Anda di halaman 1dari 10

PENUGASAN I

Kasus Pendahuluan: Memahami Profil KAP


Disusun untuk memenuhi tugas Matakuliah Praktikum Auditing

Kelas CD
Novi Trisnawati

115020301111032

Jurusan Akuntansi
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Brawijaya
Malang
2014

JAWABAN DISKUSI
1. Tugas utama tim perikatan audit:
a. Partner in charge:
Menyetujui perikatan audit
Mengepalai tim yang melakukan perikatan audit
Pengambilan keputusan selama audit berlangsung
Menandatangani surat penugasan audit.
Me-review program audit, draft laporan audit independen, draft laporan keuangan.
Melakukan diskusi dan pembahasan dengan klien mengenai draft laporan
keuangan.
Menandatangani laporan auditor independen.
Me-review dan menandatangani management letter.
b. Manajer
Membuat draft penugasan audit dan program audit.
Me-review dan melakukan supervisi pekerjaan lapangan: senior dan junior auditor.
Me-review kecukupan kertas kerja audit dan kumpulan koreksi-koreksi audit.
Melakukan diskusi dan pembahasan mengenai temuan audit dengan klien.
Menyusun draft laporan keuangan, laporan auditor independen dan management
letter.
c. Senior Auditor
Melakukan supervisi pelaksanaan program audit terhadap staff auditor.
Melakukan supervisi penyusunan kertas kerja oleh staff auditor.
Melakukan diskusi dengan staf auditor mengenai temuan-temuan audit dan
alternative prosedur.
Melakukan koordinasi pelaksanaan program audit dengan manager.
d. Staf Auditor
Melaksanakan pekerjaan lapangan sesuai dengan program audit.
Mengumpulkan dan mengevaluasi kecukupan bukti audit, sesuai dengan program

audit.
Menyusun kelengkapan kertas kerja.
Melakukan konsultasi dengan supervisor maupun manager.
Mengusulkan koreksi-koreksi atas temuan-temuan audit.

2. Tujuan dimilikinya:
a. Partner in charge: mengepalai tim yang melakukan perikatan audit
b. Consulting partner: memberikan nasihat dan review terhadap hasil akhir
Tujuan keduanya adalah menyetujui pelaksanaan perikatan audit secara bersama dan
terlaksananya check and balance sehingga tercipta pengawasan yang memadai dan tetap
terjaganya kompetensi dalam setiap aktivitas audit.
Ya, rotasi partner untuk setiap klien yang berbeda secara periodik adalah penting.
Alasannya adalah sebagai berikut:

1. Mengacu pada seksi 203 dari Sarbanes Oxley yang menyatakan bahwa: It should be
unlawful for a registered public accounting to provide audit services to an issuer if
the lead (or coordinating) audit partner, or the audit partner responsible for
reviewing the audit, has performed audit services for that issuer in each of the 5
previous years of that issuer. Dengan demikian, sebuah kantor akuntan publik hanya
boleh menugaskan satu orang partner untuk memimpin audit di satu klien yang sama
selama lima tahun berturut-turut. Aturan ini muncul sebagai bentuk reaksi atas
terjadinya kasus Enron dengan KAP besar yaitu Andersen. Aturan pergantiannya ini
juga diberlakukan di Indonesia sejak tahun 2003.
2. Auditor baru pasti akan melakukan pemahaman baru atas aspek bisnis klien, yang
membuat auditor tersebut menjadi tidak langsung percaya atas reputasi bisnis klien di
masa lalu terkait pelaporan keuangan sehingga auditor baru tersebut menjadi dapat
lebih bersikap skeptis terhadap klien barunya daripada auditor yang sama. Jika auditor
tidak mengetahui bisnis klien dan reputasi klien di masa lalu, maka ia akan lebih
berhati-hati dalam mengaudit klien yang baru.
3. Auditor harus mempertahankan independensi dalam penugasan. Akan wajar jika
independensi auditor diragukan jika ia memiliki tenure yang makin panjang pada satu
klien. Walaupun ia bertugas atas nama pemegang saham, auditor bagaimanapun juga
dipilih dan digaji oleh manajemen klien. Ketika hubungan tersebut makin panjang,
maka dependensi finansial auditor terhadap klien akan makin besar juga. Semakin
tinggi dependensi finansial ini, maka dikhawatirkan independensi auditor akan makin
turun.
3. Melakukan kegiatan marketing untuk menambah akuisisi klien baru tentu tidak
bertentangan dengan prinsip independensi. Alasannya adalah selama kegiatan marketing
tersebut tidak menciptakan harapan yang berlebihan dan tidak menggambarkan seolaholah dapat mempengaruhi keputusan pejabat pengadilan, badan pengatur atau
badan/instansi lain yang serupa maka kegiatan marketing tersebut tidak akan
mempengaruhi independensi auditor (Aturan Etika Kompartemen Akuntan Publik 502).
Independensi adalah sikap yang bebas dan tidak tergantung kepada pihak lain, terdapat 3
jenis independensi auditor yaitu independence in appearance, in fact, in profesionalism;
yang mana ketika KAP beriklan tentu tidak akan mempengaruhi independensinya terhadap
klien karena auditor tahu bahwa bagaimanapun laporan keuangan tetap akan menjadi
tanggungjawab klien dan tanggungjawab auditor terbatas pada pemberian opini atas
laporan keuangan klien.

