Anda di halaman 1dari 26

8/18/2011

Metode Deformasi Konsisten

KL3102, Kelas 01
Semester I 2011/2012

Pengantar

Telah dipelajari sebelumnya bahwa keseimbangan


merupakan persyaratan yang harus dipenuhi oleh sistem
struktur yang menerima beban
reaksi dan gaya
dalam mengimbangi beban yang bekerja.
Jika reaksi dan gaya dalam struktur dapat ditentukan
hanya dengan menggunakan persamaan keseimbangan,
keseimbangan
maka struktur termasuk kategori statis tertentu (statically
determinate).
F 0
M 0
F 0

F 0
M 0
x

Persamaan keseimbangan:

2D

F
F

M
M

3D

8/18/2011

Ketaktentuan Statis

Jika terdapat lebih banyak reaksi dan/atau gaya dalam


daripada jumlah persamaan keseimbangan, struktur
dikatakan sebagai statis tak tentu (statically indeterminate).
Hal ini bukan berarti reaksi dan gaya dalam tidak bisa
ditentukan. Hanya persamaan keseimbangan tidak cukup
untuk menentukan besar reaksi dan gaya dalam tersebut.
MA
RAx

w
A

RAy

RB

Gaya Kelebihan

Struktur statis tak tentu dapat diubah menjadi struktur statis


tertentu dengan menghilangkan sejumlah gaya (reaksi atau
gaya dalam) yang nilainya belum diketahui.
Gaya-gaya yang perlu dihilangkan agar struktur menjadi
statis tertentu ini disebut gaya kelebihan (redundant forces).
Jumlah gaya kelebihan ini sama dengan derajat
kestatistaktentuan struktur.
Struktur statis tertentu yang dihasilkan disebut struktur
primer.
Sembarang reaksi atau gaya dalam dapat dipilih sebagai gaya
kelebihan selama struktur primer yang dihasilkan stabil.

8/18/2011

Prinsip Metode Deformasi Konsisten

Struktur statis tak tentu dapat dianalisis sebagai


penjumlahan dari struktur primer yang dikenai
beban luar dan struktur primer yang dikenai
M
gaya-gaya kelebihan.
w
A0

MA
RAx

RAx0
B

RAy

RAy0

RB

MA1

MA = MA0 + MA1
RAy = RAy0 + RAy1
...

RAx1

RB

RAy1

Prinsip Metode Deformasi Konsisten

Agar deformasi struktur primer di tempat gaya


kelebihan bekerja konsisten dengan struktur statis
tak tentu semula, diperlukan syarat kompatibilitas.
MA

RAx

MA0

w
B

RAy

RAx0

RB

B = 0

B = 0 + 1

0 + 1 = 0

RAy0

+
MA1
RAx1

persamaan
kompatibilitas

RAy1

RB

8/18/2011

Prinsip Metode Deformasi Konsisten


Setiap persamaan kompatibilitas mengandung gaya
kelebihan yang belum diketahui nilainya.
Jumlah persamaan kompatibilitas sama banyak
dengan jumlah gaya kelebihan.
Dengan demikian penyelesaian persamaan
kompatibilitas secara simultan akan menghasilkan
nilai semua gaya kelebihan.

Ilustrasi Perhitungan
MA0

RAy 0 wL ; M A0

w
A

RAy0
MA1
A

RAy1

RB

Persamaan kompatibilitas:

Reaksi lainnya:

wL4
8 EI

RAy1 RB
1

wL2
2

; M A1 RB L
3

RB L
3EI

0 1 0

wL4 RB L3

0
8 EI 3EI
3wL
RB

3wL 5wL

8
8
wL2 3wL
wL2
M A M A0 M A1

L
2 8
8
RAy RAy 0 RAy1 wL

CCW

8/18/2011

Metode Deformasi Konsisten


Penamaan Variabel

Agar lebih sistematis, gaya-gaya kelebihan diberi


nama Xi, dan perpindahan struktur primer akibat
beban luar dalam masing-masing arah gaya
kelebihan diberi nama i0.
Indeks i menunjukkan
j
nomor gaya
g y kelebihan.

