Anda di halaman 1dari 13

ANALISIS PENGARUH MANAJEMEN MODAL KERJA

TERHADAP
PROFITABILITAS PERUSAHAAN

Naila Kamaliyannisa
131120001087

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


UNIVERSITAS ISLAM NAHDLATUL ULAMA JEPARA

KAJIAN JURNAL

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
DAFTAR ISI..............................................................................................................................2
LATAR BELAKANG................................................................................................................3
TINJAUAN PUSTAKA.............................................................................................................5
HASIL DAN PEMBAHASAN..................................................................................................7
KESIMPULAN........................................................................................................................12
DAFTAR PUSTAKA...............................................................................................................13

KAJIAN JURNAL

LATAR BELAKANG
Globalisasi merupakan suatu era dimana kalangan dunia usaha dituntut untuk lebih
efektif dalam menjalankan usahanya. hal ini dikarenakan tidak ada lagi batasan batasan
yang timbul antar negara, termasuk dalam bisnis dan persaingan usaha. Setiap perusahan
dituntut harus bisa mengelola perusahaannya dengan baik agar dapat bersaing dengan
perusahaan perusahaan lain. Salah satu indikator yang dapat digunakan untuk menilai
perusahaan terkelola dengan baik adalah bagaimana perusahaan memanajemen modal kerja
mereka.
Modal kerja merupakan masalah yang sangat penting bagi setiap perusahaan karena
sangat dibutuhkan untuk membiayai aktivitas operasional perusahaan sehari hari, serta
sangat mempengaruhi kelanjutan dari perusahaan itu sendiri. Modal kerja dapat berupa kas
dan persediaan, jika manajemen modal kerja baik dan tepat, maka perusahaan tidak akan
menemukan banyak kesulitan dan hambatan dalam menjalankan aktivitas operasional
perusahaan. Sebaliknya jika manajemen modal kerja yang tidak tepat akan menyebabkan
aktivitas operasional terganggu, dan hal ini merupakan sebab utama kegagalan perusahaan
dalam mempertahankan kelangsungan perusahaan itu sendiri.
Profibabilitas dapat digunakan sebagai tolak ukur untuk menilai keberhasilan dari
suatu perusahaan dalam menjalankan usahanya dan digunakan untuk menilai kemampuan
perusahaan dalam menggunakan modal kerja secara efektif untuk menghasilkan tingkat laba
atau
profibabilitas
tertentu
yang
diharapkan.
Besar kecilnya modal kerja yang berupa kas dan setara kas, persediaan dan aktiva lancar
lainnya dibutuhkan analisis yang tepat dan memiliki tingkat rasio yang rendah agar
penggunaan modal kerja terrsebut dapat dimanfaatkan secara efektif. Jika besaran modal
kerja yang ditetapkan tidak sesuai dengna kebutuhan perusahaan, baik berlebihan maupun
kekurangan akan menghasilkan dampak yang negatif. Modal kerja yangberlebihan terutama
dalma bentuk kas dan setara kas dapat merugikan perusahaan karena akan menyebabkan
banyaknya dana dana yang menumpukdalam neraca sehingga mengurangi tingkat
produktifitas dan aktivitas tersebut.
Disamping itu kelebihan modal kerja juga akan memungkinkan perusahaan kurang
efisien dalam menjalankan operasinya karena dapat memicu pemborosan. Kekurangan
modal kerja juga akan berdampak negatif bagi perusahaan, kegiatan operasional yang
terhambat akan mengganggu proses produksi maupun penjualan perusahaan sehingga
profitabilitas perusahaan juga akan terganggu.
Dalam kajian jurnal keuangan kali ini, penulis menggunakan analisa jurnal pada dua
objek yaitu pada perusahaan manufaktur PMA dan PMDN yang terdaftar di BEI periode
2004-2008 dan perusahaan property and real estate di BEI.
Perusahaan manufaktur merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan
produk. Perusahaan manufaktur dapat dibedakan menjadi dua kategori, yaitu perusahaan
manufaktur PMA dan PMDN . PMA merupakan suatu usaha yang dilakukan oleh pihak
asing dalam rangka menanamkan modalnya disuatu Negara dengan tujuan untuk
mendapatkan laba melalui penciptaan suatu produk atau jas, yang dulu pesat masuk pada
era orde baru selama periode pra krisis 1997 sebagai penggerak pembangunan ekonomi
KAJIAN JURNAL