Ya memang harus, jika tidak ada divisi pemasaran dalam KAP Adi Susilo dan Rekan maka
bagaimana mungkin KAP tersebut dapat dikenal oleh klien dan bagaimana mungkin klien
dapat mengetahui jenis-jenis jasa atestasi, konsultasi, akuntansi, pembukuan dan jasa-jasa
lainnya yang disediakan oleh KAP tersebut.
4. Banyak KAP besar mengakuisisi KAP kecil seperti KAP Adi Susilo dan Rekan dengan
tujuan agar dapat memperluas jaringan kerjanya dan mempercayai bahwa bekerjasama
dengan KAP kecil akan membuat KAPnya lebih mampu bekerja secara berkualitas,
fleksibel dan menjangkau segala ukuran, jenis dan wilayah bisnis klien. Semakin besar
reputasi dan nama suatu KAP yang sering melakukan akuisisi tersebut maka publik akan
semakin percaya terhadap kualitas audit suatu KAP tersebut. Keuntungan yang bisa
diperoleh KAP menengah kebawah jika mau diakuisisi oleh KAP besar adalah nama dari
KAP menengah kebawah tersebut akan ikut terangkat dan terpromosikan secara tidak
langsung. KAP tersebut juga menjadi dapat memperoleh klien dengan ukuran bisnis yang
lebih besar sebagaimana biasa dilayani oleh KAP besar induknya tersebut.
Bentuk penggabungan usaha ini adalah baik untuk profesi audit. Alasannya adalah
berdasarkan penelitian Firth dan Liau Tan (1998) mengatakan bahwa kualitas audit sangat
sering dikaitkan dengan skala auditor yang mencakup empat faktor, yaitu:
1. Jumlah dan ragam klien yang ditangani oleh suatu klien,
2. Ragam jasa yang ditawarkan,
3. Luas cakupan geografis pelayanan jasa yang disediakan, termasuk afiliasi
internasional,
4. Jumlah staf audit.
5. Tentu akan muncul permasalahan akibat aktivitas individu yang sama yang berpindah ke
area yang berbeda dalam perusahaan yang sama. Sebagai contoh bagaimana mungkin
individu yang bertindak sebagai jasa konsultasi atas permasalahan di perusahaan tersebut
bertindak sebagai pengaudit hasil jasa konsultasinya kepada klien. Permasalahan yang
mungkin timbul dari kasus tersebut adalah permasalahan terkait pelanggaran standar
umum auditing yang kedua yaitu standar yang mengharuskan auditor untuk menjaga sikap
mental independennya. Kompetensi seorang auditor saja tidak cukup dalam proses audit,
auditor harus benar-benar jelas dan tegas terhadap perannya sebagai apa dalam proses
audit.

