Anda di halaman 1dari 25

TUGAS BESAR MPWKP.608 KELEMBAGAAN PENATAAN RUANG

TUGAS BESAR MPWKP.608 KELEMBAGAAN PENATAAN RUANG Aziz Bahtiar Riva’i Henny Ferniza Yohanis Bara Lotim PENINGKATAN
TUGAS BESAR MPWKP.608 KELEMBAGAAN PENATAAN RUANG Aziz Bahtiar Riva’i Henny Ferniza Yohanis Bara Lotim PENINGKATAN

Aziz Bahtiar Riva’i

Henny Ferniza

Yohanis Bara Lotim

RUANG Aziz Bahtiar Riva’i Henny Ferniza Yohanis Bara Lotim PENINGKATAN KAPASITAS KELEMBAGAAN BKPRD KAB. PASAMAN BARAT

PENINGKATAN KAPASITAS

Henny Ferniza Yohanis Bara Lotim PENINGKATAN KAPASITAS KELEMBAGAAN BKPRD KAB. PASAMAN BARAT UNDIP UNIVERSITAS

KELEMBAGAAN BKPRD

KAB. PASAMAN BARAT

PENINGKATAN KAPASITAS KELEMBAGAAN BKPRD KAB. PASAMAN BARAT UNDIP UNIVERSITAS DIPONEGORO Becomes an excellent research
PENINGKATAN KAPASITAS KELEMBAGAAN BKPRD KAB. PASAMAN BARAT UNDIP UNIVERSITAS DIPONEGORO Becomes an excellent research
PENINGKATAN KAPASITAS KELEMBAGAAN BKPRD KAB. PASAMAN BARAT UNDIP UNIVERSITAS DIPONEGORO Becomes an excellent research
PENINGKATAN KAPASITAS KELEMBAGAAN BKPRD KAB. PASAMAN BARAT UNDIP UNIVERSITAS DIPONEGORO Becomes an excellent research

UNDIP

UNIVERSITAS

KAPASITAS KELEMBAGAAN BKPRD KAB. PASAMAN BARAT UNDIP UNIVERSITAS DIPONEGORO Becomes an excellent research university

DIPONEGORO

Becomes an excellent research university

P E N D A H U L U A N

P E N D A H U L U A N UU No. 26 / 2007
UU No. 26 / 2007 “Penataan R uang ”
UU No. 26 / 2007
“Penataan R uang ”
PP No. 15/ 2010 “Penyelenggaraan Penataan Ruang ”
PP No. 15/ 2010
“Penyelenggaraan
Penataan Ruang ”

Penyelenggaraan penataan

ruang harus didukung oleh

kelembagaan pada masing - masing tingkat pemerintahan secara serasi, selaras, terpadu dan berkelanjutan .

Penyelenggaraan penataan

ruang harus dilakukan secara

koordinatif baik di tingkat

Pusat maupun di Daerah sesuai dengan kewenangan masing - masing .

maupun di Daerah sesuai dengan kewenangan masing - masing . Keppres No. 4/ 2009 tentang BKPRN
Keppres No. 4/ 2009 tentang BKPRN
Keppres No. 4/ 2009 tentang BKPRN
Permendagri No. 50/ 2009 tentang BKPRD
Permendagri No. 50/ 2009 tentang BKPRD

Implikasi dari Permendagri tersebut adalah penetapan Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah (BKPRD) Provinsi dan

Kabupaten/Kota di masing-masing daerah.

adalah penetapan Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah (BKPRD) Provinsi dan Kabupaten/Kota di masing-masing daerah.