yang pesat selama orde baru, PMDN adalah penanaman modal dalam negeri yang dilakukan
oleh perseorangan warga Negara Indonesia, badan usaha indonesia, Negara Repubilk
Indonesia atau daerah yang melakukan penanaman modal diwilayah negara Republik
Indonesia, penanaman tersebut dapat berupa perumahan, tanah, emas atau suatu bisnis
tertentu. PMDN menjadi salah satu sumber pembiayaan yang cukup besar bagi suatu
wilayah yang sedang berkembang dan mampu memberikan kontribusi yang cukup besar
bagi pembangunan.
Sedangkan perusahaan property and real estate adalah perusahaan properti yang
bergerak dibidang penyediaan, pengadaan serta pematangan tanah bagi keperluan usaha
usaha industry termasuk industry pariwisata. Bisnis real estate dan properti baik residensial
maupun komersial menunjukkan perkembangan yang cukup pesat di Indonesia, terbukti
dengan semakin maraknya pembangunan perumahan, pusat bisnis dan supermall dalam
tahuntahun terakhir. Perkembangan sektor properti ini diikuti dengan tingginya permintaan
akan kebutuhan papan, sehingga membuat para emiten properti membutuhkan dana dari
sumber eksternal.
Pendanaan dari sumber eksternal dapat diperoleh melalui pasar modal. Investor banyak
menginvestasikan modalnya di industri properti karena harga tanah yang cenderung naik.
Semakin banyak perusahaan perusahaan real estate dan property yang membuka gerai,
maka kebutuhan akan modal kerja pada perusahaan tersebut akan semakin besar pula.
Kajian jurnal keuangan ini merupakan dua jurnal keuangan yang telah di teliti oleh Aulia
Rahma (C2A607031) pada jurnal pertama dan I Made Dian Satriya dan Putu Vivi Lestari
pada jurnal kedua, yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang mempengaruhi
profitabilitas pada jenis perusahaan yang berbeda dengan variabel yang mempengaruhi
adalah sama.
Berdasarkan penjelasan diatas maka penulis ingin mengkaji ke dua jurnal tersebut
dengan judul ANALISIS PENGARUH MANAJEMEN MODAL KERJA TERHADAP
PROFITABILITAS PERUSAHAAN PMA-PMDN DAN PERUSAHAAN PROPERTY
REAL STATE.