JAWABAN LATIHAN:

1. Unsur-unsur pengendalian mutu berhubungan satu sama lain. Oleh karena itu, praktik
pemekerjaan

KAP

mempengaruhi

kebijakan

pelatihannya.

Praktik

pelatihan

mempengaruhi kebijakan promosinya. Praktik kedua kategori tersebut mempengaruhi


kebijakan supervisi. Praktik supervisi mempengaruhi kebijakan pelatihan dan promosi.
KAP wajib membuat kebijakan dan prosedur pengendalian mutu mengenai:
a. Independensi, yang memberikan keyakinan memadai bahwa, pada setiap lapis
organisasi, semua staf profesional mempertahankan independensi sebagaimana diatur
dalam Aturan Etika Kompartemen Akuntan Publik.
KAP Adi Susilo dan Rekan telah mewajibkan setiap karyawan untuk tidak memiliki
perikatan secara pribadi dengan klien KAP yang sedang diaudit.
b. Penugasan personel, yang memberikan keyakinan memadai bahwa penugasan akan
dilaksanakan oleh staf profesional yang memiliki tingkat pelatihan dan keahlian teknis
untuk penugasan tersebut. Dalam proses penugasan personel, sifat dan lingkup
supervisi harus dipertimbangkan. Umumnya, apabila personel yang ditugaskan
semakin cakap dan berpengalaman, maka supervisi secara langsung terhadap personel
tersebut, semakin tidak diperlukan.
KAP Adi Susilo dan Rekan, dapat diyakini bahwa SPM terkait kemampuan
profesional teknis tidak diragukan karena banyaknya program dan fasilitas terkait
pelatihan dan peningkatan mutu SDMnya seperti wajib ujian CPA, ikut pendidikan
profesi berkelanjutan, evaluasi kinerja semua tingkatan, dll.
c. Konsultasi, yang memberikan keyakinan memadai bahwa personel akan memperoleh
informasi yang memadai sesuai yang dibutuhkan dari orang yang memiliki tingkat
pengetahuan, kompetensi, pertimbangan (judgement) yang memadai. Sifat konsultasi
akan tergantung atas beberapa faktor, antara lain ukuran KAP dan tingkat
pengetahuan, kompetensi dan pertimbangan yang dimiliki oleh staf pelaksana
perikatan.
KAP Adi Susilo dan Rekan memang telah membentuk consulting partner diluar tim
perikatan audit sehingga consulting partner ini dapat memberikan nasihat dan review
terhadap hasil akhir secara lebih objektif. Selain itu tim perikatan juga dapat
berkonsultasi terkait permasalahan dalam jalannya pelaksanaan perikatan audit.
d. Supervisi, yang memberikan keyakinan memadai bahwa pelaksanaan perikatan
memenuhi standar mutu yang ditetapkan oleh KAP. Lingkup supervisi dan review
yang sesuai pada suatu kondisi tertentu, tergantung atas beberapa faktor, antara lain
kerumitan masalah, kualifikasi staf pelaksana perikatan, dan lingkup konsultasi yang
tersedia dan yang telah digunakan. Tanggung jawab KAP untuk menetapkan prosedur

mengenai supervisi berbeda dengan tanggung jawab staf secara individual untuk
merencanakan dan melakukan supervisi secara memadai atas perikatan tertentu.
KAP Adi Susilo dan Rekan telah menetapkan bahwa dalam setiap tim perikatan audit
harus terdiri dari partner in charge, manajer, auditor dan beberapa staf, hal ini
bertujuan agar terciptanya supervisi dari atasan ke bawahan dan seterusnya. Yang
kurang adalah peranan partner in charge seharusnya bisa mensupervisi bawahannya
karena dia adalah pihak yang paling bertanggungjawab.
e. Pemekerjaan, yang memberikan keyakinan memadai

