Anda di halaman 1dari 4

Metastasis adalah salah satu tanda utama dari tumor ganas.

Metastasis merupakan
kemampuan sel kanker dari tumor primer untuk menginfiltrasi jaringan normal dan menyebar
ke seluruh tubuh. Metastasis merupakan suatu proses penyebaran sel kanker dari tumor
primer ke bagian lain dari tubuh melalui aliran darah atau sistem limfatik. Metastasis adalah
pelepasan sel kanker dari tumor primer ke daerah lain dari tubuh dan berkembang sebagai
tumor sekunder. Jadi, tumor sekunder atau anak sebar atau metastasis yang terbentuk oleh
kumpulan sel baru tidak berkontak dengan sel primernya.
Tumor ganas sering menimbulkan kematian. Hal ini disebabkan karena metastasis
sudah terjadi sebelum tumor primer itu sendiri terdeteksi. Seorang dokter bedah dapat
mengangkat tumor primer, namun tumor yang telah mengalami metastasis biasanya telah
menyebar ke berbagai tempat dari tubuh, sehingga sulit disembuhkan. Agar sel tumor bisa
terlepas dari tumor primer dan masuk ke dalam pembuluh darah dan pembuluh limfe
kemudian menimbulkan tumor sekunder pada tempat yang jauh harus melalui beberapa tahap
dimana tiap tahap banyak rintangan yang harus dihadapi, yang memungkinkan sel tumor
tidak dapat hidup.
Pada dasarnya proses metastasis dibagi atas 2 tahap ialah :
1. Invasi matriks ekstraseluler (MES)
2. Penyebaran vaskuler dan homing sel tumor

Invasi Matriks Ekstraseluler (MES)


Jaringan tubuh tersusun oleh beberapa komponen yang terpisah satu dengan yang lain
oleh dua jenis matriks ekstraseluler yaitu membran basal (MB) dan jaringan ikat interstitial
(JII). Meskipun terdapat perbedaan organisasi, tiap komponen matriks ekstraseluler terdiri
atas kolagen, glikoprotein dan proteoglikan. Tiap sel tumor harus berinteraksi dengan matriks
ekstraseluler pada berbagai tingkat tahapan metastasis. Invasi matriks ekstraseluler
merupakan proses aktif yang dapat dibagi ke dalam 4 langkah yaitu :
1.
2.
3.
4.

Pelepasan sel tumor dari tumor primer.


Perlekatan sel tumor kepada komponen matriks ekstraseluler.
Penghancuran matriks ekstraseluler.
Migrasi sel-sel tumor.

1. Pelepasan sel tumor dari tumor primer.


Langkah pertama pada tahapan metastasis ialah pelepasan ikatan antar sel tumor.
Seperti kita ketahui E-cadherin berperan sebagain perekat anatar sel. Apabila E-cadherin
berkurang atau hilang maka perlekatan sel menjadi berkurang atau hilang, sehingga potensi
metastasis meningkat.
2. Perlekatan sel tumor kepada komponen matriks ekstraseluler.

