Anda di halaman 1dari 122

PLAXIS Versi 8

Manual Latihan

DAFTAR ISI
DAFTAR ISI
1

Pendahuluan.................................................................................................1-1

Memulai program ........................................................................................2-1


2.1 Instalasi program....................................................................................2-1
2.2 Pemodelan secara umum........................................................................2-1
2.3 Prosedur pemasukan data.......................................................................2-3
2.3.1 Masukan obyek geometri ...........................................................2-3
2.3.2 Masukan teks dan angka ............................................................2-4
2.3.3 Pemilihan masukan ....................................................................2-5
2.3.4 Masukan terstruktur ...................................................................2-6
2.4 Memulai program ..................................................................................2-7
2.4.1 Pengaturan global.......................................................................2-7
2.4.2 Membuat model geometri ..........................................................2-9

Penurunan pondasi lingkaran pada lapisan pasir (Pelajaran 1) .............3-1


3.1 Geometri ................................................................................................3-1
3.2 Kasus A : Pondasi kaku .........................................................................3-2
3.2.1 Membuat masukan .....................................................................3-2
3.2.2 Melakukan perhitungan............................................................3-14
3.2.3 Menampilkan hasil keluaran ....................................................3-19
3.3 Kasus B : Pondasi fleksibel..................................................................3-21

Konstruksi galian di bawah muka air (Pelajaran 2).................................4-1


4.1 Geometri ................................................................................................4-2
4.2 Perhitungan ..........................................................................................4-11
4.3 Menampilkan hasil keluaran ................................................................4-15

Konstruksi tanggul sungai (Pelajaran 3) ...................................................5-1


5.1 Model geometri......................................................................................5-1
5.2 Perhitungan ............................................................................................5-4
5.3 Keluaran.................................................................................................5-8

Galian kering dengan jangkar (Pelajaran 4).............................................6-1


6.1 Masukan.................................................................................................6-1
6.2 Perhitungan ............................................................................................6-5
6.3 Keluaran.................................................................................................6-9

Konstruksi timbunan untuk jalan (Pelajaran 5).......................................7-1


7.1 Masukan.................................................................................................7-1
7.2 Perhitungan ............................................................................................7-4
7.3 Keluaran.................................................................................................7-5
7.4 Analisis keamanan .................................................................................7-7
7.5 Analisis jaring elemen yang diperbaharui............................................7-11

MANUAL LATIHAN
8

Penurunan akibat konstruksi terowongan (Pelajaran 6) .........................8-1


8.1 Geometri ................................................................................................ 8-2
8.2 Perhitungan............................................................................................ 8-7
8.3 Keluaran................................................................................................. 8-8

Lampiran A Diagram menu


Lampiran B Skema perhitungan tegangan awal akibat berat sendiri tanah

ii

PLAXIS Versi 8

PENDAHULUAN
1

PENDAHULUAN

PLAXIS adalah sebuah paket program yang disusun berdasarkan metode elemen hingga
yang telah dikembangkan secara khusus untuk melakukan analisis deformasi dan
stabilitas dalam bidang rekayasa geoteknik. Prosedur pembuatan model secara grafis
yang mudah memungkinkan pembuatan suatu model elemen hingga yang rumit dapat
dilakukan dengan cepat, sedangkan berbagai fasilitas yang tersedia dapat digunakan
untuk menampilkan hasil komputasi secara mendetil. Proses perhitungannya sendiri
sepenuhnya berjalan secara otomatis dan didasarkan pada prosedur numerik yang
handal. Konsep ini memungkinkan para pemula untuk dapat menggunakan paket
program ini hanya dengan mengikuti beberapa jam pelatihan saja.
Manual Latihan ini disusun dengan tujuan untuk membantu para pemula menjadi
terbiasa dengan program PLAXIS. Latihan-latihan dalam modul ini membahas berbagai
aplikasi praktis yang menarik dan meliputi penggunaan hampir seluruh fitur yang
tersedia dalam program. Walaupun demikian, pemodelan tanah dibatasi hanya pada
model Mohr-Coulomb saja. Para pengguna PLAXIS diharapkan telah mempunyai
pemahaman dasar mengenai mekanika tanah dan dapat bekerja dalam lingkungan sistem
operasi Windows. Sangat disarankan agar para pengguna mengikuti seluruh latihan
dalam modul ini sesuai dengan urutannya. Latihan-latihan ini juga tersedia dalam folder
latihan yang terdapat dalam sub-direktori program PLAXIS dan dapat digunakan untuk
membandingkan hasil analisis dari latihan-latihan yang telah dikerjakan.
Manual Latihan tidak membahas latar belakang teori dari metode elemen hingga, dan
tidak menjelaskan berbagai pemodelan tanah yang tersedia di dalam program. Berbagai
pemodelan tanah dibahas dalam Manual Model Material, sedangkan latar belakang teori
diberikan dalam Manual Dasar Teori. Untuk keterangan lengkap mengenai fitur-fitur
yang tersedia dalam program, dapat ditemukan dalam Manual Acuan. Selain
keseluruhan modul pedoman secara lengkap, berbagai pelatihan dilakukan secara
berkala di berbagai tempat di seluruh dunia untuk saling berbagi pengalaman dan
informasi mengenai penggunaan program ini.

1-1

MANUAL LATIHAN

1-2

PLAXIS Versi 8

MEMULAI PROGRAM
2

MEMULAI PROGRAM

Bab ini menerangkan beberapa notasi dan prosedur dasar mengenai bagaimana
memasukkan data dalam PLAXIS. Dalam manual ini, pilihan-pilihan menu dan jendela
khusus dalam program akan dicetak dalam Huruf miring. Jika ada tombol pada papan
ketik atau tombol pada layar yang perlu ditekan, maka akan diindikasikan dengan nama
tombol di dalam kurung tajam (misalnya tombol <Enter>).
2.1

INSTALASI PROGRAM

Langkah instalasi program dapat dilihat pada bagian Informasi Umum dalam manual ini.
2.2

PEMODELAN SECARA UMUM

Untuk setiap proyek baru yang akan dianalisis, penting untuk terlebih dahulu membuat
model geometri. Sebuah model geometri adalah representasi 2D (dua dimensi) dari
model tiga dimensi sesungguhnya, dan terdiri dari komponen titik, komponen garis serta
komponen klaster. Sebuah model geometri yang lengkap akan meliputi massa tanah
yang dapat dibagi menjadi lapisan-lapisan tanah yang berbeda, elemen-elemen
struktural, tahapan-tahapan konstruksi serta pembebanan. Ukuran model harus dibuat
cukup besar sedemikian rupa sehingga batas-batas model tidak mempengaruhi hasil dari
permasalahan yang dianalisis. Tiga buah komponen utama dalam model geometri
dijelaskan dengan lebih detil berikut ini.

Titik :
Titik-titik akan menjadi awal dan akhir dari garis. Titik-titik juga dapat
digunakan untuk menempatkan jangkar, beban terpusat, jenis perletakan dan
untuk penghalusan jaring elemen secara lokal atau setempat.

Garis :
Garis-garis berfungsi untuk mendefinisikan batas fisik dari suatu geometri,
perbatasan model dan diskontinuitas yang mungkin terdapat dalam model
seperti dinding atau pelat, batas dari lapisan tanah yang berbeda atau batas dari
tahapan-tahapan konstruksi. Sebuah garis dapat memiliki beberapa fungsi dan
sifat yang berbeda sekaligus.

Klaster :
Klaster merupakan suatu bidang yang dibatasi oleh beberapa garis dan
membentuk suatu poligon tertutup. PLAXIS secara otomatis akan mengenali
klaster berdasarkan posisi dari garis-garis geometri yang dibuat. Dalam setiap
klaster sifat tanah adalah homogen, sehingga klaster-klaster dapat dianggap
2-1

MANUAL LATIHAN
sebagai bagian-bagian yang membentuk lapisan-lapisan tanah. Setiap tindakan
yang berhubungan dengan suatu klaster akan berlaku juga pada setiap elemen
dalam klaster tersebut.
Setelah sebuah model geometri terbentuk, maka suatu model elemen hingga dapat
secara otomatis dibentuk dengan berdasarkan komposisi dari klaster-klaster dan garisgaris yang membentuk model geometri tersebut. Dalam sebuah jaring elemen hingga,
dapat dibedakan tiga buah komponen penyusunnya seperti dijelaskan berikut ini.

Elemen :
Saat proses penyusunan jaring elemen, setiap klaster dibagi-bagi menjadi
elemen-elemen segitiga. Sebuah pilihan dapat diambil antara elemen dengan
15 buah titik nodal dan elemen dengan 6 buah titik nodal. Elemen 15 titik nodal
sangat berguna untuk menghasilkan perhitungan tegangan dan beban runtuh
yang akurat. Di lain pihak, elemen dengan 6 titik nodal dapat dipilih untuk
melakukan proses perhitungan yang singkat. Dengan menganggap distribusi
elemen yang sama (misalnya pada pembuatan jaring elemen standar yang
kasar), maka perlu dipahami bahwa jaring elemen yang terdiri dari elemenelemen 15 titik nodal sebenarnya jauh lebih halus serta jauh lebih fleksibel
dibandingkan jaring elemen yang dibentuk oleh elemen-elemen 6 titik nodal,
tetapi proses perhitungan akan membutuhkan waktu yang lebih lama. Selain
elemen-elemen segitiga yang umumnya digunakan untuk membentuk model
dari lapisan tanah, elemen pelat, elemen geogrid serta elemen antarmuka yang
kompatibel dapat digunakan untuk memodelkan perilaku struktural maupun
interaksi tanah-struktur.

Titik Nodal :
Sebuah elemen dengan 15 titik nodal akan terdiri dari 15 titik nodal dan sebuah
elemen segitiga dengan 6 titik nodal didefinisikan dengan 6 titik nodal.
Penyebaran titik-titik nodal dalam suatu elemen baik pada elemen 15 titik nodal
maupun pada elemen 6 titik nodal ditunjukkan pada Gambar 2.1. Elemenelemen yang bersebelahan akan saling menyatu pada titik-titik nodal milik
bersama (common nodes). Dalam proses perhitungan elemen hingga,
perpindahan (ux dan uy) yang terjadi dihitung pada setiap titik nodal. Titik-titik
nodal yang ingin ditinjau dapat dipilih terlebih dahulu untuk penggambaran
kurva beban-perpindahan.

Titik Tegangan :
Berbeda dengan perpindahan yang dihitung pada titik nodal, tegangan dan
regangan yang terjadi dihitung pada setiap titik integrasi Gauss yang disebut
sebagai titik tegangan. Sebuah elemen 15 titik nodal memiliki 12 buah titik
tegangan seperti ditunjukkan pada Gambar 2.1a, sedangkan elemen 6 titik
nodal memiliki 3 buah titik tegangan seperti ditunjukkan pada Gambar 2.1b.

2-2

PLAXIS Versi 8

MEMULAI PROGRAM
Titik-titik tegangan yang ingin ditinjau juga dapat dipilih terlebih dahulu untuk
penggambaran lintasan tegangan maupun kurva tegangan-regangan.

titik nodal

titik tegangan

titik nodal

titik tegangan

Gambar 2.1 Titik nodal dan titik tegangan

2.3

PROSEDUR PEMASUKAN DATA

Di dalam PLAXIS, masukan dapat dibentuk dengan menggunakan mouse maupun dengan
menggunakan papan ketik. Secara umum, dapat dibedakan empat buah jenis masukan
sebagai berikut :
Masukan obyek geometri

(misalnya saat menggambar lapisan tanah)

Masukan teks

(misalnya saat memasukkan nama proyek)

Masukan angka

(misalnya saat memasukkan berat isi tanah)

Masukan pilihan

(misalnya saat memilih pemodelan tanah)

Umumnya mouse digunakan untuk menggambar dan memilih, sedangkan papan ketik
digunakan saat memasukkan teks dan angka.
2.3.1

MASUKAN OBYEK GEOMETRI

Pembuatan sebuah obyek geometri didasarkan pada masukan berupa titik-titik dan garisgaris. Hal ini dilakukan dengan menggunakan penunjuk atau kursor mouse pada bidang
gambar. Beberapa obyek geometri disediakan pada barisan menu ataupun pada toolbar.
Hampir seluruh masukan obyek geometri didasarkan pada penggambaran garis. Pada
setiap modus penggambaran, garis digambarkan dengan cara menekan tombol utama
(tombol kiri) mouse dalam bidang gambar, dan titik geometri pertama akan terbentuk.
Dengan menggerakkan mouse dan menekan tombol utama mouse lagi, maka sebuah titik
geometri baru akan terbentuk lagi bersamaan dengan terbentuknya sebuah garis dari titik
2-3

MANUAL LATIHAN
sebelumnya ke titik yang baru ini. Penggambaran garis diakhiri dengan menekan tombol
sekunder mouse (tombol kanan), atau dengan menekan tombol <Esc> pada papan ketik.
2.3.2

MASUKAN TEKS DAN ANGKA

Seperti perangkat lunak yang lain, diperlukan beberapa masukan berupa angka dan teks.
Masukan yang diperlukan akan ditampilkan dalam kotak editor. Beberapa kotak editor
untuk hal-hal yang spesifik akan dikelompokkan dalam suatu jendela. Teks atau nilai
yang diinginkan dapat diketikkan pada papan ketik, diikuti dengan tombol <Enter> atau
tombol <Tab>. Setelah nilai yang dimasukkan diterima, kotak isian berikutnya akan
berubah warna (highlighted). Di beberapa negara seperti Belanda, titik desimal dalam
bentuk floating point dinyatakan dengan koma. Jenis tampilan yang muncul dalam kotak
editor dan tabel tergantung pada country setting dari sistem operasi. Nilai masukan harus
diberikan sesuai dengan pengaturan tersebut.
Banyak parameter yang telah mempunyai nilai pra-pilih (default). Nilai-nilai pra-pilih
ini dapat digunakan dengan menekan tombol <Enter> tanpa masukan lainnya dari papan
ketik. Dengan cara ini, semua kotak isian dalam suatu jendela dapat dimasukkan hingga
tombol <OK> tercapai. Penekanan tombol <OK> akan mengonfirmasi seluruh nilai
yang telah dimasukkan dan menutup jendela tersebut. Meng-klik kotak isian yang lain
dengan mouse setelah memasukkan suatu nilai ke dalam kotak isian tertentu juga akan
menyebabkan penerimaan nilai tersebut. Nilai-nilai masukan akan diterima dengan
meng-klik tombol <OK>.
Penekanan tombol <Esc> atau meng-klik tombol <Batal> akan membatalkan masukan
yang diberikan dan mengembalikan nilai-nilai masukan sebelumnya atau nilai-nilai prapilih sebelum jendela tertutup.
Fitur spin edit ditunjukkan dalam Gambar 2.2. Sama seperti kotak isian pada umumnya,
suatu nilai dapat dimasukkan dengan menggunakan papan ketik, tetapi hal ini juga dapat
dilakukan dengan meng-klik atau pada bagian kanan setiap spin edit untuk
meningkatkan atau mengurangi nilai yang telah diberikan sebelumnya.

Gambar 2.2 Spin edit.

2-4

PLAXIS Versi 8

MEMULAI PROGRAM
2.3.3

PEMILIHAN MASUKAN

Pemilihan dapat dilakukan dengan menggunakan radio button, check box atau combo
box seperti dijelaskan berikut ini.

Gambar 2.3 Radio button

Gambar 2.4 Check box

Gambar 2.5 Combo box

Radio button :
Dalam jendela dengan radio button hanya satu pilihan saja yang dapat
diaktifkan atau dipilih. Pilihan aktif diindikasikan dengan sebuah titik atau
lingkaran berwarna hitam di dalam lingkaran berwarna putih di depan setiap
pilihan. Pemilihan dilakukan dengan menekan tombol utama mouse di dalam
lingkaran putih atau dengan menggunakan tombol anak panah ke atas dan ke
bawah pada papan ketik. Saat mengubah dari satu pilihan ke pilihan yang lain
maka pilihan yang lama secara otomatis tidak akan aktif lagi. Sebuah contoh
dari radio button ditunjukkan dalam Gambar 2.3. Pada contoh dalam
Gambar 2.3 jenis Distribusi tekanan air pori dipilih pada Garis freatik global.

Check box :
Dalam jendela dengan check box lebih dari satu pilihan dapat diaktifkan atau
dipilih secara bersamaan. Pilihan yang aktif diindikasikan dengan tanda check
atau tick mark dalam kotak berwarna putih. Pemilihan dilakukan dengan
2-5

MANUAL LATIHAN
menekan tombol utama mouse di dalam kotak putih atau dengan menekan spasi
pada papan ketik. Klik pada pilihan yang telah aktif akan menonaktifkan
pilihan tersebut. Sebuah contoh dari tiga buah check box ditunjukkan dalam
Gambar 2.4

Combo box :
Sebuah combo box digunakan untuk menentukan suatu pilihan dari daftar
pilihan yang telah tersedia. Sebuah contoh dari jendela dengan combo box
ditunjukkan dalam Gambar 2.5. Setelah tanda panah di sebelah kanan di-klik
dengan mouse, sebuah daftar pilihan (pull down list) akan muncul berisi
pilihan-pilihan yang tersedia. Combo box mempunyai fungsi yang sama dengan
suatu kelompok dari radio button, tetapi dalam bentuk yang lebih ringkas.
2.3.4

MASUKAN TERSTRUKTUR

Masukan yang diperlukan diatur sedemikian rupa sehingga menjadi selogis mungkin.
Lingkungan sistem operasi Windows menyediakan beberapa cara untuk secara visual
mengorganisasi dan memberikan informasi pada layar. Untuk memudahkan pengenalan
elemen-elemen tipikal dari Windows pada bab-bab berikutnya, beberapa jenis masukan
terstruktur akan dibahas berikut ini.

Gambar 2.6 Kontrol halaman (page control) dan lembar-tab (tab sheet)

2-6

PLAXIS Versi 8

MEMULAI PROGRAM

Kontrol halaman dan lembar-tab :


Sebuah contoh dari kontrol halaman (page control) dengan tiga buah lembartab (tab sheet) ditunjukkan pada Gambar 2.6. Dalam gambar tersebut lembartab kedua untuk masukan parameter model dari model Mohr-Coulomb dalam
keadaan aktif. Lembar-tab digunakan untuk menangani jenis-jenis data dalam
jumlah besar yang tidak akan dapat ditampung dalam sebuah jendela. Lembartab dapat diaktifkan dengan meng-klik lembar-tab yang bersangkutan atau
dengan menekan <Ctrl> <Tab> pada papan ketik.

Kotak kelompok
Kotak kelompok adalah kotak dengan sebuah judul. Kotak ini digunakan untuk
masukan-masukan klaster yang memiliki fitur-fitur serupa. Dalam Gambar 2.6,
lembar-tab aktif memuat tiga buah kotak kelompok bernama Kekakuan,
Kekuatan dan Alternatif.
2.4

MEMULAI PROGRAM

Diasumsikan bahwa program telah terinstalasi dengan menggunakan prosedur yang


dijelaskan dalam Informasi Umum. Disarankan untuk membuat direktori yang terpisah
untuk penyimpanan berkas data. PLAXIS dapat dijalankan dengan klik-ganda pada ikon
Masukan PLAXIS dalam kelompok program PLAXIS. Pengguna akan diminta untuk
mendefinisikan permasalahan baru atau membuka proyek yang telah ada. Jika pengguna
memilih untuk membuka proyek yang telah ada, program akan memberikan daftar
empat buah proyek paling akhir yang pernah dibuka yang dapat dibuka secara langsung.
Memilih <<<berkas lainnya>>> yang berada pada posisi baris paling atas dari daftar ini
akan memunculkan permintaan berkas dimana pengguna dapat memilih dan membuka
proyek manapun yang telah ada.
2.4.1

PENGATURAN GLOBAL

Jika sebuah proyek baru dimulai, jendela Pengaturan global seperti ditunjukkan dalam
Gambar 2.7 akan muncul. Jendela ini terdiri dari dua lembar-tab. Dalam lembar-tab
pertama berbagai pengaturan untuk proyek harus diberikan. Nama berkas belum
dispesifikasikan disini, tetapi harus diberikan saat menyimpan proyek.
Pengguna dapat memasukkan keterangan singkat mengenai permasalahan sebagai judul
dari proyek atau deskripsi yang lebih mendetil dalam kotak Komentar. Judul ini
digunakan sebagai nama berkas dan akan muncul dalam setiap penggambaran keluaran.
Kotak komentar merupakan tempat yang baik untuk menyimpan informasi tentang
analisis. Selain itu, jenis analisis dan jenis elemen harus ditentukan disini. Suatu nilai
percepatan atau percepatan, disamping percepatan gravitasi, dapat dimasukkan untuk
simulasi pseudo-statik dari beban-beban dinamis.
Lembar-tab kedua ditunjukkan pada Gambar 2.8. Selain satuan dasar Panjang, Gaya
dan Waktu, dimensi atau ukuran minimum dari bidang gambar harus ditetapkan disini,
2-7

MANUAL LATIHAN
sehingga model geometri dapat termuat dengan baik dalam bidang gambar. Sistem
sumbu global positif adalah sumbu x mengarah ke kanan, sumbu y mengarah ke atas dan
sumbu z mengarah ke pengguna.

Gambar 2.7 Pengaturan global - Lembar-tab Proyek

Gambar 2.8 Pengaturan global - Lembar-tab Dimensi

2-8

PLAXIS Versi 8

MEMULAI PROGRAM

Model geometri 2 dimensi dalam PLAXIS dibuat dalam bidang x-y. Sumbu z hanya
digunakan untuk keluaran tegangan saja. Kiri adalah koordinat x terkecil dari model,
Kanan adalah koordinat x terbesar dari model, Bawah adalah koordinat y terkecil dari
model dan Atas adalah koordinat y terbesar dari model.
Dalam praktek, bidang gambar yang terbentuk berdasarkan nilai-nilai yang diberikan
akan mempunyai dimensi yang lebih besar daripada nilai-nilai yang dimasukkan dalam
keempat spin edit tersebut. Hal ini terjadi akibat PLAXIS secara otomatis menambahkan
sedikit marjin pada ukuran bidang gambar dan akibat perbedaan rasio lebar terhadap
tinggi antara nilai-nilai yang dimasukkan dan ukuran layar.
2.4.2

MEMBUAT MODEL GEOMETRI

Saat pengaturan global telah diisi dan tombol <OK> di-klik, maka jendela Masukan
utama akan muncul. Jendela utama ini ditunjukkan pada Gambar 2.9. Bagian-bagian
terpenting dari jendela utama ditunjukkan dan dibahas secara singkat dibawah ini.

Menu utama

Toolbar (umum)

Toolbar (geometri)
Mistar

Mistar
Bidang gambar

Koordinat pusat

Masukan manual

Indikator posisi kursor

Gambar 2.9 Jendela utama dari program Masukan

2-9

MANUAL LATIHAN

Menu utama :
Menu utama memuat seluruh pilihan yang tersedia dari toolbar-toolbar, serta
beberapa pilihan lain yang jarang digunakan.

Toolbar (Umum) :
Toolbar ini memuat tombol-tombol untuk aktivitas umum seperti aktivitas yang
berhubungan dengan berkas, pencetakan, zooming (memperbesar atau
memperkecil obyek) ataupun untuk pemilihan obyek. Toolbar ini juga memuat
tombol-tombol untuk menjalankan sub-program lainnya (Perhitungan, Keluaran,
Kurva).

Toolbar (Geometri)
Toolbar ini memuat tombol-tombol untuk aktivitas khusus yang berhubungan
dengan pembuatan model geometri. Tombol-tombol ini disusun secara berurutan,
sedemikian rupa sehingga pembuatan geometri dengan mengikuti tombol-tombol
tersebut dari kiri ke kanan akan menghasilkan suatu model geometri yang
lengkap.

Mistar :
Pada sisi kiri dan sisi atas dari bidang gambar terdapat mistar yang menunjukkan
koordinat x dan y dari model geometri. Mistar ini secara langsung akan
menunjukkan dimensi dari geometri.

Bidang gambar :
Bidang gambar adalah area gambar dimana model geometri dibuat. Bidang
gambar dapat digunakan sama seperti program untuk menggambar lainnya.
Barisan teratur atau grid dari titik-titik kecil pada bidang gambar dapat digunakan
sebagai bantuan untuk menggambar dengan tepat pada posisi-posisi tertentu
sesuai dengan grid tersebut.

Koordinat pusat :
Jika koordinat pusat atau salib sumbu berada dalam rentang dimensi yang
ditentukan maka pusat koordinat tersebut akan digambarkan sebagai sebuah
lingkaran kecil dengan sumbu-x dan sumbu-y diindikasikan oleh anak panah.

Masukan manual :
Jika penggambaran dengan menggunakan mouse tidak dapat memberikan tingkat
ketepatan yang diinginkan maka baris Masukan manual dapat digunakan. Nilai
kedua koordinat x dan y dapat diketikkan langsung disini dengan memberikan
spasi diantaranya. Masukan secara manual juga dapat digunakan untuk

2-10

PLAXIS Versi 8

MEMULAI PROGRAM
menentukan koordinat baru untuk suatu titik tertentu atau merujuk pada titik
geometri tertentu dengan memasukkan nomor titik tersebut.

Indikator posisi kursor :


Indikator posisi kursor menunjukkan posisi saat ini dari kursor mouse baik dalam
satuan fisik maupun dalam satuan piksel layar tampilan.
Beberapa obyek di atas dapat dihilangkan dengan menonaktifkan pilihan yang
bersangkutan dalam menu Tampilan.
Program Perhitungan

Program Keluaran

Garis
geometri

Pelat

Baru

Sendi dan
pegas rotasi

Antarmuka

Program kurva

Buka

Simpan

Perbesar

Cetak

Tabel koordinat

Perkecil

Pilih

Batal

Geogrid Jangkar nodal Perancang Jepit rotasi Beban merata


ke nodal
terowongan
(pelat)
sistem A

Jangkar
ujung tetap

Jepit
standar

Perpindahan
tertentu

Beban merata
sistem B

Beban terpusat
sistem B

Beban terpusat
sistem A

Drainase

Set data
material

Sumur

Penentuan
kondisi awal

Susun jaring
elemen hingga

Gambar 2.10 Toolbar


Untuk kedua toolbar, nama dan fungsi dari tiap tombol akan ditampilkan setelah
meletakkan posisi kursor pada tombol tertentu selama kurang-lebih satu detik; sebuah
petunjuk akan muncul dalam sebuah kotak berwarna kuning di bawah tombol yang
bersangkutan. Petunjuk-petunjuk yang tersedia untuk kedua toolbar ditunjukkan dalam
Gambar 2.10. Dalam Manual Latihan ini, tombol-tombol akan disebut sesuai dengan
petunjuk yang bersangkutan.
Bantuan dapat ditampilkan oleh pengguna dengan menekan tombol <F1> pada papan
ketik. Bantuan ini akan menyediakan latar belakang informasi tentang bagian tertentu
yang dipilih dari program.
Untuk informasi detil mengenai pembuatan model geometri yang lengkap, pengguna
dapat membaca dan berlatih dari berbagai pelajaran dan latihan yang dibahas dalam
Manual Latihan ini.

