Anda di halaman 1dari 19

LAPORAN PENDAHULUAN

Inventarisasi & Pemetaan Jaringan Irigasi di Provinsi Kalimantan Utara

Summary Laporan Pendahuluan

Latar Belakang
Latar belakang pelaksanaan
Pekerjaan, maksud & tujuan,
Lingkup kegiatan, sasaran
pekerjaan

Gambaran Umum
Gambaran umum lokasi
Pekerjaan

Pendekatan & Metode


Pendekatan dan metode
Pelaksanaan pekerjaan

Rencana kerja
Rencana pelaksanaan
Pekerjaan dan Organisasi
Pelaksanaan pekerjaan

01

03

Permasalahan tentang
pengelolaan dan pemeliharaan
irigasi dititikberatkan pada issue
penyusunan strategi yang terpadu
dan terencana berdasarkan
informasi yang akurat

Ancaman terbesar bagi


kelestarian lahan pertanian
pangan di KalimantanUtara saat
ini terkait alih fungsi untuk
sektor perkebunan (sawit) dan
sektor pertambangan (batu
bara).

02

Ancaman terus berkurangnya


lahan pertanian potensial akibat
alih fungsi lahan terjadi di
berbagai daerah, termasuk
Kalimantan Utara

05
Diperlukan adanya inventarisasi
daerah irigasi dan potensi daerah
irigasi sebagai landasan rencana
pengelolaan jaringan irigasi dan
sumber air di masa mendatang
dengan harapan adanya
peningkatan pendapatan petani,
peningkatan perekonomian dan
kesejahteraan sosial serta
mendukung pemerintah terkait
dengan program ketahanan pangan

04
Isu ketahanan pangan menjadi isu
yang sensitif di negara kita yang
memiliki jumlah penduduk yang
sangat besar, dimana sering terjadi
gejolak di masyarakat terkait
kelangkaan maupun naiknya harga
pangan

MAKSUD
Maksud dilaksanakannya pekerjaan ini adalah melakukan Inventarisasi dan
Pemetaan Jaringan Irigasi di Provinsi Kalimantan Utara untuk mendapatkan data
daerah irigasi dan memetakan seluruh bangunan pengairan yang telah dilakukan
antara lain: bendung, saluran primer, saluran sekunder, saluran tersier dan
bangunan pelengkap lainnya

TUJUAN
Sedangkan tujuan diadakannya paket kegiatan ini adalah untuk mendapatkan
suatu luasan potensi irigasi yang akan dikembangkan baik irigasi air permukaan,
irigasi rawa dan irigasi tambak

MANFAAT PEKERJAAN (OUTCOMES)


a.
b.

Mengoptimalkan manfaat sesuai dengan kondisi awal (perencanaan)


sehingga hasil yang didapatkan sesuai dengan yang diharapkan.
Memberikan rekomendasi terkait pengembangan daerah irigasi (apabila
memungkinkan).

Undang-undang Nomor. 7 Tahun 2004 Tentang Sumber Daya Air


Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor. 42 Tahun 2008
Tentang Pengelolaan Sumber Daya Air
Permen PU Nomor 30 Tahun 2007 Tentang Pengembangan dan
Pengelolaan Sistem Irigasi.
Permen PU Nomor 32 Tahun 2007 Tentang Pengembangan dan
Pengelolaan Sistem Irigasi Partisipasif (PPSIP)
Permen PU Nomor 32 Tahun 2007 Tentang OP Jaringan Irigasi

Terpetakannya jaringan irigasi berdasarkan Kepmen 293 tahun 2014 beserta


sarana dan prasarana irigasi.
Adanya rekomendasi terkait dengan kinerja daerah irigasi yang ada, baik
kondisi saat ini maupun untuk pengembangan
Terbaharuinya (update) buku manual OP bangunan utama beserta jaringannya.

