Anda di halaman 1dari 9

EKSTRAKSI SEDERHANA NIKOTIN DALAM TEMBAKAU

I.

Tujuan Percobaan
Mengekstrak nikotin dari Tembakau kering dan mengujinya secara kualitatif maupun
kuantitatif.
II.

Alat dan Bahan


Alat yang digunakan :
- Kaca arloji
- Pipet ukur
- Bola karet
- Spatula
- Pipet tetes
- Gelas kimia
- Erlenmeyer
- Corong
- Corong pisah
Bahan yang digunakan :
- Tembakau kering
- NaOH 20 %
- HCl 0,01 N
- H2SO4 2M
- Potreleum

III.

Dasar Teori

Nikotin merupakan suatu cairan alkaloid berwarna kuning pucat hingga coklat tua yang
ditemukan dalam tanaman Solanaceae. Kadar nikotin merupakan kunci untuk menentukan
kualitas tembakau. Banyak faktor yang memengaruhi kadar nikotin ini, yaitu jenis tembakau,
jenis tanah, kadar nitrogen tanah, tingkat kematangan tembakau, dan masa penguningan. Nikotin
bersifat higroskopis, dapat bercampur dengan air pada suhu di bawah 60 C, sangat larut dalam
alkohol, kloroform, eter, kerosin, dan sejenisnya (Tassew 2007).Senyawa ini terdapat sekitar 0.63 % dalam tembakau kering. Senyawa ini dibentuk selama biosintesis yang berlangsung di akar
dan terakumulasi di daun.
Nikotin(C10H14N2)merupakan senyawa organic alkaloid, yang umumnya terdiri dari
Karbon, Hydrogen, Nitrogen dan terkadang juga Oksigen. Senyawa kimia alkaloid ini memiliki
efek kuat dan bersifat stimulant terhadap tubuh manusia.Konsentrasi Nikotin biasanya sekitar 5%

dari per 100 gram berat tembakau. Sebatang rokok biasanya mengandung 8-20 mg Nikotin,
walaupun tentu saja, sangat bergantung pada merk rokok tersebut. Jika anda perokok, ketahuilah,
tubuh kita menyerap 1mg Nikotin untuk satu batang rokok yang dihisap
Layaknya zat additive lainnya, ada beberapa cara bagi Nikotin untuk terserap dalam tubuh
manusia, yaitu melalui: kulit, Paru-paru, Mucous membranes (maaf, saya tidak tau bahasa
indonesianya, tapi contoh mucous membrane misalnya pada bagian dalam mulut, atau lapisan
dalam hidung kita). Setelah terserap melalui salah satu cara diatas, Nikotin akan masuk ke dalam
system peredaran darah menuju ke otak dan diedarkan ke seluruh system tubuh.
Merokok, atau proses inhalasi, adalah cara yang paling umum dan tercepat bagi Nikotin
untuk terserap dalam darah. Paru-paru kita mengandung banyak alveolus. Alveolus adalah
semacam kantung kecil, tempat terjadinya pertukaran antara udara kotor dan bersih yang kita
hisap. Setelah berada dalam system peredaran darah, Nikotin dengan cepat akan sampai ke otak,
dan bereaksi dengan sel-sel otak sehingga terciptalah perasaan nyaman tersebut. Dibutuhkan 515 detik setelah setelah hisapan pertama bagi Nikotin untuk bereaksi dalam tubuh (otak) kita.
Dalam satu kali merokok, kira-kira 0,031 mg Nikotin yang akan tertinggal dalam tubuh
manusia.Nikotin sangat mempengaruhi dan dapat mengubah fungsi otak dan tubuh kita. Nikotin
membuat si perokok merasa relaks dan kemuadian merasa lebih energik dan bersemangat, atau
sebaliknya. Efek ini umum dikenal sebagai biphase effect. Sialnya, semakin sering seseorang
merokok, akan semakin merasa ketagihan dan bertambah pula dosis yang akan kita gunakan.
Alkaloid merupakan golongan metabolit sekunder tumbuhan yang terbesar. Pada umumnya
alkaloid mencakup senyawa bersifat basa yang mengandung satu atau lebih atom nitrogen baik
sebagai bagian dari sistem heterosiklik atau bukan bagiannya. Alkaloid biasanya tanwarna,
sering kali bersifat optis aktif, kebanyakan berbentuk kristal, tetapi hanya sedikit yang berupa
cairan (misalnya nikotina) pada suhu kamar (Harborne 2006). Alkaloid dapat dikelompokan
menjadi alkaloid sesungguhnya, protoalkaloid, pseudoalkaloid. Alkaloid sesungguhnya adalah
racun, menunjukan aktivitas fisiologi yang luas, dan biasanya terdapat dalam tanaman sebagai
garam asam organik. Protoalkaloid merupakan asam amino yang relatif sederhana dengan
nitrogen asam amino tidak terdapat dalam cincin heterosiklik. Pseudoalkaloid tidak diturunkan
dari prekursor asam amino. Senyawa ini biasanya bersifatbasa. Ada dua seri alkaloid yang
penting dalam kelas ini, yaitu alkaloid stereoidal dan purin.
Ekstraksi adalah mengambil suatu zat terlarut dari dalam larutan air oleh suatu pelarut
yang tak dapat bercampur dengan air sehingga dapat dipisahkan. Metode untuk melakukan
ekstaksi yaitu marseri, perkolasi, refluks, sokletasi, dan destilasi uap. Zat yang paling banyak
terkandung di dalam tembakau adalah nikotin yang marupakan golongan alkaloid. Alkaloid
merupakan golongan metabolit sekunder tumbuhan yang terbesar. Pada umumnya alkaloid
mengandung senyawa bersifat basa yang mengandung satu atau lebih atom nitrogen baik sebagai
bagian dari sistem heterosiklik atau bukan bagiannya.

