Anda di halaman 1dari 6

P U S AT T E K N O L O G I L I M B AH R AD I O AK T I F

B AD AN T E N AG A N U K L I R N AS I O N AL
Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR) adalah unit organisasi di bawah Badan
Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) yang bertugas melaksanakan penelitian dan
pengembangan teknologi pengelolaan limbah radioaktif dalam rangka mendukung
pengembangan industri nuklir dan aplikasi IPTEK nuklir dalam berbagai bidang
pembangunan. PTLR juga merupakan pelaksana pengelolaan limbah radioaktif dari
seluruh wilayah Indonesia. Terletak di kawasan PUSPIPTEK Serpong (sekarang
Cisauk), Tangerang, Propinsi Banten, PTLR memiliki fasilitas dengan luas bangunan
keseluruhan 4.440 m2 yang diresmikan Presiden RI tahun 1989.
Visi
Menjadikan sentra nasional pengembangan teknologi dan layanan pengelolaan limbah
radioaktif, keselamatan lingkungan dan radioekologi yang handal.
Misi

Melaksanakan penelitian, pengembangan dan penerapan (litbangrap) teknologi


pengelolaan

limbah

radioaktif,

dekontaminasi,

dan

dekomisioning,

keselamatan lingkungan serta radioekologi kelautan.


Melaksanakan layanan pengelolaan limbah radioaktif, dekontaminasi, dan
dekomisioning, serta keselamatan radiasi dan radioaktivitas lingkungan secara
selamat, aman, handal dan berwawasan lingkungan.

Instalasi Pengolahan Limbah Radioaktif

Evaporator
Insenerator
Kompaktor
Chemical Treatment
Unit Sementasi
Unit Dekontaminasi
Penyimpanan Sementara Limbah Radioaktif
Penyimpanan Sementara Bahan Bakar Nuklir Bekas (KH-IPSB3)

Kegiatan dan Layanan

Dengan Instalasi Pengolahan Limbah Radioaktif (IPLR) dan fasilitas pendukung


lainnya, PTLR mampu melayani pengololaan limbah radioaktif padat dan cair yang
berasal dari penghasil limbah radioaktif baik di BATAN maupun dari luar BATAN
seperti industry, rumah sakit, lembaga penelitian dan lain-lain.
Pengolahan Limbah Radioaktif

Evaporator
2

Mengolah limbah cair anorganik aktivitas rendah dan sedang dengan cara
penguapan temperatur

. Kapasitas tamping limbah radioaktif cair

anorganik pra olah sebanyak

dan mampu mengevaporasi sebanyak

Hasil olahan berupa konsentrat limbah radioaktif selanjutnya

diimobilisasi dengan matriks semen dan destilat yang dapat dibuang ke


lingkungan.

Kompaktor
Mengkompaksi limbah padat dapat dikompaksi aktivitas rendah dan sedang
dengan gaya 600 kN dan kemudian mengkapsulasi hasil kompaksi di dalam
matriks semen. Kapasitas proses unit kompaksi optimum adalah 14 drum 100
liter terkompaksi di dalam 2 drum 200 liter per minggu.

Chemical Treatment
Mengolah limbah cair korosif aktivitas rendah sampai sedang dengan cara
kimia (presipitasi, koagulasi, dan flokulasi). Kapasitas optimum dari unit
chemical treatment adalah

dengan reactor batch berpengaduk.

Lumpur aktif (sludge) yang dihasilkan diimobilisasi dengan matriks semen di


dalam wadah shell beton 950 liter.

Insenerator
Membakar sempurna limbah organic cair dan limbah padat terbakar dengan
temperature sampai dengan 1100OC dengan kapasitas pembakaran
adalah 50 kg/jam. Abu hasil pembakaran diimobilisasi dengan
matris semen didalam wadah drum 100 liter.

Kondisioning
Sumber bekas dari rumah sakit, industry maupun dari lembaga penelitian perlu
dikelola dengan seksama untuk menjamin keselamatan dan lingkungannya.
Sumber bekas tersebut ditanganin dengan cara kondisioning tertentu sesuai
dengan sifat radionuklidanya.

Unit Sementasi

Mengimobilisasi konsentrat evaporasi dan limbah semi cair (resin bekas)


dengan matriks semen di dalam wadah limbah shell beton 950 liter.
Kemampuan optimal unit sementasi adalah 2 shell beton per minggu.

