Anda di halaman 1dari 34

LAPORAN KERJA PRAKTEK

PT.TELEKOMUNIKASI SELULER
Optimalisasi Bad Spot
ICT Operation Regional Jawa Timur
BAB III
DASAR TEORI
3.1 Drive Test
Drive Test adalah prosedur untuk melakukan tes saat mengemudi. Kendaraan yang
digunakan pada Drive Test yaitu dengan menggunakan mobil, sepeda motor, ataupun
jalan kaki. Berikut ini adalah alat yang digunakan dalam Drive Test :

Notebook (1)
Software Drive Test(2),
Dongle (sekuriti pada software)(3),
Mobile Phone (4),
GPS (5),
Scanner (opsional) (6).
Adapter dan / atau hub yang memungkinkan interkoneksi dari semua peralatan.

Berikut ini adalah skema dari koneksi standar.

Gambar 3.1. Peralatan yang digunakan dalam Drive Test.


Tujuan utamanya adalah untuk mengumpulkan data tes, tetapi dapat dilihat /
dianalisis secara real time (Live) saat tes, yang memungkinkan tampilan kinerja jaringan
di lapangan. Data dari semua unit dikelompokkan oleh perangkat lunak pengumpulan dan
disimpan dalam satu atau lebih file output (1).

LAPORAN KERJA PRAKTEK

PT.TELEKOMUNIKASI SELULER
Optimalisasi Bad Spot
ICT Operation Regional Jawa Timur

Gambar 3.2. Pengumpulan data pada saat Drive Test.

GPS: Mengumpulkan data lintang dan bujur masing-masing data titik /


pengukuran, waktu, kecepatan, dll . Hal ini juga berguna sebagai panduan untuk
mengikuti rute yang benar.
MS: Pengumpulan data mobile, seperti kekuatan sinyal, Server terbaik, dll .
SCANNER: Mengumpulkan data di seluruh jaringan, dimana radio mobile
terbatas dan tidak menangani semua data yang diperlukan untuk analisis yang
lebih lengkap.

Minimum yang diperlukan untuk melakukan test drive adalah perangkat mobile
dengan perangkat lunak untuk coleect data dan GPS. Saat ini, sudah ada ponsel yang
melakukan segalanya dimana sudah memiliki GPS, serta software tertentu. Tetapi, ponsel
tersebut masih cukup mahal.
3.1.1 Rute Drive Test
Rute Drive Test adalah langkah pertama untuk diatur, dan menunjukkan di mana
pengujian akan terjadi. Daerah ini ditentukan berdasarkan beberapa faktor, terutama
terkait dengan tujuan tes.

LAPORAN KERJA PRAKTEK

PT.TELEKOMUNIKASI SELULER
Optimalisasi Bad Spot
ICT Operation Regional Jawa Timur

Gambar 3.3. Rute Drive Test.


Beberapa perangkat lunak memungkinkan gambar yang akan dimuat sebagai latar
belakang perangkat lunak (geo-referenced). Hal ini membuat lebih mudah untuk rute
langsung yang harus diikuti.
Dianjurkan untuk memeriksa kondisi lalu lintas dengan menelusuri keluar jalur
yang tepat. Hal ini jelas bahwa pergerakan kendaraan terdepat kejadian tak terduga,
seperti kemacetan, jalan interdicted, dll. Oleh karena itu, kita harus mengetahui rute
alternatif yang akan diambil. Hindari berjalan jalan yang sama selama Drive Test.
3.1.2 Jadwal Tes Drive
Drive Test dapat dilakukan pada waktu yang berbeda - siang atau malam hari.
Drive Test pada siang hari menunjukkan kondisi yang sebenarnya dari jaringan. Selain
itu, Drive Test yang dilakukan di malam hari memungkinkan untuk pengetesan, misalnya,
tes pada pemancar tanpa mempengaruhi sebagian besar pengguna.
Biasanya aktifitas drive test pada malam hari yaitu untuk pengujian desain sistem
tersebut, misalnya dengan integrasi site baru. Dan untuk hari kerja, Drive Test pengujian
berlaku untuk analisis kinerja dan juga maintenance.
3.1.3 Metode Panggilan
Drive Tes dilakukan sesuai dengan kebutuhan, dan jenis panggilan tes adalah
sama jaringan mendukung - panggilan dapat suara, data, video, dll . Semuanya tergantung
pada teknologi (GSM, CDMA, UMTS, dll .), dan tujuan dari tes.
Sebuah Drive Test biasanya menggunakan dua ponsel. Sebuah ponsel dengan
melakukan panggilan (CALL), dikonfigurasi dan di kumpulkan datanya dalam software.
Dan yang lainnya, dalam mode idle, yaitu terhubung, tapi tidak pada panggilan.
Panggilan tes (CALL) dapat dari dua jenis: durasi panjang atau pendek.
Panggilan singkat harus berlangsung panggilan user dimana nilai referensi yang baik

10

LAPORAN KERJA PRAKTEK

PT.TELEKOMUNIKASI SELULER
Optimalisasi Bad Spot
ICT Operation Regional Jawa Timur
adalah 180 detik. Berfungsi untuk memeriksa apakah panggilan sedang terhubung sampai
menutup panggilan(menjadi cara yang baik untuk juga memeriksa waktu setup jaringan).
Panggilan lama berfungsi untuk memverifikasi apakah handover dari jaringan bekerja,
panggilan dimana jaringan tidak menurun.
A. VOICE
1. Idle mode
Metode drive test dimana ponsel terhubung pada jaringan seluler, tetapi
tidak melakukan CALL.
2. Dedicated mode
a. Lock 2G
Metode drive test dimana ponsel terhubung harya pada jaringan 2G
dan melakukan CALL.
b. Lock 3G
Metode drive test dimana ponsel terhubung harya pada jaringan 3G
dan
melakukan CALL.
c. Dual Mode
Metode drive test dimana ponsel terhubung pada jaringan 2G dan
jaringan 3G dan melakukan CALL.
3. Sequence Mode . Durasi sequence: 120/30
a. Lock 2G
Metode drive test dimana ponsel terhubung pada jaringan 2G dan
melakukan CALL dan idle dengan durasi tertentu secara terus menerus.
b. Lock 3G
Metode drive test dimana ponsel terhubung pada jaringan 3G dan
melakukan CALL dan idle dengan durasi tertentu secara terus menerus.
c. Dual Mode
Metode drive test dimana ponsel terhubung pada jaringan 2G dan
jaringan 3G dan melakukan CALL dan idle dengan durasi tertentu
secara terus - menerus.
B. DATA
11

LAPORAN KERJA PRAKTEK

PT.TELEKOMUNIKASI SELULER
Optimalisasi Bad Spot
ICT Operation Regional Jawa Timur
a. Lock 2G
i. GPRS

ii. Edge
b. Lock 3G
i. UMTS
ii. HSPA
iii. HSDPA
c. Dual Mode
d. LTE

12

LAPORAN KERJA PRAKTEK

PT.TELEKOMUNIKASI SELULER
Optimalisasi Bad Spot
ICT Operation Regional Jawa Timur
3.1.4 Fungsi Drive Test
Fungsi dari Drive Test adalah:

Performance Analysis
Integrasi pada site baru dan merubah parameter site sebelahnya.
Marketing
Benchmarking
Complain

