Anda di halaman 1dari 46

MODUL

Kalkulus 2
Dosen : Diah Aryani M.Kom

Disusun Oleh :
Maylan Asmarani

1021464601

JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA


SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER
STMIK RAHARJA
TANGERANG
(2013/2014)

MODUL 1
INTEGRAL TAK TENTU

1. Tujuan
Mahasiswa diharapkan mampu memahami integral tak tentu dan dapat
mengimplementasikannya dengan baik.
2. Dasar Teori
Integral itu sendiri adalah kebalikan dari proses diferensiasi. Integral
ditemukan

menyusul

ditemukannya

masalah

dalam

diferensiasi

dimana

matematikawan harus berpikir bagaimana menyelesaikan masalah yang berkebalikan


dengan solusi diferensiasi.
Lambang dari integral yaitu
Macam-macam integral terbagi dua, yaitu Integral tak tentu dan tentu. Bedanya
adalah integral tak tentu tidak memiliki batas bawah dan batas atas sedangkan
integral tentu memiliki batas atas dan batas bawah
Rumus-rumus integral tak tentu :
Jika f dan g dapat di integralkan atau memiliki anti turunan dan k dan c adalah
konstanta, maka:

3. Alat Dan Bahan


Alat Tulis
Grafik
4. Langkah Kegiatan

Contoh Soal :
Penyelesaian : (Untuk fungsi pangkat gunakan rumus No.3,)

Soal No 4
Penyelesaian : (Ubah kedalam bentuk pangkat,)

Soal No 5
Penyelesaian : (Ubah dahulu bentuk akar kedalam bentuk pangkat!)

Soal no 6
Penyelesaian : Untuk integral dan selisih gunakan rumus No. 4

Soal no 7 :
Penyelesaian : Ubah dulu bentuk akar ke dalam bentuk pangkat

Soal no 8 :
Penyelesaian : buka dahulu tanda kurung menggunakan rumus jumlah kuadrat

5. Tugas

MODUL 2
INTEGRAL TAK TENTU FUNGSI
TRIGONOMETRI
1. Tujuan
Mahasiswa diharapkan mampu memahami integral tak tentu fungsi
trigonometri dan dapat mengimplementasikannya dengan baik.
2. Dasar Teori
Integral trigonometri atau lebih dikenal dengan Integral fungsi trigonometri
adalah integral yang memuat fungsi trigonometri. Dimana integral merupakan invers
atau kebalikan dari turunan fungsi.
Rumus Integral Trigonometri

3. Alat Dan Bahan

Alat Tulis

Grafik

4. Langkah Kegiatan
Contoh Soal dan Penyelesaian
cos x

sin x dx

a.

Penyelesaian :
cos x

sin x dx
sin

1
2

x cos x dx

1
sin
= 1 +1
2

1
+1
2

1
2

2 sin x +c

x +c

2 sinx+c

6 sin 13 x cos 5 x dx

b.

Penyelesaian :

6 sin 13 x cos 5 x dx
=

6.

1
( sin ( 13 x +5 x ) +sin ( 13 x5 x ) ) dx
2

= 3 ( sin18 x +sin 8 x ) dx

c.

( 118 cos 18 x 18 cos 8 x )+ c

1
3
cos 18 x cos 8 x+ c
6
8

cos 2 x cos 3 x dx
Penyelesaian :

cos 2 x cos 3 x dx
1
cos ( 2 x+3 x ) +cos ( 2 x3 x ) } dx
= 2{
1
( cos 5 x+ cosx ) dx
= 2

x
1
sin 5 x +sin + c
5
=
1

2
1
1
sin 5 x + sinx+c
= 10
2

d.

sinx +cos x 2

Penyelesaian

sinx +cos x

sin
( x +2 sinx cosx +cos 2 x ) dx
=

(1+ 2 sinx cosx) dx

2x
1+sin dx

e.

1
cos 2 x + c
2

tan x +cos x 2 dx

Penyelesaian
tan x +cos x 2 dx

tan 2
( x +2tanxcotx +cot 2 x ) dx
=

sec 2
1
{( x1)+ 2. tanx .
+(cosec 2 x1) }dx
=
tanx

( sec2 x1+2+ cosecx1 ) dx


2

sec
( x +cosec 2 x )dx
=

= tan xcot x +c
5. Tugas

x
8 sin x+ 2cos dx

=..

sin3 x dx

sin3 x cosx dx

sin xcos x dx

sin2 3 x dx

cos 2 x

= .
=

=..

