Anda di halaman 1dari 7

Pemanfaatan Capability Maturity Model Integration (CMMI) dalam 2010

Peningkatan Kualitas Perangkat Lunak

Pemanfaatan Capability Maturity Model Integration (CMMI) dalam


Peningkatan Kualitas Perangkat Lunak

Boy Dewa Priambada

Program Pascasarjana Ilmu Komputer


Institut Pertanian Bogor

Abstrak
Menghasilkan piranti lunak yang berkualitas mutlak harus dilakukan oleh organisasi
pengembang piranti lunak untuk memenuhi kepuasan pelanggannya. Untuk itu, diperlukan
standar atau model penilaian yang dapat mengukur kualitas perangkat lunak tersebut. CMMI
merupakan suatu model pendekatan dalam penilaian skala kematangan dan kemampuan
sebuah organisasi perangkat lunak. Dengan mengetahui tingkat maturity organisasi tersebut
dalam CMMI, dapat diketahui kualitas dan produktifitas proses kegiatannya yang berujung
kepada kualitas produk piranti lunak yang akan dihasilkannya.

.
Kata kunci: kualitas, capability maturity model integrated (CMMI), perangkat lunak.

I. Pendahuluan

Bagi kebanyakan organisasi pengembang piranti lunak, menghasilkan piranti lunak yang
berkualitas, mutlak harus dilakukan untuk dapat memenuhi user requirement dan kepuasan
pelanggannya. Kualitas piranti lunak sangat dipengaruhi oleh “orang” yang mengembangkan,
“teknologi” yang digunakan, dan “proses” pengembangannya.
Menurut Amanda di dalam Saurina (2007), penentuan kualitas tidak hanya berfokus
kepada hasil akhir tetapi juga pada prosesnya. Kualitas juga berfokus pada langkah-langkah
perencanaan dalam suatu proyek dan diaplikasikan secara menyeluruh pada proses
pengembangan perangkat lunak.
Salah satu cara dalam mengendalikan dan mengembangkan kualitas piranti lunak adalah
dengan mengaplikasikan suatu model atau sistem yang dapat mengukur kualitas perangkat
lunak tersebut. Standar jaminan kualitas yang sudah banyak dipergunakan oleh perusahaan
atau organisasi adalah ISO. Kelemahan ISO 9001 dalam pengembangan perangkat lunak
adalah standard kualitas hanya difokuskan kepada standar minimum kualiatas yang wajib
dipenuhi. Selain itu menurut Santoso et. al. (2005), seringkali peningkatan kualitas dalam

0|Page
Pemanfaatan Capability Maturity Model Integration (CMMI) dalam 2010
Peningkatan Kualitas Perangkat Lunak

pengembangan software pada sistem standarisasi ISO 9001 mengalami kegagalan. Untuk itu
perlu dilakukan pengkajian terhadap sistem atau model pengukuran standar kualitas lainnya
dalam pengembangan kualitas perangkat lunak.
Saat ini dikenal Capability Maturity Model Integration (CMMI) dalam pengembangan piranti
lunak. CMMI dikembangkan sebagai framework untuk peningkatan proses. Dalam
pengembang piranti lunak untuk dapat mengukur skala kematangan organisasi tersebut CMMI
dapat diaplikasikan. Makalah ini disusun untuk mengkaji pemanfaatan CMMI dalam
peningkatan kualitas perangkat lunak.