FUNGSI DAN TUGAS BKPRD

BKPRD berfungsi sebagai

wadah koordinasi penataan ruang di daerah, yang bertugas dalam lingkup:

3.Pengendalian • Mengkoordinasikan penetapan arahan peraturan zonasi • Memberikan rekomendasi perizinan
3.Pengendalian
Mengkoordinasikan
penetapan arahan
peraturan zonasi
Memberikan
rekomendasi perizinan
pemanfaatan ruang
Melakukan fasilitasi
pelaksanaan penetapan
insentif dan disinsentif
dalam pelaksanaan
pemanfaatan ruang
Melakukan fasilitasi
pelaksanaan
pemantauan, evaluasi
dan pelaporan
penyelenggaraan
penataan ruang
1.Perencanaan • Mengkoordinasikan dan merumuskan penyusunan rencana tata ruang provinsi/kabupaten/kota •
1.Perencanaan • Mengkoordinasikan dan merumuskan penyusunan rencana tata ruang provinsi/kabupaten/kota •

1.Perencanaan

Mengkoordinasikan dan

merumuskan penyusunan

rencana tata ruang provinsi/kabupaten/kota

Memaduserasikan rencana pembangunan dengan RTR dengan mempertimbangkan pengarusutamaan

pembangunan berkelanjuta

melalui instrumen KLHS

Mengintegrasikan, memaduserasikan dan mengharmoniasikan antarRTR

Mengkoordinasikan

pelaksanaan penyusunan,

konsultasi, evaluasi hingga proses penetapan RTR

• Mengkoordinasikan pelaksanaan penyusunan, konsultasi, evaluasi hingga proses penetapan RTR 2.Pemanfaatan

2.Pemanfaatan

• Mengkoordinasikan pelaksanaan penyusunan, konsultasi, evaluasi hingga proses penetapan RTR 2.Pemanfaatan

Mengkoordinasikan dan penanganan dan penyelesaian permasalahan dalam pemanfaatan ruang

Memberikan rekomendasi

pemecahan permasalahan

tersebut

Memberikan informasi dan akses kepada pengguna ruang

Menjaga akuntabilitas publik

Melakukan fasilitasi

pelaksanaan kerja sama penataan ruang antar Daerah

Mengoptimalkan peran masyarakat dalam pemanfaatan ruang

Lantas Bagaimana Implikasi dari Permendagri tersebut di daerah? Apakah Provinsi/ Kabupaten/ Kota telah membentuk BKPRD
Lantas Bagaimana Implikasi dari Permendagri tersebut di daerah? Apakah Provinsi/ Kabupaten/ Kota telah membentuk BKPRD
Lantas Bagaimana Implikasi dari Permendagri tersebut di daerah? Apakah Provinsi/ Kabupaten/ Kota telah membentuk BKPRD
Lantas Bagaimana Implikasi dari Permendagri tersebut di
daerah? Apakah Provinsi/ Kabupaten/ Kota telah
membentuk BKPRD di darerahnya? dan bagi yang telah
terbentuk, bagaimanakah peran dan fungsinya dalam
penyelenggaraan penataan ruang?
Studi Kasus:
BKPRD
Kab. Pasaman Barat
bagaimanakah peran dan fungsinya dalam penyelenggaraan penataan ruang? Studi Kasus: BKPRD Kab. Pasaman Barat

KAB. PASAMAN BARAT

Kabupaten Pemekaran dibentuk berdasarkan UU No. 38 Tahun 2003,

dengan Luas wilayah ± 3.887,77 Km2 dan jumlah penduduk

336.003 Jiwa

wilayah ± 3.887,77 Km2 dan jumlah penduduk 336.003 Jiwa Pembentukan 2003 Kabupaten Penyusunan RTRW + Perda
Pembentukan 2003 Kabupaten
Pembentukan
2003
Kabupaten
jumlah penduduk 336.003 Jiwa Pembentukan 2003 Kabupaten Penyusunan RTRW + Perda 2012 Penyusunan RDTR Perkotaan

Penyusunan RTRW + Perda

2012 Penyusunan RDTR Perkotaan
2012 Penyusunan
RDTR Perkotaan
Pembentukan BKPRD
Pembentukan
BKPRD
BKPRD KAB. PASAMAN BARAT
BKPRD KAB. PASAMAN BARAT
BKPRD KAB. PASAMAN BARAT  BKPRD KAB. PASAMAN BARAT YANG YANG DIBENTUK PADA TAHUN 2012 TIDAK