Performance Analysis adalah yang paling umum, dan biasanya dibuat menjadi
kelompok (pengelompokan sel), yaitu, daerah dengan beberapa site yang menarik.
Mereka juga dapat dilakukan dalam situasi tertentu, seperti untuk menjawab keluhan
pelanggan.
Dalam pengujian integrasi site baru, dianjurkan untuk melakukan dua tes: satu
dengan situs tanpa handover. Dengan demikian mendapatkan visualisasi total cakupan
area. Yang lainnya, kemudian, dengan handover.
Tergantung pada jenis perubahan site (jika ada perubahan dalam EIRP) kedua tes
juga dianjurkan. Jika tidak, hanya melakukan tes normal.
Tes marketing biasanya diminta oleh daerah pemasaran perusahaan, misalnya
menunjukkan cakupan sepanjang jalan raya, atau di wilayah / lokasi tertentu.
Tes Benchmarking bertujuan untuk membandingkan jaringan bersaing. Jika
hasilnya lebih baik, dapat digunakan sebagai argumen untuk penjualan baru. Jika buruk,
hal itu menunjukkan titik-titik di mana jaringan harus ditingkatkan.
Tes Complain biasanya diminta oleh pelanggan dimana pada daerah pelanggan
tersebut mengalami masalah pada jaringan seluler tersebut.
3.1.5 Pengumpulan Data
Sebelum Anda mulai, periksa semua sambungan, Terutama, pastikan bahwa
baterai sudah terisi penuh. Jika tidak, maka baterai habis pada saat Drive Test
berlangsung. Ketika memasang peralatan, menjaga jarak minimal antara kaki setiap
antena, sehingga memastikan bahwa tidak memiliki gangguan elektromagnetik atau
distorsi dari pola radiasi antena yang dapat mempengaruhi pengukuran. Pastikan bahwa
semua peralatan yang terlibat terhubung ke sumber listrik, pastikan sekarang bahwa
semua diidentifikasi oleh software Drive Test. Hal ini harus dilakukan dengan
menggunakan program yang menampilkan setiap elemen yang port terhubung dengan
benar. Pastikan GPS telah mengakuisisi satelit perlu untuk menentukan posisinya. Posisi
antenna harus tidak terdapat halangan ke satelit. Jika semuanya baik, mulai koleksi tes
untuk memverifikasi bahwa semua data yang ditulis. Di jendela utama program membuat
indikator yang memberitahu jika data sedang direkam. Juga mencatat bahwa parameter
jaringan yang terlihat pada jendela masing-masing perangkat - ponsel, gps, scanner, dll.
Beberapa perangkat lunak juga menawarkan fasilitas untuk memvisualisasikan data ini
tanpa menyimpan. Hal ini sangat penting untuk memastikan semuanya baik sebelum

13

LAPORAN KERJA PRAKTEK

PT.TELEKOMUNIKASI SELULER
Optimalisasi Bad Spot
ICT Operation Regional Jawa Timur
dimulai. Pada saat Drive Test, semua informasi disimpan dengan Tanggal masing-masing
data dan waktu serta posisi geografis.

Gambar 3.4. Hasil data yang dikumpulkan saat Drive Test.


3.1.6 Software Drive Test
Sebagian besar software Drive Test memiliki kesamaan beberapa software yang
juga membuat analisis. Ini disebut software post-processing. Setiap sofware memiliki
analisis spesifik, dan sebagai data (langkah-langkah) yang dikumpulkan sangat besar,
mereka bisa sangat membantu untuk memecahkan masalah yang sangat spesifik. Alat-alat
ini menyajikan data dalam tabel, peta dan grafik perbandingan yang membantu dalam
membuat keputusan. Software Drive Test memiliki fungsi untuk mengekspor data dalam
bentuk tabel, dalam format teks atau CSV.
3.2 Key Performance Indicator 2G
Menurut rekomendasi dari ITU ( International Telecommunication Union ) terdapat
3 kategori pengklasifikasian Key Performance Indicator ( KPI ) untuk evaluasi sebuah
jaringan yaitu Accessibility, Retainibility, dan Integrity.
a. Accessibility
adalah kemampuan user untuk memperoleh servis sesuai dengan layanan yang
disediakan oleh pihak penyedia jaringan.
b. Retainibility
adalah kemampuan user dan sistem jaringan untuk mempertahankan layanan
setelah layanan tersebut berhasil diperoleh sampai batas waktu layanan tersebut
dihentikan oleh user.
c. Integrity
adalah derajat pengukuran disaat layanan
berhasil diperoleh oleh user.

14

LAPORAN KERJA PRAKTEK

PT.TELEKOMUNIKASI SELULER
Optimalisasi Bad Spot
ICT Operation Regional Jawa Timur
Berikut adalah list KPI yang biasa digunakan oleh operator dan vendor seluler.
Tabel 3.1 list KPI pada Operator dan Vendor seluler
Category
KPI 1 Name
Criteria 1
A
SDSR
SDSR Value < 96%
A

SDCCH
rate

Blocking

TCH Blocking

TCH Blocking Rate


Value > 2%

Drop Call

Drop Call Value >


1%

TBF
rate

TBF
Completion
rate value < 96%

HOSR

HOSR Value < 98%

GPRS Throughput
(kbps)

EDGE Throughput
(kbps)

GPRS Throughput
(kbps) value <
48kbps
EDGE Throughput
Value < 64kbps

Completion

SDCCH Blocking
rate Value > 2%

KPI 2 Name
Drops on SDCCH

Criteria 2
Drops on SDCCH
Contribution
>
0.05%
Failed
SDCCH Failed SDCCH
Seizured due to Busy Seizured due to
SDCCH
Busy
SDCCH
Contribution
>
0.05%
Failed TCH Seizured Failed
TCH
due to Busy TCH Seizured due to
(Signalling channel) Busy
TCH
Failed TCH Seizured (Signalling
due to Busy TCH channel) Failed
(Traffic channel)
TCH
Seizured
due to Busy TCH
(Traffic channel)
Contribution
>
0.05%
Call Drops on TCH
Call Drops on
TCH
Contribution
>
0.05%
TBF Failure
TBF
Failure
Contribution
>
0.05%
HOSR Failure
HOSR
Failure
Contribution
>
0.1%

Ket : A = Accessibility, R = Retainability, M = Mobility, I = Integrity


Sedangkan rumus KPI yang digunakan untuk menghitung besarnya HOSR adalah sebagai
berikut :
HOSR (%) = 100 100*(hfr_2 - hfr_55) hfr_2 = HO_fail / HO_Attempt
hfr_55 = HO_blocking / HO_Attempt
3.2.1

Handover Successful Rate Optimization

15

LAPORAN KERJA PRAKTEK

PT.TELEKOMUNIKASI SELULER
Optimalisasi Bad Spot
ICT Operation Regional Jawa Timur
Adalah suatu teknik optimisasi khusus dalam
mengatasi segala macam faktor yang menyebabkan low HOSR. Berikut adalah faktorfaktor yang menyebabkan terjadinya low HOSR.
a. Ada neighbour yang hilang atau terlalu banyak neighbour.
Adanya neighbour yang hilang, atau biasa disebut missing neighbour, dapat menyebabkan
munculnya Handover fail. Lakukan audit neighbour pada cell yang Handover fail-nya
tinggi dan tambahkan relasi apabila terdeteksi adanya missing neighbour.
b. Handover attempt rendah.
Pada cell yang memiliki handover attempt kecil seperti contohnya pada sebuah cell yang
terdapat pada pulau terpencil kecendurungan HOSR rendah sangat dimungkinkan.
c. Wrong BSS parameter
Dengan memperhatikan HOSR per-relation, jika diketahui bahwa HO fail merata pada
semua relation mengindikasikan kesalahan setting pada BSS parameter.
d. Poor BCCH / BSIC Plan
Ketika MS mencoba melakukan akses ke jaringan ( Mobile Originating Call ), maka BTS
akan merespon menggunakan timeslot pada frekuensi BCCH / BSIC. Sehingga
apabila terjadi interferensi pada frekuensi BCCH (co-channel atau adjacent channel )
maka dapat menyebabkan Handover failure.
e. TCH Congestion on target cell
Pada saat cell target yang mengalami TCH blocking menjadi best neighbour, pasti akan
berakibat handover fail, untuk mengatasi hal tersebut bisa di implementasikan dengan
mengatur parameter nilai priority handover pada target cell, dengan memperhitungkan
factor load pada target cell yang mengalami congestion.
f.