IV.
Langkah Kerja
1. Keluarkan tembakau dari dalam rokok, lalu timbang sebanyak 1gr dan masukkan ke
dalam gelas kimia.
2. Tambahkan 1ml NaOH 20% lalu amati.
3. Tambahkan 10ml methanol lalu amati.
4. Tambahkan 10ml petroleum lalu amati.
5. Tutup gelas kimia lalu di aduk.
6. Diamkan selama 1 jam.
7. Pisahkan ekstrak.
Analisa Kualitatif
1. Sebanyak 0,5 ekstrak tembakau + 1 tetes H2SO4 pekat sampai terbentuk garam coklat.
2. Sebanyak 0,5 ekstrak tembakau + 1 tetes HCl pekat sampai terbentuk garam coklat.
Analisa Kuantitatif
1. Larutan ekstrak rokok di pipet 1ml dimasukkan ke dalam Erlenmeyer.
2. Tambahkan 2 3 tetes metal merah, dan lakukan titrasi dengan HCl 0,1 N sampai analit
berubah menjadi warna merah

V.

Data Pengamatan
-

Ekstraksi nikotin

NO
1

Perlakuan
1gram tembakau

Pengamatan
Tembakau dikeluarkan dari rokok lalu di
timbang sebanyak 1 gr

2.

Tambahkan 1ml NaOH 20 %

Penambahan basa bertujuan untuk


menggaramkan asam di dalam nikotin

3.

Tambahkan 10ml methanol

Penambahan methanol bertujuan untuk


melarutkan nikotin di dalam tembakau

4.

Tambahkan 10ml petroleum

Petroleum akan mengekstrak nikotin di


dalam tembakau lalu akan berbentuk 2
lapisan

5.

Pisahkan lapisan atas karena itulah ekstrak


dari nikotin, ekstrak yang kami dapatkan
sebanyak 4,8ml atau 3gram

Diamkan 1 jam

NO
1.

2.

Pengamatan kualitatif
Perlakuan
0,5ml ekstrak + beberapa tetes H2SO4
pekat

Pengamatan
Ekstrak berubah menjadi warna coklat dan
warna kuning

0,5 ml ekstrak nikotin ditambahkan


dengan beberapa tetes HCl pekat

Ekstrak berubah menjadi warna coklat dan


warna kuning pucat

NO

Pengamatan kuantitatif
Penentuan kadar nikotin
Volume Analit

1.
2.
3.

VI.

