Anda di halaman 1dari 9

BAJA RINGAN SEBAGAI MATERIAL ARSITEKTUR KONTEMPOREN

FABRIKASI
Untuk memenuhi tugas mata kuliah
BAHAN DAN KONSTRUKSI ARSITEKTUR KONTEMPORER

Pengampu:
Beta Surya Kusumo, S.T.

Disusun oleh:
Siti Miftahul Ulum 105060501111020
Rizki Novian PP

105060503111001

Irfan Rosadi

105060507111038

BAB I. PENDAHULUAN
1.1.

LATAR BELAKANG
konstruksi rangka atap umumnya dibuat dari kayu, dan
digunakan pada bangunan yang memiliki system struktur atap,
seperti nagunan sekilah, perkantoran, rumah sakit, tempat tinggal,
rumah ibadah, ruang serbaguna, pabrik dll, dengan bahan penutup
atap dari genteng, seng, asbes, maupun metal sheet. Bentang
konstruksi rangka atap baja ringan tidak terlalu besar, tetapi
konstruksi atap baja welded mild steel atau yang lebih dikenal
dengan sebutan profil wf dan besi siku untuk bentang yang besar.
Penggunaan material baja profil (rangka baja siku dan WF)
yang dikombinasikan dengan usuk dan ring kayu adalah suatu
alternative untuk mengatasi kelemahan dari penggunaan material
rangka atap beton dan kayu, sehingga penggunaannya cukup
popular. Penggunaan material ini,memerlukan penanganan khusus
dalam pengelasan, peralatan, pelapisan anti korosi, dan sisa
material baja serta kayu.
Produk yang dihasilkan industry baja untuk konstruksi baja
dapat dikelopokkan menjadi dua bagian, yaitu:
1.
Baja profil hasil canai panas( out rolled shapes), dan profil
yang dibentuk dari plat
2.
Baja profil yang dibentuk dalam keadaan dingin(cool formed
steel section) yang materilnya dapat berupa plat baja, plat
strip dengan ketebalan bekisar dari 0,019 inci (0.4mm)
sampai inci(6.4 mm) (JMI,2002:P.I)
Rangka atap baja ringan untuk rumah mulai banyak dikenal
dan dipergunakan 4-5 tahun terahir, dan baja ringan
merupakan baja mutu tinggi yang memilikii sifat ringan dan
tipis, namun memiliki fungsi setara baja konfensional.rangka
atap baja ringan diciptakan untuk mempermudah perakitan
dan konstruksi. Meskipun tipis, baja ringan memiliki derajat
kekuatan tarik 550 MPa, sementara baja biasa sekitar 300
MPa. Di Indonesia ketebalan baja ringan bekisar dari 0,4 mm1mm dengan jenis material yang unmumdigunakan adalah
galvanized Z-22, galvalume az-100, zincalume dan ZAM SZ90.
Cold formen steel structural members (rangka atap baja
ringan) dibandingkan dengan material lainnya mempunyai
keunggulan yang diuraikas sebagai berikut( JMI 2002:P.1):
1.
2.
3.
4.

berat relative ringan


kekuatan dan kekakuan yang tinggi
mudah dalam fabrikasi dan produksi dalam jumlah besar
pembangunan dan pemasangan yang mudah dan cepat

5. ketrlambatanpelaksanaan akibat cuaca dan dieliminasi


6. tidak ada muai dan susut akibat perubahan cuaca
7. detailing yang lebih akurat
8. anti rayap dan tidak membusuk
9. kualitas yang merata (uniform)
10. transportasi dan pemeliharaan ekonomis
11. tidak mudah terbakar
12. Matrial dapat didaur ulang dan ramah lingkungan
13. Structural live time tinggi
Keunggulan-keunggulan yang ditawarkan tersebut perlu di
teliti lagi, sehingga dapat dijadikan bahan pertimbangan dan
pedoman dalam penggunaannya.
Cold formed steel structural members( rangka atap baja
ringan) dibandingkan material lainnya mempunyai kekurangan
sebagai beriku:
1. Kerangka baja ringan tidak dapat diekspose seperti kerangka
kayu, system rangkannya yang berbentuk seperti jarring kurang
menarik bila tanpapenutup plafon
2. Karena struktunya seperti jarring ini, maka bila ada slah satu
bagian struktur yang salah hitung, maka akan menyeret bagian
lainnya.
3. Rangka atap baja ringan tidak se-fleksibel kayu yang dapat
dibentuk berbagai profil, konstruksi atap yang bundar akan lebih
mudah bila konstruksinya menggunakan rangka kayu
Persaingan yang semakin banyak bergerak dibidang rangka
atap baja ringan, membuat konsumen selektif dalam memilihnya
dari segi kualitas, waktu, dan biaya. Beragamnya konsumen dari
kalangan enduser (owner, kontraktor, maupun developer)
menimbulkan pernmintaan yang begam pila untuk dapat memuskan
konsumen tersebut.
Berdasarkan kondisi tersebut, maka hendaknya pihak
produsen (ranga atap baja ringan) perlu mengeahui dan melakukan
suatu penelitian tentang peran kualitas, waktu, dan biaya yang
mempengaruhi terhadap kepuasan pemakai rangka atap baja ringan
enduser (owner, kontraktor, maupun developer).
1.2.

