Anda di halaman 1dari 9

ACARA III

PENENTUAN BILANGAN OKSIDASI NITROGEN


A. PELAKSANAAN PRAKTIKUM
1. Tujuan Praktikum
a. Mempelajari reaksi redoks asam nitrat dan garam nitrat.
b. Mempelajari reaksi redoks nitrit.
2. Waktu Praktikum
Senin, 13 Oktober 2014
3. Tempat Praktikum
Lantai III, Laboratorium Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,
Universitas Mataram.
B. LANDASAN TEORI
Nitrogen adalah gas tak berwarna dan tak berasa yang menempati 78,1%
atmosfer (persen atmosfir). Nitrogen dihasilkan dalam jumlah besar bersama oksigen
dengan mencairkan udara dan diikuti proses fraksinasi nitrogen. Nitrogen adalah gas
yang inert di suhu kamar namun dikonversi menjadi amonia di industri. Sebab dari
keinertannya adalah tingginya ikatan rangkap tiga N

N. Nitrogen dikonversi melalui

proses fiksasi biologis dan disintesis menjadi ammonia (Saito, 2008 : 66).
Nitrogen adalah salah satu unsur golongan VA yang merupakan unsur non
logam dan gas yang paling banyak di atmosfer bumi (sekitar 78%). Nitrogen merupakan
unsur yang relatif stabil tetapi dapat membentuk isotop-isotop yang 4 diantaranya
bersifat radioaktif. Di alam nitrogen terdapat dalam bentus gas N 2 yang tidak berwarna,
tidak berbau, tidak berasa, dan tidak beracun. Pada suhu yang rendah nitrogen dapat
membentuk cairan atau bahkan kristal padat yang tak berwarna (bening). Selain itu
nitrogen juga dapat dalam bentuk senyawa nitrat, protein dan beberapa mineral yang
penting seperti (KNO3) dan senyawa chili (NaNO3) (Sunardi, 2006:61).
Dalam sistem periodik unsur, nitrogen menempati golongan VA, memiliki
nomor atom 7 dan electron valensinya 2s2 2p3. Isotop yang dikenal adalah 14N dan 15N.
Di alam nitrogen ditemukan bebas di udara yakni 78 % dari volume udara, sebagai
amoniak yang berasal dari dekomposisi senyawa nitrogen organik, dan dalam beberapa
mineral nitrat (KNO3 dan NaNO3).Jaringan organisme hidup mengandung nitrogen,
seperti dalam protein. Dalam keadaan bebas, nitrogen merupakan molekul diatomik
(N2) yang cukup stabil. Gas ini tidak berwarna, tidak berbau, dan kurang reaktif dengan
titik didih -196C dan titik bekunya -210C. kekurang reaktifannya disebabkan karena
29

adanya ikatan rangkap tiga yang mempunyai energi ikatan 946 kJ/mol (Partana, 2003 :
89).
Nitrogen merupakan hara makro utama yang sangat penting dalam perubahan
tanaman. Nitrogen diserap oleh tanaman dalam bentuk ion NO 3- atau NH4+ dari tanah.
Tanaman padi mampu menyerap unsur N dari tanah sekitar 19 - 47%. Kandungan N
pada tanaman pada daerah penelitian secara keseluruhan dari hasil analisa tanaman pada
ke-7 sampel ini memiliki kandungan N yang rendah. Penyerapan N pada proses
pembentukan lebih tinggi dibandingkan dengan proses lainnya. Hal ini dapat terjadi
karena proses pembentukan merupakan proses vegetatif sehingga penyerapan N lebih ke
daun tanaman. Fungsi daripada unsur nitrogen pada tanaman adalah meningkatkan
pertumbuhan vegetatif, meningkatkan kadar protein dalam tanah, meningkatkan
perkembangbiakan mikroorganisme dalam tanah (Patti, 2013).
Metabolisme nitrogen dalam jaringan tanaman diawali dengan masuknya
sumber nitrogen yang berada di media kultur, yaitu ion-ion NO 3- (anion) dan NH4+
(kation) diserap tumbuhan melalui transpor aktif, dengan bantuan energi oleh NADPH.
Karena permeabilitas membran plasma terhadap ion sangat kecil, maka tidak dapat
ditembus secara difusi. Sumber nitrat (NO3-) yang diserap akan berasimilasi di dalam sel
dengan cara, nitrat (NO3-) direduksi menjadi nitrit (NO2-) oleh enzim nitrat reduktase di
sitosol (Mukaromah, 2013).
C. ALAT DAN BAHAN
1. Alat-alat Praktikum
a. Gelas arloji
b. Gelas kimia 250 ml
c. Pembakar spiritus
d. Penjepit besi
e. Penjepit kayu
f. Pipet tetes
g. Pipet volume 10 ml
h. Rubber bulb
i. Rak tabung reaksi
j. Sendok
k. Stopwatch
l. Tabung reaksi besar
m. Tabung reaksi kecil
n. Spatula
o. Timbangan analitik
2. Bahan-bahan Praktikum
a. Aquades (H2O (l))
b. Aluminium (Al (s))
30

c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.
j.
k.
l.
m.
n.