BKPRD KAB. PASAMAN BARAT YANG YANG DIBENTUK

PADA TAHUN 2012 TIDAK MENJALAN TUGASNYA SEBAGAIMANA MESTINYA, BAHKAN STRUKTUR ORGANISASINYA TIDAK MEMPEDOMANI PERMENDAGRI NO. 50 TAHUN 2009

DARI TAHUN 2012-AWAL 2014, BKPRD TIDAK

MELAKSANAKAN TUGASNYA, REKOMENDASI IZIN PEMANFAATAN RUANG DIKELUARKAN OLEH KEPALA BAPPEDA

TAHUN 2014 DILAKUKAN PERUBAHAN ATASU STRUKTUR

ORGANISASI BKPRD KAB. PASAMAN BARAT DENGAN MENGGANTI SK PEMBETUKAN BKPRD TAHUN 2012 MELALUI SURAT KEPUTUSAN BUPATI PASAMAN BARAT 88.45/397/BUP-PASBAR/2014 tanggal 7 Agustus 2014.

PEMBETUKAN BKPRD TAHUN 2012 MELALUI SURAT KEPUTUSAN BUPATI PASAMAN BARAT 88.45/397/BUP-PASBAR/2014 tanggal 7 Agustus 2014.
PEMBETUKAN BKPRD TAHUN 2012 MELALUI SURAT KEPUTUSAN BUPATI PASAMAN BARAT 88.45/397/BUP-PASBAR/2014 tanggal 7 Agustus 2014.

STRUKTUR ORGANISASI BKPRD KAB. PAS-BAR

STRUKTUR ORGANISASI BKPRD KAB. PAS-BAR Ketua Sekretaris Daerah Kelompok Kerja Sekretaris Kepala Bappeda Pengendalian
Ketua Sekretaris Daerah Kelompok Kerja Sekretaris Kepala Bappeda Pengendalian Perencanaan Tata Ruang a.Ketua
Ketua
Sekretaris Daerah
Kelompok Kerja
Sekretaris
Kepala Bappeda
Pengendalian
Perencanaan
Tata Ruang
a.Ketua
b.Wakil Ketua
c. Sekretaris
d.Anggota (16
org)
Pemanfaatan
Ruang
a.Ketua
b.Wakil Ketua
c. Sekretaris
d.Anggota (11
org)
Sekretariat BKPRD
Sekretaris Bappeda
Anggota
SKPD terkait penataan ruang (20 orang)
c. Sekretaris d.Anggota (11 org) Sekretariat BKPRD Sekretaris Bappeda Anggota SKPD terkait penataan ruang (20 orang)

PELAKSANAAN TUGAS DAN FUNGSI BKPRD

PELAKSANAAN TUGAS DAN FUNGSI BKPRD V X 1. 2. Mengkoordinasikan penetapan peraturan zonasi sistem kabupaten
PELAKSANAAN TUGAS DAN FUNGSI BKPRD V X 1. 2. Mengkoordinasikan penetapan peraturan zonasi sistem kabupaten

V

X

1.

2.

Mengkoordinasikan penetapan peraturan zonasi sistem kabupaten

Memberikan rekomendasi perizinan pemanfaatan ruang kabupaten

X

3. Melakukan

identifikasi

dalam

dan disinsentif dalam pelaksanaan pemanfaatan ruang kabupaten dengan provinsi dan dengan kabupaten Melakukan fasilitasi pelaksanaan pemantauan,

evaluasi, dan pelaporan penyelenggaraan penataan

ruang Melakukan fasilitasi pelaksanaan pengendalian pemanfaatan ruang untuk menjaga konsistensi pemanfaatan ruang dengan rencana tata ruang, dan

dalam

pengendalian pemanfaatan ruang.

X

X

4.

5.

