Anda di halaman 1dari 4

1. Apa saja macam-macam agent?

Jawab :
a. Agens Biologis
Bakteri, cth : staphylococcus (cth staphylococcus aureus : pembengkakan,
pneumonia, syok toksik), pseudomonas, mycobacterium (cth
mycobacteerium Tuberculosis : TBC ), campylobacter (cth : Campylobacter
enteritis : nyeri abdomen, diare, demam), clostridium (cth clostridium
difficile : Kolitis/peradangan usus: nyeri abdomen, diare berair, diare
erdarah), ehrlichia (cth ehrlihia chaffensis : ehrlichiosis : penyakit febrile :
demam, sakit kepala, nausea, muntah)
Jamur, cth : candida (cth Candidiasis : infeksi jamur dari sistem
gastrointestinal, vagina), aspergilus, crytococcus (cth Meningitis : infeksi
paru-paru, ginjal, prostat, liver), histoplasmosis
Virus, cth : Hepatitis (cth Hepatitis B : mual, muntah, ikterus), HIV, harpes,
influensa ( demam, sakit kepala, batuk, pneumonia), cacar, Norwalk (cth
gatroenteritis : diare epidemik), Rotavirus ( enteritis : diare, muntah,
dehidrasi, demam tingkat rendah)
Protozoa, cth : plasmodiuam (malaria), Cryptosporidium
( kriptosporidiosis : infeksi sel epitel pada sistem gastrointestinal dan
pernapasan), Giardia (cth giardia lamblia : Giardiasis : infeksi usus kecil
bagian paling atas, diare, bengkak), Pneumocystis (cth pneumocystis
carinii : pneumonia akut), toxoplasma (cth toxoplasma gondii :
toksoplasmosis : demam, limfositosit /peningkatan jumlah limfosit)
Metazoa : Trichinella (cacing otot), Nectator, dan Ancylostoma (cacing
tambang)
Rickettsiae : Ricketsia
Arthropoda : Sarcoptes (tungau), dermacentor, amblyomma, dan txodes
(kutu)
b. Agens Kimia
Kimia Organik, cth : Aldehid ( cth gluteraledehid), desinfektan
Kimia Anorganik, cth : Logam Berat
Pestisida : DDT, sterlan ( cth etiln oksida)
Bahan tambahan makanan, cth : monosodium glutamat
Sediaan farmasi, cth : antibiotik, analgesik, psikotropik
Pajanan di tempat kerja, cth : Reagen industri/laboratorium, silika,
asbestos, lateks
c. Agens Fisika
Suhu yang ekstrem, cth : Panas, dingin
Cahaya, cth : ultraviolet, laser, pencahayaan
Suara/kebisingan, cth : Musik
Radiasi Ionisasi, cth : Sinar X
Objek yang dapat berpindah, cth : Mobil, sepeda, peluru
Gaya Fisika, cth : gerakan yang beulang-ulang, mengangkat barang,
jatuh/terjun
Sumber : Arias, Kathleen Meehan. 2003. Investigasi dan Pengendalian Wabah
di Fasilitas Pelayanan Kesehatan. Jakarta : EGC (hal : 4-6)
2. Bagaimana transmisi agent?
Jawab :
a. Transmisi langsung yaitu memindahkan penyakit atau infstasi dari satu
orang ke orang lain mealui kontak langsung. Cth : skabies (kudis disebabkan
oleh tungau), pedikulus (kutu pada rambut)

b. Transmisi mekanik agen penyakit di tularkan secara mekanik oleh


arthropoda. Cth : penularan penyakit diare, tifoid, keracunan makanan, dan
trakoma (penyakit mata yang dapat menular) oleh lalat
c. Transmisi Biologi bila agen penyakit mengalami beberapa perubahan dan
perkembangan tanpa adanya multiplikasidalam tubuh arthropoda. Ada 3 cara
transmisi :
Propagatif Agen penyakit tidak mengalami perubahan siklus, tetapi
bermultiplikasi dalam tubuh vektor. Cth : plague bacilli pada tubuh tikus
Cyclo-propagative agen penyakit mengalami perubahan siklus dan
multipikasi dalam tubuh athropoda. Cth : Parasit malaria pada nyamuk
anopheles
Cyclo-developmental agen penyakit mengalami perubahan siklus, tapi
tidak mengalami multiplikasi dalam tubuh arthropoda. Cth : parasit
filaria pada nyamuk culex, dan cacing pida pada cyclops.
Sumber : Chandra, Budiman. 2006. Ilmu Kedokteran Pencegahan dan
komunitas. Jakarta :EGC (hal : 30-31)

3. Apa sifat-sifat agent?


Jawab :
a. Patogenitas kemampuan mikroorganisme untuk menimbulkan penyakit
pada pejamu
b. Virulensi kemampuan mikroorganisme untuk menimbulkan penyakit yang
berat atau fatal. (cth Rabies )
c. Tropisme pemilihan jaringan atau organ yang diserang. Biasanya pada
jaringan atau organ vital karena lebih mudah menimbulkan penyakit
daripada organ saluran napas atau kulit.
d. Pejamu yang diserang bila mikroorganisme hanya mampu menyerang
manusia, dikatakan bahwa mikroorganisme tersebut mempunyai rentang
yang pendek, seperti salmonella typhi. Sebaliknya bila mikroorganime juga
menyerang hewan dapat dikatakan bahwa mikroorganisme tersebut
mempunyai rentang yang luas.
e. Kecepatan berkembang biak mikroorganisme yang mempunyai
kemampuan berkembang biak dengan cepat akan cepat menimbulkan
penyakit.
f. Kemampuan menembus jaringan, memproduksi toksin, dan menimbulkan
kekebalan kemampuan mikroorganisme yang tinggi menebus jaringan
makin cepat menimbulkan gejala penyakit. Mikroorganisme yang
memproduksi toksin akan lebih mudah menimbulkan penyakit. Jika
mikroorganisme menyerang kekebalan manusia, maka dapat menjadi
penghalang mikroorganisme menembus jaringan atau organ sehingga
menyulitkan mikroorganisme menimbulkan penyakit.