Es batu
Kertas lakmus
Korek api
KI (aq) 10%
KNO3 (s)
Larutan HNO3 pekat
Larutan HNO3 3 M
Larutan KMnO4
NaNO3 (s)
NaOH (aq)
Logam Cu
Padatan Cu(NO3)2

D. SKEMA KERJA
1. Reaksi Redoks Asam Nitrat dan Garam Nitrat
Eksperimen 1
Logam Tembaga

Dimasukkan ke dalam tabung reaksi


+ 15 tetes HNO3 pekat

Hasil
Eksperimen 2
KNO3 padat

Diuji gas yang dihasilkan dan sisa zat


dalam tabung

Hasil
Cu(NO3)2

Diuji gas yang dihasilkan dan sisa zat


dalam tabung

Hasil
Eksperimen 3

2 mL HNO3 3 M
Dimasukkan dalam tabung reaksi
+ 5 mL larutan NaOH 0,1 M
+ sekeping logam Al
31

Gas yang dihasilkan diperiksa dengan kertas


Hasil lakmus

2.

Reaksi Redoks Asam Nitrat


10 mL H2SO4 encer

Dimasukkan dalam tabung reaksi


Didinginkan dengan es batu ( 5 menit)
+ 1 gr NaNO3

Hasil
Tabung Reaksi
1

Tabung reaksi 3
+ 5 tetes Larutan
KMnO4

Tabung Reaksi
2 KI 10%
+ 5 tetes

Diperhatikan gas
Hasil
E. HASIL PENGAMATAN
NO.
1

Hasil

Hasil

PROSEDUR PERCOBAAN

HASIL PENGAMATAN

Pembuatan Hidrogen dengan Asam


a. - Logam Zn + CuSO4

- Warna awal Zn silver, CuSO 4


berwarna

biru

dicampurkan
- Logam Zn + CuSO4 + H2SO4

tua,

setelah

larutan

CuSO4

menjadi biru muda dan logam Zn


menjadi terkorosi.
- Tabung reaksi terasa panas, larutan

- Dihubungkan ke erlenmeyer dengan


pipa U
b. - Logam Zn + CuSO4

menjadi

putih

keruh

(H2SO4

bereaksi), logam mengalami korosi


dan berwarna hitam kemerahan.
- Terdapat gelembung pada air.

- Logam Zn + CuSO4 + H2SO4


- Warna awal Zn silver, CuSO 4
- Dipanaskan dan diuji adanya gas pada

berwarna

biru

dicampurkan

ujung pipa
-

tua,

setelah

larutan

CuSO4

menjadi biru muda dan logam Zn


menjadi terkorosi.
- Tabung reaksi terasa panas, larutan
menjadi

putih

keruh

(H2SO4

bereaksi), logam mengalami korosi


dan berwarna hitam kemerahan.
- Larutan menjadi putih keruh,
32

terdapat gas pada tabung reaksi.


2

Pembuatan Hidrogen dengan Basa


- Al + NaOH

- Warna awal aluminium foil silver,


dan

- Dipanaskan
- Gas yang keluar diuji

NaOH

bening,

setelah

dicampur larutan tetap bening,


aluminium mengapung.
- Al tidak larut, terdapat gelembung.
- Terdapat letupan dan warna nyala
orange.

F. ANALISIS DATA
1. Perhitungan
Diketahui :

HNO3 = 1,47 gr/ml


% HNO3 = 65 %
M HNO3 = 63,1 gr/mol

Ditanya
: V pada konsentrasi 7M, 3M, dan 2M ?
Penyelesaiaan
M2

=
= 14,525 4M
Untuk konsentrasi 7 M
V1 M1 = V2 M2
V1 =
=
V1 = 4,1498 ml
Untuk konsentrasi 3 M
V1 =
=
V1 = 9,683 m
Untuk konsentrasi 2 M
33

V1 =
=
V1 = 14,5245 ml
2. Persamaan Reaksi
a. Reaksi Redoks Asam Nitrat dan Garam Nitrat
Eksperimen 1
Cu(s) + 4HNO3(l) pekat
Cu(NO3)2(aq) + 2H2O(e) + 2NO2(g)
Cu(s) + HNO3(aq) encer
Cu(NO3)2(aq) + 2HO(g) + 4H2O(e)
Eksperimen 2
KNO3(s)
Cu(NO3)2(s)

KNO2(aq) +

O2(g)

CuO(aq) + 2NO2(g) +

O2(g)