2-11

MANUAL LATIHAN

2-12

PLAXIS Versi 8

PENURUNAN PONDASI LINGKARAN PADA LAPISAN PASIR (PELAJARAN 1)


3

PENURUNAN PONDASI
(PELAJARAN 1)

LINGKARAN

PADA

LAPISAN

PASIR

Dalam bab sebelumnya dibahas beberapa aspek umum dan fitur-fitur dasar dari program
PLAXIS. Dalam bab ini dibahas aplikasi pertama, yaitu penurunan dari pondasi lingkaran
pada tanah pasir. Latihan ini adalah langkah pertama untuk pengguna agar terbiasa
dengan penggunaan praktis dari program. Langkah-langkah umum untuk membuat suatu
model geometri, penyusunan jaring elemen, eksekusi perhitungan dengan metode
elemen hingga serta evaluasi dari hasil keluaran akan dibahas secara mendetil disini.
Informasi yang tersedia dalam bab ini akan digunakan juga dalam pelajaran-pelajaran
berikutnya. Karena itu, sangat penting untuk menyelesaikan pelajaran pertama ini
sebelum mencoba contoh-contoh latihan lainnya.
3.1

GEOMETRI

beban

pondasi
pasir
= 0.3
E = 13000 kPa

Gambar 3.1 Geometri dari pondasi lingkaran pada tanah pasir


Sebuah pondasi lingkaran dengan radius atau jari-jari 1.0 m diletakkan pada lapisan
tanah pasir setebal 4.0 m seperti ditunjukkan pada Gambar 3.1. Di bawah lapisan pasir
terdapat lapisan batu yang teguh hingga kedalaman yang sangat dalam. Tujuan dari
latihan ini adalah untuk memperoleh perpindahan dan tegangan-tegangan dalam tanah
yang diakibatkan oleh beban yang diberikan pada pondasi. Perhitungan dilakukan baik
untuk pondasi yang rigid atau kaku maupun pondasi yang fleksibel. Geometri dari
model elemen hingga untuk kedua situasi ini adalah sama. Lapisan batu tidak
diikutsertakan dalam model, melainkan diterapkan sebagai kondisi batas pada dasar dari
lapisan pasir. Agar dapat menggambarkan berbagai mekanisme yang mungkin terjadi
dalam lapisan pasir tersebut dan untuk menghindari pengaruh dari kondisi batas, maka
model diperbesar dalam arah horisontal hingga radius 5 m.

3-1

MANUAL LATIHAN
3.2

KASUS A : PONDASI KAKU

Dalam perhitungan pertama, pondasi dianggap sangat kaku dan mempunyai dasar yang
kasar. Dalam perhitungan ini pondasi tidak dimodelkan sebagai sebuah pondasi, tetapi
disimulasikan oleh indentasi atau perpindahan yang merata pada permukaan tanah. Hal
ini menyebabkan pemodelan menjadi sangat sederhana dan karena itulah contoh ini
digunakan sebagai latihan, tetapi pemodelan ini juga memiliki beberapa kekurangan.
Sebagai contoh, pemodelan ini tidak memberikan informasi apapun mengenai gaya-gaya
yang bekerja pada pondasi. Bagian kedua dari pelajaran ini akan berhubungan dengan
beban luar pada pondasi fleksibel, yang merupakan pendekatan dengan pemodelan yang
lebih baik.
3.2.1

MEMBUAT MASUKAN

Jalankan PLAXIS dengan klik-ganda pada ikon program Masukan. Sebuah kotak dialog
Buat/Buka proyek akan muncul dimana pengguna dapat memilih proyek yang telah ada
atau membuat proyek yang baru. Pilih Proyek baru dan klik tombol <OK>. Kemudian
jendela Pengaturan global akan muncul, berisi dua buah lembar-tab, yaitu Proyek dan
Dimensi (lihat Gambar 3.3 dan Gambar 3.4).

Gambar 3.2 Kotak dialog Buat/Buka proyek

Pengaturan global
Langkah pertama dalam setiap analisis adalah mengatur parameter dasar dari model
elemen hingga. Hal ini dilakukan di dalam jendela Pengaturan global. Pengaturan ini
meliputi deskripsi permasalahan, jenis analisis, jenis elemen, satuan dasar dan ukuran
bidang gambar. Untuk memasukkan pengaturan yang tepat untuk perhitungan pondasi
dalam latihan ini ikuti langkah-langkah berikut :

3-2

Dalam lembar-tab Proyek, masukkan Pelajaran 1 dalam Kotak judul dan ketik
Penurunan pondasi lingkaran dalam kotak Komentar.

PLAXIS Versi 8

PENURUNAN PONDASI LINGKARAN PADA LAPISAN PASIR (PELAJARAN 1)

Dalam kotak Umum ditentukan jenis analisis (Model) dan jenis elemen dasar
(Elemen). Karena pelajaran ini tentang pondasi lingkaran, pilih Axi-simetri dari
combo box Model serta pilih 15 titik nodal dari combo box Elemen.

Gambar 3.3 Lembar-tab Proyek dari jendela Pengaturan global

Kotak Percepatan mengindikasikan sudut percepatan gravitasi telah ditetapkan


sebesar -90, yang berarti mempunyai arah ke bawah. Selain percepatan
gravitasi, komponen percepatan yang independen dapat dimasukkan untuk
analisis pseudo-statik. Nilai-nilai komponen percepatan diatur tetap nol untuk
latihan ini. Klik tombol <Berikutnya> di bawah lembar-tab atau klik lembar-tab
Dimensi.

Dalam lembar-tab Dimensi, gunakan satuan-satuan pra-pilih dalam kotak Satuan


(Satuan Panjang = m; Satuan Gaya = kN; Satuan Waktu = hari).

Dalam kotak Dimensi geometri, ukuran dari bidang gambar harus dimasukkan.
Saat memasukkan koordinat teratas dan terbawah dari geometri yang akan
dibuat, PLAXIS akan menambahkan sebuah marjin kecil sehingga geometri akan
berada di dalam bidang gambar. Masukkan 0.0, 5.0, 0.0 dan 4.0 masing-masing
pada kotak isian Kiri, Kanan, Bawah dan Atas dalam kotak dialog.

Kotak Grid berisi nilai-nilai untuk mengatur spasi grid. Grid ini akan
membentuk matriks titik-titik pada layar yang dapat digunakan sebagai titik-titik
referensi. Titik-titik ini juga dapat digunakan untuk memasukkan penggambaran
tepat pada grid yang telah ada (snap to grid) saat pembuatan geometri dari
3-3

MANUAL LATIHAN
model. Jarak antar titik ditentukan oleh nilai Spasi. Spasi antara titik-titik snap
dapat dibagi menjadi interval yang lebih kecil lagi oleh nilai Jumlah interval.
Masukkan 1.0 untuk spasi dan 1 untuk interval.

Klik tombol <OK> untuk mengaplikasikan nilai-nilai yang telah dimasukkan.


Bidang gambar akan muncul dimana model geometri dapat mulai digambarkan.

Gambar 3.4 Lembar-tab Dimensi dalam jendela Pengaturan global

Petunjuk :

Jika terjadi kesalahan atau untuk suatu alasan pengaturan global perlu
diubah, Anda dapat mengakses jendela Pengaturan global dengan
memilih Pengaturan global dalam menu Berkas.

Kontur geometri
Setelah pengaturan global di atas selesai dilengkapi, bidang gambar beserta indikator
sumbu koordinat akan muncul. Sumbu x akan menunjuk ke kanan dan sumbu y
menunjuk ke atas. Geometri dapat digambarkan dimana saja di dalam bidang gambar.
Untuk membentuk obyek-obyek tertentu, Anda dapat menggunakan tombol pada
toolbar atau dengan memilihnya dari menu Geometri. Untuk proyek baru, tombol Garis
geometri akan langsung diaktifkan. Jika tidak maka pilihan ini dapat diaktifkan dari
toolbar kedua atau dari menu Geometri. Untuk menggambarkan kontur dari model
geometri pada pelajaran ini, ikuti langkah-langkah berikut :
Pilih opsi Garis geometri (telah diaktifkan).
3-4

PLAXIS Versi 8

PENURUNAN PONDASI LINGKARAN PADA LAPISAN PASIR (PELAJARAN 1)

Tempatkan kursor (sekarang berbentuk pena) pada pusat koordinat. Periksa


bahwa satuan dalam baris status akan menunjukkan 0.0 0.0 dan klik tombol
utama (tombol kiri) mouse sekali. Titik geometri pertama (nomor 0) akan
terbentuk.

Gerakkan sepanjang sumbu x ke posisi (5.0; 0.0). Klik tombol utama mouse lagi
untuk membentuk titik kedua (nomor 1). Pada saat yang bersamaan garis
geometri pertama akan terbentuk dari titik 0 ke titik 1.

Pindahkan ke atas ke posisi (5.0; 4.0) dan klik kembali.

Pindahkan ke liri ke posisi (0.0; 4.0) dan klik kembali.

Terakhir, gerakkan kembali ke koordinat awal (0.0; 0.0) dan klik tombol utama
mouse lagi. Karena titik ini telah ada, titik baru tidak akan terbentuk, tetapi
sebuah garis geometri akan terbentuk dari titik 3 ke titik 0. PLAXIS juga akan
mengenali atau mendeteksi sebuah klaster (bidang yang dikelilingi dan tertutup
oleh garis-garis geometri) dan memberinya warna yang terang.

Klik tombol sekunder (tombol kanan) mouse untuk mengakhiri penggambaran.


Petunjuk :

>
>

Titik-titik atau garis-garis yang letaknya tidak benar dapat dimodifikasi


atau dihapus dengan mula-mula mengaktifkan tombol Pilih pada
toolbar. Untuk menggerakkan sebuah titik atau garis, pilih titik atau
garis tersebut dan seret (drag) ke posisi yang diinginkan. Untuk
menghapus suatu titik dan garis, pilih titik dan garis yang diinginkan
dan tekan tombol <Delete> dari papan ketik.
Langkah penggambaran yang tidak diinginkan dapat dihapus dengan
menekan tombol Batalkan pada toolbar atau dengan memilih Batalkan
dari menu Edit atau dengan menekan <Ctrl><Z> pada papan ketik.
> Garis-garis dapat digambarkan horisontal atau vertikal secara
sempurna dengan tetap menekan tombol <Shift> pada papan ketik saat
menggerakkan kursor.

Geometri yang digambarkan tidak meliputi pelat, sendi, geogrid, antarmuka, jangkar
atau terowongan. Karena itu, Anda dapat melewati tombol-tombol ini pada toolbar.
Petunjuk :

Model geometri lengkap harus diselesaikan sebelum jaring elemen


hingga dapat disusun. Hal ini berarti bahwa kondisi batas dan
parameter dari model harus dimasukkan dan diaplikasikan pada
geometri terlebih dahulu.

3-5

MANUAL LATIHAN

Kondisi batas
Tombol kondisi batas terletak di bagian tengah toolbar kedua dan dalam menu Beban.
Untuk masalah deformasi terdapat dua jenis kondisi batas, yaitu perpindahan tertentu
dan gaya tertentu (beban).
Pada prinsipnya, seluruh batas harus mempunyai sebuah kondisi batas pada tiap arah.
Dengan kata lain, jika kondisi batas tidak dinyatakan secara eksplisit pada suatu batas
tertentu (batas bebas), maka kondisi alami akan diterapkan, yaitu dimana gaya tertentu
adalah nol dan perpindahan adalah bebas.
Untuk menghindari situasi dimana perpindahan dari geometri tidak terkontrol, beberapa
titik dari geometri harus mempunyai perpindahan tertentu. Bentuk yang paling
sederhana dari perpindahan tertentu adalah sebuah jepit (perpindahan nol), tetapi
perpindahan tertentu yang tidak bernilai nol juga dapat diberikan. Dalam kasus ini
penurunan dari pondasi yang kaku disimulasikan dengan perpindahan dengan nilai
tertentu yang tidak sama dengan nol pada permukaan lapisan pasir.

Gambar 3.5 Model geometri pada jendela Masukan

3-6

PLAXIS Versi 8

PENURUNAN PONDASI LINGKARAN PADA LAPISAN PASIR (PELAJARAN 1)


Untuk membentuk kondisi-kondisi batas pada pelajaran ini, ikuti langkah-langkah
berikut :
Klik tombol Jepit standar pada toolbar atau pilih Jepit standar dari menu Beban
untuk menerapkan kondisi batas standar.

PLAXIS kemudian akan membentuk jepit penuh pada dasar geometri dan kondisi
rol pada sisi vertikal (ux = 0; uy = bebas). Jepit pada arah tertentu akan
ditampilkan pada layar berupa dua garis paralel yang tegak lurus terhadap arah
yang dijepit. Karena itu rol akan berupa dua garis vertikal sejajar dan jepit penuh
akan berupa dua pasang garis vertikal sejajar yang bersilangan (crosshatched
lines).
Petunjuk :

Pilihan Jepit standar berlaku untuk sebagian besar permasalahan


geoteknik. Pilihan ini merupakan cara yang cepat dan mudah untuk
memasukkan kondisi batas standar.

Pilih tombol Perpindahan tertentu dari toolbar atau gunakan pilihan yang
bersangkutan dari menu Beban.

Gerakkan kursor ke titik (0.0, 4.0) dan klik tombol utama mouse.

Gerakkan kursor ke titik (1.0, 4.0) dan klik tombol utama mouse lagi.

Klik tombol sekunder (tombol kanan) mouse untuk mengakhiri penggambaran.

Selain titik baru (nomor 4) yang terbentuk, perpindahan tertentu ke arah bawah sebesar
1 satuan (1.0 m) dalam arah vertikal dan sebuah jepit perpindahan horisontal terbentuk
pada sisi atas dari geometri. Perpindahan tertentu ditampilkan berupa barisan anak
panah yang berpangkal pada posisi awal dari geometri dan menunjuk pada arah gerakan.
Petunjuk :

>

Nilai masukan dari perpindahan tertentu dapat diubah dengan mengklik tombol Pilih dan kemudian klik-ganda pada garis dimana
perpindahan tertentu diaplikasikan. Dengan memilih Perpindahan
tertentu dari kotak dialog Pilih, maka sebuah jendela baru akan muncul
dimana perubahan dapat dilakukan.
Perpindahan tertentu sebenarnya diaktivasi saat mendefinisikan
tahapan-tahapan perhitungan (Bab 3.2.2). Pada kondisi awal,
perpindahan tertentu belum diaktifkan.

Kumpulan data material


Untuk memodelkan perilaku dari tanah, model tanah yang tepat dan parameter material
yang sesuai harus diterapkan pada geometri. Dalam PLAXIS, sifat-sifat dari tanah
dikumpulkan dalam kumpulan data material dan berbagai kumpulan data disimpan
dalam sebuah basis data material. Dari basis data, sebuah kumpulan data dapat
diterapkan pada satu atau beberapa klaster. Sistem serupa juga berlaku untuk obyek
3-7

MANUAL LATIHAN
struktural (seperti dinding, pelat jangkar, geogrid, dan lain-lain), tetapi jenis struktur
yang berbeda akan memiliki parameter yang berbeda, sehingga menjadi kumpulan data
yang berbeda pula.

Gambar 3.6 Lembar-tab Umum dari jendela kumpulan data tanah dan antarmuka

Gambar 3.7 Lembar-tab Parameter dari jendela kumpulan data tanah dan antarmuka
3-8

PLAXIS Versi 8

PENURUNAN PONDASI LINGKARAN PADA LAPISAN PASIR (PELAJARAN 1)


PLAXIS membedakan kumpulan data material untuk Tanah & Antarmuka, Pelat,
Jangkar dan Geogrid.
Pembuatan kumpulan data material umumnya dilakukan setelah memasukkan kondisi
batas. Sebelum penyusunan jaring elemen, seluruh kumpulan data material harus
didefinisikan dan seluruh klaster serta obyek struktural harus sudah dikaitkan terhadap
kumpulan data material yang sesuai.
Tabel 3.1 Sifat-sifat material untuk lapisan pasir
Parameter
Model material
Jenis perilaku material
Berat isi tanah di atas garis freatik
Berat isi tanah di bawah garis freatik
Permeabilitas arah horisontal
Permeabilitas arah vertikal
Modulus Young (konstan)
Angka Poisson
Kohesi (konstan)
Sudut geser
Sudut dilatansi

Nama
Model
Jenis

unsat
sat
kx
ky
Eref

cref

Nilai
Mohr-Coulomb
Terdrainase
17.0
20.0
1.0
1.0
13000
0.3
1.0
31.0
0.0

Satuan
kN/m3
kN/m3
m/hari
m/hari
kN/m2
kN/m2

Masukan dari kumpulan data material dapat dilakukan dengan menggunakan tombol
Kumpulan data material pada toolbar atau dari pilihan yang tersedia dalam menu
Material.
Untuk membuat kumpulan material untuk lapisan pasir, ikuti langkah-langkah berikut :
Pilih tombol Kumpulan data material pada toolbar.

Klik tombol <Baru> di sisi bawah dari jendela Kumpulan data material. Sebuah
kotak dialog akan muncul dengan tiga buah lembar-tab, yaitu Umum, Parameter
dan Antarmuka (lihat Gambar 3.6 dan Gambar 3.7).

Dalam kotak Kumpulan material dalam lembar-tab Umum, tuliskan Pasir


dalam kotak Identifikasi.

Pilih Mohr-Coulomb pada combo box Model material dan Terdrainase pada
combo box Jenis material (parameter pra-pilih).

Masukkan nilai yang benar pada kotak Sifat umum dan pada kotak Permeabilitas
sesuai dengan sifat material pada Tabel 3.1.

Klik tombol <Berikutnya> atau klik pada tab Parameter untuk melanjutkan
dengan memasukkan parameter dari model. Parameter yang muncul pada tab
Parameter tergantung pada model material yang dipilih (dalam kasus ini adalah
model Mohr-Coulomb).

3-9

MANUAL LATIHAN
Lihat Manual Model Material untuk penjelasan detil mengenai berbagai model tanah
dan parameter-parameternya.

Masukkan parameter model dari Tabel 3.1 pada kotak isian yang sesuai dalam
lembar-tab Parameter.

Karena model geometri tidak menggunakan antarmuka, maka lembar-tab ketiga


dapat dilewati. Klik tombol <OK> untuk menerima masukan dari kumpulan data
material ini. Kumpulan data yang telah terbentuk akan muncul dalam tree view
dalam jendela Kumpulan data material.

Klik dan seret (drag) kumpulan data Pasir dari jendela Kumpulan data
material (pilih dan tetap tekan tombol utama mouse saat bergerak) ke klaster
tanah dalam bidang gambar dan lepaskan di atasnya (lepaskan tombol utama
mouse). Perhatikan bahwa kursor akan berubah bentuk untuk mengindikasikan
apakah kumpulan data dapat diaplikasikan di lokasi tersebut atau tidak. Aplikasi
kumpulan data yang benar pada suatu klaster akan ditunjukkan dengan
perubahan warna dari klaster.

Klik tombol <OK> pada jendela Kumpulan data material untuk menutup basis
data.
Petunjuk :

PLAXIS membedakan basis data proyek dari basis data global untuk
kumpulan data material. Kumpulan data dapat saling ditukarkan dari
satu proyek ke proyek yang lain dengan menggunakan basis data
global. Kumpulan data dari seluruh pelajaran dalam model latihan ini
disimpan dalam basis data global saat proses instalasi dari program.
Untuk menyalin kumpulan data yang telah ada, klik tombol Global
>>> pada jendela Kumpulan data material. Seret kumpulan data yang
sesuai (dalam hal ini adalah Pelajaran 1 Pasir) dari tree view basis
data global ke basis data proyek dan lepaskan. Sekarang kumpulan data
global telah tersedia untuk proyek ini. Dengan cara yang serupa,
kumpulan data yang dibuat dalam basis data proyek juga dapat diseret
dan dilepaskan dalam basis data global.

Petunjuk :

Kumpulan data yang telah ada dapat diubah dengan membuka jendela
kumpulan data material, memilih kumpulan data yang ingin diubah dari
tree view dan meng-klik tombol <Edit>. Alternatif lain, jendela
kumpulan data material dapat dibuka dengan klik-ganda pada suatu
klaster dan meng-klik tombol <Ubah> di belakang kotak isian
Kumpulan material dalam jendela sifat. Sebuah kumpulan data
sekarang dapat diterapkan pada klaster tersebut dengan memilihnya
dari tree view basis data proyek dan meng-klik tombol <Terapkan>.

3-10

PLAXIS Versi 8

PENURUNAN PONDASI LINGKARAN PADA LAPISAN PASIR (PELAJARAN 1)


>

Program akan melakukan pemeriksaan kelengkapan dari parameter dari


material dan akan memberikan pesan peringatan jika ditemukan data
yang tidak lengkap.

Penyusunan jaring elemen


Setelah model geometri lengkap selesai, model (atau jaring) elemen hingga dapat
disusun. PLAXIS menyediakan prosedur penyusunan jaring elemen yang sepenuhnya
dilakukan secara otomatis, dimana geometri dari model dibagi menjadi elemen-elemen
dasar dan elemen struktural yang kompatibel, jika ada dalam geometri. Penyusunan
jaring elemen akan mengikutsertakan seluruh titik dan garis yang ada dalam model
geometri, sehingga posisi yang tepat dari seluruh lapisan, beban dan struktur ikut
diperhitungkan dalam jaring elemen hingga. Proses penyusunan didasarkan pada prinsip
triangulasi yang handal, yang mencari segitiga yang teroptimasi dan akan menghasilkan
jaring elemen yang tidak beraturan (unstructured mesh). Jaring elemen yang tidak
beraturan merupakan jaring elemen yang tidak disusun dari elemen-elemen berdasarkan
suatu pola yang teratur. Walaupun demikian, kinerja numerik dari jaring-jaring elemen
semacam ini umumnya lebih baik dibandingkan dengan jaring elemen beraturan, yang
terbentuk dari elemen-elemen dengan susunan tertentu yang beraturan. Selain
penyusunan jaring elemen itu sendiri, juga dilakukan transformasi data masukan (sifat
material, kondisi batas, kumpulan material, dan sebagainya) dari geometri model (titik,
garis dan klaster) menjadi jaring elemen hingga.
Untuk menyusun jaring elemen, ikuti langkah-langkah berikut :
Klik tombol Susun jaring elemen pada toolbar atau pilih Susun dari menu Jaring
elemen.
Setelah penyusunan jaring elemen, maka sebuah jendela baru akan terbuka
(jendela Keluaran) dimana ditunjukkan jaring elemen hingga yang terbentuk
(lihat Gambar 3.8).

Klik tombol <Perbaharui> untuk kembali ke modus masukan geometri.


Petunjuk :

Tombol <Perbaharui> harus selalu digunakan untuk kembali ke modus


masukan geometri, walaupun hasil penyusunan jaring elemen tidak
memuaskan.

3-11

MANUAL LATIHAN

Gambar 3.8 Jaring elemen hingga axi-simetri dari geometri di sekitar pondasi

Petunjuk :

>

Secara pra-pilih, tingkat Tingkat kekasaran global dari jaring elemen


telah diatur pada tingkat Kasar, yang cukup untuk digunakan pada
pendekatan pertama dari kasus-kasus pada umumnya. Pengaturan
Kekasaran global dapat diubah dalam menu Jaring elemen. Tersedia
pula pilihan untuk menghaluskan jaring elemen secara global maupun
lokal.
Pada tahap ini masukan modifikasi dari bagian-bagian geometri
ataupun penambahan obyek geometri masih dapat dilakukan. Jika
dilakukan modifikasi pada tahap ini, maka penyusunan jaring elemen
hingga harus dilakukan lagi.

Jika diperlukan, jaring elemen dapat dioptimasi dengan melakukan penghalusan secara
global maupun lokal. Penghalusan jaring elemen akan dipelajari dalam pelajaran yang
lain. Saat ini disarankan agar jaring elemen hingga yang terbentuk langsung diterima
dan digunakan.

Kondisi awal
Dengan terbentuknya jaring elemen, maka model elemen hingga telah selesai dibentuk.
Walaupun demikian, kondisi awal harus ditentukan dan dihitung terlebih dahulu
sebelum memulai perhitungan. Secara umum, kondisi awal terdiri dari kondisi awal
3-12

PLAXIS Versi 8

PENURUNAN PONDASI LINGKARAN PADA LAPISAN PASIR (PELAJARAN 1)


untuk tekanan air, konfigurasi geometri awal dan kondisi tegangan efektif awal. Lapisan
pasir dalam proyek ini berada dalam kondisi kering, sehingga tidak diperlukan untuk
memasukkan kondisi air tanah. Namun demikian, analisis memerlukan perhitungan
tegangan efektif awal yang dapat dilakukan dengan menggunakan Prosedur-K0.
Kondisi awal diatur dalam modus yang berbeda dengan program Masukan. Untuk
membentuk kondisi awal dengan benar, ikuti langkah-langkah berikut :
Klik tombol Kondisi awal pada toolbar atau pilih Kondisi awal dari menu Awal.

Pertama sebuah jendela kecil akan muncul dan menunjukkan nilai pra-pilih dari
berat isi air, yaitu sebesar 10 (kN/m3). Klik <OK> untuk menerima nilai
tersebut, dan kemudian modus kondisi air awal akan muncul. Perhatikan bahwa
toolbar dan latar belakang dari geometri telah berubah dibandingkan dengan
modus masukan geometri.

Pilihan kondisi awal terdiri dari dua buah modus yang berbeda, yaitu modus kondisi air
awal dan modus konfigurasi geometri awal. Perpindahan antara kedua modus ini
dilakukan dengan menggunakan tombol switch dalam toolbar.
Karena proyek dalam pelajaran ini tidak mengikutsertakan tekanan air, maka
lanjutkan ke modus konfigurasi geometri awal dengan meng-klik tombol sebelah
kanan dari switch (Tegangan dan konfigurasi geometri awal). Garis freatik
secara otomatis akan diletakkan pada dasar geometri.
Klik tombol Hitung tegangan awal (tanda tambah berwarna merah) pada toolbar
atau pilih Tegangan awal dari menu Hitung. Kotak dialog Prosedur-K0 akan
muncul.
Masukkan faktor pengali total untuk berat tanah, Mweight, sebesar 1.0. Hal ini
berarti bahwa berat tanah sepenuhnya akan diaplikasikan dalam perhitungan
tegangan awal. Terima nilai-nilai pra-pilih dari K0 seperti yang disarankan oleh
PLAXIS dan klik tombol <OK>.

Petunjuk :

>

Prosedur-K0 hanya boleh digunakan untuk pelapisan tanah yang


horisontal dengan permukaan tanah yang horisontal, dan jika
digunakan, dengan muka air tanah yang horisontal pula. Lihat
Lampiran A atau Manual Acuan untuk informasi lebih lanjut mengenai
Prosedur-K0.
Nilai pra-pilih dari K0 dihitung berdasarkan formula dari Jaky yang
menyatakan bahwa K0 = 1 sin . Jika nilai ini telah diubah, nilai prapilih dapat diperoleh kembali dengan memasukkan nilai negatif untuk
K0.

3-13

MANUAL LATIHAN

Gambar 3.9 Tegangan awal pada geometri di sekitar pondasi

Setelah perhitungan tegangan awal, jendela Keluaran akan muncul dan


menunjukkan tegangan-tegangan efektif yang dinyatakan dalam tegangantegangan utama (lihat Gambar 3.9).
Panjang dari garis-garis yang ditampilkan menyatakan nilai tegangan utama
secara relatif dan orientasi dari garis-garis tersebut menunjukkan arah utama.
Klik tombol <Perbaharui> untuk kembali ke modus konfigurasi geometri awal.
di dalam program Masukan.
Setelah perhitungan tegangan awal, maka tahap perhitungan dapat dimulai.
Setelah meng-klik tombol <Perhitungan>, pengguna akan diminta untuk
menyimpan data dalam hard disk. Klik tombol <Ya>. Jendela permintaan berkas
akan muncul. Masukkan nama berkas yang diinginkan dan klik tombol
<Simpan>.

3.2.2

MELAKUKAN PERHITUNGAN

Setelah meng-klik tombol <Hitung> dan menyimpan data masukan, program masukan
akan tertutup dan program Perhitungan akan berjalan. Program Perhitungan dapat
digunakan untuk mendefinisikan dan mengeksekusi tahap-tahap perhitungan. Program
ini juga dapat digunakan untuk memilih tahapan perhitungan dimana keluaran dari
program ingin ditampilkan.