MODUL 3

INTEGRAL DALAM SUBSTITUSI


TRIGONOMETRI

1. Tujuan
Mahasiswa diharapkan mampu memahami integral dalam substitusi
trigonometri dan dapat mengimplementasikannya dengan baik.
2. Dasar Teori
Integral subtitusi merupakan salah satu teknik penyelesaian integral khusus
termasuk juga teknik integral parsial. Oleh karena itu prasyarat mempelajari
materi integral subtitusi ini yaitu integral tak tentu fungsi aljabar , integral tak tentu
fungsi trigonometri serta integral tertentu.
Rumus substitusi trigonometri
Teknik pengintegralan berikutnya adalah integral subtitusi trigonometri yaitu integral
yang memuat bentuk-bentuk seperti dibawah ini,

Hasil subtitusinya seperti tabel 1 dibawah ini:

3. Alat Dan Bahan

Alat Tulis
Grafik

4. Langkah Kegiatan
Contoh Soal :

a.
Penyelesaian :

b.
Penyelesaian :

c.
Penyelesaian :

d.
Penyelesaian

e.
Penyelesaian (gunakan cara subsitusi jadi lakukan permisalan dahulu)

lakukan substitusi ,

f.
Penyelesaian
misalkan

lakukan substitusi

g.
Penyelesaian
ingat rumus penjumlahan sudut

h.
Penyelesaian

ingat rumus trigonometri

dan

i.
Penyelesaian
ubah dulu kebentuk yang untuk permisalan dan substitusi

misalkan

substitusi dan selesaikan integralnya

5. Tugas

cos 3 x sin x dx

sin5 x dx

=.

cos3 x
sin2 x dx

= ..

MODUL 4
INTEGRAL PARSIAL

1. Tujuan
Mahasiswa diharapkan mampu memahami integral parsial dan dapat mengimplementasikannya dengan baik.
2. Dasar Teori
Integral parsial merupakan salah satu teknik pengintegralan jika teknik
integral

yang

lain

tidak

dapat

diselesaikan

seperti

teknik

integral

subtitusi atau integral tak tentu secara umum. Metode integral parsial didasarkan pada
integrasi untuk turunan hasil kali dua fungsi.
Jika u = u(x) dan v = v(x), maka rumus integral parsial adalah:

Ada dua hal yang sangat penting dalam integral parsial dan akan menentukan berhasil
atau tidaknya pengintegralan, yaitu:
1. Pemilihan u dan dv yang tepat, memilih dv sehingga v dapat ditentukan
melalui v = dv
2. v du harus lebih mudah diselesaikan dibandingkan u dv
3. Alat dan Bahan
Alat Tulis
Grafik
4. Langkah Kegiatan
a.
Penyelesaian :

b.
Penyelesaian :

c.
Penyelesaian

Melihat soal diatas, ada 2 fungsi yang bisa dijadikan u. Lalu dengan
mempertimbangkan

prioritas

dan

lalu

lakukan substitusi integral parsial

permisalan,

kita

bentuk

menyebabkan kita harus sekali lagi melakukan

metode integral parsial. Jadi lakukan permisalan :

dan sama seperti sebelumnya

Lakukan substitusi sekali lagi melanjutkan yang tadi

d.
Penyelesaian

berdasarkan pedoman permisalan, lakukan permisalan

lalu

lakukan substitusi dengan menggunakan integral parsial

lakukan proses integral parsial sekali lagi pada persamaan


kali ini dengan memilih

lagi, dengan

. Karena persamaan u sama, langsung saja ke


persamaan dv,

substitusi untuk

dan

tulis lagi persamaan semula, dan lakukan substitusi

e.
Penyelesaian :
lakukan permisalan

dan

substitusikan ke rumus integral parsial

untuk menyelesaikan bentuk diatas, kita perlu melakukan substitusi


biasa. Kita misalkan

lanjutkan substitusi

f.
Penyelesaian :
sesuai dengan prioritas permisalan, maka kita pilih permisalan
dan

dan

masukan ke dalam rumus integral parsial

5. Tugas

MODUL 5
INTEGRASI FUNGSI RASIONAL

1. Tujuan

Mahasiswa mampu memahami integrasi fungsi rasional dan dapat


mengimplementaskannya dengan baik di mata kuliah kalkulus 2
2. Dasar Teori
Fungsi rasional yang dimaksud adalah fungsi-fungsi berbentuk

, dengan

p(x) dan q(x) masing-masing suatu polinom derajat m dan n, (m < n).
disebut polynomial derajat m.
Teknik pengintegralan fungsi rasional didasarkan pada penguraian bentuk
menjadi bentuk yang lebih sederhana berdasarkan faktor dari polinomial
Bentuk inilah yang lalu diintegralkan.
3. Alat dan Bahan
Alat Tulis
Grafik