MA1

RAx0

10

RAx1

RAy0

RAy1

X1

Metode Deformasi Konsisten


Koefisien Fleksibilitas

Untuk memisahkan unknown Xi dalam perhitungan,


terlebih dahulu dihitung perpindahan akibat beban 1 satuan
dalam masing-masing arah gaya kelebihan.
Perpindahan akibat gaya 1 satuan ini diberi nama ij, yaitu
perpindahan dalam arah gaya kelebihan ke-i (Xi) akibat
gaya 1 satuan dalam arah gaya kelebihan ke-j (Xj).
ij disebut juga koefisien fleksibilitas.
fleksibilitas
mA1
rAx1

1
rAy1

11

1 11 X 1
M A1 mA1 X 1
RAy1 rAy1 X 1

8/18/2011

Metode Deformasi Konsisten


Koefisien Fleksibilitas

Dengan metode beban satuan, nilai perpindahan struktur primer i0 dan


koefisien fleksibilitas ij adalah:
L

mi M 0
dx
EI
0

i 0

ij

mi m j

EI

dx

di mana

M0
mi

= momen lentur pada struktur primer akibat beban luar.


= momen lentur
l
pada
d struktur
k primer
i
akibat
kib gaya 1 satuan
dalam arah gaya kelebihan Xi.

Persamaan kompatibilitas sekarang dapat dituliskan dalam bentuk:

10 1 0 10 11 X 1 0
11 X 1 10

Metode Deformasi Konsisten


Koefisien Fleksibilitas

Untuk struktur rangka batang, nilai perpindahan struktur primer i0 dan


koefisien fleksibilitas ij adalah:
N

S k 0 ski Lk
k 1 Ek Ak

i 0

ski skj Lk

k 1

Ek Ak

ij

di mana

Sk0
ski

= gaya batang k pada struktur primer akibat beban luar.


= gaya batang k pada struktur primer akibat gaya 1 satuan
dalam arah gaya kelebihan Xi.

8/18/2011

Contoh 1

Pilih reaksi momen di A


sebagai gaya kelebihan dan
gunakan metode deformasi
konsisten untuk
menentukan reaksi dari
struktur balok seperti
tergambar.

MA
RAx

w
B

RAy

RB

X1
RAx

w
B

RAy

RB

struktur primer

Syarat kompatibilitas: putaran di tumpuan A harus sama dengan


nol, karena tumpuan A berupa jepit.

10 11 X 1 0

di mana
10 =

putaran di ujung A pada struktur primer akibat beban luar,

11 =

putaran di ujung A pada struktur primer akibat momen satu satuan


dalam arah X1
w

Reaksi dan
deformasi

10

11

RAy0 = wL/2

Diagram
momen

1
B

wL2/8
+

M0

RB0= wL/2

rAy1 = 1/L

rB1 = 1/L

1
+

m1

8/18/2011

wL2
M 0 m1
L
dx
1 2
6 EI 8
EI
0

10

Perpindahan struktur
primer akibat beban luar:

wL3
24 EI
L

m1m1
L
dx
11
EI
3EI
0

11

Koefisien fleksibilitas:

L
3EI

10 11 X 1 0

Persamaan kompatibilitas:

wL3
L

X1 0
24 EI 3EI
wL2
8
wL2
MA
8
X1

CCW

RAy RAy 0 rAy1 X 1

Reaksi lainnya:

wL 1 wL2 5wL

2 L 8
8

RB RB 0 rB1 X 1

wL 1 wL2 3wL

2 L 8
8

wL2/8
A

5wL/8
3wL/8

8/18/2011

Contoh 2

Hitung reaksi dan


gambarkan diagram gaya
lintang dan momen dari
struktur seperti terlihat pada
gambar. Balok AB dan
kolom BC memiliki
modulus elastisitas E dan
inersia penampang I.

20 kN/m

B
6m

C
8m

Struktur primer:

20 kN/m

Struktur yang diberikan merupakan struktur


statis tak tentu derajat 1 (terdapat 1 gaya
kelebihan). Salah satu reaksi dapat dipilih
sebagai gaya kelebihan, misalnya reaksi
horizontal di C (RCx).

