Anda di halaman 1dari 180

ASSESMEN PENGKAJIAN KEPERAWATAN

RAWAT JALAN

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

1/2

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

.............................
...................................

PENGERTIAN

TUJUAN

KEBIJAKAN
PROSEDUR

Serangkaian proses yang berlangsung sejak dari fase prerumah sakit hingga manajemen pasien di rumah sakit
Data anamnesa subjektif, objektif yang komprehensif dan
lengkap tentang keadaan kesehatan pasien
1. Pengumpulan data yang komprehensif untuk menilai
kondisi dan masalah kesehatan pasien
2. Identifikasi kondisi pasien
3. Intervensi
4. Manajemen transfer
Dilakukan pada setiap pasien yang datang berobat rawat jalan
PERSIAPAN ALAT
1. Peralatan untuk pemeriksaan kesehatan sesuai
kebutuhan
2. Berkas catatan rekam medis/status pasien
3. Alat tulis
PERSIAPAN PASIEN
1. Berikan 5 S (senyum, salam, sapa, sopan dan santun)
2. Identifikasi pasien
3. Jelaskan tindakan/prosedur yang akan dilakukan pada
pasien dan keluarga
4. Atur posisi dan privasi pasien
PELAKSANAAN
1. Persilahkan pasien duduk
2. Cuci tangan dengan 6 langkah
3. Ucapkan Bismillahirrohmanirrohiim
4. Lakukan pengkajian terintegrasi dan pemeriksaan
kesehatan, setiap pasien baru rawat jalan
a. Isi dan melengkapi identitas pasien : Nama pasien,
nomor rekam medis, pekerjaan, tanggal lahir, dan
jenis kelamin
b. Isi pengkajian keperawatan rawat jalan yang meliputi :
1) Keluhan utama pasien
2) Riwayat kesehatan
3) Pemeriksaan fisik : Tanda-tanda vital sign dan

ASSESMEN PENGKAJIAN KEPERAWATAN


RAWAT JALAN

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

2/2

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

.............................
...................................

c.

d.
e.
f.
g.
h.
UNIT TERKAIT

1.
2.
3.
4.

skala nyeri
4) Status psikologi
5) Status obstetric
6) Nutrisi
7) Kebutuhan komunikasi/pendidikan dan pengajaran
8) Status ekonomi dan sosial,
9) Diagnosa keperawatan
10) Rencana keperawatan
Isi dan lengkapi catatan perkembangan pasien
terintegrasi dalam bentuk pola SOAP, di isi setiap pasien
berobat ke poliklinik yang di tuju
Isi dan lengkapi resume poliklinik dan ditandatangani oleh
dokter pemeriksa
Data diisi dengan lengkap dan jelas
Ucapkan Alhamdulillah
Cuci tangan dengan 6 langkah
Dokumentasikan tindakan yang telah dilakukan pada
catatan terintegrasi (nama, waktu, tanggal, tanda tangan)
Rawat Jalan
Tim PPI
Tim Pengandali Mutu
Tim Akreditasi

PENERIMAAN PASIEN BARU RAWAT INAP

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

1/1

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................

PENGERTIAN

TUJUAN
KEBIJAKAN
PROSEDUR

UNIT TERKAIT

Pasien baru adalah pasien yang datang dari VK, IGD, Rawat
Jalan, ICU, atau pindahan dari ruangan lain yang akan dirawat
di Unit Rawat Inap.
Sebagai acuan pelaksanaan perawatan dalam menerima
pasien baru.
Dilakukan pada setiap pasien baru rawat inap
1. Pasien sampai ke ruang rawat inap disertai status.
2. Melakukan serah terima kepada perawat di unit rawat inap
3. Pasien ditempatkan di kelas yang telah disepakati.
4. Perawat di unit rawat inap memperkenalkan diri
5. Perawat unit rawat inap melaksanakan program orientasi
kepada pasien, memberitahu tentang denah ruangan, letak
kamar mandi, ruangan perawat dan memberitahu fasilitas
yang tersedia serta cara penggunaannya.
Perawat
memberitahu tentang jadwal kegiatan rutin ruangan antara
lain waktu mandi, makan, kunjungan dokter dan waktu
besuk.
6. Perawat di unit rawat inap melaksanakan asuhan
keperawatan mulai dari pengkajian sampai evaluasi.
1. Rawat Inap
2. Tim PPI
3. Tim Pengendali Mutu
4. Tim Akreditasi

PENGKAJIAN PASIEN BARU RAWAT INAP

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

2/2

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

.............................
...................................

UNIT TERKAIT

c. Kenyamanan (aktivitas dan istirahat, proteksi dan


resiko, nutrisi, eliminasi, seksual/reproduksi (khusus
dewasa), kebutuhan komunikasi/pendidikan dan
pengajaran, respon emosi, respon kognitif, sistim sosial
dan sistim spritual)
7. Lakukan pengkajian khusus pediatric (khusus pasien
pediatric)
8. Lakukan pengkajian perencanaan pulang
9. Buat daftar masalah keperawatan
10. Tetapkan kriteria masalah keperawatan
11. Tetapkan tujuan target terukur
12. Ucapkan Alhamdulillah
13. Dokumentasikan tindakan yang telah dilakukan dalam
format pengkajian.
1. Rawat Inap
2. Perinatologi
3. ICU
4. Tim PPI
5. Tim Pengendali Mutu
6. Tim Akreditasi

PENGKAJIAN PASIEN BARU RAWAT INAP

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

1/2

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

.............................
...................................

PENGERTIAN

TUJUAN

KEBIJAKAN
PROSEDUR

Tahap awal dari proses keperawatan & merupakan proses


sistematis dalam pengumpulan data dari berbagai sumber
data untuk mengevaluasi & mengidentifikasi status kesehatan
pasien.
1. Memperoleh informasi tentang keadaan kesehatan pasien.
2. Untuk menentukan masalah keperawatan dan kesehatan
pasien.
3. Untuk menilai keadaan kesehatan pasien.
4. Untuk membuat keputusan yang tepat dalam menentukan
langah-langkah beriutnya.
Setiap pasien baru rawat inap harus dilakukan pengkajian
awal.
PERSIAPAN
1. Formulir Pengakajian Awal Rawat Inap
2. Alat Tulis
Melakukan pengumpulan data secara objektif dan subjektif.
- Data Objektif adalah merupakan data yang diperoleh
melalui suatu pengukuran dan pemeriksaan dengan
menggunakan standart yang diakui (berlaku), seperti :
warna kulit, tanda-tanda vital, tingkat kesadaran, dll.
- Data Subjektif adalah merupakan data yang diperoleh dari
keluhan-keluhan yang disampaikan oleh pasien/keluarga,
misalnya rasa nyeri, pusing, mual, ketakutan, kecemasan,
ketidaktahuan, dll.
PELAKSANAAN
1. Berikan 5 S (senyum, salam, sapa, sopan dan santun)
2. Petugas memperkenalkan diri kepada pasien.
3. Jelaskan tindakan/prosedur yang akan dilakukan pada
pasien dan keluarga
4. Cuci tangan dengan 6 langkah.
5. Ucapkan Bismillahirohmaanirrohiim.
6. Lakukan pengkajian keperawatan awal pasien masuk :
a. Pengkajian fisik (head to toe)
b. Riwayat kesehatan

KOMUNIKASI EFEKTIF DENGAN SBAR

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

2/2

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

Tanggal Terbit :

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................

UNIT TERKAIT

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Seluruh SMF
UGD / VK
Rawat Inap
Perinatologi
ICU
IBS
Tim PPI
Tim Pengendali Mutu
Tim Akreditasi

KOMUNIKASI EFEKTIF DENGAN SBAR

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

1/2

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................