II. Capability Maturity Model Integration (CMMI)

Capability Maturity Model Integration (CMMI) merupakan suatu model pendekatan dalam
penilaian skala kematangan dan kemampuan sebuah organisasi perangkat lunak. CMMI pada
awalnya dikenal sebagai Capability Maturity Model (CMM) yang dikembangkan oleh Software
Enginnering Institute di Pittsburgh pada tahun 1987. Namun perkembangan selanjutnya CMM
menjadi CMMI. CMMI mendukung proses penilaian secara bertingkat. Penilaiannya tersebut
berdasarkan kuisioner dan dikembangkan secara khusus untuk perangkat lunak yang juga
mendukung peningkatan proses.
CMMI memiliki 4 aturan yang dapat disesuaikan menurut organisasi software, yakni :
System Engineering (SE), Software Engineering (SW), Integrated Product and Process
Development (IPPD), dan Supplier Sourcing (SS). Model pada CMMI memiliki 2 rerpresentasi
yaitu level dan continuous. Representasi pada level memfokuskan pada kumpulan Process
Area (PA) dengan mengorganisir tingkatan kemampuannya. sedang continuous
merepresentasikan setiap process area(PA) disesuaikan dengan tingkat kemampuan
organisasi.
CMMI menjelaskan 25 process Area (PA) dengan setiap proses memiliki specific dan
generic goals yang dapat menjadi kerangka tingkat kematangan perusahaan pengembang
piranti lunak. Specific goals dari area proses memberikan deskripsi tentang aktivitas-aktivitas
yang mesti laksanakan pada setiap tingkatan dalam CMMI. Sedangkan, Generic goals
mengaplikasikan rangkaian area proses yang betujuan sebagai seberapa baik rangkaian
aktivitas tersebut dilaksanakan pada proses pengembangan piranti lunak (Gambar 1.)

1|Page
Pemanfaatan Capability Maturity Model Integration (CMMI) dalam 2010
Peningkatan Kualitas Perangkat Lunak

Gambar 1. Struktur CMMI pengembangan

Model CMMI menempatkan organisasi pada lima level proses pendewasaan yang memiliki
indikasi kenyamanan dan kualitas produk. Lima level tersebut adalah :

Maturity level 1 - Initial. Pada ML1 ini proses biasanya berbentuk ad hoc. Sukses pada
level ini didasarkan pada kerja keras dan kompetensi yang tinggi orang-orang yang ada
didalam organisasi tersebut
Maturity level 2 - Managed. Pada ML2 ini sebuah organisasi telah mencapai seluruh
specific dan generic goals pada Level 2. Dengan kata lain seluruh proses dalam
organisasi telah direncanakan, dilaksanakan, diukur, dan dikontrol dengan baik
Maturity level 3 - Defined. Pada ML3 ini sebuah organisasi telah mencapai seluruh
specific dan generic goals pada Level 2 dan Level 3. Proses dicirikan dan dipaparkan
dalam standar, prosedur, tool, dan metode
Maturity level 4 - Quantitatively Managed. Pada ML4 ini, sebuah organisasi telah
mencapai seluruh specific dan generic goals yang ada pada Level 2, 3, dan 4. Sebuah
subproses dipilih yang secara signifikan terlibat dalam keseluruhan proses. Subproses
yang terpilih ini kemudian dikontrol dengan menggunakan statistik atau teknik kuantitative
lainnya
Maturity level 5 - Optimizing. Pada ML5 ini suatu organisasi telah mencapai seluruh
specific dan generic goals yang ada di Level 2, 3, 4, dan 5. ML 5 fokus kepada
peningkatan proses secara berkesinambungan melalui inovasi teknologi.

2|Page
Pemanfaatan Capability Maturity Model Integration (CMMI) dalam 2010
Peningkatan Kualitas Perangkat Lunak

Setiap level merupakan bagian dasar dari level 1. Key Process Area (KPA) telah diidentifikasi
sebagai level sekarang dan level sebelumnya, seperti disajikan pada Tabel 1.

Tabel 1. Key Process Area (KPA) dalam CMMI


Level Proses Area Utama
1. Initial Tidak bisa diterapkan

2. Managed Kebutuhan manajemen perencanaan proyek dan pengawasan


pengontrolan, manajemen perjanjian supplier, pengukuran dan
analisis, proses dan jaminan kualitas produk manajemen konfigurasi

3. Defined Kebutuhan pengembangan, solusi teknis, integrasi produk, verifikasi,


validasi, pendefinisian fokus proses, pelatihan, manajemen integrasi
proyek, manajemen resiko, pengintegrasian tim, manajemen
integrasi supplier, analisis keputusan dan resolusi, integrasi
lingkungan organisasi

4. Quantitavely managed Performansi proses organisasi, manajemen proyek secara


kuantitatif.

