Anda di halaman 1dari 13

http://sandyperdanabermatadewa.blogspot.com/2013/10/supply-chainmanagement-of-kfc.

html
Supply Chain Management of KFC

PROFIL PERUSAHAAN

A. Nama Perusahaan
PT. FASTFOOD INDONESIA, Tbk.( RSC Surabaya )

B. Deskripsi Perusahaan
PT. Fastfood Indonesia, Tbk. Didirikan oleh Kelompok Usaha Gelael
pada tahun 1978, dan terdaftar sebagai perusahaan publik sejak tahun
1994. Perseroan mengawali usaha warabala dengan pembukaan restoran
KFC pertama pada bulan Oktober 1979 di Jalan Melawai, Jakarta.
Keberhasilan restoran QSR (Quick Service Restaurant) pertama ini
kemudian diikuti dengan pembukaan restoran KFC di kota-kota besar
lainnya di Indonesia. Sebagai pemegang hak waralaba tunggal KFC hingga
saat ini, Perseroan senantiasa membangun brand KFC dan berbekal
keberhasilan Perseroan selama 26 tahun, KFC telah menjadi brand
hidangan cepat saji yang paling dominan, dan dikenal luas sebagai
jaringan restoran cepat saji di negeri ini. Pada saat ini Perseroan memiliki
237 restoran, termasuk 1 unit mobi catering, di lebih dari 50 kota besar di
Indonesia, memperkerjakan sekitar 9.280 karyawan.
Perseroan adalah perusahaan publik yang terdaftar sebagai emiten di
Bursa Efek Jakarta dengan kepemilikan saham mayoritas sebesar 79,2%
oleh PT. Gelael Pratama (43,6%) dan PT. Megah Eraraharja (35,6%), dan
sisa saham lainnya sebesar 20,8% oleh Publik (20%), dan Koperasi (0,8%).
PT. Gelael Pratama adalah Kelompok Usaha Gelael sebagai pendiri KFC di
Indonesia, sementara PT. Megah Eraraharja adalah anak perusahaan
Kelompok Salim yang bergabung dengan Perseroan sebagai pemegang
saham mayoritas pada tahun 1990.

Perseroan memperoleh hak waralaba KFC dari Yum! Brands Inc.,


perusahaan restoran yang memiliki system unit terbesar di dunia. Yum!
Brands Inc. (dulu dikenal sebagai Tricon Global Restaurants) adalah
pemilik waralaba merek dagang KFC, Pizza Hut, Taco Bell, A&W dan Long
John

Silvers.

perusahaan

Nama
untuk

Yum!

terpilih

memberikan

karena

kepuasan

melambangkan
Yum!

di

harapan

wajah

para

konsumennya di seluruh dunia. Dengan lima merek dagang yang


beroperasi di bawah naungan satu perusahaan yang sama, Yum! akan
menjadi yang terbaik dalam memberikan berbagai pilihan kepada
konsumen, dan secara pasti akan memimpin dalam usaha multi-branding.
KFC, sebagai pemimpin global dalam kategori restoran cepat saji yang
menyajikan produk ayam dan produk lain yang berkaitan dengan daging
ayam, secara khusus dimiliki oleh Kentucky Fried Chicken International
Holdings, Inc., di Louisville, Kentucky (salah satu dari merek dagang Yum!
Brands Inc.).
Produk unggulan Perseroan, Colonels Original Recipe dan Hot & Crispy
Chicken, tetap merupakan ayam goreng paling lezat menurut berbagai
survey konsumen di Indonesia. Dapat dipahami jika produk unggulan KFC
berkualitas tinggi ini dapat diterima baik di Indonesia, sebuah negara
dengan konsumsi daging ayam jauh lebih tinggi daripada daging jenis
lain. Selain menyajikan produk unggulannya, KFC juga memenuhi selera
konsumen lokal dengan menawarkan menu pilihan seperti Perkedel, Nasi,
Salad dan Jagung Manis, serta produk lain-lain seperti Crispy Strips,
Twister, dan Spaghetti, yang diterima dengan sangat baik oleh pasar kita.
Untuk memberikan nilai tambah kepada konsumen, menu kombinasi
hemat dan bermutu seperti KFC Attack dan Super Panas senantiasa
ditawarkan. Pengembangan brand melalui pengenalan produk-produk
baru, produk