PENGERTIAN
TUJUAN

KEBIJAKAN
PROSEDUR

Komunikasi lisan yang dilakukan pada saat serah terima


pasien dan pelaporan hasil kritis
1. Membantu tenaga kesehatan melakukan komunikasi lisan
teknik SBAR
2. Agar tidak terjadi kesalahan dalam menerima pesan atau
instruksi
3. Untuk mendapat kejelasan informasi dari pelaporan
Setiap pasien yang akan diserahterimakan/dilaporkan harus
dikomunikasikan dengan komunikasi efektif SBAR
PERSIAPAN ALAT
1. Formulir catatan perkembangan pasien terintegrasi
2. Alat tulis
a. Dokter
: warna hitam
b. Perawat
: rwarna biru
PELAKSANAAN
1. Laporkan situasi pasien (Situation) oleh petugas kesehatan
meliputi :
a. Nama pasien, umur dan Lokasi tempat pasien di rawat
b. Masalah yang ingin disampaikan
c. Tanda-tanda vital
d. Kekhwatiran petugas terhadap kondisi pasien saat itu
2. Sampaikan latar belakang (Bacground) pasien antara lain,
masalah pasien sebelumnya
3. Sampaikan penilaian (Assessment) terhadap kondisi
pasien dengan menyampaikan :
a. Masalah saat ini
b. Hasil penunjang yang sudah dilakukan
4. Sampaikan rekomendasi (Recommendation)
a. apakah ada saran dokter ?
b. apakah diperlukan pemeriksaan tambahan ?
5. Terapkan teknik TBaK apabila DPJP menyampaikan
intruksi verbal

CATATAN PEMBERIAN DAN


PEMANTAUAN OBAT DAN CAIRAN PASIEN

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

2/2

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

Tanggal Terbit :

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................

6.

7.
UNIT TERKAIT

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

5.1 Tulis tanggal


5.2 Nama /tanda tangan dokter penanggung jawab
5.3 Review oleh bagian parmasi
Beri lingkaran pada nomor yang ada dalam kolom
sebelah kiri bila obat sudah habis, tulis nama obat dengan
huruf cetak agar dapat dibaca tanpa kesalahan.
Masukkan formulir catatan pemberian dan pemantauan
obat pasien ke dalam status jika sudah lengkap.
UGD / VK
Rawat Inap
ICU
Perinatologi
Tim PPI
Tim Pengendali Mutu
Tim Akreditasi

CATATAN PEMBERIAN DAN


PEMANTAUAN OBAT DAN CAIRAN PASIEN

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

1/2

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................

PENGERTIAN
TUJUAN
KEBIJAKAN
PROSEDUR

Mencatat segala obat dan cairan yang di berikan kepada


pasien sesuai dengan cara pemberiannya dan prinsip 7 benar.
Memastikan pemberian obat diberikan secara benar sesuai
dengan prinsip 7 benar
Pada setiap pasien yang mendapat terapi obat atau cairan
PERSIAPAN ALAT
1. Formulir catatan pemberian dan pemantauan obat pasien
2. Alat tulis
PELAKSANAAN
1. Isi identitas
1.1 Nama pasien
1.2 No. rekam medis
2. Isi kolom catatan pemberian dan pemantauan obat
pasien:
2.1 Resep obat non parenteral :
2.1.1 Isi pada kolom nama obat
2.1.2 Dosis obat
2.1.3 Waktu pemberian obat
2.1.4 Tanggal pemberian obat
2.1.5 Dokter penanggung jawab
3. Resep obat parenteral :
3.1 Isi pada kolom nama obat
3.2 Dosis obat
3.3 Waktu pemberian obat
3.4 Tanggal pemberian obat
3.5 Dokter penanggung jawab
4. Cairan intrapena
4.1 Isi pada kolom nama obat
4.2 Dosis obat
4.3 Waktu pemberian obat
4.4 Tanggal pemberian obat
4.5 Dokter penanggung jawab
5. Isi pada kolom stop jika obat tersebut di hentikan
pemberiannya pada pasien:

MENGUKUR TEKANAN DARAH

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

2/2

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................

UNIT TERKAIT

12. Turunkan jarum kompas dengan cara memutar katub bulb


dengan cara meletakkan katub bulb diantara ibu jari dan
jari telunjuk tangan dominan kemudian secara perlahan
putar katub bulb karah kiri/berlawanan dengan jarum jam,
sehingga jarum kompas turun dengan kecepatan 2-3
mmHg/detik atau 1 skala/detik sambil mendengarkan
perubahan suara yang terjadi
13. Pastikan systole saat terdengar detakan 1 (pertama) dari
arteri brachialis
14. Tentukan diastole dengan menurunkan jarum kompas
saat terjadi perubahan suara yang tiba-tiba melemah
15. Lepaskan stetoskop dan manset
16. Mengucap Alhamdulillaahirobilaalamiin
17. Informasikan
kepada
pasien
mengenai
hasil
pemeriksaaan
18. Rapikan pasien dan alat
19. Cuci tangan dengan 6 langkah
20. Dokumentasikan tindakan yang dilakukan dan hasil
observasi pada catatan terintegrasi (nama, waktu,
tanggal, tanda tangan)
1. Rawat Inap
2. ICU
3. UGD
4. VK
5. IBS
6. Rawat Jalan
7. Tim PPI
8. Tim Pengendali Mutu
9. Tim Akreditasi

MENGUKUR TEKANAN DARAH

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

1/2

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................

PENGERTIAN

TUJUAN

KEBIJAKAN
PROSEDUR

Mengukur desakan darah pada dinding arteri / mengukur


desakan pembuluh darah berdasarkan kembang kempisnya
jantung
1. Untuk mengetahui kerjanya jantung
2. Untuk menentukan diagnosa
3. Untuk memberikan terapi
Dilakukan kepada setiap pasien yang dianjurkan untuk
pemeriksaan tekanan darah
PERSIAPAN ALAT
1. Tensimeter kompas
2. Stetoskop
3. Buku catatan
PERSIAPAN PASIEN
1. Berikan 5 S (senyum, salam, sapa, sopan dan santun)
2. Identifikasi pasien
3. Jelaskan tindakan/prosedur yang akan dilakukan pada
pasien dan keluarga
4. Atur posisi dan privasi pasien
PELAKSANAAN
1. Dekatkan alat
2. Cuci tangan dengan 6 langkah
3. Ucapkan Bismillahirrohmaanirrohiim
4. Raba arteri brachialis
5. Letakkan pipa karet di atas denyut nadi brachialis. Batas
bawah manset setinggi 3 cm atau 2 jari diatas fosa cubiti.
6. Pasang manset sesuai dengan ukuran lengan pasien
7. Tanyakan pasien apakah manset terpasang terlalu
kencang / tidak
8. Tutup katub bulb tensimeter
9. Raba denyut nadi brachialis
10. Tentukan letak penempatan bell stetoskop
11. Pompa balon karet sampai denyutan arteri tidak terdengar
lagi.

MENGUKUR SUHU TUBUH

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

5/5

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................

MENGUKUR SUHU TUBUH

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

4/5

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................

10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.

20.
21.
22.
23.
24.

UNIT TERKAIT

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

pada anak-anak
Dengan tangan yang tidak dominan buka bokong pasien,
anjurkan pasien tarik nafas dalam
Masukkan thermometer kedalam anus dengan hati hati
(dewasa 3,5 cm, anak anak 1,2 cm)
Tahan thermometer selama 2 3 menit
Jika dirasakan ada tahanan saat memasukkan
thermometer jangan dipaksakan
Angkat thermometer, usap satu kali dengan tissue dari
arah pangkal ke arah bulb dengan gerakan memutar
Baca thermometer sejajar dengan mata kemudian
letakkan ke nierbeken
Bersihkan anus dari pelumas dan kotoran dengan tissue
Ucapkan Alhamdulillah
Rapikan pasien, bantu pasien ke posisi yang nyaman
Cuci dan bilas thermometer di air yang mengalir dan
gunakan sabun lalu kembalikan ke tempat penyimpanan,
keringkan dan letakkan kembali
Lepaskan sarung tangan
Cuci tangan 6 langkah
Jelaskan kepada pasien dan keluarga bahwa tindakan
telah selesai dilakukan
Kaji respon pasien
Dokumentasikan tindakan yang telah dilakukan dan hasil
observasi pada catatan terintegrasi (nama, waktu,
tanggal, tanda tangan)
UGD/VK
IBS/ICU
Perinatologi
Rawat Inap
Rawat Jalan
Tim PPI
Tim Pengendali Mutu
Tim Akreditasi

MENGUKUR SUHU TUBUH

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

3/5

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................
8. Anjurkan pasien untuk mengatupkan bibir. Hindari jangan
sampai thermometer tergigit
9. Biarkan thermometer selama 3 5 menit
10. Angkat thermometer dan bersihkan dengan tissue dengan
gerakan rotasi mulai dari arah pangkal ke ujung
11. Baca thermometer sejajar dengan mata kemudian
letakkan ke nierbeken
12. Ucapkan Alhamdulillah
13. Rapikan pasien
14. Bersihkan thermometer dengan kapas berbasis alkohol
lalu kembalikan ke tempat penyimpanan
15. Jelaskan kepada pasien dan keluarga bahwa tindakan
telah selesai dilakukan
16. Cuci tangan 6 langkah
17. Kaji respon pasien
18. Dokumentasikan tindakan yang telah dilakukan dan hasil
observasi pada catatan terintegrasi (nama, waktu,
tanggal, tanda tangan)
MENGUKUR SUHU TUBUH PER RECTAL
PELAKSANAAN
1. Dekatkan alat kepada pasien
2. Cuci tangan 6 langkah
3. Jika thermometer dismpan dalam larutan desinfektan,
cuci dengan air dingin sebelum digunakan lalu keringkan
4. Turunkan air raksa thermometer dibawah 35 C dengan
cara diayunkan
5. Tutup tirai tempat tidur, bantu buka pakaian bawah pasien
dan tutup dengan handuk atau selimut
6. Beri posisi sims dengan kaki bagian atas flexi atau lateral
7. Gunakan sarung tangan
8. Ucapkan Bismillahirrohmanirrohim
9. Beri pelumas/jelly pada ujung thermometer dengan
menggunakan tissue, 2,5 cm pada dewasa atau 1,2 cm

MENGUKUR SUHU TUBUH

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

2/5

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

Tanggal Terbit :

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................