Penyimpanan
o Penyimpanan Sementara Limbah Radioaktif (Interim storage IS 1 dan
IS 2) : Fasilitas penyimpanan hasil immobilisasi limbah radioaktif dan
hasil kondisioning sumber bekas.
o Penyimpanan Sementara Bahan Bakar Bekas (KH-IPSB3) : Fasilitas
penyimpanan bahan bakar bekas reactor riset tipe basah.
o Penyimpanan Sementara Limbah Aktivitas Tinggi (PSLAT) : Fasilitas
penyimpanan limbah radioaktif dengan pancaran radiasi tinggi <962
TBq/m3 (limbah ditampung dalam drum stainless steel 60/100L dan
disimpan didalam sumur fasilitas PSLAT)

Dekontaminasi
Fasilitas dekontaminasi memberikan layanan dekontaminasi pakaian kerja, shoes
cover, peralatan-peralatan keselmatan kerja kecil maupun peralatan-peralatan di
instalasi nuklir yang relative besar, misalnya pompa, katup, motor, rumah filter,
ducting, blower dan lain-lain. Unit-unit yang tersedia di PTLR adalah laundry, bak
perendaman, ultrasonic, sand blasting dan water jetting.
Pemantuan Lingkungan
Bertujuan untuk memperoleh keyakinan bahwa kegiatan instalasi nuklir
berlangsung

aman

dan

terkendali

seperti

yang

disyaratkan,

untuk

memperkirakan dampak radiologi yang dapat terjadi dan untuk memberikan


jaminan kepada masyarakat mengenai keselamatan lingkungan dari kegiatan

nuklir.
Meliputi kegiatan pengamatan tingkat radiasi dan kandungan zat radioaktif

dalam berbagai komponen ekosistem di sekitar kawasan PUSPIPTEK.


Dilaksanakan secara berkesinambungan sejak sebelum adanya kegiatan nuklir
di kawasan Serpong sampai saat ini, yang meliputi daerah instalasi nuklir,
kawasan PUSPIPTEK dan daerah lepas kawasan pada radius 5 Km. dalam
daerah ini ditempatkan berbagai stasiun pengamat radiasi dan pengambilan

contoh berbagai komponen ekosistem untuk analisis zat radioaktif.


Data hasil pemantauan diolah untuk mengevaluasi keselamatan lingkungan
dan dilaporkan setiap kuartal. Pengamatan kecepatan dan arah angin, suhu

pada berbagai ketinggian dan curah hujan dilakukan pada stasiun pengamat
cuaca pada ketinggian 10,35 dan 60 meter.
Pemantuan Dosis Radiasi Pekerja
Secara berkala dilakukan pemantauan dosis radiasi terhadap pekerja untuk
keselamatan.

Pemantauan

dosis

eksternal

dilakukan

menggunakan

thermoluminesence dosimeter (TLD). Dosis internal dipantau secara (in-vitro) dengan


teknik bioassay melalui analisis urin.
Daerah kerja radiasi secara periodic dipantau terhadap potensi paparan eksternal dan
internal dengan peralatan surveimeter radiasi dan kontaminasi serta uji usap.
Pemantauan daerah kerja bertujuan untu mengendalikan kegiatan operasi berjalan
aman sesuai kriteria keselamatan.
Litbang
Litbang Teknologi Pengolaan Limbah Radioaktif
Meliputi litbang teknologi proses pengolahan limbah aktivitas rendah, sedang,
dan tinggi, baik untuk mendukung proses Instalasi Pengolahan Limbah
Radioaktif yang sudah ada agar lebih berhasil guna dan berdaya guna, untuk
menyelesaikan masalah-masalah yang berhubungan dengan limbah radioaktif
dari industry maupun untu mendukung beroperasinya PLTN di masa

mendatang.
Litbang Pemilihan Lokasi Disposal Limbah Radioaktif
Meliputi litbang pencarian lokasi disporsal, desain disporsal dan manajemen

teknik disporsal limbah radioaktif.


Litbang Dekontaminasi dan Dekomisioning
Meliputi litbang teknologi dekontaminasi pada system dan peralatan reactor
riset dan fasilitas nuklir lainnya maupun PLTN, baik pada saat operasi,
perawatan, dan dekomisioning; serta litbang teknologi dekomisioning untuk

berbagai fasilitas dan berbagai aspeknya.


Radioekologi Kelautan
Dalam rangka berperan aktif pada penyelesaian masalah-masalah lingkungan.
Program nasional Radioekolgi Kelautan bertujuan mendapatkan base-line data
radioaktivitas kelautan yang berasal dari dalam dan luar wilayah Indonesia
serta memeperoleh informasi tentang jalur perpindahan dan factor pemekatan
radionuklida dalam berbagai komponen ekosistem laut.
Program ini memanfaatkan dan mengembangkan IPTEK Nuklir untuk
memahami dan mengurangi masalah-masalah pencemaran laut.

Implementasi utama program tersebut adalah pemantuan radioaktivitas


kelautan pada radius 5 Km dari tapak calon PLTN untuk memperoleh data
radioaktivitas kelautan sebelum PLTN dibangun didaerah tersebut.
Selain itu, juga dilaksanakan litbang radioekologi kelautan yang meliputi
antara lain sebaran dan akumulasi bahan pencemar dalam ekosistem laut,
validasi jalur kritis migrasi zat radioaktif dalam ekosistem laut hingga ke
manusia, seleksi teknik dan teknologi yang sesuai untuk pemantauan
radioaktivitas pada ekosistem laut sarana ilmiah untuk pengembangan iptek
nuklir dalam memecahkan masalah pencemaran dalam ekosistem laut