4. Langkah Kegiatan
Contoh :
dx =
=

dx +

dx
dx

A dan B dapat dicari melaui hubungan :


=
=
2x + 1 = A(x 2) + B(x -1)
2x + 1 = (A + B)x 2A B

(A + B) = 2 dan -2A B = 1
A = -3 dan B = 5
=

dx +

misal : u = x 1

dx
du = dx

v=x2
=

du +

dv = dx
dv

= -3 ln(u) + 5 ln(v) + C
= -3 ln(x-1) + 5 ln(x-2) + C
= ln

+C

Aturan yang dapat dipedomani untuk penguraian bentuk


1. Untuk setiap factor dari q(x) berbentuk

sebagai berikut :

, maka penguraian factor tersebut

berbentuk :

2. Untuk setiap factor dari q(x) berbentuk

, maka penguraian factor

tersbut berbentuk :

Agar lebih jelas tentang aturan tersebut, diberikan contoh-contoh berikut :


Contoh :
1.

=
=

dengan A = B = D = 1 dan C = 0
2.
dengan A = 4, B = -1, dan C = 2
3.
dengan A = 1, B = -1, C = 3 D = -5 dan E = 0.
Untuk kasus nbm yaitu derajat polinomial p(x) tidak kurang dari derajat polinomial

maka sebelum diterapkan aturan penguraian di atas, perlu dilakukan penyederhanaan


lebih dulu.
Contoh :
dx =
Dalam hal ini
dx = (1 +

= x3 - 1 berderajat 3 dan
+

= 1 dx +

= x3 + x juga berderajat 3.

) dx
dx +

= 1 dx

dx +

= 1 dx

dx +

dx
d

d(x2 + 1)

= x ln x + ln(x2 + 1) tan-1 x + C
Contoh :

Penyelesaian dibawah ini

Contoh :

Gunakan rumus di atas

5. Tugas

3x

a.

b.

dx
...
x

22 x 19 dx

x 2 x 3

...

2x3 x 3

c.

dx ...

2 x +1

d.

x2 3 x +2 dx

e.

x3 1
x 3 + x dx =

MODUL 6

INTEGRASI TERTENTU
( DEFINITE INTEGRAL)

1. Tujuan
Mahasiswa mampu memahami integrasi tertentu ( definite integral ) dengan
baik dan mampu mengimplementasikannya di mata kuliah kalkulus 2
2. Dasar Teori
Integral tertentu adalah nilai dari jumlah luas dibawah suatu kurva tertentu
dalam interval a x b, a disebut batas bawah dan b disebut batas atas integral
tertentu. Sebelum pembahasan lebih jauh saya yakin anda sudah menguasai materi
integral tak tentu, tapi kalau lupa silahkan direview lagi halaman lain blog ini, klik

tulisan berwarna. Integral tertentu dituliskan dalam notasi

disebut

integral tertentu karena hasilnya berupa nilai tertentu dan tidak lagi mengandung
konstanta.
Rumus dan Bentuk umum integral tertentu

3. Alat dan Bahan


Alat Tulis
Grafik
4. Langkah Kegiatan
Contoh soal :

Penyelesaian :
Perhatikan bentuk harga mutlaknya. Dengan menggunakan definisi harga mutlak,
bentuk integral bisa dibagi menjadi 2 bagian, yaitu untuk inverval

(4 x 6 x

Contoh Soal :

)dx

Penyelesaian :
2

x2

(4 x 6 x )dx 4 xdx 6 x dx

= 4

5. Tugas
a.

b.

4 1
8 1
6
2 2
3 3

x x
3

6 x2
2
( 2 )dx
x
4

dx

=........

=.......

= 12

= 4

2
1

x3
6

2
1

dan

c.

x x

=......

MODUL 7

APLIKASI INTEGRAL TERTENTU

1. Tujuan

Mahasiswa dapat menentukan luas suatu luasan dengan menggunakan

integral tertentu.
Mahasiswa dapat

menggunakan integral tertentu.


Mahasiswa dapat menentukan luas permukaan benda dengan

menggunakan integral tertentu.


Mahasiswa dapat menentukan panjang busur dengan menggunakan

menentukan

volume

benda

putar

dengan

integral tertentu.

