Anda di halaman 1dari 17

SOAL UJI KOMPETENSI KMB

Seorang wanita (33 tahun) berobat ke Poli Penyakit dalam dengan keluhan selama 3 bulan terakhir
selalu merasa lapar dan makan kebih banyak dari biasanyanya, tetapi mengalami penurunan berat
badan sebanyak 6.5kg, tangan gemetar. Pemeriksaan fisik : suhu 38.3 oC, Nadi 110x/menit, RR
24x/menit dan tekanan darah 160/85mmHg. Pada palpasi didapatkan pembesaran kelenjar tiroid.
Hasil Lab: T3 350mg/dl dan T4 15.1mg/dl.
1.

Manakah intervensi keperawatan yang paling tepat untuk mengatasi masalah nutrisi pada kasus
di atas?
A. Anjurkan pasien untuk makan sedikit tapi sering
B. Anjurkan pasien untuk makan makanan selagi hangat
C. Anjurkan pasien untuk mengkonsumsi makanan tinggi kalori
D. Anjurkan pasien untuk mengkonsumsi makanan rendah lemak nabati
E. Anjurkan pasien untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung glukosa murni
Seorang wanita (52 tahun) datang berobat ke poliklinik DM untuk melakukan pengontrolan rutin.
Pada pemeriksaan tidak ditemukan adanya luka, gula darah sesaat 140mg/dl. Wanita tersebut
diberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan kaki.

2.

Manakah pernyataan yang menunjukan pemahaman yang tepat tentang materi yang diajarkan?
A. Saya lebih baik mengukur dan membeli sepatu di pagi hari agar mendapatkan ukuran
sepatu yang pas
B. Jika kedinginan, saya tidak menggunakan botol panas untuk menghangatkan, tetapi saya
akan menggunakan pemanas elektrik yang lebih aman.
C. Saya tidak akan berjalan tanpa alas kaki, sekalipun di dalam rumah dengan lantai
yang bersih
D. Jika saya mengalami luka pada kaki, maka perawatannya yaitu dengan cara dibersihkan
dengan alkohol dan di tutup dengan plester yang erat
E. Jika saya duduk dalam waktu yang lama, maka sebaiknya saya duduk posisi kaki
menyilang dengan lutut sebagai tumpuan
Seorang wanita (73 tahun) datang berobat ke poliklinik RSU dengan keluhan sejak seminggu
terakhir sering buang air kecil, banyak makan dan minum, tidak bertenaga dan berat badan
menurun, tidak ada riwayat DM sebelumnya. Pada pemeriksaan labooratorium didapatkan gula
darah sesaat 300mg/dl. Turgor kulit menurun, TD 100/60mmHg, Nadi 104x/menit, RR 24x/menit,
Suhu 37.5oC.

3.

Manakah penyebab langsung dari keluhan sering buang air kecil pada kasus di atas?
A. Diuresis Osmotik
B. Dehidrasi sel
C. Hiperthermia
D. Polidipsi

E. Poliphagia
Seorang wanita (60 tahun) saat ini sedang dirawat di ruang bedah post operasi pengangkatan
katarak dextra. Hasil pengkajian yang dilakukan ditemukan TD 130/70 mmHg, Nadi 86x/menit,
pernapasan 18x/menit. Pengkajian fungsi neurologi, respiratori, kardiovaskuler dan abdomen
menunjukan nilai normal.
4.

Manakah pendidikan kesehatan yang tepat bagi pasien tersebut pada fase post operasi?
A. Tidak dianjurkan untuk memakai kacamata setelah operasi
B. Jika tidur sebaiknya Ny. L berbaring pada sisi sebelah kanan
C. Boleh melakukan kegiatan mengangkat benda, maksimal 10 kg
D. Cara penggunaan tetes mata dan pelindung mata setelah operasi
E. Meningkatkan kegiatan membaca untuk mengembalikan fungsi mata
Seorang laki-laki (40 tahun) berobat ke poli penyakit dalam dengan diagnosa NIDDM, dari hasi
pengkajian didapatkan :GDS 270mg/dL, berat badan 75 kg, tinggi badan 150 cm, kebiasaan
berolahraga 2-3x seminggu, sering mengkonsumsi ikan laut dan istrinya juga menderita DM sejak
berusia 30 tahun.

5.

Manakah yang merupakan faktor risiko bagi pasien di atas sehingga menderita NIDDM ?
A. Obesitas
B. Jenis kelamin laki-laki
C. Gemar makan ikan laut
D. Kebiasaan beroahraga 2-3x seminggu
E. Riwayat keluarga : istri mengidap DM

Seorang wanita (50 tahun), dirawat di ruang Anggrek dengan keluhan sesak napas, mual dan
muntah, kulit nampak agak kekuningan, perawat menduga adanya gangguan pada hepar dan
melakukan palpasi untuk menentukan batas hepar.
6.
Manakah daerah pada abdomen yang akan dipalpasi pada pasien tersebut?
A. Kuadaran kiri bawah
B. Area Iliaka kiri
C. Kuadran Kiri atas
D. Kuadaran Kanan atas
E. Area Iliaka kanan
Seorang wanita (30 tahun) dirawat di ruang K dengan diagnosa dyspepsia. Kesadaran somnolen,
terpasang NGT. Perawat hendak memberi makan pasien ini lewat NGT, tetapi sebelumnya
perawat hendak memastikan apakah NGT masih terletak didalam lambung ataukah posisinya telah
bergeser.
7.
Manakah tindakan paling tepat yang dilakukan oleh perawat?
A. Memastikan dengan melakukan rontgen (x-ray) abdomen
B. Memastikan posisi NGT dengan melakukan USG abdomen
C. Menarik NGT keluar kemudian memasukanya kembali keposisi semula
D. Memasukan udara kedalam NGT dan mendengar bunyi menggunakan steteskop
E. Aspirasi lewat NGT menggunakan spuit secara perlahan kemudian identifikasi
jenis cairan