3-14

PLAXIS Versi 8

PENURUNAN PONDASI LINGKARAN PADA LAPISAN PASIR (PELAJARAN 1)

Gambar 3.10 Jendela Perhitungan dengan lembar-tab Umum


Jendela Perhitungan memuat sebuah menu, sebuah toolbar, satu kumpulan lembar-tab
dan sebuah daftar dari tahapan-tahapan perhitungan, seperti ditunjukkan pada Gambar
3.10.
Lembar-tab (Umum, Parameter dan Pengali) digunakan untuk mendefinisikan suatu
tahapan perhitungan. Tahapan perhitungan ini dapat berupa suatu pembebanan, tahapan
konstruksi, tahapan konsolidasi atau analisis keamanan. Untuk setiap proyek dapat
didefinisikan berbagai tahapan perhitungan. Seluruh tahapan perhitungan yang telah
didefinisikan akan muncul dalam daftar di bagian bawah jendela. Lembar-tab Tampilan
dapat digunakan untuk menunjukkan kondisi aktual dari geometri. Tampilan hanya
tersedia setelah perhitungan dilakukan pada tahapan tersebut.
Jika program Perhitungan dijalankan langsung setelah masukan telah selesai dilakukan
untuk suatu proyek baru, sebuah tahap perhitungan pertama akan disisipkan secara
otomatis. Untuk melakukan simulasi penurunan dari pondasi dalam analisis ini,
diperlukan sebuah tahap perhitungan plastis. PLAXIS mempunyai sebuah prosedur yang
mudah digunakan untuk menerapkan peningkatan beban secara otomatis, yang disebut
sebagai Peningkatan Beban. Prosedur ini dapat digunakan hampir pada seluruh aplikasi
praktis. Dalam perhitungan plastis, perpindahan tertentu diaktifkan untuk memodelkan
penurunan pondasi. Untuk mendefinisikan tahap perhitungan, ikuti langkah-langkah
berikut :

Dalam kotak Nomor/ID tuliskan (opsional) nama yang sesuai untuk tahap
perhitungan ini (misalnya Penurunan) dan pilih tahapan perhitungan sebelum

3-15

MANUAL LATIHAN
tahapan ini dimulai (dalam kasus ini perhitungan hanya dapat dimulai dari tahap
0 - Tahap awal).

Masih dalam lembar-tab Umum, pilih Plastis dari kotak Jenis perhitungan dalam
combo box.

Klik tombol <Parameter> atau klik pada tab Parameter.

Gambar 3.11 Jendela Perhitungan dengan lembar-tab Parameter

Lembar-tab Parameter memuat parameter-parameter untuk mengatur


perhitungan, seperti ditunjukkan dalam Gambar 3.11. Biarkan nilai pra-pilih
untuk maksimum yang dikehendaki dari Langkah tambahan (250) dan pilih
Pengaturan standar dari kotak Prosedur iterasi. Lihat Manual Acuan untuk
informasi lebih lanjut mengenai parameter pengatur perhitungan.

Dari kotak Masukan pembebanan, pilih Tahapan konstruksi.

Klik tombol <Tentukan>.

Jendela Tahapan konstruksi akan muncul dan menampilkan konfigurasi


geometri yang aktif saat ini. Pilih perpindahan tertentu dengan klik-ganda pada
garis di bagian atas geometri dimana perpindahan tertentu berada. Sebuah kotak
dialog akan muncul.

3-16

PLAXIS Versi 8

PENURUNAN PONDASI LINGKARAN PADA LAPISAN PASIR (PELAJARAN 1)

Gambar 3.12 Kotak dialog Perpindahan tertentu dalam jendela Tahapan konstruksi

Dalam kotak dialog Perpindahan tertentu, besar dan arah dari perpindahan
tertentu dapat ditetapkan, seperti ditunjukkan pada Gambar 3.12. Pada kasus ini
masukkan nilai Y sebesar -0.1 pada kedua kotak isian, yang menyatakan
perpindahan yang merata sebesar 0.1 m ke arah bawah. Seluruh nilai X bernilai
nol. Klik <OK>.

Klik tombol <Perbaharui> untuk kembali ke lembar-tab Parameter pada jendela


perhitungan.

Definisi dari perhitungan sekarang telah lengkap. Sebelum memulai perhitungan


pertama disarankan untuk memilih titik-titik nodal atau titik-titik tegangan untuk
penggambaran kurva beban-perpindahan atau kurva tegangan-regangan kelak. Untuk
melakukan hal ini lakukan langkah-langkah berikut :
Klik tombol Pilih titik untuk kurva pada toolbar. Sebuah jendela akan terbuka
dan menampilkan seluruh titik nodal yang berada dalam model elemen hingga.

Pilih titik nodal pada sudut kiri atas. Titik nodal yang telah terpilih akan
diindikasikan dengan A. Klik tombol <Perbaharui> untuk kembali ke jendela
Perhitungan.

Dalam jendela Perhitungan, klik tombol <Hitung>. Hal ini akan memulai proses
perhitungan. Seluruh tahapan perhitungan yang dipilih untuk dieksekusi,
diindikasikan oleh anak panah berwarna biru () (hanya ada satu tahapan
3-17

MANUAL LATIHAN
perhitungan dalam kasus ini), secara prinsip akan dieksekusi sesuai dengan
urutan yang diatur oleh parameter Mulai dari tahap.

Gambar 3.13 Jendela informasi perhitungan

Petunjuk :

Tombol <Hitung> hanya akan muncul jika tahapan perhitungan yang


akan dieksekusi dipilih dari daftar tahapan perhitungan.

Selama proses perhitungan berlangsung, sebuah jendela akan muncul dan menunjukkan
informasi mengenai kemajuan dari tahap perhitungan aktual (lihat Gambar 3.13).
Informasi tersebut yang selalu diperbaharui tiap saat, meliputi kurva beban-perpindahan,
tingkat beban dari sistem (sesuai faktor pengali total) dan tingkat kemajuan dari proses
iterasi (jumlah iterasi, kesalahan global, titik plastis, dan lain-lain). Lihat Manual Acuan
untuk informasi lebih lanjut tentang jendela informasi perhitungan.
Setelah perhitungan selesai, daftar tahap perhitungan akan diperbaharui dan sebuah
pesan akan muncul dalam kotak memo Informasi perhitungan. Kotak memo Informasi
perhitungan menunjukkan apakah proses perhitungan telah selesai dilakukan.
Perhitungan ini seharusnya akan memberikan pesan Kondisi batas yang ditentukan
sepenuhnya tercapai.
Untuk memeriksa apakah beban yang diberikan telah menghasilkan perpindahan tertentu
sebesar 0.1 m, klik pada lembar-tab Pengali dan pilih Nilai yang dicapai. Selain nilai
yang dicapai dari faktor-faktor pengali dalam dua buah kolom yang telah ada, informasi

3-18

PLAXIS Versi 8

PENURUNAN PONDASI LINGKARAN PADA LAPISAN PASIR (PELAJARAN 1)


tambahan ditampilkan di bagian kiri dari jendela. Untuk kasus ini nilai Gaya-Y
merupakan nilai yang penting. Nilai ini menyatakan gaya reaksi total akibat perpindahan
vertikal tertentu yang diberikan, yang merupakan gaya yang bekerja pada pondasi
sebesar 1.0 radian (perhatikan bahwa analisis adalah axi-simetri). Untuk memperoleh
gaya total dari pondasi, nilai Gaya-Y harus dikalikan dengan 2 (akan memberikan nilai
sekitar 1100 kN).
Petunjuk :
>

>

3.2.3

Tahapan perhitungan dapat ditambahkan, disisipkan atau dihapus


dengan menggunakan tombol <Berikutnya>, <Sisipkan> dan <Hapus>
yang berada di bagian tengah dari jendela Perhitungan.
Periksa daftar tahapan perhitungan dengan seksama setelah tiap
eksekusi dari tahapan-tahapan perhitungan. Perhitungan yang telah
berhasil dilakukan akan diindikasikan oleh tanda () berwarna hijau,
sedangkan perhitungan yang gagal dilakukan akan diindikasikan oleh
sebuah tanda silang () berwarna merah. Tahapan-tahapan perhitungan
yang dipilih untuk dieksekusi diindikasikan oleh anak panah ()
berwarna biru.
Jika suatu tahapan perhitungan yang dipilih memiliki indikator berupa
tanda check berwarna hijau atau tanda silang berwarna merah, toolbar
akan menampilkan tombol <Keluaran>, yang memberikan akses
langsung untuk menjalankan program Keluaran. Jika tahapan
perhitungan yang dipilih diindikasikan oleh anak panah berwarna biru,
maka toolbar akan menampilkan tombol <Hitung>.

MENAMPILKAN HASIL KELUARAN

Setelah perhitungan telah selesai dilakukan, hasilnya dapat dievaluasi dalam program
Keluaran. Dalam jendela Keluaran dapat dilihat perpindahan dan tegangan-tegangan
yang terjadi di seluruh geometri maupun pada potongan-potongan tertentu serta pada
elemen-elemen struktural, jika memang digunakan.
Hasil komputasi juga dapat dilihat dalam bentuk tabel. Untuk melihat hasil dari analisis
pondasi ini, ikuti langkah-langkah berikut :

Klik tahapan perhitungan terakhir dalam jendela Perhitungan. Kemudian klik


tombol <Keluaran> pada toolbar. Program Keluaran akan mulai dijalankan dan
menampilkan jaring elemen terdeformasi (yang telah diskalakan agar deformasi
yang terjadi dapat terlihat dengan mudah) pada akhir dari tahapan perhitungan
yang dipilih tersebut, dan nilai maksimum dari perpindahan yang terjadi (lihat
Gambar 3.14).

Pilih Perpindahan total dari menu Deformasi. Tampilan akan menunjukkan


perpindahan total dari setiap titik nodal dalam bentuk anak panah, dimana
panjang tiap anak panah menyatakan besarannya secara relatif.

3-19

MANUAL LATIHAN

Gambar 3.14 Jaring elemen terdeformasi

Combo box pada toolbar saat ini akan menunjukkan Anak panah. Pilih Warna
dari combo box ini. Tampilan akan menunjukkan perpindahan total yang terjadi
dalam bentuk gradasi warna. Sebuah indeks akan muncul dengan nilai
perpindahan untuk setiap batas warna.

Pilih Garis kontur dari combo box pada toolbar. Tampilan dari perpindahan total
akan berupa garis-garis kontur dengan label tertentu pada tiap garis konturnya.
Sebuah indeks akan muncul dengan nilai perpindahan untuk setiap label.

Pilih Tegangan efektif dari menu Tegangan. Tampilan akan menunjukkan


tegangan-tegangan efektif dalam bentuk tegangan utama, dengan indikator yang
menunjukkan arah dan besaran relatifnya (lihat Gambar 3.15).
Petunjuk :

3-20

Selain perpindahan total, dari menu Deformasi juga dapat dipilih


tampilan berupa Peningkatan perpindahan. Peningkatan perpindahan
adalah perpindahan yang terjadi dalam suatu tahapan perhitungan
tertentu (dalam kasus ini adalah tahapan terakhir). Peningkatan
perpindahan dapat berguna untuk melihat visualisasi mekanisme
keruntuhan pada suatu saat tertentu.

PLAXIS Versi 8

PENURUNAN PONDASI LINGKARAN PADA LAPISAN PASIR (PELAJARAN 1)


Petunjuk :

Tampilan dari tegangan dan perpindahan dapat dikombinasikan dengan


fitur-fitur yang berhubungan dengan geometri, yang tersedia dalam
menu Geometri.

Gambar 3.15 Tegangan-tegangan utama


Klik tombol Tabel pada toolbar. Sebuah jendela baru berisi tabel akan muncul
dan menunjukkan nilai-nilai dari tegangan Cartesius pada setiap titik tegangan
dari seluruh elemen.
3.3

KASUS B : PONDASI FLEKSIBEL

Proyek akan dimodifikasi untuk memodelkan pondasi sebagai sebuah pelat yang
fleksibel. Pemodelan ini memungkinkan perhitungan gaya-gaya struktural yang terjadi
pada pondasi. Geometri yang digunakan pada latihan ini adalah sama dengan geometri
pada latihan sebelumnya, kecuali adanya elemen tambahan yang digunakan untuk
memodelkan pondasi. Perhitungan akan dilakukan berdasarkan beban yang diberikan,
dan bukan berdasarkan pada perpindahan tertentu yang diberikan. Tidak diperlukan
untuk membuat model yang baru; Anda dapat memulainya dari model sebelumnya,
memodifikasi dan menyimpannya dengan nama yang yang lain. Untuk melakukan hal
ini ikuti langkah-langkah berikut :

Mengubah geometri
Klik tombol Jalankan program Masukan di bagian kiri toolbar.

3-21

MANUAL LATIHAN

Pilih berkas sebelumnya (Pelajaran1 atau nama apapun yang telah diberikan)
dari jendela Buat/Buka proyek.

Pilih Simpan sebagai dari menu Berkas. Masukkan nama yang belum ada untuk
berkas proyek ini dan klik tombol <Simpan>.

Pilih garis geometri dimana perpindahan tertentu berada dan tekan tombol
<Del> pada papan ketik. Pilih Perpindahan tertentu dari jendela Pilih sifat untuk
dihapus dan klik tombol <Hapus>.
Klik tombol Pelat pada toolbar.

Gerakkan ke posisi (0.0; 4.0) dan tekan tombol utama (tombol kiri) mouse.

Gerakkan ke posisi (1.0; 4.0) dan tekan tombol utama mouse, diikuti penekanan
tombol sekunder (tombol kanan) dari mouse untuk mengakhiri penggambaran.
Sebuah pelat akan terbentuk dari titik 3 ke titik 4 yang memodelkan pondasi
fleksibel.

Mengubah kondisi batas


Klik tombol Beban merata - sistem beban A pada toolbar.

Klik pada titik (0.0; 4.0) dan kemudian pada titik (1.0; 4.0)

Klik tombol sekunder (tombol kanan) mouse untuk mengakhiri masukan beban
merata. Terima nilai pra-pilih untuk beban merata (1.0 kN/m2 tegak lurus
terhadap kondisi batas). Nilai masukan ini kelak akan diubah ke nilai
sesungguhnya saat beban diaktifkan.

Menambahkan sifat material untuk pondasi


Klik tombol Kumpulan data material.

Pilih Pelat dari combo box Jenis kumpulan data dalam jendela Kumpulan data
material.

Klik tombol <Baru>. Sebuah jendela baru akan muncul dimana sifat dari
pondasi dapat dimasukkan.

Ketik Pondasi dalam kotak Identifikasi dan pilih jenis material Elastis.

Masukkan sifat seperti yang diberikan dalam Tabel 3.2.

Klik tombol <OK>. Sebuah kumpulan data baru akan muncul dalam tree view
dari jendela Kumpulan data material.

Seret kumpulan data Pondasi ke bidang gambar dan lepaskan pada garis
pondasi. Perhatikan bahwa bentuk kursor akan berubah untuk menyatakan

3-22

PLAXIS Versi 8

PENURUNAN PONDASI LINGKARAN PADA LAPISAN PASIR (PELAJARAN 1)


bahwa kumpulan data material dapat diaplikasikan pada garis geometri yang
memodelkan pondasi tersebut.

Tutup basis data dengan meng-klik tombol <OK>.

Tabel 3.2 Sifat-sifat material untuk pondasi


Parameter
Kekakuan normal
Kekakuan lentur
Tebal ekivalen
Berat
Angka Poisson

Nama
EA
EI
d
w

Nilai
5106
8500
0.143
0.0
0.0

Satuan
kN/m
kNm2/m
m
kN/m/m
-

Petunjuk :

Jika tampilan jendela Kumpulan data material menutupi gambar


pondasi, pindahkan jendela tersebut ke posisi lain sehingga pondasi
dapat terlihat dengan jelas.

Petunjuk :

Tebal ekivalen dihitung oleh PLAXIS secara otomatis dari nilai EA dan
EI. Nilai ini tidak dapat dimasukkan secara manual.

Menyusun jaring elemen


Klik tombol Susun jaring elemen untuk menyusun jaring elemen hingga. Sebuah
pesan akan muncul, memberikan informasi bahwa tekanan air pori dan tegangan
awal harus dihitung ulang setelah penyusunan ulang dari jaring elemen. Tekan
tombol <OK>.

Setelah jaring elemen ditampilkan, klik tombol <Perbaharui>.


Petunjuk :

Penyusunan ulang dari jaring elemen akan menyebabkan distribusi


ulang dari titik-titik nodal dan titik-titik tegangan. Pada umumnya,
kondisi tegangan yang telah terbentuk sebelumnya tidak akan sesuai
dengan posisi titik-titik tegangan yang baru. Karena itu penting untuk
menghitung kembali tekanan air awal dan tegangan awal dari tanah
setelah penyusunan ulang dari jaring elemen.

Kondisi awal
Setelah kembali dalam modus Masukan geometri, klik tombol <Kondisi awal>.

3-23

MANUAL LATIHAN
Karena proyek ini tidak melibatkan tekanan air pori, lanjutkan ke modus
Konfigurasi geometri awal dengan meng-klik tombol kanan dari switch pada
toolbar.
Klik tombol Hitung tegangan awal, kemudian kotak dialog Prosedur-K0 akan
muncul.

Biarkan Mweight = 1.0 dan terima nilai pra-pilih untuk K0 pada klaster tunggal
tersebut.

Klik tombol <OK> untuk menghitung tegangan awal.

Setelah tegangan-tegangan tanah yang terbentuk ditampilkan, klik tombol


<Perbaharui>.

Klik tombol <Hitung> dan konfirmasikan penyimpanan proyek ini.

Perhitungan

Dalam lembar-tab Umum, pilih Jenis perhitungan : Plastis.

Masukkan nama yang sesuai untuk identifikasi tahapan ini dan terima 0 - Tahap
awal sebagai tahapan sebelumnya.

Dalam lembar-tab Parameter, pilih Tahapan konstruksi dan klik tombol


<Tentukan>.

Tampilan dari geometri yang aktif akan muncul. Klik pada garis beban untuk
mengaktifkannya. Kotak dialog Pilih akan muncul. Aktifkan komponen pelat
dan beban dengan meng-klik check box di sebelah kiri pilihan.

Saat elemen beban dipilih, klik tombol <Ubah> pada bagian bawah kotak dialog.
Kotak dialog untuk Beban merata - sistem beban A akan muncul untuk mengatur
pembebanan. Masukkan nilai-Y sebesar -350 kN/m2 untuk kedua titik geometri.
Perhatikan bahwa nilai ini akan menghasilkan beban total sebesar kurang-lebih
sama dengan gaya pondasi yang diperoleh dari bagian pertama pelajaran ini.

(350 kN/m2 (1.0)2 1100 kN).

Tutup kotak-kotak dialog dan tekan <Perbaharui>.


Periksa titik-titik nodal dan titik-titik tegangan untuk kurva beban-perpindahan,
untuk melihat apakah titik-titik yang diinginkan tetap terpilih (jaring elemen
telah disusun ulang sehingga titik-titik nodal mungkin telah berubah!). Titik
nodal di bagian kiri atas harus dipilih.

3-24

Periksa apakah tahapan perhitungan yang akan dieksekusi telah ditandai dengan
anak panah berwarna biru. Jika belum, klik-ganda pada tahapan perhitungan atau
klik-kanan dan pilih Tandai perhitungan dari menu pop-up. Klik tombol
<Hitung> untuk memulai perhitungan.

PLAXIS Versi 8

PENURUNAN PONDASI LINGKARAN PADA LAPISAN PASIR (PELAJARAN 1)

Menampilkan hasil

Setelah perhitungan selesai, hasil dari langkah perhitungan terakhir dapat


ditampilkan dengan meng-klik tombol <Keluaran>. Pilih tampilan yang
diinginkan. Perpindahan dan tegangan seharusnya serupa dengan yang diperoleh
dari bagian pertama latihan ini.

Klik-ganda pada (garis) pondasi. Sebuah jendela baru akan muncul dimana
perpindahan atau momen lentur dari pondasi dapat ditampilkan (tergantung pada
jenis tampilan pada jendela sebelumnya).

Perhatikan bahwa menu telah berubah. Pilih jenis gaya yang diinginkan dalam
menu Gaya untuk menampilkan jenis gaya yang bekerja pada pondasi.
Petunjuk :

Beberapa (sub-)jendela dapat dibuka secara bersamaan dalam program


Keluaran. Semua jendela akan muncul dalam daftar pada menu
Jendela. PLAXIS mengikuti standar Windows untuk menampilkan subjendela (Cascade, Tile, Minimize, Maximize, dan sebagainya). Lihat
pedoman Windows untuk penjelasan mengenai standar tampilan ini.

Menggambarkan kurva beban-perpindahan


Selain hasil dari langkah perhitungan terakhir, tampilan berupa kurva bebanperpindahan seringkali juga berguna. Karena itu program keempat dalam paket program
PLAXIS akan digunakan. Untuk menggambarkan kurva beban-perpindahan seperti
ditunjukkan pada Gambar 3.17, ikuti langkah-langkah berikut :
Klik tombol Jalankan program Kurva pada toolbar. Hal ini akan memulai
menjalankan program Kurva.

Pilih Diagram baru dari kotak dialog Buat/Buka proyek.

Pilih nama berkas dari proyek pondasi yang terakhir dan klik tombol <Buka>.

Jendela Penggambaran kurva akan muncul, terdiri dari dua buah kolom (Sumbu-X dan
Sumbu-Y), dengan beberapa radio button dan dua buah combo box pada tiap kolom.
Kombinasi pilihan dari tiap sumbu menentukan jenis kurva yang akan digambarkan.

Untuk Sumbu-X pilih Perpindahan pada radio button, dari combo box Titik pilih
A (0.00 / 4.00) dan dari combo box Jenis pilih Uy. Pilih juga Balik tanda pada
check box. Karena itu nilai yang akan digambarkan pada sumbu-x adalah
perpindahan vertikal dari titik A (yaitu pusat dari pondasi).

Untuk Sumbu-Y pilih Pengali dari radio button dan pilih Mstage dari combo
box Jenis. Maka, nilai yang akan digambarkan pada sumbu-y adalah jumlah
perubahan yang telah diaplikasikan. Karena itu nilai tersebut akan bergerak dari
0 ke 1, yang berarti bahwa 100% dari beban yang diberikan (350 kN/m2) telah
diaplikasikan dan kondisi batas yang ditentukan telah sepenuhnya tercapai.

3-25

MANUAL LATIHAN

Gambar 3.16 Jendela penggambaran kurva

Klik tombol <OK> untuk menerima masukan yang diberikan di atas dan
menggambarkan kurva beban-perpindahan. Kurva seperti pada Gambar 3.17
akan ditampilkan dalam jendela Kurva.
Petunjuk :

Jendela Pengaturan kurva juga dapat digunakan untuk memodifikasi


atribut atau tampilan dari kurva.

Petunjuk :

Untuk masuk kembali ke jendela Penggambaran kurva (misalnya jika


terjadi kesalahan, diinginkan penggambaran kembali atau modifikasi)
Anda dapat meng-klik tombol Pengaturan kurva pada toolbar. Jendela
Pengaturan kurva akan muncul, dimana Anda harus menekan tombol
<Gambaran ulang>. Alternatif lain adalah dengan membuka jendela
Pengaturan kurva dengan memilih Kurva dari menu Format.
Jendela Pengaturan diagram dapat digunakan untuk memodifikasi
pengaturan dari diagram. Jendela ini dapat dibuka dengan meng-klik
Pengaturan diagram pada toolbar atau dengan memilih Diagram dari
menu Format.

>

3-26

PLAXIS Versi 8

PENURUNAN PONDASI LINGKARAN PADA LAPISAN PASIR (PELAJARAN 1)

Gambar 3.17 Kurva beban-perpindahan untuk pondasi

Perbandingan antara Kasus A dan Kasus B


Saat membandingkan hasil perhitungan yang diperoleh dari Kasus A dan Kasus B, dapat
dilihat bahwa pondasi pada Kasus B, untuk beban maksimum yang sama sebesar
1100 kN, menghasilkan deformasi yang lebih besar dibandingkan dengan Kasus A. Hal
ini disebabkan karena pada kasus B jaring elemen yang terbentuk lebih halus akibat
adanya elemen pelat (Secara pra-pilih, PLAXIS akan membentuk elemen tanah yang
lebih kecil pada bidang kontak dengan elemen pelat). Pada umumnya, geometri dengan
jaring elemen yang kasar tidak dapat menerima kelenturan yang cukup, sehingga akan
menghasilkan deformasi yang lebih kecil. Pengaruh kekasaran jaring elemen dalam hasil
komputasi akan lebih berpengaruh pada model axi-simetri. Namun, jika jaring elemen
yang digunakan sama, maka hasil komputasi dari kedua jenis model tidak akan jauh
berbeda.

3-27

MANUAL LATIHAN

3-28

PLAXIS Versi 8

KONSTRUKSI GALIAN DI BAWAH MUKA AIR (PELAJARAN 2)


4

KONSTRUKSI GALIAN DI BAWAH MUKA AIR (PELAJARAN 2)

Pelajaran ini memberikan ilustrasi mengenai penggunaan PLAXIS untuk melakukan


analisis konstruksi galian yang berada di bawah elevasi muka air tanah. Hampir semua
fitur program yang digunakan dalam Pelajaran 1 akan digunakan kembali disini. Selain
itu, beberapa fitur baru akan digunakan, seperti penggunaan antarmuka dan elemen
jangkar, perhitungan tekanan air pori dan penggunaan beberapa tahapan perhitungan
sekaligus. Fitur-fitur baru akan dibahas secara mendetil, sedangkan fitur yang telah
dibahas dalam Pelajaran 1 tidak akan dibahas secara mendetil lagi. Karena itu
disarankan agar Pelajaran 1 telah diselesaikan terlebih dahulu sebelum melanjutkan
dengan latihan ini.
Latihan ini membahas tentang suatu konstruksi galian yang dilakukan di dekat sungai.
Penggalian dilakukan untuk melakukan konstruksi suatu terowongan berupa
pemasangan segmen-segmen terowongan yang telah difabrikasi sebelumnya. Penggalian
akan selebar 30 m dan kedalaman akhir adalah 20 m. Terowongan tersebut memanjang
dalam arah longitudinal pada jarak yang cukup panjang, sehingga model regangan
bidang dapat digunakan. Sisi-sisi galian didukung oleh dinding-dinding diafragma
sedalam 30 m, yang didukung oleh penyangga horisontal setiap interval 5.0 m. Beban
permukaan yang bekerja sepanjang galian juga diperhitungkan. Beban bekerja mulai
dari jarak 2.0 m hingga 7.0 m dari dinding diafragma sebesar 5 kN/m2/m.
Lapisan tanah atas setebal 20 m merupakan tanah lempung lunak, yang dimodelkan
sebagai lapisan lempung yang homogen. Dibawah lapisan lempung ini terdapat lapisan
pasir yang lebih padat hingga kedalaman yang cukup dalam.
23

5 kN/m2/m

5
Penyangga
horisontal

23

5 kN/m2/m

1
19

Lempung

akan digali

Lempung

10
Pasir

Dinding diafragma

10

Gambar 4.1 Model geometri dari situasi galian di bawah elevasi muka air
Batas bawah dari model yang akan dianalisis diambil sebesar 40 m dari permukaan
tanah. Karena geometri adalah simetris, maka analisis akan dilakukan hanya pada
setengah (sisi kiri) bagian saja dari geometri. Proses galian disimulasikan dalam tiga
4-1

MANUAL LATIHAN
buah tahapan yang berbeda. Dinding diafragma dimodelkan sebagai pelat, sama dengan
yang digunakan untuk memodelkan pondasi pada pelajaran sebelumnya. Interaksi antara
dinding dan tanah dimodelkan pada kedua sisi dari dinding dengan menggunakan
antarmuka. Antarmuka memungkinkan adanya reduksi dari gesekan dinding terhadap
gesekan pada tanah. Penyangga horisontal dimodelkan oleh sebuah elemen pegas
dimana kekakuan normal merupakan parameter masukan yang diperlukan.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai obyek-obyek baru ini, lihat Manual Acuan.
4.1

GEOMETRI

Untuk membuat model geometri, ikuti langkah-langkah berikut :

Pengaturan global

Mulailah program Masukan dan pilih Proyek baru dalam kotak dialog
Buat/Buka proyek.