X1

Syarat kompatibilitas:
Perpindahan horizontal di C harus sama dengan nol,
karena tumpuan C semula adalah sendi:

10 11 X 1 0
10 =

perpindahan horizontal titik C pada struktur primer akibat beban luar,

11 =

perpindahan horizontal titik C pada struktur primer akibat gaya


satu satuan dalam arah X1

8/18/2011

Reaksi dan momen lentur pada struktur primer:


20 kN/m
1

0.75

80 kN

(a) Ri0

(b) ri1
0.75

80 kN

160

(c) M0

Perpindahan struktur
primer akibat beban
luar:

(d) m1

10
0

8 6 2 160 2560
M 0 m1

dx
EI
EI
6 EI

Koefisien fleksibilitas:
(perpindahan struktur primer
akibat beban 1 satuan)

m1m1
dx
EI
0

11

8 6 6 6 6 6 168
3EI

3EI

EI

10 11 X 1 0

Persamaan kompatibilitas:

2560 168

X1 0
EI
EI
2560
X1
15.24 kN
168
RCx 15.24 kN

10

8/18/2011

RAx RAx 0 rAx1 X 1 0 115.24 15.24 kN

Reaksi lainnya:

RAy RAy 0 rAy1 X 1 80 0.75 15.24 68.57 kN


RCy RCy 0 rCy1 X 1 80 0.75 15.24 91.43 kN
20 kN/m
15.24 kN

68.57
15.24

68.57 kN

(a) Reaksi

91.43

15.24 kN

(b) Gaya lintang V [kN]

91.43 kN

91.43

+
117.55

(c) Momen M [kN-m]

Contoh 3

Hitung reaksi dan gayagaya batang dari struktur


rangka batang seperti
tergambar. Semua batang
terbuat dari bahan yang
sama, dengan modulus
elastisitas E dan luas
penampang A.

90 kN
A

B
7

4
5

9m

D
1

E
6m

6m

11

8/18/2011

90 kN

Struktur primer:

RA

Struktur yang diberikan merupakan


struktur statis tak tentu luar derajat 1
(terdapat 1 reaksi kelebihan). Salah satu
reaksi dapat dipilih sebagai gaya
kelebihan, misalnya reaksi di C.

X1

B
S4
S3

S2

S7
S5

S6

S1

REx

Syarat kompatibilitas:
Perpindahan vertikal di C harus sama
dengan nol, karena tumpuan C semula
adalah rol:

REy

10 11 X 1 0
10 =

perpindahan vertikal titik C pada struktur primer akibat beban luar,

11 =

perpindahan vertikal titik C pada struktur primer akibat gaya


satu satuan dalam arah X1

Reaksi dan gaya-gaya batang pada struktur primer:


90 kN

60 kN

0
90

75

1
0

1.33

1.33

1.33
0

1.67

45
75

1.67
60 kN

1.33

90 kN

Ri0 dan Si0

ri1 dan si1

12

8/18/2011

Perhitungan deformasi:
Batang

Li
[m]

Si0
[kN]

si1

Si0 si1 Li

si1 si1 Li

Si [kN]

7.5

75

1.67

937.5

20.83

50.20

45
45

45
45

7.5

75

75

1.33

10.67

19.84

4.5

90

90

7.5

1.67

20.83

24.80

1.33

10.67

19.84

937.5

63

10

Persamaan kompatibilitas:

Reaksi lainnya:

937.5
EA

11

63
EA

10 11 X 1 0
937.5 63

X1 0
EA
EA
X 1 14.88 kN

RA RA0 rA1 X 1 60 1.33 14.88 40.16 kN

REx REx 0 rEx1 X 1 60 1.33 14.88 40.16 kN

REy REy 0 rEy1 X 1 90 1 14.88 75.12 kN

14.88 kN

Gaya-gaya batang:

Si Si 0 si1 X 1

90 kN
40.16 kN

19.84
90
75

Hasil perhitungan dituliskan di kolom


paling kanan pada tabel perhitungan di
atas dan pada gambar di samping.

