Anda di halaman 1dari 5

LAMPIRAN

Efek Compton
Menurut teori kuantum cahaya, foton berlaku sebagai partikel, hanya foton
tidak mempunyai massa diam. Dalam tumbukan ini foton dapat dipandang
sebagai partikel yang kehilangan sejumlah energi yang besarnya sama dengan
energi kinetic K yang diterima oleh elektron. Jika foton semula mempunyai
frekuensi v

maka foton hambur mempunyai frekuensi yang lebih rendah

v' ,

sehingga Kehilangan energi foton = Energi yang diterima oleh elektron


hvh v ' =K

(pers 1)

momentum partikel tak bermassa berkaitan dengan energi menurut rumus


E= pc
dimana energi kuantum

(pers 2)
E=hv

merupankan energi foton sinar gamma.

Karena energi foton ialah hv , momentumnya ialah


E hv
p= =
c c

(pers 3)

Momentum tidak seperti energi, merupakan kuantitas vektor yang


mempunyai arah dan besaran, dalam tumbukan momentum harus kekal dalam
masing-masing sumbu dari kedua sumbu saling tegak lurus.

Gambar proses tumbukan foton dengan elektron


(Sumber : Arthur Beiser dalam Houw Liong, 2003)

Momentum foton semula ialah


hv ' /c

hv /c , momentum foton hambur ialah

dan momentum elektron awal sektor akhir ialah berurutan 0 dan

p .

Dalam arah foton semula


Momentum awal = Momentum akhir
hv
hv '
+0=
cos + p cos
c
c

(pers 4)

Dan tegak lurus pada arah ini


Momentum awal = momentum akhir
0=

hv '
sin p sin
c
Sudut

dan

(pers 5)

menyatakan sudut antara arah mula-mula dan arah foton hambur

ialah sudut antara arah foton mula dan elektron yang tertumbuk.

Gambar diagram vektor momentum dan komponen foton hambur serta elektron
hamburnya (Sumber : Arthur Beiser dalam Houw Liong, 2003)
Dari Persamaan (3, 4 dan 5) kita sekarang mendapat rumus yang
menghubungkan beda panjang gelombang antara foton mula dan foton hambur

dengan sudut

antara masing-masing, kedua besaran tersebut merupakan

kuantitas yang dapat diukur.


Langkah awalnya ialah mengalikan pers 4 dan pers 5 dengan

dan

menuliskannya kembali sebagai berikut :


pc cos =hvh v ' cos

(pers 6)

'

pc sin =h v sin

(pers 7)

Dengan mengkuadratkan masing-masing persamaan ini dan menambahkannya,


sudut dapat dieliminasi
p2 c2=(hv )22 ( hv ) ( h v ' ) cos +(hv )2

(pers 8)

Kemudian kita samakan dengan rumus untuk energi total partikel


E=K + m0 c

E= m2 c 4 + p2 c 2
Sehingga didapat

(pers 9)
(pers 10)

( K +m0 c 2)2=m0 c 4 +m0 c 2

(pers 11)

p2 c2= K 2+ 2m0 c 2 K

(pers 12)

K=hvhv '

(pers 13)

Karena

Kita dapatkan
2 2

'

' 2

'

p c =(hv ) 2 ( hv ) (h v )+ ( h v ) + 2m 0 c (hvh v )

Substitusikan harga untuk

(pers 14)

p2 c2 ini dalam pers 12 akhirnya kita mendapatkan

1cos
2 m0 p2 (hvh v ' )=2(hv)(h v ' )

(pers 15)

Hubungan ini akan lebih sederhana jika dinyatakan dalam panjang gelombang
2 2
sebagai pengganti frekuensi. Bagi persamaan 15 dengan 2 h c

1cos
m0 c v v ' v v '
=

h c c
c c

Dan karena

(pers 16)

v 1
=
c

dan

v' 1
=
c '

m0 c 1 1
1cos
' =
h
'

Efek Compton

' =

(pers 17)
h
(1cos )
m0 c

(pers 18)

Persamaan 18 diturunkan oleh Arthur H. Compton pada awal tahun 1920,


dan gejala yang diberikannya yang pertama kali diamatinya, dikenal sebagai efek
Compton. Gejala ini menunjukkan bukti kuat yang mendukung teori kuantum
radiasi.

Pers 18 memberikan perubahan panjang gelombang yang diharapkan terjadi


untuk foton yang terhambur dengan sudut
m0

oleh partikel yang bermassa diam

dan perbedaan ini tidak tergantung dari panjang gelombang foton datang

. Kuantitas Panjang gelombang Compton

c =

h
m0 c

(pers

19)

1cos
' = c

(pers 20)

Dari pers 20 kita lihat bahwa perubahan panjang gelombang terbesar yang
dapat terjadi ialah pada

=180 , ketika itu perubahan panjang gelombang

menjadi dua kali panjang gelombang Compton


Compton untuk elektron ialah

c =2,426 pm

. Karena panjang gelombang

dan lebih kecil lagi untuk partikel

yang lain karena massanya lebih besar, maka perubahan panjang gelombang
maksimum dalam efek Compton adalah 4,852

pm