Dalam lembar-tab Proyek dari jendela Pengaturan global, masukkan judul yang
sesuai, pastikan agar Model dipilih pada Regangan bidang dan Elemen dipilih
pada 15 titik nodal.

Dalam lembar-tab Dimensi, terima satuan pra-pilih (Panjang = m; Gaya = kN;


Waktu = hari) dan masukkan dimensi horisontal (Kiri, Kanan) masing-masing
0.0 dan 45.0 serta masukkan dimensi vertikal (Bawah, Atas) masing-masing 0.0
dan 40.0. Terima nilai pra-pilih untuk spasi grid (Spasi = 1 m dan Jumlah
interval = 1).

Klik tombol <OK> yang akan diikuti dengan munculnya lembar kerja.

Kontur geometri, lapisan dan struktur


Kontur geometri : Pilih Garis geometri dari toolbar (secara otomatis hal ini
seharusnya telah dipilih untuk proyek yang baru). Gerakkan kursor ke pusat
koordinat (0.0; 0.0) dan klik-kiri atau tombol utama mouse. Gerakkan kursor
sejauh 45 m ke kanan (45.0; 0.0) dan klik. Gerakkan kursor sejauh 40 m ke atas
(45.0; 40.0) dan klik. Gerakkan kursor sejauh 45 m ke kiri (0.0; 40.0) dan klik.
Terakhir, gerakkan kembali ke pusat koordinat (0.0; 0.0) dan klik kembali.
Sebuah klaster akan terdeteksi. Klik-kanan untuk mengakhiri penggambaran.

Pemisahan antara dua buah lapisan tanah : Tombol Garis geometri masih dalam
keadaan aktif. Gerakkan kursor ke posisi (0.0; 20.0) dan klik pada garis vertikal
yang telah ada. Sebuah titik (4) akan terbentuk. Gerakkan kursor ke posisi (45.0;
20.0) dan klik pada garis vertikal yang telah ada. Sebuah titik yang lain (5) akan
terbentuk dan sekarang terdeteksi dua buah klaster.
Dinding diafragma : Pilih tombol Pelat dari toolbar. Gerakkan kursor ke posisi
(30.0; 40.0) pada garis horisontal atas dan klik.Gerakkan 30 m ke bawah (30.0;

4-2

PLAXIS Versi 8

KONSTRUKSI GALIAN DI BAWAH MUKA AIR (PELAJARAN 2)


10.0) dan klik. Selain titik yang berada pada kaki dinding, akan terbentuk titik
lain pada perpotongan dengan garis horisontal yang berada di tengah (garis
pemisah lapisan). Klik-kanan pada mouse untuk mengakhiri penggambaran.
Pemisah tahapan penggalian : Pilih tombol Garis geometri kembali. Gerakkan
kursor ke posisi (30.0; 38.0) yang berada pada dinding dan klik. Gerakkan
kursor 15 m ke kanan ke posisi (45.0; 38.0) dan klik kembali. Klik-kanan untuk
mengakhiri penggambaran galian tahap pertama. Sekarang gerakkan kursor ke
posisi (30.0; 30.0) dan klik. Gerakkan ke (45.0; 30.0) dan klik kembali. Klikkanan untuk mengakhiri penggambaran galian tahap kedua.
Petunjuk :

>

>

>

Dalam modus masukan geometri tidak diharuskan untuk memilih


tombol pada toolbar secara berurutan dari kiri ke kanan. Dalam kasus
ini, akan lebih mudah dan cepat untuk menggambarkan dinding
terlebih dahulu dan diikuti pemisah untuk tahapan penggalian dengan
menggunakan Garis geometri.
Saat membentuk suatu titik yang berada sangat dekat dengan suatu
garis, titik tersebut umumnya akan dimasukkan (snapped) pada garis,
karena prosedur penyusunan jaring elemen tidak dapat menangani titiktitik atau garis-garis yang berada pada jarak yang sangat dekat.
Prosedur ini juga menyederhanakan masukan berupa titik yang
memang akan diletakkan tepat pada suatu garis yang telah ada.
Jika secara tidak sengaja suatu titik yang semula diinginkan berada
pada suatu garis atau titik tertentu terbentuk pada posisi yang salah,
titik ini dapat diseret (dragged) dan dimasukkan (snapped) pada titik
atau garis yang telah ada dengan sebelumnya mengaktifkan Pilih.
Pada umumnya, hanya sebuah titik saja yang dapat berada pada suatu
koordinat tertentu dan hanya sebuah garis saja yang dapat berada
diantara dua buah titik. Titik-titik atau garis-garis yang berhimpit
secara otomatis akan direduksi menjadi sebuah titik atau sebuah garis
saja. Prosedur menyeret titik-titik ke titik yang telah ada dapat
digunakan untuk menghilangkan titik-titik (dan garis-garis) yang
berlebihan (redundan).

Antarmuka : Klik tombol Antarmuka pada toolbar atau dengan memilih


Antarmuka dari menu Geometri. Bentuk kursor akan berubah menjadi tanda
silang dengan anak panah pada tiap kuadran. Anak panah tersebut menunjukkan
sisi dimana antarmuka akan dibentuk saat kursor digerakkan pada arah tertentu.

Gerakkan kursor (pusat dari tanda silang menyatakan posisi kursor) ke posisi
puncak dari dinding (30.0; 40.0) dan klik. Gerakkan ke dasar dinding (30.0;
10.0) dan klik kembali. Sesuai dengan posisi dari anak panah ke bawah pada
kursor, maka antarmuka akan dibentuk pada sisi kiri dari dinding. Serupa
dengan hal tersebut, anak panah ke atas berada pada posisi di sebelah kanan
dari kursor, sehingga saat bergerak ke atas ke puncak dinding dan meng-klik
mouse kembali, antarmuka akan terbentuk di sisi kanan dinding. Gerakkan
4-3

MANUAL LATIHAN
kembali ke (30.0; 40.0) dan klik sekali lagi. Klik-kanan untuk mengakhiri
penggambaran.
Petunjuk :

Pemilihan elemen antarmuka dapat dilakukan dengan memilih garis


geometri yang bersangkutan dan kemudian memilih antarmuka (positif
atau negatif) dari kotak dialog Pilih.

Petunjuk :

Elemen antarmuka diindikasikan sebagai garis terputus-putus


sepanjang garis geometri. Untuk membedakan antarmuka pada tiap sisi
suatu garis geometri, maka ditambahkan tanda positif (+) atau tanda
negatif (-). Tanda ini tidak mempunyai relevansi secara fisik maupun
pengaruh pada hasil perhitungan.

Penyangga horisontal (strut) : Klik tombol Jangkar ujung tetap pada toolbar
atau pilih Jangkar ujung tetap dari menu Geometri. Gerakkan kursor ke posisi
1.0 m di bawah titik 6 yaitu pada posisi (30.0; 39.0) dan klik-kiri. Sebuah
jendela sifat akan muncul dimana sudut orientasi dan panjang ekivalen dari
jangkar dapat dimasukkan. Masukkan Panjang ekivalen sebesar 15 m (setengah
dari lebar galian) dan klik tombol <OK> (sudut orientasi tetap 0).
Petunjuk :

>

Sebuah jangkar ujung tetap ditampilkan sebagai huruf T yang diputar


dengan ukuran tertentu. Obyek ini sebenarnya merupakan sebuah pegas
yang salah satu ujungnya dihubungkan pada jaring elemen dan ujung
yang lain adalah tetap (fixed). Sudut orientasi dan panjang ekivalen dari
jangkar harus dimasukkan langsung pada jendela sifat. Panjang
ekivalen adalah jarak antara titik hubung dan posisi titik yang berada
pada arah batang jangkar dimana perpindahannya adalah nol. Secara
pra-pilih, panjang ekivalen adalah 1.0 satuan dan sudut adalah nol
derajat. (yaitu titik jangkar berada pada arah x positif).
Klik di tengah batang pada simbol T akan memilih jangkar ujung
tetap tersebut.

Beban permukaan : Klik pada Beban merata - sistem beban A. Gerakkan kursor
ke posisi (23.0; 40.0) dan klik. Gerakkan kursor 5 m ke kanan ke posisi (28.0;
40.0) dan klik kembali. Klik kanan untuk mengakhiri penggambaran. Klik
tombol Pilih, klik-ganda pada beban merata dan pilih Beban merata (Sistem A)
dari daftar yang tersedia. Masukkan Nilai-Y sebesar -5 kN/m2.

Kondisi batas
Untuk membentuk kondisi batas, klik tombol Jepit standar pada toolbar.
Program kemudian akan membentuk jepit penuh pada bagian dasar dan jepit rol
4-4

PLAXIS Versi 8

KONSTRUKSI GALIAN DI BAWAH MUKA AIR (PELAJARAN 2)


pada sisi-sisi vertikal. Kondisi-kondisi batas pada kasus ini sesuai untuk
memodelkan kondisi simetris pada sisi kanan batas (garis tengah dari galian).
Model geometri sejauh ini ditunjukkan dalam Gambar 4.2.

Gambar 4.2 Model geometri dalam jendela Masukan

Sifat-sifat material
Setelah memasukkan kondisi batas, sifat material untuk klaster-klaster tanah dan obyek
geometri lainnya harus dimasukkan dalam kumpulan data. Sifat dari antarmuka
termasuk dalam kumpulan data untuk tanah (kumpulan data material Tanah &
Antarmuka). Dua buah kumpulan data perlu dibuat, satu untuk lapisan lempung dan satu
untuk lapisan pasir. Selain itu kumpulan data untuk jenis kumpulan data Pelat perlu
dibuat untuk dinding diafragma dan kumpulan data untuk jenis kumpulan data Jangkar
diperlukan untuk penyangga horisontal. Untuk membuat kumpulan data material ikuti
langkah-langkah berikut :
Klik tombol Kumpulan data material pada toolbar. Pilih Tanah & Antarmuka
untuk Jenis kumpulan data. Klik tombol <Baru> untuk membuat kumpulan data
baru.

Untuk lapisan lempung, ketik Lempung untuk Identifikasi dan pilih MohrCoulomb untuk Model material. Karena hanya efek jangka panjang saja yang
ingin dianalisis saat ini, maka perilaku tak terdrainase (undrained behaviour)
tidak ikut diperhitungkan. Karena itu, jenis material diatur ke Terdrainase.

4-5

MANUAL LATIHAN

Masukkan sifat lapisan lempung seperti dalam Tabel 4.1 pada kotak isian yang
sesuai dalam lembar-tab Umum dan Parameter.

Klik pada lembar-tab Antarmuka. Dalam kotak Kekuatan, pilih Manual.


Masukkan nilai 0.5 untuk parameter Rinter. Parameter ini menghubungkan
kekuatan tanah terhadap kekuatan elemen antarmuka, menurut persamaan :
tan antarmuka = Rinter tan tanah dan cinter = Rinter ctanah
dimana :
ctanah = cref (lihat Tabel 4.1)

Karena itu, dengan menggunakan nilai Rinter yang dimasukkan akan


menyebabkan sudut geser dan kohesi (adhesi) antarmuka yang lebih kecil
dibandingkan dengan sudut geser dan kohesi dari tanah dimana antarmuka
tersebut berada.

Untuk lapisan pasir, ketik Pasir untuk Identifikasi dan pilih Mohr-Coulomb
untuk Model material. Jenis material diatur ke Terdrainase.

Masukkan sifat lapisan pasir seperti dalam Tabel 4.1 pada kotak isian yang
sesuai dalam lembar-tab Umum dan Parameter.

Klik pada lembar-tab Antarmuka. Dalam kotak Kekuatan, pilih Manual.


Masukkan nilai 0.67 untuk parameter Rinter. Tutup jendela kumpulan data.

Seret kumpulan data Pasir ke klaster bagian bawah dari geometri dan lepaskan
di atas klaster tersebut. Aplikasikan kumpulan data Lempung pada keempat
klaster lainnya (pada 20 m teratas). Secara pra-pilih, antarmuka secara otomatis
akan diaplikasikan sesuai dengan kumpulan data pada klaster dimana antarmuka
berada.

Tabel 4.1 Sifat-sifat material untuk lapisan pasir dan lempung serta antarmuka
Parameter

Nama

Model material

Model

Jenis perilaku material


Berat isi tanah di atas garis freatik
Berat isi tanah di bawah garis freatik
Permeabilitas arah horisontal
Permeabilitas arah vertikal
Modulus Young (konstan)
Angka Poisson
Kohesi (konstan)
Sudut geser
Sudut dilatansi
Faktor reduksi kuat geser antarmuka
4-6

Jenis

unsat
sat
kx
ky
Eref

cref

Rinter

Lapisan
lempung
MohrCoulomb
Terdrainase
16
18
0.001
0.001
10000
0.35
5.0
25
0.0
0.5

Lapisan
pasir
MohrCoulomb
Terdrainase
17
20
1.0
1.0
40000
0.3
1.0
32
2.0
0.67

Satuan
kN/m3
kN/m3
m/hari
m/hari
kN/m2
kN/m2

PLAXIS Versi 8

KONSTRUKSI GALIAN DI BAWAH MUKA AIR (PELAJARAN 2)

Petunjuk :

>

Selain menerima kumpulan data antarmuka secara pra-pilih, kumpulan


data tertentu dapat diaplikasikan secara langsung pada antarmuka
dalam jendela sifatinya. Jendela ini akan muncul setelah klik-ganda
pada garis geometri dimana antarmuka berada serta dengan memilih
antarmuka yang diinginkan dari kotak dialog Pilih. Dengan meng-klik
tombol <Ubah> di belakang parameter Kumpulan data material,
kumpulan data yang diinginkan dapat dipilih dari tree view untuk
Kumpulan data material.
Selain parameter Kumpulan data material dalam jendela sifat, Faktor
ketebalan virtual juga dapat dimasukkan. Nilai ini adalah murni
digunakan untuk kepentingan perhitungan numerik, yang dapat
digunakan untuk optimasi perhitungan numerik dari antarmuka.
Pengguna yang tidak berpengalamanan disarankan untuk tidak
mengganti nilai pra-pilih. Untuk informasi lebih lanjut mengenai
antarmuka lihat Manual Acuan.

Atur Jenis kumpulan data dalam jendela Kumpulan data material pada Pelat
dan klik tombol <Baru>. Ketik Dinding diafragma untuk Identifikasi dari
kumpulan data dan masukkan sifat seperti diberikan dalam Tabel 4.2. Klik
tombol <OK> untuk menutup jendela kumpulan data.

Seret kumpulan data Dinding diafragma ke dinding dalam model geometri dan
lepaskan pada dinding saat bentuk kursor telah berubah yang mengindikasikan
bahwa aplikasi kumpulan data material telah dapat dilakukan pada elemen
tersebut.

Tabel 4.2 Sifat-sifat material untuk dinding diafragma (pelat)


Parameter
Jenis Perilaku
Kekakuan normal
Kekakuan lentur
Tebal ekivalen
Berat
Angka Poisson
Petunjuk :

Nama
Jenis material
EA
EI
D
W

Nilai
Elastis
7.5106
1.0106
1.265
10.0
0.0

Satuan
kN/m
kNm2/m
m
kN/m/m
-

Pilihan Kaku dalam kotak Kekuatan adalah pengaturan langsung agar


sifat antarmuka sama dengan sifat kekuatan tanah (Rinter = 1.0).

Atur parameter Jenis kumpulan data dalam jendela Kumpulan data material ke
Jangkar dan klik tombol <Baru>. Ketik Penyangga untuk Identifikasi dari
kumpulan data dan masukkan sifat seperti diberikan dalam Tabel 4.3. Klik
tombol <OK> untuk menutup jendela kumpulan data.

4-7

MANUAL LATIHAN

Seret kumpulan data Penyangga ke dinding dalam model geometri dan lepaskan
pada dinding saat bentuk kursor telah berubah yang mengindikasikan bahwa
aplikasi kumpulan data material telah dapat dilakukan pada elemen tersebut.
Tutup jendela Kumpulan data material.

Tabel 4.3 Sifat-sifat material untuk penyangga (jangkar)


Parameter
Jenis Perilaku
Kekakuan normal
Spasi keluar bidang gambar
Gaya maksimum

Nama
Jenis material
EA
Ls
Fmaks,tekan
Fmaks,tarik

Nilai
Elastis
2106
5.0
11015
11015

Satuan
kN
m
kN
kN

Penyusunan jaring elemen


Dalam pelajaran ini digunakan beberapa prosedur sederhana untuk menghaluskan jaring
elemen. Selain penghalusan jaring elemen secara global, ada beberapa cara yang
sederhana untuk menghaluskan jaring elemen secara lokal dalam klaster, pada suatu
garis atau disekitar suatu titik tertentu. Pilihan-pilihan ini tersedia dalam menu Jaring
elemen. Untuk menyusun jaring elemen yang diinginkan, ikuti langkah-langkah berikut :
Klik tombol Susun jaring elemen pada toolbar. Beberapa detik kemudian sebuah
jaring elemen yang kasar akan ditampilkan dalam jendela Keluaran. Klik tombol
<Perbaharui> untuk kembali ke masukan geometri.

Dari menu Jaring elemen, pilih Kekasaran global. Distribusi elemen dalam
combo box akan menunjukkan Kasar, yang merupakan nilai pra-pilih. Untuk
menghaluskan kekasaran global, ubah pilihan dalam combo box menjadi Sedang
dan klik tombol <Susun>. Alternatif lain adalah dengan menggunakan pilihan
Perhalus global dari menu Jaring elemen. Jaring elemen yang lebih halus akan
ditampilkan dalam jendela Keluaran. Klik tombol <Perbaharui> untuk kembali.

Titik-titik sudut dari elemen struktural dapat menyebabkan gradien perpindahan


yang besar. Karena itu, penghalusan jaring elemen untuk area-area semacam itu
dibandingkan dengan area yang lain dalam geometri baik untuk dilakukan. Klik
bagian tengah pada bagian terendah dari dinding (klik tunggal). Garis geometri
yang terpilih sekarang akan berwarna merah. Dari menu Jaring elemen, pilih
Perhalus garis. Akan terlihat penghalusan jaring elemen secara lokal di
sekeliling garis yang dipilih. Klik tombol <Perbaharui> untuk kembali.
Petunjuk :

4-8

Pengaturan jaring elemen disimpan bersama-sama dengan masukan


lainnya. Saat masuk kembali ke dalam suatu proyek tanpa mengubah
konfigurasi geometri maupun pengaturan jaring elemen, jaring elemen
yang sama dapat disusun kembali dengan hanya menekan tombol
Susun jaring elemen pada toolbar. Walaupun demikian, perubahan
sekecil apapun pada geometri akan menghasilkan jaring elemen yang
berbeda.
PLAXIS Versi 8

KONSTRUKSI GALIAN DI BAWAH MUKA AIR (PELAJARAN 2)


>

Pilihan Kembali ke awal dari menu Jaring elemen dapat digunakan


untuk mengembalikan pengaturan pra-pilih pada penyusunan jaring
elemen (Kekasaran global = Kasar dan tanpa penghalusan lokal).

Kondisi awal
Kondisi awal dari proyek ini membutuhkan perhitungan tekanan air, penonaktifan dari
struktur dan beban serta perhitungan tegangan tanah awal. Tekanan air (tekanan air pori
dan tekanan air pada kondisi batas eksternal) dapat dihitung dengan dua cara, yaitu
dengan perhitungan secara langsung berdasarkan masukan dari garis freatik dan tinggi
tekan dari permukaan air dalam tanah, atau berdasarkan hasil dari perhitungan aliran air
dalam tanah. Pelajaran ini hanya membahas prosedur perhitungan secara langsung saja.
Perhitungan tekanan air berdasarkan aliran air dalam tanah akan dibahas dalam bagian
kedua dari Pelajaran 4 (lihat Bab 6.2).
Di dalam perhitungan secara langsung, ada beberapa cara untuk mendefinisikan kondisi
air. Cara yang paling sederhana adalah dengan menggambarkan garis freatik yang akan
menghasilkan distribusi tekanan hidrostatik, berdasarkan nilai berat isi air yang
dimasukkan. Garis freatik global akan secara otomatis diaplikasikan pada seluruh klaster
untuk perhitungan tekanan air pori. Garis freatik ini juga digunakan untuk menghitung
tekanan air eksternal, jika ada. Selain menggunakan prosedur garis freatik global,
klaster-klaster secara individual dapat memiliki garis freatik yang terpisah ataupun
distribusi tekanan air pori yang diinterpolasi. Pilihan tingkat lanjut ini akan ditunjukkan
pada bagian pertama dalam Pelajaran 3 (lihat Bab 5.2). Disini hanya akan didefinisikan
sebuah garis freatik global pada kedalaman 2.0 m dari permukaan tanah. Untuk
menghitung tekanan air pori awal yang benar, ikuti langkah-langkah berikut :
Klik tombol Kondisi awal pada toolbar.
Petunjuk :

Untuk proyek yang baru dibentuk, berat isi air akan ditampilkan secara
langsung saat memasuki Modus kondisi air. Saat masuk kembali ke
suatu proyek yang telah ada, masukan untuk berat isi air dapat
dilakukan dengan memilih Berat isi air dari menu Geometri dalam
Modus kondisi air.

Klik <OK> untuk menerima nilai pra-pilih dari berat isi air sebesar 10 kN/m3.
Modus kondisi air sekarang akan menjadi aktif, dimana tombol Garis freatik
telah terpilih. Secara pra-pilih, garis freatik Global akan terbentuk di dasar
geometri.

Gerakkan kursor ke posisi (0.0; 38.0) dan klik-kiri. Gerakkan 45 m ke kanan


(45.0; 38.0) dan klik. Klik-kanan untuk mengakhiri penggambaran. Tampilan
sekarang akan menunjukkan sebuah garis freatik Global yang baru pada
kedalaman 2.0 m di bawah permukaan tanah.

4-9

MANUAL LATIHAN
Petunjuk :

Garis freatik yang telah ada dapat diubah dengan menggunakan tombol
Pilih pada toolbar. Dengan menghapus garis freatik Global (pilih garis
freatik dan tekan tombol <Del> pada papan ketik), garis freatik global
pra-pilih akan terbentuk kembali di dasar geometri. Masukan grafis
atau modifikasi dari garis freatik tidak akan mempengaruhi geometri
yang telah ada.

>

Untuk menghasilkan distribusi tekanan air pori yang akurat dalam


geometri, garis geometri tambahan dapat digunakan untuk
menggambarkan posisi yang tepat untuk tinggi tekan dari muka air
tanah atau posisi dari garis freatik yang diinginkan.
Klik tombol Hitung tekanan air (tanda positif berwarna biru) pada toolbar.
Jendela Perhitungan tekanan air akan muncul.

Pada jendela Perhitungan tekanan air, pilih Garis freatik dari kotak Dihitung
berdasarkan dan klik tombol <OK>.

Setelah tekanan air terbentuk, hasilnya akan ditampilkan dalam jendela


Keluaran. Klik tombol <Perbaharui> untuk kembali pada Modus kondisi air.

Setelah perhitungan tekanan air dan sebelum perhitungan tegangan efektif awal dari
tanah, bagian-bagian dari geometri yang belum ada atau belum aktif pada kondisi awal
harus dinonaktifkan terlebih dahulu. Prosedur ini bertujuan untuk menonaktifkan
bagian-bagian dari geometri (klaster atau obyek struktural) yang akan digunakan pada
tahapan-tahapan perhitungan kelak. PLAXIS akan secara otomatis menonaktifkan beban
dan elemen struktural dalam konfigurasi geometri awal.
Dalam proyek ini, dinding diafragma dan jangkar belum ada pada kondisi awal sehingga
tidak diaktifkan dalam geometri awal. Prosedur-K0 tidak memperhitungkan klasterklaster yang tidak diaktifkan saat menghitung tegangan awal dari tanah.
Lanjutkan ke Modus konfigurasi geometri awal dengan meng-klik tombol
sebelah kanan dari switch pada toolbar.

Periksa bahwa dinding dan penyangga dalam geometri tidak aktif. Elemenelemen yang tidak aktif akan berwarna abu-abu. Pastikan seluruh klaster tanah
tetap aktif.
Petunjuk :

4-10

Klaster yang tidak aktif akan berwarna putih, sama dengan warna latar
belakang, sedangkan klaster aktif akan mempunyai warna sesuai
dengan kumpulan data material yang diaplikasikan. Obyek struktural
yang tidak aktif akan berwarna abu-abu, sedangkan struktur yang aktif
akan mempunyai warna dasar sama dengan warna yang digunakan
pada penggambaran geometri.

PLAXIS Versi 8

KONSTRUKSI GALIAN DI BAWAH MUKA AIR (PELAJARAN 2)


Klik tombol Hitung tegangan awal pada toolbar. Kotak dialog Prosedur-K0
akan muncul.

Jaga agar faktor pengali total untuk berat tanah adalah 1.0. Terima nilai pra-pilih
untuk K0 dan klik tombol <OK>.

Setelah tegangan efektif awal terbentuk, hasilnya akan ditampilkan dalam


jendela Keluaran. Klik tombol <Perbaharui> untuk kembali pada Modus
konfigurasi awal.

Klik tombol <Hitung>. Pilih <Ya> untuk menjawab pertanyaan apakah data
akan disimpan dan masukkan nama yang diinginkan.

4.2

PERHITUNGAN

Dalam praktek, suatu konstruksi galian merupakan sebuah proses yang dapat terdiri dari
beberapa tahapan. Pertama, dinding dikonstruksikan hingga kedalaman yang diinginkan.
Sebagian galian kemudian dilakukan untuk menyediakan ruang kerja untuk pemasangan
penyangga horisontal atau jangkar. Kemudian tanah secara bertahap digali hingga
mencapai kedalaman galian final. Beberapa tindakan khusus umumnya diambil untuk
mencegah masuknya air ke dalam galian. Penyangga juga dapat digunakan untuk
memberikan dukungan pada dinding penahan.
Dalam PLAXIS, proses-proses ini dapat disimulasikan dengan menggunakan pilihan
dalam perhitungan berupa Tahapan konstruksi. Tahapan konstruksi memungkinkan
pengaktifan atau penonaktifan dari berat, kekakuan dan kekuatan dari komponenkomponen yang diinginkan dalam model elemen hingga. Pelajaran ini menjelaskan
penggunaan pilihan perhitungan yang sangat bermanfaat ini untuk simulasi suatu galian.
Petunjuk :

Pilihan Tahapan konstruksi tidak hanya ditujukan untuk simulasi galian


atau proses konstruksi saja, tetapi juga dapat digunakan untuk
mengubah distribusi tekanan air, mengubah sifat material (misalnya
untuk memodelkan perbaikan tanah) atau untuk meningkatkan akurasi
dari hasil perhitungan sebelumnya.

Galian dalam contoh ini akan dilaksanakan dalam lima tahap. Tiga tahap galian yang
berlainan juga telah ikut diperhitungkan saat pembuatan model geometri dengan
menggunakan garis-garis geometri pada posisi yang sesuai dengan posisi tahapan galian.
Untuk mendefinisikan kelima tahapan perhitungan ini, ikuti langkah-langkah berikut :

Tahap 1 : Beban luar

Selain tahap awal, tahap perhitungan pertama telah dibuat secara otomatis oleh
program. Dalam lembar-tab Umum, terima seluruh nilai pra-pilih.

4-11

MANUAL LATIHAN

Dalam lembar-tab Parameter, terima nilai pra-pilih untuk Parameter pengatur


dan Prosedur iterasi. Pilih Tahapan konstruksi dalam kotak Masukan
pembebanan.

Klik tombol <Tentukan>. Jendela Tahapan konstruksi akan muncul,


menampilkan bagian-bagian geometri yang saat ini aktif, yaitu seluruh geometri
kecuali dinding diafragma dan beban. Klik pada dinding untuk mengaktifkannya
(dinding akan berubah menjadi biru). Setelah itu klik pada beban untuk
mengaktifkannya. Beban telah didefinisikan dalam Masukan sebesar -5 kN/m2.
Nilai ini dapat diperiksa dengan klik tombol (ubah).
Petunjuk :

Anda dapat memasukkan atau mengubah nilai beban saat ini dengan
klik-ganda pada beban dan memasukkan nilai yang diinginkan. Jika
beban bekerja pada suatu obyek struktural seperti pelat, maka nilai
beban dapat diubah dengan meng-klik beban atau obyek tersebut.
Sebuah jendela akan muncul dimana beban dapat dipilih. Klik tombol
<Ubah> untuk mengubah nilai beban.