TINJAUAN PUSTAKA
KAJIAN JURNAL

A. Profitabilitas
Profitabilitas merupakan tujuan tetap dari suatu organisasi, Profitabilitas adalah
mengukur kesanggupan perusahaan untuk menghasilkan laba (mardiyanto, 2009;54).
Rasio profitabilitas adalah rasio yang bertujuan untukmengukur efektivitas manajemen
yang tercermin pada imbalan atas hasil investasi melalui kegiatan perusahaan secara
keseluruhan dan efisiensi dalam pengelolaan kewajiban dan modal (sugiyono, 2010;78) .
Salah satu rasio profitabilitas yang sering digunakan dalam penelitian yang berkaitan
dengan pengaruh laba terhadap investasi adalah return on investment (ROI), Return on
Investment (ROI) menunjukkan kemampuan perusahaan menghasilkan laba dari aktiva
yang dipergunakan.
Rasio ini juga memberikan ukuran yang lebih baik atas profitabilitas perusahaan karena
menunjukkan efektifitas manajemen dalam menggunakan aktiva untuk memperoleh
pendapatan (Surtono, 2001).
B. Modal Kerja
Modal kerja adalah modal yang digunakan oleh perusahaan sebagai biaya operasi
perusahaan yang perputaran kasnya kurang sari satu tahun melalui hasil penjualan
produksinya.
Definisi modal kerja yang umum digunakan antara lain konsep kuantitatif, konsep
kualitatif, konsep fungsional (Amrin, 2009).
a. Konsep kuantitatif : menitik beratkan pada jumlah yang diperlukan untuk mencukupi
kebutuhan perusahaan dalam membiayai operasional yang bersifat rutin atau dapat pula
menunjukkan jumlah dana (fund) yang tersedia untuk operasi jangka pendek. Dalam
konsep ini menganggap bahwa modal kerja merupakan aktiva lancar.
b. Konsep kualitatif : menitik beratkan pada kualitas modal kerja, modal kerja merupakan
kelebihan dari aktiva lancar terhadap utang lancar jangka pendek yang jumlah aktiva
lancar berasal dari pinjaman jangka panjang maupun dari pemilik perusahaan.
c. Konsep fungsional : menitik beratkat pada fungsi dari modal kerja sendiri yang dimiliki
perusahaan dengan prioritas menghasilkan profit, tetapi tidak semua dana tersebut
digunakan
.Faktor Yang Mempengaruhi Modal Kerja
Menurut Hampton (1989:180) perusahaan membutuhkan modal kerja ditentukan oleh 4
faktor:
a. Volume Penjualan
Perusahaan membutuhkan modal kerja untuk mendukung kegiatan operasional pada saat
terjadi peningkatan penjualan.
b. Faktor Musim dan Siklus
Fluktuasi dalam penjualan yang disebabkan oleh faktor musim dan siklus akan
mempengaruhi kebutuhan akan modal kerja.
c. Perubahan dalam Teknologi
Jika terjadi pengembangan teknologi maka akan berhubungan dengan proses produksi dan
akan membawa dampak terhadap kebutuhan akan modal kerja
d. Kebijakan Perusahaan
Kebijakan yang diterapkan oleh perusahaan juga akan membawa dampak terhadap
kebutuhan modal kerja.
KAJIAN JURNAL

C. Manajemen Modal Kerja


Manajemen modal kerja (working capital management) adalah manajemen yang terdiri
dari unsur-unsur aktiva lancar dan hutang lancar. Tujuan dari Manajemen Modal Kerja
adalah mengelola aktiva lancar dan hutang lancar dan menjamin tingkat likuiditas atau daya
kekuatan perusahaan.
Hal yang utama dalam Manajemen Modal Kerja adalah manajemen aktiva lancar
perusahaan yang berupa kas, persediaan dan modal kerja yang diperlukan untuk mendukung
aktiva lancar. Pentingnya Manajemen Modal Kerja adalah keputusan modal kerja
berdampak langsung terhadap tingkat risiko, laba (profitabilitas) dan harga saham
perusahaan. Adanya hubungan langsung antara pertumbuhan penjualan dengan kebutuhan
dana untuk membelanjai aktiva lancar.
D. Perusahaan PMA- PMDN dan Perusahaan Property and real estate
Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN)
adalah bentuk penanaman modal perusahaan di Indonesia. Penanaman Modal Asing atau
(PMA) merupakan bentuk investasi dengan jalan membangun, membeli total atau
mengakuisisi perusahaan, penanaman Modal di Indonesia diatur dengan Undang-Undang
Nomor 25 tahun 2007 tentang Penanaman Modal.
Penanaman Modal Dalam Negeri atau (PMDN) adalah kegiatan menanam modal
untuk melakukan usaha di wilayah negara Republik Indonesia yang dilakukan oleh
penanam modal dalam negeri dengan menggunakan modal dalam negeri. Ketentuan
mengenai Penanaman Modal diatur didalam Undang-undang No. 25 Tahun 2005 tentang
Penanaman Modal. Penanam modal Dalam Negeri dapat dilakukan oleh perseorangan WNI,
badan usaha Negeri, dan/atau pemerintah Negeri yang melakukan penanaman modal di
wilayah negara Republik Indonesia. Kegiatan usaha usaha atau jenis usaha terbuka bagi
kegiatan penanaman modal, kecuali bidang usaha atau jenis usaha yang dinyatakan tertutup
dan terbuka dengan persyaratan dan batasan kepemilikan modal Negeri atas bidang usaha
perusahaan.
Industri real estate dan property pada umumnya merupakan dua hal yang berbeda.
Real estate merupakan tanah dan semua peningkatan permanen di atasnya termasuk
bangunan-bangunan, seperti gedung, pembangunan jalan, tanah terbuka, dan segala bentuk
pengembangan lainnya yang melekat secara permanen, sedangkan property adalah tanah
hak dan atau bangunan permanen yang menjadi objek pemilik dan pembangunan. Jadi
perusahaan real estate and property adalah salah satu sektor industri yang terdaftar di Bursa
Efek Indonesia (BEI), lebih tepatnya sebagai perusahaan properti yang bergerak dalam
bidang penyediaan, pengadaan, serta pematangan tanah bagi keperluan usaha-usaha
industri, termasuk industry pariwisata.

