhan asuhan) dan jangka pendek
(menggambarkan kriteria hasil pada setiap tahapan pelayanan pada jangka waktu tertentu).
Lembaran varian mencatat dan menganalisis deviasi dari standar yang ditetapkan dalam
clinical pathway. Kondisi pasien yang tidak sesuai dengan standar asuhan atau standar yang
tidak bisa dilakukan dicatat dalam lembar varian.
Tujuan Clinical Pathway
Tujuan dari penerapan clinical pathway adalah menjamin tidak ada aspek-aspek penting dari
pelayanan yang dilupakan. Clinical pathway memastikan semua intervensi dilakukan secara
tepat waktu dengan mendorong staf klinik untuk bersikap pro-aktif dalam perencanaan
pelayanan. Clinical pathway diharapkan dapat mengurangi biaya dengan menurunkan length
of stay, dan tetap memelihara mutu pelayanan (Djasri, 2006).
Kesimpulan
Clinical pathway merupakan pedoman kolaboratif untuk merawat pasien yang berfokus pada
diagnosis, masalah klinis dan tahapan pelayanan. Keuntungannya adalah setiap intervensi

yang diberikan dan perkembangan pasien tercatat secara sistematik berdasarkan kriteria
waktu yang ditetapkan, dan iharapkan dapat meningkatkan mutu pelayanan serta menurunkan
biaya rumah sakit. Hal ini menegaskan bahwa clinical pathway dapat menjadi alternatif
pendokumentasian di rumah sakit.
Kepustakaan
Djasri, H. (2006). Konsep dasar dan manfaat clinical pathway. Pelatihan clinical pathway
untuk rumah sakit. Pusat Manajemen Pelayanan Kesehatan UGM, Jakarta, Indonesia
Feuth, S & Claes, L.. (2007). Introducing clinical pathways as a strategy for improving care.
Diambil pada 14 Nopember 2008 dari
http://www.bmj.com/cgi/content/full/316/7125/133
Marelli, T.M. (2000). Nursing documentation book. (3rd ed). St. Louis:Mosby Inc.