Incorrect handover parameter / threshold


Lakukan pengecheckan nilai parameter antara existing dan planning, dengan berdasarkan
pengamatan dan analisa pada perkembangan Timing Advance terbaru, lakukan perubahan
nilai parameter, jika dirasa perlu.
3.3

16

LAPORAN KERJA PRAKTEK

PT.TELEKOMUNIKASI SELULER
Optimalisasi Bad Spot
ICT Operation Regional Jawa Timur
Key Performance Indicator 3G
Key Performance Indicator ( KPI ) yang digunakan untuk melihat performansi
jaringan WCDMA dibedakan menjadi parameter Accessibility, Retainability,
Integrity.Mobility, Availability.
3.3.1 Accessibility
Accessibility adalah seberapa mudah jaringan bisa di akses oleh UE untuk bisa
mendapatkan jaringan WCDMA. Parameter KPI yang berhubungan dengan accessibility
antara :

Radio Resource Control Success Rate ( RRC SR )

RRC SR adalah tingkat keberhasilan signaling yang digunakan untuk melakukan


konfigurasi dan membangun hubungan antara UE dengan Node B.
RRC SuccessRat e 100 *

RRC Attempt RRC Failure


RRC Attempt

3.8.1.1

Call Setup Success Rate ( CSSR )

CSSR merupakan persentase keberhasilan membangun suatu hubungan.

CSSR RRC SR * RABSetupSuccessRate *100%

CSSR 100 *

CallAttempt CallSetupFailure
CallAttempt
.3.8.1.2

High Speed Downlink Packet Access ( HSDPA ) Accessibility

HSDPA Accessibility adalah prosentase keberhasilan membangun suatu hubungan


menggunakan teknologi HSDPA.
HSDPA Accessibil ity 100 *

HSDPA Attempt HSDPA Failure


HSDPA Attempt

3.8.1.3
3.3.2

Retainability

Retainability adalah kemampuan suatu jaringan untuk mempertahankan


layanannya pada durasi waktu tertentu sampai UE mengakhiri layanannya.Parameter
yang berhubungan antara lain :

Radio Access Bearer Drop ( RAB Drop )

17

LAPORAN KERJA PRAKTEK

PT.TELEKOMUNIKASI SELULER
Optimalisasi Bad Spot
ICT Operation Regional Jawa Timur
RAB Drop adalah jumlah terjadinya Iu Release yang dilakukan oleh Core
Network yang bisa di sebabkan oleh hardware , transmisi, interferensi
RABDroprate 100%

RABDrop
RAB Drop RAB ActiveComplete

.3.8.1.4

Call Completion Success Rate ( CCSR )

Call Completion Success Rate adalah kemampuan jaringan dalam mempertahankan


Radio Access Bearer sampai layanan tersebut berakhir,
CCSR 100 *

CallAttempt CallSetupFailure CallDrop


CallAttempt CallSetupFailure

.3.8.1.5

HSDPA Retainability

HSDPA Retainability adalah kemampuan jaringan dalam mempertahankan kanal


HSDSCH sampai layanan berakhir.
HSDPA Re tainabilit y 100 *

HSDPA Attempt HSDPA Failure HSDPA Drop


HSDPA Attempt HSDPA Failure

3.8.1.6
3.3.3 Integrity dan Mobility
Merupakan seberapa bagus kualitas dari layanan yang dapat diberikan kepada
UE dari sisi kecepatan akses ( Throughput ) dan Quality of Service ( QoS ) dan seberapa
bagus jaringan bisa dipertahankan pada saat terjadi perpindahan dari satu cell ke cell yang
lain baik dalam sistem WCDMA atau dari WCDMA ke GSM. Dibedakan menjadi
Softhandover, hard handover dan Inter Rat Handover.
SHOSuccessRat e 100 *

SHOAttempt SHOFailure
SHOAttempt

.3.8.1.7
ISHOSuccessRat e 100 *

ISHOAttempt ISHOFailur e
ISHOAttempt

.3.8.1.8
3.3.4

Data Connection Quality Index (DCQI)

DCQI merupakan parameter KPI yang ditentukan dari hasil pengukuran drive
test yang merepresentasikan parameter KPI diatas dengan bobot yang ditentukan oleh
masing-masing operator. Seperti halnya pengukuran statistik melalui perangkat,
parameter DCQI terdiri dari gabungan parameter berikut :

Accessibility

18

LAPORAN KERJA PRAKTEK

PT.TELEKOMUNIKASI SELULER
Optimalisasi Bad Spot
ICT Operation Regional Jawa Timur
Merupakan seberapa bagus layanan dapat diakses, meliputi CSSR dan CST.

Accessibil ity (30% * Attach SR) + (10% * Attach Time 2sec)

+ (50% * PDP Context SR) + (10% * PDP Context Time 2sec)

3.8.1.9

Retainability
Merupakan seberapa bagus layanan dapat dipertahankan atau ditingkatkan
sampai dalam keadaan idle, meliputi CCSR.

retainibil ity (80% * PDP Completion SR) + (20% * FTP DL SR)


.3.8.1.10

Integrity
Merupakan seberapa bagus kualitas dari kecepatan akses data jaringan.

Integrity (100% * FTP Thrgpt 128 Kbps)

..3.8.1.11
Sehingga diperoleh rumusan VCQI seperti ini.

DCQI (50% * Accessibil ity) + (30% * Retainabil ity) + (20% * Integrity)


.2.12

Accessbility

Retainability
Integrity
3.3.5

50%

30%
20%

Tabel 3.2 Bobot DCQI


Attach SR
Attach Time 2
sec
PDP Context SR
PDP
Context
Time 2 sec
PDP Completion
Rate
FTP Download
SR
FTP Throughput
128 Kbps

30%
10%
50%
10%
80%
20%
100%

Parameter Kerja Jaringan (QoS)

Beberapa parameter yang dijadikan referensi umum untuk dapat melihat performansi dari jaringan 3G/UMTS adalah seperti : RSCP, EcNo, Speech Quality Index
(SQI), Call Setup Success Ratio, Call Drop Ratio, Successfull Call Ratio, Call Congestion
Ratio, dan Handover Success Ratio.

19

LAPORAN KERJA PRAKTEK

PT.TELEKOMUNIKASI SELULER
Optimalisasi Bad Spot
ICT Operation Regional Jawa Timur

RSCP

Reception Level (RxL) adalah tingkat kekuatan sinyal di jaringan 2G yang


diterima ponsel, sedangkan untuk 3G(UMTS) menggunakan istilah Received Signal Code
Power (RSCP). Skala RxL antara -47 dBm s.d. -110 dBm (bila menunjuk angka lebih
besar dari -85 dBm Sangat Baik, -92 s.d. -85 Baik, - 105 s.d. -92 Cukup Baik, dan <-105
Kurang Baik). Untuk RSCP menggunakan skala -47 dBm s.d. -112 dBm (>-85 dBm
Sangat Baik, - 98 s.d. -85 Baik, -108 s.d. -98 Cukup Baik, dan <-108 Kurang Baik).