X

6. Mengoptimalkan

peran

masyarakat

pelaksanaan insentif
pelaksanaan
insentif

ISSUE KELEMBAGAAN PENATAAN RUANG

ISSUE KELEMBAGAAN PENATAAN RUANG Belum Optimalnya Tugas dan Fungsi BKPRD Rendahnya Partisipasi Masyarakat ISU
ISSUE KELEMBAGAAN PENATAAN RUANG Belum Optimalnya Tugas dan Fungsi BKPRD Rendahnya Partisipasi Masyarakat ISU
Belum Optimalnya Tugas dan Fungsi BKPRD Rendahnya Partisipasi Masyarakat ISU STRATEGIS KELEMBAGAAN PENATAAN RUANG
Belum Optimalnya
Tugas dan Fungsi
BKPRD
Rendahnya
Partisipasi
Masyarakat
ISU STRATEGIS
KELEMBAGAAN
PENATAAN
RUANG
Lemahnya
Koordinasi
Keterbatasan
Data & Informasi
Tata Ruang
Rendahnya
Komitmen
Pendanaan
ANALISIS KELEMBAGAAN BKPRD KAB. PASAMAN BARAT
ANALISIS KELEMBAGAAN BKPRD KAB. PASAMAN BARAT
ANALISIS
KELEMBAGAAN BKPRD
KAB. PASAMAN BARAT
ANALISIS KELEMBAGAAN BKPRD KAB. PASAMAN BARAT

KAJIAN LITERATUR

(1)

KAJIAN LITERATUR (1) merupakan kemampuan individu, organisasi, institusi, dan masyarakat mengembangkan Kapasitas
merupakan kemampuan individu, organisasi, institusi, dan masyarakat mengembangkan Kapasitas kemampuan – secara
merupakan kemampuan individu, organisasi,
institusi, dan masyarakat mengembangkan
Kapasitas
kemampuan – secara sendiri maupun bersama –
untuk menjalankan fungsi, memecahkan
masalah, dan merancang dan mencapai tujuan,
secara efektif, efisien, dan berkelanjutan. (Millen
dalam Yuswijaya, 2008).
Dimensi Pengembangan Kapasitas:
1. Individu :
2. Organisasi
3. Sistem
Eade (1997) dalam Yuswijaya (2008) menyebutkan bahwa
pendekatan yang dapat digunakan dalam pengembangan kapasitas
organisasi antara lain melalui pendekatan structure (struktur
organisasi), physical resources (sumber daya fisik: sarana dan
prasarana), system (sistem kerja/ mekanisme kerja/ prosedur kerja),
human resources (sumber daya manusia), financial resources (sumber
daya keuangan/anggaran), culture (budaya kerja), dan leadership
(kepemimpinan).

KAJIAN LITERATUR

(2)

KAJIAN LITERATUR (2) Kelembagaan diartikan sebagai batasan-batasan yang dibuat untuk membentuk pola interaksi yang
Kelembagaan diartikan sebagai batasan-batasan yang dibuat untuk membentuk pola interaksi yang harmonis antara individu
Kelembagaan
diartikan sebagai batasan-batasan yang dibuat
untuk membentuk pola interaksi yang harmonis
antara individu dalam melakukan interaksi politik,
sosial dan ekonomi North (1990). Peran
kelembagaan adalah mengurangi adanya
ketidakpastian baik melalui penyediaan struktur
hubungan antar kelompok yang pasti/stabil dan
adanya kejelasan tentang peran dan fungsi
Analisis Kelembagaan 1. Level I: output, Bagaimana output dari sebuah kelembagaan yang dihasilkan dari kombinasi
Analisis
Kelembagaan
1. Level I: output, Bagaimana output dari
sebuah kelembagaan yang dihasilkan
dari kombinasi antara struktur organisasi
untuk
dan preferensi individu
peningkatan
kapasitas
2. Level II: struktur kelembagaan,
Bagaimana struktur kelembagaan yang
ada dan interaksi yang terjadi di
dalamnya
kelembagaan:
3. Level III: sistem kelembagaan, Mengapa
sebuah sistem bekerja seperti itu dalam
menentukan hasil tertentu

