Anda di halaman 1dari 8

HUKUM OHM

Oleh Kelompok 6 :
Denis Veronika Fatma Utami
(14030184022)
Nur Baity
(14030184030)
ABSTRAK
Eksperimen tentang pengukuran hambatan pada resistor berdasakan hukum Ohm bertujuan untuk
Menganalisis hubungan antara arus listrik terhadap tegangan dan membandingkan nilai hambatan pada
rangkaian sederhana, seri, dan paralel. Hal ini dilakukan dengan memanipualsi arus listrik dengan
mengubah-ubah tahanan geser. Percobaan dilakukan dengan, Merangkai alat dan bahan seperti gambar
lalu mencatat hasil yang ditunjukkan pada voltmeter dan amperemeter, mengubah tahanan geser dan
mencatat kembali hasil yang ditunjukkan pada voltmeter dan amperemeter, mengulangi percobaan
dengan mengubah-ubah tahanan geser sehingga besarnya arus berubah sebanyak lima kali. Dari
percobaan ini diperoleh nilai 0 rata-rata secara analisis rumus dan grafik pada percobaan 1 yaitu 5,582
dengan ketelitian 80,11% dan 2,857x10-7 Tm/A dengan ketelitian 75,85%. Dan dipercobaan dua
diperoleh 0 baik secara analitis rumus dan grafik adalah sebagai berikut 2,319 x 10-7 Tm/a dengan
ketelitian 67,98% dan 6,246 x 10-7 Tm/A dengan ketelitian 83,03%. Hasil yang kami peroleh jauh
dari teori atau tidak sesuai denagn teori yaitu 4 x 10-7 Tm/A, karena bebrapa hal yaitu kesulitan kami
dalam menyeimbangkan neraca arus, penyangga batang yang sudah tidak stabil serta kesulitan dalam
menngukur jarak penghantar dengan mistar. Dari percobaan disebut pula bahwa semakin besar massa
yang digunakan dan jarak yang diberikan antar dua penghantar semakin besar maka akan semakin
besar arus yang dibutuhkan untuk menyeimbangkan neraca arus.

I. PENDAHULUAN
Hambatan ini tidak bisa
dihitung secara lansung menggunakan
Ohmmeter melainkan harus pada
rangkaian tertutup yang memiliki arus
listrik yang mengalir dan adanya beda
potensial. Hubungan antara arus
listrik dan tegangan menunjukkan
adanya hambatan yang didasarkan
prinsip kerja hukum Ohm. Ketika
sebuah rangkaian listrik tertutup
dialiri arus listrik, maka terjadi beda
potensial pada titik-titik hambatan.
Adapun tujuan dari percobaan
ini adalah untuk Menganalisis
hubungan antara arus listrik (I)
terhadap
tegangan
(V)
dan
membandingkan nilai hambatan pada
rangkaian sederhana, seri, dan paralel
berdasarkan pengukuran langsung,
perhitungan, dan analisis grafik.
Adapun rumusan masalah dari

percobaan ini adalah Bagaimana hubungan


antara arus listrik (I) terhadap tegangan
(V)? dan Bagaimana membandingkan
nilai hambatan pada rangkaian sederhana,
seri, dan paralel berdasarkan pengukuran
langsung, perhitungan, dan analisis
grafik?.
II. DASAR TEORI
Kenaikan tegangan pada rangkaian tertutup
akan meningkatkan besarnya rus yang
mengaliri rangkaian. Peningkatan besar
hambatan
pada
rangkaian
akan
memperkecil arus listrik. Hambatan muncul
pada
rangkaian
dikarenakan
untuk
menghubungkan antara elektron yang
dibawa oleh arus listrik dengan atom
didalam konduktor. Hambatan bernilai
konstan pada permukaan luas yang
diterapkan oleh arus atau tegangan.
Pernyataan ini dikenal sebagai Hukum
Ohm oleh Georg Simon Ohm (1789-1854).