Terinventarisasinya Daerah irigasi beserta sarana dan prasarana irigasi

Mendapatkan data-data posisi, jumlah, dimensi, jenis, kondisi dan fungsi asset
irigasi pada masing-masing Daerah Irigasi

Pengumpulan data awal

Pekerjaan investigasi
Kesuburan tanah, Ketersediaan Air(secara kualitas
dan kuantitas), Populasi sawah, petani (tersedia dan
kemauan), Arahan terhadap pemasaran produksi,
Jaringan jalan, Banjir dan genangan

dari berbagai studi terkait tentang desain dan


pelaksanaan bendung beserta jaringan irigasi, data
teknis bendung, data sosial ekonomi secara umum
termasuk data kependudukan, sosial budaya, dan
data terkait lainnya

Mengevaluasi kondisi DI

Inventarisasi

ditinjau dari segala aspek yang mempengaruhinya


Membuat rekomendasi teknis terkait hal tersebut &
Membuat laporan sesuai dengan yang
dipersyaratkan

Terkait dengan bangunan dan jaringan irigasi yaitu


tentang kepemilikan lahan, tata guna lahan yang
ada, pengembangan daerah irigasi

Pengukuran topografi

Rekomendasi dan Pelaporan

Pengukuran topografi apabila tidak terdapat data


bangunan dan jaringan yang jelas an lengkap

Membuat rekomendasi teknis terkait hal tersebut.


Membuat laporan sesuai dengan yang dipersyaratkan

Provinsi Kalimantan Utara merupakan


Provinsi ke-34 di Indonesia dan
merupakan provinsi termuda dari
seluruh Provinsi yang ada di
Indonesia. Provinsi Kalimantan Utara
terdiri dari 4 Kabupaten 1 Kota yaitu :
1.
Kabupaten Bulungan
2.
Kabupaten Malinau
3.
Kabupaten Nunukan
4.
Kabupaten Tana Tidung
5.
Kota Tarakan
Letak geostrategis Provinsi
Kalimantan Utara berbatasan dengan :
Batas Utara :
Negara
Malaysia Bagian Sabah
Batas Selatan
:
Kabupaten Kutai Barat, Kutai
Timur, Kutai Kertanegara dan
Kab. BerauProvinsi Kaltim
Batas Timur :
Laut
Sulawesi
Batas Barat :
Negara
Malaysia Bagian Serawak

15

SOSIAL EKONOMI

Kependudukan

Pada saat terbitnya Undang Undang Nomor 20 Tahun 2012 jumlah penduduk Provinsi
Kalimantan Utara berjumlah + 692.163 jiwa, dengan kepadatan penduduk + 10 Jiwa/Km. Pada
November 2013, maka terjadi peningkatan jumlah penduduk sebesar 30.842 jiwa atau
sebesar 4,45 % jiwa sehingga jumlah penduduk menjadi sebanyak 723.005 jiwa, dengan
rincian sebagai berikut :
1. Kabupaten Bulungan
: + 150.997 jiwa
2. Kabupaten Malinau
: +83.339 jiwa
3. Kabuapaten Nunukan
: + 220.257 jiwa
4. Kabupaten Tana Tidung
: +28.439 jiwa
5. Kota Tarakan
: + 239.973 jiwa
Penduduk Provinsi Kalimantan Utara adalah heterogen (majemuk) yang terdiri dari berbagai
suku. Secara garis besar penduduk Provinsi Kalimantan Utara terdiri dari Suku Bulungan, Suku
Tidung , Suku Dayak, Suku Banjar, Suku Bugis, Suku Jawa, Suku Sunda, NTT, NTB dan lain-lain.
Etnis China

16

SOSIAL EKONOMI

Penduduk Kalimantan Utara sebagian besar bekerja pada sektor pertanian yaitu 47,60%.
Sektor kedua terbesar dalam menyerap tenaga kerja di Kalimantan Utara adalah sektor
perdagangan, hotel dan restoran yaitu sebesar 18,80%. Sektor lain yang cukup besar
peranannya dalam menyerap tenaga kerja adalah sektor jasa-jasa, baik jasa perorangan, jasa
perusahaan, dan jasa pemerintahan yaitu sebesar 12,90%, sementara penduduk yang bekerja
di sektor industri hanya sekitar 7,60% saja. Selebihnya bekerja disektor penggalian dan
pertambangan, sektor Listrik, Gas, dan Air Minum, sektor Bangunan, sektor Angkutan dan
Komunikasi, dan sektor Keuangan.