TAHAPAN KAJIAN KELEMBAGAAN

Persiapan Pengumpulan Data/ Informasi Kajian/ Analisis Rekomendasi •Persiapan Data yang dibutuhkan •Penyusunan
Persiapan
Pengumpulan
Data/ Informasi
Kajian/ Analisis
Rekomendasi
•Persiapan Data
yang dibutuhkan
•Penyusunan List
wawancara dan
kuisioner
•Permintaan data
dan informasi
•Wawancara
tertulis dan via
telp
•Observasi
•Analisis data dan
Informasi
• Analisis SWOT
•Peningkatan
Kapasitas
Kelembagaan
BKPRD Kab.
Pasaman Barat
•Kuisioner
BKPRD

HASIL WAWANCARA & KUISIONER

HASIL WAWANCARA & KUISIONER Kategor No Variabel Hasil wawancara & kuisioner i prioritas 1 Struktur
Kategor No Variabel Hasil wawancara & kuisioner i prioritas 1 Struktur Organisasi Sesuai dengan permendagri
Kategor
No
Variabel
Hasil wawancara & kuisioner
i
prioritas
1
Struktur Organisasi
Sesuai dengan permendagri No. 50/2009 hanya
saja anggotanya yang terlalu banyak
2
2
Sarana dan
Tidak ada, hanya mengandalkan sarana
prasarana Kantor Bappeda
1
Prasarana
3
Prosedur Kerja
Tidak memilki SOP tertulis yang jelas
1
4
Sumber daya
Penempatan pejabat yang kurang sesuai
2
manusia
5
Keuangan
Anggaran tahun 2015 hanya Rp. 98.000.000
2
6
Budaya Kerja
Kurang Kondusif
2
7
Kepemimpinan
Pemimpin yang tidak paham teknis
2
8
Partisipasi
Tidak ada
1
Masyarakat
9
Penyelesaian Konflik
Belum ada
2
10
Koordinasi
Koordinasi dilaksanakan dalam bentuk rapat
kalau ada permohonan izin yang masuk
2

ANALISIS faktor internal dan eksternal

ANALISIS faktor internal dan eksternal Menggunakan Analisis SWOT

Menggunakan Analisis SWOT

ANALISIS faktor internal dan eksternal Menggunakan Analisis SWOT
ANALISIS faktor internal dan eksternal Menggunakan Analisis SWOT
ANALISIS faktor internal dan eksternal Menggunakan Analisis SWOT

ANALISIS SWOT

(1)

ANALISIS SWOT (1)  Etos kerja pegawai yang cukup tinggi. KEKUATAN  Adanya SK Bupati yang
 Etos kerja pegawai yang cukup tinggi. KEKUATAN  Adanya SK Bupati yang menyatakan secara
 Etos kerja pegawai yang cukup tinggi.
KEKUATAN
 Adanya SK Bupati yang menyatakan
secara jelas peran / tupoksi BKPRD
Kabupaten Pasaman Barat di bidang
perencanaan tata ruang
 Komitmen yang kuat dari semua
jajaran aparatur BKPRD Kabupaten
Pasaman Barat untuk melaksanakan
tugas-tugas mereka sesuai dengan
tupoksinya masing-masing.
 Adanya Peraturan pelaksanaan
Tahapan, Tatacara Penyusunan,
Pengendalian, dan Evaluasi
Pelaksanaan Rencana Pembangunan
Daerah

ANALISIS SWOT

(2)