Sumber : Budiarto, eko, et al. 2001. Pengantar Epidemiologi Ed.2. Jakarta : EGC
(Hal : 17-18)
4. Bagaimana cara menghambat pertumbuhan agent dalam dan diluar
host?
Jawab :
a. Kontrol terhadap sumber atau reservoir infeksi
Diagnosis dini unuk mendeteksi secara dini agar cepat diobati dan tidak
jadi kronis
Terapi merupakan bagian dari tindakan preventif bertujuan mengurangi
periode masa penularan dan hari kesakitan
Karantina yaitu isolasi orang sehat atau binatanng yang berasal dari
daerah yang diduga menderita penyakit infeksi
Desinfeksi melakukan suci hama pada tinja, urin, muntahan pasin serta
peralatan yang telah dipakai oleh penderita
b. Memutus mata rantai
Vehicle transmission dilakukan barier sanitasi yaitu mncegah sumber air,
makanan, susu dan lainnya yang terkontaminasi dengan tinja.
Vector transmission yaitu dengan kontrol vektor dan manipulasi
lingkungan
Airborne transmission ditularkan melalui pernafasan, jadi hars memakai
masker, menjauhi atau isolasi penderita
Contat transmission tidak berganti pasangan dan menggunakan kondom.
c. Proteksi pada kelompok penduduk yang rentan
Imunisassi aktif diberikan pada bayi yang sensitif terhadap penyakit
menular
Imunisasi pasif pemberian gamma globulin dan antisera yang bertujuan
untuk merangsang pembentukan antibody
Kemoprofilaksis pemberia obat untuk mencegah agar orag tidak menjadi
sakit. Cth : obat anti malaria, TBC, dll.
Sumber : Chandra, Budiman. 2006. Ilmu Kedokteran Pencegahan dan
komunitas. Jakarta :EGC (Hal : 35-36)
5. Faktor apa saja yang mempengaruhi transmisi agent?
- Host : daya tahan, perilaku
- Lingkungan :sanitasi
- Agent :virulensi, infektifitas, patogenetitas, antigenesitas
6. Bagaimana mekanisme patogenesity (dari agent sampai terjadi sakit)?
Agent masuk ke host -> bibit penyakit menyebar didalam host -> daya tahan
kuat maka tidak terkena penyakit, tetapi jika daya tahan lemah(usia) maka
terkena penyakit.
7. Sebutkan macam-macam wabah?
Jawab :
Endemik Banyaknya kasus penyakit yang diperkirakan atau biasa terjadi
dalam suatu llokasi atau populasi geografi
- Pandemik suatu epidemik yang mempengaruhi beberapa negara/benua
- Epidemik banyaknya kejadian penyakit dibandingkan kasus penyakit yang
diperkirakan terjadi dalam suatu daerah tertentu atau suatu populasi yang
spesifik pada suatu periode waktu tertentu.
- Hiperdemi
- Holodemi
Sumber : Arias, Kathleen Meehan. 2003. Investigasi dan Pengendalian Wabah di
Fasilitas Pelayanan Kesehatan. Jakarta : EGC (hal : 1-2)
8. Apa saja faktor pendukung penyebar luasan agent?
Organisme penyebab penyakit

Adanya sumber penularan


Adanya penularan khusus
Adanya cara masuk kepenjamu lain
Ketahan tubuh dari penjamu
9. Apa saja kriteria suatu penyakit yang dikatakan wabah?
Jawab :
a. Ada resiko datangnya atau penyebaran penyebab penyakit dipopulasi
b. Sejumlah besar kasus-kasus penyakit diperkirakan akan terjadi
c. Penyakit yang bersangkutan sedemikan berbahaya sehingga mengakibatkan
kecacatan serius atau kematian
d. Ada resiko kekacauan sosial dan/atau ekonomi sebagai akibat kehadiran
penyakit
e. Pemerintah di negara yang bersangkutan tidak mampu menangani situasi
oleh karena kekurang mampuan : tenaga profesional, pengalaman organisai,
penyediaan bahan atau alat yang diperlukan (obat, vaksin, bahan
pengendalian vektor)
f. Kemungkinan bahaya penyebaran penyakit secara internasional.
Sumber : Bres, P, et al. 1995. Tindakan Darurat Kesehatan Masyarakat Pada
Kejadian Luar Biasa. Yogyakarta : Gajah Mada University Press. (Hal : 5-6)
10.Apa saja dampak dari wabah ?
Jumlah pesakit tinggi
Jumlah kematian tinggi
Ekonomi rendah
11.Perbedaan endemi, wabah KLB, wabah dengan pandemi baru menurut peraturan
menteri kesehatan ? cara mencegah terjadinya wabah ?
Wabah: dampak orangnya banyak
Pandemi baru : penyebaran luas
Wabah KLB :
12.Apa saja macam portal de entry dan portal de exit?
Portal de entry : kulit, mukosa, oral, saluran pernapasan
Portal de exit : cairan, darah, anal