Klik tombol <Perbaharui> untuk mengakhiri definisi tahapan konstruksi.


Kemudian jendela Tahapan konstruksi akan tertutup dan jendela Perhitungan
akan muncul kembali. Tahapan perhitungan pertama sekarang telah ditentukan
dan tersimpan.

Tahap 2 : Tahap galian pertama

Dalam jendela Perhitungan, klik tombol <Berikutnya>. Sebuah tahap


perhitungan baru akan muncul dalam daftar.

Perhatikan bahwa program secara otomatis menganggap bahwa tahap


perhitungan ini akan dimulai dari tahap perhitungan sebelumnya.

Dalam lembar-tab Umum, terima seluruh nilai pra-pilih. Masuk ke lembar-tab


Parameter dan klik tombol <Tentukan> untuk mendefinisikan langkah Tahapan
konstruksi berikutnya. Jendela Tahapan konstruksi akan muncul kembali. Beban
dan dinding seharusnya berada dalam kondisi aktif yang diindikasikan dengan
warna biru. Klik pada klaster di kanan atas untuk menonaktifkannya dan
melakukan simulasi langkah penggalian pertama.

Klik tombol <Perbaharui> untuk mengakhiri definisi tahap penggalian pertama.

Tahap 3 : Pemasangan penyangga horisontal

4-12

Untuk memasuki tahap perhitungan ketiga, klik tombol <Berikutnya> dan


lanjutkan seperti langkah di atas. Klik tombol <Tentukan> untuk masuk ke
jendela Tahapan konstruksi. Sekarang aktifkan penyangga horisontal dengan
meng-klik pada elemen jangkar tersebut. Penyangga akan berubah menjadi
hitam yang mengindikasikan bahwa penyangga tersebut telah aktif.
PLAXIS Versi 8

KONSTRUKSI GALIAN DI BAWAH MUKA AIR (PELAJARAN 2)

Klik tombol <Perbaharui> untuk kembali ke program dan menentukan tahap


perhitungan berikutnya.

Tahap 4 : Tahap penggalian (di bawah muka air) kedua

Terima seluruh nilai pra-pilih dan masuk ke jendela Tahapan perhitungan.


Tahapan ini akan memodelkan tahap penggalian kedua. Nonaktifkan klaster
kedua dari atas pada bagian kanan dari jaring elemen. Klaster tersebut
semestinya adalah klaster aktif dan berada di posisi teratas di sebelah kanan
model. Tekan tombol <Perbaharui> dan tentukan tahapan terakhir.
Petunjuk :

Perhatikan bahwa dalam PLAXIS tekanan air pori tidak secara otomatis
dinonaktifkan saat suatu klaster dinonaktifkan. Karena itu, dalam kasus
ini air akan tetap berada dalam area galian dan merupakan simulasi
galian yang terendam.

Tahap 5 : Tahap penggalian ketiga

Tahapan perhitungan terakhir adalah untuk memodelkan penggalian terakhir dari


lapisan lempung dalam area galian. Nonaktifkan klaster ketiga dari atas pada
bagian kanan dari jaring elemen. Tekan tombol <Perbaharui> untuk kembali ke
jendela Perhitungan.

Definisi perhitungan sekarang telah lengkap. Sebelum memulai perhitungan, disarankan


untuk memilih titik-titik nodal atau titik-titik tegangan untuk penggambaran kurva
beban-perpindahan atau kurva tegangan-regangan kelak. Untuk melakukannya ikuti
langkah-langkah berikut :

Klik tombol Pilih titik untuk kurva pada toolbar.

Pilih beberapa titik nodal pada dinding dimana defleksi yang besar diperkirakan
akan terjadi (misalnya di 30.0; 30.0) dan klik tombol <Perbaharui>.

Dalam jendela Perhitungan, klik tombol <Hitung>.

Proses perhitungan semestinya telah berlangsung sekarang. Program akan mencari tahap
perhitungan pertama yang dipilih untuk dieksekusi, yaitu <Tahap I>.
Petunjuk :

Untuk memilih titik-titik nodal yang diinginkan, pilihan Perbesar yang


berada pada toolbar dapat digunakan untuk memperbesar tampilan area
bidang gambar yang diinginkan.

4-13

MANUAL LATIHAN

Gambar 4.3 Jendela Perhitungan pada lembar-tab Parameter


Dalam suatu perhitungan Tahapan konstruksi, sebuah faktor pengali Mstage akan
ditingkatkan dari 0.0 hingga 1.0. Parameter ini ditampilkan dalam suatu jendela
informasi perhitungan. Segera setelah Mstage mencapai nilai 1.0, tahapan konstruksi
telah lengkap dan tahap perhitungan akan selesai. Jika suatu Tahapan konstruksi selesai
saat Mstage kurang dari 1.0, program akan memberikan sebuah pesan peringatan.
Alasan yang paling mungkin untuk tidak menyelesaikan suatu tahapan konstruksi adalah
bahwa suatu mekanisme keruntuhan telah terjadi, tetapi ada beberapa penyebab lainnya.
Lihat Manual Acuan untuk informasi lebih lanjut mengenai Tahapan konstruksi.
Petunjuk :

Jendela Tahapan konstruksi adalah serupa dengan jendela Kondisi awal


pada program Masukan. Perbedaan utamanya adalah bahwa Kondisi
awal digunakan untuk membentuk situasi awal, sedangkan Tahapan
konstruksi digunakan sebagai suatu jenis pembebanan.

Dalam contoh ini, seluruh tahap perhitungan seharusnya dapat diselesaikan dengan
sukses, yang diindikasikan dengan check mark berwarna hijau dalam daftar. Untuk
memeriksa nilai dari faktor pengali Mstage, klik pada lembar-tab Pengali dan pilih
4-14

PLAXIS Versi 8

KONSTRUKSI GALIAN DI BAWAH MUKA AIR (PELAJARAN 2)


Nilai yang dicapai. Parameter Mstage ditampilkan pada bagian bawah dari kotak Lainlain yang muncul. Periksa apakah nilai ini sama dengan 1.0. Anda juga dapat melakukan
hal tersebut pada tahap perhitungan lainnya.
4.3

MENAMPILKAN HASIL KELUARAN

Selain perpindahan dan tegangan yang terjadi dalam tanah, program Keluaran dapat
digunakan untuk melihat gaya-gaya yang bekerja pada obyek struktural. Untuk
menampilkan hasil yang diperoleh dari proyek ini, ikuti langkah-langkah berikut :

Klik pada tahap perhitungan terakhir dalam jendela Perhitungan.

Klik tombol <Keluaran> pada toolbar. Program Keluaran akan dimulai dan
menampilkan jaring elemen terdeformasi (skala diperbesar) pada akhir dari
tahap perhitungan yang dipilih, dengan indikasi perpindahan terbesar yang
terjadi (lihat Gambar 4.4). Beban yang ditampilkan berada di dalam galian
menyatakan tekanan dari air yang masih bekerja dalam area galian.

Gambar 4.4 Jaring elemen terdeformasi setelah penggalian di bawah muka air

4-15

MANUAL LATIHAN

Gambar 4.5 Tegangan-tegangan utama setelah penggalian

Pilih Peningkatan total dari menu Deformasi. Tampilan akan menunjukkan


peningkatan perpindahan dari seluruh titik nodal dalam bentuk anak panah.
Panjang dari anak panah menunjukkan nilai relatifnya.

Combo box pada toolbar saat ini akan menunjukkan Anak panah. Pilih Warna
dari combo box ini. Tampilan sekarang akan menunjukkan peningkatan
perpindahan dalam bentuk gradasi warna. Dari tampilan ini terlihat adanya suatu
zona perpindahan dengan warna yang terang di belakang dinding.

Pilih Tegangan efektif dari menu Tegangan. Tampilan akan menunjukkan besar
dan arah dari tegangan-tegangan utama efektif. Orientasi dari tegangan utama
menunjukkan sebuah zona pasif yang besar di dasar galian dan sebuah zona
pasif yang kecil di belakang penyangga horisontal (lihat Gambar 4.5).

Untuk menampilkan gaya geser dan momen lentur yang bekerja pada dinding ikuti
langkah-langkah di bawah ini.

4-16

Klik-ganda pada dinding. Sebuah jendela baru akan terbuka dan menampilkan
momen lentur pada dinding, dengan indikasi momen maksimum yang terjadi
(lihat Gambar 4.6). Perhatikan bahwa menu telah berubah.
PLAXIS Versi 8

KONSTRUKSI GALIAN DI BAWAH MUKA AIR (PELAJARAN 2)

Gambar 4.6 Momen lentur pada dinding

Pilih Gaya geser dari menu Gaya. Tampilan sekarang akan menunjukkan gaya
geser yang bekerja pada dinding.
Petunjuk :

Menu Jendela dapat digunakan untuk berpindah dari jendela dengan


tampilan gaya yang bekerja pada dinding ke jendela lain dengan
tampilan tegangan pada seluruh geometri. Menu ini juga dapat
digunakan untuk mengatur tampilan dari jendela-jendela yang aktif
seperti Bertumpukan (tile) atau Berdampingan (cascade), yang
merupakan pilihan umum dalam lingkungan sistem operasi Windows.

Pilih jendela yang pertama (menampilkan tegangan efektif pada seluruh


geometri) dari menu Jendela. Klik-ganda pada penyangga. Sebuah jendela baru
akan terbuka dan menampilkan gaya pada penyangga dalam kN/m. Nilai ini
harus dikalikan dengan spasi atau jarak antar penyangga dalam arah keluar dari
bidang gambar untuk memperoleh besarnya tegangan yang bekerja pada setiap
penyangga (kN).

4-17

MANUAL LATIHAN
Sum-Mstage
1.0

0.8

0.6

0.4

0.2

0.0
0.0

0.02

0.04

0.06

0.08

0.1

|U| [m]

Gambar 4.7 Kurva beban-perpindahan untuk defleksi dinding

Klik tombol Jalankan program Kurva pada toolbar. Program untuk


menggambarkan kurva beban-perpindahan akan dijalankan.

Pilih Diagram baru dari kotak dialog Buat/Buka proyek dan pilih nama berkas
untuk proyek galian dari permintaan berkas.

Dalam jendela Penggambaran kurva, untuk Sumbu-X pilih Perpindahan serta


pilih titik A (misalnya 30.0; 30.0) dan dari kotak Jenis pilih |U|. Untuk Sumbu-Y
pilih Pengali dan dari kotak Jenis pilih Mstage.

Klik tombol <OK> untuk menerima masukan dan menggambarkan kurva bebanperpindahan. Kurva seperti pada Gambar 4.7 akan digambarkan.

Kurva ini menunjukkan tahapan konstruksi. Untuk setiap tahapan, parameter Mstage
akan berubah dari 0.0 ke 1.0. Berkurangnya kemiringan dari kurva pada tahap yang
terakhir mengindikasikan terjadinya peningkatan deformasi plastis. Walaupun demikian
hasil perhitungan menunjukkan bahwa galian masih stabil pada akhir konstruksi.

4-18

PLAXIS Versi 8

KONSTRUKSI TANGGUL SUNGAI (PELAJARAN 3)


5

KONSTRUKSI TANGGUL SUNGAI (PELAJARAN 3)

Elevasi muka air yang bervariasi dapat bekerja pada tanggul sungai. Perubahan muka air
dan perubahan distribusi tekanan air pori akan mempengaruhi stabilitas dari tanggul.
PLAXIS dapat digunakan untuk melakukan analisis dari pengaruh perubahan tekanan air
pori terhadap deformasi dan stabilitas dari struktur-struktur geoteknik. Fitur ini akan
digunakan disini untuk mempelajari perilaku tanggul sungai saat terjadi peningkatan
muka air sungai seperti ditunjukkan pada Gambar 5.1. Permasalahan khusus yang
berhubungan dengan situasi seperti ini adalah kemungkinan terjadinya gaya angkat
(uplift) pada tanah di belakang tanggul yang lebih rendah dari permukaan air. Hal ini
disebabkan oleh fakta bahwa lapisan tanah lunak yang ringan tidak dapat menahan
tekanan air pori yang meningkat pada lapisan pasir yang permeabel dibawahnya. Efek
ini dapat mengurangi stabilitas dari tanggul.
Tanggul dalam Gambar 5.1 mempunyai tinggi 5 m dan berupa lempung yang relatif
kedap air. Lapisan tanah dasar setebal 6 m yang lunak terdiri dari lapisan atas setebal
3 m yang dimodelkan sebagai lapisan lempung dan lapisan bawah setebal 3 m yang
dimodelkan sebagai lapisan gambut. Lapisan tanah yang lunak ini bersifat hampir
impermeabel atau kedap air, sehingga variasi muka air sungai dalam jangka waktu yang
singkat hampir tidak mempengaruhi distribusi tekanan air pori dalam lapisan ini.
Dibawah lapisan tanah lunak ini terdapat lapisan pasir permabel yang dalam, dimana
hanya 4 m pertama saja yang dimodelkan dalam model elemen hingga. Diasumsikan
bahwa air dalam lapisan pasir berhubungan langsung dengan sungai, yang berarti bahwa
tinggi tekan hidrolik dalam lapisan pasir akan mengikuti variasi elevasi muka air sungai.

batas
awal
lempung
gambut
pasir

tekanan air pori awal

tekanan air pori tambahan pada lapisan

Gambar 5.1 Geometri tanggul sungai yang mengalami perubahan muka air sungai

5.1

MODEL GEOMETRI

Geometri dalam Gambar 5.1 dimodelkan dengan model geometri regangan bidang.
Jaring elemen hingga didasarkan pada penggunaan elemen dengan 15 titik nodal. Satuan
yang digunakan dalam contoh ini adalah meter untuk panjang, kilo Newton untuk gaya
dan hari untuk waktu. Geometri mempunyai dimensi lebar horisontal sepanjang 65 m
dan tinggi vertikal adalah 15 m. Geometri penuh dapat digambarkan dengan
5-1

MANUAL LATIHAN
menggunakan pilihan Garis geometri. Pilihan Jepit standar digunakan untuk
menentukan kondisi batas. Model geometri ditunjukkan dalam Gambar 5.2.

20

20

20

3
3
4

Gambar 5.2 Model geometri dari proyek tanggul sungai

Kumpulan data material


Untuk memodelkan tanah dasar digunakan tiga buah material tanah yang berbeda. Sifat
yang digunakan untuk tiap lapis diberikan pada Tabel 5.1.
Tabel 5.1 Sifat-sifat material untuk tanggul sungai dan tanah dasar
Parameter
Model material
Jenis perilaku material
Berat isi tnh. di atas m.a.t
Berat isi tnh. di bawah m.a.t
Permeabilitas horisontal
Permeabilitas vertikal
Modulus Young
Angka Poisson
Kohesi
Sudut geser
Sudut dilatansi

Nama
Model
Jenis

unsat
sat

kx
ky
Eref

cref

Lempung
MC
Tak terdr.
16
18
0.001
0.001
2000
0.35
2.0
24
0.0

Pasir
MC
Tak terdr.
8
11.5
0.01
0.001
500
0.35
7.0
20
0.0

Gambut
MC
Terdrain.
17
20
1.0
1.0
20000
0.3
1.0
35
0.0

Satuan
kN/m3
kN/m3
m/hari
m/hari
kN/m2
kN/m2

Buka basis data material dan buat tiga buah kumpulan data bernama Lempung,
Gambut dan Pasir dengan parameter model seperti di atas. Sifat antarmuka tidak
relevan untuk contoh ini. Perhatikan bahwa Jenis material untuk lapisan lempung dan
gambut adalah Tak terdrainase, sedangkan lapisan pasir bersifat Terdrainase.

5-2

PLAXIS Versi 8

KONSTRUKSI TANGGUL SUNGAI (PELAJARAN 3)


Aplikasikan ketiga kumpulan data ini pada lapisan yang sesuai dalam model geometri
(lihat Gambar 5.1).

Penyusunan jaring elemen


Contoh ini, dimana situasi gaya angkat dimodelkan, sensitif terhadap tingkat
penghalusan jaring elemen. Karena itu Kekasaran global harus diatur menjadi Sedang
dalam menu Jaring elemen. Selain itu, gradien perpindahan yang besar dapat
diperkirakan akan terjadi di sebelah kanan kaki tanggul. Untuk memodelkan bagian
tersebut pada model geometri dengan lebih akurat, pilih titik geometri pada kaki tanggul
dan pilih Perhalus seputar titik dari menu Jaring elemen. Ukuran elemen di sekitar kaki
tanggul akan berubah menjadi kurang-lebih setengah dari ukuran elemen rata-rata.
Jaring elemen yang terbentuk ditunjukkan pada Gambar 5.3.

Gambar 5.3 Jaring elemen hingga untuk proyek tanggul sungai

Kondisi awal
Geometri awal untuk latihan ini memiliki permukaan tanah yang tidak horisontal.
Karena hal ini maka Prosedur-K0 tidak boleh digunakan untuk menghitung kondisi
tegangan awal di lapangan. Dalam kasus seperti ini tegangan awal harus dihitung
dengan menggunakan prosedur Beban gravitasi. Prosedur ini merupakan suatu jenis
perhitungan yang akan dijelaskan dalam Bab 5.2. Aktivasi tekanan air selalu dilakukan
bersamaan dengan berat sendiri dari tanah, tetapi perhitungan tekanan air dapat
dilakukan terlebih dahulu. Untuk menghitung tekanan air awal yang benar, ikuti
langkah-langkah berikut :

Klik tombol <Kondisi awal>.

Terima nilai pra-pilih untuk berat isi air (10 kN/m3).

Masukkan garis freatik global dari titik (0.0; 10.0) ke titik (65.0; 10.0).

Lakukan perhitungan tekanan air pori berdasarkan garis freatik dengan mengklik tombol Hitung tekanan air dan kemudian klik tombol <OK>.

Dalam jendela Keluaran, periksa distribusi tekanan air pori dan klik tombol
<Perbaharui>.

Kembali ke jendela Masukan, langsung klik tombol <Hitung>. Jangan


menghitung tegangan awal dari tanah dengan Prosedur-K0.
5-3

MANUAL LATIHAN

Simpan masukan dengan nama yang diinginkan.


Petunjuk :

5.2

Jika kondisi tegangan awal terbentuk secara tidak benar, kondisi


tegangan tersebut dapat dihitung kembali dengan masuk ke modus
Prosedur-K0, gunakan Mweight = 0 dan kemudian tekan tombol
<Hitung>.

PERHITUNGAN

Perhitungan terdiri dari dua tahap. Pertama kondisi tegangan awal harus dihitung
terlebih dahulu karena hal ini belum dilakukan dalam proses masukan kondisi awal
sebelumnya. Perhitungan tegangan awal dapat dilakukan dalam sebuah perhitungan
plastis dimana faktor pengali untuk berat tanah ditingkatkan dari 0.0 menjadi 1.0.
Perhitungan semacam ini disebut sebagai Beban gravitasi. Prosedur ini
direkomendasikan jika permukaan tanah, perlapisan tanah maupun garis freatik tidak
horisontal. Beban gravitasi selalu menghasilkan kondisi tegangan dalam keadaan
keseimbangan, dimana hal ini tidak terjadi pada penggunaan Prosedur-K0 untuk lapisan
tanah yang tidak horisontal. Selama Beban gravitasi baik berat dari tanah maupun
tekanan air pori (yang dihitung sebelumnya) akan diaktifkan.
Petunjuk :

>

Karena perilaku tak terdrainase tidak terjadi pada saat perhitungan


tegangan awal dari tanah, maka penting untuk menonaktifkan perilaku
tak terdrainase pada tahap beban gravitasi. Hal ini dapat dilakukan
dengan memilih Abaikan perilaku tak terdrainase pada lembar-tab
Parameter dalam jendela Perhitungan.
Berbeda dengan Prosedur-K0, perhitungan tegangan awal dengan
beban gravitasi akan menghasilkan perpindahan. Perpindahan yang
terjadi ini tidak realistis, karena tanggul dimodelkan sesuai dengan
ukuran sebenarnya dan perhitungan tegangan awal tidak boleh
mempengaruhi perhitungan perpindahan yang akan dilakukan
kemudian dalam analisis. Perpindahan yang tidak realistis ini dapat
diatur menjadi nol pada awal tahap perhitungan berikutnya dengan
mengaktifkan Atur perpindahan menjadi nol pada tahap berikutnya.

Tahap perhitungan kedua adalah dengan meningkatkan elevasi muka air sungai, dan
juga tekanan air dalam lapisan pasir. Hal ini dilakukan dalam modus Tahapan
konstruksi. Untuk mendefinisikan dua tahap perhitungan tersebut dengan benar, ikuti
prosedur berikut :

Tahap 1 : Beban gravitasi

5-4

Untuk tahap perhitungan yang pertama, terima seluruh nilai pra-pilih dalam
lembar-tab Umum dan lanjutkan ke lembar-tab berikutnya.
PLAXIS Versi 8

KONSTRUKSI TANGGUL SUNGAI (PELAJARAN 3)

Dalam lembar-tab Parameter, aktifkan Abaikan perilaku tak terdrainase dalam


kotak Parameter pengatur. Pilih Faktor pengali total dalam kotak Masukan
pembebanan dan klik tombol <Tentukan>.

Dalam lembar-tab Parameter, masukkan nilai Mweight sebesar 1.0 m (faktor


pengali untuk berat tanah).

Tahap 2 : Meningkatkan elevasi muka air

Klik tombol <Berikutnya> untuk membuat tahap perhitungan berikutnya. Dalam


tahap ini akan didefinisikan situasi Batas seperti yang ditunjukkan dalam
Gambar 5.1.

Dalam lembar-tab Umum, terima seluruh nilai pra-pilih. Pengaturan pra-pilih


diatur agar tahap saat ini dimulai dari hasil tahap perhitungan sebelumnya.

Dalam lembar-tab Parameter, pilih Atur perpindahan menjadi nol dalam kotak
Parameter pengatur. Hal ini akan mengeliminasi perpindahan non-fisik yang
dihasilkan dari tahap perhitungan yang pertama. Walaupun demikian hal ini
tidak akan mempengaruhi kondisi tegangan.

Pilih Tahapan konstruksi dalam kotak Masukan pembebanan dan klik tombol
<Tentukan>.

Dalam jendela Konfigurasi geometri, klik tombol sebelah kiri dari switch
untuk masuk ke modus tekanan air.

Masukkan elevasi garis freatik melewati titik-titik (0.0; 15.0), (20.0; 15.0),
(45.0; 10.0). Garis freatik ini hanya dimaksudkan untuk membentuk tekanan air
eksternal di sebelah kiri dari tanggul (lihat juga Gambar 5.4). Kondisi air awal
sekarang akan diterapkan secara individual pada tiap lapisan.

Gambar 5.4 Garis freatik global untuk perhitungan tekanan air eksternal

Klik tombol Pilih dan pilih klaster dari lapisan lempung (termasuk tanggul).

Saat klaster lapisan lempung dipilih (ditunjukkan dengan area yang terarsir), klik
tombol Garis freatik dan gambarkan sebuah garis freatik melalui titik-titik (0.0;
10.0) dan (65.0, 10.0). Garis freatik yang diaplikasikan pada klaster tertentu ini
hanya akan bekerja pada klaster tersebut saja (lihat Gambar 5.5). Gambar 5.5
5-5

MANUAL LATIHAN
telah diedit agar menunjukkan garis freatik yang bekerja hanya untuk lapisan
lempung saja. Garis freatik global tidak ditunjukkan dalam gambar tersebut.

Gambar 5.5 Garis freatik untuk lapisan lempung

Klik tombol Pilih dan pilih klaster dari lapisan pasir.

Saat klaster lapisan pasir dipilih, klik tombol Garis freatik dan gambarkan
sebuah garis freatik melalui titik-titik (0.0; 15.0) dan (65.0, 13.0). Garis freatik
ini hanya akan bekerja pada klaster lapisan pasir saja. Gambar 5.6 hanya
menunjukkan garis freatik untuk lapisan pasir saja, dan garis freatik yang lain
tidak ditunjukkan.

Gambar 5.6 Garis freatik untuk lapisan pasir

5-6

Klik tombol Pilih dan klik-kanan pada lapisan gambut. Jendela Distribusi
tekanan air pori klaster akan muncul. Dalam kotak Distribusi tekanan air pori,
terdapat lima buah radio button. Secara pra-pilih Garis freatik global telah
terpilih. Pilihan-pilihan yang lain adalah Garis freatik klaster, Interpolasi dari
klaster atau garis yang berdampingan, Klaster kering dan Distribusi tekanan air
pori dari pengguna. Garis freatik klaster akan secara otomatis terpilih jika
digunakan garis freatik yang terpisah, seperti pada kasus di atas. Untuk klaster
yang aktif saat ini (lapisan gambut) pilih Interpolasi dari klaster atau garis yang
berdampingan (lihat juga Gambar 5.7). Pilihan ini akan berakibat pada distribusi
linier dari tekanan pada dasar lapisan lempung yang di atas hingga ke bagian
atas dari lapisan pasir. Klik tombol <OK>.

PLAXIS Versi 8

KONSTRUKSI TANGGUL SUNGAI (PELAJARAN 3)


Petunjuk :

Garis freatik yang bekerja untuk klaster tertentu diindikasikan dengan


warna merah saat klaster tersebut dipilih. Klik di luar geometri akan
kembali menunjukkan garis freatik global. Jika sebuah klaster yang
menggunakan pilihan Interpolasi... dipilih, maka tidak ada garis freatik
yang ditampilkan.

Gambar 5.7 Definisi tekanan air pori untuk lapisan gambut

Klik tombol Hitung tekanan air untuk menghitung tekanan air pori sesuai
dengan situasi batas.

Distribusi tekanan air pori dinyatakan sebagai tegangan-tegangan utama (berupa


tanda silang atau tanda positif) dalam jendela Keluaran. Klik tombol Potongan
melintang dan gambarkan sebuah garis vertikal melalui puncak tanggul hingga
ke dasar geometri. Distribusi tekanan air pori yang bekerja di ketiga lapisan
kemudian ditampilkan dalam jendela yang berbeda. Selain bagian hidrostatik
dari distribusi tekanan air pori pada lapisan lempung dan pasir, tampilan tersebut
juga menunjukkan peningkatan tekanan air pori secara linier pada lapisan
gambut.
Petunjuk :

Sebuah potongan melintang dapat digambarkan secara horisontal atau


vertikal sempurna dengan menekan tombol <Shift> saat
menggambarkan potongan melintang.

Klik tombol <Perbaharui> untuk kembali ke konfigurasi geometri.

5-7

MANUAL LATIHAN

Dalam modus konfigurasi geometri, klik tombol <Perbaharui> untuk kembali ke


jendela Perhitungan.

Klik tombol Pilih titik untuk kurva. Dalam jendela Keluaran, pilih titik yang
tepat untuk penggambaran kurva beban-perpindahan (misalnya titik pada kaki
dan puncak tanggul) dan klik tombol <Perbaharui>.

Dalam jendela Perhitungan, klik tombol <Hitung> untuk memulai perhitungan.

5.3

KELUARAN

Setelah proses perhitungan selesai, klik tombol <Keluaran> untuk menampilkan hasil
dari perhitungan pada tahap kedua. Program Keluaran akan menampilkan deformasi dari
tanggul yang terjadi akibat perubahan eleavasi muka air. Tampilan tersebut
menunjukkan terjadinya gaya angkat pada lapisan tanah lunak di belakang tanggul dan
pergerakan tanggul itu sendiri secara jelas. Tampilan ini akan menjadi lebih jelas lagi
jika dipilih Peningkatan total dari menu Deformasi (lihat Gambar 5.8).