ANALISIS SWOT (2)  Kurangnya kemampuan Bappeda sebagai KELEMAHAN sekretaris BKPRD dan selaku SKPD yang berfungsi
 Kurangnya kemampuan Bappeda sebagai KELEMAHAN sekretaris BKPRD dan selaku SKPD yang berfungsi sebagai badan
 Kurangnya kemampuan Bappeda sebagai
KELEMAHAN
sekretaris BKPRD dan selaku SKPD yang
berfungsi sebagai badan koordinasi
perencanaan pembangunan daerah dalam
mengkoordinasikan pemberian izin
pemanfaatan ruang.
 Sikap pimpinan yang sering memaksakan
keinginan tanpa memperhatikan aturan-
aturan yang belaku tentang tata ruang.
 Pelaksanaan koordinasi hanya sebatas
pertemuan di kantor (rapat koordinasi)
 Tingkat kehadiran anggota BKPRD dalam
rapat yang minim dan cenderung
memberikan mandat kepada bawahannya
sehingga tidak bisa dalam pengambilan
keputusan.
 Tingkat kemampuan anggota BKPRD yang
tidak memahami tentang tata ruang.
.

ANALISIS SWOT

(2)

ANALISIS SWOT (2) KELEMAHAN Masih lemahnya keterlibatan masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan dan
KELEMAHAN Masih lemahnya keterlibatan masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan dan pengawasan pelaksanaan
KELEMAHAN
Masih lemahnya keterlibatan masyarakat
dalam proses perencanaan pembangunan
dan pengawasan pelaksanaan kegiatan
dimasyarakat.
Kurangnya kemampuan Bappeda sebagai
sekretaris BKPRD dan selaku SKPD yang
berfungsi sebagai badan koordinasi
perencanaan pembangunan daerah dalam
mengkoordinasikan pemberian izin
pemanfaatan ruang.
Sikap pimpinan yang sering memaksakan
keinginan tanpa memperhatikan aturan-aturan
yang belaku tentang tata ruang.
Pelaksanaan koordinasi hanya sebatas
pertemuan di kantor (rapat koordinasi)

ANALISIS SWOT

(3)

ANALISIS SWOT (3)  Kesempatan aparatur mengikuti PELUANG pendidikan dan pelatihan.  Teknologi sistem informasi
 Kesempatan aparatur mengikuti PELUANG pendidikan dan pelatihan.  Teknologi sistem informasi manajemen yang
 Kesempatan aparatur mengikuti
PELUANG
pendidikan dan pelatihan.
 Teknologi sistem informasi
manajemen yang semakin canggih
guna mendukung pengelolaan data.
 Adanya peraturan perundang-
undangan yang jelas tentang
penyelenggaraan penataan ruang
dan koordinasi penataan ruang
 Meningkatkan kapasitas
kelembagaan perencanaan
pembangunan
 Meningkatkan koordinasi dan kualitas
perencanaan pembangunan

ANALISIS SWOT

(4)

ANALISIS SWOT (4) ANCAMAN  Kompleksitas tuntutan dan aspirasi masyarakat serta kebutuhan pengusaha  Kurangnya
ANCAMAN  Kompleksitas tuntutan dan aspirasi masyarakat serta kebutuhan pengusaha  Kurangnya koordinasi antar SKPD
ANCAMAN
 Kompleksitas tuntutan dan aspirasi
masyarakat serta kebutuhan pengusaha
 Kurangnya koordinasi antar SKPD serta
persepsi dan kemampuan perencanaan
yang belum sama dikalangan perangkat
daerah
 Kurangnya partisipasi masyarakat dalam
proses penyelenggaraan penataan ruang
 Memperkuat kualitas prasarana dan
sarana wilayah, khususnya sistem
transportasi dan pusat-pusat pelayanan,
dalam rangka pembangunan yang
berkeseimbangan.
 Memperkuat kualitas prasarana dan
sarana kawasan-kawasan potensial.
 Pola pemanfaatan ruang yang cendrung
tidak sesuai dengan rencana tata ruang

K E S I M P U L A N

(1)

