Anda di halaman 1dari 5

1.

Market Analysis
Potential and prospects of DME market in Indonesia begin to develop. This is
because high import of LPG after government policies about convertion petroleum to
LPG and the government will existence of kerosene to LPG conversion program in
Indonesia. Figure 2.3 is projection of production, import, export and consumption of
LPG.

Figure 2.3 Projection of Production, Import, Export and Consumption of LPG.


(BPPT,2011)

Because the government has a policy like that then LPG will replaced by DME.
DME or Dimethyl ether has same physical properties with LPG. So The government
will mixture DME with LPG or substitution LPG. Ratio DME : LPG if they mixture is
30% : 70%.
In Indonesia, DME has been produced by PT Bumi Tangerang Gas Industri. The
capacity of DME product is 3.000 ton/year. It is less than in Indonesia demand. (data
impornya belum ada dan data kebutuhannya belum ada).

Sumber :
http://www.bmkg.go.id/bmkg_pusat/Geofisika/gempabumi.bmkg

yang dibutuhkan
konversi banyak batu bara menjadi banyak dimetyl ether
produksi dimethyl ether di Indonesia, kebutuhan sekarang
cadangan batu bara lignite Indonesia untuk berapa tahun mendatang
harga dimethyl ether
Pasar DME
Sekarang ini kebutuhan DME di Indonesia hanya sebatas untuk Cosmetics, Spray propellant,
Tetapi untuk kedepannya DME akan sangat berprospek untuk menjadi bahan campuran
dalam LPG, dan kedepannya lagi dapat untuk menjadi bahan bakar dari diesel
1. Cosmetic
2. Spray propellant
3. LPG blending
Berdasarkan kondisi di atas maka kebutuhan dari DME jika digunakan untuk blending
LPG saja akan sangat besar, dengan melihat total kebutuhan LPG Indonesia,
kemampuan produski LPG Indonesia, nilai total impor LPG di Indonesia, terhitung
jika blending LPG dengan DME sebesar 20% maka pada tahun 2012 saja akan
dibutuhkan DME sebesar 1.200.000 t/y,dan akan terus meningkat setiap tahun. Nilai
ini dapat mengurangi impor LPG sebesar 36%

Persaingan
Pabrik pembuatan DME telah ada di Indonesia yang dikelola oleh PT. Bumi Tangerang Gas
Industri. Pabrik ini merupakan satu-satunya pabrik DME di Asia Tenggara yang
menggunakan bahan baku methanol. Sehingga reaksi yang terjadi di dalam reaktornya
hanyalah reaksi dehidrasi methanol menjadi DME. Kapasitas pabrik ini adalah sekitara 3000
ton DME per tahun
Berdasarkan kondisi di atas maka kebutuhan dari DME jika digunakan untuk blending LPG
saja akan sangat besar, dengan melihat total kebutuhan LPG Indonesia, kemampuan produski
LPG Indonesia, nilai total impor LPG di Indonesia, terhitung jika blending LPG dengan
DME sebesar 20% maka pada tahun 2012 saja akan dibutuhkan DME sebesar 1.200.000
t/y,dan akan terus meningkat setiap tahun. Nilai ini dapat mengurangi impor LPG sebesar
36%
Persaingan dengan produk lain yang sejenis
Harga DME juga lebih murah dibanding LPG. Di Indonesia, berdasar perjanjian pihak PT.
Pertamina dan pihak swasta penghasil gas DME, harga DME dipatok 20% lebih murah
daripada LPG, sehingga harganya fluktuatif mengikuti harga LPG di pasaran. (Kadarwati,
2010)

Kadarwati, Sri. 2010. Kajian Penerapan SNI 7368:2007 Syarat Mutu Kompor Gas LPG dan
SNI terkait lainnya untuk bahan bakar Dimethyl Ehter (DME) . Jurnal Standardisasi Vol. 12,
No. 2 Tahun 2010: 134 -141
Senior VP Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya mengatakan, selisih harga DME dan elpiji
di pasar internasional sangatlah besar. "Harga freight on board elpiji saat ini sekitar US$ 400 per ton.
Sementara

DME

hanya

80%-nya.

Jadi

penghematan

bisa

besar,"

kata

Hanung.

Harga elpiji bisa lebih mahal karena daya bakarnya lebih tinggi ketimbang DME. Perbedaannya 6.500
kCal

per

kilogram

untuk

DME

dibanding

10.500

kCal

per

kilogram

untuk

elpiji.

Karenanya, Pertamina tengah melakukan uji coba respon pengguna elpiji yang dicampur dengan
kandungan DME sebesar 20%.