Eksperimen 3
H2SO4(aq) + 2NaNO2(s) HNO2(aq) + HNO2(aq) + Na2SO4(aq)
HNO2(aq)

2NO(g) + H3O+(aq) + NO3-(aq)

2NO(g) + O2(g) 2NO2(g)


4H+(aq) + 2HNO2(aq) + 2I-(aq) n 2NO(g) + I2(g) + 2H2O(e)
3NO3-(aq) + 5OH-(aq) + 8Al(s) + 18 H2O(e) NH3(g) + 8[Al(OH)4]-(aq)
b. Reaksi Redoks Asam Nitrit
H2SO4(aq) + 2NaNO2(s) HNO2(g) + Na2SO4(aq)
HNO2(aq)

2NO(g) + H3O+(aq) + NO3-(aq)

2NO(g) + O2(g) 2NO2(g)


4H+(aq) + 2HNO2(aq) + 2I-(aq) 2NO(g) + I2(g) +2H2O(l)
H+ (aq) + 5HNO2(aq) + 2MnO4-(aq) 2Mn2+(aq) + 3NO3-(aq) +3H2O(e)

G. PEMBAHASAN
Nitrogen adalah unsur kimia dalam tabel periodik memiliki lambang N dan
nomor atom 7. Biasanya ditemukan sebagai gas tanpa warna, tanpa bau, tanpa rasa dan
merupakan gas diatomik bukan logam yang stabil, sangat sulit bereaksi dengan unsur
atau senyawa lainnya. Nitrogen dinamakan zat lemas karena zat ini bersifat malas, tidak
aktif bereaksi dengan unsur lainnya. Nitrogen mengisi 78,08% atmosfer Bumi dan
34

terdapat dalam banyak jaringan hidup. Zat ini membentuk banyak senyawa penting
seperti asam amino, amoniak, asam nitrat dan sianida. Nitrogen mempunyai 5 elektron
di kulit terluarnya. Ikatan rangkap tiga dalam molekul gas nitrogen (N 2) adalah yang
terkuat. Nitrogen mengembun pada suhu -196 C dan membeku pada suhu -210 C.
Praktikum kali ini bertujuan untuk mempelajari reaksi redoks asam nitrat,
garam nitrat dan reaksi redok nitrit. Pada percobaan pertama yaitu reaksi redoks asam
nitrat dan garam nitrat dilakukan 3 eksperimen. Pada eksperimen perrama logam Cu
direaksikan dengan HNO3 pekat menghasilkan larutan berwarna biru pekat dan timbul
gas berwarna coklat juga terasa panas. Warna biru larutan disebabkan karena terjadi
proses oksidasai pada logam Cu menjadi Cu2+ sehingga Cu mengalami kenaikan
bilangan oksidasi dari 0 menjadi 2+ yang berikatan membentuk senyawa Cu(NO 3)2 dan
ion NO3-. Timbulnya gas dan terasa panas dikarenakan dalam proses reaksi penguraian
secara reduksi-oksidasi menimbulkan energi serta tekanan yang sukup besar sehingga
terbentuk sebagian produk dari nitrogen yang berupa gas. Dalam proses ini nitrogen
mengalami perubahan biloks dari +5 menjadi +4 sehingga nitrogen bertindak sebagai
oksidator. Selanjutnya logam Cu direaksikan dengan larutan HNO 3 7 M menghasilkan
larutan berwarna biru, terbentuk gas dan logam Cu larut. Pada eksperimen ini gas yang
terbentuk tidak berwarna seperti gas yang terbentuk pada eksperimen sebelumnya.
Dalam eksperimen ini nitrogen mengalami reduksi karena biloksnya menurun dari +5
menjadi +2. Semakin tinggi konsentrasi HNO3, kemampuan untuk mengoksidasi
tembaga juga akan semakin besar.
Eksperimen kedua padatan KNO3 diapansakan dihasilkan larutan bening dan
terdapat gas tak berwarna. Gas yang terbentuk merupakan gas O2 dan saat diuji dengan
kertas lakmus dihasilkan bahwa KNO3 bersifat asam karena kertas lakmus merah tidak
berubah warna. Selanjutnya padatan CU(NO3)2 dipanaskan menghasilkan gas yang
berwarna putih, yang merupakan perpaduan gas NO2 dan O2. Padatan CU(NO3)2
awalanya berwarna biru setelah dipanaskan menjadi biru pekat. Hal ini karena senyawa
yang terbentuk merupakan senyawa kompleks akibat adanya unsur Cu yang merupakan
senyawa kompleks akibat adanya unsur Cu yang subkulit d-nya tidak terisi penuh
sehingga membentuk senyawa berwarna. Dalam eksperimen ini, nitrat (NO 3) direduksi
menjadi nitrit (NO2) sehingga nitrogen bertindak sebagai oksidator karena mengalami
penurunan biloks. NO2 dapat larut dalam air membentuk asam nitrat dan nitrit sehingga
menyebabkan gas yang diuji menghasilkan sifat asam.