lanjutan, dan promosi paket murah meriah (secara

permanent atau waktu terbatas) memberi kontribusi besar terhadap


pertumbuhan KFC dan meningkatkan diferensiasi brand KFC yang
kompetitif.
Untuk memonitor posisi pasar dan kinerja Perseroan secara
keseluruhan, sebuah survei yang disebut dengan Brand Image Tracking

Study (BITS) rutin diadakan sejak tahun 1998. Survei ini dilakukan setiap
kwartal dan dikelola oleh sebuah perusahaan survei untuk mengetahui
persepsi konsumen dan brand image perusahaan sejenis dalam industri
hidangan cepat saji. Studi ini mengungkapkan bahwa KFC secara
konsisten berada pada posisi tertinggi dan paling menonjol dalam benak
konsumen untuk Top of Mind Awareness dibandingkan dengan merek
utama lainnya. Selain itu, Perseroan juga melakukan studi Customer
Experience Monitoring (CEM) untuk mengetahui bagaimana pengalaman
konsumen terhadap pelayanan dan fasilitas KFC, dan studi CHAMPSCHECK
untuk menilai kualitas pelayanan dan fasilitas yang tersedia di KFC.
Perseroan menerima penghargaan KADIN Award 2005 di bidang Pariwisata
untuk kategori restoran. Surat Penghargaan ini dianugerahkan oleh Kamar
Dagang & Industri dari pemerintah DKI Jakarta untuk perusahaanperusahaan dalam kategori hotel, restoran & hiburan yang memberikan
kontribusi signifikan terhadap pemasukan pemerintah setempat, dan juga
atas perhatian yang besar dalam memelihara dan melindungi kelestarian
lingkungan.
Perseroan sepenuh hati dengan komitmen untuk mempertahankan visi
kepemimpinan
memberikan

dalam
kepuasan

usaha
Yum!

restoran
kepada

cepat

saji,

konsumen.

dengan

terus

Dukungan

para

pemegang saham, keahlian manajemen, loyalitas dan dedikasi karyawan,


serta kontinuitas kunjungan konsumen, dapat membantu tercapainya visi
ini. Perseroan yakin bahwa dengan menciptakan dan membangun satu
budaya yang kokoh dimana setiap orang di Perusahaan membuat
perbedaan, membentuk opini konsumen & sales mania, memberikan
diferensiasi brand yang kompetitif, menjalin kontinuitas hubungan dengan
masyarakat, serta mempertahankan konsistensi keberhasilan yang telah
dicapai, pada akhirnya akan menjadikan KFC sebuah brand yang paling
digemari di seluruh Indonesia, dan sebuah perusahaan yang baik dan
kokoh.
Di sini akan dibahas hanya pada PT. FASTFOOD INDONESIA, Tbk.
( RSC Surabaya ) / Cabang Surabaya saja, RSC Surabaya merupakan

kantor Regional KFC Wilayah Jawa Timur yang terletak di Jalan Pemuda 3137 Surabaya .
RSC Surabaya terdiri dari beberapa dept.
1. Admin & Staf
2. Area Manager & Staf
3. Marketing & Staf
4. Training Officers
5. Facilty Suppprt dept.
6. IT. Dept
Kegiatan utamanya adalah membantu / Support restaurant di wilayah
Jawa Timur. Dengan total outlet yang ada 36 outlet.

C. Bidang Usaha
Perusahaan ini bergerak di bidang makanan cepat saji.

D. Visi, Misi Perusahaan


Visi :
Menjadi restoran terbaik dan paling digemari di Indonesia dengan
menjadi pemimpin pasar dalam industri makanan cepat saji.
Misi :
Memberi kepuasan kepada semua pelanggan dengan menyajikan produk
bermutu tinggi dan pengalaman tak terlupakan, KFC Jagonya Ayam.
Strategi :
KFC

merupakan

waralabanya

restoran

cepat

saji

franchise

yang hak

eksklusif

dipegang oleh PT.Fast Food Indonesia. KFC menjadi

pemimpin pasar restoran cepat saji yang dominan di Indonesia selama 20


tahun sejak tahun 1979. KFC

menspesialisasikan pada menu ayam

goreng dan memposisikan dirinya sebagai Jagonya ayam.