Gambar 5.8 Peningkatan perpindahan akibat perubahan elevasi muka air


Saat Tegangan efektif dipilih dari menu Tegangan, dapat dilihat pada bagian atas lapisan
pasir di sisi kanan dari model bahwa tegangan efektif mendekati nilai nol (lihat
Gambar 5.9). Hal ini disebabkan oleh peningkatan tekanan air pori pada lapisan pasir.
Dari penggambaran tegangan dapat dilihat bahwa pergerakan tanggul menyebabkan
kondisi tegangan pasif dalam lapisan lempung yang berada di belakang tanggul.

Gambar 5.9 Tegangan efektif dalam tanggul setelah peningkatan elevasi muka air

5-8

PLAXIS Versi 8

KONSTRUKSI TANGGUL SUNGAI (PELAJARAN 3)


Perilaku tak terdrainase dalam lapisan lempung dan gambut akan menyebabkan
terjadinya tekanan air pori berlebih. Tekanan air pori berlebih dapat dilihat dengan
memilih Tekanan air pori berlebih dari menu Tegangan.

Gambar 5.10 Tekanan air pori berlebih setelah peningkatan muka air.

5-9

MANUAL LATIHAN

5-10

PLAXIS Versi 8

GALIAN KERING DENGAN JANGKAR (PELAJARAN 4)


6

GALIAN KERING DENGAN JANGKAR (PELAJARAN 4)

Contoh ini meliputi konstruksi kering dari suatu penggalian. Galian didukung oleh
dinding diafragma beton. Dinding kemudian dijangkarkan ke belakang dengan jangkar
tanah yang diprategang. PLAXIS memungkinkan pemodelan yang mendetil dari
permasalahan semacam ini. Akan ditunjukkan dalam contoh ini bagaimana jangkar
dimodelkan dan bagaimana gaya prategang diberikan pada jangkar. Selain itu, galian
kering melibatkan perhitungan aliran air dalam tanah untuk menghitung distribusi
tekanan air yang baru. Hal ini akan dijelaskan secara mendetil di sini.
6.1

MASUKAN

Galian direncanakan selebar 20 m dan sedalam 10 m. Dinding diafragma setebal 0.35 m


dan sedalam 15 m akan digunakan untuk menahan tanah. Dua buah deret jangkar tanah
juga akan digunakan pada setiap dinding untuk memberikan dukungan pada dinding.
Jangkar atas mempunyai panjang total 14.5 m dan sudut inklinasi 33.7 (2:3). Jangkar
bawah mempunyai panjang 10 m dan dipasang pada sudut 45. Di sisi kiri dari galian
terdapat beban permukaan sebesar 10 kN/m2 sedangkan di sisi kanan terdapat beban
permukaan sebesar 5 kN/m2 yang dilibatkan dalam perhitungan.
10

20

10 kPa

5
5 kPa
3

timbunan

pasir

elevasi galian

7
jangkar
tanah

lanau

Gambar 6.1 Galian yang didukung oleh dinding dan jangkar tanah
Lapisan tanah terdiri dari tiga buah lapisan yang berbeda. Dari permukaan tanah hingga
kedalaman 3 m adalah tanah timbunan berupa tanah pasiran halus yang relatif lepas. Di
bawah timbunan hingga kedalaman 15 m terdapat lapisan pasir padat bergradasi baik
yang cukup homogen. Lapisan ini layak digunakan untuk pemasangan jangkar tanah.
Pada kondisi awal terdapat muka air tanah pada elevasi 3 m di bawah permukaan (tepat
pada dasar lapisan tanah timbunan). Di bawah lapisan pasir terdapat lapisan lanau
hingga kedalaman yang cukup dalam.

6-1

MANUAL LATIHAN

Model geometri
Pemasalahan ini dapat dimodelkan dengan sebuah model geometri selebar 80 m
dan setinggi 20 m. Model geometri yang disarankan ditunjukkan pada Gambar
6.2. Sebuah jangkar tanah dapat dimodelkan oleh kombinasi dari sebuah jangkar
nodal ke nodal dan sebuah geogrid (garis berwarna kuning). Elemen geogrid
akan memodelkan tubuh grout sedangkan jangkar nodal ke nodal memodelkan
batang jangkar. Dalam kenyataannya terjadi kondisi tegangan tiga dimensi yang
kompleks di sekeliling tubuh grout. Meskipun kondisi tegangan yang tepat dan
interaksi dengan tanah tidak dapat dimodelkan dengan model 2D ini, namun
distribusi tegangan, deformasi dan stabilitas dari struktur secara global masih
dapat diperkirakan, dengan mengambil asumsi bahwa tubuh grout tidak
menggelincir terhadap tanah disekelilingnya. Dengan menggunakan model ini
maka jelas bahwa gaya tarik dari jangkar tanah tidak dapat dievaluasi.
Dinding diafragma dimodelkan sebagai pelat. Antarmuka disekeliling pelat digunakan
untuk memodelkan efek dari interaksi tanah-struktur. Antarmuka ini diperdalam
sepanjang 1.0 m dari dasar dinding. Antarmuka tidak digunakan disekeliling geogrid
yang memodelkan tubuh grout.
Petunjuk :

Pada umumnya, merupakan kebiasaan yang baik untuk memperpanjang


antarmuka di sekitar sudut dari struktur untuk memberikan kebebasan
deformasi yang cukup dan untuk memperoleh distribusi tegangan yang
lebih akurat. Saat melakukan hal ini, pastikan bahwa kekuatan dari
elemen antarmuka yang diperpanjang adalah sama dengan kekuatan
tanah serta antarmuka tersebut tidak mempengaruhi aliran air tanah,
jika ada.

18

10

20

2 5

23

3
4

Jangkar ujung bebas

13

(21.0; 11.0)
(18.0; 9.0)

(26.0; 9.0)

(59.0; 11.0)
(54.0; 9.0) (62.0; 9.0)

(23.0; 6.0)

Geogrid

(57.0; 6.0)
(50.0; 4.0)

3
5
5

Gambar 6.2 Model geometri untuk galian bangunan

6-2

PLAXIS Versi 8

GALIAN KERING DENGAN JANGKAR (PELAJARAN 4)


Konstruksi galian dilaksanakan dalam tiga tahap galian. Pemisah antara tahap-tahap
galian dimodelkan oleh garis-garis geometri. Buatlah model geometri dasar seperti
ditunjukkan pada Gambar 6.2. Jepit standar dapat digunakan untuk membentuk kondisi
batas yang benar.

Sifat-sifat material
Kondisi tanah terdiri dari tiga buah lapisan yang berbeda. Masukkan tiga buah kumpulan
data material untuk tanah dan antarmuka dengan parameter-parameter yang diberikan
dalam Tabel 6.1.
Petunjuk :

Bagian elemen antarmuka yang diperpanjang tidak digunakan untuk


memodelkan interaksi tanah-struktur sehingga harus mempunyai
kekuatan yang sama dengan tanah disekelilingnya. Hal ini dapat
dicapai dengan mengatur faktor reduksi kekuatan Rinter = 1.0, yang
secara otomatis digunakan pada pilihan Kaku. Jika diperlukan,
kumpulan data material yang terpisah dapat dibuat khusus untuk bagian
antarmuka yang diperpanjang. Selain itu, bagian elemen antarmuka
yang diperpanjang tidak boleh mempengaruhi aliran air tanah. Hal ini
dapat diterapkan dengan menonaktifkan antarmuka saat melakukan
perhitungan tekanan air pori.

Sifat dari dinding diafragma beton yang digunakan dimasukkan sebagai kumpulan data
material jenis Pelat. Beton yang digunakan memiliki nilai modulus Young sebesar
35 Gpa dan ketebalan dinding adalah 0.35 m. Sifat dinding diafragma diberikan dalam
Tabel 6.2.
Tabel 6.1 Sifat-sifat untuk tanah dan antarmuka
Parameter
Model material
Jenis perilaku material
Brt. isi tnh. di atas m.a.t
Brt. isi tnh. di bawah m.a.t
Permeabilitas horisontal
Permeabilitas vertikal
Modulus Young
Angka Poisson
Kohesi
Sudut geser
Sudut dilatansi
Faktor reduksi antarmuka

Nama
Model
Jenis

unsat
sat
kx
ky
Eref

cref

Rinter

Timbunan
MC
Terdrain.
16
20
1.0
1.0
8000
0.30
1.0
30
0.0
0.65

Pasir
MC
Terdrain.
17
20
0.5
0.5
30000
0.30
1.0
34
4.0
0.70

Lanau
MC
Terdrain.
17
19
0.1
0.1
20000
0.33
8.0
29
0.0
Kaku

Satuan
kN/m3
kN/m3
m/hari
m/hari
kN/m2
kN/m2

6-3

MANUAL LATIHAN
Tabel 6.2 Sifat-sifat untuk dinding diafragma (pelat)
Parameter
Jenis perilaku
Kekakuan normal
Kekakuan lentur
Tebal ekivalen
Berat
Angka Poisson

Nama
Jenis material
EA
EI
d
w

Nilai
Elastis
12106
0.12106
0.346
8.3
0.15

Satuan
kN/m
kNm2/m
m
kN/m/m
-

Jangkar tanah memerlukan dua buah sifat, yaitu untuk jenis kumpulan data Jangkar dan
jenis kumpulan data Geogrid. Kumpulan data Jangkar memuat sifat untuk pemodelan
batang jangkar sedangkan kumpulan data Geogrid memuat sifat untuk tubuh grout.
Data-data ini diberikan dalam Tabel 6.3 dan 6.4.
Tabel 6.3 Sifat-sifat material untuk batang jangkar (jangkar nodal ke nodal)
Parameter
Jenis Perilaku
Kekakuan normal
Spasi keluar bidang gambar
Gaya maksimum

Nama
Jenis material
EA
Ls
Fmaks,tekan
Fmaks,tarik

Nilai
Elastis
2105
2.5
11015
11015

Satuan
kN
m
kN
kN

Nilai
1105

Satuan
kN/m

Tabel 6.4 Sifat material untuk tubuh grout (geogrid)


Parameter
Kekakuan normal

Nama
EA

Penyusunan jaring elemen


Untuk penyusunan jaring elemen disarankan untuk mengatur parameter Kekasaran
global ke tingkat Sedang. Selain itu, diperkirakan bahwa konsentrasi tegangan akan
terjadi di sekitar dua buah tubuh grout dari jangkar tanah, sehingga diperlukan
penghalusan elemen di seputar tubuh grout tersebut. Pilihlah keempat geogrid sekaligus
(gunakan tombol <Shift>) secara bersamaan dan pilih Perhalus garis dari menu Jaring
elemen. Proses ini akan menghasilkan jaring elemen hingga dengan sekitar 590 elemen.

Kondisi awal
Dalam kondisi awal, masukkan berat isi air sebesar 10 kN/m3. Tekanan air awal dihitung
berdasarkan sebuah garis freatik global horisontal pada elevasi y = 17 m melalui titik
(0.0; 17.0) dan (80.0; 17.0).
Pada awalnya, seluruh komponen struktural berada dalam kondisi non-aktif. Pastikan
pula bahwa pelat, jangkar nodal ke nodal dan geogrid dalam kondisi tidak aktif. Beban
6-4

PLAXIS Versi 8

GALIAN KERING DENGAN JANGKAR (PELAJARAN 4)


permukaan juga berada dalam kondisi tidak aktif pada kondisi awal. Kondisi tegangan
awal di lapangan dihitung berdasarkan Prosedur-K0 dengan menggunakan nilai K0 prapilih untuk seluruh klaster.
6.2

PERHITUNGAN

Tahap perhitungan terdiri dari enam tahap. Tahap pertama adalah konstruksi dinding
dan aktivasi beban permukaan. Tahap kedua adalah penggalian pertama setebal 3 m
yang dilakukan tanpa penggunaan jangkar pada dinding. Pada kedalaman ini daerah
galian masih kering. Pada tahap ketiga jangkar tanah pertama dipasang dan dikenai gaya
prategang. Tahap keempat berupa penggalian hingga kedalaman 7 m, termasuk proses
pemompaan air keluar dari daerah galian. Tahap ini mengikutsertakan analisis aliran air
dalam tanah untuk menghitung distribusi tekanan air pori yang baru, yang masih
merupakan bagian dari penentuan pada tahap perhitungan ketiga. Pada tahap kelima
jangkar tanah kedua dipasang dan dikenai beban prategang. Tahap keenam adalah
tahapan penggalian lebih lanjut (serta pemompaan air atau dewatering) hingga mencapai
kedalaman final pada elevasi 10 m di bawah permukaan tanah.
Seluruh tahap perhitungan didefinisikan sebagai perhitungan Plastis dengan
menggunakan Tahapan konstruksi sebagai Masukan pembebanan dan pengaturan
standar untuk parameter-parameter lainnya. Instruksi yang diberikan dibawah ini
dibatasi hingga deskripsi tentang bagaimana tahap-tahap konstruksi di atas didefinisikan
dalam modus Tahapan konstruksi.

Tahap 1 :

Aktifkan dinding diafragma.

Aktifkan beban permukaan dan masukkan nilai dari beban. Masukkan Nilai-Y
sebesar -10 kPa untuk beban permukaan di sisi kiri dan -5 kPa untuk beban di
sisi kanan galian.

Tahap 1

Tahap 2 :

Nonaktifkan klaster paling atas pada area galian.

6-5

MANUAL LATIHAN

Tahap 2

Tahap 3 :

Aktifkan geogrid sebelah atas.

Tahap 3

Klik-ganda pada jangkar nodal ke nodal. Sebuah jendela sifat untuk jangkar
nodal ke nodal akan muncul dengan pilihan gaya prategang. Aktifkan Gaya
prategang pada kotak dialog dan masukkan gaya prategang sebesar 120 kN/m.
Tekan <OK> untuk menutup jendela ini.
Petunjuk :

Gaya prategang yang dimasukkan akan mempunyai nilai yang persis


sama pada akhir perhitungan dari suatu tahapan konstruksi dan berubah
menjadi gaya jangkar. Pada tahap perhitungan berikutnya gaya tersebut
akan diperhitungkan hanya sebagai gaya jangkar sehingga dapat
semakin meningkat atau berkurang, tergantung dari peningkatan
tegangan dan gaya yang terjadi disekelilingnya.

Tahap 4 :

Nonaktifkan klaster kedua pada area galian.

Sekarang kondisi batas untuk perhitungan aliran air dalam tanah harus dimasukkan.
Pada kondisi batas di kedua sisi model, tinggi tekan muka air tanah adalah pada 17.0 m.

6-6

PLAXIS Versi 8

GALIAN KERING DENGAN JANGKAR (PELAJARAN 4)

tinggi
tekan =13 m

Batas tertutup

tinggi tekan = 17m

tinggi tekan = 17m

Batas bawah dari model harus ditutup. Aliran air dalam tanah dipicu oleh fakta bahwa
air dalam lubang galian dipompa hingga dasar galian kering. Pada dasar galian tekanan
air adalah nol, yang berarti bahwa tinggi tekan air dalam tanah adalah sama dengan level
vertikal (tinggi tekan = 13.0 m). Kondisi ini dapat dijumpai saat menggambarkan garis
freatik global yang baru dan melakukan perhitungan aliran air dalam tanah. Aktivasi
antarmuka selama perhitungan aliran air dalam tanah berlangsung akan mencegah
terjadinya aliran melalui dinding diafragma.

Tahap 4
Untuk menentukan kondisi-kondisi batas dengan benar, ikuti langkah-langkah berikut :
Klik tombol kiri pada switch untuk masuk ke modus tekanan air.

Pilih tombol Batas aliran tertutup (garis berwarna hitam) pada toolbar. Klik
pada titik kiri bawah pada geometri; lanjutkan dengan titik kanan bawah dan klik
kembali.

Klik tombol Pilih.

Secara pra-pilih antarmuka di kedua sisi dari dinding akan diaktifkan dalam
modus tekanan air, sehingga dinding berada dalam kondisi impermeabel. Klik
pada suatu elemen antarmuka dalam modus tekanan air akan mengaktifkan atau
menonaktifkan antarmuka selama perhitungan aliran air dalam tanah. Antarmuka
yang aktif akan ditunjukkan dengan lingkaran berwarna oranye/jingga. Jangan
mengaktifkan antarmuka yang berada di bawah dinding menjadi impermeabel
atau kedap air, karena pada tahap ini antarmuka tersebut harus tetap permeabel
(tidak diaktifkan selama perhitungan aliran air dalam tanah).

Klik tombol Garis freatik dan gambarkan sebuah garis freatik baru. Mulai dari
posisi (0.0; 17.0) dan gambarkan garis freatik melalui (30.0; 13.0), (50.0; 13.0)
dan terakhir di (80.0; 17.0).

Klik tombol Hitung tekanan air. Pilih Perhitungan air tanah dalam kotak
Dihitung berdasarkan dan klik <OK> untuk memulai perhitungan aliran air
dalam tanah (biarkan Prosedur iterasi tetap pada Pengaturan standar).

6-7

MANUAL LATIHAN

Setelah perhitungan aliran air selesai, tekan tombol <OK> dalam jendela
perhitungan. Jendela akan tertutup dan jalur aliran akan ditampilkan dalam
jendela Keluaran.

Gambar 6.3 Kontur tekanan air pori hasil perhitungan aliran air

Petunjuk :

Hasil perhitungan aliran air dalam tanah atau rembesan dapat


ditampilkan dalam bentuk Tekanan air pori, Jalur aliran dan Tinggi
tekan air tanah. Pilihan-pilihan ini tersedia dalam menu Tegangan.

Klik tombol <Perbaharui> untuk kembali ke modus tahapan konstruksi.

Dalam modus tahapan konstruksi, klik tombol <Perbaharui> untuk kembali ke


Program Perhitungan.

Tahap 5 :

Aktifkan geogrid sebelah bawah.

Klik-ganda pada jangkar nodal ke nodal yang berada di bawah. Dalam jendela
sifat untuk jangkar nodal ke nodal aktifkan Gaya prategang pada kotak dialog
dan masukkan gaya prategang sebesar 200 kN/m. Tekan <OK> untuk menutup
jendela ini.

Tahap 5

Tahap 6 :

6-8

Nonaktifkan klaster untuk galian yang ketiga.


PLAXIS Versi 8

GALIAN KERING DENGAN JANGKAR (PELAJARAN 4)

Kondisi batas telah didefinisikan dalam tahap 3. Kondisi ini masih berlaku untuk
perhitungan aliran air saat ini. Namun sekarang pemukaan air dalam area galian
perlu diturunkan hingga ke elevasi dasar galian. Untuk melakukan hal ini,
gambarkan Garis freatik global yang baru melalui titik-titik (30.0; 10.0), (50.0;
10.0) dan (80.0; 17.0). Klik tombol Hitung tekanan air dan pilih Perhitungan air
tanah dalam kotak Dihitung berdasarkan dan klik <OK> untuk memulai
perhitungan aliran air dalam tanah.

Setelah perhitungan aliran air selesai, tekan tombol <OK> dalam jendela
perhitungan dan kemudian tampilkan hasilnya dalam jendela Keluaran. Klik
tombol <Perbaharui> untuk kembali ke modus tahapan konstruksi.

tinggi
tekan =10 m

Batas tertutup

tinggi tekan = 17m

Klik tombol pada switch untuk masuk ke modus tekanan air.

tinggi tekan = 17m

Tahap 6
Setelah seluruh tahap perhitungan telah didefinisikan, beberapa titik untuk kurva bebanperpindahan harus dipilih terlebih dahulu (misalnya titik pertemuan jangkar tanah
dengan dinding diafragma). Jalankan proses perhitungan dengan meng-klik tombol
<Hitung>.
6.3

KELUARAN

Gambar 6.4 (a) hingga (e) menunjukkan jaring elemen terdeformasi pada akhir tahap
perhitungan 2 hingga 6. Dalam kondisi final, dinding telah bergerak ke arah galian
sejauh 8 cm, serta terjadi sedikit penurunan di belakang dinding.

(a) Tahap 2
6-9

MANUAL LATIHAN

(b) Tahap 3

(c) Tahap 4

(d) Tahap 5

(e) Tahap final


Gambar 6.4 Jaring elemen terdeformasi pada tahap (a) hingga (e)
6-10

PLAXIS Versi 8

GALIAN KERING DENGAN JANGKAR (PELAJARAN 4)

Gambar 6.5 Tegangan efektif, tahap final


Gambar 6.5 menunjukkan kondisi tegangan utama efektif pada tahap final. Kondisi
tegangan efektif dibawah dasar galian terlihat dengan jelas. Dapat dilihat juga bahwa
terjadi konsentrasi tegangan di seputar grout pada jangkar tanah.
Gambar 6.6 menunjukkan momen lentur pada dinding diafragma sebelah kiri pada
kondisi final. Dua buah cekungan pada bidang momen disebabkan oleh gaya jangkar.
Gaya jangkar dapat dilihat dengan klik-ganda pada jangkar. Jika hal yang sama
dilakukan pada tahap perhitungan ketiga dan kelima, dapat dilihat bahwa gaya jangkar
yang terlihat adalah tepat sama dengan gaya prategang yang diberikan.

Gambar 6.6 Momen lentur sepanjang dinding diafragma kiri pada tahap final

6-11

MANUAL LATIHAN

6-12

PLAXIS Versi 8

KONSTRUKSI TIMBUNAN UNTUK JALAN (PELAJARAN 5)


7

KONSTRUKSI TIMBUNAN UNTUK JALAN (PELAJARAN 5)

Konstruksi suatu timbunan di atas tanah lunak dengan elevasi muka air tanah yang
tinggi akan menyebabkan peningkatan tekanan air pori. Akibat perilaku tak terdrainase
ini, maka tegangan efektif akan tetap rendah sehingga diperlukan rentang waktu
konsolidasi tertentu agar timbunan dapat dikonstruksi dengan aman. Selama proses
konsolidasi tekanan air pori berlebih akan terdisipasi sehingga tanah dapat memperoleh
kuat geser yang cukup agar proses konstruksi dapat dilanjutkan.
Pelajaran ini akan membahas suatu konstruksi timbunan untuk jalan dimana mekanisme
di atas akan dianalisis secara mendetil. Dalam analisis ini akan diperkenalkan tiga buah
pilihan perhitungan yang baru, yaitu analisis konsolidasi, analisis jaring elemen yang
diperbaharui dan perhitungan faktor keamanan dengan menggunakan Reduksi phi-c.

timbunan jalan
gambut
lempung
pasir padat

Gambar 7.1 Situasi timbunan untuk jalan pada tanah lunak

7.1

MASUKAN

Gambar 7.1 menunjukkan potongan melintang dari timbunan untuk jalan. Timbunan
mempunyai lebar 16.0 m dan tinggi 4.0 m. Kemiringan lereng adalah 1:3. Permasalahan
adalah simetris, sehingga hanya dimodelkan setengahnya saja (dalam kasus ini digunak
an bagian kanan). Material timbunan adalah tanah pasiran yang lepas. Tanah dasar
terdiri dari 6.0 m tanah lunak. 3.0 m pertama dari lapisan tanah lunak adalah tanah
gambut dan 3.0 m berikutnya adalah tanah lempung. Elevasi muka air tanah tepat berada
pada permukaan tanah asli. Di bawah lapisan tanah lunak terdapat lapisan pasir padat
yang tidak diikutsertakan dalam model.

Model geometri
Timbunan yang ditunjukkan dalam Gambar 7.1 dapat dianalisis dengan menggunakan
model regangan bidang. Untuk contoh ini digunakan elemen dengan 15 titik nodal.
Satuan dasar yang digunakan untuk Panjang, Gaya dan Waktu adalah m, kN dan hari.
Model geometri mempunyai lebar total 40 m, dimulai dari titik tengah timbunan.
Geometri penuh dapat digambarkan dengan menggunakan pilihan Garis geometri.
Deformasi dari lapisan pasir pada Gambar 7.1 diasumsikan tidak terjadi. Karena itu,

7-1

MANUAL LATIHAN
lapisan ini tidak diikutsertakan dalam model dan digunakan kondisi jepit untuk dasar
model.
Jepit standar dapat digunakan untuk mendefinisikan kondisi batas. Geometri dari model
ditunjukkan dalam Gambar 7.2.

pasir

gambut

lempung

Gambar 7.2 Model geometri proyek timbunan untuk jalan


Tabel 7.1 Sifat-sifat untuk tanah dan antarmuka
Parameter
Model material
Jenis perilaku material
Brt. isi tnh. di atas m.a.t
Brt. isi tnh. di bawah m.a.t
Permeabilitas horisontal
Permeabilitas vertikal
Modulus Young
Angka Poisson
Kohesi
Sudut geser
Sudut dilatansi

Nama
Model
Jenis

unsat
sat

kx
ky
Eref

cref

Lempung
MC
Tak terdr.
15
18
110-4
110-4
1000
0.33
2.0
24
0.0

Gambut
MC
Tak terdr.
8
11
210-3
110-3
350
0.35
5.0
20
0.0

Pasir
MC
Terdrain.
16
20
1.0
1.0
3000
0.3
1.0
30
0.0

Satuan
kN/m3
kN/m3
m/hari
m/hari
kN/m2
kN/m2

Kumpulan data material dan penyusunan jaring elemen


Sifat dari tanah diberikan pada Tabel 7.1. Tiga buah kumpulan data material harus
dibuat, berisi data sesuai dengan data dalam tabel. Lapisan lempung dan gambut bersifat
tak terdrainase. Jenis perilaku ini akan menyebabkan peningkatan tekanan air pori
selama proses konstruksi dari timbunan. Terapkan kumpulan data material yang sesuai
pada tiap klaster dalam model geometri. Setelah memasukkan parameter material, jaring
elemen hingga sederhana dapat disusun dengan menggunakan tingkat kekasaran elemen
Sedang. Lakukan penyusunan jaring elemen dengan menekan tombol Susun jaring
elemen.

7-2

PLAXIS Versi 8

KONSTRUKSI TIMBUNAN UNTUK JALAN (PELAJARAN 5)

Kondisi awal
Dalam Kondisi awal tetapkan berat isi air sebesar 10 kN/m3. Tekanan air sepenuhnya
adalah tekanan hidrostatik berdasarkan garis freatik global melalui titik (0.0; 6.0) dan
(40.0; 6.0).
Selain garis freatik, perhatian khusus harus diberikan pada kondisi batas untuk analisis
konsolidasi yang akan dilakukan dalam proses perhitungan. Tanpa memberikan
masukan tambahan apapun, seluruh batas akan mengalirkan air, sehingga air dapat
mengalir bebas keluar dari seluruh batas model dan tekanan air pori berlebih dapat
berdisipasi ke segala arah. Pada kasus ini, kondisi batas vertikal sebelah kiri harus
tertutup karena batas ini adalah garis simetri dimana aliran arah horisontal tidak boleh
terjadi. Kondisi batas vertikal sebelah kanan juga harus tertutup karena tidak ada aliran
tak terkekang keluar yang terjadi melalui batas tersebut. Kondisi batas dasar terbuka
karena di bawah lapisan tanah lunak tekanan air pori berlebih dapat secara bebas
mengalir ke dalam lapisan pasir yang permeabel (yang tidak diikutsertakan dalam
model). Kondisi batas atas memang terbuka seperti apa adanya. Untuk dapat
menentukan batas konsolidasi yang benar, ikuti langkah-langkah berikut :
Klik tombol Batas konsolidasi tertutup (garis berwarna kuning) pada toolbar.

Gerakkan kursor ke atas pada batas kiri (0.0; 10.0) dan klik pada titik tersebut.
Gerakkan ke bawah ke titik (0.0; 0.0) dan klik lagi. Klik-kanan untuk
mengakhiri penggambaran batas tertutup ini.

Gerakkan ke atas ke batas kanan pada (40.0; 6.0) dan klik. Gerakkan ke bawah
ke titik (40.0; 0.0) dan klik kembali. Akhiri batas tertutup ini.