Seorang laki-laki (50 tahun) dirawat di bangsal interna dengan diagnosa NIDDM, dari hasil
pengkajian didapatkan : GDS 300mg/dL. Terdapat luka pada ibu jari tangan. Mengeluh selalu
merasa haus, lapar, sering kencing dan tidak bertenaga. Turgor kulit : kurang, membran mukosa
kering.
8.
Manakah masalah keperawatan yang diprioritaskan pada kasus di atas?
A. Kelelahan
B. Risiko sepsis
C. Defisit volume cairan
D. Kerusakan integritas kulit
E. Perubahan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh
Seorang laki-laki (70 tahun) masuk ke UGD 1 jam yang lalu dengan gastritis akut. Keluhan : mual,
muntah, diare. Pemeriksaan : pucat, distensi abdomen, bunyi usus menurun. Pasien ini
dipersiapkan untuk dilakukan esophagoskopi.
9.
Manakah tindakan yang dilakukan oleh perawat untuk mempersiapkan pasien tersebut?
A. Berikan perawatan mulut
B. Posisikan pasien supine dengan kepala hiperekstesi
C. Puasakan pasien selama 8-12 jam sebelum prosedur
D. Memberikan antasida 1 jam sebelum dilakukan pemeriksaan
E. Menjelaskan bahwa tindakan ini tidak akan menimbulkan rasa tidak nyaman
Seorang wanita (36 tahun) berobat ke poli penyakit dalam. Dalam 2 bulan terakhir, wanita ini
selalu merasa lapar dan makan lebih banyak dari biasanya, tetapi berat badannya berkurang 5 kg,
sulit mengontrol emosi. TD 130/80mmHg, Suhu 38 oC, nadi 120x/menit, RR 24x/menit. Ny D
didiagnosa toxic multinodular graves.
10.
Apakah penyebab pasien tersebut sering merasa lapar, makan banyak tetapi berat badannya
semakin berkurang?
A. Stress psikologis
B. Suhu badan yang meningkat
C. Peningkatan nadi dan tekanan darah
D. Ketidakstabilan emosi yang dialami pasien
E. Peningkatan metabolisme akibat hipertiroid
Seorang wanita berusia 49 tahun di rawat di ICU hari ke 4 akibat cedera kepala berat. Wanita
tersebut mengalami penurunan kesadara dengan nilai GCS 3. Akibat keadaan ini ia tidak dapat
melakukan aktifitas apapun. Segala kebutuhannya di penuhi dengan bantuan perawat dan keluarga.
11.
Berapakah skor yang tepat jika anda menilai kemampuan/tingkat aktifitas wanita tersebut?
A. 3
B. 4
C. 5
D. 6
E. 7
12.

Seorang wanita (53 tahun) dirawat di ruang Asoka karena stroke non hemoragik.
Berdasarkan pengkajian anda menemukan beberapa bagian tubuh wanita tersebut
mengalami paralisis termasuk ekstremitas kanan atas. Salah satu intervensi yang anda

lakukan adalah latihan pasif range of motion dengan memberi gerakan yang menyebabkan
sudut antara lengan atas dan lengan bawahnya semakin kecil.Apakah nama gerakan yang
anda berikan pada pasien dimana gerakan itu menyebabkan sudut antara lengan atas dan
lengan bawahnya semakin kecil ?
A. Hiperekstensi
B. Supinasi
C. Ekstensi
D. Pronasi
E. Fleksi
Seorang laki-laki berusia 21 tahun yang sedang asyik bercerita tiba tiba terdiam dan mulutnya
komat kamit seolah olah sedang mengunyah dan merasakan sesuatu. Selain itu ia pun tampak
mengendus endus solah olah mencium sesuatu lalu tiba tiba terjatuh dan kejang.
13.
Manakah tindakan yang sebaiknya anda lakukan pada saat pasien tersebut sedang kejang?
A. Jika anak tersebut di lantai jangan berikan bantal
B. Lakukan restrain pada pada anak tersebut selama kejang
C. Kencangkan kancing jaket agar anak tidak merasa kedinginan
D. Berikan privasi dan perlindungan pada anak tersebut dari penonton
E. Masukan spatel lidah yang telah di balut kasa saat kejang sedang berlangsung
Seorang wanita (39 tahun) di rawat di ruang ICU dengan spinal injuri. Wanita tersebut tidak
mampu merawat diri sendiri sehingga segala kebutuhan perawatan diri di bantu oleh perawat dan
keluarga. Dari pengkajian anda melihat alat tenun (sprei dan sarung bantal) yang dipakai wanita
sangat kotor dan harus diganti.
14.

Manakah cara yang dipakai untuk memindahkan wanita tersebut pada saat mengganti alat
tenun?
A. Drag
B. Cradlle
C. log roll
D. Pick A Back
E. Human Crutch

Seorang laki-laki (30 tahun) di bawa ke UGD sebuah rumah sakit akibat cedera kepala. Saat anda
melakukan pengkajian tingkat kesadaran anda menemukan tanda tanda sebagai berikut:
membuka mata dengan rangsangan nyeri, tidak mampu berbicara hanya mengerang saja. Saat
anda mencubit lengannya ia hanya mampu menarik lenganya menghindari nyeri.
15.
Berapakah nilai GCS yang anda berikan pada pasien tersebut ?
A. 4
B. 6
C. 8
D. 10
E. 12
Seorang perempuan berumur 30 tahun dirawat di ruang interna dengan diagnosa medik Nefrotik
Syndrom. Pasien, tampak bengkak pada wajah, kaki dan perut. Tanda vital: T: 150/90mmHg, N
88x/menit, RR: 28x /menit. Pasien mengatakan sejak sakit 1 minggu yang lalu kurang memiliki