Energy Carrier Per Noice (Ec/No)

Ec/No adalah kualitas data atau suara di jaringan operator 3G/UMTS, Fungsinya
sama dengan RxQual di jaringan 2G. Skala 0 s.d. -6 dBm sangat baik, -6 s.d -11 dBm
baik, - 11 s.d -16 dBm buruk dan <-16 dBm sangat buruk.

Speech Quality Index (SQI)

Secara tradisional, kualitas data atau suara di jaringan 3G/UMTS di ukur dengan
parameter Ec/No, bagaimanapun tidak akurat digunakan sebagai indikator kualitas sinyal.
SQI adalah pengukuran yang lebih canggih dikhususkan untuk menggambarkan kualitas
suara. Seperti halnya EcNo, SQI diupdate 0,5 detik.
Selain pembobotan diatas, berikut adalah parameter standar untuk melihat kualitas
jaringan WCDMA berdasarkan hasil Drivetest.
Tabel 3.3 Parameter baseline drive test WCDMA
Packet Switch Data
Baseline
3G Coverage Penetration (Dual Mode)
90%
RSCP -92dBm (%)
80%
RSCP -85dBm (%)
70%
Ec/No -14dB (%)
90%
FTP Application Throughput 256 Kbps
(%)
80%
FTP Application Throughput 128 Kbps
(%)
80%
FTP Application Throughput 64 Kbps
(%)
80%
WBB Static
Baseline
FTP Application Throughput 384 Kbps 80%

20

LAPORAN KERJA PRAKTEK

PT.TELEKOMUNIKASI SELULER
Optimalisasi Bad Spot
ICT Operation Regional Jawa Timur
(%)
Standar parameter KPI ini merupakan parameter acuan yang digunakan operator
untuk melihat sejauh mana kualitas jaringan di wilayah tertentu melalui aplikasi yang ada
dalam Network Monitoring Center ( NMC )

21

LAPORAN KERJA PRAKTEK

PT.TELEKOMUNIKASI SELULER
Optimalisasi Bad Spot
ICT Operation Regional Jawa Timur
Tabel 3.4 Standar KPI 3G WCDMA
KPI Parameter

3G Accessibility

3G Retainability

3G Integrity

CSSR PS (%)
HSDPA
Accessibility
Success Rate (%)
RRC Success Rate (%)
RAB Establish Fail Rate
PS(%)
CCSR PS (%)
HSDPA
Retainability
Success Rate (%)
RAB Drop Rate PS [%]
ISHO Success Rate (%)
SHO Succ Rate (%)
HSDPA
cell
average
throughput (Kbps)
PS cell average throughput
(Kbps)

KPI Value
98
98
98
2
99
99
1.5
95
95
512
128

3.4 Tilting
Tilting antena adalah suatu pengaturan kemiringan antena yang berfungsi untuk
menetapkan area yang akan menerima cakupan sinyal. Untuk mengubah coverage area
yang dilayani oleh BTS dapat dilakukan dengan teknik tilting, yaitu pemiringan/
perubahan posisi antenna yang dilakukan untuk mengatur coverage dari antenna. Menurut
jenisnya tilting dibagi menjadi 2 jenis, yaitu:
3.4.1 Tilting Mekanik
Tilting mekanik adalah mengubah kemiringan antena dengan cara mengubahnya
dari sisi fisik antenna. Rigger memiliki alat ukur tilt meter yang memperlihatkan derajat
kemiringan antena.

Gambar 3.5. Tilting Mekanik.

22

LAPORAN KERJA PRAKTEK

PT.TELEKOMUNIKASI SELULER
Optimalisasi Bad Spot
ICT Operation Regional Jawa Timur
3.4.2. Tilting Elektrik
Tilting elektrik adalah mengubah coverage antenna dengan cara mengubah fasa
antenna, sehingga terjadi perubahan pada beamwidth antenna. Mengubah fasa antenna
dapat dilakukan dengan cara mengubah setingan elctrical tilt pada antenna, yaitu 1,2,3
dst. Pengaturan tilt elektrik biasanya berada di bagian bawah antena.

Gambar 3.6. Tilting Elektrik.


Tilting elektrik dan mekanik memberikan pola pancar yang berbeda disisi side
loop dan yang pasti disisi back loop karena secara fisik antena berubah. Sementara Tilting
elektrik cenderung hanya berubah ubah pada main loop dan sedikit pada side loop.
Namun tidak semua antena memiliki tilt elektrik. Kombinasi tilting elektrik dan mekanik
akan menghasillkan area cakupan yang baik. Namun apabila antena tersebut terdapat
pengaturan tilt elektrik, lebih disukai merubah nilai elektrik dan membuat nilai mekanik
tetap 0.
Tilting memiliki dua arahan yaitu up tilt dan ke down tilt. Down tilt adalah
mengubah kemiringan antenna menjadi lebih ke bawah. Gambar menunjukkan Down
Tilt Mekanik.

Gambar 3.7. Downtilt Mekanik

23

LAPORAN KERJA PRAKTEK

PT.TELEKOMUNIKASI SELULER
Optimalisasi Bad Spot
ICT Operation Regional Jawa Timur
Uptilt adalah mengubah kemiringan antena menjadi lebih ke atas. Ini dilakukan untuk
mendapatkan jarak panjcar yang lebih jauh sehingga area yang di cakup antena lebih luas.
menunjukkan Up Tilt.

Gambar 3.8. Uptilt Mekanik


Jarak pancar yang dapat ditempuh oleh sesuatu antena dapat dihitung dengan
menggunakan rumus berikut :
Beam < 3 dB
= Ha/TAN (downtilt +vertical beamwidht/2)) (meter)
Main beam = Ha/ TAN (downtilt) (meter)
Beam >3 dB = Ha/TAN (downtilt -vertical beamwidht/2)) (meter)
Dimana :
Jarak = Jarak beam (meter)
Ha =Tinggi antena (meter)
Downtilt = Kemiringan antena (derajat)
Vertical beamwidht = Besar beam vertikal (derajat)
Gambar mengilustrasikan perumusan untuk menghitung jarak yang tercover oleh antena.

Gambar 3.9. Ilustrasi jarak yang tercover oleh antena.


3.5 Teknologi 2G
2G merupakan teknologi jaringan seluler generasi kedua, sebagai bentuk
pengembangan dari teknologi sebelumnya yang masih menggunakan sistem analog
seperti Advanced Mobile Phone System. Keunggulan teknologi 2G antara lain adalah :

24

LAPORAN KERJA PRAKTEK

PT.TELEKOMUNIKASI SELULER
Optimalisasi Bad Spot
ICT Operation Regional Jawa Timur

Digital traffic channel, menyediakan saluran lalu lintas digital. Pada generasi kedua
ini mendukung data digital.
Enkripsi, semua teknologi 2G menyediakan fasilitas enkripsi karena semua aktivitas
control yang telah didigitalkan, sehingga lebih mudah untuk dikelola.
Deteksi dan koreksi error
Channel access, pada teknologi generasi kedua setiap sel memiliki beragam channel,
setiap channel secara dinamis dibagi dengan sejumlah pengguna, dapat menggunakan
Time Division Multiple Access (TDMA) atau Code Division Multiple Access
(CDMA).
Sinyal digital menyebabkan konsumsi daya / baterai yang lebih sedikit.
Kode digital dalam teknologi 2G akan meningkatkan kejernihan suara, dan mereduksi
noise yang biasa terjadi pada jaringa kabel.