HASIL DAN PEMBAHASAN


Dalam kajian ini menggunakan analisis regresi berganda dengan menggunakan variabel
dipendent dan independent, Variabel Independent ( X ) adalah variabel yang mempengaruhi
KAJIAN JURNAL

atau yang menjadi sebab, sedangkan variabel dependent ( Y ) adalah variabel yang
dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas.
Dimana dalam pembahasan kajian ini variabel indepentnya adalah perputaran modal kerja
(X1), perputaran kas (X2) dan perputaran persediaan (X3) yang akan mempengaruhi variabel
dependent yaitu profitabilitas (Y).
Pada kedua jurnal tersebut menggunakan jenis data sekunder, data sekunder merupakan
sumber data yang mengacu pada informasi yang dikumpulkan dari sumber yang telah ada .
Jurnal pertama Laporan Keuangan yang digunakan adalah laporan keuangan perusahaan
yang diperoleh dari laporan tahunan perusahaan sektor manufaktur yang go publik di BEI
periode 2004-2008, sedangkan pada jurnal kedua laporan keuangan yang digunakan adalah
data sekunder berupa data dari Indonesian Capital Market yang diperoleh dari laporan
keuangan perusahaan Property and Real Estate dalam Bursa Efek Indonesia periode 20092011.
Populasi yang digunakan pada jurnal pertama adalah seluruh perusahaan sektor
manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), pada jurnal kedua pengambilan
populasi sebanyak 43 perusahaan Property and Real Estate di BEI periode 2009-2011.
Kedua jurnal tersebut menggunakan metode purposive sampling, yaitu suatu sampling
dimana pemilihan elemen elemen untuk menjadi anggota sample berdasarkan
pertimbangan yang tak acak, biasanya sangat subjektif (Supranto, 2007:77). Sehingga
sampel yang diperoleh dari jurnal pertama sebanyak 39 perusahaan manufaktur, dan sampel
dari junal kedua didapatkan sebanyak 12 perusahaan.
Metode analisis data yang digunakan kedua jurnal penelitian ini adalah analisis regresi
linier berganda dengan menggunakan bantuan program SPSS untuk mengolah data. Teknik
ini digunakan untuk mengetahui keterkaitan atau hubungan variabel bebas dengan variabel
terikatnya. Variabel independen terdiri dari perputaran modal kerja, perputaran kas dan
perputaran persediaan, variabel dependennya adalah profitabilitas.
Selain itu model regresi berganda yang dipakai dalam kedua jurnal tersebut telah
memenuhi syarat asumsi klasik yaitu uji multikolinearitas, uji heterokedastisitas, uji
autokorelasi, dan uji normalitas dengan menggunakan persamaan logaritma natural (LN)
doublelog. Serta Ketepatan fungsi regresi sampel dalam menaksir nilai aktual dapat diukur
dari Goodness of fitnya. Secara statistik, setidaknya ini dapat diukur dari nilai
statistik F, nilai koefisien determinasi nilai statistik t (Ghozali, 2006).
Uji statistik F digunakan untuk menunjukkan apakah semua variabel independen atau
bebas yang dimasukkan berpengaruh secara bersama-sama, Uji Koefisien determinasi (R2)
digunakan untuk mengukur kemampuan seberapa besar persentase variasi variabel bebas
(independen) pada model regresi linear berganda dalam menjelaskan variasi variabel terikat
(dependen), Uji statistik t digunakan untuk menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu
variabel penjelas/independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel
dependen.
Berikut kedua Hasil Analisis Regresi masing masing Jurnal :
1. Hasil Analisis pada Jurnal pertama :
Unstandardize
d

Standardiz
ed
KAJIAN JURNAL

Model
1
(Constant)

Coefficients
Std.
B
Error

LNWCT
LNCT
LNIT
Dummy

1.557

.199

-.273
.190
-.030
.784

.094
.073
.057
.132

Coefficien
ts
Beta

-.255
.230
-.036
.426

Sig.