19.84

24.80

45

40.16 kN

50.20

75.12 kN

13

8/18/2011

Contoh 4

Hitung reaksi dan gayagaya batang dari struktur


rangka batang seperti
tergambar. Semua batang
terbuat dari bahan yang
sama, dengan modulus
elastisitas E dan luas
penampang A.

80 kN

4m

30 kN
D

5
4

3
1

3m

Reaksi
Reaksi dapat langsung dihitung menggunakan persamaan keseimbangan.
Struktur ini merupakan struktur statis tak tentu dalam derajat 1 (terdapat
kelebihan 1 batang).
80 kN

S6

Struktur primer
Salah satu gaya batang dapat dipilih sebagai gaya
k l bih misalnya
kelebihan,
i l
gaya batang
b t
3.
3 Batang
B t
3 seolah-olah
l h l h
diputus di tengah dan dapat berpindah relatif terhadap
satu sama lain akibat beban luar dan akibat beban 1 satuan
dalam arah X1.

30 kN
D

C
X1
S2

S4

X1
A

S1

S5

Syarat kompatibilitas
Total perpindahan antara kedua ujung batang 3 yang
diputus
diputus harus sama dengan nol.

10 11 X 1 0
10 =

11 =

perpindahan relatif kedua ujung batang 3 yang diputus akibat beban luar,
perpindahan relatif kedua ujung batang 3 yang diputus akibat beban
satu satuan dalam arah X1

14

8/18/2011

Reaksi dan gaya-gaya batang pada struktur primer:


80 kN
C

40

30 kN
D

30

0.6
C

50

0.8

D
1

0.8

1
30 kN A

30

40 kN

40 kN

ri1 dan si1

Ri0 dan Si0

0.6

Perhitungan deformasi:
Batang

Li
[m]

Si0
[kN]

si1

Si0 si1 Li

si1 si1 Li

Si [kN]

30

0.6

54

1.08

22.01

40
40

0.8
08

128

2 56
2.56

50.65
50 65

13.31

50

250

36.69

0.8

2.56

10.65

30

0.6

54

1.08

22.01

230

17.28

10

230
EA

11

17.28
EA

15

8/18/2011

10 11 X 1 0

Persamaan kompatibilitas:

Gaya-gaya
Gaya
gaya batang lainnya:

Si Si 0 si1 X 1
80 kN
22.01

30 kN

30 kN
D
10..65

4m

50..65

230 17.28

X1 0
EA
EA
X 1 13.31 kN tarik

22.01

40 kN

3m

40 kN

Derajat Kestatistaktentuan > 1

Untuk struktur dengan derajat kestatistaktentuan > 1,


diterapkan pola penyelesaian yang sama:

Ubah menjadi struktur primer statis tertentu dengan


sejumlah gaya kelebihan.
Tetapkan syarat kompatibilitas.
Selesaikan persamaan kompatibilitas menggunakan nilai
perpindahan struktur primer akibat beban luar (i0) dan
koefisien fleksibilitas (ij) untuk memperoleh nilai gaya
kelebihan.
Tentukan nilai reaksi lainnya.

16

8/18/2011

Ilustrasi
MA

struktur statis
tak tentu

RAx

struktur p
primer
dan gaya kelebihan

RAy

RB

RC

C
X2 = RC

X1 = RB

syarat kompatibilitas

1 = B = 0

Perpindahan struktur primer


akibat beban luar:

2 = C = 0

MA0
10

20

RAy0
mA1

11

21

Koefisien fleksibilitas:
(perpindahan struktur primer akibat beban
1 satuan dalam arah masing-masing gaya
kelebihan)

1
rAy1

12

mA2

22

Persamaan kompatibilitas:

rAy2

1 0 10 11 X 1 12 X 2 0
2 0 20 21 X 1 22 X 2 0

17

8/18/2011

Sekarang persamaan kompatibilitas dapat dituliskan dalam


bentuk matriks:
11 12 X 1 0 10


21 22 X 2 0 20
atau dalam formula yang lebih umum:

