Anda di halaman 1dari 9

TUGAS

PENGUKUR BESARAN LISTRIK

Debby Rosdiana virgiawati


Teknik Elektro

PERCOBAAN
PENGUKURAN DAYA

A.

Tujuan Percobaan
Mempelajari cara-cara mengukur daya listrik satu phasa, yaitu :

B.

C.

1.

Dengan cara tiga ampermeter

2.

Dengan cara tiga voltmeter

3.

Dengan cara wattmeter satu phasa

Alat Dan Bahan


1.

Power supply dengan tegangan 20-220 volt

2.

Wattmeter satu phasa

3.

Ampermeter 3 buah

4.

Beban - beban R dan Z

5.

Kabel-kabel

Dasar Teori
Daya satu phasa dapat diukur dengan menggunakan cara tiga alat pengukur volt atau tiga alat pengukur
amper. Gambar di bawah ini memperlihatkan cara tiga alat pengukur volt dan cara tiga alat pengukur
amper.

Bila dalam metode tiga alat pengukur volt, masing-masing alat pengukur volt menunjukkan V1, V2 dan V3,
maka :
V3 = V1 + V2 + 2V1V2 cos
W = V1I cos = V1 ( V2/R ) cos
= ( 1/2R ) ( V3 - V2 - V1)
Dalam menggunakan cara tiga alat pengukur amper maka bial masing-masing alat pengukur amper
menunjukkan I1, I2, I3 maka :
I3 = I1 + I2 + 2I1I2 cos
W = VI1 cos = I2RI1 cos
= R/2 ( I3 I2 - I1 )

Wattmeter Satu Fasa


Kumparan arus terdiri dari dua kumparan, masing-masing mempunyai jumlah lilitan yang sama. Salah
satu kumparan menggunakan kawat besaran yang membawa arus beban ditambah arus untuk kumparan
potensial. Gulungan laian menggunakan kawat kecil (tipis) dan hanya membawa arus kekumparan tegangan.
Tetapi arus ini berlawanan dengan arus di dalam gulungan besar, menyebabkan fluks yang berlawanan dengan
fluks utama. Berarti efek satu dihilangkan dan wattmeter menunjukkan daya yang sesuai.

Kumparan Arus
Kumparan potensial

Ic

I
B

(Line)

Kumparan Arus

ZL
beban

Diagram voltmeter elektrodinamometer, dihubungkan untuk mengatur daya beban satu phasa.

D.

Langkah Kerja
a.

Pengukuran daya dengan cara tiga Ampermeter.


A1

Sumber

A2

A3

Tegangan AC
V

Z
R

1.
2.
3.
4.
5.
b.

10 K

Buatlah seperti gambar di atas


Tetapkan harga R dan Z ( R + L ), catat pembacaan Ampermeter A1, A2, A3
Ubah tegangan sumber mulai dari 20, 40, 60, 80 dan 100 Volt
Ulangi pencatatan A1, A2, dan A3 pada setiap perubahan tegangan sumber. Isi pada tabel
hasil percobaan
Buat analisa data dan kesimpulan untuk percobaan ini.

Pengukuran daya dengan cara tiga Voltmeter.

Sumber
Tegangan AC

V1

V2

V3

1.

Buatlah rangkaian seperti gambar di atas

2.

Tetapkan harga R dan Z ( R + L ), catat pembacaan Voltmeter V1, V2, V3

3.

Ubah tegangan sumber mulai dan 20, 40, 60, 80, dan 100 Volt

4.

Ulangi pencatatan V1, V2 dan V3 paada setiap perubahan tegangan sumber. Isi pada tabel
hasil percobaan

5.

Buat analisa data kesimpulan untuk percobaan ini

c.