17

SOSIAL EKONOMI

Sehubungan dengan baru terbentuknya Provinsi Kalimantan Utara maka gambaran


pertumbuhan ekonomi dengan kondisi real daerah Provinsi Kalimantan Utara, akan tetapi
secara umum dapat dilihat pertumbuhan ekonomi dan PDRBnya dengan cara mengacu Buku
PDRB Provinsi Kalimantan Timur dan dipilih untuk 5 daerah yang ada di Provinsi Kalimantan
Utara maka dapat dikatakan bahwa pada akhir tahun 2012 sebagai berikut :
Pertumbuhan Ekonomi
: + 3,95 %,
PDRB Tanpa Migas ( harga berlaku)
: + Rp. 16,9 Trilyun
PDRB dengan Migas (harga berlaku)
: + Rp. 18,3 Trilyun
Income Perkapita
: + Rp.2.150.000/bln
Angka kemiskinan
: + 11,01 %

19
Kode

Uraian

Data

A. Lokasi
A1
A2

Nama Daerah Irigasi


Desa

A3

Kecamatan

Kecamatan tunggal, Lintas Kecamatan :


1. .... Dst

A4

Kabupaten

Kabupaten tungga l, Lintas Kabupaten :


1. .. dst

A5
A6
A7
C2

Luas Potensial (ha) (rencana awal)


Luas Aktual (ha)
Luas Terairi (ha)
Lokasi Bangunan Ukur

C3

Saluran Drainase Tersier

Saluran Drainase Akhir

Tipe Saluran Drainase

Desa Tunggal, Lintas Desa : (sebutkan)


1. .... dst

Pintu Intake
Bagi Sadap Sekunder
Sadap Tersier
Ada
Ada tak memadai
Tidak ada
Ada
Ada tak memadai
Tidak ada
Saluran buatan
Saluran alami

20

Kode
Uraian
D. Alokasi Air dan Distribusi
D1
Cara permintaan pemberian air

D2

Frekwensi penetapan pemberian Air

E. Pola Tanam dan Tata Tanam


E1
Pola Tanam

E2

Tata Tanam

Data
Atas dasar permintaan
Mengalir sesuai kebutuhan
Mengalir bebas
Harian
Mingguan
Sepuluh harian
Dua kali sebulan

Padi-padi-padi
Padi-padi-palawija
Padi-palawija-palawija
Palawija-palawija-palawija
Lainnya
Tanaman tunggal
Diversifikasi

10

21
No. Indikator

Pernyataan Pengukuran

1.1.

Kondisi Infrastruktur Dinyatakan dengan kriteria


kerusakan dan peringkat
nilainya

1.2.

Fungsi Infastruktur

Kriteria

Peringkat Nilai

Tidak ada kerusakan berarti.


Kerusakan ringan tanpa meng-ganggu fungsi.
Kerusakan sedang sudah mulai mengganggu
fungsi.
Kerusakan berat menyebabkan bangunan tak
berfungsi

Bangunan masih dapat ber-fungsi dengan baik tanpa


Dinyatakan dengan kriteria
fungsi dan peringkat nilainya. gangguan.
Gangguan fungsi relatif kecil.
Fungsi bangunan sudah mulai terganggu agak berat.
Bangunan tak berfungsi.

1.3.

1.4.

1.5.

Kesesuaian tata letak Dinyatakan dengan kriteria


Infrastruktur
kesesuaian dan peringkat
nilainya.

Bangunan sesuai tata letak-nya.


Bangunan tak sesuai dengan tata letaknya.

Keterangan

1
2
3
4

Mengamati langsung dengan


melakukan penelusuran jaringan
irigasi (PJI), data dicatat lengkap
dengan nomenklatur terhadap
bangunan utama.
Usulan rehabilitasi/jenis perbaik-an
Biaya, dll.

1
2
3
4

Mengamati langsung dengan melakukan


penelusuran jaringan irigasi (PJI), data
dicatat lengkap dengan nomenklatur
terhadap bangunan utama serta sebabsebab terjadinya gangguan, fungsi.
Usulan teknis Lain-lain

2
Kemudahan O&P Infra- Mudah tidaknya pelak-sanaan Bangunan mudah untuk di O&P oleh siapa saja.
1
struktur
O&P Infra-struktur, baik oleh Bangunan mudah di O&P oleh petugas pemerintah tetapi sukar 2
petugas pemerintah maupun oleh petani.
3
Bangunan mudah dioperasikan tetapi sukar dipelihara oleh
petani.
petugas terdidik maupun petani.
4

Frekuensi kalibrasi
alat-alat ukur.