TUJUAN PENULISAN
Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk memperdalam fungsi
dan peran baja ringan sebagai material kontemporer .

BAB II. PEMBAHASAN

2.1. RANGKA ATAP BAJA RINGAN


Rangka atap baja ringan merupakan system konstruksi rangka atap
berbahan profil baja, yang disusun secara truss atau konfigurasi segitiga
kaku seperti kuda-kuda kayu, pada saat ini lebih sering digunakan
daripada rangka atap kayu dengan pertimbangan lebih murah dan
pegrjaan yang lebih tepat.
Pekerjaan rangka atap baja ringan adalah pekerjaan pembuatan dan
pemasangan struktur atap berupa rangka batang yang telah dilapisi
lapisan anti karat. Rangka batang berbentuk segitiga,trapesium dan
persegi panjang yang terdiri dari :
1. Rangka utama atas (top chord)
2. Rangka utama bawah (bottom chord)
3. Rangka pengisi (web). Seluruh rangka tersebut disambung
menggunakan baut menakik sendiri (self drilling screw) dengan
jumlah yang cukup.
4. Rangka reng (batten) langsung dipasang diatas struktur rangka atap
utama dengan jarak sesuai dengan ukuran jarak genteng.
Pekerjaan rangka atap baja ringan meliputi:
1. Pengukuran bentang bangunan sebelum dilakukan fabrikasi
2. Pekerjaan pambuatan kuda-kuda dikerjakan di Workshop permanen
(Fabrikasi),
3. Pengiriman kuda-kuda dan bahan lain yang terkait ke lokasi proyek
4. Penyediaan tenaga kerja beserta alat/bahan lain yang diperlukan
untuk pelaksanaan pekerjaan
5. Pekerjaan pemasangan seluruh rangka atap kuda-kuda meliputi
struktur rangka kuda-kuda (truss), balok tembok (top plate/murplat),
reng, sekur overhang, ikatan angin dan bracing (ikatan pengaku)
6. Pemasangan jurai dalam (valley gutter)
Pekerjaan rangka atap baja ringan tidak meliputi:
1. Pemasangan penutup atap

2. Pemasangan kap finishing atap


3. Talang selain jurai dalam
4. Accesories atap
2.2. UNSUR MATERIAL
Secara umum, material rangka atap baja ringan dibagi menjadi dua
jenis, yaitu galvalum dan galvanis. Pada banyak brosur atau media
galvalum sering disebut sebagai zincalum. Galvalum memiliki unsur
campuran alumunium 55% zinc( seng) 43%, dan 1,5% silicon. Sedangkan
galvanis memiliki unsur zinc 98% dn alumunium 2%. Maka galvanis
sering disebut sebagai seng saja.

Persyaratan Material Rangka Atap


Material struktur rangka atap memiliki persyaratan dan standar tertentu
dalam pemasangannya.
a. Properti mekanikal baja (Steel mechanical properties):

Baja Mutu Tinggi G 550

Kekuatan Leleh Minimum 550 Mpa

Tegangan Maksimum 550 Mpa

Modulus Elastisitas 200.000 Mpa

Modulus geser 80.000 Mpa

b. Lapisan anti karat :


Material baja harus dilapisi perlindungan terhadap serangan korosi, dua
jenis lapisan anti karat (coating):
Galvanised (Z220)

Pelapisan Galvanised

Jenis Hot-dip zinc

Kelas Z22

katebalan pelapisan 220 gr/m2

komposisi 95% zinc, 5% bahan campuran

Galvalume (AZ100)

Pelapisan Zinc-Aluminium

Jenis Hot-dip-allumunium-zinc

Kelas AZ100

katebalan pelapisan 100 gr/m2

komposisi 55% alumunium, 43,5% zinc dan 1,5% silicon

perbedaaan kadar unsur kedua jenis baja ringan tersebut


menyebabkan keduannya memiliki perbedaan-perbedaan yang dapat
dikenali, yaitu:
galvalum/zincalum.