selera untuk makan., hanya menghabiskan 3-5 senduk dari yang dihidangkan sehingga badannya
lemah. Perawat menegakkan masalah kurang nutrisi karena anorexia.
16.
Apakah strategi perawat agar masalah pasien tersebut dapat teratasi?
A. Anjurkan keluarga menghidangkan makanan kesayangan pasien
B. Hidangkan makanan dalam porsi kecil, sering, hangat, dan menarik
C. Menggosok minyak kayu putih pada area epigastrik setelah makan
D. Minum air hangat sebelum makan untuk mengurangi mual dan muntah
E. Ajarkan pasien untuk bernapas dalam bila mual dan mau muntah saat makan
Seorang Bapak (36 thn) masuk IGD sebuah RSU. Alasan MRS: merasa nyeri hebat (kolik)
pinggang yang menjalar ke depan turun ke bawah tetapi tidak sampai ke scrotum, skala nyeri Mc
Gill 5. Ketika dipalpasi daerah CVA nyeri. TTV: TD: 149/85 mmHg; N: 120x/mnt; RR: 24 x/mnt;
S 360C.
17.
Apakah masalah keperawatan utama yang dialami pasien?
A. Nyeri akut
B. Perubahan nutrisi
C. Kurang cairan tubuh
D. Gangguan rasa nyaman
E. Koping individu tidak efektif
Seorang laki-laki usia 49 tahun dirawat di ruangan Interna dengan alasan mengeluh sakit kepala
dan badan terasa lemah. Saat dikaji pasien mengatakan masih terasa sakit kepala di bagian tengkuk
terutama di pagi hari.Tanda vital T: 180/120 mmHg; N: 100 x/mnt; RR: 20 x/mnt. Hasil
laboratorium: faal ginjal, hepar masih normal; Terapy: Captopril 3 x 25 mg;
18.
Apakah yang harus dievaluasi setelah pemberian obat yang diinstruksikan dokter?
A. Mengkaji tanda-tanda vital setiap 4 sampai 6 jam
B. Memeriksa fundus optik untuk menentukan efek terapy
C. Menghitung semua cairan yang masuk dan keluar setiap 24 jam
D. Mengkaji keluhan subyektif pasien seperti keluhan sakit kepala
E. Mengukur tekanan darah pasien perjam, bila stabil setiap 2-4 jam
Seorang perempuan (24 tahun)dirawat di bangsal bedah, persiapan hysterectomy. Pasien baru
pertama kali dirawat dan dioperasi sehingga nampak cemas dan bertanya tentang operasi yang
akan dilakukan. Tanda vital: T: 130/80 mmHg; N: 108 x/mnt; P: 24 x /mnt; S 36.5 0 C. pasien
mengalami masalah keperawatan kecemasan meningkat sedang.
19.
Apakah tindakan independent perawat pertama dalam mengatasi masalah yang dihadapi
pasien?
A. Meminta dokter menjelasan kepada pasien tentang jenis, prosedur operasi dan
dampaknya bila tidak dilakukan operasi
B. Memberikan pendidikan kesehatan tentang jenis operasi, prosedur, persiapan nutrisi,
kulit, dan persiapan usus serta latihan napas dalam, batuk dan latihan kaki
C. Menyiapkan waktu khusus untuk memberi kesempatan kepada pasien
mengeksplorasikan perasaannya dan mencari alternatif pemecahan masalah bersama
pasien
D. Memberikan penjelasan kepada pasien tentang jenis dan prosedur operasi,
manfaat operasi, dan dampak bila tidak dilakukan operasi bagi ibu dan keluarga

E. Mengorientasikan pasien ke seluruh ruangan, ke kamar bedah, dan ke ruangan lainnya di


RS untuk mengadaptasika pasien dengan lingkungan sekitarnya.

Seorang laki-laki usia 54 tahun dirawat di ruangan bedah post herniotomy hari ke V. Pasien
mengatakan kadang-kadang nyeri area operasi. Pasien mendapat terapy 3 x 500 mgr Cefriaxon IV,
Ketorolax 1 ampul IV untuk mengurangi nyeri. Dokter meminta perawat untuk mengangkat jahitan
selang-seling pada hari itu.
20.
Bagaimanakah prosedur paling tepat dalam melakukan tindakan tersebut ?
A. Jahitan dilepaskan satu persatu selang seling dengan cara menjepit benang dan
menggunting
B. Benang jahitan harus dijepit dahulu dengan piset chirurgis tarik keatas sedikit baru
digunting
C. Jepit simpul jahitan dengan pinset chirurrgis, tarik sedikit ke atas lalu gunting
benang dibawah simpul.
D. Tekan kulit dekat benang dengan pinset chirrugis yang dibungkus kasa, lalu gunting
benangnya tepat pada simpul
E. Tekan daerah sekitar luka untuk memastikan tidak keluar cairan atau nanah, lalu
benangnya digunting.
Seorang perempuan 40 tahun tahun dirawat di ruang Interna wanita untuk dipersiapkan operasi
struma. Post operasi hari pertama dan kedua dirawat di ruangan HCU. Perawat menerima pasien di
ruangan rawat pada hari ketiga ketika sudah bisa dilakukan perawatan luka. Terapy yang didapat
adalah Cefotaxim 2 x 1 gram IV; dan Ketorolax injeksi 1 ampul IV.
21.
Apa saja yang perlu dievaluasi pada luka pasien tersebut?
A. Apakah ada darah atau cairan lainnya pada balutan yang baru dibuka
B. Observasi kondisi luka, kultur luka, drainase/drainnya jika terpasang
C. Amati integritas subcutis, kemerahan, bengkak, nanah/cairan, drainnya
D. Kaji apakah terjadi nyeri sekitar luka, panas, bengkak, dan dainasenya
E. Perhatikan reaksi pasien saat luka dibuka, apakah pasien meringis dan kondisi luka
Seorang wanita (18 tahun) post operasi Appendectomy dengan Laparatomy karena Appendic
Infiltrat Generalisata hari ke 2.Tanda-tanda vital (TTV): T: 110/70 mmHg; N: 80 x/menit; P: 26
x/menit; S: 36.2 0 C. Pasien tidak mau ganti posisi karena takut sakit, saat ini pasien tidur dengan
posisi terlentang dan nampak apatis.
22.
Mengapakah tindakan napas dalam dan batuk efektif bagi pasien perlu segera dilakukan?
A. Napas dalam menambah ekspansi paru dan batuk efektif mengeluarkan lendir.
B. Pasien menjadi tenang dengan tindakan napas dalam dan batuk mengeluarkan lendir,
C. Tindakan tersebut sudah merupakan paket tindakan bagi pasien-pasien post operasi
D. Immobilisasi menyebabkan pengembangan paru terhambat dan mudah terjadi infeksi
E. Pengembangan paru menurun dan statis secret bila tidak mobilisasi sehingga
memicu terjadinya pneumona.
Seorang laki-laki (65) tahun datang ke klinik keperawatan pagi-pagi sekali karena mengeluh sesak
napas yang sangat hebat. Perawat memperhatikan cuping hidungnya mengembang saat bernapas,