Sering tidaknya alat-alat ukur


yang ada dikalibrasi.

Bangunan mudah dioperasikan tetapi sukar dipelihara oleh


petani.
Bangunan sukar di O&P baik oleh petugas maupun petani.

Alat ukur dikalibrasi setiap 1-5 tahun sekali.


Alat ukur tidak pernah dikalibrasi.

1
2

22
No. Indikator
1.6.

1.7.

1.8.

1.9.

Pernyataan Pengukuran

Indeks Pengaliran Air (IPA) Nilai IPA merupakan pernyataan


ketepatan penyediaan air irigasi
terhadap rancangbangun.
Nilai IPA dapat di-nyatakan
dengan nilai merata,
Derajat keterpenuhan
Nilai DPAR merupa kan
pengaliran air relatif (DPAR) pernyataan ke tepatan
manajemen irigasi ter-hadap per
hitungan kebutuhan air yang
ditargetkan.
Nilai DPAR dapat di- nyatakan
dengan nilai merata, nilai
maksimum dan nilai minimum per
tahun atau per musim.
Indeks luas tanam.
Indeks luas tanam merupakan
pernyataan hubungan nisbah
antara areal yang dapat di-tanami
dalam satu tahun relatif terhadap
luas layanan irigasi total.
Indeks luas terairi.
Indeks luas terairi me-rupakan
pernyataan hubungan nisbah
antara areal yang dapat diairi
dalam satu tahun relatif terhadap
luas layanan irigasi total.

Kriteria

Peringkat Nilai

Keterangan

100 %
75 100 %
50 75 %
< 50 %

1
2
3
4

Debit aktual & Debit rancang bangun


saluran pertahun.

100 %
75 100 %
50 75 %
< 50% / > 100%

1
2
3
4

Debit aktual dan debit target


pertahun.

100 %
75 100 %
50 75 %
< 50 %

1
2
3
4

100 %
75 100 %
50 75 %
< 50 %

1
2
3
4

Data luas tanam tahunan dan luas


layanan irigasi total dapat
dikumpulkan dari kantor
pengamatan atau cabang dinas
Pengairan / Balai.
Data luas layanan terairi tahunan
dan luas layanan irigasi total dapat
dikumpulkan dari kantor
pengamatan atau cabang dinas
pengairan/Balai.

11

23

No. Indikator
2.1.

2.2.

2.3.

Pernyataan Pengukuran

Nama Organisasi
Pengelola

Pelatihan

Luas Layanan P3A.

Kriteria

Peringkat Nilai

Merupakan nama orga-nisasi


yang ber tanggung jawab
untuk mengelola Jaringan
Irigasi / Daerah Irigasi yang
diaudit secara legal.

Ada.

Menyatakan upaya pihak


manajemen guna
meningkatkan mutu sumber
daya manusia untuk
melakukan mana-jemen
irigasi berdasar-kan
pelayanan.

Teknik irigasi, organisasi dan 1


usaha tani.
Teknik irigasi dan organisasi. 2
Teknik irigasi dan usaha tani.
Organisasi & usaha tani.
3
Usaha tani.

Luas layanan baku P3A.

>150
100 150
50 100
50

Keterangan

Tidak Ada
2

4
5
1
2
3
4

Dilihat dari buku inventarisasi


P3A.

24

Indikator

Definisi

1.1.

Kondisi Infrastruktur

1.2.

Fungsi Infrastruktur

1.3.

Kesesuaian tata
struktur

1.4.

Kemudahan infrastruktur
dioperasikan & dipelihara.

letak infra

Spesifikasi Data

Kondisi terukur infrastruktur yang menyatakan


tingkat kerusakan infra struktur dalam
menjalankan fungsinya untuk keperluan
pelayanan penyediaan air irigasi dan tata
letaknya terhadap bangunan utama.
Fungsi terukur infrastruktur untuk melayani
penyediaan air irigasi.
Pernyataan kondisi infrastruktur harus
dilengkapi dengan nomenklatur infra struktur
serta letaknya relatif terhadap bangunan
utama.
Sesuai tidaknya tata letak infrastruktur
terhadap fungsi (lokasi dan elevasi) pelayanan
penyediaan air irigasi.
Mudah tidaknya infrastruktur dioperasi- kan
dan dipelihara oleh tenaga kerja pelaksana O &
P baik Pemerintah maupun petani.