2. Teori Dasar
A. Luas Suatu Luasan
a) Daerah antara Kurva dan Sumbu Koordinat.
Perhatikan gambar daerah rata dibawah ini

adalah

bidang

datar

yang

dibatasi

oleh

grafik-grafik

y f ( x), x a, x b, dan y 0
Dengan menggunakan integral tertentu luas luasan R dinyatakan dengan

A( R ) f ( x)dx
a

Jika luasan terletak dibawah sumbu X maka integral tertentu di atas bernilai
negatif, karena luas daerah tidak mungkin bilangan negatif maka nilai integral
tersebut dimutlakkan. Sehingga luas luasan daerah negatif dinyatakan dalam
bentuk
b

A( R) f ( x)dx
a

f ( x)dx
a

Untuk menghitung luas luasan dengan integral tertentu dapat diikuti langkahlangkah sebagai berikut :
a) Gambar daerah yang bersangkutan
b) Potong daerah menjadi jalur-jalur dan beri nomor pada satu jalur tertentu
c) Hampiri luas jalur tertentu tersebut dengan luas persegi panjang
d) Jumlahkan luas jalur-jalur pada daerah tersebut
e) Ambil limit dari jumlah diatas dengan lebar jalur menuju 0, maka diperoleh
integral tertentu.
b) Daerah antara 2 Kurva
y f (x )
Perhatikan kurva-kurva
selang

a, b

y g (x)
dan

, seperti gambar berikut :

A f ( x) g ( x) x

f ( x) g ( x)
dengan

pada

Sehingga luas luasannya dinyatakan dengan:


b

A( R ) ( f ( x ) g ( x )) dx
a

Rumus di atas berlaku untuk luasan di atas sumbu x, jika luasannya disebelah
kanan sumbu y, maka luas luasan yang dibatasi oleh dua kurva dinyatakan
dengan
d

A( R ) ( f ( y ) g ( y )) dy
c

c) Volume Benda Putar


o Pemutaran mengelilingi sumbu X

o Pemutaran mengelilingi sumbu Y


d

V x 2 dy
c

1.

V ( x12 x112 ) dy
c

2.

Benda putar yang sederhana dapat kita ambil contoh adalah tabung
dengan besar volume adalah hasilkali luas alas ( luas lingkaran ) dan tinggi
tabung. Volume dari benda putar secara umum dapat dihitung dari hasilkali
antara luas alas dan tinggi. Bila luas alas dinyatakan dengan A(x) dan tinggi
benda putar adalah panjang selang [ a,b ] maka volume benda putar dapat
dihitung menggunakan integral tentu sebagai berikut :
b

V A( x )dx
a

Untuk mendapatkan volume benda putar yang terjadi karena suatu


daerah diputar terhadap suatu sumbu, dilakukan dengan menggunakan dua
buah metode yaitu metode cakram dan kulit tabung.
d) Metode Cakram
y f ( x), y 0, x 1, dan x b
Misal daerah dibatasi oleh

diputar dengan

sumbu putar sumbu x. Volume benda pejal/padat yang terjadi dapat dihitung

dengan memandang bahwa volume benda padat tersebut merupakan jumlah


tak berhingga cakram yang berpusat di titik-titik pada selang

x0 ,0
Misal pusat cakram

a, b

r f x0
dan jari-jari

. Maka luas cakram

dinyatakan :

A x0 f

x0

Oleh karena itu, volume benda putar :

V f ( x) dx
2

x g ( y ), x 0, y c dan y d
Sedang bila grafik fungsi dinyatakan dengan
diputar mengelilingi sumbu Y maka volume benda putar :
d

V g ( y ) dy
2

Bila daerah yang dibatasi oleh


setiap

x a, b, x a dan x b

volume:
b

V f 2 ( x) g 2 ( x) dx
a

y f x 0

y g x 0, f ( x ) g ( x)

untuk

diputar dengan sumbu putar sumbu X maka

Bila daerah yang dibatasi oleh


y c, d , y c dan y d

setiap

x f y 0, x g y 0, f ( y ) g ( y )

untuk

diputar dengan sumbu putar sumbu Y maka

volume :

V f 2 ( y ) g 2 ( y ) dy
c

e) Metode Kulit Tabung


Metode kulit tabung sebagai alternatif lain dalam perhitungan volume
benda putar yang mungkin lebih mudah diterapkan bila kita bandingkan
dengan metode cakram. Benda putar yang terjadi dapat dipandang sebagai
tabung dengan jari-jari kulit luar dan dalamnya berbeda, maka volume yang
akan dihitung adalah volume dari kulit tabung. Untuk lebih memperjelas kita
lihat uraian berikut.
Pandang tabung dengan jari-jari kulit dalam dan kulit luar berturutturut

r1

dan

r2

, tinggi tabung h. Maka volume kulit tabung adalah :