ada bunyi wheezing yang keras saat ekspirasi. TTV: P: 42 x /menit, T: 150/95 mmHg; N: 120
x/menit, S: 370 C
23.
Apakah tindakan keperawatan pertama yang paling tepat untuk mengurangi masalah pasien?
A. Beri posisi miring dan minta pasien untuk bernapas dalam
B. Atur posisi kepala lebih tinggi 15-300 dan beri Oksigen masker
C. Memasang oksigen canule sesuai instruksi dokter dan beri posisi nyaman
D. Tinggikan kepala tempat tidur 60-900 dan biarkan pasien sandar ke depan
E. Tinggikan kepala dengan cara diganjal 1 bantal dan beri O2 via nasal kanul.
Seorang perempuan ( 20 tahun) dirawat di ruang interna. Saat dikaji pasien mengatakan muntah 5
kali berisi makanan dan air; buang air besar 7 kali encer. Turgor: agak jelek, mata cekung, bibir
kering, mukosa mulut kering, dan pasien mengeluh haus, bila minum muntah. T: 90/60 mmHg; N:
120 x/mnt; S: 38.8 0 C. Terapi medis : infus : 1 RL dalam 1 jam, selanjutnya 2RL dan 1 NaCl 0.9%
per 24 jam tetapi pasien menolak dipasang infus karena takut sakit.
24.
Bagaimanakah pendekatan perawat agar pasien bersedia dipasang infus?
A. Menawarkan pada pasien agar dokter yang melakukan pemasangan infus
B. Mengkonsulkan pasien ke perawat yang lain yang sama nilai-nilai dan keyakinan
C. Merujuk pasien ke rumah sakit yang lain dengan menandatangani surat pernyataan
D. Melakukan kontrak dengan pasien untuk menjelaskan tujuan, dan prosedur
tindakan
E. Meminta perawat yang lebih senior dan lebih ahli dalam menangani masalah tersebut
Seorang perempuan (35tahun) dirawat dengan diagnosa medik gagal ginjal akut (GGA). Pasien
tampak apatis, TD: 190/100 mmHG; pernapasan cepat dan dalam serta berbau amoniak. Jumlah
urine output 300 cc/24 jam. Odem positif, hasil laboratorium: Ureum: 255 mg/dl; Creatinin: 5.2
mg/dl.
25.
Berapakah jumlah Cairan yang harus diberikan pada pasien N saat ini?
A. 800 cc/24 jam
B. 1000 cc/24 jam
C. 1200 cc/24jam
D. 1500 cc/24 jam
E. 1800 cc/24 jam
Seorang laki-laki (45 Tahun) dirawat karena gagal ginjal kronik (GGK). Pasien mengeluh pusing,
anoreksia, nausea dan vomitus sejak satu minggu yang lalu. Urin output = 40 cc/24 jam; T=
170/100mmHg; N= 84 x/mnt; S= 36oCelcius; Edema positif pada wajah dan kaki; Hb= 7.29 gr/dl.
Dokter meminta perawat untuk pemeriksaan fungsi ginjal CCT.
26.
Bagaimanakah prosedure yang paling tepat Saat mengumpulkan urin untuk tes tersebut?
A. Ajarkan pada keluarga dan pasien cara menampung urine selama 24 jam untuk
pemeriksaan
B. Perawat membersihkan vagina dan perineum dengan kapas sublimat 3 kali, lalu minta
pasien BAK pada wadah steril
C. Instruksikan pasien buang air kecil di kamar mandi, berhenti di tengah tadah urine pada
wadah seril dan lanjutkan BAK
D. Memberikan wadah steril kepada pasien dan minta pasien menampung urine di dalam
wadah tersebut, dan diberi labiel

E. Minta pasien dan keluarga tampung urine 24 jam sejak jam 06.00 pagi sampai
jam 06.00 pagi hari berikutnya pada botol yang tersedia
Seorang perempuan (20 tahun) dirawat di ruang interna, karena sesak. Diagnosa medik gagal
jantung kongestif. Saat dikaji pasien nampak masih sesak napas; pernapasan: 36 x/mnt dan ada
cuping hidung; kedua tungkai edema. Hasil pemeriksaan fisik: JVP: 8 cm; N: 96 x/mnt; HR:
100x/mnt; T: 100/60 mmHg; Suhu: 36.6 0 C. Point of maksimal impuls bergeser ke kiri, sela iga ke
I. Pasien mengalami masalah keperawatan gangguanpertukaran gas.
27.
Apakah data tambahan yang perlu dikaji untuk menegakan masalah keperawatan tersebut?
A. Kaji BB untuk memastikan adanya peningkatan atau tidak
B. Batuk yang mengeluarkan dahak berwarna putih kekuningan
C. Ukur lingkar perut untuk menentukan terjadi asites atau tidak
D. Palpasi hepar untuk menentukan apakah ada pembesaran hepar
E. Auskultasi suara paru untuk memastikan apakah terjadi odem paru
Seorang perempuan (38 thn) menderita hypertensi essensial datang ke klinik dengan keluhan
tegang pada daerah leher. TD = 170/100 mmHg, Nadi = 108 x/mnt. Perawat memberikan
penyuluhan tentang manajemen non terapeutik hipertensi, termasuk diit rendah garam. Pasien
keberatan untuk diit rendah garam dan bertanya: Apa pentingnya diit tersebut?
28.
Apakah jawaban perawat yang tepat agar pasien mematuhi diit yang dianjurkan ?
A. Ciri Garam menahan air dengan memacu pelepasan hormon-hormon
B. Garam meningkatkan sirkulasi volume darah akibat sifatnya menahan air
C. Retensi ion ion sodium terjadi karena garam dengan demikian air ditahan
D. Volume cairan sirkulasi menurun karena garam mengakibatkan retensi air
E. Metabolisme meningkat karena garam meningkatkan kegiatan katabolik sel
Seorang perempuan (41 tahun) terbangun disuatu malam karena sakit dada yang hebat. Pasien
langsung dibawa ke RS, karena dengan minum tablet nitroglycerin dengan jarak waktu 5 menit dua
kali sakitnya tidak menurun. Tanda vitalnya: tensi : 90 / 50 mmHg; N: 124 x/menit; RR: 26 x/mnt;
S: 370C. Medical management meliputi: Bed side ECG Monitoring; O 2 nasal canule; Bed rest
total; Morphin Sulfate 10 mg / SC
29.
Apakah alasan ilmiah Bed rest total untuk pasien diatas?
A. Mencegah integrasi trombus sehingga supply darah ke jantung meningkat dan iskemia
berkurang
B. Menurunkan tekanan darah, sehingga beban kerja otot jantung berkurang, kebutuhan
oksigen berkurang
C. Memberi kesempatan terbentuknya sirkulasi kolateral sehingga supply ke myocard
meningkat dan infark sembuh
D. Mengurangi kekuatan dan frekwensi kontraksi jantung sehingga tuntutan
kebutuhan O2 myocard menurun
E. Meningkatkan supply oksigen ke myocard karena kerja jantung diistirahatkan dengan
menurunkan cardiac out put
Seorang laki-laki (53 tahun) masuk IGD karena mengeluh nyeri dada yang sangat hebat (pasien
sulit menjelaskan kepada perawat tentang nyerinya). Pasien juga muntah-muntah, dan sekujur
tubuh terasa lemah. Hasil tanda vital: T: 90/50mmHg; N: 128 x/mnt; RR: 28 x/mnt; S: 370C
30.
Apakah masalah keperawatan yang prioritas dialami pasien tersebut?