6. Turunkan air raksa thermometer dibawah 35 C dengan


7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.

cara diayunkan
Keringkan area axilla dengan menggunakan tissue
Letakkan thermometer di bagian tengah axilla dan
silangkan lengan pasien di dada
Diamkan thermometer selama 6 10 menit
Angkat thermometer dan bersihkan dengan tissue dengan
gerakan rotasi mulai dari arah pangkal ke ujung
Baca thermometer sejajar dengan mata kemudian
letakkan ke nierbeken
Ucapkan Alhamdulillah
Rapikan pasien
Bersihkan thermometer dengan kapas berbasis alkohol
lalu kembalikan ke tempat penyimpanan
Jelaskan kepada pasien dan keluarga bahwa tindakan
telah selesai dilakukan
Cuci tangan 6 langkah
Kaji respon pasien
Dokumentasikan tindakan yang telah dilakukan dan hasil
observasi pada catatan terintegrasi (nama, waktu,
tanggal, tanda tangan)

MENGUKUR SUHU TUBUH PER ORAL


PELAKSANAAN
1. Dekatkan alat kepada pasien
2. Cuci tangan 6 langkah
3. Ucapkan Bismillahirrohmanirrohim
4. Beri pasien posisi duduk atau berbaring
5. Jika thermometer disimpan dalam larutan desinfektan,
cuci dengan air dingin sebelum digunakan lalu keringkan
6. Turunkan air raksa thermometer dibawah 35 C dengan
cara diayunkan
7. Anjurkan pasien untuk membuka mulut dan letakkan
thermometer di bawah lidah

MENGUKUR SUHU TUBUH

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

1/5

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................

PENGERTIAN
TUJUAN

KEBIJAKAN
PROSEDUR

Pemeriksaan terhadap suhu badan di oral, axilla dan rectal


dengan menggunakan alat Thermometer
1. Untuk mengetahui rentang suhu tubuh pasien
2. Untuk pemberian therapy
3. Menegakkan diagnosa
Dilakukan pada setiap pasien yang dirawat dan berobat jalan
berdasarkan advice dokter
PERSIAPAN ALAT
1. Thermometer digital/manual (sesuaikan dengan lokasi
pengukuran)
2. Tissue/kasa steril/kapas
3. Nierbeken
4. Larutan desinfektan dalam tempatnya
5. Screm/tirai
6. Jelly
7. Alkohol
8. Alat tulis
9. Sarung tangan (untuk pengukuran suhu per rectal)
PERSIAPAN PASIEN
1. Berikan 5 S (senyum, salam, sapa, sopan dan santun)
2. Identifikasi pasien
3. Jelaskan tindakan/prosedur yang akan dilakukan pada
pasien dan keluarga
4. Atur posisi dan privasi pasien
MENGUKUR SUHU TUBUH PER AKSILA
PELAKSANAAN
1. Dekatkan alat kepada pasien
2. Cuci tangan 6 langkah
3. Ucapkan Bismillahirrohmanirrohim
4. Beri pasien posisi duduk atau berbaring
5. Jika thermometer disimpan dalam larutan desinfektan,
cuci dengan air dingin sebelum digunakan lalu keringkan

MENGUKUR DENYUT NADI

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

2/2

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

.............................
...................................

UNIT TERKAIT

11. Cuci tangan 6 langkah


12. Kaji respon pasien
13. Dokumentasikan tindakan yang telah dilakukan dan hasil
observasi pada catatan terintegrasi (nama, waktu,
tanggal, tanda tangan)
1. UGD/VK
2. IBS/ICU
3. Perinatologi
4. Rawat Inap
5. Rawat Jalan
6. Tim PPI
7. Tim Pengendali Mutu
8. Tim Akreditasi

MENGUKUR DENYUT NADI

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

1/2

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

.............................
...................................

PENGERTIAN

TUJUAN

KEBIJAKAN
PROSEDUR

Indikator untuk menilai system kardiovaskuler. Denyut nadi


dapat diperiksa dengan mudah menggunakan palpasi diatas
arteri radialis ataupun nadi perifer yang lain (nadi perifer : nadi
yang berada jauh dari jantung, misal kaki, radialis, leher)
1. Mengetahui denyut nadi (irama, frekuensi, kekuatan
pulsasi)
2. Menilai kemampuan kardiovaskuler
3. Pemberian therapi
Dilakukan pada semua pasien yang diinstruksikan untuk
menghitung denyut nadi
PERSIAPAN ALAT
1. Arloji (jam tangan) dengan jarum detik/stopwatch
2. Alat tulis dan kertas
3. k/p stetoskop
PERSIAPAN PASIEN
1. Berikan 5 S (senyum, salam, sapa, sopan dan santun)
2. Identifikasi pasien
3. Jelaskan tindakan/prosedur yang akan dilakukan pada
pasien dan keluarga
4. Atur posisi dan jaga privasi pasien
PELAKSANAAN
1. Dekatkan alat kepada pasien
2. Cuci tangan 6 langkah
3. Tempatkan pasien pada posisi yang nyaman
4. Ucapkan bismillaahirrohmaanirrohiim
5. Palpasi arteri dengan 3 jari utama (jari tengah, jari
telunjuk, jari manis)
6. Hitung nadi selama satu menit, kaji frekuensi, irama,
volume dan elastisitas vena
7. Ucapkan Alhamdulillaahirobbilaalamiin
8. Rapikan pasien
9. Bereskan alat, kembalikan ketempatnya
10. Jelaskan kepada pasien dan keluarga bahwa tindakan
telah selesai dilakukan

MENGUKUR PERNAFASAN

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

2/2

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

.............................
...................................

UNIT TERKAIT

12. Dokumentasikan tindakan yang telah dilakukan dan hasil


observasi pada catatan terintegrasi (nama, waktu,
tanggal, tanda tangan)
1. UGD/VK
2. IBS/ICU
3. Perinatologi
4. Rawat Inap
5. Rawat Jalan
6. Tim PPI
7. Tim Pengendali Mutu
8. Tim Akreditasi

MENGUKUR PERNAFASAN

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

1/2

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

.............................
...................................

PENGERTIAN
TUJUAN

KEBIJAKAN
PROSEDUR

Pernafasan merupakan salah satu indikator untuk mengetahui


sistem pernafasan
1. Mengetahui frekuensi dan kedalaman pernafasan
2. Menilai kemampuan fungsi pernafasan
3. Pemberian therapi
Dilakukan pada semua pasien yang diinstruksikan untuk
menghitung pernafasan
PERSIAPAN ALAT
1. Arloji (jam tangan) dengan jarum detik atau stopwatch
2. Alat tulis dan kertas
3. k/p stetoskop
PERSIAPAN PASIEN
1. Berikan 5 S (senyum, salam, sapa, sopan dan santun)
2. Identifikasi pasien
3. Jelaskan tindakan/prosedur yang akan dilakukan pada
pasien dan keluarga
4. Atur posisi dan privasi pasien
PELAKSANAAN
1. Dekatkan alat kepasien
2. Cuci tangan 6 langkah
3. Beri pasien posisi yang nyaman/duduk
4. Ucapkan Bismillahirrohmanirrohiim
5. Letakkan lengan pasien pada posisi yang relaks
menyilang di abdomen atau dada, amati irama,
kedalaman, bunyi nafas dan hitung siklus pernafasan
secara utuh (satu kali inspirasi dan satu kali ekspirasi
selama satu menit penuh)
6. Ucapkan Alhamdulillaah
7. Rapikan pasien
8. Bereskan alat
9. Jelaskan kepada pasien dan keluarga bahwa tindakan
telah selesai dilakukan
10. Cuci tangan 6 langkah
11. Kaji respon pasien

PEMBERIAN OKSIGEN MENGGUNAKAN NASAL KANULA

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

2/2

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................