Hukum Ohm menyatakan bahwa


besarnya arus listrik yang mengalir
melalui
sebuah
penghantar
berbanding lurus dengan beda
potensial yang diterapkan kepadanya.
Suatu penghantar sesuai hukum Ohm
bila nilai resitansi tidak bergantung
terhadap besar dan polaritas beda
potensial. Ketika tegangan atau beda
potensial diterapkan melintasi ujung
besi konduktor maka arus listrik
proporsional dengan tegangan yang
diberikan. Proporsionalitas ini, dapat
ditulis:
VI
V=R x I
di mana konstan R disebut resistensi
dari konduktor atau perbandingan
tegangan pada konduktor yang dilairi
arus, dengan satuan (). Faktorfaktor yang mempengaruhi hukum
Ohm adalah:
1.
Tegangan (V) dengan satuan
(Volt)
2.
Besar arus listrik dalam
kawat (I) dengan satuan Ampere
(A)

V R I

Jika pada rangkaian seri, arus listrik


yang mengalir pada semua resistor
memiliki besarnya sama yaitu I tot=I1=I2.
Arus yang bernilai sama ini karena muatan
yang mengalir pada R1 juga mengalir pada
R2 dengan jumlah yang sama. Beda
potensial antara titik a dan b (tegangan
jepit) diantara R1 sebesar

V R I .
1

Beda potensial antara titik c dan d


(tegangan jepit) diantara R2 sebesar

V R I .
2

Sehingga

diperoleh

persamaan:

V V 1 V 2

V IR1 IR2
V I ( R1 R2 )

Maka : Rtot R1 R2 .... Rn


Ket:
Ekuivalensi resitor pada rangkaian
seri adalah algebra penjumlahan dari
masing-masing resistor yang nilainya selalu
lebih besar daripada hambatan dalam.
Jika pada rangkaian paralel, beda
potensial yang melewati semua resistor
memiliki besar yang sama yaitu
Vtot=V1=V2. Tegangan yang bernilai sama
ini karena masing-masing hambatan
dihubungkan langsung dengan terminal
baterai. Sedangkan arus yang mengalir pada
umumnya tidak sama. Ketika muatan
mencapai titik a maka arusnya terbagi
menjadi dua bagian, yaitu I1 mengalir pada
V

R1 dengan persamaan I1 R
1
dan I2 mengalir pada R2 dengan persamaan
Gambar 1. Rangkaian listrik
tertutup
Mengaplikasikan Hukum Ohm harus
dalam bentuk rangkaian, untuk
rangkaian sederhana berlaku :

I2

V
. Jika R1 lebih besar daripada R2
R2

maka I1 lebih kecil daripada I2. Pada


umumnya muatan bergerak melewati
rangkaian yang memiliki resistansi kecil.
Karena muatan adalah kekal, arus I pada

titik a sama dengan penjumalahn arus


I1 dan I2 pada titik percabangan.
Sehingga dapat dirumuskan :
I tot I1 I 2
V V
I tot

R1
R2
1
1
I tot V (
)
R1 R2
1
1
1
Maka : Rtot R R .... R
1
2
n

Berdasarkan kajian teori di atas,


rumusan hipotesis yang dapat kami
susun adalah semakin besar tegangan
atau beda potensial, maka semakin
besar kuat arus listrik yang mengalir
pada rangkaian; semakin besar arus
listrik yang mengalir pada rangkaian,
maka semakin kecil hambatannya.
III. METODE EKSPERIMEN
1. Alat dan Bahan
a) Baterai
2 buah
b) Avometer
2 buah
c) Resistor
2 buah
d) Tahanan Geser1 buah
e) Kabel
Konektor
secukupnya
f) Tempat Baterai
1 buah
2. Ganbar Rancangan Percobaan

Gambar 2 Rangkaian Sederhana

Gambar 3 Rangkaian Seri

Gambar 4. Rangkaian Paralel


3. Variabel-variabel Percobaan
a)
Percobaan 1
Variabel manipulasi = Arus Listrik
(I)
Definisi
operasional
varibel
manipulasi : arus listrik yang digunakan
semakin besar, yang diatur dengan
menggeser
tahanan
geser
yang
dilakukan 5 kali manipulasi yaitu 0,02
A; 0,04 A; 0,06 A; 0,08 A; 0,10 A
Variabel Respon = Tegangan (V)
Definisi Operasional Variabel respon :
besarnya tegangan yang diukur atau
dilihat pada voltmeter
Variabel Kontrol = Resistor (R),
Tahanan geser
Definisi Operasional Variabel kontrol :