Sel epitel normal memiliki reseptor untuk laminin yang terkumpul pada permukaan
basal. Sebaliknya sel-sel tumor ganas jenis karsinoma mempunyai lebih banyak reseptor dan
reseptor-reseptor ini tersebar di seluruh permukaan membran sel.
Selain reseptor laminin, sel-sel tumor memperlihatkan integrin yang berfungsi sebagai
reseptor untuk banyak komponen matriks ektraseluler termasuk fibronektin, laminin, dan
kolagen. Penghambatan fungsi ikatan integrin memperlihatkan hambatan pembentukan
metastasis.
3. Penghancuran matriks ekstraseluler.
Setelah sel-sel tumor melekat pada membran basal atau matriks ekstraseluler maka
sel-sel tumor mensekresi enzim proteolitik yang berfungsi untuk menghancurkan komponen
matriks dan merangsang komponen pejamu antara lain sel fibroblast untuk mensekresi
protease (proteinase). Terdapat 3 golongan utama protease (proteinase) yaitu proteinase serin,
metaloproteinase dan proteinase sistein yang diproduksi oleh sel-sel kanker. Yang termasuk
metaloproteinase adalah gelatinase, kolagenase dan stromelisin. Kolagenase tipe IV yang
termasuk gelatinase, berfungsi menghancurkan kolagen tipe IV yang banyak terdapat pada
membran basal. Sel-sel kanker merangsang sekresi kolagenase tipe I oleh fibroblast. Catepsin
D adalah proteinase golongan sistein menunjukkan aktivitas yang luas menghancurkan
protein seperti laminin, fibronektin dan kolagen tipe IV.
4. Migrasi sel tumor
Setelah penghancuran membran basal dan matriks ekstraseluler sehingga terbentuk
saluran migrasi maka terjadi pergerakan (migrasi) sel tumor. Migrasi sel-sel tumor ini
diperantarai oleh sitokin yang terbentuk dari sel kanker antara lain Autocrine Mobility
Faction (AMF). Selain itu sisa penghancuran komponen matriks (laminin dan kolagen) dan
beberapa faktor pertumbuhan misalnya insulin-like growth factor I dan II mempunyai
aktivitas kemotaktik untuk sel-sel kanker.

Penyebaran Vaskuler dan Homing Sel Tumor


Setelah sel-sel tumor berada di dalam sirkulasi maka sel-sel tersebut menghadapi
ancaman penghancuran oleh mekanisme imunologi seperti sel NK.
Di dalam aliran darah sel-sel tumor cenderung berkelompok baik homotipik
(pengelompokan sel tumor), maupun heterotipik (pengelompokan sel tumor dengan sel
darah). Pengelompokan sel tumor merupakan suatu usaha perlindungan terhadap daya
penghancuran sehingga meningkatkan kemungkinan hidup sel tumor.
Ekstavasasi baik sel tumor tunggal maupun sebagai emboli sel tumor dimulai dengan
perlekatan kepada sel endotel yang diikuti oleh penembusan membran basal melalui
mekanisme yang sama seperti pada proses invasi. Penyebaran sel tumor menentukan stadium.

Tempat sel tumor keluar dari pembuluh dan membentuk tumor sekunder dipengaruhi
oleh berbagai faktor, antara lain :
a. Lokasi anatomik tumor primer dan drainase vaskuler atau limfatik tumor primer
tersebut.
b. Molekul adhesi pada sel tumor yang mengikat sel endotel.
c. Organ target mengeluarkan insulin-like growth factor I dan II.
d. Organ target merupakan persemaian yang tidak subur apabila mempunyai TIMPS atau
Tissue Inhibitor of Metaloproteinase.

Cara penyebaran pada tumor ganas dapat melalui dua cara, yaitu secara hematogen atau
melalui aliran darah dan secara limfogen atau melalui aliran limfatik.
Penyebaran Hematogen
Pembuluh vena yang memiliki dinding tipis lebih mudah ditembus oleh sel kanker.
Sel kanker yang membentuk kelompok atau embolus akan diangkut melalui aliran darah vena
dan akan membentuk tumor sekunder atau anak sebar. Masuknya sel kanker melalui
pembuluh darah dapat dengan cara langsung menembus pembuluh darah atau secara tidak
langsung yaitu melalui pembuluh limfe terlebih dahulu.
Penyebaran Limfogen
Metastasis melalui sistem limfatik menyebabkan sel kanker terperangkap dalam
kelenjar linfe yang menampung aliran limfe dari organ primer dan membentuk anak sebar di
kelenjar limfe regional. Sistem limfatik berfungsi untuk membantu tubuh dalam melawan
infeksi dan benda asing termasuk sel kanker. Bila sistem limfatik tidak dapat membunuh sel
kanker, sel kanker akan terbawa oleh aliran limfe menuju daerah lain dan membentuk tumor
sekunder atau anak sebar.