Anda di halaman 1dari 42

AKTUALISASI NILAI NILAI DASAR PNS

DALAM
PELAYANAN MEDIK GIGI DAN MULUT DI LINGKUNGAN RUMAH SAKIT
JIWA MUTIARA SUKMA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

OLEH :
DRG. SARAH EVELINE DESITA N.
NIP 19861202 2015022001

TEMPAT TUGAS : RS JIWA MUTIARA SUKMA

BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH DAN PENDIDIKAN PELATIHAN


PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT
DIKLAT PRAJABATAN POLA BARU GOL III KLAS B ANGKATAN II
TAHUN 2015
0

LEMBAR PERSETUJUAN
PELAYANAN MEDIK GIGI DAN MULUT DI LINGKUNGAN RUMAH SAKIT
JIWA MUTIARA SUKMA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

Nama

: drg. Sarah Eveline Desita N.

NIP

: 198612022015022001

Jabatan

: Dokter Gigi Pertama

Unit Kerja

: Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma

Telah disetujui untuk dilakukan aktualisasi sesuai dengan Satuan Kinerja


Pegawai (SKP)

Disetujui Oleh :
Mentor

Coach

LEMBAR PENGESAHAN
AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR PNS PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
PRAJABATAN GOLONGAN III
PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT
Nama

: drg. Sarah Eveline Desita N.

NIP

: 198612022015022001

Jabatan

: Dokter Gigi Pertama

Instansi

: Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma

PELAYANAN MEDIK GIGI DAN MULUT DI LINGKUNGAN RUMAH SAKIT


JIWA MUTIARA SUKMA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT
RANCANGAN AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR PNS
DI RUMAH SAKIT JIWA MUTIARA SUKMA
Telah disahkan berdasarkan hasil Seminar Proposal Rancangan
Pada tanggal : 16 September 2015
Bertempat di Badan Diklat Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat
TIM EVALUASI
PENGUJI,

NIP
COACH

Mataram,
Peserta Diklat,

NIP
Mentor

Dr. Lisa Putri Setiawati


NIP

NIP.198403252010012006

KATA PENGANTAR

DAFTAR TABEL

DAFTAR ISI

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pada saat seseorang memilih karir sebagai seorang Aparatur Sipil
Negara (ASN), maka ia telah menjadi bagian dari pondasi suatu bangsa,
sehingga setiap tingkah lakunya akan menjadi contoh dan berimplikasi
terhadap kepentingan masyarakat luas. Dewasa ini banyak terjadi penurunan
akuntabilitas seorang ASN. Beberapa oknum ASN bahkan menjadi cemoohan
masyarakat.
Suasana ini menjadikan pemerintah mengamatkan Undang-Undang
No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara untuk wajib memberikan
Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) terintegrasi bagi Calon Pegawai Negeri Sipil
(CPNS) selama 1 tahun masa percobaan. Tujuan diklat terintegrasi ini adalah
untuk membangun integrasi moral, kejujuran, semangat, dan motivasi
nasionalisme dan kebangsaan, karakter kepribadian yang unggul dan
bertanggung jawab, dan memperkuat profesionalisme serta kompetensi
bidang. Peraturan baru tentang ini secara implisit menghendaki ASN bukan
sekedar merujuk kepada jenis pekerjaan tetapi merujuk kepada sebuah
profesi pelayanan publik. Maka dari itu ASN perlu membuat rancangan
aktualisasi khususnya pelayanan di bidang kesehatan yang dilaksanakan di
rumah sakit. Rancangan aktualisasi ini akan dievaluasi dan hasil evaluasinya
dapat berupa reward atau punishment.
Kesehatan merupakan bagian terpenting dari masyarakat tidak
terkecuali pada pasien-pasien jiwa. Penyuluhan kesehatan adalah pendidikan
kesehatan yang dilakukan dengan menyebarkan pesan, menanamkan
keyakinan, sehingga masyarakat khususnya pasien-pasien jiwa tidak saja
sadar, tahu, dan mengerti tetapi juga mau dan mampu melakukan anjuran
yang berhubungan dengan kesehatan.
Kesehatan masyarakat dewasa ini tidak hanya kesehatan tubuh tetapi
juga kesehatan gigi. Pada pasien-pasien jiwa pembinaan kesehatan bukan
hanya kesehatan tubuh saja namun juga disertai kesehatan gigi karena
bakteri dalam rongga mulut terutama gigi juga dapat masuk dan menginfeksi
organ lain melalui peredaran darah.

Salah satu tugas Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah sebagai pelayan
publik. Rumah Sakit Jiwa Mutiara merupakan satu-satunya rumah sakit milik
negara sebagai pembinaan kesehatan jiwa di provinsi Nusa Tenggara Barat.
Rumah sakit ini melayani pemeriksaan dan pengobatan umum, pemeriksaan
dan pengobatan gigi dan mulut , pemeriksaan dan pengobatan jiwa,
rehabilitasi jiwa dan narkoba, serta rawat inap pasien jiwa.
Pasien-pasien jiwa di instalasi rawat inap tidak hanya diobservasi
kesehatan jiwa dan tubuhnya tetapi juga kesehatan giginya. Untuk itu
dibuatlah pelayanan poli gigi untuk mengatasi permasalahan gigi dan mulut
sebagai upaya mewujudkan visi dan misi Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma.
Pelayanan kesehatan gigi dan mulut adalah bentuk pelayanan
kesehatan gigi dan mulut kepada masyarakat dalam upaya pencegahan,
penyembuhan dan pemulihan kesehatan akibat penyakit, peningkatan derajat
kesehatan masyarakat, serta pembinaan peran serta masyarakat dalam
rangka kemandirian di bidang kesehatan gigi dan mulut. Tugas pokok dokter
gigi adalah memberikan pelayanan kesehatan gigi dan mulut pada sarana
pelayanan kesehatan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,
serta membina peran serta masyarakat dalam rangka kemandirian di bidang
kesehatan gigi dan mulut kepada masyarakat. Untuk melaksanakan fungsi,
peran, dan tugas tersebut, diperlukan seorang tenaga dokter gigi yang
profesional.
B. Tujuan
Dengan

diadakannya

Diklat

Prajabatan

tahun

2015

yang

menggunakan metode on campus dan off campus ini peserta Diklat


Prajabatan Golongan III diharapkan mampu mengaktualisasikan nilai-nilai
Dasar Profesi Pegawai Negeri Sipil yaitu Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika
Publik, Komitmen mutu, dan Anti korupsi, di tempat tugas masing-masing
serta mampu menganalisis dampak apabila kelima nilai dasar tersebut tidak
diimplementasikan sehingga mewujudkan birokrasi pemerintahan yang lebih
baik lagi untuk mencapai pelayanan publik yang prima serta terwujudnya PNS
yang professional.

C. Batasan Bahasan/ Ruang Lingkup


Berdasarkan buku panduan aktualisasi peserta diklat Prajabatan
Golongan III fokus aktualisasi dilakukan terhadap kegiatan yang menjadi
tugas pokok fungsional peserta seperti yang tercantum dalam Sasaran Kerja
Pegawai serta tugas tambahan peserta yang diberikan oleh pimpinan
langsung yang dilakukan mulai tanggal 17 September 2015 sampai dengan
30 September 2015.
Sasaran Kerja Pegawai meliputi :
1. Perawatan medik gigi dan mulut umum rawat jalan tk. I
2. Tindakan medik gigi dan mulut tingkat sederhana rawat inap
3. Melakukan kunjungan (visite) kepada pasien rawat inap
4. Pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut
5. Penyuluhan kesehatan gigi dan mulut di Instalasi Rehabilitasi
6. Pembuatan catatan medik gigi dan mulut pasien rawat inap
Tugas tambahan dari atasan :

Ikut serta dalam jurnal reading dokter muda

BAB II
DESKRIPSI ORGANISASI
A. Struktur Organisasi
Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma yang beralamatkan di Jalan Ahmad
Yani No. 1 Mataram, Nusa Tenggara Barat ini merupakan satu-satunya rumah
sakit jiwa di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Rumah Sakit Jiwa ini merupakan
unsur pelayanan kesehatan khusus jiwa yang berada di bawah dan
bertanggung jawab kepada Gubernur melalui Sekretaris Daerah. Dalam
melaksanakan tugasnya Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma dipimpin oleh
Direktur.
Secara teknis operasional, Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma dalam
melaksanakan tugas dan fungsi akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan
serta dikoordinasikan oleh Asisten Administrasi Umum dan Kesejahteraan
Rakyat.
Sesuai dengan Peraturan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat No.
12 Tahun 2014 Tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Daerah No. 8
Tahun 2008 Tentang Organisasi dan Tata Kerja II Lembaga Teknis Daerah
Provinsi Nusa Tenggara Barat , susunan organisasi Rumah Sakit Jiwa
Mutiara Sukma terdiri dari :
a. Direktur;
b. Subbagian Tata Usaha;
c. Seksi Pelayanan Medik;
d. Seksi Penunjang Medik;
e. Seksi Keperawatan;
f. Instalasi;
g. Kelompok Jabatan Fungsional.
Secara lengkap struktur organisasi RS Jiwa Mutiara Sukma dapat
dilihat sebagai berikut :