A.
B.
C.
D.
E.

Nyeri akut
Risiko kurang nutrisi
Kecemasan meningkat
Kurang volume cairan
Cardiac out put menurun

Seorang laki-laki (69 tahun) dirawat di ICU karena mengalami shock akibat perdarahan. TTV: T:
100/50 mmHg; N: 124 x/mnt; P: 25 x/mnt; S: 36 0C. Dokter menginstruksikan untuk memberikan
cairan intra vena karena pasien tersebut kekurangan cairan tubuh. Pasien memiliki vena yang keras
dan kaku sehingga penusukan pada lengan kanan dan kiri gagal dan bengkak.
31.
Manakah Prinsip etika yang tidak diperhatikan perawat dalam tindakan tersebut?
A. Justice
B. Respect
C. Veracity
D. Beneficence
E. Nonmaleficience
Seorang anak perempuan 12 tahun datang ke unit hematology ruang anak salah satu RS untuk
transfusi darah. Diagnosa medik Thalasemia mayor sejak dia berusia 6 bulan. Pasien mendapat
terapi transfusi Washing Eritrosit (WE) 100 cc drip 4 jam. Dia juga mendapat terapi lain: Disferal 1
ampul dalam 500 cc RL (drip 8 jam) selama 3 hari dan obat lainnya. TTV: T: 110/80 mmHg; Nadi:
96 x/mnt; P: 20 x/mnt; suhu: 36.80C. Perawat menggunakan set transfuse dengan 15 tetes per ml.
32.
Berapakah tetesan darah yang harus dihitung pada monitoring tetesan infuse dalam 1 menit?
A. 5 tetes permenit
B. 6 tetes permenit
C. 7 tetes permenit
D. 8 tetes permenit
E. 9 tetes permenit
Seorang laki-laki umur 23 tahun dirawat di ruangan interna dengan diagnosa anemia defisiensi
besi. Pasien mengatakan sebelumnya mengeluh lemah, letih, dan lesu disertai demam menggigil.
Saat dikaji: T: 120/70 mmHg; N: 105 x/mnt; S: 37.4 0C, Apical pulse 107x/mnt. Pasien tampak
sangat pucat, mukosa membrane mulut dan bibir kering, pucat, konyungtiva pucat, sclera tidak
ikterik. Hasil Hb 3.6 gr/dl. Blood smear ditemukan sel darah mikrositer, hipochrom, dan anulosit
+. Dokter langsung menginstruksikan pemberian transfusi PRC 250 cc.) 3 bag.
33.
Apakah tindakan perawat agar tidak terjadi lysis pada darah pasien?
A. Menghangatkan darah pada suhu ruangan yaitu 370C
B. Memberikan darah segera setelah slang infuse terpasang
C. Ambil contoh darah untuk periksa masa pembekuan darah
D. Mengukur tanda-tanda vital sebagai data dasar untuk tindakan selanjutnya
E. Pasang IV Cath No. 18 atau 19 serta priming slang infuse dengan NaCl 0,9%
Seorang wanita 45 th di rawat di sebuah Rumah Sakit dengan diagnosa medis pneumonia. Saat
anda melakukan pengkajian anda menemukan data sebagai berikut: kesadaran kompesmentis, RR:
28x/mnt tampak sesak napas, pernapasan cuping hidung dan retraksi dinding dada (+), bunyi napas
rales hampir di seluruh lapang paru. pasien mengatakan saat batuk sputum sulit di keluarkan.
34.
Manakah urutan tindakan yang paling tepat anda lakukan?

A. Inhalasi uap/nebulisasi postural drainage, fisio terapi dada napas dalam dan batuk
efektif
B. postural drainage, fisio terapi dada napas dalam dan batuk efektif Inhalasi
uap/nebulisasi
C. postural drainage, fisio terapi dada, Inhalasi uap/nebulisasi napas dalam dan batuk
efektif
D. napas dalam dan batuk efektifInhalasi uap/nebulisasi postural drainage, fisio terapi
dada suction
E. napas dalam dan batuk efektif Inhalasi uap/nebulisasi posisi semi fowler
postural drainage
Seorang pria 75 tahun dirawat disebuah rumah sakit dengan diagnosa medis udem paru et couse
(e.c) dekompensatio Cordis. Pada saat pengkajian anda menemukan data sebagai berikut: RR:
26x/Mnt, bunyi napas rales, x ray dan EKG menunjukan tanda tanda hipertrofi ventrikel kiri,
pasien mengatakan sulit benapas terutama saat tidur terlentang. Setelah menentukan masalah,
diagnosa dan rencana intervensi
35.
Apa tindakan yang harus anda lakukan untuk mengatasi masalah pada Pria tersebut ?
a. Nebulisasi
b. inhalasi uap
c. Batuk efektif
d. Fisioterapi dada
e. Posisi semi fowler
Seorang wanita 54 tahun dirawat di ruang intensif sebuah rumah sakit akibat aspirasi benda cair.
Saat melakukan pengkajian anda menemukan data sebagai berikut: batuk (+), retraksi dinding dada
dan pernapasan cuping hidung (+), kesadaran coma.
36.
Apakah hal pertama yang harus anda lakukan sebelum melakukan suction?
a. Lakukan sweeping finger
b. Langsung saja melakukan suction
c. Mebuka jalan napas dengan Cros finger
d. Mebuka jalan napas dengan hiper ekstensikan kepala
e. Membuka jalan napas dengan Memasang orofaringeal tube
Seorang bapak 65 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan diagnosa keperawatan gangguan
bersihan jalan napas akibat tirah baring yang lama dan penurunan kesadaran. Intervensi yang anda
lakukan pada bapak tersebut adalah suction. Saat melakukan suction tiba tiba wajah bapak
tersebut membiru.
37.
Apakah tindakan yang sebaiknya anda lakukan?
a. Berikan oksigen
b. Lanjutkan tindakan suction
c. Hentikan suction dan berikan oksigen
d. Hentikan suction dan segera lapor dokter
e. Lanjutkan dan Segera beri oksigen nasal kanul