7.809

.000

-2.895
2.617
-.529
5.915

.004
.010
.597
.000

2. Hasil Analisis pada Jurnal ke dua :


Unstandardized
Coefficients

Standardized
Coefficients

Variabel

t-hitung
B

(Constant)
Ukuran Perusahaan
(X1)
Profitabilitas (X2)

Sig.

-0,060

e
0,018

Beta
-

-3,364

0,002

0,076

0,033

0,250

2,344

0,026

0,014

0,004

0,473

3,497

0,001

0,154

0,068

0,310

2,267

0,031

Penghematan Pajak
(X3)
R2
F Hitung
Sig. F

0,701
23,455
0,000

Persamaan regresi kedua jurnal dapat dibuat persamaan linier berganda sebagai berikut :
a) Pada Jurnal Pertama
LNROI = 1,557 - 0,273 LNWCT + 0,190 LNCT - 0,030 LNIT
Dimana :
Konstanta sebesar positif 1,557; artinya jika LNWCT(X 1), LNCT (X2), LNIT (X3) nilainya
adalah 0 maka LNROI (Y) nilainya sebesar positif 1,557
Koefisien regresi variabel LNWCT (X1) sebesar -0,273 dan bertanda negatif; LNWCT (X 1)
mempunyai hubungan yang berlawanan arah dengan Risiko Sistematis. Ini mengandung arti
bahwa setiap kenaikan LNWCT satu satuan maka LNROI (Y) akan turun sebesar 0,273.
Koefisien regresi variabel LNCT (X 2) sebesar 0,190; artinya apabila LNCT (X 2) meningkat
satu satuan maka LNROI (Y) akan mengalami kenaikan 0,190.
Koefisien regresi variabel LNIT (X3) sebesar -0,030 dan bertanda negatif; LNIT (X 3)
mempunyai hubungan yang berlawanan arah dengan risiko sistematis. Ini mengandung arti
KAJIAN JURNAL

bahwa setiap kenaikan LNIT satu satuan maka LNROI (Y) akan turun sebesar 0,030.
b) Pada jurnal ke dua
Y = 0,250 WCT + 0,473 CT + 0,310 IT

Dimana :
Koefisien regresi variabel WCT (X1) sebesar 0,250; artinya apabila WCT (X 1) meningkat
satu satuan maka ROI (Y) akan mengalami kenaikan 0,250.
Koefisien regresi variabel CT (X 2) sebesar 0,473; artinya apabila CT (X 2) meningkat satu
satuan maka ROI (Y) akan mengalami kenaikan 0,473.
Koefisien regresi variabel IT (X3) sebesar 0,310; artinya apabila IT (X3) meningkat satu
satuan maka ROI (Y) akan mengalami kenaikan 0,310.
Dari persamaan regresi Jurnal pertama angka angka yang diambil dari kolom
Unstandardized Coefficients sedangkan pada jurnal kedua menggunakan angka angka
yang ada pada kolom Standardized Coefficients kecuali angka pada Konstanta. Pada
Regresi Jurnal Kedua seharusnya tidak perlu menggunakan konstanta karena semua angka
pada persamaan regresi di ambil dari kolom Standardized Coefficients.
Karena penggunaan Standardized Beta Coefficients adalah apabila masing - masing
koefisien variabel bebas ( independen ) di standarisasi lebih dahulu, maka akan mempunyai
koefisien yang berbeda karena garis regresi melewati origin (titik pusat) sehinggga tidak ada
konstantanya ( Imam Ghozali, 2005 : 88 )

Hasil analisa variabel WCT (X1), CR (X2), IT (X3) terhadap variabel ROI (Y) sebagai
berikut :
A. Pengaruh Perputaran Modal Kerja (Working Capital Turnover) Terhadap
Profitabilitas (ROI).
Pada kedua jurnal mengalami perbedaan hasil penelitian, pada jurnal pertama
menyatakan bahwa perputaran modal kerja berpengaruh positif terhadap ROI. Hasil
pengujian terhadap variabel perputaran modal kerja menunjukkan bahwa variabel LNWCT
berpengaruh negatif signifikan terhadap LNROI, dikatakan signifikan karena nilai sig lebih
kecil dari nilai probabilitas 0,05 atau nilai 0,004<0,05. Nilai t negatif menunjukkan bahwa
Modal kerja (X2) mempunyai hubungan yang berlawanan arah dengan Profitabilitas (Y).
KAJIAN JURNAL