12

Tingkat kerusakan infrastruktur & letak relatifnya


terhdap bangunan utama.

Fungsi infrastruktur untuk melayani penyediaan air


irigasi.

Sesuai atau tidaknya tata letak ba- ngunan terhadap


fungsinya dalam proses pengelolaan air irigasi.
Pernyataan kemudahan atau ke rumitan pelaksanaan
O&P oleh tenaga kerja pelaksana O&P baik
Pemerintah maupun petani.

25

Indikator

Definisi

1.6.

Indeks Pengaliran Air (IPA).

IPA = Qa/ Qr

1.7.

Derajat Keterpenuhan
Pengaliran Relatif (DPAR)

DPAR = Qa/Qt

1.8.

Qa
:
Debit Aktual (l/dt)
Qr
:
Debit Rancangbangun (l/dt)
Qa
:
Debit Aktual (l/dt)
Qt
:
Debit Target = Debit Perhitungan Kebutuhan Air (l/dt)
AI
:
Luas lahan beririgasi yang
tertanami (ha)
:
Luas total lahan beririgasi (ha)
At
Ar
:
Luas lahan beririgasi yang
terairi (ha)
:
Luas total lahan beririgasi (ha)
At

Indeks Luas Tanam


ITT = AI/At

1.9.

Spesifikasi Data

Indeks Luas Lahan Terairi


ITR = Ar/At

26

Indikator
2.1.

Nama Organisasi Pengelola


Irigasi di Jaringan Utama

2.2.

Pelatihan

2.3.

Luas Layanan P3A

2.4.

Tingkat pengambilan air tak


sesuai rencana

2.5.

Keandalan (reliability)

Definisi

Spesifikasi Data

Merupakan nama organisasi yang bertanggung Nama organisasi pengelola daerah irigasi yang
jawab untuk mengelola jaringan irigasi /
diaudit. Apabila DI sudah diserahkan maka
daerah irigasi yang diaudit.
dituliskan nama GP3A / IP3A. Apabila belum
diserahkan disebutkan nama pengelola DI
bersangkutan misalnya kepengamat an atau Cabang
Dinas.
Pelatihan adalah proses peningkatan
Data tentang macam pelatihan apa saja yang telah
ketrampilan (skill) ataupun pengetahuan
diterima oleh staf, tenaga teknis dan tenaga
seseorang melalui proses pembelajaran tak
administrasi pengelola irigasi yang diaudit.
formal.
Luas layanan yang tercatat dalam buku
Luas layanan masing-masing tersier.
inventarisasi atau rancang bangun.
SI1
:
Jumlah bocoran dan sadap
n
SI i

liar
pada
ruas
ke
I

Pi

i 1
P
:
Panjang saluran
PL
n
n
:
Jumlah ruas saluran

Ketepatan jumlah = DPAR


Ketepatan Waktu = Tdurasi dan Tinterval

13

Jumlah pemberian air


Waktu pengamatan pemberian air

28

14

29

30

15

31

32

16

33

No.

Jenis Alat

Jumlah Alat Satuan

Mei
18-22 25-29 1-5

Juni

Juli

BULAN
Agustus

September

8-12 15-19 22-26 29-3 6-10 13-17 20-24 27-31 3-7 10-14 17-21 24-28 31-4 7-11 14-18 21-25 28-2

Oktober

Nopember

5-9 12-16 19-23 26-30 2-6

Ket

9-13

1. Alat Tulis dan Bahan Habis Pakai


Kertas HVS A4

18

Rim

Kertas HVS F4

Rim

Kertas HVS A3

Rim

Kertas Cover

Rim

Tinta Printer Hitam (Isi Ulang)

12

Buah

Tinta Printer Warna (Isi Ulang)

Rim

Tinta Printer Hitam (Catridge)

Buah

Tinta Printer Warna (Catridge)


2. Material Pemetaan

LS

Patok Titik BM

10

Buah

Patok CP

20

Buah

Patok Kayu

30

Buah

LS

3. Material Survey Sosial Ekonomi dan Budaya


Quesioner Sosek

34

17

35

No.