BAGAN STRUKTUR ORGANISASI


RUMAH SAKIT JIWA MUTIARA SUKMA
DIREKTUR

SUBBAGIAN
TATA USAHA
SEKSI
KEPERAWATAN
INSTALASI

KELOMPOK
JAFUNG
SEKSI PENUNJANG
MEDIK

SEKSI PELAYANAN
MEDIK

INSTALASI

INSTALASI

BAGAN STRUKTUR ORGANISASI RAWAT JALAN


RUMAH SAKIT JIWA MUTIARA SUKMA

10

B. Visi dan Misi


Sebagai salah satu pusat pelayanan kesehatan di Provinsi Nusa
Tenggara Barat, Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma memiliki visi dan misi
sebagai berikut :
a. Visi
Rumah Sakit Jiwa Dambaan Masyarakat Dengan Mutu Terkini
b. Misi
1. Meningkatkan pelayanan kesehatan jiwa yang bermutu standar nasional
dalam rangka mewujudkan pelayanan yang professional;
2. Memberikan pelayanan yang mampu menyenangkan pelanggan melalui
pelayanan yang tepat waktu, cepat, akurat, santun, dan aman guna
mendukung pencitraan NTB yang memiliki daya saing global;
3. Meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di seluruh lini pelayanan
yang sesuai dengan standar nasional; dan
4. Mengembangkan fasilitas fisik yang atraktif sesuai dengan masterplan
yang dilengkapi dengan peralatan medis dan non medis yang memadai.
C. Tugas dan Fungsi
Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma mempunyai tugas membantu
Gubernur

dalam

menyelenggarakan

tugas

umum

pemerintahan,

melaksanakan upaya kesehatan khusus jiwa secara berdayaguna dan


berhasil guna dengan mengutamakan upaya penyembuhan dan pemulihan
yang dilaksanakan secara serasi dan terpadu dengan upaya peningkatan
kesehatan khusus jiwa, pencegahan penyakit khusus jiwa dan melaksanakan
upaya rujukan kesehatan khusus jiwa dan melaksanakan pelayanan bermutu
sesuai standar pelayanan Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Kelas B.
Dalam pelaksanaan tugas pokok Rumah Sakit JIwa Mutiara Sukma,
menyelenggarakan fungsi :
a. Pelaksanaan pelayanan pencegahan, pemulihan, rehabilitasi
kesehatan jiwa dan pelaksanaan pelayanan rujukan;
b. Pelaksanaan upaya kesehatan jiwa masyarakat;

11

c. Pelaksanaan

pelayanan

upaya

pencegahan,

terapi

dan

rehabilitasi penyalahgunaan narkotika, psikotropika dan zat


adiktif lainnya;
d. Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan serta penelitian di
bidang kesehatan jiwa;
e. Pengkoordinasian dan pembinaan Rumah Sakit Jiwa;
f. Pengendalian evaluasi pelaksanaan tugas sesuai tugas pokok
dan fungsinya; dan
g. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Gubernur sesuai
dengan tugas dan fungsinya.
D. Data Kepegawaian

12

BAB III
RANCANGAN AKTUALISASI
A. Nilai-Nilai Dasar Aparatur Sipil Negara
Ada banyak cara yang ditempuh dalam rangka mempersiapkan ASN
untuk masuk ke dalam system pemerintahan. Salah satunya dengan
mengikuti diklat prajabatan. Dari diklat ini diharapkan dapat membentuk ASN
yang memiliki nilai-nilai dasar keprofesian ASN. Nilai-nilai dasar keprofesian
ASN yang menjadi penekanan pada kegiatan internalisasi pada saat on
campus terdiri dari 5 nilai, yaitu Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik,
Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi atau yang disingkat dengan ANEKA.
Masing-masing memiliki indikator yang menggambarkannya. Berikut adalah
penjabaran nilai-nilai dasar keprofesian ASN dan indikator nilai dasarnya.
a. Akuntabilitas
Akuntabilitas

dapat

diartikan

sebagai

kewajiban-kewajiban

dari

individu-individu atau penguasa yang dipercayakan untuk mengelola sumbersumber daya publik dan yang bersangkutan dengannya untuk dapat
menjawab hal-hal yang menyangkut pertanggung jawabannya. Akuntabilitas
terkait erat dengan instrumen untuk kegiatan kontrol terutama dalam hal
pencapaian hasil pada pelayanan publik dan menyampaikannya secara
transparan kepada masyarakat.
Akuntabilitas ini memberikan suatu petunjuk sasaran pada hampir
semua reformasi sektor publik dan mendorong pada munculnya tekanan
untuk pelaku kunci yang terlibat untuk bertanggungjawab dan untuk menjamin
kinerja pelayanan publik yang baik. Prinsip akuntabilitas adalah merupakan
pelaksanaan pertanggung jawaban dimana dalam kegiatan yang dilakukan
oleh

pihak

yang

terkait

harus

mampu

mempertanggung

jawabkan

pelaksanaan kewenangan yang diberikan di bidang tugasnya. Prinsip


akuntabilitas terutama berkaitan erat dengan pertanggung jawaban terhadap
efektivitas kegiatan dalam pencapaian sasaran atau target kebijakan atau
program yang telah ditetapkan itu.

13

Adapun pengertian akuntabilitas menurut Lawton dan Rose dapat


dikatakan sebagai sebuah proses dimana seorang atau sekelompok orang
yang diperlukan untuk membuat laporan aktivitas mereka dan dengan cara
yang mereka sudah atau belum ketahui untuk melaksanakan pekerjaan
mereka. Akuntabilitas sebagai salah satu prinsip good corporate governance
berkaitan dengan pertanggungjawaban pimpinan atas keputusan dan hasil
yang

dicapai,

sesuai

dengan

wewenang

yang

dilimpahkan

dalam

pelaksanaan tanggung jawab mengelola organisasi. Aspek yang terkandung


dalam pengertian akuntabilitas adalah bahwa publik mempunyai hak untuk
mengetahui kebijakan-kebijakan yang diambil oleh pihak yang mereka beri
kepercayaan. Media pertanggungjawaban dalam konsep akuntabilitas tidak
terbatas pada laporan pertanggungjawaban saja, tetapi mencakup juga
praktek-praktek kemudahan si pemberi mandat mendapatkan informasi, baik
langsung maupun tidak langsung secara lisan maupun tulisan. Dengan
demikian,

akuntabilitas

akan

tumbuh

subur

pada

lingkungan

yang

mengutamakan keterbukaan sebagai landasan penting dan dalam suasana


yang transparan dan demokrasi serta kebebasan dalam mengemukakan
pendapat.
Ada banyak aspek yang harus diperhatikan dalam menciptakan lingkungan
organisasi yang akuntabel:
1) Kepemimpinan
Lingkungan yang akuntabel tercipta dari atas ke bawah dimana
pimpinan memainkan peranan yang penting dalam menciptakan
lingkungannya serta dapat memberikan contoh kepada orang lain
(lead by example).
2) Transparansi
Tujuan dari adanya transparansi adalah:

Mendorong komunikasi yang lebih besar dan kerjasama antara


kelompok internal dan eksternal;

Memberikan perlindungan terhadap pengaruh yang tidak


seharusnya dan korupsi dalam pengambilan keputusan;

Meningkatkan akuntabilitas dalam keputusan;

14

Meningkatkan kepercayaan dan keyakinan kepada pimpinan


secara keseluruhan.

3) Integritas
Dengan adanya integritas menjadikan suatu kewajiban untuk
menjunjung tinggi dan mematuhi semua hukum yang berlaku.
4) Tanggung jawab
Tanggung jawab memberikan kewajiban kepada individu bahwa
ada suatu konsekuensi dari setiap tindakan yang dilakukan.
5) Keadilan
Keadilan adalah landasan utama dari akuntabilitas yang harus
dipelihara dan dipromosikan oleh pimpinan pada lingkungan
organisasinya.
6) Kepercayaan
Rasa keadilan akan membawa pada sebuah kepercayaan.
7) Keseimbangan
Untuk mencapai akuntabilitas dalam lingkungan kerja, maka
diperlukan

adanya

keseimbangan

antara

akuntabilitas

dan

kewenangan serta harapan dan kapasitas.