Jadi dapat disimpulkan bahwa pada jurnal pertama menunjukkan adanya tingkat penjualan
yang tinggi akan menurunkan profitabilitas (ROI) perusahaan PMA dan PMDN, hal ini
dikarenakan perusahaan PMA dan PMDN belum menggunakan modal kerja secara efisien.
Hasil penelitian pada jurnal kedua menunjukan bahwa variabel WCT berpengaruh
positif dan signifikan terhadap ROI. Dikatakan signifikan karena nilai sig lebih kecil dari
dari nilai probabilitas 0,05 atau nilai 0,010<0,05. Nilai t positif menunjukkan bahwa Modal
Kerja (X1) mempunyai hubungan yang searah dengan profitabilitas. Jadi dapat disimpulkan,
bahwa perputaran Modal Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas
perusahaan property real state.
Hal ini terjadi karena perusahaan menggunakan modal kerja untuk kegiatan
operasionalnya, dana yang dikeluarkan perusahaan diharapkan kembali untuk kegiatan
operasional selanjutnya. Semakin tinggi volume penjualan yang dihasilkan maka modal
kerja berputar semakin cepat sehingga modal cepat kembali ke perusahaan yang disertai
keuntungan yang tinggi pula, adanya keuntungan yang tinggi menyebabkan ROI perusahaan
juga meningkat.
B. Pengaruh Perputaran Kas (Cash Turnover) Terhadap Profitabilitas (ROI).
Pada kedua jurnal menyatakan bahwa perputaran kas berpengaruh positif terhadap ROI.
Hasil pengujian terhadap variabel perputaran kas menunjukkan bahwa variabel LNCT
berpengaruh signifikan terhadap LNROI. Dikatakan signifikan karena nilai sig 0,010 lebih
kecil dari nilai probabilitas 0,05 atau nilai 0,010<0,05 pada jurnal pertama dan begitu juga
pada jurnal kedua nilai sig 0,001 lebih lebih kecil dari nilai probabilitas 0,05 atau nilai
0,001<0,05. Kedua jurnal menunjukkan nilai t positif membuktikan bahwa variabel
Perputaran Kas (X2) mempunyai hubungan yang searah terhadap profitabilitas.
Adanya pengaruh yang positif berarti semakin tinggi perputaran kas maka keuntungan
yang diperoleh perusahaan juga akan semakin tinggi dengan jumlah kas tertentu yang
dimiliki perusahaan, akan menghasilkan penjualan yang tinggi. Tingkat penjualan yang
tinggi akan menyebabkan keuntungan yang diperoleh perusahaan semakin tinggi. Hal ini
menunjukkan perusahaan telah menggunakan kas secara efisien.

C. Pengaruh Perputaran Persediaan (Inventory Turnover) Terhadap Profitabilitas


(ROI)
Pada kedua jurnal mengalami perbedaan hasil penelitian, pada jurnal pertama
menyatakan bahwa perputaran persediaan berpengaruh positif terhadap ROI namun tidak
berpengaruh secara signifikan. Ini dibuktikan dengan nilai sig lebih besar dari nilai
probabilitas 0,05 atau nilai 0,597>0,05 dan nilai t negative hal ini menunjukkan bahwa
variabel Perputaran persediaan (X3) mempunyai hubungan yang berlawanan arah terhadap
profitabilitas. Jadi, variabel perputaran persediaan menunjukkan bahwa variabel LNIT tidak
berpengaruh signifikan terhadap LNROI.
Adanya pengaruh yang negatif menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat perputaran
persediaan maka akan menurunkan profitabilitas perusahaan. Dikarenakan adanya investasi
dalam persediaan yang terlalu besar dibandingkan dengan kebutuhan sehingga akan
KAJIAN JURNAL