Klik tombol Hitung tekanan air untuk menghitung tekanan air dan kondisi batas
konsolidasi.
Petunjuk :

>

Batas konsolidasi tertutup hanya dapat didefinisikan dengan meng-klik


titik-titik geometri yang telah ada. Program secara otomatis akan
menemukan titik-titik geometri yang berada di antara titik-titik yang
dipilih.
Kondisi batas konsolidasi harus dibentuk pada titik-titik nodal batas
dalam jaring elemen. Hal ini dilakukan bersamaan dengan perhitungan
tekanan air. Oleh karena itu, setelah memberikan atau mengubah batas
konsolidasi, selalu klik tombol Hitung tekanan air.

Setelah perhitungan tekanan air, klik pada switch untuk memodifikasi konfigurasi
geometri awal. Pada kondisi awal, timbunan belum ada sehingga untuk menghitung
tegangan awal dari model maka timbunan tersebut harus dinonaktifkan terlebih dahulu.
Klik satu kali pada tiap klaster yang memodelkan timbunan, seperti pada perhitungan
tahapan konstruksi. Setelah timbunan dinonaktifkan (klaster yang bersangkutan akan
mempunyai warna seperti warna latar belakang), maka geometri yang aktif akan berupa
geometri yang horisontal dengan lapisan-lapisan yang horisontal pula, sehingga
7-3

MANUAL LATIHAN
Prosedur-K0 dapat digunakan untuk menghitung tegangan awal. Nilai K0 yang
disarankan untuk lapisan lempung dan lapisan gambut (berdasarkan persamaan yang
diusulkan oleh Jaky : K0 = 1 sin ) dapat diterima. Setelah perhitungan tegangan awal
dilakukan maka masukan telah selesai dan perhitungan dapat ditentukan.
7.2

PERHITUNGAN

Konstruksi timbunan terdiri dari dua tahap, masing-masing membutuhkan waktu 5 hari.
Setelah tahapan konstruksi pertama, dilanjutkan dengan konsolidasi selama 200 hari
agar tekanan air pori berlebih dapat berdisipasi. Setelah tahapan konstruksi kedua,
sebuah rentang konsolidasi lain diberikan sehingga penurunan final dapat
diperhitungkan. Karena itu, perlu didefinisikan empat buah tahapan perhitungan.
Analisis konsolidasi akan mengikutsertakan dimensi waktu ke dalam perhitungan.
Untuk melakukan analisis konsolidasi secara benar maka langkah waktu yang benar
harus dipilih. Penggunaan langkah waktu yang lebih kecil dari nilai kritis minimum
dapat mengakibatkan osilasi tegangan. Pilihan konsolidasi dalam PLAXIS dapat
dilakukan dengan menggunakan prosedur langkah waktu otomatis yang telah
mengikutsertakan interval waktu kritis dalam perhitungan. Dalam prosedur langkah
waktu otomatis terdapat tiga buah kemungkinan, yaitu konsolidasi untuk suatu rentang
waktu tertentu termasuk efek dari perubahan pada geometri yang aktif (Tahapan
konstruksi), konsolidasi hingga seluruh tekanan air pori berlebih dalam geometri telah
mencapai nilai minimum tertentu (Tekanan air pori minimum) dan konsolidasi untuk
sejumlah langkah perhitungan tertentu, dengan menggunakan peningkatan faktor pengali
untuk meningkatkan sistem beban secara global dalam waktu atau dengan
mengaplikasikan kecepatan pembebanan (Peningkatan faktor pengali). Dua
kemungkinan pertama akan digunakan dalam latihan ini.
Untuk mendefinisikan tahap-tahap perhitungan, ikuti langkah-langkah berikut :

Tahap perhitungan pertama adalah analisis Konsolidasi, Tahapan konstruksi.


Dalam lembar-tab Umum pilih Konsolidasi dari kotak Jenis perhitungan. Dalam
lembar-tab Parameter, masukkan Interval waktu sebanyak 5 hari. Pilih Tahapan
konstruksi sebagai Masukan pembebanan dan klik tombol <Tentukan>. Aktifkan
bagian pertama dari timbunan dalam jendela Konfigurasi geometri dan klik
tombol <Perbaharui>.

Kembali dalam jendela Perhitungan, klik tombol <Berikutnya> untuk membuat


tahap perhitungan berikutnya.

Tahap kedua juga merupakan analisis Konsolidasi, Tahapan konstruksi. Kali ini
tidak ada perubahan dalam geometri karena hanya diperlukan analisis
konsolidasi hingga waktu batas tertentu saja. Masukkan interval waktu sebesar
200 hari dan klik tombol <Berikutnya> untuk membentuk tahap perhitungan
berikutnya.

Tahap ketiga merupakan analisis Konsolidasi, Tahapan konstruksi lagi. Setelah


memilih Tahapan konstruksi dalam lembar-tab Parameter, masukkan Interval

7-4

PLAXIS Versi 8

KONSTRUKSI TIMBUNAN UNTUK JALAN (PELAJARAN 5)


waktu 5 hari. Klik tombol <Tentukan> dan aktifkan bagian kedua dari timbunan.
Klik <Perbaharui> dan masuk ke tahap berikutnya.

Tahap keempat adalah analisis konsolidasi hingga mencapai tekanan air pori
minimum. Dalam lembar-tab Parameter, pilih Tekanan air pori minimum dari
kotak Masukan pembebanan dan terima nilai pra-pilih sebesar 1 kN/m2 untuk
tekanan air pori minimum.

Sebelum memulai perhitungan, klik tombol Pilih titik untuk kurva dan pilih titik-titik
berikut. Untuk Titik A, pilih kaki timbunan. Titik kedua (Titik B) akan digunakan untuk
menggambarkan proses terbentuknya (dan berkurangnya) tekanan air pori berlebih.
Tentukan titik ini di tengah lapisan tanah lunak, di dekat (tetapi tidak harus tepat berada
pada) garis batas geometri di sebelah kiri. Setelah memilih kedua titik ini, proses
perhitungan dapat dimulai.
Selama analisis konsolidasi berlangsung, peningkatan waktu dapat terlihat pada bagian
atas dalam jendela informasi perhitungan. Selain pengali, sebuah parameter Pmaks akan
muncul, yang menunjukkan tekanan air pori maksimum saat ini. Parameter ini akan
berguna pada kasus analisis konsolidasi dengan pilihan Tekanan air pori minimum,
dimana seluruh nilai tekanan air pori ditentukan untuk berada di bawah suatu nilai
tertentu yang ditetapkan.
7.3

KELUARAN

Setelah perhitungan selesai, pilih tahap perhitungan ketiga dan keempat secara
bersamaan (dengan menekan tombol <Ctrl> pada papan ketik saat memilih kedua tahap
ini) dan klik tombol <Keluaran>. Jendela keluaran akan menampilkan dua buah jaring
elemen terdeformasi pada kondisi yang berbeda, yaitu pada kondisi setelah proses
konstruksi timbunan tahap akhir tepat selesai dan pada kondisi setelah konsolidasi
secara penuh terjadi.
Melihat hasil perhitungan pada tahap ketiga (setelah konstruksi timbunan selesai), jaring
elemen terdeformasi menunjukkan adanya gaya angkat pada daerah kaki timbunan serta
dataran di belakang timbunan akibat adanya perilaku tak terdrainase. Dengan
mengevaluasi peningkatan perpindahan total, dapat terlihat adanya suatu mekanisme
keruntuhan yang mulai terbentuk (lihat Gambar 7.3). Selain itu Gambar 7.4
menunjukkan distribusi tekanan air pori berlebih yang terjadi. Terlihat jelas bahwa
tekanan air pori berlebih tertinggi terjadi di bawah pusat timbunan.

Gambar 7.3 Peningkatan perpindahan setelah proses konstruksi timbunan


7-5

MANUAL LATIHAN

Gambar 7.4 Tekanan air pori berlebih setelah proses konstruksi timbunan

Gambar 7.5 Kontur tekanan air pori berlebih setelah proses konsolidasi
hingga Pberlebih (Pberlebih) < 1.0 kN/m2
Terlihat pula bahwa penurunan dari permukaan tanah asli serta timbunan meningkat
tajam selama tahap keempat. Hal ini disebabkan oleh disipasi dari tekanan air pori
berlebih, yang menyebabkan proses konsolidasi dari tanah. Gambar 7.5 menunjukkan
distribusi sisa tekanan air pori berlebih setelah konsolidasi. Periksa bahwa nilai
maksimumnya telah berada di bawah 1.0 kN/m2.
Program Kurva dapat digunakan untuk menampilkan perkembangan tekanan air pori
berlebih terhadap waktu di bawah timbunan. Untuk menggambarkan kurva seperti ini,
ikuti langkah-langkah berikut :

Klik tombol Program Kurva di sudut kiri atas jendela Keluaran.

Pilih Diagram baru dan pilih proyek ini dari permintaan berkas.

Dalam jendela Penggambaran kurva, pilih Waktu untuk sumbu x. Untuk


sumbu y, pilih Tekanan air pori Tekanan air pori berlebih dan pilih titik yang
berada di tengah lapisan tanah lunak (Titik B) dari kotak Titik. Setelah mengklik tombol <OK>, sebuah kurva seperti pada Gambar 7.6 akan muncul.

Gambar 7.6 secara jelas menunjukkan empat buah tahap perhitungan. Selama tahap
konstruksi timbunan secara tak terdrainase, tekanan air pori berlebih meningkat dalam
waktu singkat, sedangkan selama proses konsolidasi tekanan air pori berlebih akan
berkurang sejalan dengan waktu. Sebenarnya konsolidasi telah mulai berlangsung pada
saat konstruksi timbunan, karena tahap tersebut juga menggunakan interval waktu. Dari

7-6

PLAXIS Versi 8

KONSTRUKSI TIMBUNAN UNTUK JALAN (PELAJARAN 5)


kurva yang terbentuk dapat terlihat bahwa dibutuhkan lebih dari 700 hari untuk
mencapai konsolidasi secara penuh.
PP
berlebih
[kN/m2]
0

-10

-20

-30

-40

200

400

600

800

Waktu [hari]

Gambar 7.6 Peningkatan tekanan air pori berlebih di bawah timbunan

7.4

ANALISIS KEAMANAN

Dalam desain suatu timbunan, merupakan hal yang penting untuk tidak hanya meninjau
stabilitas final, tetapi juga stabilitas selama proses konstruksi berlangsung. Terlihat jelas
dari hasil yang diperoleh bahwa suatu mekanisme keruntuhan mulai terbentuk setelah
konstruksi timbunan dimulai pada tahap kedua.
Merupakan hal yang menarik untuk mengevaluasi faktor keamanan global pada tahap
perhitungan ini serta tahapan-tahapan konstruksi lainnya.
Dalam rekayasa struktur, faktor keamanan umumnya didefinisikan sebagai rasio dari
beban runtuh terhadap beban kerja. Namun demikian, untuk struktur tanah definisi ini
tidak selalu berguna. Untuk timbunan misalnya, sebagian besar dari beban diakibatkan
oleh berat sendiri dari tanah dan peningkatan berat dari tanah umumnya tidak
mengakibatkan keruntuhan. Suatu lereng dari tanah non-kohesif tidak akan runtuh dalam
suatu pengujian yang meningkatkan berat sendiri dari tanah (seperti pada uji centrifuge).
Definisi yang lebih tepat untuk faktor keamanan adalah :
Faktor keamanan =

S maksimum
S perlu

yang tersedia

untuk ekuilibrium

dimana S menyatakan kuat geser. Rasio dari kekuatan sebenarnya terhadap kekuatan
minimum yang dihitung untuk mencapai keseimbangan adalah faktor keamanan yang

7-7

MANUAL LATIHAN
secara konvensional digunakan dalam mekanika tanah. Dengan menerapkan kondisi
standar dari Coulomb, faktor keamanan dapat diperoleh sebagai berikut :
Faktor keamanan =

c n tan
c r n tan r

dimana c dan adalah masukan parameter kekuatan dan n adalah komponen tegangan
normal aktual. Parameter cr dan r adalah parameter kekuatan tereduksi yang
mempunyai nilai tepat untuk mempertahankan keseimbangan. Prinsip di atas adalah
dasar dari metode Reduksi phi-c yang dapat digunakan dalam PLAXIS untuk menghitung
faktor keamanan global. Dengan pendekatan ini maka kohesi dan tangen dari sudut
geser direduksi dengan proporsi yang sama :
c
cr

tan
= Msf
tan r

Reduksi parameter kekuatan diatur oleh faktor pengali total Msf. Parameter ini akan
ditingkatkan secara bertahap hingga keruntuhan terjadi. Faktor keamanan kemudian
didefinisikan sebagai nilai Msf saat keruntuhan terjadi, hanya jika saat keruntuhan
terjadi suatu nilai yang kurang lebih konstan telah diperoleh untuk beberapa langkah
pembebanan secara berturut-turut.
Pilihan perhitungan Reduksi phi-c tersedia dalam PLAXIS dari daftar Jenis perhitungan
dalam lembar-tab Umum. Jika pilihan Reduksi phi-c dipilih maka Masukan pembebanan
dalam lembar-tab Parameter secara otomatis akan diatur menjadi Peningkatan faktor
pengali.
Untuk menghitung faktor keamanan global dari timbunan untuk jalan pada berbagai
tahapan konstruksi, ikuti langkah-langkah berikut :

Klik tombol Program Perhitungan untuk masuk ke program Perhitungan.

Faktor keamanan dari tahapan konstruksi pertama ingin dihitung. Karena itu
buat sebuah tahap perhitungan baru dan dalam kotak Mulai dari tahap pilih
Tahap 1.

Dalam lembar-tab Umum, pilih perhitungan Reduksi phi-c.

Dalam lembar-tab Parameter jumlah Langkah tambahan secara otomatis diatur


menjadi 100 (dan bukan sebesar 250 sesuai dengan nilai pra-pilihnya). Untuk
tidak memperhitungkan deformasi yang telah terjadi akibat mekanisme
keruntuhan, pilih Atur perpindahan menjadi nol. Pilihan Peningkatan faktor
pengali akan telah diaktifkan dalam kotak Masukan pembebanan. Klik
<Tentukan> untuk masuk ke lembar-tab Pengali.

Dalam jendela Pengali, periksa bahwa peningkatan pertama dari faktor pengali
yang mengatur proses reduksi kekuatan, Msf, bernilai 0.1. Perhitungan faktor
keamanan yang pertama sekarang telah didefinisikan.

7-8

PLAXIS Versi 8

KONSTRUKSI TIMBUNAN UNTUK JALAN (PELAJARAN 5)


Petunjuk :

>

Nilai pra-pilih untuk Langkah tambahan dalam perhitungan Reduksi


phi-c adalah 100. Berbeda dengan perhitungan Tingkat batas, jumlah
langkah tambahan pada perhitungan ini selalu dieksekusi seluruhnya.
Dalam hampir seluruh perhitungan Reduksi phi-c, 100 langkah
umumnya cukup untuk mencapai kondisi runtuh. Jika tidak, jumlah
langkah tambahan dapat ditingkatkan hingga maksimum sebesar 1000.
Untuk kebanyakan Reduksi phi-c, Msf = 0.1 umumnya cukup untuk
memulai langkah pertama proses perhitungan. Selama proses
perhitungan, peningkatan faktor pengali total untuk reduksi kekuatan,
Msf, secara otomatis diatur oleh prosedur peningkatan beban.

Sekarang diinginkan untuk mendefinisikan perhitungan faktor keamanan setelah


tahapan konstruksi kedua. Buat tahap perhitungan baru dan pilih Tahap 3
sebagai tahap untuk dimulainya tahap perhitungan ini. Hal ini dapat dilakukan
dalam lembar-tab Umum pada pogram Perhitungan dengan meng-klik kotak
Mulai dari tahap dan memilih Tahap 3.

Dalam lembar-tab Umum, pilih perhitungan Reduksi phi-c dari kotak Jenis
pembebanan.

Dalam lembar-tab Parameter pilih Atur perpindahan menjadi nol, pilih


Peningkatan faktor pengali dan klik tombol <Tentukan>.

Dalam jendela Pengali, periksa bahwa Msf diatur ke 0.1.

Terakhir ingin diketahui faktor keamanan final dari timbunan. Buat satu tahap
perhitungan lagi dan atur agar tahap ini dimulai dari tahap perhitungan keempat.

Dalam lembar-tab Umum, pilih perhitungan Reduksi phi-c sebagai jenis


pembebanan.

Dalam lembar-tab Parameter pilih Atur perpindahan menjadi nol. Selain itu,
aktifkan Abaikan perilaku tak terdrainase karena dalam kasus ini akan
diperhitungkan perilaku jangka panjang dari timbunan. Pilih Peningkatan faktor
pengali dan klik tombol <Tentukan>.

Dalam jendela Pengali, periksa bahwa Msf diatur ke 0.1.

Sebelum memulai perhitungan, pastikan bahwa hanya tahap perhitungan baru saja yang
dipilih untuk dieksekusi (); tahap perhitungan yang lain seharusnya diindikasikan
dengan tanda .

Evaluasi hasil
Perpindahan tambahan akan terbentuk selama proses perhitungan Reduksi phi-c.
Perpindahan total yang ditampilkan tidak mempunyai arti fisik, tetapi peningkatan
perpindahan dalam langkah terakhir (saat runtuh) memberikan indikasi dari bentuk
mekanisme keruntuhan. Untuk dapat menampilkan mekanisme dari ketiga tahapan yang
berbeda dari konstruksi timbunan ini, pilih tahap perhitungan 5, 6 dan 7 secara
7-9

MANUAL LATIHAN
bersamaan (gunakan tombol <Ctrl>) dan klik tombol <Keluaran>. Pilih untuk seluruh
jendela pilihan Peningkatan total dari menu Deformasi dan ubah jenis tampilan dari
Anak panah ke Warna. Tampilan akan memberikan impresi yang baik terhadap
mekanisme keruntuhan (lihat Gambar 7.7). Besarnya peningkatan perpindahan yang
terjadi tidak relevan dalam perhitungan faktor keamanan.

Gambar 7.7 Warna dari peningkatan perpindahan total yang mengindikasikan


mekanisme keruntuhan potensial dari timbunan pada tahap final
Faktor keamanan dapat diperoleh dari pilihan Informasi perhitungan dari menu
Tampilan. Lembar-tab Pengali dari jendela Informasi perhitungan menunjukkan nilai
aktual dari faktor pengali beban. Nilai Msf menyatakan faktor keamanan, hanya jika
nilai ini kurang-lebih telah konstan pada beberapa langkah perhitungan sebelumnya.
Namun demikian cara terbaik untuk mengevaluasi faktor keamanan adalah dengan
menggambarkan kurva dimana parameter Msf digambarkan terhadap perpindahan
untuk suatu titik nodal tertentu. Walaupun perpindahan tidak relevan dalam kasus ini,
perpindahan tetap mengindikasikan apakah suatu mekanisme keruntuhan telah
terbentuk. Untuk mengevaluasi faktor keamanan untuk ketiga situasi dengan cara ini,
ikuti langkah-langkah berikut :

Klik tombol Program Kurva untuk memulai program Kurva.

Pilih Diagram baru dan pilih berkas timbunan jalan dari permintaan berkas.

Dalam jendela Penggambaran kurva, pilih perpindahan total dari kaki timbunan
(Titik A) untuk sumbu x. Untuk sumbu y, pilih Pengali dan pilih Msf dari kotak
Jenis. Sebuah kurva seperti pada Gambar 7.8 akan muncul.

Perpindahan maksimum yang ditampilkan tidaklah relevan. Dapat terlihat bahwa untuk
semua kurva nilai Msf yang diperoleh telah mencapai nilai yang kurang-lebih konstan.
Dengan menggerakkan kursor mouse ke atas suatu titik pada kurva akan memunculkan
kotak yang menunjukkan nilai dari Msf yang diperoleh.

7-10

PLAXIS Versi 8

KONSTRUKSI TIMBUNAN UNTUK JALAN (PELAJARAN 5)


Sum-Msf
1.4

Faktor keamanan (jangka panjang) 1.387


1.3

1.2

Faktor keamanan (tahap konstruksi pertama) 1.119


1.1

Faktor keamanan (tahap konstruksi kedua) 1.054


1.0

100

200

|U| [m]

300

400

500

Gambar 7.8 Evaluasi faktor keamanan untuk ketiga tahapan konstruksi

7.5

ANALISIS JARING ELEMEN YANG DIPERBAHARUI

Seperti terlihat pada keluaran berupa Jaring elemen terdeformasi pada akhir konsolidasi
(tahap 4), timbunan mengalami penurunan lebih dari setengah meter dalam waktu dua
tahun setelah konstruksi dimulai. Sebagian dari timbunan pasir yang pada awalnya
berada di atas garis freatik akan turun dan berada di bawah garis freatik. Akibat gaya
apung atau gaya angkat dari air maka berat efektif dari tanah yang turun ke bawah garis
freatik akan berubah, dan mengakibatkan reduksi dari tegangan efektif akibat beban
timbunan sejalan dengan waktu. Efek ini dapat disimulasikan dalam PLAXIS dengan
menggunakan Jaring elemen yang diperbaharui serta Tekanan air yang diperbaharui.
Pada proyek timbunan untuk jalan efek dari penggunaan pilihan ini akan dipelajar
i.
Buka proyek ini dalam program Masukan dan pilih Simpan sebagai dari menu Berkas.
Simpan proyek ini dengan nama berkas yang berbeda. Sekarang klik tombol Program
Perhitungan dan buka proyek baru ini. Seluruh tahap perhitungan akan ditandai untuk
dieksekusi. Untuk mengubah perhitungan menjadi analisis dengan Jaring elemen yang
diperbaharui, lakukan langkah-langkah berikut :

Pilih Tahap 1 dan klik tombol Tingkat lanjut di bawah kotak Jenis perhitungan.
Pilih Jaring elemen yang diperbaharui dan Tekanan air yang diperbaharui dalam
jendela Pengaturan umum tingkat lanjut. Klik <OK> untuk kembali ke jendela
perhitungan.
7-11

MANUAL LATIHAN

Ulangi langkah ini untuk seluruh tahap perhitungan 2, 3 dan 4.

Hapus tahap 5, 6 dan 7.

Mulai perhitungan.

Setelah perhitungan selesai, buka program Kurva untuk membandingkan penurunan dari
dua metode perhitungan yang berbeda.

Pilih Diagram baru dan pilih proyek perhitungan timbunan untuk jalan yang
dilakukan dengan jaring elemen yang diperbaharui dari permintaan berkas.

Dalam jendela Penggambaran kurva pilih waktu untuk sumbu-x dan pilih
perpindahan total dari kaki timbunan (Titik A) untuk sumbu-y.

Untuk membandingkan hasil perpindahan dari perhitungan tanpa jaring elemen yang
diperbaharui, tambahkan sebuah kurva dari perhitungan sebelumnya,

Dari menu Berkas, pilih Tambah kurva, Dari proyek lain.

Dari permintaan berkas, pilih proyek timbunan untuk jalan tanpa jaring elemen
yang diperbaharui.

Dalam jendela Penggambaran kurva, pilih titik yang sama (Titik A), dimana
deformasi terhadap waktu dapat digambarkan. Klik <OK> untuk menambahkan
kurva.

Grafik pra-pilih juga akan menggambarkan perpindahan yang dihitung pada tahap
Reduksi phi-c. Perpindahan ini tidak diperlukan saat ini dan dapat dihapus dari kurva.

Pilih Kurva dari menu Format dan klik tombol <Tahap>

Dalam jendela Pilih tahapan, nonaktifkan tahapan Reduksi phi-c, yaitu tahap 5,
6 dan 7. Klik <OK> untuk kembali ke jendela Pengaturan kurva dan klik <OK>
lagi untuk memperbaharui grafik.

Sekarang hanya perpindahan selama tahap konstruksi dan tahap konsolidasi saja yang
akan digambarkan. Untuk mengubah skala vertikal dari diagram :

Pilih Diagram dari menu Format dan ubah Skala dari Sumbu-Y ke Manual.
Masukkan nilai maksimum 0.5. Klik <OK> untuk memperbaharui grafik.

Pada Gambar 7.9 dapat terlihat bahwa penurunan akan menjadi lebih kecil jika
digunakan pilihan Jaring elemen yang diperbaharui dan Tekanan air yang
diperbaharui. Hal ini sebagian terjadi karena prosedur Jaring elemen yang diperbaharui
mengikutsertakan efek deformasi ordo dua dimana perubahan geometri ikut
diperhitungkan, dan sebagian lagi karena prosedur Tekanan air yang diperbaharui
memberikan berat efektif yang lebih kecil dari timbunan. Efek tekanan air ini
diakibatkan oleh gaya apung yang bekerja pada tanah yang mengalami penurunan
hingga ke bawah garis freatik (yang konstan). Penggunaan kedua prosedur ini dapat
menghasilkan analisis penurunan yang realistis, karena telah melibatkan efek yng
menguntungkan pada deformasi yang besar.

7-12

PLAXIS Versi 8

KONSTRUKSI TIMBUNAN UNTUK JALAN (PELAJARAN 5)


Perpindahan [m]
0.4

0.3

Jaring elemen normal

0.2

Jaring elemen yang diperbaharui


0.1

0.0

200

400

600

800

1000

Waktu [hari]

Gambar 7.9 Penurunan kaki timbunan dengan menggunakan prosedur


jaring elemen yang diperbaharui

7-13

MANUAL LATIHAN

7-14

PLAXIS Versi 8

PENURUNAN AKIBAT KONSTRUKSI TEROWONGAN (PELAJARAN 6)


8

PENURUNAN AKIBAT KONSTRUKSI TEROWONGAN (PELAJARAN 6)

PLAXIS mempunyai fasilitas khusus untuk pembuatan terowongan dengan penampang


lingkaran maupun non-lingkaran serta simulasi proses konstruksi terowongan. Dalam
bab ini akan dibahas suatu konstruksi dari terowongan dengan shield pada tanah dengan
konsistensi lunak-sedang dan pengaruhnya pada pondasi tiang. Terowongan dengan
shield dikerjakan dengan menggali tanah di depan mesin pembor terowongan atau TBM
(tunnel boring machine) dan memasang dinding terowongan (lining) dibelakangnya.
Pada prosedur pemboran seperti ini, tanah umumnya tergali secara berlebih, yaitu bahwa
luas penampang melintang final yang digunakan oleh terowongan selalu lebih kecil
dibandingkan dengan luas penampang tanah yang digali. Walaupun tindakan
pencegahan telah dilakukan untuk mengisi celah ini, namun redistribusi dari tegangan
dan deformasi dalam tanah akibat proses konstruksi terowongan tidak dapat dihindari.
Untuk menghindari terjadinya kerusakan pada bangunan maupun pondasi yang telah ada
diatasnya, perlu untuk memprediksi efek-efek ini serta mengambil tindakan pencegahan
yang diperlukan. Analisis semacam ini dapat dilakukan dengan menggunakan metode
elemen hingga. Pelajaran ini menunjukkan contoh dari analisis tersebut.
5m

10 m

15 m

+3.0 m
0.0 m
pondasi tiang
lempung
kaki tiang
-10.0 m

pasir

-12.0 m
lempung bawah
-17.0 m
pasir bawah
-22.0 m

Gambar 8.1 Pelapisan tanah dan geometri dari proyek terowongan


Terowongan dalam pelajaran ini mempunyai diameter 5.0 m dan berada pada kedalaman
rata-rata 20 m. Profil tanah menunjukkan empat buah lapisan yang berbeda. 13 m
pertama merupakan tanah lempung lunak dengan kekakuan yang meningkat kuranglebih secara linier terhadap kedalaman tanah. Di bawah lapisan tersebut terdapat lapisan
pasir halus setebal 2.0 m. Lapisan ini digunakan sebagai lapisan pendukung dari
8-1

MANUAL LATIHAN
pondasi-pondasi tiang kayu tua dari rumah-rumah tradisional. Pondasi tiang dari
bangunan-bangunan tersebut dimodelkan berada di dekat terowongan. Perpindahan dari
tiang-tiang ini dapat menyebabkan kerusakan pada bangunan-bangunan tersebut, yang
jelas sangat tidak diinginkan. Di bawah lapisan pasir terdapat lapisan lempung
kelanauan setebal 5.0 m.
Lapisan tersebut merupakan salah satu lapisan tanah dimana terowongan akan
dikonstruksikan. Lapisan tanah yang lain dimana terowongan akan dibuat adalah lapisan
pasir, yang merupakan lapisan pasir padat bercampur kerikil dan sangat kaku. Dalam
model elemen hingga, lapisan ini hanya dimodelkan setebal 5.0 m saja. Lapisan yang
lebih dalam lagi dianggap sangat kaku dan dimodelkan sebagai kondisi batas. Distribusi
tekanan air pori adalah hidrostatik. Garis freatik berada pada elevasi 3 m di bawah
permukaan tanah (pada elevasi y = 0 m). Karena situasi permasalahan kurang-lebih
simetris, maka hanya setengahnya (bagian kanan) saja yang diterapkan dalam model
regangan bidang. Dari koordinat awal terowongan, model melebar ke arah horisontal
hingga sejauh 30 m. Elemen dengan 15 titik nodal digunakan untuk contoh ini.
8.1

GEOMETRI

Geometri dasar yang terdiri dari empat buah lapisan tanah seperti ditunjukkan pada
Gambar 8.1 (tidak termasuk terowongan dan elemen pondasi), dapat digambarkan
dengan menggunakan garis geometri. Karena permukaan tanah terletak 3.0 m di atas
elevasi referensi, maka parameter Atas diambil pada +3.0 m dalam Pengaturan global
dan Bawah pada -22.0 m. Untuk menggambarkan terowongan digunakan Perancang
terowongan, yaitu suatu alat bantu khusus dalam PLAXIS yang memungkinkan
penggunaan segmen lingkaran (lengkung) dan garis untuk memodelkan geometri dari
suatu terowongan. Terowongan yang dibahas disini adalah separuh bagian sebelah
kanan dari terowongan lingkaran dan akan terdiri dari empat buah segmen. Setelah
menggambarkan geometri dasar, ikuti langkah-langkah berikut untuk mendesain
terowongan lingkaran :
Klik tombol Terowongan pada toolbar. Jendela Perancang terowongan akan
muncul dengan beberapa pilihan dalam toolbar-nya untuk membuat bentuk dari
terowongan. Pilih Separuh terowongan bagian kanan dari toolbar.