bahwa

semua

staf

profesionalnya memiliki karakteristik yang tepat sehingga memungkinkan mereka


melakukan perikatan secara kompeten. Akhirnya, mutu pekerjaan KAP tergantung
kepada integritas, kompetensi dan motivasi personel yang melaksanakan dan
melakukan supervisi atas pekerjaan. Oleh karena itu, program pemekerjaan KAP
menjadi salah satu unsur penentu untuk mempertahankan mutu pekerjaan KAP
Dalam KAP Adi Susilo dan Rekan, Iman Awaluddin selalu menunjuk personil untuk
setiap penugasan audit yang memang sesuai dengan pengalaman profesional dan
pelatihan teknisnya.
f. Pengembangan profesional, yang memberikan keyakinan memadai bahwa personel
memiliki pengetahuan memadai sehingga memungkinkan mereka memenuhi
tanggung jawabnya. Pendidikan profesional berkelanjutan dan pelatihan merupakan
wahana bagi KAP untuk memberikan kepada personelnya pengetahuan memadai
untuk memenuhi tanggung jawab mereka dan untuk kemajuan karier mereka di KAP.
Pengendalian mutu untuk unsur ini juga sudah dilaksanakan di KAP Adi Susilo dan
Rekan, terbukti adanya pelathan awal selama 1 minggu bagi karyawan baru, partner
selalu diwajibkan ikut PPL, telah memiliki gelar CPA, bahkan untuk kedua terakhir
ini KAP sudah menyisihkan dana untuk mendukung tercapainya.
g. Promosi (advancement) , yang memberikan keyakinan memadai bahwa semua
personel terseleksi untuk promosi memiliki kualifikasi seperti yang disyaratkan untuk
lapis tanggung jawab yang lebih tinggi. Praktik promosi personel akan berakibat
terhadap mutu pekerjaan KAP. Kualifikasi personel terseleksi untuk promosi harus
mencakup, tetapi tidak terbatas pada, karakter, intelegensi, pertimbangan (judgement),
dan motivasi.
Promosi di KAP Adi Susilo sudah memiliki pengendalian mutu yang baik pula yaitu
berdasarkan pada pengalaman waktu dan prestasi kerja contoh untuk jadi manajer
harus sudah 4 tahun kerja, gelar CPA, konsisten ikut PPL. Lalu unruk senior auditor
harus sudah 2 tahun kerja dan konsisten ikut PPL.

h. Penerimaan dan keberlanjutan klien, memberikan keyakinan memadai bahwa


perikatan dari klien akan diterima atau dilanjutkan untuk meminimumkan hubungan
dengan klien yang manajemennya tidak memiliki integritas. Menetapkan prosedur
dengan tujuan seperti tersebut, tidak berarti bahwa KAP bertugas untuk menentukan
integritas atau keandalan klien, dan tidak juga berarti bahwa KAP berkewajiban
kepada siapa pun, kecuali kepada dirinya, untuk menerima, menolak atau
mempertahankan kliennya. Namun, dengan berdasarkan pada prinsip pertimbangan
hati-hati (prudence), KAP disarankan selektif dalam menentukan hubungan
profesionalnya.
Dalam KAP Adi Susilo dan Rekan sudah benar pengendalian terkait hal ini yaitu
dalam menerima perikatan harus disetujui oleh tidak hanya partner in charge namun
juga oleh consulting partner.
i. Inspeksi, yang memberikan keyakinan memadai bahwa prosedur yang berhubungan
dengan unsur-unsur pengendalian mutu, seperti tersebut pada butir 1 sampai dengan
butir 8, telah diterapkan secara efektif. Prosedur inspeksi dapat dirancang dan
dilaksanakan oleh individu yang bertindak mewakili kepentingan manajemen KAP.
Jenis prosedur inspeksi yang akan digunakan tergantung kepada pengendalian yang
ditetapkan oleh KAP dan penetapan tanggung jawab di KAP untuk melaksanakan
kebijakan dan prosedur pengendalian mutunya.
Inilah yang dilakukan oleh Imam Awalludin dalam proses pengendalian mutu secara
keseluruhan di KAP Adi Susilo dan Rekan. Hampir semua area dari perekrutan
karyawan sampai penerimaan dan keberlanjutan klien serta hal-hal lainnya ikut
menjadi tanggungjawab dan perhatiannya sebagai partner yang secara khusus ditugasi
menjadi pengontrol mutu KAP.
Kualitas sistem pengendalian mutu yang dimiliki oleh KAP Adi Susilo dan Rekan:
Berdasarkan uraian dalam soal, saya kira sistem pengendalian mutu di KAP Adi Susilo dan
Rekan sudah cukup baik dan hampir semua unsur diatas telah dilaksanakan
Informasi yang dibutuhkan untuk membuat penilaian tersebut:

independensi ada atau tidak surat independensi yang wajib ditandatangani masing-

masing individu sebelum melakukan tugas perikatan audit


penugasan personel ada atau tidak sertifikat dan ijazah yang mendukung keahlian

profesinya
konsultasi ada atau tidak laporan konsultasi dari orang yang ditunjuk dan bekerja
sebagai consulting partner

supervisi ada atau tidak laporan pengecekan berkala dari atasan ke bawahan dalam
hirarki di KAP Adi Susilo dan Rekan, ada atau tidak review atas working paper

bawahan
pemekerjaan (hiring) benar atau tidak orang dikerjakan punya keahlian itu,

dibuktikan dengan ujian teknis


pengembangan profesional ada atau tidak ijazah dari pendidikan profesional
berkelanjutan dan pelatihan serta perjanjian mengenai tanggung jawab dan kemajuan

karier karyawan di KAP


promosi (advancement) benar atau tidak jabatan yang diduduki individu tersebut

sesuai kualifikasi seperti yang disyaratkan


penerimaan dan keberlanjutan klien bagaimana bentuk prosedur, diagram alir,

flowchart dan surat perikatan klien dari KAP Adi Susilo dan Rekan
inspeksi bagaimana laporan dari Imam Awaluddin atas semua unsur mutu KAP saat
ini

Rekomendasi perbaikan kebijakan sistem pengendalian mutu KAP:


Seharusnya sistem pengendalian mutu digambarkan dalam flow chart yang jelas, didukung
bukti-bukti yang nyata bahwa telah dilakukan dan tanggungjawab tidak hanya diserahkan
kepada perwakilan satu individu saja (Imam Awaluddin) untuk melakukan inspeksi atas
keseluruhan unsur mutu di KAP Adi Susilo dan Rekan.
2. Langkah-langkah yang harus diambil oleh KAP Adi Susilo dan Rekan atas pertimbangan
penerimaan klien yang berstatus perusahaan publik berdasarkan ketentuan SarbanesOxley Act yaitu:
1. KAP Adi Susilo dan Rekan harus terlebih dahulu mendaftarkan KAPnya sebagai
KAP yang akan mengaudit perusahaan publik pada otoritas bursa terkait dalam hal
ini di Indonesia adalah OJK
2. KAP Adi Susilo dan Rekan harus dapat menjaga independensinya dalam hal ini yaitu
terkait:
a. Tidak melayani jasa tambahan seperti (Section 201):
1. Jasa pembukuan
2. Desain sistem informasi keuangan dan pemasangannya
3. Apraisal atau jasa penilaian lain
4. Jasa aktuaria
5. Outsourcing audit intern
6. Fungsi manajemen atau personalia
7. Menjadi pialang, penasehat investasi atau jasa konsultasi investasi perbankan

8. Jasa hukum dan jasa tenaga ahli lainnya yang tidak terkait dengan audit.
9. Jasa lain yang ditentukan oleh PCAOB (atau OJK di Indonesia)
b. Persetujuan Komite Audit.
Sebelum melaksanakan penugasan audit, sebuah kantor akuntan publik harus
mendapatkan persetujuan dari Komite Audit terlebih dahulu.
c. Rotasi partner.
Sarbox menetapkan rotasi partner tiap 5 tahun sekali untuk satu klien yang sama
dimulai dari tahun fiscal 6 Mei 2003 kecuali ssebelumnya telah menjadi partner
audit klien tersebut selama 7 tahun berturut-turut.
d. Pelaporan ke Komite Audit
Auditor harus melaporkan kebijakan dan praktek akuntansi yang penting
(critical), alternatif pencatatan sesuai PSAK terkait dengan isu penting dalam
audit, dan komunikasi tertulis antara auditor dan manajemen.
e. Pengungkapan dalam laporan keuangan
Laporan keuangan harus mengungkapkan fee untuk auditor