SUPPLY CHAIN MANAGEMENT

A. Jaringan Supply Chain


Raw Material

: Bahan baku dari proses penyajian makanan yang


dilakukan oleh PT. Fast Food Indonesia adalah
berupa ayam, sayuran, bumbu bumbu , kentang,

Supplier

dan bahan untuk pembuatan puding.


: Sedangkan supplier yang terkait pada mata rantai
ini adalah pihak yang menyediakan bahan baku
membuat makanan cepat saji. PT. Fast Food
Indonesia

RSC

Surabaya

memiliki

beberapa

supplier, biasanya perusahaan ini mengambil


bahan baku dari supplier yang menyediakan
bahan baku pada saat pemesanan dilakukan.
Manufacturing : Proses ini sebagian dilakukan sendiri oleh PT. Fast
Food Indonesia, yang nantinya makanan tersebut
Distribution

akan siap dijual pada customer.


: Proses didtribusi ini juga dilakukan sendiri oleh
perusahaan,

biasanya

perusahaan

langsung

mengirimkan bahan bahan makanan ke gudang


Customer

- gudang
: Customer dari perusahaan ini biasanya adalah
masyarakat yang ingin menikmati makanan cepat
saji.

B. Value Chain Diagram


INFRASTRUKTUR PERUSAHAAN :
Tata letak penempatan bahan baku makanan, tata tertib
pegawai, serta asset lainnya.
MANAJEMEN SDM PERUSAHAAN :
Jabatan pegawai, Cara rekrutmen pegawai, Pengembangan
skill pegawai.
PENGEMBANGAN TEKNOLOGI :
Penanganan jaringan, server maupun infrastruktur IT yang
tersedia.

PEMBELIAN :
Pengadaan bahan baku dan maintenance mesin pengolah
makanan maupun infrastruktur IT.
INBOUND
OPERATION OUTBOND MARKETIN

SERVICE

LOGISTIC
S
LOGISTIC G & SALES

Bahan Pengolahan
Hasil

baku

makanan

makanan

Mesin

penjualan

Segmenta

makanan

si pasar

Mutu Promosi

pengolah

makanan

makanan

yang

yang

dijual

tersedia

Pesan
antar

Catering
Chaki club

layanan
infoline

informasi
waralaba
KFC

Keterangan :

Primary Activities
1.

Inbound Logistics
Dalam hal ini logistik yang masuk adalah bahan baku makanan, dan
mesin pengolah makanan yang tersedia.
Untuk bahan baku:

a. Ayam : semuanya di supply oleh supplier, suppliernya adalah Wonokoyo


Group. Ayam yang disupply sudah berbentuk potongan sesuai dengan
yang dipesan, misalkan khusus dada, paha maupun sayap. dalam hal
jangka waktu supply, untuk outlet dalam kota Surabaya dilakukan tiap
hari, sedangkan untuk outlet yang berada di luar kota Surabaya dilakukan
b.

tiap bulan.
Sayuran umum : Sayuran disupply oleh supplier yang domisilinya
berdekatan dengan outlet (lokal). khusus di dalam Kota Surabaya supplier
untuk sayuran hanya satu saja, sedangkan outlet yang berada pada luar
kota pembelian bahan sayuran dilakukan di pasar.

c.

sayur khusus : Sayur khusus didatangkan dari Jakarta (Kantor Pusat)


setelah itu dimasukkan di gudang Surabaya (Margomulyo) kemudian

d.

didistribusikan ke outlet outlet yang ada di Jawa Timur.