8) Kejelasan
Agar individu atau kelompok dalam melaksanakan wewenang dan
tanggung jawabnya, mereka harus memiliki gambaran yang jelas
tentang apa tujuan dan hasil yang diharapkan.
9) Konsistensi
Individu harus menunjukkan sikap dan perilaku yang konsisten dan
dapat diandalkan sebagai penyelenggara pemerintahan.
b. Nasionalisme
Nasionalisme merupakan suatu sikap politik dari masyarakat suatu
bangsa yang mempunyai kesamaan kebudayaan, dan wilayah serta
kesamaan cita-cita dan tujuan, dengan demikian masyarakat suatu bangsa
tersebut merasakan adanya kesetiaan yang mendalam terhadap bangsa itu
sendiri.

Nasionalisme

yang

dianut

oleh

bangsa

Indonesia

adalah

Nasionalisme Pancasila, yang merupakan pandangan atau paham kecintaan

15

manusia Indonesia terhadap bangsa dan tanah airnya yang didasarkan pada
nilai-nilai Pancasila.
Nasionalisme adalah jiwa bangsa Indonesia yang akan terus melekat
selama bangsa Indonesia masih ada. Nasionalisme bukanlah suatu
pengertian yang sempit bahkan mungkin masih lebih kaya lagi pada zaman
ini.
Nasionalisme pada hakekatnya adalah untuk kepentingan dan
kesejahteraan bersama, karena nasonalisme menentang segala bentuk
penindasan terhadap pihak lain, baik itu orang per orang, kelompok-kelompok
dalam masyarakat, maupun suatu bangsa. Nasionalisme tidak membedabedakan baik suku, agama, maupun ras.
Nilai Dasar Nasionalisme, terdiri dari Indikator:
1) memahami

peranan

Pancasila

dalam

menumbuhkan

nasionalisme ASN;
2) memahami fungsi dan peran ASN sebagai pembuat dan
pelaksana kebijakan publik;
3) memahami peran ASN sebagai pelayanan publik; dan
4) memahami fungsi ASN sebagai pemersatu bangsa.
c. Etika Publik
Menurut Yeremias istilah Etika Pelayanan Publik yang dimaknai sebagai
suatu praktek administrasi publik dan atau pemberian pelayanan publik
(delivery system) yang didasarkan atas serangkaian tuntunan perilaku (rules
of conduct) atau kode etik yang mengatur hal-hal yang baik yang harus
dilakukan atau sebaliknya yang tidak baikagar dihindarkan. Dengan istilah
yang sama, mengutip Denhardt (1988),Karjuni mendefinisikannya sebagai
filsafat moral atau nilai, dan disebut dengan profesional standars(kode etik)
atau right rules of conduct (aturan perilaku yang benar) yang seharusnya
dipatuhi oleh pemberi pelayanan publik.
Etika publik merupakan refleksi tentang standar/norma yang menentukan
baik/buruk, benar/salah perilaku, tindakan dan keputusan untuk mengarahkan
kebijakan publik dalam rangka menjalankan tanggung jawab pelayanan
publik.
Nilai Dasar Etika publik, terdiri dari indikator
16

1) Memahami kode etik dan perilaku pejabat publik;


2) Memahami bentuk-bentuk kode etik dan implikasinya; dan
3) Menganalisis dan menilai ilustrasi aktualisasi nilai dasar etika
publik.
d. Komitmen Mutu
Arti mutu secara umum adalah nilai unggul produk/jasa yang diberikan
pelanggan sesuai kebutuhan dan keinginan, bahkan melampaui harapan.
Untuk mewujudkan mutu membutuhkan kreativitas yang melahirkan inovasi
dalam bentuk barang atau pelayanan.
Mutu dalam pelayanan kesehatan menurut Azrul Azwar (1996) adalah
pelayanan kesehatan yang dapat memuaskan setiap pemakai jasa pelayanan
kesehatan

yang

sesuai

dengan

tingkat

kepuasaan

rata-rata

serata

penyelenggaraannya sesuai dengan standart dan kode etik profesi.


Memenuhi dan melebihi kebutuhan serta harapan pelanggan melalui
peningkatan yang berkelanjutan atas seluruh proses. Pelanggan meliputi,
pasien, keluarga, dan lainnya yang datang untuk pelayanan dokter, karyawan
(Mary R. Zimmerman).
Jadi yang dimaksud dengan mutu pelayanan kesehatan adalah
menunjuk

pada

tingkat

kesempurnaan

pelayanan

kesehatan

dalam

menimbulkan rasa puas pada diri setiap pasien. Makin sempurna kepuasan
tersebut, makin baik pula mutu pelayanan kesehatan. Sekalipun pengertian
mutu yang terkait dengan kepusan ini telah diterima secara luas, namun
penerapannya tidaklah semudah yang diperkirakan. Masalah pokok yang
ditemukan ialah karena kepuasan tersebut bersifat subyektif. Tiap orang,
tergantung dari latar belakang yang dimiliki, dapat saja memiliki tingkat
kepuasan yang berbeda untuk satu mutu pelayanan kesehatan yang sama. Di
samping itu, sering pula ditemukan pelayanan kesehatan yang sekalipun
dinilai telah memuaskan pasien, namun ketika ditinjau dari kode etik serta
standar pelayanan profesi, kinerjanya tetap tidak terpenuhi.
Nilai Dasar Komitmen Mutu, terdiri dari indikator:
1. Memahami tindakan yang menghargai efektivitas, efisiensi, inovasi
dan

kinerja

berorientasi

mutu

dalam

penyelenggaraan

pemerintahan dan pelayanan publik;

17

2. Menunjukkan sikap perilaku kinerja kreatif dan inovatif yang


berorientasi mutu dalam penyelenggaraan pemerintahan dan
pelayanan publik
e. Antikorupsi
Korupsi artinya kerusakan, kebobrokan, dan kebusukan.Korupsi
merupakan kejahatan luar biasa karena dampaknya juga luar biasa yaitu
menyebabkan kerusakan dalam ruang lingkup pribadi, keluarga masyarakat
dan kehidupan yang lebih luas.
Nilai-nilai antikorupsi yang harus dimiliki oleh ASN adalah :
a. Jujur
b. Peduli
c. Mandiri
d. Disiplin
e. Tanggung jawab
f. Kerja keras
g. Sederhana
h. Berani
i. Adil
Nilai Dasar Anti Korupsi, terdiri dari indikator:
1. Menyadari dampak perilaku dan tindak pidana korupsi bagi
kehidupan diri pribadi, keluarga, masyarakat, dan bangsa;
2. Menjelaskan cara-cara menghindari perilaku dan tindak pidana
korupsi;
3. Menjelaskan pembangunan sistem integritas untuk mencegah
terjadinya korupsi di lingkungannya; dan
4. Mengaktualisasikan nilai dasar anti korupsi bagi kehidupan diri
pribadi, keluarga, masyarakat, dan bangsa.
Dari definisi nilai-nilai dasar ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika
Publik, Komitmen Mutu , serta Antikorupsi) tersebut yang saya terapkan
dalam kegiatan-kegiatan saya adalah :
1. Melakukan perawatan medik gigi dan mulut umum rawat jalan tk I
Akuntabilitas
Melakukan anamnesis sesuai dengan Ilmu Kedokteran Gigi untuk
mengetahui riwayat perjalanan penyakit dan bertanggung jawab.
18