Selain keunggulan keunggulan diatas, teknologi 2G juga memungkinkan intensitas


akses yang lebih besar, teknologi 2G mengaktifkan berbagai jaringan telekomunikasi
berbasis mobile untuk melayani servis seperti pesan teks, pesan gambar, atau pesan
multimedia (MMS).
3.5.1. Time Divison Multiple Access
Mekanisme TDMA adalah membagi alokasi frekuensi radio berdasarkan satuan
waktu, teknologi ini dapat melayani tiga sesi panggilan secara sekaligus dengan
melakukan pengulangan pada irisan-irisan satuan waktu dalam satu channel radio. Jadi,
sebuah channel frekuensi dapat melayani tiga sesi peneleponan pada jeda waktu yang
berbeda, tetapi tetap berpola dan berkesinambungan. Dengan merangkaikan seluruh
bagian waktu tersebut, maka akan terbentuk sebuah sesi komunikasi.
3.5.2. Personal Digital Cellular (PDC)
PDC memiliki cara kerja yang relatif sama dengan TDMA. Perbedaannya adalah
area implementasinya. TDMA lebih banyak digunakan di Amerika Serikat, sedangkan
PDC banyak diimplementasikan di Jepang.
3.5.3. iDEN
iDEN merupakan teknologi yang hanya digunakan di perangkat dengan merk
tertentu (proprietary technology FBR). Teknologi ini merupakan milik perusahaan
teknologi komunikasi terbesar di Amerika, Motorola, yang kemudian dipopulerkan oleh
perusahaan Nextel. iDEN berbasis teknologi TDMA dengan arsitektur GSM yang bekerja
pada frekuensi 800 MHz. Umumnya digunakan untuk aplikasi Private Mobile Radio
(PMR) dan Push-to-Talk.
3.5.4. Digital European Cordless Telephone (DECT)
DECT yang berbasiskan teknologi TDMA difokuskan untuk keperluan bisnis
dengan skala enterprise, bukan skala service provider yang melayani pengguna dalam
jumlah yang sangat banyak. Contoh dari aplikasi teknologi ini adalah wireless PBX, dan
interkom antar telepon wireless. Ukuran sell radio yang tidak terlalu besar menyebabkan
teknologi ini hanya digunakan dalam rentang yang terbatas. Meskipun demikian,

25

LAPORAN KERJA PRAKTEK

PT.TELEKOMUNIKASI SELULER
Optimalisasi Bad Spot
ICT Operation Regional Jawa Timur
teknologi DECT mengalokasikan bandwidth frekuensi yang lebar, yaitu sekitar 32 Kbps
per channel. Pengalokasian bandwidth frekuensi yang lebar ini menghasilkan kualitas
suara atau data yang lebih baik dalam format standar ISDN.
3.5.5. Personal Handphone Service (PHPS)
PHS merupakan teknologi yang dikembangkan dan diimplementasikan di Jepang.
Teknologi ini tidak berbeda jauh dari DECT yang juga mengalokasikan 32 Kbps channel
untuk menjaga kualitasnya. Teknologi ini difokuskan untuk kepentingan di dalam
lingkungan populasi tinggi sehingga coverage area FBR tidak terlalu luas. Biasanya
teknologi PHS menempatkan BTS di lokasi sekitar area keramaian, seperti mall, dan
perkantoran.
3.5.6. IS-95 CDMA (CDMAone)
CDMAone berbeda dengan teknologi 2G lainnya karena teknologi ini berbasis
Code Division Multiple Access (CDMA). Teknologi ini meningkatkan kapasitas sesi
peneleponan dengan menggunakan sebuah metode pengkodean yang unik untuk setiap
kanal frekuensi yang digunakannya. Dengan adanya sistem pengkodean ini, maka lalulintas dan alokasi waktu masing-masing sesi dapat diatur. Frekuensi yang digunakan pada
teknologi ini adalah 800 MHz. Namun, terdapat varian lain yang berada di frekuensi 1900
MHz.
3.5.7. Global System for Mobile Communication (GSM)
Merupakan sistem seluler digital, yang berasal dari finlandia dan saat ini telah
berkembang diseluruh dunia. Untuk menggunakan GSM dimungkinkan dengan SIM
(subscribers identity module) sehingga GSM mudah untuk digunakan, terlebih dengan
GSM kita dapat membawa dan melakukan aktivitas menggunakan telepon seluler dimana
saja. GSM juga menyediakan keamanan yang cukup, dimana dimungkinkan terjadi proses
enkripsi diantara pengguna dengan layanan BS. Terdapat banyak bentuk modul
kriptografi dalam GSM.
Telepon seluler terhubung dengan GSM berdasarkan lokasi dari sel sel dalam
jangkauan jaringan. Sel sel ini memiliki 5 ukuran yang berbeda yakni :
1.

Macro sel, merupakan sel terluas yang menangani sinyal radio, macro sel
juga didistribusikan pada area yang lebih luas.
2.
Mirco sel, menangani area yang lebih sempit, misalnya seperti hotel atau
gedung perkantoran.
3.
Pico sel, merupakan skema komunikasi nirkabel, pico sel juga menangani
area yang tidak luas cakupannya.
4.
Femto sel, merupkan BS kecil yang didesain untuk melayani area yang
sulit memperoleh sinyal baik macro maupun micro, femto sel terkoneksi dengan
menggunakan teknologi DSL.
Berbagai aplikasi GSM antara lain adalah GSM modem, GSM terminal, GPRS
almagamation, GSM security, GSM remote monitoring. Di beberapa Negara
menggunakan GSM-900 atau E-GSM, frekuensi dari E-GSM tersebut antara 920 960
MHz, Bandwith yang digunakan adalah 25 Mhz (915890 = 960935 = 25 MHz), dan

26

LAPORAN KERJA PRAKTEK

PT.TELEKOMUNIKASI SELULER
Optimalisasi Bad Spot
ICT Operation Regional Jawa Timur
lebar kanal sebesar 200 KHz. Dari keduanya, maka didapatkan 125 kanal, dimana 124
kanal digunakan untuk suara dan satu kanal untuk sinyal. Pada perkembangannya, jumlah
kanal 124 semakin tidak mencukupi dalam pemenuhan kebutuhan yang disebabkan
pesatnya pertambahan jumlah pengguna. Untuk memenuhi kebutuhan kanal yang lebih
banyak, regulator GSM di Eropa mencoba menggunakan tambahan frekuensi untuk GSM
pada band frekuensi di range 1800 Mhz dengan frekuensi 1710-1785 Mhz sebagai
frekuensi uplinks dan frekuensi 1805-1880 Mhz sebagai frekuensi downlinks. GSM
dengan frekuensinya yang baru ini kemudian dikenal dengan sebutan GSM 1800, yang
menyediakan bandwidth sebesar 75 MHz (1880-1805 = 17851710 = 75 MHz). Dengan
lebar kanal yang tetap sama yaitu 200 KHz sama, pada saat GSM pada frekuensi 900
Mhz, maka pada GSM 1800 ini akan tersedia sebanyak 375 kanal. Di Eropa, standarstandar GSM kemudian juga digunakan untuk komunikasi railway, yang kemudian
dikenal dengan nama GSM-R.
Secara umum, network element dalam arsitektur jaringan GSM dapat dibagi
menjadi :
1. Mobile Station (MS)
Mobile Station atau MS merupakan perangkat yang digunakan oleh pelanggan untuk
melakukan pembicaraan. Terdiri atas:
1.