Jumlah Bulan
Alat /Hari

Jenis Alat

1. Perlengkapan dan Peralatan Kantor


Sewa Kantor
Sewa Komputer
Sewa Printer
2. Alat Transportasi
Kendaraan Roda 4
Kendaraan Roda 2 (Kantor)
3. Telephone/Fax/Internet
4. Peralatan Survey Pemetaan
Sewa Teodolit (TS) + Rambu Ukur
Sewa Waterpass + Rambu Ukur
Sewa GPS
5. Peralatan Investigasi Hidro-Topografi
Current meter
Echosounding
5. Peralatan Survey Investigasi Tanah Pertanian
Sewa handbor pertanian
Sewa Munsell Soil Colour Chasrt
Sewa pH Meter

1
3
3

6
18
18

1
1
1

6
2
6

1
1
2

90
90
180

1
1

30
30

1
1
1

30
30
30

Mei

Juni

18-22 25-29 1-5

BULAN
Agustus

Juli

September

8-12 15-19 22-26 29-3 6-10 13-17 20-24 27-31 3-7 10-14 17-21 24-28 31-4 7-11 14-18 21-25 28-2

Oktober

Nopember

5-9 12-16 19-23 26-30 2-6

Ket

9-13

36

BULAN

No

Keahlian/Tugas

Nama Perusahaan

MM

Mei

Juni

Juli

Agustus

September

Oktober

Nopember

18-2225-29 1-5 8-12 15-1922-26 29-3 6-10 13-1720-2427-31 3-7 10-1417-2124-28 31-4 7-11 14-1821-25 28-2 5-9 12-1619-2326-30 2-6 9-13

A
1
2
3
4
5
6
7
8
C
1
2
3
4
5

TENAGA PROFESIONAL
Team Leader
Ahli Irigasi
Ahli Geodesi
Ahli Hidrologi/Hidrolika
Ahli O & P
Ahli Sosial Ekonomi
Ahli GIS
Ahli Tanah Pertanian
TENAGA PENDUKUNG
Surveyor 1
Surveyor 2
Draftman CAD
Tenaga Lokasl Pengukuran
Tenaga Lokasl Investigasi

PT. GEODINAMIK KONSULTAN


PT. GEODINAMIK KONSULTAN
PT. GEODINAMIK KONSULTAN
PT. GEODINAMIK KONSULTAN
PT. GEODINAMIK KONSULTAN
PT. GEODINAMIK KONSULTAN
PT. GEODINAMIK KONSULTAN
PT. GEODINAMIK KONSULTAN

6
5
5
3
2
2
3
2

PT. GEODINAMIK KONSULTAN


PT. GEODINAMIK KONSULTAN
PT. GEODINAMIK KONSULTAN
PT. GEODINAMIK KONSULTAN
PT. GEODINAMIK KONSULTAN

3
3
5
2
1

18

Ket

37

II

III

KEGIATAN B : SURVEY DAN PENGUMPULAN DATA


IV
1
Persiapan Pembuatan Peta Kerja dan Jalur
Penelusuran
2
Penelusuran Jaringan Irigasi (Saluran & Bangunan)
3
Survey Pemetaan
4
Investigasi Hidro-Topografi
5
Survey Investigasi Tanah Pertanian
6
Survey Sosial Ekonomi dan Budaya
KEGIATAN C : ANALISA DATA DAN PENYUSUNAN
SISTEM INFORMASI & PEMETAAN
1. Analisis dan Evaluasi Data
a. Validasi dan Verifikasi Data
b. Analisa Fisik Jaringan
V
c. Analisa Kinerja P3A
d. Analisa Volume dan RAB
2. Evaluasi hasil Lapangan
3. Pemasukan Data Lapangan (Entry Data)
4. Proses Sistem Komputerisasi dan Pemetaan

KEGIATAN D : PELAPORAN
3.
Laporan Bulanan
Laporan Interim
4.
5.
Buku Deskripsi Bench Mark Photo
6.
Laporan Pengukuran/Topografi
7.
Laporan Hidrologi
8.
Laporan O & P
9.
Laporan Tanah Pertanian dan Sosek
10. Laporan Invoice
11. Laporan Draft Akhir
12. Laporan Akhir
13. Laporan Ex Summary
14. Gambar
KEGIATAN E : DISKUSI
2.
Diskusi Laporan Antara
3.
Diskusi Laporan Akhir

Terima Kasih

19