1. Resistor yang digunakan


memiliki hambatan sebesar 2
ohm.
2. Jarak
untuk
menggeser
tahanan geser dibuat sama,
dengan jarak 5 cm.
b)
Percobaan 2
Variabel manipulasi = Arus
Listrik (I)
Definisi
operasional
varibel
manipulasi : arus listrik yang
digunakan semakin besar, yang
diatur dengan menggeser tahanan
geser yang dilakukan 5 kali
manipulasi yaitu 0,0275 A; 0,035
A; 0,04 A; 0,07 A; 0,6 A
Variabel Respon = sama dengan
percobaan 1
Variabel Kontol = Resistor (R),
Tahanan geser
Definisi Operasional Variabel
kontrol :
1. Resistor yang digunakan
memiliki hambatan sebesar 4
ohm.
2. Jarak
untuk
menggeser
tahanan geser dibuat sama,
dengan jarak 5 cm.
c)
Percobaan 3
Variabel manipulasi = sama
dengan percobaan 1
Variabel Respon = Tegangan
(V)
Definisi Operasional Variabel
respon : besarnya tegangan yang
diukur atau dilihat dari voltmeter
pada R1, R2, Rtot.
Variabel Kontrol = Resistor (R),
Tahanan geser
Definisi Operasional Variabel
kontrol :
3. Resistor yang digunakan
memiliki hambatan sebesar 2
ohm dan 4 ohm.

4. Jarak untuk menggeser tahanan


geser dibuat sama, dengan jarak 5
cm.
d)
Percobaan 4
Variabel manipulasi = Arus Listrik
(I)
Definisi
operasional
varibel
manipulasi : arus listrik yang digunakan
semakin besar, yang diatur dengan
menggeser
tahanan
geser
yang
dilakukan 5 kali manipulasi yaitu 0,055
A; 0,075 A; 0,011 A; 0,0125 A; 0,011 A
Variabel Respon = Tegangan (V)
Definisi Operasional Variabel respon :
besarnya tegangan yang diukur atau
dilihat pada voltmeter
Variabel Kontrol = sama dengan
percobaan 3
4. Langkah-langkah Percobaan
a)
Percobaan 1
Merangkai alat dan bahan seperti
gambar 2. Mencatat hasil yang
ditunjukkan pada voltmeter dan
amperemeter.
Mengubah tahanan
geser dan
mencatat
kembali
hasil
yang
ditunjukkan pada voltmeter dan
amperemeter. Mengulangi percobaan
dengan mengubah-ubah tahanan geser
sehingga besarnya arus berubah
sebanyak lima kali, yaitu 0,02 A; 0,04
A; 0,06 A; 0,08 A; 0,10 A
Percobaan 2
Merangkai alat dan bahan seperti
gambar 2. Mencatat hasil yang
ditunjukkan pada voltmeter dan
amperemeter. Mengubah tahanan
geser dan mencatat kembali hasil
yang ditunjukkan pada voltmeter dan
amperemeter. Mengulangi percobaan
dengan mengubah-ubah tahanan geser
sehingga besarnya arus berubah
sebanyak lima kali, yaitu 0,0275 A;
0,035 A; 0,04 A; 0,07 A; 0,6 A
Percobaan 3

Merangkai alat dan bahan


seperti gambar 3. Mencatat hasil
yang
ditunjukkan
pada
voltmeter dan amperemeter.
Mengubah tahanan geser dan
mencatat kembali hasil yang
ditunjukkan pada voltmeter dan
amperemeter.
Mengulangi
percobaan dengan mengubahubah tahanan geser sehingga
besarnya arus berubah sebanyak
lima kali, yaitu 0,02 A; 0,04 A;
0,06 A; 0,08 A; 0,10 A
Percobaan 4
Merangkai alat dan bahan
seperti gambar 4. Mencatat hasil
yang
ditunjukkan
pada
voltmeter dan amperemeter.
Mengubah tahanan geser dan
mencatat kembali hasil yang
ditunjukkan pada voltmeter dan
amperemeter.
Mengulangi
percobaan dengan mengubahubah tahanan geser sehingga
besarnya arus berubah sebanyak
lima kali, yaitu 0,055 A; 0,075
A; 0,11 A; 0,125 A; 0,11A
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
Berdasarkan eksperimen tentang
penentuan besarnya tahanan dari
suatu hambatan dengan menrapkan
hukum ohm dalam rangkaian seri dan
paralel, didapat hasil sebagai berikut:
Percobaan 1
Tabel 1. Data Hasil Percobaan pada
rangkaian hukum ohm pertama
No.
1.
2.
3.
4.