V r2 r1 h 2rhr

dengan :

r2 r1
r rata rata, jari jari , r2 r1 r
2

y f ( x), y 0, x a, x b
Bila

daerah

yang

dibatasi

oleh

diputar

mengelilingi sumbu Y maka kita dapat memandang bahwa jari-jari


r x dan r x

h f (x)
dan tinggi tabung

putar yang terjadi adalah

Oleh karena itu volume benda

V 2xf x dx
a

Misal

daerah

dibatasi

oleh

y f x , y g x , f ( x) g ( x), x a, b , x a dan x b

kurva

diputar mengelilingi

sumbu Y. Maka volume benda putar


b

V 2x f ( x) g ( x) dx
a

Bila

daerah

dibatasi

oleh

grafik

yang

dinyatakan

dengan

x f ( y ), x 0, y c, y d

diputar mengelilingi sumbu X, maka volume =


d

V 2y f ( y ) dy
c

Sedang

untuk

daerah

yang

dibatasi

x f y , x g y , f ( y ) g ( y ), y c, d , dan y c dan y d

oleh

diputar

mengelilingi sumbu X. Maka volume benda putar yang didapat dinyatakan


dengan
d

V 2y f ( y ) g ( y ) dx
c

3. Alat dan Bahan


Alat Tulis
Grafik
4. Langkah Kegiatan

Luas Suatu Luasan


Contoh Soal :
o Segitiga ABC terletak pada XOY, titik-titik sudutnya dinyatakan dalam
koordinat Cartesius. Titik A(0,0), B(3,0) dan C(3,7). Dengan menggunakan
integral tertentu tentukan luas segitiga ABC.
y
C (3,7)
x

B (3,0) A(0,0)
Persamaan garis AC dapat dinyatakan dengan rumus

y yA
x xA

yc yA
xc x A

Diperoleh persamaan
3 y 7 x atau y

y0 70

x
30

7x
3
b

A( R) f ( x) dx
a

Sehingga luas yang dicari dinyatakan den


3

7x
7
7
dx x 2 9 10,5
3
6 0 6
0

Contoh Soal Volume Benda Putar

y x2
1. Hitung volume benda putar bila luasan yang dibatasi oleh :

dan

y 2 8x
diputar mengelilingi
a. sumbu X.
b. sumbu Y
Jawab :
Kedua kurva berpotongan di titik ( 0,2 ) dan ( 2,4 ).

0,2 ,

a. Pada selang

8x x2
.

Volume benda diputar mengelilingi sumbu x dinyatakan oleh

V
0

2
2
48
8 x x 2 dx

0,4,
b. Pada selang

y2
8

Volume benda diputar mengelilingi sumbu y dinyatakan oleh

V
0

2
y 2
48
dy
y
5
8

2. Hitung volume benda putar bila luasan yang dibatasi oleh kurva-kurva :

y 2 x2 , y x

y 2
dan sumbu Y bila diputar mengelilingi garis

Jawab :

Kedua kurva berpotongan di


2 x 2 x

1,1

dan

2,2.

Pada selang

1,0

berlaku

y 2 x2 , y x
Jarak kurva

terhadap sumbu putar (garis y = -2) dapat

dipandang sebagai jari-jari dari cakram, berturut-turut adalah

4 x

dan

2 x
.
Sehingga volume benda putarnya adalah:

V 4 x 2 2 x dx
1

36

Contoh :
3. Hitung volume benda putar bila daerah yang terletak di kuadran pertama
dibawah parabola
Jawab

y 2 x2

y x2
dan di atas parabola

diputar mengelilingi sumbu Y.

V 2 x 2 x 2 x 2 dx
0

Bila kita gunakan metode cakram, maka daerah kita bagi menjadi dua bagian
x 2 y

0 y 1
yaitu : pada selang
1 y 2
selang dibatasi

dibatasi

dan sumbu Y sedang pada

dan sumbu Y. Oleh karena itu volume =

V
0

y dx
2

2 y dy

y 1 x2
4. Hitung volume benda putar bila daerah D yang dibatasi oleh

sumbu X dan sumbu Y bila diputar mengelilingi garis x = 1


Jawab
Misal di ambil sembarang nilai x pada daerah D maka didapatkan tinggi benda

1 x
2

pejal,

dan jari-jari ( jarak x terhadap sumbu putar / garis x = 1 ), ( 1 + x

). Oleh karena itu,


volume benda putar :

5
V 2 1 x 1 x 2 dx
6
1

5. Tugas

I.

Hitung luas daerah yang dibatasi oleh kurva y =


y=

II.

x2 2

dan

2x 2 x 4

Hitung luas daerah yang dibatasi oleh kurva-kurva y = x, y = 2x dan


y=5x

III.

Hitung luas daerah yang dibatasi oleh kurva y =

dan y = -x + 6