Pengukuran daya dengan wattmeter satu phase


A

sumber
tegangan AC

wattmeter 1 phase

R+L
Beban 1 phase

1. Buatlah rangkaian seperti gambar di atas


2. Beban I phase adalah (R + L) yang nilainya 10 k 2,5 Henry. Hitunglah impedansi Z dan
beban I phase tersebut.
3. Catat hasil pembacaan pada wattmeter, Voltmeter dan Ampermeter
4. Ubah tegangan sumber mulai 20, 40, 60, 80, dan 100 Volt
5. Ulangi pencatatan seperti point 13 di atas, pada setiap penambahan tegangan sumber. Isi
pada tabel hasil percobaan
6. Buat analisa dan kesimpulan untuk percobaan ini

E.

F.

Tugas
1.

Buatlah perhitungan daya dari hasil pengukuran dengan cara tiga Amperemeter

2.

Buatlah perhitungan daya dari hasil pengukuran dengan cara tiga voltmeter

3.

Bandingkan hasil pengukuran Wattmeter 1 phase dengan kedua hasil pengukuran sebelumnya

4.

Buatlah analisa dan kesimpulan dari hasil percobaan ini.

Tabel Hasil Percobaan


a.

b.

Tabel hasil percobaan dengan cara 3 Amperemeter.


V
(Volt)
20 V

A1
(mA)
3,75

A2
(mA)
1,825

A3
(mA)
1,95

R
(Ohm)
10 k

Z
(Ohm)
10.030,76

W
(Watt)
0,141

40 V

3,75

10 k

10.030,76

0,64

60 V

12

6,25

10 k

10.030,76

1,44

80 V

16,25

8,5

10 k

10.030,76

2,641

100 V

20,5

10

10,5

10 k

10.030,76

4,2025

Tabel hasil percobaan dengan 3 Voltmeter


V (Volt)

V2 (Volt)

V3 (Volt)

R (Ohm)

Z (Ohm)

W (Watt)

20 V

10,0

10,1

10 k

10,030,76

0,04

c.

1.

40 V

20,0

20,2

10 k

10,030,76

0,16

60 V

30,0

30,4

10 k

10,030,76

0,36

80 V

39,9

40,5

10 k

10,030,76

0,64

100 V

49,8

50,5

10 k

10,030,76

Tabel hasil percobaan dengan cara Wattmeter 1 Phasa


V
(Volt)
20 V

I
(mA)
_

Z
(Ohm)
10.030,76

W (Watt)
Pembacaan
_

W (Watt)
Perhitungan
_

40 V

10.030,76

0,29

0,16

60 V

10.030,76

0,95

0,36

80 V

10.030,76

0,8

0,72

100 V

10,5

10.030,76

1,15

1,05

Hasil perhitungan daya dari hasil pengukuran dengan cara 3 Amperemeter




Dik :

I = 3,75 mA
R = 10 k = 10000

Dit :

P = .......?

Jawab : P = I x R
= (3,75) mA x 10 k
= 14,0625 x 10
= 0,141 Watt


Dik :

I = 8 mA
R = 10 k

Dit :

P = .....?

Jawab : P = I x R
= (8) mA x 10 k
= 64 x 10
= 0,64 Watt


Dik :

I = 12 mA
R = 10 k

Dit :

P = ....?

Jawab : P = I x R
= (12) mA x 10 k
= 144 x 10
= 1,44 Watt


Dik :

I = 16,25 mA
R = 10 k

Dit :

P = ....?

Jawab : P = I x R

= (16,25) mA x 10 k
= 264,0625 x 10
= 2,641 Watt


Dik :

I = 20,5 mA
R = 10 k

Dit :

P = .....?

Jawab : P = I x R
= (20,5) mA x 10 k
= 420,25 x 10
= 4,2025 Watt


Jadi analisa data kesimpulan untuk percobaan dan hasil dari tabel pengukuran dengan
cara 3 Ampermeter yaitu : diperlihatkan dengan adanya hubungan antara Arus
dikalikan dengan Tahanan untuk menghasilkan besarnya nilai daya yang terdapat
dalam rangkaian. Dalam rangkaian ini dayanya berupa daya sesaat yang diberikan
kesebuah perangkat atau elemen yang disebut sebagai hasil kali arus dengan tahanan
atau nilai resistor yang digunakan.