Nasionalisme
Sesuai dengan nilai kemanusiaan, adil, tidak membeda-bedakan status
sosial, ekonomi, suku, dan agama.
Etika Publik
Memakai pakaian rapi, selalu

memulai dengan 3S Senyum, Sapa,

Salam.
Komitmen Mutu
Melakukan anamnesis yang efektif dan efisien serta melakukan
perawatan medik sesuai dengan Standar Prosedur Operasional.
Anti Korupsi
Meresepkan obat sesuai dengan indikasi medis pasien tanpa
dipengaruhi dengan perjanjian dengan perusahaan obat tertentu demi
kepentingan pribadi, dan tanpa adanya pungutan lain di luar biaya
berobat.
2. Melakukan tindakan medik gigi dan mulut tingkat sederhana
Akuntabilitas
Melakukan anamnesis sesuai dengan Ilmu Kedokteran Gigi untuk
mengetahui riwayat perjalanan penyakit dan bertanggung jawab.
Nasionalisme
Sesuai dengan nilai kemanusiaan, adil, tidak membeda-bedakan status
sosial, ekonomi, suku, dan agama.
Etika Publik
Memakai pakaian rapi, selalu

memulai dengan 3S Senyum, Sapa,

Salam.
Komitmen Mutu
Melakukan anamnesis yang efektif dan efisien serta melakukan
perawatan medic sesuai dengan Standar Prosedur Operasional.
Anti Korupsi
Meresepkan obat sesuai dengan indikasi medis pasien tanpa
dipengaruhi dengan perjanjian dengan perusahaan obat tertentu demi
kepentingan pribadi dan tanpa adanya pungutan lain di luar biaya
berobat.
3. Melakukan kunjungan (visite) kepada pasien rawat inap
Akuntabilitas
19

Datang mengunjungi pasien tepat waktu, memeriksa pasien sesuai


dengan Ilmu Kedokteran Gigi dan bertanggung jawab terhadap tugas.
Nasionalisme
Sesuai dengan nilai kemanusiaan, adil, tidak membeda-bedakan status
sosial, ekonomi, suku, dan agama.
Etika Publik
Berpakaian rapi, selalu memulai dengan 3S Senyum, Sapa, Salam.
Komitmen Mutu
Melakukan kunjungan atau visite sesuai dengan Standar Prosedur
Operasional yang ada di Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma.
Anti Korupsi
Datang tepat waktu sesuai dengan jadwal visite dan tanpa adanya
pungutan lain di luar biaya berobat.
4. Melakukan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut
Akuntabilitas
Melakukan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut sesuai dengan Ilmu
Kedokteran Gigi yang dimiliki dan bertanggung jawab terhadap tugas.
Nasionalisme
Sesuai dengan nilai kemanusiaan, adil, tidak membeda-bedakan status
sosial, ekonomi, suku, dan agama.
Etika Publik
Memakai pakaian rapi, selalu

memulai dengan 3S Senyum, Sapa,

Salam.
Komitmen Mutu
Melakukan pemeliharaan gigi dan mulut pasien sesuai dengan Standar
Prosedur Operasional.
Anti Korupsi
Tidak memakai bahan-bahan pemeriksaan gigi dan mulut untuk
kepentingan pribadi.
5. Melakukan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut
Akuntabilitas
Memberikan materi penyuluhan sesuai dengan keilmuan Kedokteran
Gigi , materi disampaikan dengan jelas dan lengkap dan bertanggung
jawab terhadap tugas.
20

Nasionalisme
Sesuai dengan nilai kemanusiaan, adil, tidak membeda-bedakan status
sosial, ekonomi, suku, dan agama.
Etika Publik
Berpakaian rapi, selalu memulai dengan 3S Senyum, Sapa, Salam.
Komitmen Mutu
Materi disampaikan dengan alat peraga yang efektif dan efisien.
Anti Korupsi
Tidak membawa alat peraga atau pun bahan-bahan penyuluhan untuk
kepentingan pribadi.
6. Membuat catatan medik gigi dan mulut pasien rawat inap
Akuntabilitas
Membuat catatan medik yang sesuai dengan keilmuan Kedokteran
Gigi dan bertanggung jawab terhadap tugas.
Nasionalisme
Sesuai dengan nilai kemanusiaan, adil, tidak membeda-bedakan status
sosial, ekonomi, suku, dan agama.
Etika Publik
Memakai pakaian rapi, selalu

memulai dengan 3S Senyum, Sapa,

Salam.
Komitmen Mutu
Membuat catatan medic pasien secara sistematis sehingga mudah
dibaca.
7. Mengikuti jurnal reading dokter muda
Akuntabilitas
Nilai Akuntabilitas yang didapat adalah dating tepat waktu serta
menyimak jurnal reading secara seksama.
Etika Publik
Mengikuti jurnal reading dengan baik, tidak mengobrol saat di ruangan.
B. Rancangan Aktualisasi
Dalam kaitannya dengan kegiatan aktualisasi nilai dasar profesi ASN,
perencanaan dilakukan untuk mengidentifikasi kegiatan yang mungkin
dilakukan peserta ketika masa off campus. Perencanaan kegiatan juga
21

dilakukan dalam rangka mengidentifikasi tahapan kegiatan, output kegiatan,


serta nilai-nilai dasar yang mungkin diaktualisasikan oleh peserta dalam tiap
tahap kegiatan.
Dalam menyusun perencanaan kegiatan, terdapat tiga hal yang
menjadi pertimbangan, antara lain:
a. Kegiatan aktualisasi harus mencakup kegiatan yang menjadi tugas
pokok
b. Kegiatan aktualisasi boleh memasukkan kegiatan yang menjadi
tugas tambahan berupa perintah atasan atau pimpinan
c. Kegiatan Aktualisasi harus mencakup jenis kegiatan kreativitas
(inovatif). Tahapan kegiatan-kegiatan yang akan saya laksanakan
adalah sebagai berikut :
1. Melakukan perawatan medik gigi dan mulut umum rawat jalan tk I
a. Melakukan anamnesa pasien
Sebelum melakukan perawatan medik, saya akan memeriksa pasien sesuai
dengan keluhan pasien. Pemeriksaan dapat meliputi pemeriksaan objektif
dan pemeriksaan objektif, proses ini disebut juga anamnesa. Dari proses ini
seorang dokter gigi dapat menegakan diagnosis penyakit dan rencana
perawatannya.
b. Mengecek alat dan bahan
Setelah dilakukan anamnesis, saya akan mengecek kelengkapan alat dan
bahan yang telah dipersiapkan oleh perawat gigi.
c. Melakukan koordinasi dengan perawat gigi
Koordinasi dengan perawat gigi diperlukan untuk kelancaran pengerjaan
perawatan medik gigi dan mulut.
d. Melakukan perawatan medik kepada pasien
Setelah berkoordinasi dengan perawat, maka saya akan memulai perawatan
medik gigi dan mulut secara tepat, efektif, dan efisien sesuai dengan
anamnesa yang ada.
e. Mencatat di rekam medik
Sebagai bukti tertulis pemeriksaan pasien serta perawatan yang dilakukan
oleh saya. Saya akan mencatat di rekam medik pasien.
f. Memberikan penjelasan kepada pasien

22

Setelah seluruh proses selesai dilakukan, saya akan memberikan penjelasan


tentang kesehatan gigi pasien.
2. Melakukan tindakan medik gigi dan mulut tingkat sederhana
a. Melakukan anamnesa pasien
Sebelum melakukan perawatan medik, saya akan memeriksa pasien sesuai
dengan keluhan pasien. Pemeriksaan dapat meliputi pemeriksaan objektif
dan pemeriksaan objektif, proses ini disebut juga anamnesa. Dari proses ini
saya dapat menegakan diagnosis penyakit dan rencana perawatannya.
b. Mengecek alat
Setelah dilakukan anamnesis, saya akan mengecek kelengkapan alat dan
bahan yang telah dipersiapkan oleh perawat gigi.
c. Melakukan koordinasi dengan perawat gigi
Koordinasi dengan perawat gigi diperlukan untuk kelancaran pengerjaan
tindakan medik gigi dan mulut.
d. Melakukan tindakan medik kepada pasien
Setelah berkoordinasi dengan perawat, maka saya akan memulai tindakan
medik gigi dan mulut secara tepat, efektif, dan efisien sesuai dengan
anamnesa yang ada.
e. Mencatat di rekam medik
Sebagai bukti tertulis pemeriksaan pasien serta tindakan yang dilakukan oleh
saya. Saya akan mencatat di rekam medik pasien.
f. Memberikan penjelasan kepada pasien
Setelah seluruh proses selesai dilakukan, saya akan memberikan penjelasan
tentang kesehatan gigi pasien.
3. Melakukan kunjungan (visite) kepada pasien rawat inap
a. Mempersiapkan dan mengecek alat dan bahan
Sebelum melakukan kunjungan (visite) saya akan mempersiapkan alat-alat
yang akan dibutuhkan dalam visite, seperti alat diagnosis, gelas kumur,
kapas, serta alkohol.
b. Mengunjungi dan berkoordinasi dengan perawat di bangsal rawat inap
Berkoordinasi dengan perawat di bangsal rawat inap yang akan dikunjungi
untuk mempersiapkan pasien.
c. Melakukan pemeriksaan gigi
Memanggil pasien satu persatu kemudian memeriksa keadaan gigi pasien.
23