Mobile Equipment (ME) atau handset, merupakan perangkat GSM yang


berada di sisi pengguna atau pelanggan yang berfungsi sebagai terminal
transceiver (pengirim dan penerima sinyal) untuk berkomunikasi dengan
perangkat GSM lainnya.
2.
Subscriber Identity Module (SIM) atau SIM Card, merupakan kartu
yang berisi seluruh informasi pelanggan dan beberapa informasi pelayanan. ME
tidak akan dapat digunakan tanpa SIM didalamnya, kecuali untuk panggilan
darurat. Data yang disimpan dalam SIM secara umum, adalah:

IMMSI (International Mobile Subscriber Identity), merupakan


penomoran pelanggan.
MSISDN (Mobile Subscriber ISDN), nomor yang merupakan nomor
panggil pelanggan.

2. Base Station System (BSS)


Base station system terdiri atas:
1.
BTS Base Transceiver Station, perangkat GSM yang berhubungan
langsung dengan MS dan berfungsi sebagai pengirim dan penerima sinyal.
2.
BSC Base Station Controller, perangkat yang mengontrol kerja BTS-BTS
yang berada di bawahnya dan sebagai penghubung BTS dan MSC.
3. Network Sub-system (NSS)
Network sub system terdiri atas:
1.

Mobile Switching Center (MSC), merupakan sebuah network element


central dalam sebuah jaringan GSM. MSC sebagai inti dari jaringan seluler,
27

LAPORAN KERJA PRAKTEK

PT.TELEKOMUNIKASI SELULER
Optimalisasi Bad Spot
ICT Operation Regional Jawa Timur

2.
3.
4.
5.

dimana MSC berperan untuk interkoneksi hubungan pembicaraan, baik antar


seluler maupun dengan jaringan kabel PSTN, ataupun dengan jaringan data.
Home Location Register (HLR), yang berfungsi sebagai sebuah database
untuk menyimpan semua data dan informasi mengenai pelanggan agar tersimpan
secara permanen.
Visitor Location Register (VLR), yang berfungsi untuk menyimpan data
dan informasi pelanggan.
Authentication Center (AuC), yang diperlukan untuk menyimpan semua
data yang dibutuhkan untuk memeriksa keabsahaan pelanggan. Sehingga
pembicaraan pelanggan yang tidak sah dapat dihindarkan.
Equipment Identity Registration (EIR), yang memuat data-data
pelanggan.

4. Operation and Support System (OSS)


Operation and support system merupakan sub sistem jaringan GSM yang
berfungsi sebagai pusat pengendalian, diantaranya fault management, configuration
management, performance management, dan inventory management.
Secara bersama-sama, keseluruhan network element di atas akan membentuk
sebuah PLMN (Public Land Mobile Network). Frekuensi pada 3 Operator Terbesar di
Indonesia:
1.
2.
3.

Indosat: 890 900 Mhz (10 Mhz).


Telkomsel: 900 907,5 Mhz (7,5 Mhz).
Excelcomindo: 907,5 915 Mhz (7,5 Mhz).

GSM, sebagai sistem telekomunikasi seluler digital memiliki keunggulan yang jauh lebih
banyak dibanding sistem analog, di antaranya:
1.

2.
3.
4.
5.
6.

Kapasitas sistem lebih besar, karena menggunakan teknologi digital di mana


penggunaan sebuah kanal tidak hanya diperuntukkan bagi satu pengguna saja
sehingga saat pengguna tidak mengirimkan informasi, kanal dapat digunakan oleh
pengguna lain.
Sifatnya yang sebagai standar internasional memungkinkan roaming
mancanegara.
Dengan teknologi digital, tidak hanya mengantarkan suara, tapi memungkinkan
servis lain seperti teks, gambar, dan video.
Keamanan sistem yang lebih baik.
Kualitas suara lebih jernih dan peka.
Mobile (dapat dibawa ke mana-mana).

28

LAPORAN KERJA PRAKTEK

PT.TELEKOMUNIKASI SELULER
Optimalisasi Bad Spot
ICT Operation Regional Jawa Timur

Gambar 3.10. Arsitektur Jaringan 2G.


Setelah teknologi 2G, maka lahirlah teknologi 2,5G yang merupakan
perkembangan dari teknologi 2G, 2,5G merupakan layanan komunikasi suara, pesan teks
dan data 153 kbps. Teknologi 2,5G yang dibahas dalam makalah ini adalah GPRS. GPRS
(General Packet Radio Service) adalah suatu teknologi yang memungkinkan pengiriman
dan penerimaan data lebih cepat dibandingkan dengan penggunaan teknologi Circuit
Switch Data atau CSD. GPRS dapat digunakan untuk transfer data (dalam bentuk paket
data) yang berkaitan dengan e-mail, data gambar (MMS), Wireless Application Protocol
(WAP), dan World Wide Web (WWW). GPRS merupakan sistem transmisi berbasis paket
untuk GSM yang menggunakan prinsip 'tunnelling'. Ia menawarkan laju data yang lebih
tinggi.
Komponen-komponen utama jaringan GPRS adalah:
1

2
3

GGSN (Gateway GPRS Support Node): gerbang penghubung jaringan GPRS ke


jaringan internet. Fungsi dari komponen ini adalah sebagai interface ke PDN (Public
Data Network), information routing, network screening, user screening, address
mapping.
SGSN (Serving GPRS Support Node): gerbang penghubung jaringan BSS/BTS ke
jaringan GPRS. Komponen ini berfungsi untuk mengantarkan paket data ke MS,
update pelanggan ke HLR, registrasi pelanggan baru.
PCU : komponen di level BSS yang menghubungkan terminal ke jaringan GPRS.

SGSN bertugas :
1
2
3
4

Mengirim paket ke Mobile Station (MS) dalam satu area.


Mengirim sejumlah pertanyaan ke HLR untuk memperoleh profile data pelanggan
GPRS (management mobility).
Mendeteksi MS-GPRS yang baru dalam suatu area servis yang menjadi tanggung
jawabnya (location management).
SGSN dihubungkan ke BSS pada GSM dengan koneksi frame relay melalui PCU
(Packet Control Unit) di dalam BSC.

29

LAPORAN KERJA PRAKTEK

PT.TELEKOMUNIKASI SELULER
Optimalisasi Bad Spot
ICT Operation Regional Jawa Timur
GGSN bertugas :
1.

Sebagai interface ke jaringan IP external seperti : public internet atau mobile


service provider.
2.
Memutakhirkan informasi routing dari PDU (Protokol Data Units) ke SGSN.
GPRS menggunakan sistem komunikasi packet switch sebagai cara untuk
mentransmisikan datanya. Packet switch adalah sebuah sistem di mana data yang akan
ditransmisikan dibagi menjadi bagian-bagian kecil (paket) lalu ditransmisikan dan diubah
kembali menjadi data semula. Sistem ini dapat mentransmisikan ribuan bahkan jutaan
paket per detik. Transmisi dilakukan melalui PLMN (Public Land Mobile Network)
dengan menggunakan IP seperti 08063464xxx. Karena memungkinkan untuk pemakaian
kanal transmisi secara bersamaan oleh pengguna lain maka biaya akses GPRS, secara
teori, lebih murah daripada biaya akses CSD. GPRS didesain untuk menyediakan layanan
transfer packet data pada jaringan GSM dengan kecepatan yang lebih baik dari GSM.
Kecepatan yang lebih baik ini didapat dengan menggunakan coding scheme (CS) yang
berbeda dari GSM.
3.6 Teknologi 3G
Teknologi GSM telah memungkinkan untuk mentransfer data melalui jaringan
menggunakan model circuit switched. Teknologi 3G hadir untuk meningkatkan
kemampuan transfer data menggunakan model packet switched dengan tujuan untuk
efisiensi dan meningkatkan bandwith. 3G juga dikenal dengan IMT-2000. International
Telecommunication Union (ITU) pada tahun 1999 telah mengeluarkan standar yang
dikenal sebagai IMT-2000 (International Mobile Telecommunications-2000) yang
meliputi GSM, EDGE, UMTS, CDMA, DECT dan WiMAX, dimana 3G berada di bawah
standar IMT-2000 tersebut. Secara umum, ITU, sebagaimana dikutip oleh FCC
mendefinisikan 3G sebagai sebuah solusi nirkabel yang bisa memberikan kecepatan akses
:
1
2
3
4

Sebesar 128 Kbps untuk kondisi bergerak cepat atau menggunakan kendaraan
bermotor.
Sebesar 384 Kbps untuk kondisi bergerak.
Paling sedikit sebesar 2 Mbps untuk kondisi statik atau pengguna stasioner.
Penggunaan General Packet Radio Service (GPRS) mencapai 114 Kbps.