X 0
[] =

matriks fleksibilitas yang berisikan koefisien fleksibilitas

{X} = vektor gaya kelebihan yang nilainya belum diketahui


{} = vektor perpindahan tumpuan yang umumnya bernilai nol,
nol
kecuali jika terjadi perpindahan tumpuan
{0} = vektor perpindahan struktur primer pada setiap arah gaya kelebihan
akibat beban luar

Gaya kelebihan:

X 0
1

Reaksi dan gaya dalam lainnya:

Ri Ri 0 ri1 X 1 ri 2 X 2 riN X N
N

Ri 0 rik X k
k 1

Si Si 0 si1 X 1 si 2 X 2 siN X N
N

Si 0 sik X k
k 1

18

8/18/2011

Teorema Betti-Maxwell
James C. Maxwell (1864)

Perpindahan suatu titik pada struktur (titik A) akibat


beban satuan yang bekerja di titik yang lain (titik B)
sama dengan perpindahan titik B akibat beban
satuan yang bekerja di titik A.
Dengan
g kata lain: ij = ji
Implikasi: matriks fleksibilitas simetris.

Prosedur Metode Deformasi Konsisten

Tentukan derajat kestatistaktentuan struktur.


Pilih gaya kelebihan sehingga diperoleh struktur primer yang
stabil.
Tetapkan syarat kompatibilitas yang sesuai dengan gaya
kelebihan yang dipilih.
Susun persamaan kompatibilitas dalam bentuk:

X 0
dengan menentukan nilai ij (perpindahan struktur primer
akibat beban 1 satuan dalam arah masing-masing gaya
kelebihan) dan i0 (perpindahan struktur primer akibat
beban).

19

8/18/2011

Prosedur Metode Deformasi Konsisten

Selesaikan persamaan kompatibilitas untuk memperoleh


nilai gaya kelebihan {X}.

X 0
1

Hitung reaksi dan gaya-gaya dalam lainnya menggunakan


persamaan keseimbangan,
k i b
atau
t dengan
d
superposisi:
ii
N

Ri Ri 0 rik X k
k 1
N

Si Si 0 sik X k
k 1

Contoh 5

Hitung reaksi dan gambarkan diagram gaya


lintang dan momen dari struktur balok seperti
tergambar. Balok AB dan BC memiliki modulus
elastisitas E, panjang L, dan inersia penampang I.
MA
RAx

RAy

RB

RC

20

8/18/2011

Struktur primer dan


gaya kelebihan:

C
X2 = RC

X1 = RB

1 = B = 0

2 = C = 0

Syarat kompatibilitas:

Persamaan kompatibilitas:

Diagram momen akibat beban luar dan beban 1 satuan pada


masing-masing arah gaya kelebihan:
w

11 X 1 12 X 2 10
21 X 1 22 X 2 20

2L

2wL2

1
1
2L

2wL2

2wL

M0

m2

m1

L
3
Koefisien fleksibilitas: m1m1 dx 1 L L L L
11

EI

EI

3EI

m1m2
1 L L 2 2 L L 5 L3
dx

6
6 EI
EI
EI
0

12

m2 m2
1 2 L 2 L 2 L 8 L3
d
dx

3
3EI
EI
EI
0

22

Perpindahan struktur primer akibat beban luar:


2
2
M 0 m1
1 L L 2 wL 2 1.125wL
17 wL4
dx
10

EI
EI
6
24 EI
0
L

2
2
M 0 m2
1 2 L 2 L 2 wL 2 0.5wL
2 wL4
20

dx
6
EI
EI
EI
0
L

21

8/18/2011

X 0

Persamaan kompatibilitas:
3

L
6 EI

2 5 X 1 wL4 17
5 16 X 24 EI 48

2

1

RB

Reaksi lainnya:

RA

X 1 wL 2 5 17


X 2 4 5 16 48
wL 1 16 5 17 wL 32



4 7 5 2 48 28 11
11wL
; RC

28

8wL

RA RA0 rA1


M A M A0 mA1
2wL 1

2
2wL L

rA 2 X 1

mA 2 X 2

1 32 wL wL 13

2 L 11 28 28 2 L

13wL
wL2

;
M


A
28
14

CCW

Diagram gaya-gaya dalam:


w
wL2
14

13wL
28

8wL
7

11wL
28

17 wL
28

13wL
28

11wL
28

15wL
28

0.0772wL2

0.0364wL2
+

0.0714wL2
0.1071wL2

22

8/18/2011

Contoh 6

Hitung reaksi dan gayagaya batang dari struktur


rangka batang seperti
tergambar. Semua batang
terbuat dari bahan yang
sama, dengan modulus
elastisitas E dan luas
penampang A.