Penyelenggaraan koordinasi penataan ruang di Kab. Pasaman Barat 1 meliputi perencanaan, pemanfaatan dan pengendalian
Penyelenggaraan koordinasi penataan ruang di Kab. Pasaman Barat
1
meliputi perencanaan, pemanfaatan dan pengendalian pemanfaatan
ruang. Untuk lingkup pengendalian pemanfaatan ruang yang telah
dilakukan secara nyata di Kab . Pasaman Barat baru sebatas dan
IZIN/ REKOMENDASI PEMANFAATAN RUANG , sementara penetapan
peraturan zonasi, pemberian insentif dan disinsentif, serta
pengenaan sanksi belum terksana sama sekali.
2
Dalam mengukur kapasitas kelembagaan BKPRD, yang
keberadaannya dianggap sebagai suatu lembaga pengambilan
keputusan dalam penyelesaian masalah terkait penataan ruang,
tidak cukup hanya diukur dari kapasitas internal BKPRD saja. Tetapi
perlu dilakukan pengukuran juga terhadap kapasitas Instansi/ SKPD
terkait yang merupakan bagian dari BKPRD tersebut. Hal ini
dikarenakan badan tersebut bukan badan struktural pemerintah
daerah, oleh karena itu sumber daya manusianya tergantung
kapasitas masing - masing instansi/ SKPD nya. Begitu juga dengan
sarana prasarana pendukung serta pembiayaannya.

K E S I M P U L A N

(2)

3 Berdasarkan hasil kajian dan pemantauan dengan sejumlah variabel yang digunakan untuk mengukur kapasitas BKPRD
3
Berdasarkan hasil kajian dan pemantauan dengan sejumlah variabel
yang digunakan untuk mengukur kapasitas BKPRD Kab . Pasaman
Barat ternyata menunjukkan bahwa kapasitas yang dimiliki BKPRD
Kab . Pasaman Barat dalam kaitannya dengan pengendalian
pemanfaatan ruang bisa dibilang tidak optimal.
4
Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, baik dalam koordinasi
pengendalian pemanfaatan ruang maupun secara umum, BKPRD
Kab . Pasaman Barat belum memiliki Standar Operating Procedure
(SOP) . belum memiliki visi, misi, dan rencana strategi yang disusun
oleh BKPR serta juga tidak memilki agenda kerja dan sistem
pelaporan yang baik . Keterbatasan anggaran dan sumber daya
aparatur serta minimnya sarana dan prasarana penunjang juga
menyebabkantidak optimalnya fungsi dan peranan kelambagaan
BKPRD ini.
5
Bahwa ternyata faktor eksternal diluar BKPRD itu sendiri juga
berpengaruh dalam menilai kapasitas kelembagaannya . Faktor
eksternal tersebut antara lain adalah kekuatan politik dari stakeholder
yang terkait dan perlibatan peran serta masyarakat

R E K O M E N D A S I

Penyusunan, Penetapan dan

Pelaksanaan Agenda Kerja BKPRD

Penyusunan Mekanisme dan Tata Kerja (SOP) BKPRD Penyusunan Pedoman Pengendalian Pemanfaatan Ruang
Penyusunan Mekanisme
dan Tata Kerja (SOP) BKPRD
Penyusunan Pedoman
Pengendalian
Pemanfaatan Ruang

Pelibatan peran serta masyarakat dalam koordinasi penataan ruang

REKOMENDASI PENINGKATAN KAPASITAS KELEMBAGAAN BKPRD
REKOMENDASI
PENINGKATAN
KAPASITAS
KELEMBAGAAN
BKPRD

Peningkatan efektivitas

dan efisiensi struktur

anggota BKPRD

Peningkatan efektivitas dan efisiensi struktur anggota BKPRD Peningkatan Kualitas aparatur pemreintah daerah, salah

Peningkatan Kualitas aparatur pemreintah

daerah, salah satunya

melalui pembentukan perangkat PPNS

Pengembangan

Data dan Sistem Informasi Penataan Ruang

Komitmen Pemda Dalam

penyediaan anggaran

dan sarana prasarana pelaksanaan tugas BKPRD

dan Sistem Informasi Penataan Ruang Komitmen Pemda Dalam penyediaan anggaran dan sarana prasarana pelaksanaan tugas BKPRD
By. hyfa81@yahoo.com
By. hyfa81@yahoo.com
By. hyfa81@yahoo.com
By. hyfa81@yahoo.com

By. hyfa81@yahoo.com