Perancang terowongan akan menunjukkan bentuk pra-pilih dari (setengah)


terowongan yang terdiri dari tiga buah segmen, dimana segmen yang paling
bawah (Segmen 1) terpilih, seperti ditunjukkan dalam Gambar 8.2. Bagian
kanan dari jendela menunjukkan beberapa nilai-nilai geometris.

Biarkan Jenis terowongan pada nilai pra-pilihnya yaitu Terowongan bor.


Pastikan bahwa segmen terowongan bagian bawah telah aktif terpilih (jika
belum, pilihlah dengan meng-klik segmen yang paling bawah dengan mouse).

Angka-angka dalam tabel menyatakan sifat dari segmen terowongan yang


pertama. Untuk terowongan (bor) lingkaran radiusnya dapat dimasukkan disini.
Masukkan radius sebesar 2.5 m. Hasil dari langkah ini akan langsung terlihat
dalam gambar.

8-2

PLAXIS Versi 8

PENURUNAN AKIBAT KONSTRUKSI TEROWONGAN (PELAJARAN 6)

Angka di bawah radius menyatakan sudut dimana segmen tersebut akan berhenti
diperpanjang. Masukkan nilai 90 derajat (yang merupakan sudut maksimum dari
suatu segmen terowongan).

Koordinat lokal x dan y dari koordinat awal lengkung pertama selalu berada
pada koordinat awal lokal (x = 0; y = 0) untuk terowongan bor.

Pastikan bahwa pilihan Cangkang dan Antarmuka diaktifkan untuk segmen ini.

Gambar 8.2 Perancang terowongan dengan model terowongan saat ini

Lanjutkan ke segmen berikutnya (Segmen 2) dengan menekan tombol anak


panah ke kanan yang berada di kanan bagian bawah dari jendela. Alternatif lain
adalah dengan langsung meng-klik segmen terowongan yang kedua dalam
jendela perancangan.

Masukkan sudut sebesar 90 derajat. Tidak diperlukan dan juga tidak mungkin,
untuk memasukkan radius dari segmen terowongan yang kedua. Nilai ini secara
otomatis akan dihitung dari segmen terowongan yang pertama pada kasus
terowongan lingkaran.

Pastikan bahwa Cangkang dan Antarmuka juga diaktifkan untuk segmen 2.

8-3

MANUAL LATIHAN
Petunjuk :
>

>
>
>
>
>
>

Cangkang dan antarmuka dapat diterapkan secara langsung pada


seluruh segmen terowongan dengan meng-klik tombol yang sesuai
pada jendela terowongan di bagian atas.
Dinding terowongan terdiri pelat-pelat lengkung. Sifat dinding
terowongan dapat ditentukan dalam basis data material untuk pelat.
Serupa dengan dinding, antarmuka terowongan juga tidak lebih dari
antarmuka yang berbentuk lengkung.
Untuk terowongan dalam kasus ini, segmen-segmen terowongan tidak
mempunyai arti yang spesifik karena dinding terowongan adalah
homogen dan akan dikonstruksikan seluruhnya secara serentak.
Secara umum, segmen terowongan akan menjadi signifikan jika :
Diinginkan untuk menggali dan membuat terowongan (dinding
terowongan) dalam tahapan yang berbeda-beda.
Segmen terowongan yang berbeda memiliki sifat dinding yang
berlainan.
Pengguna dapat menerapkan hubungan sendi pada dinding terowongan
(sendi dapat ditambahkan setelah pembuatan terowongan dalam bidang
gambar).
Bentuk terowongan terdiri dari lengkung-lengkung dengan radius yang
berbeda-beda (misalnya terowongan NATM).

Dalam kotak Bentuk terdapat dua buah parameter. Parameter Terowongan


simetris dapat dipilih untuk terowongan secara keseluruhan. Terowongan
lingkaran akan terpilih secara otomatis untuk terowongan bor.

Terowongan sekarang telah terdefinisi dengan lengkap. Tekan tombol <OK>


untuk menutup perancang terowongan.

Kembali ke bidang gambar, terowongan harus digabungkan dengan model


geometri. Hal ini dilakukan dengan menetapkan posisi global dari pusat
koordinat lokal dari terowongan. Klik pada titik yang telah ada di posisi
(0.0; -17.0) (5.0 m di atas dasar model geometri). Terowongan akan muncul
dalam bidang gambar dengan pusatnya berada pada lokasi ini.

Pondasi-pondasi tiang kayu di bawah bangunan merupakan tiang-tiang tahanan ujung


(end bearing piles). Hanya sebagian kecil saja dari kapasitas daya dukung total yang
berasal dari gesekan tiang. Untuk memodelkan perilaku ini dengan benar, tiang pondasi
akan dimodelkan dengan menggunakan kombinasi dari pelat dan jangkar nodal ke
nodal. Bangunannya sendiri akan dimodelkan sebagai pelat kaku yang dihubungkan
pada jangkar nodal ke nodal.

Gambarkan ketiga pelat yang terpisah ini dari (5.0; -10.0) ke (5.0; -11.0), dari
(15.0; -10.0) ke (15.0; -11.0) dan dari (5.0; 3.0) ke (15.0; 3.0).

Hubungkan ujung atas dari kaki tiang ke pelat dasar pondasi dari bangunan di
atasnya dengan jangkar nodal ke nodal, seperti ditunjukkan pada Gambar 8.1.

8-4

PLAXIS Versi 8

PENURUNAN AKIBAT KONSTRUKSI TEROWONGAN (PELAJARAN 6)

Kondisi batas
Klik tombol Jepit standar untuk mengaplikasikan kondisi batas standar pada model.
Selain kondisi jepit standar, juga ditambahkan rotasi tetap pada titik atas dan titik bawah
dari dinding terowongan.
Petunjuk :

Dalam kondisi Jepit standar, pelat yang diperpanjang hingga ke batas


geometri yang terjepit setidaknya dalam satu arah akan menerima rotasi
tetap, sedangkan pelat yang diperpanjang hingga batas geometri yang
bebas akan menerima rotasi bebas pula.

Sifat-sifat material
Daftar sifat material untuk keempat lapisan tanah yang berbeda diberikan dalam Tabel
8.1. Untuk seluruh lapisan, perilaku material diatur ke terdrainase karena pada kasus ini
hanya diinginkan deformasi jangka panjangnya saja.
Tabel 8.1 Sifat-sifat material untuk lapisan tanah dalam proyek terowongan
Parameter

Nama

Lempung Pasir

Lmp. Bwh. Pasir Bwh. Satuan

Model material
Jenis perilaku material

Model
Jenis

MC
Terdr.
15

MC
Terdr.

MC
Terdr.

MC
Terdr.

16.5

16

17

kN/m3

18

20

18.5

21

kN/m3

kx

110-4

1.0

110-2

0.5

m/hari

Permeabilitas vertikal

ky

-4

1.0

-2

Modulus Young
Peningkatan E
Elevasi referensi

Eref
Epeningk.
yref

Angka Poisson

Kohesi

cref

Sudut geser
Sudut dilatansi

Kekuatan antarmuka

Rinter

unsat
Brt. isi tnh. di bawah mat sat
Brt. isi tnh. di atas mat

Permeabilitas horisontal

0.5

m/hari

80000
-

110
10000
-

120000
-

kN/m2
kN/m3
m

0.3

0.33

0.3

5.5
24

1.0

4.0

1.0

kN/m2

31

25

33

0.0

1.0

0.0

3.0

Kaku

Kaku

0.7

0.7

110
1000
650
0.0
0.33

Untuk lapisan atas berupa tanah lempung digunakan pilihan tingkat lanjut untuk
menerapkan peningkatan kekakuan terhadap kedalaman. Karena itu nilai Epeningkatan
harus dimasukkan dalam jendela parameter Tingkat lanjut. Nilai dari Eref menjadi nilai
referensi pada kedalaman referensi yreference. Di bawah yreference nilai aktual dari E akan
meningkat terhadap kedalaman sesuai dengan : E(y) = Eref + Epeningkatan (yreference y).

8-5

MANUAL LATIHAN
Kumpulan data material untuk dua lapisan tanah di bawah telah mengikutsertakan
parameter yang sesuai untuk antarmuka dari terowongan. Dalam kumpulan data yang
lain sifat antarmuka biarkan tetap pada nilai pra-pilihnya. Masukkan empat buah
kumpulan data material dengan sifat yang diberikan dalam Tabel 8.1 dan aplikasikan
kumpulan data tersebut ke klaster-klaster yang sesuai dalam model geometri. Untuk
memasukkan parameter tingkat lanjut dari kumpulan data material lempung, klik tombol
<Tingkat lanjut> dalam lembar-tab Parameter.
Selain keempat kumpulan data material untuk tanah dan antarmuka, kumpulan data
material untuk tiga buah pelat dan sebuah jangkar harus dibuat. Sifat untuk pelat-pelat
tersebut diberikan pada Tabel 8.2 dan untuk jangkar diberikan pada Tabel 8.3.
Aplikasikan kumpulan data Dinding ke dinding terowongan, kumpulan data Pondasi ke
kedua kaki pondasi dalam model dan kumpulan data Bangunan pada pelat pondasi yang
memodelkan bangunan. Berat dari pelat balok ini juga menyatakan berat dari bangunan
secara keseluruhan. Aplikasikan kumpulan data Tiang pada jangkar nodal ke nodal.
Tabel 8.2 Sifat-sifat material untuk pondasi
Parameter
Jenis perilaku
Kekakuan normal
Kekakuan lentur
Tebal ekivalen
Berat
Angka Poisson

Nama
Jenis
EA
EI
d
w

Dinding
Elastis
1.4107
1.43105
0.35
8.4
0.15

Pondasi
Elastis
2106
8103
0.219
2.0
0.2

Bangunan
Elastis
11010
11010
3.464
25
0.0

Satuan
kN/m
kNm2/m
m
kN/m/m
-

Tabel 8.3 Sifat-sifat material untuk jangkar


Parameter
Jenis material
Kekakuan normal
Spasi antar jangkar

Nama
Jenis
EA
Ls

Tiang
Elastis
2106
1

Satuan
kN
m

Penyusunan jaring elemen


Pada contoh ini digunakan elemen dengan 15 titik nodal sebagai elemen dasar. Hal ini
berarti bahwa jaring elemen akan lebih akurat dibandingkan dengan penggunaan elemen
dengan 6 titik nodal. Kekasaran global dapat tetap pada nilai pra-pilihnya (Kasar).
Dapat diperkirakan bahwa konsentrasi tegangan akan terjadi di sekitar terowongan dan
kaki pondasi tiang. Karena itu gunakan pilihan penghalusan elemen dalam menu Jaring
elemen pada area-area ini. Pilih kedua klaster di dalam terowongan dan gunakan
Perhalus klaster. Dalam menu jaringan pilih kedua pelat yang memodelkan kaki
pondasi dan pilih Perhalus garis dalam menu Jaring elemen.

8-6

PLAXIS Versi 8

PENURUNAN AKIBAT KONSTRUKSI TEROWONGAN (PELAJARAN 6)

Kondisi awal
Tentukan berat isi air sebesar 10 kN/m3. Tekanan air dapat dihitung berdasarkan garis
freatik global pada elevasi y = 0.0 m.
Sebelum menghitung tegangan awal, pastikan bahwa bangunan, pondasi tiang, kaki
tiang dan dinding terowongan pada kondisi non-aktif. Prosedur-K0 dapat digunakan
untuk menghitung tegangan efektif awal sesuai dengan nilai K0.
8.2

PERHITUNGAN

Untuk memodelkan konstruksi dari terowongan, jelas diperlukan sebuah tahapan


konstruksi dimana dinding terowongan diaktifkan dan klaster tanah didalamnya
dinonaktifkan. Penonaktifan tanah di dalam terowongan hanya berpengaruh pada
kekakuan tanah, kekuatan tanah dan kondisi tegangan efektif saja. Tanpa masukan
tambahan maka tekanan air akan tetap bekerja. Untuk menghilangkan tekanan air di
dalam terowongan, kedua klaster di dalam terowongan harus diatur menjadi Klaster
kering dalam modus tekanan air dan tekanan air harus dihitung kembali. Untuk
memberikan masukan ini, ikuti langkah-langkah berikut :

Tahap perhitungan pertama digunakan untuk mengaktifkan bangunan. Pilih


perhitungan Plastis dengan menggunakan Tahapan konstruksi. Dalam modus
tahapan konstruksi, aktifkan kaki pondasi, jangkar dan pelat pondasi. Klik
<Perbaharui> untuk kembali ke jendela perhitungan.

Tahap perhitungan kedua juga merupakan perhitungan plastis berupa Tahapan


konstruksi. Pada lembar-tab Parameter, aktifkan Atur perpindahan menjadi nol.
Klik tombol <Tentukan>, aktifkan dinding terowongan dan nonaktifkan kedua
klaster tanah di dalam terowongan.

Klik pada tombol Switch untuk melanjutkan ke modus tekanan air. Klik tombol
Pilih dan pilih kedua klaster tanah di dalam terowongan secara bersamaan
(gunakan tombol <Shift>). Klik-ganda pada salah satu klaster dengan tetap
menekan tombol <Shift>. Jendela Distribusi tekanan air pori klaster akan
muncul. Pilih Klaster kering dan klik <OK> untuk kembali ke modus tekanan
air.

Klik tombol Hitung tekanan air untuk menghitung tekanan air. Dalam tampilan
akan terlihat bahwa tidak ada tekanan air yang bekerja di dalam terowongan.
Klik tombol <Perbaharui> untuk kembali ke modus tekanan air.

Dalam modus tekanan air, klik tombol <Perbaharui> untuk kembali ke jendela
perhitungan.

Selain pemasangan dinding terowongan, penggalian tanah serta pemompaan air keluar
dari dalam terowongan, kehilangan volume (volume loss) juga dimodelkan dengan
mengaplikasikan suatu kontraksi pada dinding terowongan. Kontraksi ini akan
didefinisikan dalam tahapan konstruksi sebagai berikut :

Klik tombol <Berikutnya> untuk membuat tahap perhitungan berikutnya.


8-7

MANUAL LATIHAN

Pilih perhitungan plastis, Tahapan konstruksi dan klik tombol <Tentukan>.

Klik-ganda di koordinat awal terowongan untuk membuka jendela Kontraksi


terowongan. Masukkan kontraksi sebesar 2%, klik <OK> untuk kembali ke
modus konfigurasi geometri dan klik <Perbaharui> untuk kembali ke jendela
perhitungan.

Tentukan beberapa titik untuk penggambaran kurva beban-perpindahan


(misalnya titik sudut atas pada permukaan tanah di atas terowongan dan titiktitik sudut dari bangunan).

Mulai perhitungan.
Petunjuk :

8.3

Kontraksi dari dinding terowongan tidak menimbulkan gaya pada


dinding terowongan. Tegangan yang terjadi pada dinding terowongan
setelah penerapan prosedur kontraksi diakibatkan oleh redistribusi
tegangan yang terjadi pada tanah di sekeliling terowongan atau akibat
adanya perubahan gaya eksternal.

KELUARAN

Setelah perhitungan selesai, pilih dua tahap perhitungan terakhir dan klik tombol
<Keluaran>. Program Keluaran akan dimulai dan menampilkan jaring elemen
terdeformasi dari tahap perhitungan terakhir.
Sebagai hasil dari tahap perhitungan kedua (dikeluarkannya tanah dan air dari dalam
terowongan) akan terjadi penurunan dari permukaan tanah dan dinding terowongan akan
menunjukkan terjadinya deformasi. Dalam tahap ini gaya aksial yang bekerja pada
dinding terowongan adalah gaya aksial maksimum yang akan tercapai. Gaya-gaya yang
bekerja pada dinding terowongan dapat ditampilkan dengan klik-ganda pada dinding
terowongan dan memilih jenis gaya yang diinginkan dari menu Gaya (lihat
Gambar 8.3).
Tahap perhitungan ketiga menunjukkan hasil yang diperoleh dari simulasi terjadinya
kehilangan volume. Jaring elemen terdeformasi menunjukkan penurunan sepanjang
permukaan tanah, yang dipengaruhi oleh adanya bangunan (lihat Gambar 8.4). Tampilan
dari kondisi tegangan efektif pada Gambar 8.5 menunjukkan terjadinya efek busur atau
arching effect diseputar terowongan. Arching ini mereduksi tegangan yang bekerja pada
dinding terowongan. Hasilnya, gaya aksial pada tahap ini akan lebih rendah dari pada
tahap perhitungan kedua. Walapun demikian, momen lentur yang bekerja lebih besar
(lihat Gambar 8.6). Pengaruh dari kontraksi terowongan pada pondasi tiang dapat dilihat
dengan menampilkan tegangan geser relatif atau dari perpindahan kaki tiang.

8-8

PLAXIS Versi 8

PENURUNAN AKIBAT KONSTRUKSI TEROWONGAN (PELAJARAN 6)

Gambar 8.3 Gaya aksial (kiri) dan momen lentur (kanan) pada
dinding terowongan setelah tahap perhitungan kedua

Gambar 8.4 Jaring elemen terdeformasi setelah konstruksi terowongan

8-9

MANUAL LATIHAN

Gambar 8.5 Kondisi tegangan efektif setelah konstruksi terowongan

Gambar 8.6 Gaya aksial dan momen lentur dalam dinding terowongan
setelah tahap ketiga

8-10

PLAXIS Versi 8

LAMPIRAN A DIAGRAM MENU


LAMPIRAN A DIAGRAM MENU
A.1

MENU MASUKAN

Berkas

Edit

Tampilan

Baru

Batalkan

Ctrl+Z

Perbesar

Buka

Salin

Ctrl+C

Perkecil

Simpan

Tampilan awal

Simpan sebagai

Tabel

Cetak

Mistar

Direktory kerja

Sumbu silang

Ctrl+C

Kemas proyek

Grid

Ctrl+G

Impor

Sumbu

Pengaturan global

Masuk ke grid Ctrl+S

(Proyek terakhir)

Nomor titik

Keluar

Nomor rangkaian

Geometri

Beban

Garis geometri

Jepit standar

Pelat

Batas gempa standar

Geogrid

Batas penyerap standar (dinamis)

Jangkar nodal ke nodal

Atur sistem beban dinamis

Jangkar ujung tetap

Jepit penuh

Antarmuka

Jepit vertikal

Terowongan

Jepit horisontal

Sendi dan pegas rotasi

Rotasi tetap (pelat)

Drainase

Batas penyerap

Sumur

Perpindahan tertentu (statis)

Beban merata - sistem A


Beban merata - sistem B
Beban terpusat - sistem A
Beban terpusat - sistem B

A-1

MANUAL LATIHAN

Material

Jaring elemen

Awal

Tanah & Antarmuka

Jenis elemen dasar

Kondisi awal

Pelat

Kekasaran global

Geogrid

Perhalus global

Jangkar

Perhalus klaster
Perhalus garis
Perhalus seputar titik
Kekasaran awal
Susun

Bantuan
Topik bantuan
Pembaharuan lisensi
Disclaimer
Tentang

A-2

PLAXIS Versi 8

LAMPIRAN A DIAGRAM MENU


MENU KONDISI AWAL
Berkas

Tampilan

Geometri

Simpan

Perbesar

Berat isi air

Simpan sebagai

Perkecil

Garis freatik

Cetak

Tampilan awal

Batas aliran tertutup

Pengaturan global

Mistar

Batas konsolidasi tertutup

Keluar

Sumbu silang

Ctrl+C

Grid

Ctrl+G

Masuk ke grid

Ctrl+S

Nomor titik
Nomor rangkaian
Hitung

Bantuan

Tekanan air

Topik bantuan

Tegangan awal

Disclaimer
Tentang

A-3

MANUAL LATIHAN
A.2

MENU PERHITUNGAN

Berkas

Edit

Tampilan

Buka

Tahap berikutnya

Pengelola perhitungan

Simpan

Sisipkan tahap

Pilih titik untuk kurva

Kemas proyek

Hapus tahap

Ctrl+Del

Cetak

Salin ke clipboard

Ctrl+C

Direktori kerja `

Pilih semua

Ctrl+A

Keluar
Hitung

Bantuan

Proyek saat ini

Topik bantuan

Beberapa proyek

Pembaharuan lisensi
Disclaimer
Tentang

A-4

PLAXIS Versi 8

LAMPIRAN A DIAGRAM MENU


A.3

MENU KELUARAN

Menu KELUARAN (1)


Berkas

Edit

Buka

Salin

Tutup

Skala

Tutup semua

Interval

Kemas proyek

Garis pindai

Ctrl+C

Cetak
Penyusun laporan
Direktori kerja

Keluar
Tampilan

Geometri

Deformasi

Perbesar

Struktur

Jaring elemen terdeformasi

Perkecil

Material

Perpindahan total

Tampilan awal

Garis freatik

Perpindahan horisontal (x)

Potongan melintang

Beban

Perpindahan vertikal

Tabel

Kondisi jepit

Perpindahan tahap

Mistar

Perpindahan tertentu

Peningkatan total

Judul

Konektivitas

Peningkatan horisontal (x)

Legenda

Elemen

Peningkatan vertikal

Grid

Titik nodal

Regangan total

Informasi umum

Titik tegangan

Regangan Cartesius

Informasi beban

Nomor elemen

Peningkatan regangan

Nomor titik nodal

Peningk. regangan Cartesius `

Informasi perhitungan

Nomor titik tegangan

Kecepatan total

Buat animasi
Kecepatan horisontal

Nomor kumpulan material

Informasi material

Nomor klaster

Kecepatan vertikal
Percepatan total
Percepatan horisontal
Percepatan vertikal

A-5

MANUAL LATIHAN

Tegangan

Jendela

Bantuan

Tegangan efektif

Bertumpukan (cascade)

Topik bantuan

Tegangan total

Berdampingan (tile) vertikal

Disclaimer

Tegangan Cartesius efektif `

Berdampingan (tile) horisontal

Tentang

Tegangan cartesius total

(Jendela aktif)

Rasio konsolidasi berlebih


Titik plastis
Tekanan air pori aktif
Tekanan air pori berlebih
Tinggi tekan air tanah
Jalur aliran
Derajat kejenuhan

A-6

PLAXIS Versi 8

LAMPIRAN A DIAGRAM MENU


Menu KELUARAN (2)
Potongan melintang :
Deformasi

Tegangan

Perpindahan total

Tegangan normal efektif

Perpindahan horisontal (x)

Tegangan normal total

Perpindahan vertikal

Tegangan geser
Tegangan Cartesius efektif

Peningkatan total

Tegangan Cartesius total

Peningkatan horisontal (x)

Rasio konsolidasi berlebih

Peningkatan vertikal

Tegangan efektif rata-rata (p')

Regangan normal

Tegangan total rata-rata (p)

Regangan geser

Tegangan deviator (q')

Perpindahan tahap

Regangan Cartesius

Tekanan air pori aktif

Peningkatan regangan normal

Tekanan air pori berlebih

Peningkatan regangan geser

Aliran air tanah

Peningkatan Regangan Cartesius ` Tinggi tekan air tanah


Kecepatan total
Kecepatan horisontal

Derajat kejenuhan

Kecepatan vertikal
Percepatan total
Percepatan horisontal
Percepatan vertikal

A-7

MANUAL LATIHAN
Pelat :
Deformasi

Gaya

Perpindahan total

Gaya aksial

Perpindahan horisontal

Gaya geser

Perpindahan vertikal

Momen lentur

Perpindahan tahap
Peningkatan total

Gaya melingkar
Batas gaya

Peningkatan horisontal
Peningkatan vertikal
Kecepatan total
Kecepatan horisontal
Kecepatan vertikal
Percepatan total
Percepatan horisontal
Percepatan vertikal

A-8

PLAXIS Versi 8

LAMPIRAN A DIAGRAM MENU


Antarmuka :
Deformasi

Tegangan

Perpindahan total

Tegangan normal efektif

Perpindahan horisontal

Tegangan geser

Perpindahan vertikal

Tegangan geser relatif

Perpindahan tahap
Peningkatan total

Tekanan air pori aktif


Tekanan air pori berlebih

Peningkatan horisontal
Peningkatan vertikal
Perpindahan relatif
Peningkatan relatif
Kecepatan total
Kecepatan horisontal
Kecepatan vertikal
Percepatan total
Percepatan horisontal
Percepatan vertikal

A-9

MANUAL LATIHAN
A.4

MENU KURVA

Berkas

Edit

Baru

Ctrl+N

Buka
Simpan
Tambah kurva

Salin

Tampilan
Ctrl+C

Perbesar

Ctrl+Z

Ctrl+O

Tampilan awal

Ctrl+R

Ctrl+S

Tabel

Ctrl+T

Legenda

Ctrl+L

Hapus diagram

Petunjuk nilai

Tutup
Tutup semua
Direktori kerja
Cetak

`
Ctrl+P

Pengaturan pencetakan
(Proyek terakhir)
Keluar
Format
Kurva

F3

Diagram F4

Jendela

Bantuan

Bertumpukan (cascade)

Topik bantuan

Berdampingan (tile) vertikal

Disclaimer

Berdampingan (tile) horisontal

Tentang

(Jendela aktif)

A-10

PLAXIS Versi 8

LAMPIRAN B SKEMA PERHITUNGAN


LAMPIRAN B SKEMA PERHITUNGAN
SKEMA PERHITUNGAN TEGANGAN AWAL AKIBAT BERAT SENDIRI
TANAH
Mulai

Ya

Permukaan
horisontal

Tidak

Pembebanan gravitasi

Prosedur-K0

Perhitungan plastis
Masukan beban :
Faktor pengali total
-Mweight = 1

Tegangan awal
-Mweight = 1

Siap

Berikut adalah beberapa contoh dari lapisan dan stratifikasi yang tidak horisontal :

B-1

MANUAL LATIHAN

B-2

PLAXIS Versi 8