UNIT TERKAIT

PELAKSANAAN
1. Cuci tangan dengan 6 langkah
2. Ucapkan Bismilaahirromaanirrohiim
3. Hubungkan nasal kanula flowmeter oksigen dan pastikan
oksigen mengalir dengan baik.
4. Atur volume oksigen yang akan di gunakan sesuai dengan
anjuran dokter (0,5 6 liter)
5. Pastikan lobang hidung pasien dalam keaadan bersih dan
tidak tersumbat
6. Pasangkan kedua ujung nasal kanula ke dalam lobang
hidung
7. Fiksasi nasal kanula
8. Ucapkan Al Hamdulillaah
9. Jelaskan kepada keluarga pasien bahwa tindakan telah
selesai dikerjakan
10. Rapikan pasien
11. Bereskan alat dan rapikan pada tempat semula
12. Cuci tangan dengan 6 langkah
13. Kaji respon pasien
14. Dokumentasikan tindakan yang dilakukan dan hasil
observasi pada catatan terintegrasi (nama, waktu, tanggal,
tanda tangan)
1. UGD / VK
2. IBS, ICU
3. Rawat Inap
4. Perinatologi
5. Rawat Jalan
6. Tim PPI
7. Tim Pengendali Mutu
8. Tim Akreditasi

PEMBERIAN OKSIGEN MENGGUNAKAN NASAL KANULA

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

1/2

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................

PENGERTIAN

TUJUAN

KEBIJAKAN
PROSEDUR

Terapi oksigen merupakan suatu terminologi untuk


penggunaan oksigen sebagai bahan farmakologis utama yang
diberikan pada individu tertentu berkaitan dengan penyakitnya,
baik akut maupun kronik,dalam jumlah, cara dan durasi
tertentu demi meringankan gejala penyakit dasar,
meningkatkan kualitas hidup, atau berkaitan dengan prognosis
yang lebih baik bilamana therapi tersebut diberikan.
1. Untuk mempertahankan PaO2 > 60 mmHg atau SpO2 >
90%
2. Untuk mencegah dan mengatasi hipoksia jaringan dan
beban kerja kardiorespirasi yang berlebih (perry &
potter,2006)
3. Untuk meningkatkan bersih nafas pasien, mencegah
infeksi
4. Untuk meningkatkan rasa nyaman pada pasien.
Dilakukan pada pasien yang membutuhkan oksigen melalui
nasal kanula
PERSIAPAN ALAT
1. Nasal Kanula
2. Sumber Oksigen
3. Flowmeter Oksigen
4. Aqua
5. Nearbeken
PERSIAPAN PASIEN
1. Menerima pendelegasian dari dokter
2. Berikan 5 S (Senyum, salam, sapa, sopan, dan santun)
3. Identifikasi pasien
4. Jelaskan tindakan/prosedur yang akan dilakukan kepada
pasien/keluarga pasien
5. Meminta
persetujuan
tindakan
medis
kepada
pasien/keluarga pasien
6. Atur posisi dan privasi pasien

PEMBERIAN OKSIGEN
MENGGUNAKAN MASKER OKSIGEN

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

2/2

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................

UNIT TERKAIT

4. Ucapkan Bismillaahirrohmaanirrohiim
5. Atur aliran oksigen sesuai dengan volume yang dibutuhkan
(umumnya 6-10 liter/menit).
6. Observasi humidifire pada tabung air yang menunjukan
adanya gelembung.
7. Pastikan lobang hidung pasien dalam keaadan bersih dan
tidak tersumbat
8. Tempatkan masker oksigen di atas mulut dan hidung
pasien dan atur pengikat untuk kenyamanan pasien
9. Ucapkan Al Hamdulillaah
10. Lepaskan sarung tangan dan membuangnya kedalam
Nearbeken
11. Jelaskan kepada keluarga pasien bahwa tindakan telah
selesai di kerjakan.
12. Bereskan alat dan rapikan pada tempat semula.
13. Cuci tangan dengan 6 langkah
14. Kaji respon pasien
15. Dokumentasikan tindakan yang dilakukan dan hasil
observasi pada catatan terintegrasi (nama, waktu, tanggal,
tanda tangan)
1. UGD / VK
2. IBS, ICU
3. Rawat Inap
4. Perinatologi
5. Tim PPI
6. Tim Pengendali Mutu
7. Tim Akreditasi

PEMBERIAN OKSIGEN
MENGGUNAKAN MASKER OKSIGEN

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

1/2

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................

PENGERTIAN

TUJUAN

KEBIJAKAN
PROSEDUR

Therapi oksigen merupakan suatu terminologi untuk


penggunaan oksigen sebagai bahan farmakologis utama yang
diberikan pada individu tertentu berkaitan dengan penyakitnya,
baik akut maupun kronik, dalam jumlah, cara, dan durasi
tertentu demi meringankan gejala penyakit dasar,
meningkatkan kualitas hidup, atau berkaitan dengan prognosis
yang lebih baik bilamana therapi tersebut diberikan
1. Untuk mempertahankan PaO2 > 60 mmHg atau SaO2>90%
2. Mencegah dan mengatasi hipoksia jaringan dan beban
kerja kardiorespirasi yang berlebih (perry & potter, 2006)
3. Mencegah infeksi
4. Meningkatkan rasa nyaman pada pasien
Dilakukan kepada setiap pasien yang membutuhkan oksigen
melalui masker oksigen
PERSIAPAN ALAT
1. Masker Oksigen
2. Sumber Oksigen
3. Flowmeter Oksigen
4. Aqua
5. Nearbeken
PERSIAPAN PASIEN
1. Menerima pendelegasian dari dokter
2. Berikan 5 S (Senyum, salam, sapa, sopan, dan santun)
3. Identifikasi pasien
4. Jelaskan tindakan/prosedur yang akan dilakukan kepada
pasien/keluarga pasien
5. Meminta
persetujuan
tindakan
medis
kepada
pasien/keluarga pasien
6. Atur posisi dan privasi pasien
PELAKSANAAN
1. Dekatkan alat kepada pasien
2. Cuci tangan dengan 6 langkah
3. Pakai sarung tangan

PEMBERIAN OKSIGEN DENGAN HEAD BOX

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

2/2

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................

UNIT TERKAIT

10. Ucapkan Al Hamdulillaah


11. Cuci tangan dengan 6 langkah
12. Dokumentasikan tindakan yang dilakukan dan hasil
observasi pada catatan terintegrasi (nama, waktu, tanggal,
tanda tangan)
1. Perinatologi
2. ICU
3. Tim PPI
4. Tim Pengendali Mutu
5. Tim Akreditasi

PEMBERIAN OKSIGEN DENGAN HEAD BOX

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

1/2

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................

PENGERTIAN
TUJUAN

KEBIJAKAN
PROSEDUR

Memberi bantua pernafasan untuk bayi yang memiliki


gangguan pernapasan, dengan menggunakan alat Head Box
1. Untuk mempertahankan PaO2 > 60 mmHg atau SaO2>90%
2. Mencegah dan mengatasi hipoksia jaringan dan beban
kerja kardiorespirasi yang berlebih (perry & potter, 2006)
3. Mencegah infeksi
4. Meningkatkan rasa nyaman pada pasien
Dilakukan pada bayi yang membutuhkan oksigen melalui head
box yang dianjurkan oleh dokter
PERSIAPAN ALAT
1. Headbox
2. Oksigen
3. Selang oksigen
PERSIAPAN PASIEN
1. Menerima pendelegasian dari dokter untuk tindakan medis
2. Berikan 5 S (senyum, salam, sapa, sopan dan santun)
3. Identifikasi pasien
4. Jelaskan tindakan/prosedur yang akan dilakukan pada
keluarga.
5. Atur posisi dan privasi pasien
PELAKSANAAN
1. Dekatkan alat kepada pasien
2. Mencuci tangan dengan 6 langkah
3. Ucapkan Bismillaahirrohmaanirrohim
4. Perawat mengatur posisi jalan napas bayi
5. Sambungkan slang oksigen ke headbox dan atur volume
oksigen sesuai advis Dokter.
6. Pastikan aliran oksigen adekuat
7. Letakkan headbox yang sudah
tersambung dengan
oksigen keatas kepala bayi secara perlahan-lahan dan
hati-hati.
8. Rapikan bayi.
9. Observasi respon bayi setelah pemberian head box

CARA MENSUCTION JALAN NAFAS PASIEN

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

2/2

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
panyabungan

.............................
...................................