Karakteristik dari teknologi 3G ialah, teknologi ini menggunakan TDMA dan


CDMA, dengan tambahan beberapa layanan seperti, mobile television, GPS (Global
Positioning System) dan video conference. Sedangkan ciri dasar dari teknologi 3G adalah
rating kecepatan data yang cepat. Teknologi 3G lebih fleksibel karena mendukung 5
teknologi radio yakni :

CDMA, menangani IMT-DS (direct spread), IMT-MC (multi carrier).


TDMA menangani IMT-TC (time code), IMT-SC (single carrier).
FDMA hanya satu antar muka radio yang dikenali yaitu IMT-FC atau
frequency code.

30

LAPORAN KERJA PRAKTEK

PT.TELEKOMUNIKASI SELULER
Optimalisasi Bad Spot
ICT Operation Regional Jawa Timur

31

LAPORAN KERJA PRAKTEK

PT.TELEKOMUNIKASI SELULER
Optimalisasi Bad Spot
ICT Operation Regional Jawa Timur
3.6.1.Arsitektur Jaringan Wideband CDMA.
Teknologi telekomunikasi wireless generasi ketiga (3G) atau dikenal juga dengan
Universal Mobile Telecommunication System (UMTS). Universal Mobile
Telecommunication Systemmerupakan suatu evolusi dari GSM, dimana interface
radionya adalahwidebandCDMA, mampu melayani transmisi data dengan kecepatan yang
lebih tinggi, kecepatan data yang berbeda untuk aplikasi-aplikasi dengan QoS yang
berbeda. Arsitektur jaringan W-CDMA terlihat pada Gambar 1 dibawah ini, yang terdiri
dari :

Gambar 3.11. Arsitektur Jaringan WidebandCDMA

Berikut ini adalah penjelasan bagian-bagian pada arsitek jaringan WidebandCDMA :

1.User Equipment (UE)


User Equipmentmerupakan perangkat yang digunakan oleh pelanggan untuk
dapat memperoleh layanan komunikasi secara bergerak. UE dilengkapi dengan smart
cardyang juga dikenal dengan nama USIM (UMTS Subscriber Identity Module) dan
berisi nomor identitas pelanggan juga algoritma security untuk keamanan seperti
authentication algorithmdan algoritma enkripsi. Selain terdapat USIM, UE juga
dilengkapi dengan Mobile Equipment (ME) yang berfungsi sebagai terminal radio dan
dapat digunakan untuk komunikasi lewat radio.

32

LAPORAN KERJA PRAKTEK

PT.TELEKOMUNIKASI SELULER
Optimalisasi Bad Spot
ICT Operation Regional Jawa Timur
2. UMTS Terresterial Radio Access Network (UTRAN)
Pada jaringan akses radio menyediakan koneksi antara terminal mobile dengan
Core Network. Didalam UMTS jaringan aksesnya disebut UTRAN (Access Universal
Radio electric Terrestrial). Di dalam UTRAN ini terdapat beberapa elemen jaringan yang
baru jika dibandingkan dengan teknologi 2G, salah satunya adalah Node-B dan RNC
(Radio Network Controller).

Gambar 3.12. Jaringan Radio Akses


Node-B
Node-B mempunyai fungi yang sama dengan Base Transceiver Station (BTS) di
dalam jaringan GSM. Node-B merupakan perangkat pemancar dan penerima yang
memberikan pelayanan radio kepada User Equetment. Fungsi utama Node-B adalah
melakukan proses pada : channel coding, interleaving, spreading, de-spreading, modulasi,
demodulasi dan yang lainnya. Node-B juga dapat melakukan beberapa operasi Radio
Resouce Management (RRM), seperti proses handover dan power control.
RNC (Radio Network Controller)
RNC bertanggung jawab untuk mengontrol radio resources pada UTRAN yang
bertanggung jawab pada beberapa Node-B, dan menghubungkan CN (Core Network)
dengan user, dan juga merupakan tempat berakhirnya protokol RRC (Radio Resource
Control) yang mendefinisikan pesan serta prosedur antara mobile user dengan UTRAN
3. CN (Core Network)
Fungsi dari jaringan Lokal (Core Network) adalah menggabungkan fungsi
kecerdasan dan transport. Core Network ini juga mendukung pensinyalan dan transport
informasi dari trafik, termasuk meringankan beban trafik. Fungsi-fungsi kecerdasan yang

33

LAPORAN KERJA PRAKTEK

PT.TELEKOMUNIKASI SELULER
Optimalisasi Bad Spot
ICT Operation Regional Jawa Timur
terdapat langsung seperti logika dan dengan adanya keuntungan fasilitas kendali dari
layanan melalui antarmuka yang terdefinisi jelas dan juga pengaturan mobilitasnya.

Gambar 3.13. Core Network

MSC (Mobile Switching Center)


MSC didesain sebagai switching untuk layanan berbasis circuit switch seperti
video, video call.
VLR (Visitor Location Register
VLR merupakan database yang berisi informasi sementara mengenai pelanggan
terutama mengenai lokasi dari pelanggan pada cakupan area jaringan.
HLR (Home Location Register)
HLR merupakan database yang berisi data-data pelanggan yang tetap. Data-data
tersebut antara lain berisi layanan pelanggan, service tambahan serta informasi mengenai
lokasi pelanggan yang paling akhir (Update Location).
SGSN ( Serving GPRS Support Node)
SGSN merupakan gerbang penghubung jaringan BSS/BTS ke jaringan GPRS.
Fungsi SGSN adalah sebagai berikut :
a. Mengantarkan paket data ke MS.

34

LAPORAN KERJA PRAKTEK

PT.TELEKOMUNIKASI SELULER
Optimalisasi Bad Spot
ICT Operation Regional Jawa Timur
b. Update pelanggan ke HLR.
c. Registrasi pelanggan baru.
GGSN ( Gateway GPRS Support Node )
GGSN berfungsi sebagai gerbang penghubung dari jaringan GPRS ke jaringan
paket data standard (PDN). GGSN berfungsi dalam menyediakan fasilitas
internetworking dengan eksternal packet-switch network dan dihubungkan dengan SGSN
via Internet Protokol (IP). GGSN akan berperan antarmuka logik bagi PDN, dimana
GGSN akan memancarkan dan menerima paket data dari SGSN atau PDN. Selain itu juga
terdapat beberapa interface baru, seperti : Uu, Iu, Iub, Iur. Antara UE dan UTRAN
terdapat interface Uu. Di dalam UTRAN terdapat interface Iub yang menghubungkan
Node-B dan RNC, Interface Iur yang menghubungkan antar RNC, sedangkan UTRAN
dan CN dihubungkan oleh interface Iu.
Protokol pada interface Uu dan Iu dibagi menjadi dua sesuai fungsinya, yaitu
bagian control plane dan user plane . Bagian user plane merupakan protokol yang
mengimplementasikan layanan Radio Access Bearer (RAB), misalnya membawa data
user melalui Access Stratum (AS). Sedangkan control plane berfungsi mengontrol RAB
dan koneksi antara mobile user dengan jaringan dari aspek : jenis layanan yang diminta,
pengontrolan sumber daya transmisi, handover, mekanisme transfer Non Access Stratum
(NAS) seperti Mobility Management (MM), Connection Management (CM), Session
Management (SM) dan lain-lain.