80 kN

4m

30 kN
D

5
4

3
1

3m

80 kN

Struktur primer dan gaya kelebihan

S6

Satu reaksi dan satu gaya batang harus dipilih sebagai


gaya kelebihan, misalnya reaksi horizotal di B dan gaya
batang 3, seperti tergambar.

X1
S2

X2

S1

Reaksi dan gaya-gaya batang pada struktur


primer:

S5

S4

X1

30 kN
D

80 kN
C

40
30 kN A

30

50
30

30 kN
D

0.6
C

0.8

Ri0 dan Si0

1
0.8

1
B

40 kN

40 kN

ri1 dan si1

0.6

ri2 dan si2

23

8/18/2011

Perhitungan koefisien fleksibilitas dan perpindahan struktur primer:

L
[m]

S0
[kN]

s1

s2

s1 s1 L

s 1 s2 L

s 2 s2 L

S 0 s1 L

S 0 s2 L

S
[kN]

30

00.66

1 08
1.08

11.88

54
54

90

40

0.8

2.56

128

48.69

10.86

50

250

39.14

0.8

2.56

8.69

30

0.6

1.08

54

23.48

17.28

1.8

230

90

11

12

22

10

20

Persamaan kompatibilitas:

X 0

1 17.28 1.8 X 1 0 1 230


3 X 2 0 EA 90
EA 1.8
1

S3 10.86 kN tarik
RBx 23.48 kN

X 1 17.28 1.8 230


18
3 90
X 2 1.8
10.86

23.48

Reaksi dan gaya batang lainnya:

Ri Ri 0 ri1
Si Si 0 si1

X
ri 2 1
X2
X
si 2 1
X2

24

8/18/2011

Pengaruh Perpindahan Tumpuan


Berbeda dengan struktur statis tertentu, perpindahan
tumpuan pada struktur statis tak tentu akan
menimbulkan gaya-gaya dalam pada struktur.
Dalam struktur yang sebenarnya, perpindahan
tumpuan
p
ini dapat
p diakibatkan oleh penurunan
p
tanah
atau pondasi, kesalahan pengukuran pada saat
konstruksi, perubahan ukuran material akibat
perubahan suhu, susut dan rangkak pada beton,
kesalahan fabrikasi, atau sebab-sebab lainnya.

Pengaruh Perpindahan Tumpuan


Pada metode fleksibilitas, perpindahan tumpuan ini
dimasukkan ke dalam analisis dengan mengubah
nilai perpindahan pada persamaan kompatibilitas.
Terdapat dua kasus yang mungkin terjadi:

Perpindahan
p
pada
p
arah yyangg dipilih
p
sebagai
g gaya
g y
kelebihan
Perpindahan tumpuan struktur primer (yang tidak dipilih
sebagai gaya kelebihan)

25

8/18/2011

Perpindahan pada arah yang dipilih


sebagai gaya kelebihan
w

C = 1

Tumpuan C mengalami
penurunan sebesar
1 satuan.

struktur primer dan gaya


kelebihan yang dipilih

C
X2 = RC

X1 = RB

Syarat kompatibilitas di tumpuan C


berubah menjadi:

20 21 X 1 22 X 2 1
11 12 X 1 0 10


21 22 X 2 1 20

sehingga persamaan
kompatibilitas menjadi:

Perpindahan tumpuan struktur primer


w
A

X1 = RB

1s = 0.1L

Tumpuan A mengalami
putaran sebesar 0.1 rad
searah putaran jarum jam.
struktur primer dan gaya
kelebihan yang dipilih

X2 = RC

2s = 0.2L

10 1s

20 2 s

11 12 X 1 0 10 0.1L


21 22 X 2 0 20 0.2 L

26