10

memperbesar beban bunga, memperbesar biaya penyimpanan dan pemeliharaan di gudang,


memperbesar kemungkinan kerugian karena kerusakan, turunnya kualitas, sehingga
semuanya ini akan memperkecil volume penjualan dan keuntungan yang diperoleh
perusahaan juga akan semakin kecil.
Hasil uji jurnal kedua bahwa Perputaran Persediaan berpengaruh positif dan signifikan
terhadap profitabilitas, ditunjukkan dengan nilai sig lebih kecil dari nilai probibalitas 0,05
atau nilai 0,031<0,05. Nilai t positif menunjukkan bahwa variabel perputaran persediaan
(X3) mempunyai hubungan yang searah terhadap profitabilitas.
Adanya pengaruh yang positif menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat perputaran
persediaan maka akan meningkatkan profitabilitas perusahaan. Hal ini dikarenakan
persediaan yang diinvestasikan oleh perusahaan harus tepat dengan kebutuhan perusahaan
sehingga biaya bunga berkurang, memperkecil biaya penyimpanan dan pemeliharaan di
gudang, perusahaan mengalami kerugian, sehingga semuanya ini akan memperbesar volume
penjualan dan laba yang diperoleh perusahaan juga akan semakin besar.

KESIMPULAN
Berdasarkan hasil pengujian dan pembahasan mengenai pengaruh variabel perputaran
modal kerja, perputaran kas, perputaran persediaan dan status perusahaan terhadap
profitabilitas (ROI) maka dapat ditarik kesimpulan dari kajian penelitian ini adalah sebagai
berikut:
Pada perusahaan PMA PMDN, variabel perputaran modal kerja dan perputaran
persediaan cenderung berpengaruh negatif terhadap profitabilitas perusahaan. Ini
dikarenakan karena perusahaan kurang bisa memanajemen modal kerjanya dengan baik.
Kondisi ini menyebabkan adanya tingkat penjualan dan tingkat perputaran persediaan
yang tinggi akan menurunkan profitabilitas (ROI) perusahaan PMA dan PMDN.
KAJIAN JURNAL

11

Pada perusahaan Real state and property, variabel perputaran modal kerja, kas dan
persediaan mempunyai pengaruh positif terhadap profitabilitas perusahaan. Ini
dikarenakan perusahaan sudah memaksimalkan manajemen modal kerja yang baik dengan
memperhatikan pengelolaan perputaran modal kerja, perputaran kas dan perputaran
persediaan diperusahaan. Sehingga ke tiga komponen tersebut mempunyai pengaruh
yangpositif terhadap profitabilitas perusahaan.
Jadi dapat disimpulkan bahwa manajemen modal kerja akan berpengaruh positif terhadap
profitabilitas jika di kelola dengan baik, tetapi sebaliknya jika manajemen modal kerja
tidak di kelola dengan baik maka perusahaan tidak akan mendapatkan profitabilitas yang
maksimal.

DAFTAR PUSTAKA
Amrin, Abdullah. Bisnis, Ekonomi, Asuransi, dan Keuangan . 2009. Jakarta: Grasindo
Ghozali, Imam. Aplikasi Analisis Multivariate dengan program SPSS. 2005. Undip. hlm.88.
Mardiyanto, Handono. Intisari Manajemen Keuangan. 2009. Jakarta: PT. Gramedia
Widiasarana Indonesia (GRASINDO)
Rahma, Aulia. 2011. Analisis Pengaruh Manajemen Modal Kerja Terhadap Profitabilitas
Perusahaan Studi Pada Perusahaan Manufaktur PMA dan PMDN Yang Terdaftar di BEI
periode 2004-2008. Universitas Diponegoro

KAJIAN JURNAL

12

Satriya, I Made dan Dian Putu Vivi Lestari, 2014. Pengaruh Perputaran Modal Kerja
Terhadap Profitabilitas Perusahaan studi pada perusahaan property and real estate di Bursa
Efek Indonesia. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana (Unud) Bali.
Sugiono, Arief. Manajemen Keuangan. 2010. Jakarta: Grasindo
Supranto, J. Statistik untuk Pemimpin Berwawasan Global (ed. 2). 2007

KAJIAN JURNAL

13

Anda mungkin juga menyukai