35

LAPORAN KERJA PRAKTEK

PT.TELEKOMUNIKASI SELULER
Optimalisasi Bad Spot
ICT Operation Regional Jawa Timur
3.6.2. Jaringan komunikasi (Transmission Networks)

Berikut ini adalah Jaringan transmisi digunakan untuk mengoneksikan elemenelemen yang berbeda yang terintegrasi dalam semua jaringan.

1. Interface Uu

Uu Interface terletak diantara User terminal dan jaringan UTRAN. Interface-nya


menggunakan teknologi WCDMA.
2. Interface Um

Interface ini menghubungkan antara BTS dengan MS.

3. Interface Iu

Iu merupakan Interface yang menghubungkan core network dengan Access


Network UTRAN.

4. Interface Iu-CS

Interface ini, Iu-Cs digunakan ketika jaringan berbasis pada komutasi paket
dan menghubungkan jaringan UTRAN dengan MSC.

5. Interface lu-PS

36

LAPORAN KERJA PRAKTEK

PT.TELEKOMUNIKASI SELULER
Optimalisasi Bad Spot
ICT Operation Regional Jawa Timur
Interface ini menghubungkan jaringan akses dengan SGSN dari core
network.

6. Interface Iu-Bis

Interface ini menghubungkan RNC dengan Node B.

7. Interface A bis

Interface ini menghubungkan BTS dengan BSC.

8. Interface Gb

Interface ini menghubungkan BSC dengan SGSN.

9. Interface Gs

Interface ini menghubungkan SGSN dengan MSC/VLR.

10. Interface Gp

Interface ini menghubungkan SGSN dengan GGSN.

11. Interface H

37

LAPORAN KERJA PRAKTEK

PT.TELEKOMUNIKASI SELULER
Optimalisasi Bad Spot
ICT Operation Regional Jawa Timur

Interface ini menghubungkan Auc dengan HLR.

Gambar 3.14.Jaringan transmisidigunakan untuk mengoneksikan elemenelemen.

3.7 Femtocell
Femtocell adalah access point nirkabel berdaya rendah yang beroperasi
menggunakan spektrum frekuensi berlisensi untuk menghubungkan telepon seluler
standar ke sebuah jaringan operator seluler menggunakan DSL atau koneksi pita lebar
kabel di perumahan.
Femtocell dibuat sebagai salah satu alternatif solusi bagi operator seluler dalam
memperluas jaringan aksesnya hingga perumahan-perumahan atau perkantoran yang
seringkali tidak terjangkau oleh jaringan BTS konvensional, sekaligus juga sebagai
respon teknologi telepon seluler atas pertumbuhan VoIP dan WiFi di seluruh dunia.
Gambar 2 menunjukan aplikasi dari sistem komunikasi femtocell.

38

LAPORAN KERJA PRAKTEK

PT.TELEKOMUNIKASI SELULER
Optimalisasi Bad Spot
ICT Operation Regional Jawa Timur

Gambar 3.15. Femtocell aplication


Femtocell dirancang hanya untuk melayani beberapa user saja. Berdasarkan tabel 1
menunjukan spesifikasi base station untuk femtocell.
Tabel 3.5. Spesifikasi base station untuk femtocell
Kategori
Ruang
Max
Tx
Lingkup
Power

Range

Residential
Enterprise

13 dBm
20 dBm

< 50 m
< 300 m

24 or 38
dBm

>2m
< 2000 m

24 dBm

>2m
< 2000 m

Rural
Metro

Home BS
Home BS or
Local Area BS
Local Area BS
or
Medium
Range BS
Local Area BS

Banyak
user
yang
bisa
mengakses
4-8
16-64 (LTE up
to 80)
16-64 (LTE up
to 80)

Mobility

16-64

< 120 km/h

< 10 km/h
< 30 km/h
< 120 km/h

Berbeda dengan perangkat dari repeater dan BTS lainnya, femtocell tidak terhubung
langsung pada perangkat BSC atau RNC. Femtocell memiliki gateway sendiri yang
terhubung langsung dengan jaringan akses data pelanggan. Gambar 3 di bawah ini
merupakan tipikal skenario jaringan femtocell yang berada di dalam jaringan macrocell.

39

LAPORAN KERJA PRAKTEK

PT.TELEKOMUNIKASI SELULER
Optimalisasi Bad Spot
ICT Operation Regional Jawa Timur

Gambar 316. Tipikal skenario femtocell dan macrocell


3.7.1 Arsitektur Femtocell
Arsitektur umum jaringan femtocell dapat dilihat pada gambar 4 :

Gambar 3.17. Arsitektur femtocell


Bagian-bagian arsitektur jaringan femtocell pada gambar 4 dijelaskan sebagai
berikut :
a. Home Enhanced NodeB (HeNB) adalah perangkat pada sisi konsumen yang
dapat langsung diinstal dan digunakan langsung oleh pelanggan (plug and play).
HeNB menggunakan akses backhaul broadband pelanggan agar dapat terhubung
dengan jaringan operator.
b. HeNB Management System (HeMS) berfungsi untuk dalam hal maintenance dan
provisioning HeNB. HeMS memberikan operator keleluasaan dalam hal kontrol
dan manajerial HeNB serta melaporkan data performansi (fault report) HeNB.
c. Security Gateway (SeGW) berfungsi untuk menjaga keamanan link komunikasi
antara HeNB dan core network. HeNB Gateway (HeNB GW) menyediakan
berbagai fungsi yang berkaitan dengan kemanan link (link security), kontrol, dan
agrregation. HeNB GW juga berfungsi dalam hal maintenance konektivitas core
network.

40

LAPORAN KERJA PRAKTEK

PT.TELEKOMUNIKASI SELULER
Optimalisasi Bad Spot
ICT Operation Regional Jawa Timur
d. S1 Interface S1 merupakan interface dalam jaringan HeNB yang bersifat
multifungsi yang berperan dalam hal transport informasi antara HeNB dan HeNB
GW.
Femtocell mempunyai beberapa keuntungan baik dari segi teknis maupun dari segi bisnis
diantaranya adalah :
Cakupan dan peningkatan kapasitas: Karena beroperasi dengan kondisi transmitreceive jarak pendek.
Kecepatan data tinggi dan kualitas panggilan: cakupan ditingkatkan sehingga
memungkinkan user untuk bekerja di puncak kemampuannya.
Pengurangan biaya bagi operator seluler: Femtocell meminimalkan modal dan
belanja operasional.
Layanan femtozone : menggunakan pengetahuan spesifik lokasi femtocell
pengguna dapat memberikan manfaat tambahan seperti kontrol perangkat sekitar
rumah.
Simple deployment: Femtocells dirancang untuk menjadi sederhana untuk
menginstal, mengkonfigurasi dan mengoperasikan (zero touch installation).

41