UNIT TERKAIT

12. Tarik selang keluar secara melingkar sambil menghisap


selama 10-15 detik, kemudian bersihkan selang dengan
NaCL 0,9%
13. Jika pasien mengalami distress pernapasan, istirahatkan
20-30 detik sebelum penghisapan berikutnya.
14. Ulangi prosedur (point 10 s.d 12) sampai jalan nafas
bebas dari lendir
15. Ucapkan alhamdulillaahirobbilalaamiin
16. Tekan tombol Off untuk mematikan mesin suction
17. Rapikan pasien
18. Lepaskan sarung tangan, kemudian buang ke dalam
nearbeken
19. Rapikan alat
20. Cuci tangan dengan 6 langkah
21. Dokumentasikan tindakan yang dilakukan dan hasil
observasi pada catatan terintegrasi (nama, waktu,
tanggal, tanda tangan)
1. UGD / VK
2. IBS
3. ICU
4. Perinatologi
5. Tim PPI
6. Tim Pengendali Mutu
7. Tim Akreditasi

CARA MENSUCTION JALAN NAFAS PASIEN

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

1/2

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
panyabungan

.............................
...................................

PENGERTIAN

TUJUAN
KEBIJAKAN
PROSEDUR

Suatu metode untuk mengeluarkan lendir atau secret dari jalan


napas. Penghisapan ini biasanya dilakukan melalui mulut,
nasofaring dan hidung.
Membersihkan jalan nafas dan mencegah asfirasi pulmonal
oleh cairan ketuban atau darah.
Dilakukan pada setiap pasien yang mengalami sumbatan jalan
nafas parsial (akumulasi secret)
PERSIAPAN ALAT
1. Suction
2. Com kecil
3. NaCl 0,9%
4. Sarung tangan
5. kassa
6. Selang suction sesuai kebutuhan
7. Nearbekken
PELAKSANAAN
1. Dekatkan alat kepada pasien
2. Hubungkan selang suction ke pipa suction
3. Tekan tombol On untuk menghidupkan mesin suction
4. Atur tekanan hisap suction
a. Bayi
: 50-95 mmHg
b. Anak
: 95-110 mmHg
c. Dewasa
: 110-150 mmHg
5. Cuci tangan dengan 6 langkah
6. Pakai sarung tangan
7. Ucapkan bismillaahirrohmaanirrohiim
8. Ekstensikan kepala pasien
9. Bersihkan mulut dan hidung pasien dengan menggunakan
kassa
10. Masukkan kateter penghisap dengan tangan kanan ke
dalam mulut atau hidung sampai tenggorokan dalam
keadaan tidak menghisap.
11. Tutup lobang penghisap dengan tekanan yang telah
ditentukan

MEMBERI BANTUAN PERNAFASAN


DENGAN BAG VALVE MASK (BVM)
No. Dokumen

No. Revisi

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing NatalSUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

Tanggal Terbit :
STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

UNIT TERKAIT

Halaman
2/2

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

..
_
10. Posisikan sungkup BVM menutup hidung dan mulut pasien
(minimalisir hembusan udara pada masker) dengan cara ibu
jari dan jari telunjuk membentuk huruf C sedangkan jari-jari
lainnya memegang rahang bawah sekaligus membuka jalan
nafas dengan membentuk huruf E
11. Pompa BVM dengan cara tangan satu memegang ambubag
sambil memompa udara dan tangan yang satunya
memegang dan memfiksasi masker, (lakukan sebanyak 1012 x/menit sampai dada nampak terangkat)
12. Evaluasi pernafasan pasien :
a. apabila pasien bernafas spontan hentikan pemberian
BVM dan posisikan pasien pada posisi pemulihan
(simkiri)
b. apabila pasien masih belum bernafas spontan lanjutkan
pemberian BVM sampai 2 menit, kemudian rencanakan
untuk persiapan intubasi
13. Rapikan pasien
14. Ucapkan Alhamdulillah
15. Jelaskan kepada keluarga pasien bahwa tindakan sudah
selesai dilakukan, dan lanjutkan untuk memberikan
persetujuan jika dibutuhkan tindakan intubasi
16. Bereskan alat dan rapikan pada tempat semula
17. Cuci tangan dengan 6 langkah
18. Dokumentasikan tindakan yang dilakukan dan hasil
observasi pada catatan terintegrasi (nama, waktu, tanggal,
tanda tangan)
1. UGD / VK
2. ICU, IBS
3. Rawat Inap
4. Perinatologi
5. Tim PPI
6. Tim Pengendali Mutu.
7. Tim Akreditasi

MEMBERI BANTUAN PERNAFASAN


DENGAN BAG VALVE MASK (BVM)
No. Dokumen

No. Revisi

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing NatalSUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

Tanggal Terbit :
STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

PENGERTIAN

TUJUAN
KEBIJAKAN

PROSEDUR

Halaman
1/2

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

..
_
Merupakan alat bantu pernafasan yang terdiri dari bag yang
berfungsi untuk memompa oksigen udara bebas, valve/pipa
berkatup dan masker yang menutupi mulut dan hidung
Untuk memperbaiki fungsi ventilasi dengan cara memberikan
pernafasan buatan untuk menjamin kebutuhan adanya oksigen
Pada setiap pasien dengan gangguan sistem pernafasan yang
memerlukan bantuan pernafasan pada pasien yang berhenti
bernafas dengan nadi caraotis masih teraba
PERSIAPAN ALAT
1. Ambu Bag
2. Masker sesuai dengan ukuran pasien
3. Oksigen
4. Selang penghubung
5. Sarung tangan
PERSIAPAN PASIEN
1. Menerima pendelegasian dari dokter untuk tindakan medis
2. Berikan 5S (senyum,salam,sapa,sopan dan santun)
3. Jelaskan tindakan/prosedur yang akan dilakukan pada
keluarga
4. Atur posisi dan privasi pasien
PELAKSANAAN
1. Dekatkan alat ke dekat pasien
2. Cuci tangan dengan 6 langkah.
3. Pakai sarung tangan
4. Ucapkan Bismillahirrohmanirrohim
5. Periksa pernafasan dengan cara Look, Listen, Fell (Lihat,
Dengarkan dan Rasakan)
6. Pastikan nadi carotis masih teraba
7. Panggil bantuan perawat yang lain apabila perawat hanya
seorang diri
8. Atur posisi jalan napas pasien dengan 3 cara :
a) Chin Leaf dan Head Till
b) Jaw Trust
9. Hubungkan selang penghubung oksigen ke BVM

PEMASANGAN INFUS

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

4/3

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) - 20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

.............................
...................................

PEMASANGAN INFUS

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

3/3

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) - 20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

.............................
...................................