d. Mencatat di rekam medik


Mencatat hasil pemeriksaan serta rencana perawatan gigi pasien di rekam
medik.
4. Melakukan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut
a. Mengecek kelengkapan alat dan bahan
Sebelum melakukan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pasien, saya
akan mempersiapkan alat-alat yang akan dibutuhkan, seperti alat diagnosis,
gelas kumur, sikat gigi, serta pasta gigi.
b. Memeriksa oral hygiene pasien
Saya akan memeriksa keadaan rongga mulut pasien, sehat atau tidak, bersih
atau tidak.
c. Melakukan pemeliharan kebersihan rongga mulut pasien
Saya akan melakukan pemeliharaan kebersihan gigi pasien dan akan dibantu
oleh perawat gigi.
d. Memberikan penjelasan kepada pasien
Setelah seluruh proses selesai dilakukan, saya akan memberikan penjelasan
tentang kesehatan gigi pasien.
5. Melakukan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut
a. Mengecek kelengkapan alat peraga
Sebelum melakukan penyuluhan, saya akan melakukan pengecekan alat
peraga yang dipersiapkan oleh perawat gigi berupa phantom gigi, sikat gigi,
serta pasta gigi.
b. Mengecek bahan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut
Setelah itu saya akan mengecek bahan-bahan penyuluhan kesehatan gigi
dan mulut, baik bahan berupa materi dan bahan untuk kegiatan penyuluhan.
c. Melakukan koordinasi dengan perawat gigi
Berkoordinasi dengan perawat gigi tentang materi apa yang

akan

disampaikan dan metode penyampaiannya.


d. Melakukan koordinasi dengan instalasi rehabilitasi
Berkoordinasi dengan perawat dari instalasi rehabilitasi tentang jenis kegiatan
yang akan dilakukan.
e. Melakukan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut
Saya bersama dengan perawat gigi melakukan kegiatan penyuluhan.
f. Memberi penjelasan kepada pasien
24

Memberikan penjelasan kepada seluruh pasien secara lengkap dan mudah


dimengerti, komunikasi dengan tanya jawab.
g. Mengkoordinir sikat gigi bersama seluruh pasien
Melakukan koordinasi dengan perawat gigi, serta perawat instalasi untuk
melakukan sikat gigi bersama seluruh pasien.
h. Mengoreksi materi yang diberikan
Mengoreksi kesalahan-kesalahan yang dilakukan saat sikat gigi bersama
kepada pasien, kemudian memberikan masukan yang benar.
i. Mengecek kehadiran pasien
Mengecek jumlah pasien yang hadir pada saat penyuluhan.
6. Membuat catatan medik gigi dan mulut pasien rawat inap
a. Memanggil pasien yang dimaksud
Melakukan panggilan satu persatu pasien yang akan diperiksa.
b. Melakukan pengecekan gigi dan mulut
Melakukan pemeriksaan keadaan gigi dan mulut seluruh pasien.
c. Mencatat dalam rekam medik
Mencatat hasil pemeriksaan serta rencana perawatan di rekam medik.
7. Mengikuti journal reading oleh dokter muda
a. Datang tepat waktu
Saya akan menghadiri jurnal reading sesuai dengan waktu yang ditetapkan
yaitu pukul 08.00 WITA.
b. Mengisi daftar hadir
Mengisi daftar hadir yang dipersiapkan oleh bagian Diklat Rumah Sakit Jiwa
Mutiara Sukma.
c. Membaca jurnal yang ada dan menyimak presentasi
Saya akan membaca jurnal yang diberikan serta menyimak presentasi
dengan seksama.
d. Melakukan tanya jawab jurnal yang dimaksud
Jika masih ada hal yang kurang dimengerti , saya akan ikut andil dalam
proses tanya jawab.
C. Jadwal Kegiatan Aktualisasi

25

Tabel dibawah ini menggambarkan jadwal dan tahapan kegiatan


aktualisasi selama periode off campus di RS Jiwa Mutiara Sukma Provinsi
Nusa Tenggara Barat.
NO. KEGIATAN / TAHAPAN KEGIATAN
WAKTU
1
Melakukan pemeriksaan dan perawatan 22
dan

23

medik gigi dan mulut rawat jalan tk I


September 2015
Melakukan tindakan medik gigi dan mulut 18 September

tingkat sederhana
Melakukan kunjungan

pasien rawat inap


2015
Melakukan pemeliharaan kesehatan gigi 22 September

dan mulut
2015
Melakukan penyuluhan kesehatan gigi dan 19 September

mulut di instalasi rehabilitasi


2015
Membuat catatan medik gigi dan mulut 18 September

pasien rawat inap


Mengikuti journal reading dokter muda

2015
Membuat Standar Prosedur Operasional 26
dan

(visite)

Poli Gigi
9

2015
kepada 18 September

2015
17 September
28

September

2015
Melakukan diskusi kasus gigi dengan 25 September
Dokter Gigi Spesialis Prostodonsi

2015

26

BAB IV
CAPAIAN AKTUALISASI
A. Capaian Kegiatan
Capaian aktualisasi nilai- nilai dasar kegiatan adalah sebagai berikut :
Kegiatan 1
Nama Kegiatan

Melakukan pemeriksaan dan perawatan

Sumber

medik pasien poli rawat jalan


SKP

Kegiatan
Tanggal
Tahapan

22 dan 23 September 2015


- Melakukan anamnesa pasien

Kegiatan

- Mengecek alat
- Melakukan koordinasi dengan perawat gigi
- Melakukan perawatan medik kepada pasien
- Mencatat di rekam medik

- Memberikan penjelasan kepada pasien


Daftar Lampiran
Lampiran 1
NILAI-NILAI DASAR
AKUNTABILITAS
Dalam melakukan pemeriksaan pasien di poli rawat jalan, sebagai
tenaga medis yang bersentuhan langsung dengan pelayanan
terhadap pasien, maka datang tepat waktu merupakan bentuk
penghargaan terhadap orang lain, baik perawat yang membantu
pekerjaan

kami

maupun

pasien.

Kegiatan

dimulai

dengan

melakukan anamnesis dan pemeriksaan, kami melakukannya


dengan cermat sesuai SPO dengan sikap santun dan ramah. Dalam
melakukan anamnesis harus sesuai dengan Ilmu Kedokteran Gigi
agar diagnosis yang ditegakan dapat dipertanggungjawabkan.
NASIONALISME
Dalam

memberikan

pelayanan

tanpa

membedakan

pasien
27

berdasarkan suku, agama maupun tingkat sosial ekonomi,baik


dengan pembayaran tunai ataupun dengan jaminan (BPJS), mereka
akan mendapatkan haknya atas layanan yang sama baiknya sejak
awal masuk ke dalam ruang periksa sampai selesai. Dan harus tidak
bersikap semena-mena kepada pasien, selalu bersikap hormat.
ETIKA PUBLIK
Komunikasi yang efektif merupakan salah satu faktor yang sangat
penting dalam pelayanan medis, komunikasi dan kerja sama yang
baik dengan perawat akan memperlancar dan meningkatkan kualitas
pelayanan secara langsung. Selain itu, komunikasi dengan pasien
memegang peranan penting sebagai penentu kepuasan pasien
sebagai pelanggan atau pengguna jasa kami. Kepada pasien,
seorang dokter harus bisa mengkomunikasikan mengenai tahapan
pemeriksaan, tahapan perawatan, hasil pemeriksaan klinis dengan
baik dan jelas. Selain itu pemberi jasa harus bersikap ramah dengan
senyum, sapa dan salam serta menjaga kerahasiaan pasien.
KOMITMEN MUTU
Melakukan identifikasi pasien dengan memberikan pertanyaan
terbuka kepada pasien siapa nama lengkapnya dan tanggal lahirnya
kemudian mencocokkan dengan rekam medis yang ada, merupakan
cara untuk memastikan tidak terjadi kesalahan pasien pada saat
melakukan pemeriksaan pasien, sehingga perawatan yang diberikan
kepada pasien sesuai dengan kondisi pasien yang sebenarnya.
Pelayanan diberikan dengan sungguh hati dan berdasarkan dengan
kompetensi dan kewenangan klinis yang dimiliki oleh seorang dokter
serta berdasarkan Standar Operasiinal Prosedur yang ada sehingga
pasien mendapatkan perawatan yang berkualitas dan dapat
memberikan rasa puas kepada pasien atas pelayanan yang
diberikan.
ANTI KORUPSI
Datang tepat waktu sesuai jadwal yang ditentukan, melakukan
pelayanan sesuai dengan urutan kedatangan pasien, melakukan
pemeriksaan dengan jujur, serta secara terus terang menyampaikan
kepada pasien hasil pemeriksaan yang didapat, serta memberikan
28