Kentang : Bahan ini diimport langsung dari luar negeri kemudian di
masukkan ke gudang yang ada di Jakarta, setelah itu didistribusikan ke
regional regional, kemudian regional tersebut mendistribusikannya ke

outlet outlet.
e. Bumbu bumbu : Bumbu yang tersedia di KFC lebih dikenal dengan
sebutan bumbu 11 macam. Bumbu bumbu tersebut langsung di
datangkan dari KFC Pusat yang terletak di Kentucky, USA.
f. Beras : ada 2 jenis beras, Non organic dan organic. Untuk non organic
disupply

oleh

supplier

local,

sedangkan

untuk

organic

langsung

didatangkan dari Kantor pusat (Jakarta).


2.
Operations
Untuk operation di masing masing outlet (pengolahan makanan)
sudah berdasarkan SOP (Standar Operational Kerja) yang di keluarkan
oleh perusahaan.
Misal dalam memasak ayam :
pertama tama ayam tersebut dipijat pijat, setelah itu ditaburi dengan
tepung

lalu

dipijat-pijat

lagi.

Setelah

itu

dimasukkan

ke

tempat

pemasakan dengan kuota 40 potong ayam, suhu dalam memasak


tersebut pada suhu 120 derajat celcius selama 20 menit, dan semua itu
sudah terkomputerisasi. Selanjutnya dimasukkan ke tempat penyimpanan
makanan yang sudah diatur panasnya, sehingga ayam tersebut tetap
hangat, apabila ayam tersebut tidak laku selama 2 jam, maka ayam
tersebut didaur ulang untuk membuat jenis makanan yang lainnya,
misalnya yakiniku dan lain lain.
Dalam hal pembuatan pudding, pembuatan tersebut dilakukan di gudang,
tidak di outlet, jadi gudang mengirimkan pudding ke outlet outlet yang
ada.
3.

Outbound Logistics
Untuk outbound logistics adalah hasil dari kegiatan penjualan.
Pelaporan penjualan berdasarkan dari outlet outlet yang ada. pelaporan
dari outlet dilakukan tiap hari (close transaksi), data tersebut disimpan di

server outlet, setelah itu dikirimkan ke kantor pusat yang ada di Jakarta,
kantor pusat kemudian mengirimkan data tersebut ke RSC Surabaya. Di
RSC Surabaya data tersebut dicek dan disesuaikan. Setelah itu data
tersebut dikirimkan lagi ke kantor pusat di Jakarta.
4.

Marketing and Sales


Dalam marketing and sales yang dilakukan PT. Fast Food Indonesia
menentukan target segmen pembeli adalah masyarakat luas. Dan dalam
proses memasarkan produknya dengan melakukan promosi dan membuat
citra yang baik kepada pelanggan sehingga diharapkan kesan yang baik
bisa menyebar ke calon pelanggan yang datang.

5.

Service
Service yang diberikan perusahaan kepada pelanggan yaitu:

a. Informasi waralaba KFC


Untuk saat ini KFC tidak melakukan kerjasama dalam bentuk sub-waralaba
untuk merek KFC, kecuali kerjasama dalam bentuk lain, yaitu :
1. Kerjasama Sewa lokasi.
2. Kerjasama investasi (tidak termasuk gedung/bangunan)
3. Kerjasama investasi (termasuk gedung/bangunan)
kirimkan:
1. Surat penawaran yang dilengkapi dengan keterangan data lokasi yang
meliputi:
- luas area minimal 300m2
- Foto Lokasi
- Peta lokasi dengan radius 5 km yang memuat info aktifitas yang
ada.
- Lampiran data statistik dari lokasi yang ada (data penduduk)
b. Layanan pesan antar
KFC menyediakan layanan pesan antar. Tinggal telepon KFC
terdekat, KFC akan langsung antar pesanan ke alamat pelanggan yang
memesan. Namun, dengan syarat sebagai berikut:
1. Batas wilayah antar maksimum 5 Km. dari restaurant KFC ke alamat
yang dituju.
2. Jarak waktu pemesanan dengan pengantaran 30 menit sejak
diterimanya pesanan oleh restaurant.
3. Pemesanan delivery di bawah Rp. 30.000,- (sebelum pajak) dikenakan
biaya tambahan sebesar Rp. 4.000,-

4. Maksimal pemesanan delivery untuk jenis paket adalah 50 box.


c.