5. Optimizing Inovasi dan pengembangan organisasi, analisis dan resolusi sebab-


akibat.

III. Proses Analisis dengan CMMI

Secara umum CMMI bertujuan dalam:


memberikan panduan bagi peningkatan proses pada suatu proyek, divisi, atau
keseluruhan organisasi
membantu mengintegrasikan fungsi-fungsi tradisional organisasi yang terpisahterpisah
membantu menentukan proses-proses peningkatan tujuan dan prioritas organisasi
membantu menyediakan panduan peningkatan kualitas proses organisasi menyediakan
refererensi bagi penilaian proses organisasi.

3|Page
Pemanfaatan Capability Maturity Model Integration (CMMI) dalam 2010
Peningkatan Kualitas Perangkat Lunak

CMMI untuk pengembangan juga terdiri dari hal-hal praktis yang menunjuk pada aktifitas
pemeliharaan dan pengembangan, termasuk daur hidup (lifecycle) produk piranti lunak dari
mulai konsep, pengembangan, hingga pemeliharaannya dengan penekanan pada aktifitas
kegiatan yang diperlukan untuk membangun dan memelihara keseluruhan total produk.
Dalam pemanfaatan CMMI untuk pengembangan piranti lunak, proses analisis yang
dilakukan seperti terlihat pada Gambar 2.

4|Page
Pemanfaatan Capability Maturity Model Integration (CMMI) dalam 2010
Peningkatan Kualitas Perangkat Lunak

Start

Inisialisasi dan
Pemilihan sampel
pemilihan
prosedur model
representasi CMMI

Cek kriteria sampel


Pendefinisian prosedur- prosedur model
prosedur model berdasarkan requirement
CMMI

Penetapan target profil


Dokumentasi prosedur- berdasarkan capability
prosedur model level:
1. TP = 2
2. TMC = 2
3. OT = 3
4. OR = 1
5. CAR = 3
6. SAM = 2
Interpretasi prosedur-
prosedur model ke dalam
konsep CMMI
Target profil
terpenuhi?
NO
YES

Hasil interpretasi model


berdasarkan CMMI:
A
1. Project area (PA)
Rekomendasi persiapan
2. Tujuan proses bisnis
proses SCAMPI (standard
3. Generic goal (GA)
CMMI appraisal methode
4. Specific goal (SA)
for process improvement)
5. Generic purpose (GP)
6. Specific purpose (SP)
7. Prosedur lainnya

End

Gambar 1. Proses analisis dengan CMMI

IV. Kesimpulan

CMMI CMMI untuk pengembangan terdiri dari hal-hal praktis yang menunjuk pada
aktifitas pemeliharaan dan pengembangan, termasuk daur hidup (lifecycle) produk piranti lunak

5|Page
Pemanfaatan Capability Maturity Model Integration (CMMI) dalam 2010
Peningkatan Kualitas Perangkat Lunak

dari mulai konsep, pengembangan, hingga pemeliharaannya dengan penekanan pada aktifitas
kegiatan yang diperlukan untuk membangun dan memelihara keseluruhan total produk.
Sebagai hasil dari analisis CMMI diperoleh beberapa rekomendasi yang mengarah kepada
peningkatan kualitas software.

Daftar Pustaka

Anonimous. 2006. Improving Processes for Better Product. CMMI for Development Version
1.2. Carnegie Mellon University
Kurniawan, R. and Budi Raharjo.2007. Studi Model Organisasi CSIRTs (Computer Security
Incident Response Teams) Pada Perusahaan Berskala Besar. Seminar Nasional
Aplikasi Teknologi Informasi 2007 (SNATI 2007). Yogyakarta,
Santoso, L. W. dan Yulia. 2005. Sinergis ISO 9001:2000 – CMMI Pada Industri Pengembang
Perangkat Lunak. Jurnal Informatika VOL. 6, NO. 1, MEI 2005: 12 – 16.
Tama, B. A., dan Indra Silanegara. Strategi Pemilihan Kontraktor Perangkat Lunak dengan
Memanfaatkan Pengetahuan Terhadap Capability Model Maturity Integration for
Development. Universitas Sriwijaya.

6|Page