esep obat sesuai indikasi medis merupakan wujud anti-korupsi


dalam memberikan pelayanan kesehatan.
HAMBATAN
Dikarenakan Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma sedang dalam tahap
renovasi fisik, sarana dan prasarana poli gigi di instalasi rawat jalan
minim sehingga kegiatan rawat jalan poli gigi hanya dapat dilakukan
untuk kasus ringan. Hambatan yang kedua adalah penempatan
sementara perawat gigi di unit lain sehingga dalam pelayanan
perawat gigi kadang berbentrokan dengan tugas lain di unit yang
dimaksud maka dari itu pelayanan poli gigi di rawat jalan menjadi
kurang optimal.
PEMECAHAN
Selama masa renovasi fisik pelayanan tetap dijalankan seperti biasa
dengan memanfaatkan sarana dan prasarana yang ada secara
maksimal. Sementara itu untuk perawat gigi akan dibuatkan jadwal
piket secara bergantian agar tidak berbentrokan dengan tugas
mereka di unit yang lain.
ANALISIS DAMPAK
Jika kelima nilai dasar ANEKA tersebut tidak diterapkan pada
kegiatan ini, maka dapat terjadi konflik dan penurunan kualitas
hubungan kerja diantara tenaga kesehatan, baik dokter, perawat,
dan tenaga kesehatan lain. Hal ini akan mempengaruhi kualitas kerja
atau

pelayanan

yang

akan

berdampak

pada

timbulnya

ketidakpuasan pada para pihak yang terkait. Dengan terjadinya


penurunan kualitas pelayanan akibat hubungan yang tidak baik
diantara tenaga medis, maka juga akan berdampak langsung pada
kepuasan pasien dan bahkan keamanan pasien (patient safety). Hal
ini menyebabkan terjadi rantai negatif kualitas pelayanan.
KONTRIBUSI TERHADAP VISI & MISI RS JIWA MUTIARA
SUKMA
Melaksanakan pemeriksaan dan perawatan medik pasien dengan
menerapkan nilai-nilai akuntabilitas, nasionalisme, etika publik,
komitmen mutu dan anti korupsi berkontribusi terhadap visi misi RS
Jiwa

Mutiara

Sukma

dalam

melaksanakan

kesehatan

yang
29

berorientasi pada mutu dan keselamatan pasien.


PENGUATAN NILAI-NILAI ORGANISASI
Melaksanakan pemeriksaan dan perawatan medik pasien yang
memenuhi prinsip akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen
mutu dan anti korupsi akan memberikan kontribusi terhadap nilainilai RS Jiwa Mutiara Sukma yaitu nilai profesionalisme, integritas,
kesempurnaan dan orientasi kepada pelanggan.
Kegiatan 2
Nama Kegiatan

Melakukan tindakan medik gigi dan mulut

Sumber

tingkat sederhana
SKP

Kegiatan
Tanggal
Tahapan

18 September 2015
Melakukan anamnesa pasien

Kegiatan

Mengecek alat

Melakukan koordinasi dengan perawat gigi

Melakukan tindakan medik kepada pasien

Mencatat di rekam medik

Daftar Lampiran
NILAI-NILAI DASAR

Memberikan penjelasan kepada pasien


Lampiran 2

AKUNTABILITAS
Dalam melakukan tindakan medik gigi dan mulut tingkat sederhana
ini, kegiatan diawali dengan melakukan anamnesis dan pemeriksaan,
dari pemeriksaan akan didapatkan diagnosis dan rencana tindakan.
Dalam melakukan anamnesis harus sesuai dengan Ilmu Kedokteran
Gigi agar diagnosis dan rencana tindakan yang ditegakan dapat
dipertanggungjawabkan. Selain itu tenaga medis harus datang tepat
waktu. Ini merupakan bentuk penghargaan terhadap orang lain, baik
perawat gigi yang membantu pekerjaan kami maupun pasien.
NASIONALISME
Dalam memberikan pelayanan terhadap pasien , kami sebagai tenaga
medis harus melayani tanpa membedakan suku, agama maupun
tingkat sosial ekonomi. Mereka akan mendapatkan haknya atas
layanan yang sama baiknya sejak awal masuk ke dalam ruang
30

periksa sampai selesai. Dan harus tidak bersikap semena-mena


kepada pasien, selalu bersikap hormat.
ETIKA PUBLIK
Kualitas pelayanan dapat ditingkatkan dengan cara komunikasi dan
kerja sama yang efektif dengan perawat gigi. Selain itu, komunikasi
dengan pasien memegang peranan penting sebagai penentu
kepuasan pasien sebagai pelanggan atau pengguna jasa kami.
Kepada pasien, seorang tenaga kesehatan harus bisa menjelaskan
mengenai

tahapan

pemeriksaan,

tahapan

perawatan,

hasil

pemeriksaan klinis dengan baik dan jelas. Selain itu pemberi jasa
harus bersikap ramah dengan senyum, sapa dan salam serta
menjaga kerahasiaan pasien.
KOMITMEN MUTU
Melakukan identifikasi pasien dengan memberikan pertanyaan
terbuka kepada pasien siapa nama lengkapnya dan tanggal lahirnya
kemudian mencocokkan dengan rekam medis yang ada, merupakan
cara untuk memastikan tidak terjadi kesalahan pasien pada saat
melakukan pemeriksaan pasien, sehingga sesuai dengan kondisi
pasien yang sebenarnya. Pelayanan diberikan dengan sungguh hati
dan berdasarkan dengan kompetensi dan kewenangan klinis yang
dimiliki oleh seorang tenaga kesehatan serta berdasarkan Standar
Operasional Prosedur yang ada sehingga pasien mendapatkan
perawatan yang berkualitas, optimal dan dapat memberikan rasa
puas pasien atas pelayanan yang diberikan.
ANTI KORUPSI
Datang tepat waktu sesuai jadwal yang ditentukan, melakukan
pemeriksaan dengan jujur, serta secara terus terang menyampaikan
kepada pasien hasil pemeriksaan yang didapat, serta memberikan
resep obat sesuai indikasi medis merupakan wujud anti-korupsi dalam
memberikan pelayanan kesehatan. Tidak menarik uang tambahan
terhadap pasien di luar biaya yang sudah tertera.
HAMBATAN
Kegiatan ini dirasakan penulis belum memenuhi target yang penulis
harapkan. Dikarenakan Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma sedang
31

dalam tahap renovasi fisik, sarana dan prasarana poli gigi minim
sehingga kegiatan tindakan hanya dapat dilakukan untuk kasus
ringan. Hambatan yang kedua adalah penempatan sementara
perawat gigi di unit lain sehingga dalam pelayanan perawat gigi
kadang berbentrokan dengan tugas lain di unit yang dimaksud maka
dari itu tindakan medik gigi dan mulut menjadi kurang optimal.
PEMECAHAN
Selama masa renovasi fisik tindakan medik gigi dan mulut tetap
dijalankan seperti biasa dengan memanfaatkan sarana dan prasarana
yang ada secara maksimal. Sementara itu untuk perawat gigi akan
dibuatkan jadwal piket secara bergantian agar tidak berbentrokan
dengan tugas mereka di unit yang lain.
ANALISIS DAMPAK
Apabila seluruh nilai dasar ANEKA tidak diaplikasikan pada kegiatan
akan terjadi penurunan kualitas hubungan kerja diantara tenaga
kesehatan, baik dokter gigi, perawat gigi, dan tenaga kesehatan lain,
sehingga akan terjadi konflik antara tenaga kesehatan. Hal ini dapat
mempengaruhi kualitas kerja atau pelayanan dan berdampak pada
timbulnya ketidakpuasan pihak yang terkait. Dengan terjadinya
penurunan kualitas pelayanan akibat hubungan yang tidak baik
diantara tenaga medis, maka juga akan berdampak langsung pada
kepuasan, kenyamanan pasien dan bahkan keamanan pasien
(patient safety). Hal ini menyebabkan terjadi rantai negatif kualitas
pelayanan.
KONTRIBUSI TERHADAP VISI & MISI RS JIWA MUTIARA SUKMA
Terlaksananya tindakan medik yang professional, sesuai prosedur,
menjunjung tinggi ketelitian, kerja sama tim, serta penggunaan
sumber daya secara efektif dan efisien akan mendukung terwujudnya
visi misi RS Jiwa Mutiara Sukma dalam melaksanakan kesehatan
yang berorientasi pada mutu dan keselamatan pasien.
PENGUATAN NILAI-NILAI ORGANISASI
Pelaksanaan tindakan medik yang berkualitas, aman, bertanggung
jawab

akan memberikan kontribusi terhadap nilai-nilai RS Jiwa

Mutiara Sukma yaitu nilai profesionalisme, integritas, kesempurnaan


32

dan orientasi kepada pelanggan.