Layanan KFC catering


KFC Catering & Home Delivery adalah salah satu bentuk
layanan KFC kepada customer dalam memenuhi kebutuhan komsumsi
berbagai acara keluarga atau kantor ( reuni, arisan, pesta, bazzar, dan
lain-lain ) kapan dan dimana saja.
Customer dapat melakukan pesanan delivery melalui restoran KFC dalam
jumlah tertentu Maksimum 50 box, dan bisa di antar ke tempat yang

diminta sedangkan pesanan besar (> 100 box ).


Fasilitas Catering KFC:
1. Peralatan makan dan minuman
2. Chaki Birthday ( ulang tahun anak )*
3. MC
* dengan biaya tambahan praktis dan terencana
Pilih menu lengkap dan variatif
Crew yang ramah dan gesit
d. Layanan infoline
Infoline merupakan bentuk media komunikasi yang disediakan
pihak KFC untuk memfasilitasi penyampaian complain customer dan
informasi lainnya yang berkaitan dengan KFC, kapan dan di mana saja via
telepon melalui infoline diharapkan complain dan informasi lainnya dari
customer akan terinput dengan lebih baik dan diproses secara lebih
efektif.

Support Activities
1. Infrastruktur PT. Fast Food Indonesia
-

Tata

letak

penempatan

bahan

baku

dan

barang

jadi

untuk

mengoptimalkan pemanfaatan tempat (gudang) yang disesuaikan dengan


outlet outlet yang tersebar.
-

Untuk penggunaan SI/TI sudah diterapkan dengan baik


Tata tertib kepegawaian seperti jam kerja, libur, cuti, dan tata tertib
lainnya.

2. Manajemen SDM PT. Fast Food Indonesia

Dalam hal Manajemen SDM pada perusahaan ini melakukan


rekrutmen berdasarkan laporan dari kantor pusat maupun RSC. Yang
berhak menentukan adanya rekrutmen atau tidak hanya di kantor pusat,
RSC hanya melakukan pengajuan saja.
3. Pengembangan Teknologi PT. Fast Food Indonesia
Untuk

pengembangan

teknologi

yang

dilakukan

oleh

perusahaan ini sudah bagus, semua client termasuk mesin kasir sudah
terhubung dengan jaringan. dalam hal server, setiap outlet memiliki
server, RSC juga memiliki server dan kantor pusat pun memiliki server,
semua aplikasi berlicensi. untuk teknologi jaringan menggunakan citrix
dengan konsentrasi ke sharing aplikasi. dalam hal pengembangan
software menggunakan bahasa pemrograman magic.
4. Pengadaan Bahan PT. Fast Food Indonesia
Dalam melakukan pengadaan bahan baku, yang dilakukan
oleh perusahaan ini bekerjasama dengan supplier local (khusus bahan
baku tertentu, misalnya sayur dan beras). sedangkan untuk bahan baku
lainnya dikirim dari gudang pusat. Pengadaan bahan baku dilakukan
ketika persediaan barang mencapai kondisi batas minimum. manager
memilih melakukan pengadaan bahan baku berdasarkan safety stock
karena permintaan oleh customer yang tidak stabil, tetapi masih bisa
diperkirakan.

C. Strategi FIT
PT. Fast Food Indonesia pada strategynya sudah pada tingkatan strategy
fit. produk yang dikeluarkan merupakan produk yang fungsional karena
merupakan makanan sehari hari, misalnya nasi, ayam, dan lain lain.
produk tersebut juga bisa dikatakan inovatif karena makanan yang
dikeluarkan adalah beraneka ragam sesuai trend permintaan.
PT. Fast Food Indonesia juga responsive dalam melakukan pelayanan
terhadap pelanggan, dengan adanya servis seperti layanan pesan antar.