2.

Hasil perhitungan daya dari hasil pengukuran dengan cara tiga Voltmeter


Dik :

V = 20 volt
R = 10 k = 10000

Dit :

P = .....?

Jawab : P = V / R
= 20 / 10000
= 400 / 10000
= 0,04 Watt


Dik :

V = 40 Volt
R = 10000

Dit :

P = ....?

Jawab : P = V / R
= 40 / 10000
= 0,16 Watt


Dik :

V = 60 Volt
R = 10000

Dit :

P = ...?

Jawab : P = V / R
= 60 / 10000
= 0,36 Watt


Dik :

V = 80 Volt
R = 10000

Dit :

P = ...?

Jawab : P = V / R
= 80 / 10000
= 0,64 Watt


Dik :

V = 100 Volt
R = 10000

Dit :

P = ....?

Jawab : P = V / R
= 100 / 10000
= 1 Watt

Jadi analisa data kesimpulan untuk percobaan dan hasil dari tabel pengukuran dengan
cara tiga Voltmeter yaitu : dapat dibuktikan dengan mencari nilai daya total dengan
perbandingan nilai tegangan dengan tahanan yang akan menghasilkan nilai daya
murni. Daya ini merupakan daya yang bisa ditentukan dari besarntya jumlah arus
yang mengalir melewatinya sehingga didapatkan rumus tersebut.

3.

Hasil perhitungan dari hasil pengukuran dengan cara Wattmeter satu phasa


Dik :

V = 40 Volt
I = 4 mA = 4 x 10 A

Dit :

P = ....?

Jawab : P = V x I
P = 40 x 4 x 10
= 0,16 Watt


Dik :

V = 60 Volt
I = 6 mA = 6 x 10 A

Dit :

P = ...?

Jawab : P = V x I
P = 60 x 6 x 10 A
= 0,36 Watt


Dik :

V = 80 Volt
I = 9 mA = 9 x 10 A

Dit :

P = ...?

Jawab : P = V x I
= 80 x 9 x 10
= 0,72 Watt


Dik :

V = 100 Volt
I = 10,5 mA = 10,5 x 10 A

Dit :

P = ...?

Jawab : P = V x I
= 100 x 10,5 x 10

= 1,05 Watt

Jadi analisa data kesimpulan untuk percobaan dan hasil pengukuran dengan cara
wattmeter satu phasa yaitu : terbukti bahwa dari hasil pengukuran dan perhitungan
yang dilakukan hampir sama dengan hasil yang dicapai dengan menggunakan tiga
voltmeter, maka dihasilkan suatu daya dengan perhitungan antara perkalian dari
tegangan dengan arus yang mengalir di dalamnya.

G.

Analisa dari Hasil Percobaan


Dari ketiga cara pengukuran daya yaitu dengan cara tiga ampermeter, tiga voltmeter dan wattmeter satu
phasa terjadi hasil percobaan yang berbeda yang dimana hasil perbandingan antara menggunakan
wattmeter dan tiga voltmeter mempunyai hasil yang sama sedangkan pengukuran menggunakan tiga
amperemeter berbeda dalam mencari daya total. Dari keadaan ini terdapat jenis daya yang dipakai
diantaranya daya semu, daaya sesaat dan sebagainya yang memungkinkan pengukuran mempunyai
hasil pengukuran yang kurang efektif.

H.

Kesimpulan dan Saran

Kesimpulan :
Dari hasil percobaan dapat ditarik kesimpulan bahwa jika sebuah rangkaian yang di ukur dengan
berbagai metode atau cara pengukuran untuk mencari nilai daya rata-rata, maka hasil yang didapatkan
akan sama dari metode tersebut begitupun sebaliknya. Dari keadaan ini dapat terjadi perbedaan nilai
daya antara rangkaian paralel dan rangkaian seri.