35

Eksperimen ketiga larutan HNO3 2 M (bening) direaksikan dengan larutan


NaOH menghasilkan warna larutan yang tetap bening. Berikut persamaa reaksi yang
terbentu :
HNO3 (aq) + NaOH (aq)
NaNO3 (aq) + H2O (l)
Setelah dipanaskan dan ditambahkan dengan logam Al, logam Al tidak dapat larut. Hal
ini dikarenakan terdapat air (H2O) sehingga logam Al sukar bereaksi dengan
sempurna. Gas yang terbentuk dari eksperimen ini merupakan gas dari nitrogen yaitu
NH3. Perubahan biloks yang terjadi adalah +5 dari NO3- menjadi -3 dari NH3, ketika
bereaksi dengan unsur yang lebih elektropositif, biloks nitrogen menjadi negatif.
Percobaan kedua atau yang terakhir yaitu reaksi redoks asam nitrit. Pertamatama H2SO4 didinginkan terlebih dahulu agar partikel-partikelnya lebih besar sehingga
dapat mudah bereaksi. Pada percobaan ini larutan dibagi menjadi 3 bagian. Tabung I
H2SO4 dingin direaksikan dengan NaNO3 menghasilkan larutan berwarna bening dan
setelah dipanaskan tetap bening. Persamaan reaksi yang terbentuk adalah :
HNO2 (aq)
2NO2 (g) + H3O+ (aq) + NO3- (aq)
Dalam reaksi ini nitrogen mengalami dua reaksi yaitu oksidasi dan reduksi. Reaksi ini
disebut reaksi disproporsionasi dimana asam nitrat (HNO 2) berepran sebagai oksidator
dimana biloks meningkat. Tabung ke II ditambahkan KI 10 % menghasilkan warna
larutan bening. Seharusnya warna larutan yang terbentuk berwarna orange kekuningan
yang akan menjadi coklat karena merupakan warna iodine dalam larutan. Hal ini
terjadi karena pada saat pengambilan H2SO4 para praktikan terlalu dibiarkan lama di
udara bebas, sehingga reaksi yang terjadi tidak maksimal ataupun tidak terjadi. Pada
tabung ke III ditambahkan larutan KMnO 4 menghasilkan larutan berwarna ungu
namun kembali bening.dalam tabung ini asam nitrat mereduksi MnO4+ menjadi Mn2+,
sementara HNO3 (+3) tereduksi menjadi NO3 (+5). Dalam reaksi ini nitrit tidak
mengalami disproporsionasi karena sifat MnO4- yang bertindak sebagai oksidator kuat
sehingga langsung mengoksidasi nitrit.
H. KESIMPULAN
Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa :
1. Reaksi redoks asam nitrat dan garam nitrat dapat dilakukan melalui reaksi antara
tembaga dengan HNO3 pekat juga encer, KNO3 padat dan Cu(NO3)2 padat yang
dipanaskan serta HNO3 yang ditambahkan NaOH dan Al dimana akan merubah
biloks yang terbentuk sesuai senyawa yang terbentuk yaitu +5, +4, +3, +2, +1, 0,
2.

-1, -2 dan -3 yang merupakan biloks nitrogen dari reaksi redoks.


Asam nitrit karena mudah mengalami penguraian dapat dibuat melalui H2SO4 yang
ditambahkan NaNO2, dimana untuk mengetahui perubahan biloks HNO 2 dapat
36

dilakukan reaksi antara HNO2 dengan KI serta HNO2 dengan KMnO4. KMnO4
sebagai oksidator kuat membuat bilangan oksidasi nitrogen naik dari +3 menjadi
+5.

DAFTAR PUSTAKA
Mukaromah, Luluk, dkk. 2013. Pengaruh Sumber dan Konsentrasi Nitrogen terhadap
Pertumbuhan dan Perkembangan Biji Dendrobium laxiflorom J.J Smith secara
In Vitro. Surabaya : Institut Teknologi Sepuluh November (ITS).
Partana, Crys Fajar, dkk. 2008. Common Text Book Kimia Dasar 2. Yogyakarta : UNY.
Patti, P.S, dkk. 2013. Analisis Status Nitrogen dalam Kationnya dengan Serapan N oleh
Tanaman Padi Sawah di Desa Waimitas. Ambon : Universitas Pattimura.
Saito, Taro. 2008. Kimia Anorganik I. Tokyo : Wanny Publisher.
Sunardi. 2006. 116 Unsur Kimia Deskripsi dan Pemanfaatannya. Bandung : PT. Yrama
Widya.

37