D. Decoupling Point

Letak Decoupling Point produk yang dijual oleh PT. Fast Food
Indonesia berada pada posisi Made To Stock, karena semua makanan
yang diproduksi oleh perusahaan ini dibuat tanpa ada pesanan, dan
semua makanan akan dibeli oleh customer.
Kelompok kami tidak mengajukan usulan perubahan posisi Decoupling
Point, karena perusahaan sudah memperkirakan jenis produk apa yang
sekiranya paling laku pada saat itu.
E. Jaringan Supply Chain
Dalam hal penentuan lokasi gudang yang, PT. Fast Food
Indonesia mempunyai gudang di kantor pusat (Jakarta) untuk melayani
outlet yang ada di seluruh Indonesia, di regional pun terdapat gudang
untuk melayani tiap outlet yang ada di regional tersebut, tetapi untuk RSC
Surabaya menangani Jawa Timur dan Bali dalam hal penyimpanan bahan
baku / gudang. kenapa Bali ikut Jawa Timur pada hal gudang? karena
wilayah Bali outletnya tidak terlalu banyak, dan apabila didirikan gudang,
cost yang dikeluarkan lebih banyak dari pada biaya pengiriman, oleh
karena itu gudangnya jadi satu di Jawa Timur (Surabaya). setiap outlet
(hanya outlet di luar kota Surabaya) pun memiliki tempat penyimpanan
(gudang kecil) yang bahan baku tersebut di peroleh dari gudang yang ada
di Surabaya. setiap gudang terdapat frezer, sehingga bahan baku dapat
awet tahan lama.

F. Pengelolaan Permintaan dan Perencanaan Produksi


Manajer

outlet

di

sini

yang

memberikan

otoritas

dala

perencaan produksi, termasuk bahan baku, jumlah pesanan mingguan,


volume pemesanan (volume pemesanan = permintaan persediaan).
Permintaan adalah siklus pembelian, lead time dan safety stock . Manajer
mempertimbangkan data historis penjualan dan kegiatan promosi, atau
faktor cuaca untuk menghitung omset, dan kemudian diubah sesuai
dengan jumlah bahan baku. Pengelolaan permintaan untuk mengatur
bahan baku, prosedurnya adalah formulir permintaan ditandatangani oleh
manajer outlet setelah itu dikirim ke gudang.

G. Pengelolaan Persediaan
Setiap hari sebelum bekerja, staf melakukan cek persediaan
bahan baku. Data ini adalah untuk melakukan perhitungan kuantitas
pesanan.

H. Manajemen Pengadaan
Gudang menerima pesanan untuk pengolahan makanan,
seperti jumlah pesanan bahan baku, setelah memesan gudang melihat
persediaan yang ada dan data pengiriman, hari berikutnya melalui email
atau fax dikirim ke supplier, yang menurut kuantitas dan tanggal untuk
produksi dan transportasi ke outlet - outlet.

I.

Manajemen Transportasi dan Distribusi


Di

gudang

untuk

melakukan

pengiriman

bahan

baku

berdasarkan oleh nomor urut outlet dan waktu kedatangan bahan baku
diperlukan dalam sistem, selanjutkan pada system menghasilkan tabel
ringkasan yang kemudian dilakukan pengepakan dan pengiriman yang
diatur oleh petugas transportasi dengan mempertimbangkan kapasitas,
kendaraan , rute pengiriman, konsumsi bahan bakar dan pengamanan
bahan baku.

J.

Distorsi Informasi dan Bullwhip Effek


Dilihat dari sejarahnya, banyak masalah KFC selama akhir

1980-an yang dikelilingi menu yang terbatas dan ketidakmampuan untuk


dengan cepat membawa produk baru ke pasar. Selama tahun 1980-an,
konsumen mulai menuntut makanan sehat, dan KFC dihadapkan dengan
menu yang terbatas terutama terdiri dari makanan yang digoreng. Dalam
rangka untuk mengurangi citra KFC sebagai makanan yang tidak sehat,
KFC memperkenalkan berbagai produk baru dengan meningkatkan
popularitas makanan sehat kepada konsumen, efeknya peningkatan
permintaan menyebabkan sejumlah perubahan dalam sajian menu KFC.