Volume Titran

1ml
1ml
1ml

2ml
25ml
2ml

Perhitungan
Pengenceran NaOH
M1 V1
= M2 V2
60% V1
= 20% 50ml
100
ml
V1
=
6
V1

= 17ml

Pembuatan larutan stanar HCl 0,1 N


M2

1000
BM
kg
. 1000
l
kg
36,5
mol

0,37 .1,19
M2

Pengamatan
Ekstrak + metal red
Kuning
+ titrasi HCl 0,1 N
Merah pudar

M2

= 12,06

N2

= M.n

N2

mol
l

12,06

mol
ek
.1
l
mol

12,06

ek
l

N2

N2

= 12,06 N

N1 V1

= N2 V2

0,1 N . 20ml = 12,06 N V2


V2

= 2ml

Penentuan kadar nikotin secara teori


Nikotin biasanya sekitar 5% dari per 100 gram berat tembakau.
Penentuan kadar nikotin secara praktikum
%nikotin

N titran .V titran . BEnikotin


gr sampel

0,1
=

ek
gr
.0,0021 l . 498,4
l
ek
x 100
1 gr

= 10,46 %
Komposisi nikotin dalam tembakau kering adalah sebesar 10,46

V.

ANALISA DATA

Dari percobaan ektstraksi sederhana nikotin dalam daun tembakau, dapat dianalisa bahwa
tujuan dari praktikum ini untuk menentukan kadar nikotin dalam daun tambakau kering.
Mula-mula keluarkan 1 gr tembakau dari dalam rokok lalu masukan kedalam gelas kimia.
1ml NaOH 20% ditambahkan ketembakau kering. Penambahan basa ini bertujuan untuk
menggaramkan asam yang tergatung dengan nikotin yang terdapat dalam tembakau karena
nikotin umumnya tergabung dengan asam yang terdapat dalam tubuhan. Kemudian dilanjutkan
dengan menambahkan petroleum eter 10ml . Petroleum eter bertujuan untuk mengekstrak nikotin
dari tembakau kering. Diamkan selama 1 jam dalam corong pisah.
Terdapat 2 lapisan antara petroleum eter dan basa NaOH. Nikotin yang telah ter bebas dari
asam dan larut dalam pelarut petroleum eter. Ekstraksi yang diperoleh dari ekstraksi nikotin
sebanyak 4,8 ml.
Ekstrak inilah yang akan digunakan untuk menguji pengamatan kualitatif dan kuantitatif.
Dalam pengamatan kualitatif akan terlihat keberadaan alkoloid dalam tembakau kering yang
diuji dengan menambahkan ekstrak dengan beberapa tetes H2SO4 pekat. Dari pengujian ini,
ekstrak berubah warna menjadi warna coklat dan warna kuning, ini terbukti bahwa sample
menunjukan hasil positif keberadaan al-koloid.
Dalam pengamatan kuantitatif, akan diketahui kadar nikotin dalam sampel dengan
melakukan titrasi. Titrannya adalah 0,1 N HCL dan analitnya adalah ekstrak niotin. Analit akan
berubah warna menjadi warna merah pucat. Kadar nikotin yang kami dapatkan sebesar 10,46%.

VIII. KESIMPULAN
- Nikon yang merupakan suatu cairan alkoloid berwarna coklat.
- Data yang diperoleh dari percobaan:
V analit

= 1 ml

V titran rata-rata

= 2,1 ml

% nikotin

= 10,46

Daftar Pustaka
www.GOOGLE.com
http://ayuayurahayu.blogspot.com/2012_11_01_archive.html?m?=0

Bola karet

Pipet ukur

Pengaduk

spatula

Corong pemisah

Erlenmayer

Gelas kimia

Kaca Arloji
Gambar Alat

LAPORAN TETAP KIMIA SATUAN PROSES


EKSTRAKSI SEDERHANA NIKOTIN DALAM TEMBAKAU

D
I
S
U
S
U
N
OLEH:
Aan Harianto

(061440410765)

Agrivina Abel Novira

(061440410766)

Ahmad Buhori

(061440410768)

Desi Nurmala Sari

(061440410771)

Jogi Abednego Samosir

(061440410775)

Navani Dwi Nuris

(061440410779)

Yosirham Abu Salam

(061440410789)

Kelompok 1 ( 2 EGA)
Dosen Pembimbing: Ir. Fatria, M.T

POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA


Tahun Akademik 2015

Ir. Fatria, M.T