V
(volt)
0.07
0.09
0.10
0.115

I
(ampere)
0.0275
0.035
0.04
0.07

5. 0.133
0.06
Untuk percobaan ini, dimana untuk
menentukan nilai tahanan pertama dengan
melakukan manipulasi terhadap tahanan
geser. Kemudian untuk mendapatkan nilai
tahanan pertama (R1) dengan persamaan
R=V/I.
Dari persamaan di atas, didapat nilai
R1 rata-rata dari lima kali percobaan yaitu
sebesar 2,28 dengan taraf ketelitian 91,98
%. Jika dari data yang didapat, dibuat
grafik hubungsn antara V dengan I yang
berpengaruh terhadap tahanan pertama
(dengan manipulasi tahanan geser) maka
akan diperoleh grafik sebagai berikut:

Dari grafik tersebut di atas dapat kita


analisis nilai tahanan pertama (R1) yaitu
sebesar 1,5 dengan taraf ketelitian 75,2
%. Nilai R1 ini didapat secara analitis
grafik, yaitu dengan persamaan: R1=1/m.
Dimana, persamaan grafik yang diperoleh
dari grafik
y = 0,644x - 0.019
R2 = 0,752
Percobaan 2
Tabel 2. Data Hasil Percobaan pada
rangkaian hukum ohm kedua
No.

(volt) (ampere)
1.
0.18
0.02
2.
0.30
0.04
3.
0.43
0.06
4.
0.54
0.08
5.
0.64
0.10
Untuk percobaan ini, dimana
untuk menentukan nilai tahanan
kedua dengan melakukan manipulasi
terhadap tahanan geser. Kemudian
untuk mendapatkan nilai tahanan
pertama (R2) dengan persamaan
R=V/I.
Dari persamaan di atas, didapat
nilai R2 rata-rata dari lima kali
percobaan yaitu sebesar 7,36
dengan taraf ketelitian 93,90 %. Jika
dari data yang didapat, dibuat grafik
hubungsn antara V dengan I yang
berpengaruh terhadap tahanan kedua
(dengan manipulasi tahanan geser)
maka akan diperoleh grafik sebagai
berikut:

Dari grafik tersebut di atas dapat kita


analisis nilai tahanan kedua (R2) yaitu
sebesar 5,8 dengan taraf ketelitian
99,70 %. Nilai R2 ini didapat secara
analitis
grafik,
yaitu
dengan
persamaan:
R1=1/m.
Dimana,
persamaan grafik yang diperoleh dari
grafik

y = 0,172x - 0.011
R2 = 0,997
Percobaan 3
Tabel 3. Data Hasil Percobaan pada hukum
ohm dalam rangkaian seri
No.

V
V1
V2
I
(volt) (volt) (volt) (ampere)
1.
0.18
0.06
0.11
0.02
2.
0.44
0.15
0.27
0.04
3.
0.68
0.23
0.42
0.06
4.
0.83
0.28
0.41
0.08
5.
1.00
0.36
0.63
0.10
Untuk percobaan ini, dimana untuk
menentukan nilai hambatan (R1) pertama
dan hambatan kedua (R2) pada rangkaian
seri dengan melakukan manipulasi terhadap
tahanan
geser.
Kemudian
untuk
mendapatkan nilai hambatan (R1) pertama
dan hambatan kedua (R2) pada rangkaian
seri dengan persamaan R=V/I dan
Rtot=R1+R2 untuk menentukan hambatan
total.
Dari persamaan di atas, didapat nilai
hambatan total rata-rata dari lima kali
percobaan yaitu sebesar 10,335 dengan
taraf ketelitian 96,09 %. Sedangkan
hambatan total dari R1 dan R2 mendapatkan
nilai rata-rata dari lima kali percobaan yaitu
sebesar 9,671 dengan taraf ketelitian
95,07 %. Jika dari data yang didapat, dibuat
grafik hubungsn antara V dengan I yang
berpengaruh terhadap hambatan total
(dengan manipulasi tahanan geser) maka
akan diperoleh grafik sebagai berikut:

Dari grafik tersebut di atas dapat kita


analisis nilai Rtot dari Itot dan Vtot yaitu
sebesar 10,15 dengan taraf
ketelitian 98,6 %. Nilai Rtot ini
didapat secara analitis grafik, yaitu
dengan persamaan: R=m. Dimana,
persamaan grafik yang diperoleh dari
grafik
y = 10,15x + 0.017
R2 = 0,986
Dan dari grafik tersebut diatas juga
dapat dianalisis Rtot dari penjumlahan
R1 dan R2 yaitu sebesar 9,55
dengan taraf ketelitian 96,3 %. Nilai
Rtot ini didapat secara analitis grafik,
yaitu dengan persamaan: R=m.
Dimana, persamaan grafik yang
diperoleh dari grafik
y = 9,55x + 0.011
R2 = 0,963
Percobaan 4
Tabel 4. Data Hasil Percobaan pada
hukum ohm dalam rangkaian paralel
No
.
1.
2.
3.
4.
5.