Seorang bapak di rawat diruang interna sebuah rumah sakit. Saat anda mengkaji anda menemukan
tanda tanda konstipasi. Untuk membantu kelancaran buang air besar pada bapak tersebut anda
melakukan tindakan pemberian gliserin.
38.
Apakah alat utama yang harus anda siapkan untuk tindakan tersebut di atas?
a. Wash bensin
b. Semprot gliserin
c. Gunting dan pinset
d. Plester dan gunting
e. Kapas lidi dan kasa
Seorang remaja perempuan (19 tahun) dirawat di ruang bedah sebuah rumah sakit dengan
kolostomi. Saat sedang melakukan perawatan kolostomi anda membuka colostomi bag dan
meletakannya di dalam piala ginjal.
39.
Apakah tindakan yang selanjutnya anda lakukan setelah tindakan di atas?
a. Meletakan piala ginjal di dekat pasien
b. Melakukan observasi terhadap kulit stoma
c. Mengeringkan kulit sekitarnya dengan kasa
d. Membersihkan kolostomi dan kulit sekitarnya
e. Menyesuaikan colostomi dengan lubang costomy bag
Seorang bapak berobat di poli umum sebuah rumah sakit dengan keluhan utama pusing dan lemah.
Pada saat pengkajian bapak tersebut tampak pucat. Ia mengatakan suda satu minggu ini tinjanya
berwarna hitam seperti aspal. Selain ituPada pemeriksaan fisik anda menemukan konjungtiva
tampak pucat dan ada nyeri tekan abdomen di kuadran kiri atas.
40.
Apakah penyebab konjungtiva pucat pada bapak tersebut di atas?
a. Perdarahan anus
b. Perdarahan rektum
c. Perdarahan lambung
d. Perdarahan kolon sigmiod
e. Perdarahan kolon descenden
Seorang laki-laki, umur 28 tahun, dirawat di RS dengan diagnosa HIV/AIDS. Pada pengkajian
ditemukan klien tampak lemah, sesak nafas, menggunakan O2 2 liter/menit, RR 28x/menit. kulit
tampak kotor, dermatitis generalista, tato pada lengan dan dada pasien. Teraba pembesaran kelenjar
limfe, perabaan hangat, terdengar bunyi Ronchi pada seluruh lapang paru.
41.
Apakah masalah keperawatan prioritas pada pasien tersebut ?
A. Ketidakefektifan pola nafas
B. Gangguan pertukaran gas
C. Intoleransi aktifitas
D. Gangguan harga diri
E. Ketidakefektifan bersihan jalan nafas
Seorang laki-laki, usia 35 tahun, dirawat di sebuah RSU dengan diagnosa medik TBC Paru.
Keluhan saat ini batuk berlendir dan agak sesak saat bernapas, berkeringat malam hari. Hasil

pemeriksaan fisik menunjukkan RR= 24 X/mnt, TD= 110/70 mmHg, N= 96 X/mnt, S= 38 0C,
terdengar bunyi ronchi pada lobus kiri dan kanan bawah.
42.

Apakah tindakan keperawatan pertama untuk mengatasi masalah tidak efektifnya bersihan
jalan napas pada pasien tersebut ?
A. Beri O2 kanul 5 liter
B. Longgarkan pakaian
C. Berikan inhalasi uap
D. Beri posisi semi fowler
E. Beri latihan batuk efektif

Seorang wanita, usia 30 tahun, dirawat di sebuah RSU dengan diagnosa medik Malaria
Falciparum. Keluhan saat ini menggigil, demam, sakit kepala, mual dan muntah, nafsu makan
menurun. pasien tampak pucat, sklera ikterik, HB= 5 g%. TTV: S= 37,4 0C, N= 86 X/mnt, TD
=100/70 mmHg, RR= 24 X/mnt. Dokter menginstruksikan untuk transfusi darah 2 bag.
43.

Apakah tindakan mandiri perawat untuk mencegah reaksi alergi saat transfusi?
a. Konsul unit transfuse darah
b. Kaji golongan darah pasien
c. Kaji tingkat kecemasan pasien
d. Masukan darah secara perlahan
e. Gunakan ukuran IV cath yang sesuai

Seorang wanita, usia 22 tahun, masuk RSU dengan keluhan demam, mual, muntah, sakit kepala
dan sudah 4 hari tidak BAB. Mulut dan lidah kotor, perut mules. Dokter mendiagnosa suspect
Typhoid Abdominalis. Wanita ini direncanakan menjalani tes Widal.
44.

Manakah spesimen yang dikumpulkan perawat untuk pemeriksaan widal?


a. Feses, darah
b. Darah Vena
c. Urine, feses
d. Darah arteri
e. Urin 24 jam

Sorang laki-laki (30 tahun) mengalami kecelakaan lalulintas dan dibawa ke rumah sakit. Saat di
terima : Ada perdarahan pada pada mulut, Luka pada derah kepala, pasien mengeluh sesak napas,
RR 28 kali/menit. Nadi 120 kali / menit, Tensi 130 / 80 mmHg. Setelah satu hari dirawat , Tn X
menunjukkan gejala gangguan kesadaran. Pesanan dokter pada perawat, Cek status neurologi
sesering mungkin. Perawat akan melakukan pemeriksaan pupil.
45.

Manakah cara yang benar saat melakukan pemeriksaan tersebut ?


A. Terangi kelopak mata, konfrontasi dan lihat pupil.
B. Minta pasien menggerakan bola matanya mengikut arah cahaya.
C. Buka kelopak mata, terangi dengan pen Light dan lihat perubahan pupil.
D. Buka Kelopak mata dan observasi pergerakan bola mata pasien dan pupil

E. Gunakan penlight dan terangi ke dua mata pasien secara bergantian, perhatikan
pupil.
Seorang laki-laki (40 tahun) masuk rumah sakit dengan keluhan, jatuh di kamar mandi, mulut
mencong kiri, ganguan bicara. Setelah di rawat 7 hari, didapatkan data : Dapat menggerakan jarijarinya, tdk mampu mengangkat tangan dan kakinya. Terpasang NGT, katheter dan IVFD. Tekanan
darah 120/80mmHg. Nadi 60x/rmenit, lemah dan teratur. ADL dibantu perawat. Perawat berencana
memberikan latihan mobilisasi pada pasien.
46.

Apakah yang harus dilakukan perawat sebelum melakukan latihan mobilisasi pada pasien?
A. Kaji orientasi pasien.
B. Kaji tingkat kesadaran
C. Kaji kekuatan Otot Pasien
D. Mengukur Tanda vital pasien
E. Menjelaskan Prosedur tindakan pada pasien.