Bahan baku
"Untuk batubara, PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) menjadi pemasok kami sebanyak
enam sampai tujuh juta ton per tahun. Kami menggunakan batubara berkalori 4.000 kCal ke bawah
yang memang tidak bisa digunakan untuk pembangkit," katanya.

http://industri.kontan.co.id/news/arrtu-bangun-kilang-pengolahan-dme-bersamapertaminaUntuk Indonesia, diusulkan pemanfaatan DME sebagai blending dan subsitusi LPG sehingga dapat
mengurangi impor LPG. Bahan baku DME yang potensial untuk dimanfaatkan adalah batu bara.
Berdasarkan Blueprint Pengelolaan Energi Nasional 2005-2025, cadangan batu bara tercatat 19,3 miliar
ton yang dapat dimanfaatkan hingga 147 tahun. (PME-01/SGT)

Dikatakannya, beberapa waktu lalu mengemukakan, batubara berkalori rendah banyak tersedia di Indonesia .
Cadangan batu bara berkalori rendah sebesar 11,54 miliar ton di Sumatera dan di Kalimantan sebesar 7,17 miliar ton,
kurang diminati pasar internasional.
Dijual nggak laku karena kandungan energinya kecil banget dan Indonesia punya banyak. Oleh karena itu, batubara
berkalori rendah ini kita ubah ke gas menjadi DME, ungkapnya.

http://www.pedomannews.com/energi/16057-akhir-2012-pemerintahrampungkan-aturan-dme-untuk-transportasi-dan-rumah-tangga

Bedasarkan semua pertimbangan di atas maka pembuatan DME menggunakan bahan baku batu bara
dengan direct proses sangat feasible dari market analysisnya.

DME market
Currently DME needs in Indonesia was limited to Cosmetics, Spray propellant and
other chemical use only in a small amount of that, but for the future, DME demand
will be prospected to be a mixture of the LPG, and be fuel for diesel. At present DME
for LPG blending in Indonesia was a development program.

According to the conditions above, the requirement of DME in Indonesia when used
for blending LPG would be very large, with a look at the total needs of Indonesian
LPG, LPG production capabilities Indonesia, the total value of imports of LPG in
Indonesia, commencing when blending LPG with DME at 20%, then in 2012 DME
will be required of 1,200,000 t / y, and will continue to increase every year. This value
can reduce imports of LPG by 36%
Thats huge amount of DME demand make DME market looks very attractive.
Competition other Industy
DME existing manufacturing plant in Indonesia, which is managed by PT. Earth
Tangerang Gas Industry. This factory is the only factory in Southeast Asia DME using
methanol feedstock. So that the reaction occurs in the reactor is reaction of methanol
dehydration to DME. plant capacity is 3000 tons of DME per year
PT Arrtu Mega Energie will build refineries dimethyl ether (DME) 2x400.000 ton per
year capacity in the area Eretan, Indramayu, West Java. In addition, Arrtu will also
build a coal gasification plant young to methanol (DME feedstock) in Riau with a
capacity of 900,000 tonnes.
Competition with other similar products
DME prices are also cheaper than LPG. In Indonesia, PT contractual parties.
Pertamina and private gas producer DME, DME pegged prices 20% cheaper than
LPG, so the price fluctuates following the price of LPG in the market. (Kadarwati,
2010)
Kadarwati, Sri. , 2010. Study of Application of ISO 7368:2007 Quality Conditions
and SNI LPG Gas Stoves related to fuel Dimethyl Ehter (DME). Journal of
Standardization Vol. 12, no. 2 Year 2010: 134 -141
Senior VP of Marketing and Hanung Budya Pertamina said the price difference
between DME and LPG in the international market is very large. "Freight on board
price of LPG is around U.S. $ 400 per ton. While DME is only 80% of them. So the
savings could be huge," said Hanung.
LPG prices can be more expensive due to higher power burn than DME. The
difference is 6500 kCal per kilogram for DME than 10,500 kCal per kilogram for
LPG.
Therefore, Pertamina testing the LPG user response mixed with DME content of 20%.
Raw materials

"For coal, Coal Mine PT Bukit Asam Tbk (PTBA) to our suppliers as much as six to
seven million tonnes per year. We used a 4000-calorie coal kCal down that can not be
used for power," he said.
http://industri.kontan.co.id/news/arrtu-bangun-kilang-pengolahan-dme-bersamapertaminaFor Indonesia, the proposed use of DME as a blending and substitution of LPG so as
to reduce imports of LPG. The raw material used DME is a potential for coal.
According to the National Energy Management Blueprint 2005-2025, coal reserves
recorded 19.3 billion tons of which can be used up to 147 years. (PME-01/SGT)
He said some time ago argued, low-calorie coal is widely available in Indonesia. Low
calorie coal reserves of 11.54 billion tons in Sumatra and Kalimantan at 7.17 billion
tons, less attractive international markets.
"Sale not sell because very little energy content and Indonesia have much. Therefore,
this low calorie coal we change the gas into DME, "he said.
Based on all the considerations above, the manufacture of DME using raw coal is very
feasible to direct the process of market analysisnya.