Untuk percobaan ini, dimana untuk


menentukan nilai hambatan (R1) pertama
dan hambatan kedua (R2) pada rangkaian
paralel dengan melakukan manipulasi
terhadap tahanan geser. Kemudian untuk
mendapatkan nilai hambatan (R1) pertama
dan hambatan kedua (R2) pada rangkaian
paralel dengan persamaan R=V/I dan
Rtot=R1.R2/R1+R2
untuk
menentukan
hambatan total.
Dari persamaan di atas, didapat nilai
hambatan total rata-rata dari lima kali
percobaan yaitu sebesar 0,912 dengan
taraf ketelitian 93,98 %. Sedangkan
hambatan total dari R1 dan R2 mendapatkan
nilai rata-rata dari lima kali percobaan yaitu
sebesar 1,3 dengan taraf ketelitian 89,94
%. Jika dari data yang didapat, dibuat
grafik hubungsn antara V dengan I yang
berpengaruh terhadap hambatan total
(dengan manipulasi tahanan geser) maka
akan diperoleh grafik sebagai berikut:

Dari grafik tersebut di atas dapat kita


analisis nilai Rtot dari Itot dan Vtot yaitu
sebesar 1,451 dengan taraf ketelitian 89,8
%. Nilai Rtot ini didapat secara analitis
V
I
I1
I2
grafik, yaitu dengan persamaan: R=m.
(volt) (ampere) (ampere) (ampere) Dimana, persamaan grafik yang diperoleh
0.06
0.055
0.035
0.016 dari grafik
0.073
0.075
0.0225
0.0275 y = 01,451x - 0.029
0.09
0.11
0.035
0.04 R2 = 0,898
0.10
0.125
0.025
0.075 Dan dari grafik tersebut diatas juga dapat
0.105
0.11
0.02
0.04 dianalisis Rtot dari penjumlahan 1/R1 dan

1/R2 yaitu sebesar 0,704 dengan


taraf ketelitian 40,6 %. Nilai Rtot ini
didapat secara analitis grafik, yaitu
dengan persamaan: R=m. Dimana,
persamaan grafik yang diperoleh dari
grafik
y = 0,704x + 0.007
R2 = 0,406
V. KESIMPULAN DAN SARAN
Berdasarkan analisis data dan
pembahasan di atas, dapat diambil
kesimpulan bahwa :
1. Pada percobaan hukum ohm
didapatkan tahanan pertama
sebesar 2,28 dan tahanan
kedua sebesar 7,364 .
Sedangkan pada perhitungan
grafik didapatkan tahanan
pertama sebesar 1,5 Dn
tahanan kedua sebesar 5,8 .
2. Hubungan antara kuat arus (I)
dan tegangan (V) berbanding
lurus.
3. Hubungan
antara
nilai
hambatan total secara teori
dan
perhitungan
pada
rangkaian seri dan paralel
sama.
Adapun saran dari penulis yakni:
1. Mengkalibrasi
multimeter,
voltmeter, dan amperemeter
sebelum
melakukan
percobaan.
2. Penelitian
eksperimen
dilakukan dengan sabar dan
hati-hati sehingga diperoleh
hasil yang
sangat teliti,
terutama pada saat membaca
skala pada alat ukur.
3. Mempergunakan
tahanan
geser yang baik sehingga
didapat nilai arus yang baik
pula.

DAFTAR PUSTAKA
Giancolli, Douglas. 2001. Fisika Jilid 2
Edisi Kelima. Jakarta : Erlangga
Halliday. 2010. Fisika dasar Jilid 2 Edisi 7.
Jakarta: Penerbit Erlangga
Tim Dosen Fisika. 2014. Panduan
Praktikum Fisika Dasar 2.Surabaya:
Unipress