Seorang laki-laki (38 tahun) dirawat di runga bedah dengan cedera pada spinal, kesadaran
composmentis, lumpuh pada kedua kakinya, tidak bisa mengontrol BAK/BAB.
47.

Manakah yang menjadi prioritas pencegahan cedera pada klien di atas?


A.
Menempatkan bel dekat pasien
B.
Memasang penghalang tempat tidur
C.
Memasang penghalang tempat tidur dan masase punggung
D.
Memiringkan kiri/kanan dan masase punggung tiap dua jam
E.
Menjaga kebersihan tempat tidur dan program miring kanan/kiri

Seorang laki-laki (44 tahun), dirawat dengan dengan Stroke di ruang interna. Pasien koma sejak 2
hari sebelumnya. Pernafasan 24x/menit, ronchi pada kiri/kanan paru, pucat dan terlihat sesak serta
kelelahan.
48.
Manakah diagnosa keperawatan yang diprioritaskan pada pasien diatas?
A. Intoleransiaktifitas berhubungan dengan kelemahan
B. Gangguan pertukara gas berhubungan dengan infeksi bronchial
C. Bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan akumulasi sekret
D. Gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan hipermetabolik
E. Pola napas tidak efektif berhubungan dengan ketidakmampuan mengeluarkan sekret
Seorang laki-laki (22 tahun) mengalami fraktur femur, dibawa ke rumah sakit dalam kondisi
perdarahan hebat dengan penurunan kesadaran.
49.
Apakah penyebab penurunan kesadaran pada pasien di atas?
A. Penekanan pada pusat vital dan kesadaran di otak
B. Penurunan fungsi hemodinamik dan kelelahan jantung
C. Adanya mekanisme diuresis pada kerusakan jaringan ginjal
D. Hipoperfusi jaringan serebral karena penurunan volume vaskuler
E. Peningkatan pemekatan darah akibat perdarahan yang terjadi pada femur

Seorang gadis berusia 30 tahun dibawah ke IGD dengan keluhan muntah-muntah, kesadaran
menurun setelah jatuh dari motor 1 jam lalu. Pada pemeriksaan fisik ditemukan hematoma pada
kepala bagian belakang dengan diameter 5x5 cm, GCS (1.2. 2.),TD : 160/60mmHg, nadi: 54x/m,
RR : 20x/m, pupil unisokor, oleh dokter didiagnosa cedera kepala berat DD/ Braindeath.
50.

Apakah kondisi yang ditunjukan oleh manifestasi klinik seperti perubahan tingkat kesadaran,
muntah proyektil, hipertensi disertai bradikardi?
A. Trauma kepala
B. Hematoma kepala
C. Peningkatan tekanan darah
D. Peningkatan tekanan intra kranial
E. Peningkatan aliran darahi ke serebral

Seorang wanita berusia 30 tahun dibawah ke IGD . Saat dilakukan pemeriksaan pasien terlihat
tidur namun membuka mata saat diberi rangsangan dengan suara keras, melakukan gerak menarik
dari sumber rangsang dan suaranya tidak mengandung arti.
51.
Manakah penulisan GCS yang benar dari data di atas?
A. E2M2V2
B. E3M4V3
C. E3M2V2
D. E3M3V3
E. E2M3V3
Seorang laki-laki (45 tahun) dirawat dengan diagnosa Stroke, keadaan pasien saat ini adalah koma.
Pasien ini mendapatkan asupan nutrisi melalui Total ParenteralNutrition(TPN). Namun, order
nutrisi parenteral terlambat.
52.

Manakah cairan infus yang bisa disarankan untuk mengganti nutrisi parenteral sementara
pada kasus di atas?
A. RingersLactate
B. Larutan 25% Dekstrose
C. 10% Dekstrose dalam RingersLactate
D. 5% Dekstrose dalam 0.45% Natrium Klorida
E. Larutan Dextrose 5% dalam Natrium Klorida 0.225
Seorang wanita 23 tahun baru saja melahirkan anak pertamanya 1 jam yang lalu dirawat di ruang
nifas dan mengalami perdarahan karena atoni uterus.TTV: T: 80/50 mmHg; N: 112 x/mnt, cepat
dan melompat-lompat; P: 28 x/mnt; Darah yang keluar pervagina + 750-900 cc. Dokter
menginstruksikan segera pasang infus 2 jalur, beri FRESH whole blood, infus NaCl 0,9%
sementara guyur sampai T naik; beri O2 canule 5 liter/mnt. saat darah sudah masuk kurang lebih
50 cc pasien mengeluh gatal-gatal, urticaria, dan kemerahan pada wajah dan ekstremitas.
53.
Apakah tindakan keperawatan yang pertama pada saat terjadi reaksi tersebut?
A. Ukur tanda vital
B. Pelankan transfusi
C. Hentikan transfusi
D. Lapor kepala ruangan
E. Segera laporkan dokter