Tahan terhadap asam dan uap air karena unsur alumuniumnya


tinggi sehingga tidak mudah korosi
Lebih kaku karena unsur alumuniumnya 55%, sehingga lebih kuat
daripada galvanis
Lebih tipis karena campuran zinc-nya 43% atau lebih sedikit
daripada galvanis
Lebih mahal karena merupakan baja berkualitas lebih baik

Galvanis

Tidak tahan terhadap asam dan uap air karena campurannya


didominasi unsur zinc(seng) yang lebih mudah korosi
Lebih lentur karena kadar alumuniumnya hany 2% jauh lebih
sedikit dari pada galvalum
Lebih tebal karena mengimbangi unsur alumuniumnya yang
hanya sedikit, maka ketebalannya harus ditambah untuk
menambah kekuatan dan kekakuan. Kadar zinc-nya biasannya
200 gr/m.
Lebih murah karena merupakan bahan dengan dominasi unsur
seng yang kualitanya lebih rendah dari pada baja yang
berkonsentrasi alumuniumnya tinggi.
Lebih berkilau karena unsur zincnya sangat tinggi. Merupakan ciri
yang paling mudah untuk membedakan galvanis dan galvalum.

Sebagai produk baja ringan, galvalum dan galvanis memiliki


kesamaan yang mebedakannya dengan rangka atap kayu, yaitu:

Tahan terhadap api. Logam merupakan bahan yang tidak


mudah terbakar
Tahan terhadap rayap
Lebih ringan, karena berupa lembaran yang dibentuk berupa
profil, umumnya profil C, dimana lipatannya itu sendiri yang
membuat kekakuan. Jadi tidak beripa batang padat seperti
batang kayu
Lebih murah, karena saat ini penebangan kayu lebih dibatasi
untu kelestarian lingkungan, sehingga produsen kayu
meningkatkan harganya karena kelangkaan tersebut.
Pemasangan lebh cepat karena metode sambungannya lebih
sederhana, yaitu hanya dengan baut. Sedangkan kayu
sambungannya memerluka coakan terlebih dahulu sehingga
waktunya lebih lama.

MACAM-MACAM PROFIL
Provil pada rangka atap baja ringan bermacam-macam
menyesuaikan dengan perannya dalam menyusun truss rangka atapnya.

Profil C
Digunakan sebagai truss (rangka kuda-kuda) yaitu kaki kuda-kuda,
balok tarik, makelar, dan skor.
Profil U
Digunakan sebagai reng. Dipasang dengan huruf U terbalik dimana
satu sisi sebagai pengait genteng, dan satu sisi lagi sebgai
penumpu.
Hollow
Hampirsama dengan profil C, tetapi tertutup disemua sisi.
Profil V
Digunakan sebagai pelapis jurai dalam.

METODE PEMASANGAN
Pada dasarnya, system pemasangan atau konstruksi rangka atap
baja ringan sama dengan rangka kayu, yaitu system truss atau konfigurasi
segitiga kaku. Tapi, secara spesifik ada perbedaan dengan rangka kayu,
yaitu:

Tanpa gording dan usuk. Pada rangka atap baja ringan, kaki kudakuda sekaligus menjadi penumpu reng, sehingga tanpa
mengunakan batang-batang gording dan usuk. Inilah salah satu hal
yang membuat rangka aatp baja ringan lebih murah.
Jarak antar kuda-kuda satu meer. Jarak sedekat itu tujuannya untuk
mengurangi kelendutan reng, karena teng tidak ditopang ole
batang-batang usuk, tapi langsung di topang kaki kuda-kuda.
Sehingga, ketika menerima beban genting akan mengalami
kelendutan.
Truss lebih banyak, tujuannya untuk mengurangi kelendutan kudakuda. Batang baja ringan berbentuk profil yang merupakan
lembaran yang dilipat, sehingga lebih lentr dari batang kayu yang
massif.
Reng sebagai pengaku. Reng tidak hanya sebagai pengait genting,
tapi juga sebagai pengaku pada kuda-kuda, berbeda dengan rangka
kayu, dimana pengaku antaur kuda=kuda adaah balok gording,
balok bubungan, dan biasanya ditambah balok ikatan angin.
Bentuk dapat beraneka ragam. Karena sambungannya lebih praktis
dengan pembuatan baja, sedangkan sambungan kayu
menggunakan coaka-coakan, pengakuan ataupun pengeleman
sehinnga prosenya lebih rumit dan lama.
Dapat dilaksanakan secara pre-cast. Kuda-kuda dirakit dibaeah
sebelum kolom balok dan dinding selesai dibangun. Setelah balok
ring selesai di bangun, kuda-kuda tersebut diangkat dengan crain
tower secara manual.
Dapat dilaksanakan secara langsung diatas balok ring. Metode ini
lebih sering digunakan pada proyek kecil, misalnya rumah tinggal
atau bangunan maksimal tiga lantai.

BAB III, PENUTUP

Baja ringan saat ini telah menggantokan posisi material kayu karena
kelangkaan dan mahalnya harga material kayu di pasaran untuk
kepentingan pelestarian lingkungan. Karena itu, penerapan bahan dan
konstruksi kontemporer baja ringan, untuk membuat rangka atap, kusen,
dan plafon , lebih murah dan efisien, tapi tetap kuat dan awet karena
logam bukanlah bahan organic seperti kayu, jadi tidak akan dimakan
rayap dan terjadi pelapukan.