UNIT TERKAIT

5cm dibawah lokasi vena yang akan di punksi


22. Tusukkan IV catheter perlahan dengan memengang
penghubung catheter ditangan dominan
23. Bevel menghdap keatas dan sudut 10-300
24. Catheter dapat ditusukkan tepat diatas vena atau dari sisi
vena masukkan sesuai arah vena jika tampak darah keluar
melalui lumen jarum atau kamber catheter masukkan
plastic IV catheter lebih jauh lagi kedalam vena hingga
mencapai lokasi tusukan
25. Lepaskan penutup selang IV segera dan hubungkan
dengan selang infuse.
26. Stabilkan IV catheter dengan tangan non dominan dan
lepaskan tourniket dengan tangan yang lain
27. Jalankan tetesan cairan infuse dengan membuka klem
pengatur infuse dan lihat tanda tanda infiltrasi pada
sekitar kulit tusukan.
28. Bila perlu piksasi caheter dengan kassa diletakkan diatas
IV catheter, beri plaster diaatas kassa kemudian rapikan
29. Beri label tanggal, jam, pada lokasi punksi vena dan
ukuran cheter yang digunakan pada plaster diselang.
30. Atur tetesan infuse sesuai advis dokter
31. Ucapkan Alhamdulillah
32. Rapikan pasien
33. Bereskan alat dan kembalikan ketempat semula
34. Lepaskan sarung tangan
35. Cuci tangan dengan 6 langkah
36. Kaji respon pasien
37. Dokumentasikan tindakan yang telah dilakukan pada
catatan terintegrasi ( nama, waktu, tanggal, tanda tangan )
1. UGD / VK
2. ICU / IBS
3. Rawat Inap
4. Perinatologi
5. Tim PPI
6. Tim Pengendali Mutu
7. Tim Akreditasi

PEMASANGAN INFUS

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

2/3

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) - 20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

.............................
...................................
4. Gantungkan cairan infuse, Klem selang infuse, buka tutup
penusuk dan tusukkan kebagian botol atau container
cairan intra vena
5. Tekan chamber drip dan isi hingga separohnya
mengobservasi tetesan
6. Buka klem pengatur tetesan dan alirkan cairan melalui
selang infuse sehingga gelembung udara hilang. Tutup
pengatur tetesan dan pasang penutup ujung selang,
pertahankan sterilitas
7. Beri lebel obat yang ditambahkan kedalm kountener
tuliskan nama obat dan dosis
8. Berikan posisi supin pada pasien terus letakkan alas
dibawah lengan pasien
9. Pilih lokasi yang memungkinkan dan vena yang teraba
10. Gunakan vena dibagian distal terlebih dahulu pada lengan
yang tidak dominan
11. Hindari area yang nyeri saat dipalpasi, area luka, udem,
infeksi.
12. Pilih vena yang sesuai dengan ukuran IV catheter
13. Hindari vena di daerah kaki kecuali lokasi lain tidak dapat
diakses
14. Bila lokasi penusukan berambut/ berbulu sebaiknya
digunting sekitar 5cm dari lokasi tusukan
15. Pasang tourniket 12-15cm diatas lokasi pungsi vena untuk
menghambat aliran darah
16. Pasang tourniket tdak terlalu kencang dan tidak lebih dari 2
menit
17. Anjurkan pasien untuk membuka dan menutup
genggamannya
18. Observasi dan palpasi vena yang memungkinkan untuk
pungsi.
19. Pakai sarung tangan
20. Bersihkan area punksi dengan cairan anti ceptik dengan
tekhnik serkuler mulai dari tengah kearah luar daerah
punksi
21. Gunakan tangan non dominan untuk menahan kulit sekir 2-

PEMASANGAN INFUS

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

1/3

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) - 20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

.............................
...................................

PENGERTIAN
TUJUAN

KEBIJAKAN
PROSEDUR

Memasukkan cairan tubuh dengan cara penusukan pembulu


darah vena dengan menggunakan IV catheter
1. Untuk pemberian therapy
2. Untuk memenuhi cairan tubuh pasien
3. Untuk Transfusi darah dan produk darah
4. Memberikan nutrisi parenteral dan suplemen nutrisi
Dilakukan pada setiap pasien yang memerlukan therapy
pengobatan
Persiapan Alat
1. Standar infuse
2. Cairan infus
3. Infus set sesuai kebutuhan
4. Jarum / wings needle / abocath sesuai dengan ukuran
yang dibutuhkan
5. Bidai
6. Perlak
7. Tourniquet
8. Plester dan gunting
9. Nerbekene
10. Sarung tangan
11. Kassa seteril
12. Kapas
13. alkohol
14. Bethadine
PERSIAPAN PASIEN
1. Berikan 5 S ( senyum, salam, sapa, sopan dan santun )
2. Identifikasi pasien
3. Jelaskan tindakan / prosedur yang akan dilakukan pada
pasien dan keluarga
4. Atur posisi dan privasi pasien
PELAKSANAAN
1. Dekatkan alat kepada pasien
2. Cuci tangan dengan 6 langkah
3. Perhatikan saat membuka infuset steril dan cairan infuse

MENGHITUNG TETESAN INFUS

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

2/2

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

.............................
...................................

UNIT TERKAIT

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

UGD / VK
IBS, ICU
Rawat Inap
Perinatologi
Tim PPI
Tim Pengendali Mutu
Tim Akreditasi

MENGHITUNG TETESAN INFUS

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

1/2

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

.............................
...................................

PENGERTIAN
TUJUAN

KEBIJAKAN
PROSEDUR

Teknik / cara menghitung kecepatan infus sesuai dengan


ketentuan pemberian cairan infus
1. Mencegah terjadinya kolaps kardiovaskular dan sirkulasi
pada pasien dehidrasi dan syok.
2. Mencegah kelebihan cairan pada pasien.
Dilakukan pada setiap pasien yang dipasang infus
PERSIAPAN ALAT
1. Jam dengan jarum detik
PERSIAPAN PASIEN
1. Menerima pendelegasian dari dokter
2. Berikan 5 S (senyum, salam, sapa, sopan dan santun)
3. Identifikasi pasien
4. Jelaskan tindakan/prosedur yang akan dilakukan pada
pasien dan keluarga
PELAKSANAAN
1. Cuci tangan dengan 6 langkah
2. Ucapkan Bismillaahirrohmaanirrohiim
3. Atur kecepatan aliran dengan menaikkan atau menurunkan
klem pada selang infus
4. Hitung kecepatan tetesan infus sesuai dengan instruksi
dokter
5. Kaji respon pasien
6. Jelaskan kepada pasien/keluarga pasien bahwa tindakan
telah selesai di kerjakan.
7. Ucapkan Al Hamdulillaah
8. Mencuci tangan dengan 6 langkah
9. Dokumentasikan tindakan yang dilakukan dan hasil
observasi pada catatan terintegrasi (nama, waktu, tanggal,
tanda tangan)
10. Periksa kecepatan tetesan infus setiap 2 jam sekali

MENGGANTI CAIRAN INFUS

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

2/2

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

.............................
...................................

11.
12.
UNIT TERKAIT

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

telah selesai dikerjakan.


Kaji respon pasien.
Dokumentasikan tindakan yang telah dilakukan.
UGD/VK
IBS/ICU
Rawat inap
Perinatologi
Tim PPI
Tim Pengendali Mutu
Tim Akreditasi

MENGGANTI CAIRAN INFUS

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

1/2

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

.............................
...................................

PENGERTIAN
TUJUAN
KEBIJAKAN
PROSEDUR

Melakukan penggantian cairan infuse dengan cairan yang lain.


1. Pemberian therapy
2. Memenuhi kebutuhan cairan tubuh
Dilakukan pada pasien yang mengalami perubahan cairan
infuse atau cairannya sudah habis sesuai advice dokter
PERSIAPA ALAT :
1. Rekam medik
2. Cairan infus
3. Daftar catatan pemberian dan pemantauan obat pasien
4. Alat tulis
PERSIAPAN PASIEN :
1. Berikan 5 S (senyum, salam, sapa, sopan dan santun)
2. Identifikasi pasien
3. Jelaskan tindakan/prosedur yang akan dilakukan pada
pasien dan keluarga.
4. Atur posisi dan privacy pasien
5. Pastikan obat dengan prinsip 7 benar (pasien, obat, cara,
waktu, dosis, dokumentasi, informasi)
PELAKSANAAN TINDAKAN :
1.
2.
3.
4.

5.
6.

7.
8.
9.
10.

Dekatkan alat kepada pasien


Mencuci tangan dengan 6 langkah.
Ucapkan Bismillahhirrohmanirrohim
Siapkan cairan infuse baru, bila botol plastic: buka
penutup metalnya dan jangan meyentuh daerah
penusukan kemudian gantungkan pada standar infus
Atur pengatur tetesan untuk mengurangi laju tetesan
Ganti cairan lama dari selang infus, dengan cepat
tusukkan selang infus ke dalam botol baru, pertahankan
ke sterilan
Pastikan tidak ada udara dalam selang infuse
Atur kecepatan tetesan sesuai advice dokter
Ucapkan Alhamdulillah.
Menjelaskan kepada pasien, keluarga bahwa tindakan

MENGGANTI CAIRAN DAN SELANG INFUS

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

2/2

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

.............................
...................................
sehingga gelembung udara hilang
10. Tutup pengatur tetesan dan pasang penutup ujung
selang, pertahankan sterilitasi.
11. Pegang penghubung IV kateter dengan jari dan tangan
kanan yang lain melepas selang infus yang lama dengan
gerakan memutar
12. Pegang selang infus yang baru, buka penutupnya dan
sambungkan dengan IV kateter
13. Jaga kstabilan keteter dengan tangan yang lain setelah
itu atur kecepatan tetesan sesuai advice dokter
14. Lakukan fiksasi pada daerah IV kateter dengan plester
15. Ucapkan Alhamdulillah.
16. Menjelaskan kepada pasien/keluarga bahwa tindakan
telah selesai dikerjakan.
17. Kaji respon pasien.
18. Dokumentasikan tindakan yang telah dilakukan.