baik untuk jasa

pemeriksaan, jasa lain yang terkait audit, jasa perpajakan, dan jasa yang lainnya.
f. Perekrutan mantan auditor
Seorang auditor tidak boleh menjabat sebagai anggota dewan direktur, CEO,
CFO, COO, CAO, controller, direktur audit intern dan jabatan-jabatan lainnya
tanpa ada tenggang waktu karir.
g. Kompensasi partner kantor akuntan publik
Partner kantor akuntan publik tidak boleh menerima kompensasi dari klien selain
jasa audit, perpajakan dan jasa atestasi lainnya.
3. SEC mengeluarkan beberapa peraturan baru terkait dengan pengungkapan laporan
keuangan yang lebih transparan dan tepat waktu bagi para investor. Beberapa
ketentuan baru ada terlihat seperti dibawah ini
a. Semua koreksi keuangan yang material harus terungkap dalam laporan
keuangan.
b. Pengungkapan tambahan terhadap pengungkapan-pengungkapan yang tidak
disyaratkan oleh standar akuntansi keuangan (PSAK). Informasi-informasi
tersebut antara lain, core earnings, free cash flow, EBITDA, dan pre-FAS 133
income. Pengungkapan informasi tambahan tersebut bisa dicantumkan di
laporan tahunan, laporan tertulis lainnya atau dalam website perusahaan.
c. SEC menambahkan pengungkapan transaksi diluar neraca (off balance sheet)
yang harus disertakan dalam penjelasan dan analisis manajemen (managements
discussion and analysis MD&A) yaitu pengungkapan tentang pengaturan
transaksi diluar neraca dan tabel yang menjelaskan informasi tentang kewajiban
kontraktual yang pasti akan terjadi. Misalnya standby LC, performance
guarantee dll.

4. KAP Adi Susilo dan Rekan juga harus mengetahui bahwa audit atas laporan
keuangan perusahaan publik merupakan audit yang bersifat integral. Artinya apabila
dalam pengujian tersebut auditor menemukan bahwa pengendalian internal klien
tidak dapat diandalkan maka temuan bisa menjadi kelemahan mendasar (material
weaknesses) dalam pengendalian internal. Kelemahan mendasar akan menyebabkan
pendapat tidak wajar (adverse opinion) dalam pengendalian internal. Penugasan
pemeriksaan laporan keuangan dan pengendalian internal merupakan penugasan yang
integral dan tidak dapat dipisahkan. Hal-hal yang baru dalam audit integral (Section
404) yaitu auditor harus menyatakan pendapat terhadap kewajaran laporan keuangan
sekaligus menyatakan pendapat atas atestasi manajemen terhadap pengendalian
internal; Pekerjaan dalam pemeriksaan untuk menyatakan kewajaran atas laporan
keuangan maupun pemeriksaan terhadap pengendalian internal harus saling terkait;
Standar yang ditetapkan oleh PCAOB merupakan standar yang integral, mencakup
pekerjaan yang diperlukan dalam audit laporan keuangan dan audit pengendalian
internal. Sehingga auditor sekarang juga memiliki tanggungjawab tambahan untuk
mengevalusi pengendalian internal yang secara khusus dapat menekan resiko
terjadinya penyelewengan keuangan (fraud) yang kemungkinan secara signifikan bisa
mempengaruhi sebuah laporan keuangan.
5. Ketentuan langkah-langkah diatas tersebut ditetapkan dalam SOX, dimana di
Indonesia hampir sama yaitu untuk menjadi KAP dari perusahaan publik setidaknya
harus mematuhi empat beraturan yang ditetapkan oleh OJK (dulu BAPEPAM) yaitu
mencakup Peraturan Profesi Penunjang Pasar Modal :
a. VIII.A.1 : Pendaftaran akuntan yang melakukan kegiatan di pasar modal
b. VIII.A.2 : Independensi akuntan yang memberikan jasa audit di pasar modal
c. X.J.1 : Laporan kepada bapepam (sekarang OJK) oleh akuntan
d. X.J.2 : Laporan berkala kegiatan akuntan

Anda mungkin juga menyukai