Kegiatan 3
Nama Kegiatan

Melakukan

kunjungan

(visite)

kepada

Sumber

pasien rawat inap


SKP

Kegiatan
Tanggal
Tahapan

18 September 2015
Mempersiapkan dan mengecek alat

Kegiatan

Mengunjungi bangsal rawat inap

Melakukan koordinasi dengan perawat di


bangsal

Daftar Lampiran
NILAI-NILAI DASAR

Melakukan pemeriksaan gigi

Mencatat di rekam medik


Lampiran 3

AKUNTABILITAS
Dalam melakukan visite di rawat inap akuntibilitas merupakan faktor
yang sangat ditekankan mulai dari memastikan kesiapan alat
sebelum kunjungan, kemudian melaksanakan prosedur sesuai
dengan SOP secara bertanggung jawab dalam setiap pemeriksaan.
NASIONALISME
Dalam memberikan pemeriksaan visite terhadap pasien , mereka
akan mendapatkan haknya atas layanan yang sama tanpa
membeda-bedakan suku, agama, serta sosial ekonomi serta tidak
bersikap semena-mena kepada pasien, selalu bersikap hormat.
ETIKA PUBLIK
Pemberi jasa (tenaga kesehatan) harus bersikap ramah dengan
senyum, sapa dan salam serta menjaga kerahasiaan pasien saat
melakukan kunjungan (visite).
KOMITMEN MUTU
Melakukan

setiap

tahapan

visite

sesuai

standar

prosedur

operasional di rawat inap.


ANTI KORUPSI
33

Dalam melakukan visite dokter gigi harus datang tepat waktu sesuai
dengan jadwal visite serta tidak melakukan pungutan lain di luar
biaya yang telah ditentukan.
HAMBATAN
Hambatan untuk kegiatan ini adalah penempatan sementara
perawat gigi di unit lain sehingga dalam pelayanan perawat gigi
kadang berbentrokan dengan tugas lain di unit yang dimaksud maka
dari itu kegiatan visite seringkali dilakukan oleh dokter gigi seorang
diri sehingga memakan waktu yang cukup lama.
PEMECAHAN
Selama masa renovasi fisik Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma,
perawat gigi akan dibuatkan jadwal piket secara bergantian agar
tidak berbentrokan dengan tugas mereka di unit yang lain. Dan
setelah renovasi fisik selesai perawat gigi diharapkan dapat bekerja
secara penuh di poli gigi sehingga kegiatan ini dapat terlaksana
dengan baik.
ANALISIS DAMPAK
Apabila kelima nilai dasar ANEKA tidak dilaksanakan pada kegiatan
ini, maka dapat terjadi konflik dan penurunan kualitas hubungan
kerja diantara tenaga kesehatan, baik dokter, perawat, dan tenaga
kesehatan lain. Hal ini akan mempengaruhi kualitas kerja atau
pelayanan yang akan berdampak pada timbulnya ketidakpuasan
pada para pihak yang terkait. Dengan terjadinya penurunan kualitas
pelayanan akibat hubungan yang tidak baik diantara tenaga medis,
maka juga akan berdampak langsung pada kepuasan pasien dan
bahkab keamanan pasien (patient safety). Hal ini menyebabkan
terjadi rantai negatif kualitas pelayanan.
KONTRIBUSI TERHADAP VISI & MISI RS JIWA MUTIARA
SUKMA
Terlaksananya kegiatan visite yang professional, sesuai prosedur,
menjunjung tinggi ketelitian, kerja sama tim, serta penggunaan
sumber

daya

secara

efektif

dan

efisien

akan

mendukung

terwujudnya visi misi RS Jiwa Mutiara Sukma dalam melaksanakan


kesehatan yang berorientasi pada mutu dan keselamatan pasien.
PENGUATAN NILAI-NILAI ORGANISASI
34

Pelaksanaan visite yang berkualitas, aman, bertanggung jawab


akan memberikan kontribusi terhadap nilai-nilai RS Jiwa Mutiara
Sukma yaitu nilai profesionalisme, integritas, kesempurnaan dan
orientasi kepada pasien.
Kegiatan 4
Nama Kegiatan

Melakukan pemeliharaan kesehatan gigi

Sumber

dan mulut
SKP

Kegiatan
Tanggal
Tahapan

22 September 2015
Mengecek kelengkapan alat dan bahan

Kegiatan

Memeriksa oral hygiene pasien

Melakukan pemeliharan kebersihan rongga


mulut pasien

Daftar Lampiran
NILAI-NILAI DASAR

Memberikan penjelasan kepada pasien


Lampiran 4

AKUNTABILITAS
Kegiatan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut ini merupakan
lanjutan evaluasi kegiatan penyuluhan gigi dan mulut. Dalam
pelaksanaan kegiatan ini dokter gigi harus menerapkan keilmuan
Kedokteran Gigi yang dimilikinya dengan penuh tanggung jawab.
Kegiatan ini akan diawali dengan melakukan ceklist peralatan yang
akan dipakai, selanjutnya dokter gigi dibantu oleh perawat gigi akan
memeriksa keadaan rongga mulut pasien.
NASIONALISME
Dalam pelaksanaan kegiatan ini tenaga kesehatan baik dokter gigi
maupun perawat gigi harus bersikap adil, tanpa membedakan status
sosial ekonomi, suku dan agama, sesuai dengan nilai kemanusiaan.
ETIKA PUBLIK
Dokter gigi serta perawat gigi harus bersikap ramah dengan senyum,
sapa , salam dan bertutur kata santun.
KOMITMEN MUTU
Pelaksanaan kegiatan pemeliharaan gigi dan mulut ini dilakukan
35

sesuai dengan Standar Prosedur Operasional yang ada.


ANTI KORUPSI
Datang untuk melakukan kegiatan pemeliharaan gigi dan mulut tepat
pada waktunya serta tidak memakai bahan-bahan pemeliharaan gigi
dan mulut untuk kepentingan pribadi.
HAMBATAN
Hambatan untuk kegiatan ini adalah sulitnya melakukan komunikasi
terhadap pasien jiwa dikarenakan pasien-pasien ini masih dalam
tahap rehabilitasi sehingga pemahaman mereka di bawah pasien
normal. Hambatan berikutnya adalah kurangnya ketersediaan bahan
untuk pemeliharaan gigi dan mulut sehingga kegiatan ini belum bisa
dilakukan secara optimal.
PEMECAHAN
Ketersediaan

(pengamprahan)

bahan

diajukan

lebih

banyak

sehingga dapat dilakukan lebih sering agar pasien lebih mudah


mengerti dan dilakukan pemeliharaan karena pemahaman mereka
akan kesehatan gigi lebih rendah sehingga membutuhkan kegiatan
yang lebih rutin.
ANALISIS DAMPAK
Jika nilai-nilai dasar ANEKA tidak diterapkan dalam kegiatan ini
maka kegiatan pemeliharaan gigi dan mulut pasien tidak akan
berjalan dengan baik, hal ini dapat mengakibatkan penurunan tingkat
kesehatan gigi pasien jiwa yang berimbas pada naiknya angka
kesakitan gigi dan penurunan kualitas pelayanan.
KONTRIBUSI TERHADAP VISI & MISI RS JIWA MUTIARA
SUKMA
Terlaksananya pemeliharaan gigi

professional, sesuai prosedur,

menjunjung tinggi ketelitian, kerja sama tim, serta penggunaan


sumber

daya

secara

efektif

dan

efisien

akan

mendukung

terwujudnya visi misi RS Jiwa Mutiara Sukma dalam melaksanakan


kesehatan yang berorientasi pada mutu dan kepuasan pasien.
PENGUATAN NILAI-NILAI ORGANISASI
Pelaksanaan visite yang berkualitas, aman, bertanggung jawab
akan memberikan kontribusi terhadap nilai-nilai RS Jiwa Mutiara
Sukma yaitu nilai profesionalisme, integritas, kesempurnaan dan
36

orientasi kepada pasien.