UNIT TERKAIT

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

UGD/VK
IBS/ICU
Rawat inap
Perinatologi
Tim PPI
Tim Pengendali Mutu
Tim Akreditasi

MENGGANTI CAIRAN DAN SELANG INFUS

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

1/2

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

.............................
...................................

PENGERTIAN
TUJUAN
KEBIJAKAN
PROSEDUR

Melakukan penggantian cairan dan selang infus yang sudah


tidak dapat dipergunakan lagi
1. Memperlancar jalannya cairan
2. Mencegah terjadinya infeksi
Dilakukan pada setiap pasien dengan selang infus yang
mengalami sumbatan atau sesuai jadwal penggantian
PERSIAPA ALAT :
1. Set set
2. Cairan infus
3. Nierbeken
4. Sarung tangan
5. Alat tulis
6. Rekam medik
PERSIAPAN PASIEN :
1. Berikan 5 S (senyum, salam, sapa, sopan dan santun)
2. Identifikasi pasien
3. Jelaskan tindakan/prosedur yang akan dilakukan pada
pasien dan keluarga.
4. Atur posisi dan privacy pasien

PELAKSANAAN TINDAKAN :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Dekatkan alat kepada pasien


Mencuci tangan dengan 6 langkah.
Pakai sarung tangan
Ucapkan Bismillahhirrohmanirrohim
Perhatikan teknik aseptik saat membuka selang infus
steril
Gantungkan cairan infus yang baru, buka penutup
metalnya dan jaga jangan menyentuh area penusukan
Klem selang infus dan tusukkan ke daalm botol cairan
infus
Tekan chamber drip dan isi hingga separuh
klem pengatur tetesan dan alirkan cairan melalui selang

MENGGANTI BALUTAN INFUS

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

2/2

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

Tanggal Terbit :

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................
8. Pasang spalak dan lakukan pembalutan daeran IV kateter
dengan menggunakan perban gulung dan plester pada
selang di atas kassa kemudian rapikan
9. Jelaskan kepada pasien/keluarga bahwa tindakan telah
selesai dilakukan
10. Rapikan pasien
11. Bereskan alat dan kembalikan ke tempat semula
12. Ucapkan Alhamdulillah
13. Kaji respon pasien
14. Dokumentasikan tindakan yang telah dilakukan

UNIT TERKAIT

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

UGD
Rawat inap
Perinatologi
ICU
Tim PPI
Tim pengendali mutu
Tim Akreditasi

MENGGANTI BALUTAN INFUS

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

1/2

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................

PENGERTIAN
TUJUAN
KEBIJAKAN
PROSEDUR

Mengganti perban atau plester yang terpasang pada balutan


infus
1. Mencegah infeksi
2. Terfiksasi dengan baik
Dilakukan pada setiap pasien yang yang balutan infusnya
kotor atau longgar
PERSIAPAN ALAT :
1. Sarung tangan
2. Kassa atau perban gulung
3. Plester
4. Splak
5. Gunting perban
6. nierbeken
7. alkohol
PERSIAPAN PASIEN :
1. Berikan 5 S (senyum,salam, sapa, sopan dan santun)
2. Pasien /keluarga diberi penjelasan tentang tindakan
yang akan dilakukan
3. Jelaskan kepada pasien/kelurga tindakan yang akan
dilakukan
4. Atur posisi dan privacy pasien
PELAKSANAAN :
1. Dekatkan alat kepada pasien
2. Mencuci tangan dengan 6 langkah
3. Pakai sarung tangan
4. Ucapkan Bismilahhirrohmanirrohiima
5. Buka balutan infuse yang lama dan plester yang merekat
kecuali plester yang mempertahankan IV kateter.satu
tangan dengan cara mengamankan IV kateter, satu tangan
yang lain memegang penghubung IV kateter
6. Bersihkan sekitar lokasi IV kateter dengan alcohol dimulai
dari lokasi penusukan ke arah luar dengan diameter 5 cm
7. Tutup IV kateter dengan kassa steril

MELEPAS INFUS

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

2/2

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

Tanggal Terbit :

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................
11.
12.
13.
14.

UNIT TERKAIT

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Bersihkan alat-alat dan kembalikan ketempat semula


Lepaskan sarung tangan
Mencuci tangan 6 langkah
Dokumetasikan
pada
catatan
terintegrasi
(tanggal,waktu,nama.tanda tangan)
UGD / IGD
Rawat Inap
ICU / IBS
Perinatologi
Tim PPI
Tim Pengendali Mutu
Tim Akreditasi

MELEPAS INFUS

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

1/2

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................

PENGERTIAN
TUJUAN

KEBIJAKAN
PROSEDUR

Melepaskan IV cateter yang terpasang pada pasien.


1. Memberi rasa nyaman
2. Untuk pengehentian terapi
3. Untuk pasien yang mengalami flebitis
Dilakukan pada semua pasien yang dipasang infuse sesuai
advice dokter
PERSIAPAN ALAT
1. Sarung tangan bersih
2. Nierbeken
3. Plester
4. Gunting verban
5. Kapas Alkohol
6. Kapas Kering
PERSIAPAN PASIEN
1. Menerima pendelegasian dari dokter
2. Berikan 5 s (senyum, salam, sapa, sopan dan santun)
3. Identifikasi pasien
4. Jelaskan tindakan/prosedur yang akan dilakukan pada
pasien dan keluarga
5. Atur posisi dan privasi pasien
PELAKSANAAN
1. Dekatkan alat
2. Cuci tangan dengan 6 langkah
3. Ucapkan Bismillahirrohmaanirrohiim
4. Pakai sarung tangan bersih
5. Basahi plester yang melekat pada kulit dengan kapas
alkohol
6. Lepaskan plester dari kulit
7. Tekan tempat tusukan dengan kapas kering dan tarik IV
cateter secara perahan
8. Tekan kapas dengan plester
9. Ucapkan Alhamdulillaahirobbilaalamiin
10. Rapikan pasien

MENGUKUR PANJANG BADAN BAYI

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

2/2

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

.............................
...................................

UNIT TERKAIT

11. Cuci tangan dengan 6 langkah


12. Kaji respon bayi
13. Dokumentasikan tindakan yang telah dilakukan dan hasil
observasi pada catatan terintegrasi (nama, waktu,
tanggal, tanda tangan)
1. VK
2. Perinatologi
3. Rawat Jalan
4. Tim Pengendali Mutu
5. Tim Akreditasi

MENGUKUR PANJANG BADAN BAYI

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

1/2

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

.............................
...................................

PENGERTIAN

TUJUAN
KEBIJAKAN
PROSEDUR

Mengukur panjang badan adalah untuk mengukur panjang


badan bayi yang belum berdiri dengan menggunakan alat
pengukur badan
Untuk mendapatkan data objektif mengenai panjang badan
bayi
Dilakukan pada setiap bayi
PERSIAPAN ALAT
1. Pita pengukur (centimeter dan segitiga siku-siku)
2. Kertas pencatat
3. Alat tulis
PERSIAPAN PASIEN
1. Menerima pendelegasian dari dokter untuk tindakan
medis
2. Berikan 5 S (senyum, salam, sapa, sopan dan santun)
3. Identifikasi bayi
4. Jelaskan tindakan/prosedur yang akan dilakukan pada
keluarga
5. Atur posisi dan privasi bayi
PELAKSANAAN
1. Dekatkan alat kepada bayi
2. Cuci tangan 6 langkah
3. Letakkan alat pengukur panjang badan pada tempat
yang datar/rata
4. Ucapkan Bismillaahiroohmaanirrohiim
5. Baringkan bayi dengan posisi tegak lurus
6. Rapatkan tungkai bayi dan luruskan dengan menekan
kedua lutut. Tegakkan tumit dan telapak kaki bayi dan
ukur tanpa alas kaki dan topi/penutup kepala
7. Ukur panjang badan bayi dimulai dari ujung kepala
sampai ujung tumit kaki dengan menggunakan pita
pengukur, lalu baca hasil pada pita pengukur
8. Ucapkan Al Hamdulillah
9. Rapikan bayi
10. Bereskan alat-alat dan kembalikan ketempatnya

MENGUKUR TINGGI BADAN

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

2/2

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

.............................
...................................