Seorang wanita 67 tahun dirawat di ruang interna, dengan alasan MRS muntah-muntah dan nyeri
perut. Diagnosa medik dari UGD adalah observasi vomitus dan anemia karena Hb di UGD hanya
2.6 gr/dl. Pasien sudah menderita gastritis kronik 5-6 tahun yang lalu. Pasien susah makan, hanya
bisa menghabiskan 7-8 senduk bubur dan telur 1 butir. Tampak lemah sekali, pucat dan lesu.
Hapusan darah tepi ditemukan eritrosit normokhrom megaloblastik. Leukosit: Sel muda negative,
jumlah normal, trombosit jumlah normal. Kesan anemia Perniciosa (deficiensi vit B12).
Manajemen medik: transfusi PRC sampai Hb mencapai 10 gr/dl; infuse: RL 20 tts/mnt; dan obatobat lainnya. Masalah keperawatan saat ini adalah kurang nutrisi.
54.
Apakah data tambahan yang perlu dikaji untuk menunjang masalah keperawatan tersebut?
A. Kaji distensi abdomen
B. Auskultasi bising usus
C. Status nutrisi (BB, TB, Lila)
D. keluhan diare atau konstipasi
E. Apakah masih mual dan muntah
Seorang remaja laki-laki berusia 19 tahun dirawat di ruang interna karena mengeluh lemah, letih,
lesu dan tidak berdaya. Pasien mengatakan gusi sering berdarah saat sikat gigi Tanda vital: TD :
100/60 mmHg, N : 80 X/menit, S : 36,5 0 C. Pemeriksaan laboratorium didapatkan : Hb : 7.0 gr%;
Billirubin indirect : 2.27 gr/dl; Billirubin direct : 2.32 gr/dl.. Pada pemeriksaan fisik didapatkan
pembesaran hepar dan limpa, bibir kering, pecah-pecah, konjungtiva pucat, telapak tangan dan
kaki pucat. Pasien tak dapat melakukan aktifitas karena lemah. Terapy; Cefotaxim 3 x 1 gr IV:
infus RL dan NaCl 0,9 % 20 tetes: dan sudah mendapat transfusi 500 cc PRC. Keluarga pasien
melaporkan bahwa infusnya tidak menetes, tangan bengkak dan teraba dingin.
55.
Apakah tindakan perawat setelah mendapat laporan pasien/keluarga tersebut?
A. Menekuk selang lalu melepaskan
B. Memperbaiiki posisi tangan pasien
C. Mengklem infuse dan melapor kepala ruangan
D. Menghentikan infuse dan memasang di vena yang lain
E. Melakukan spooling dengan cairan NaCl 0.9% pada jalur infus
Seorang laki-laki (45 thn) dirawat di ruang rawat interna karena mengeluh sesak napas. Pasien
mengatakan saat ini sedang menjalani cuci darah 2 kali seminggu. Saat dikaji TTV: T: 180/100
mmHg; N: 116 x/mnt; RR: 28 x/mnt; HR: 120 x/mnt; S: 36.3 0 C. Saat ini dia mengeluh sesak
napas, mual, muntah bila makan, tidak ada nafsu makan karena sangat mual, wajah bengkak, juga
ekstremitasnya. Klien tampak pucat sekali, konyungtiva pucat. Hasil labor: Ureum/creat: 126 mg
%/16.02; asam urat: 7.93 Hb: 6.9 gr/dl. Dokter menginstruksikan untuk segera dilakukan cuci
darah (hemodialysa)
56.
Apakah data-data yang perlu dikaji sebelum dimulai tindakan tersebut?
A. Kaji riwayat kesehatan masa lalu dan riwayat keluarga
B. Pola makan, makanan kesayangan dan diit yang dijalani
C. Timbang BB, TTV, dan ureum creatinin sebelum tindakan
D. Palpasi abdomen, untuk menentukan memastikan ada asites
E. Periksa kaki terhadap derajat odem di atas tibia atau maleolus interna
Seorang laki-laki (27 thn), dirawat di salah satu RS dengan keluhan utama: kalau kencing keluar
terasa panas, nyeri dan menetes. Saat pengkajian didapati data: pasien mengeluh masih terasa sakit

bila berkemih, panas, dan nyeri saat urineren. Pada perabaan suprapubik terasa panas pada area
tersebut. Hasrat berkemih kuat tetapi selalu urine yang keluar hanya netes dan sedikit. TTV: T:
120/70 mmHg; N: 76 x/mnt, P: 16 x/mnt; dan suhu: 37.20C. terapy: Docxicillin 2 x 100 mgr
selama 7 hari. Masalah keperawatan yang prioritas adalah nyeri akut.
57.
Apakah Tindakan independen perawat yang paling tepat untuk mengatasi masalah tersebut?
A. Anjurkan pasien minum air hangat 6-8 glas untuk membilas saluran kencing
B. Tidak boleh menahan kencing dan bila buang air kecil bersihkan area perineum
C. Perkusi area flank atau Costo vertebra angle (CVA) untuk mengidentifikasi area yang
nyeri
D. Alihkan perhatian pasien seperti anjurkan pasien nonton TV, atau dengar musik lembut
E. Instruksikan pasien rendam duduk dalam cairan PK/ antiseptik hangat selama 20
menit/2 kali/hari
Seorang perempuan usia 23 Thn dirawat di ruang interna karena keluhan nyeri pinggang , menjalar
ke depan sampai area epigastrik. Saat pengkajian pasien masih mengeluh sakit daerah pinggang,
area suprapubik juga sakit, dan dysuria. Masih sering urineren dan jumlah yang keluar sedikit.
Pasien mengatakan sehari bisa 6-7 kali urineren, dan bau urine busuk dan tidak sedap dicium. .
TTV: T: 130/80 mmHg; N: 112 x/mnt; S: S: 39.3 0 C, RR: 20 x/mnt. Perawat ingin memastikan
apakah peradangan terjadi di ginjal (pyelonephritis) atau saluran kencing bawah dengan perkusi
area flank (CVA)
58.
Manakah area yang tepat untuk perawat lakukan perkusi?
A. Kuadran kanan dan kiri bawah punggung
B. Suprapubik persis di atas kandung kemih
C. Tepat di samping pusat kurang lebih 2 cm
D. Tepat dibawah diaphragma kanan dan kiri
E. Sudut antara iga ke 12 dan vertebra kiri kanan
Seorang laik-laki (36 thn) masuk UGD. Alasan MRS: merasa nyeri hebat (colik) pinggang yang
menjalar ke depan turun ke bawah tetapi tidak sampai ke scrotum. TTV: T: 140/90 mmHg; N: 112
x /mnt; S: 36.60C; P: 24 x/mnt Keluhan saat ini adalah nyeri bagian pinggang, ketika dipalpasi
daerah CVA teraba nyeri, skala nyeri Mc Gill: 5, kalau sedang kolik kalau mereda 2-3. seloain
terapy analgesic dokter juga menginstruksikan minum 2500-300 cc.
59.
Apakah alasan ilmiah pemberian minum sebanyak yang diinstruksikan?
A. Mencegah terjadinya kristalisasi asam urat
B. Meningkatkan saturasi urine sehingga tidak terbentuk batu
C. Mencegah terbentuknya batu dengan membilaskannya keluar
D. Mempertahankan keseimbangan antara cairan yang masuk dan yang keluar
E. Mencegah infeksi karena saluran perkemihan dibilas dengan air yang banyak
Anda adalah perawat jaga di ruang interna sebuah rumah sakit. Saat itu anda harus menyuntikan
ceftriakson pada pasien baru. Namun sebelum anda menyuntikan ceftriakson anda harus
mengetahui apakah bapak tersebut alergi terhadap ceftriakson atau tidak.
60.

Dimanakah lokasi penyuntikan untuk tujuan di atas?


A. Sub cutan
B. Intra vena
C. Intra kutan

D. Intra arteri
E. Intra muscular