Kegiatan 5
Kegiatan

Melakukan penyuluhan kesehatan gigi dan

Sumber

mulut
SKP

kegiatan
Tanggal
Tahapan

19 September 2015
Mengecek kelengkapan alat peraga

Kegiatan

Mengecek bahan penyuluhan kesehatan


gigi dan mulut

Melakukan koordinasi dengan perawat gigi

Melakukan

koordinasi

dengan

instalasi

rehabilitasi
-

Melakukan penyuluhan kesehatan gigi dan


mulut

Memberi penjelasan kepada pasien

Mengkoordinir sikat gigi bersama seluruh


pasien

Daftar lampiran
NILAI-NILAI DASAR

Mengoreksi materi yang diberikan

Mengecek kehadiran pasien


Lampiran 5

AKUNTABILITAS
Pemilihan materi penyuluhan diupayakanyang sederhana namun berperan
signifikan terhadap kesehatan masyarakat. Penyuluhan disampaikan
dengan cermat dan santun, dan disertai pengisian lembar kehadiran untuk
semua yang hadir. Pada saat melakukan diskusi dengan para pasien,
semua pertanyaan dan pendapat dihargai, dan memberikan jawaban
dengan bahasa yang dimengerti oleh pasien yang merupakan masyarakat
awam.
NASIONALISME
Dalam melakukan diskusi persiapan penyuluhan dengan perawat gigi
harus selalu bersikap professional dan mengutamakan musyawarah untuk
mendapatkan hasil yang dapat dipertanggungjawabkan. Dan dalam
37

bermusyawarah, semua pihak yang terlibat harus bersikap jujur dan


menghargai pendapat.
ETIKA PUBLIK
Pada saat melakukan penyuluhan terhadap pasien, diperlukan komunikasi
dengan bahasa yang mudah dipahami oleh pasien.
KOMITMEN MUTU
Penyuluhan terhadap pasien berfungsi sebagai tahap pertama dalam
tahapan pelayanan kesehatan, yaitu tahapan preventif. Dimana dengan
penyuluhan

tersebut

diharapkan

masyarakat

dapat

meningkatkan

kesehatan sehingga menurunkan angka kesakitan.


ANTI KORUPSI
Mengisi daftar hadir dengan jujur dan memberikan penyuluhan sesuai
dengan keahlian merupakan wujud dari anti korupsi.
HAMBATAN
Hambatan untuk kegiatan ini adalah sulitnya melakukan komunikasi
terhadap pasien jiwa dikarenakan pasien-pasien ini masih dalam tahap
rehabilitasi sehingga pemahaman mereka di bawah pasien normal.
Hambatan berikutnya adalah perawat gigi yang membantu pelaksaan
kegiatan ini sering berbentrokan dengan kegiatan di unit lain.
PEMECAHAN
Dengan media yang lebih baik dan bantuan dari unit rehabilitasi
diharapkan dapat mempermudah penyampaian materi pada kegiatan ini.
ANALISIS DAMPAK
Jika kelima nilai dasar ANEKA tersebut tidak diterapkan maka tujuan
kegiatan

tersebut

untuk

meningkatkan

pengetahuan

masyarakat

khususnya pada pasien jiwa dalam mencegah timbulnya penyakit tidak


akan tercapai, sehingga kegiatan ini tidak memiliki nilai yang berarti dalam
meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat.
KONTRIBUSI TERHADAP VISI & MISI RS JIWA MUTIARA SUKMA
Terlaksananya penyuluhan yang professional dengan kesungguhan dan
santun akan mendukung terwujudnya visi misi RS Jiwa Mutiara Sukma
dalam melaksanakan kesehatan yang berorientasi pada mutu dan
keselamatan pasien
PENGUATAN NILAI-NILAI ORGANISASI
Kegiatan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut dengan mengaplikasikan
38

nilai-nilai akuntabilitas, komitmen mutu dan anti korupsi adalah manifestasi


perwujudan nilai-nilai RS Jiwa Mutiara Sukma yaitu profesionalisme,
integritas, pengetahuan dan kesempurnaan.
Kegiatan 6
Kegiatan

Membuat catatan medik gigi dan mulut

Sumber

pasien rawat inap


SKP

kegiatan
Tanggal
Tahapan

18 September 2015
Memanggil pasien yang dimaksud

Kegiatan

Melakukan pengecekan gigi dan mulut

Mencatat dalam rekam medik


Lampiran 6

Daftar lampiran
NILAI-NILAI DASAR
AKUNTABILITAS

Dalam penulisan catatan medik, dokter gigi mencatat hasil


pemeriksaan sesuai dengan keadaan sebenarnya dan sesuai
dengan keilmuan Kedokteran Gigi sehingga dapat dipertanggung
jawabkan.
NASIONALISME
Dalam melakukan pecatatan pada rekam medik sesuai dengan nilai
kemanusiaan, dokter gigi bersikap adil dan tidak membeda-bedakan
status sosial ekonomi, suku dan agama.
ETIKA PUBLIK
Hasil pencatatan medik harus dijaga kerahasiaannya, dibuat
dengan tulisan yang mudah dibaca dan sistematis.
KOMITMEN MUTU
Dalam membuat catatan rekam medik pasien saya menggunakan
teknik penulisan yang terstruktur dan sistematis sesuai dengan
Standar Prosedur Operasional serta keilmuan Kedokteran Gigi,
sehingga didapatkan catatan rekam medik yang teliti dan efisien.
ANALISIS DAMPAK
Jika kegiatan pencatatan medik tidak diterapkan nilai ANEKA maka
riwayat penyakit gigi pasien tidak dapat diketahui oleh tenaga
kesehatan yang lain sehingga menghambat proses perawatan
39

selanjutnya dan ini akan berefek pada tingkat kepuasan dan


kenyamanan pasien yang menurun.
KONTRIBUSI TERHADAP VISI & MISI RSUP PERSAHABATAN
Dengan adanya penerapan nilai nilai ANEKA dalam pencatatan
rekam medik dapat meningkatkan disiplin dan tanggung jawab
dokter gigi sehingga kualitas pelayanan masyarakat yang sesuai
dengan visi dan misi organisasi
PENGUATAN NILAI-NILAI ORGANISASI
Dengan pencatatan medik yang sesuai dengan nilai dasar ANEKA
nilai kesehatan, nilai dipercaya oleh orang lain serta nilai ketelitian
dapat ditingkatkan.
Kegiatan 7
Nama Kegiatan
Sumber

Mengikuti jurnal reading dokter muda


Tugas Atasan

Kegiatan
Hari/Tanggal
Tahapan

17 September 2015
Datang tepat waktu

Kegiatan

Mengisi daftar hadir

Membaca jurnal yang ada dan menyimak

Melakukan

Daftar lampiran
NILAI-NILAI DASAR

tanya

jawab

jurnal

yang

dimaksud
Lampiran 7

AKUNTABILITAS
Dalam pelaksanaan kegiatan ini nilai akuntabilitas yang diterapkan
adalah nilai disiplin yaitu datang tepat waktu serta menyimak jurnal
reading secara seksama.
ETIKA PUBLIK
Pada saat presentasi dan diskusi kasus jurnal sebagai peserta harus
mengikuti kegiatan ini dengan baik, tidak mengobrol dan member
masukan yang baik mengenai jurnal yang dibahas.
ANALISIS DAMPAK
Jika nilai dasar Akuntabilitas dan Etika Publik tersebut diterapkan
maka dapat peningkatan keilmuan yang diharapkan tidak akan
tercapai sehingga kualitas pelayanan terhadap pasien juga tidak
40

menjadi lebih baik.


KONTRIBUSI TERHADAP VISI & MISI RSUP PERSAHABATAN
Merupakan kegiatan yang bertujuan meningkatkan keilmuan dan
profesionalisme

dokter

dan

dokter

gigi

dengan

nilai-nilai

akuntabilitas, komitmen mutu dan anti korupsi akan berkontribusi


terhadap visi misi RS Jiwa Mutiara Sukma yaitu melaksanakan
pendidikan, penelitian dan pelatihan kedokteran dan tenaga
kesehatan lain.
PENGUATAN NILAI-NILAI ORGANISASI
Kegiatan

journal

reading

dengan

mengaplikasikan

nilai-nilai

akuntabilitas dan etika publik adalah manifestasi perwujudan nilainilai RS Jiwa Mutiara Sukma yaitu profesionalisme, integritas dan
kesempurnaan.

41