UNIT TERKAIT

telah selesai dilakukan


9. Cuci tangan 6 langkah
10. Dokumentasikan tindakan yang telah dilakukan dan hasil
observasi pada catatan terintegrasi (nama, waktu,
tanggal, tanda tangan)
1. UGD/VK
2. ICU
3. Perinatologi
4. Rawat Inap
5. Rawat Jalan
6. Tim Pengendali Mutu
7. Tim Akreditasi

MENGUKUR TINGGI BADAN

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

1/2

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

.............................
...................................

PENGERTIAN

TUJUAN

KEBIJAKAN
PROSEDUR

Pengukuran adalah penentuan besaran, dimensi atau


kapasitas, biasanya terhadap suatu standar atau satuan
pengukuran.
Pengukuran tinggi badan adalah hasil pengukuran tinggi
badan manusia yang di ukur dari dasar kaki sampai ujung
kepala menggunakan alat ukur yang sebenarnya seperti
mistar, meteran, dll.
1. Untuk mengetahui tinggi badan dan rata-ratanya
2. Untuk mengetahui kondisi pertumbuhan dan gizi anak
3. Untuk pemberian therapi
Dilakukan pada setiap pasien yang memerlukan penilaian
status gizi berdasarkan advice dokter
PERSIAPAN ALAT
1. Alat pengukur tinggi badan
2. Kertas pencatat
3. Alat tulis
PERSIAPAN PASIEN
1. Berikan 5 S (senyum, salam, sapa, sopan dan santun)
2. Identifikasi pasien
3. Jelaskan tindakan/prosedur yang akan dilakukan pada
pasien dan keluarga.
4. Atur posisi dan privasi pasien
PELAKSANAAN
1. Cuci tangan 6 langkah
2. Ucapkan Bismillaahiroohmaanirrohiim
3. Pada pasien yang dapat berdiri (memakai alat pengukur
khusus)
Pada pasien yang tidak dapat berdiri (dengan centimeter
dan segitiga siku-siku)
4. Pasien diukur tanpa alas kaki dan topi/penutup kepala
5. Mencatat tinggi badan pasien
6. Ucapkan Al Hamdulillah
7. Rapikan pasien
8. Jelaskan kepada pasien dan keluarga bahwa tindakan

MENIMBANG BERAT BADAN BAYI DAN ANAK

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

1/1

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................

...................................

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) - 20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

PENGERTIAN
TUJUAN

KEBIJAKAN
PROSEDUR

Menimbang berat badan dengan menggunakan timbangan


1. Untuk mengetahui berat badan bayi / anak
2. Untuk menentukan dosis dan jenis pengobatannya
3. Untuk mengetahui perkembangan berat badan bayi / anak
Dilakukan pada setiap bayi yang baru lahir, bayi / anak yang
dirawat, dan berobat jalan
PERSIAPAN ALAT
1. Timbangan.
2. Buku catatan.
3. Pulpen
PERSIAPAN PASIEN
1. Berikan 5 S (senyum, salam, sapa, sopan dan santun)
2. Identifikasi pasien
3. Jelaskan tindakan/prosedur yang akan dilakukan pada
pasien dan keluarga
4. Atur posisi dan jaga privasi pasien

UNIT TERKAIT

PELAKSANAAN
1. Atur timbangan sehingga menunjukkan angka nol.
2. Cuci tangan dengan 6 langkah
3. Ucapkan bismillahirrohmanirrohim
4. Angkat bayi / anak keatas timbangan
5. Lihat / baca angka pada timbangan
6. Angkat bayi / anak dari timbangan
7. Ucapkan alhamdulillah
8. Cuci tangan 6 langkah
9. Dokumentasikan tindakan yang dilakukan dan hasil
observasi pada catatan terintegrasi (nama, waktu, tanggal,
tanda tangan)
1. UGD / VK, ICU
2. Rawat Jalan, Rawat Inap, Perinatologi
3. TIM PPI
4. Tim Pengendali Mutu
5. Tim Akreditasi

MENIMBANG BERAT BADAN DEWASA

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

2/2

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................

...................................

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

UNIT TERKAIT

1.
2.
3.
4.
5.
6.

UGD/VK
Perinatologi
Rawat Inap
Rawat Jalan
Tim Pengendali Mutu
Tim Akreditasi

MENIMBANG BERAT BADAN DEWASA

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

1/2

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................

...................................

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

PENGERTIAN
TUJUAN

KEBIJAKAN
PROSEDUR

Berat badan merupakan ukuran antropometri yang terpenting


1. Mengetahui kenaikan berat badan pasien
2. Pemberian therapy
3. Menegakkan diagnosa
Dilakukan pada setiap pasien yang dirawat, dan berobat jalan
PERSIAPAN ALAT
1. Timbangan
2. Alat tulis
3. Kertas pencatat
PERSIAPAN PASIEN
1. Berikan 5 S (senyum, salam, sapa, sopan dan santun)
2. Identifikasi pasien
3. Jelaskan tindakan/prosedur yang akan dilakukan pada
pasien dan keluarga
4. Atur posisi pasien
PELAKSANAAN
1. Dekat alat kepada pasien
2. Atur timbangan sehingga menunjukkan angka nol
3. Cuci tangan 6 langkah
4. Ucapkan Bismillahirrohmanirrohim
5. Anjurkan pasien berdiri di atas timbangan tanpa sepatu
atau sandal, pakaian jangan terlalu tebal
6. Catat hasil berat badan pasien
7. Ucapkan Alhamdulillah
8. Rapikan pasien
9. Bereskan alat dan kembalikan ketempat semula
10. Jelaskan kepada pasien dan keluarga bahwa tindakan
telah selesai dilakukan
11. Cuci tangan 6 langkah
12. Dokumentasikan tindakan yang telah dilakukan dan hasil
observasi pada catatan terintegrasi (nama, waktu,
tanggal, tanda tangan)

MEMBERI MAKAN LEWAT NGT

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

2/2

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................

UNIT TERKAIT

dalam posisi masih diklem


8. Tuangkan air minum ke dalam corong spuit, kemudian
buka klem lalu tinggikan, lakukan klem kembali sebelum
habis
9. Masukkan makanan cair, kemudian buka klem, lalu
tinggikan, lakukan klem kembali sebelum habis
10. Bila ada obat-obatan masukkan dan beri air minum,
kemudian buka klem, lalu tinggikan, klem kembali sebelum
habis
11. Menutup ujung NGT dengan spuit
12. Membersihkan sisa makanan pada pasien
13. Ucapkan Alhamdulillaahirabbilalamin
14. Kaji respon pasien
15. Merapikan pasien dan alat-alat, kemudian sarung tangan
dilepas.
16. Cuci tangan dengan 6 langkah
17. Dokumentasikan tindakan yang telah dilakukan dalam
catatan terintegrasi
1. UGD
2. Rawat Inap
3. ICU
4. Perinatologi
5. Tim PPI
6. Tim Pengendali Mutu
7. Tim Akreditasi

MEMBERI MAKAN LEWAT NGT

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

1/2

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................

PENGERTIAN
TUJUAN
KEBIJAKAN

PROSEDUR

Memasukkan makanan cair / obat melalui naso gastric tube


1. Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi pasien
2. Untuk memberikan obat pasien
Dilakukan kepada pasien yang tidak mampu memenuhi
kebutuhan nutrisi per oral atau adanya gangguan fungsi
menelan
PERSIAPAN ALAT :
1. Air minum sesuai kebutuhan di dalam wadah
2. Makanan dalam bentuk cair/obat sesui dengan advice
dokter
3. Spuit 10, 20 atau 50 cc
4. Tissue
5. Nierbeken
6. Sarung tangan
PERSIAPAN PASIEN
1. Menerima pendelegasian dari dokter untuk melakukan
tindakan medis
2. Berikan 5 S (senyum, salam, sapa, sopan dan santun)
3. Identifikasi pasien
4. Jelaskan tindakan/prosedur yang akan dilakukan pada
pasien dan keluarga
5. Menanyakan persetujuan dan kesiapan pasien/keluarga
pasien
6. Atur posisi dan privasi pasien
PELAKSANAAN
1. Dekatkan alat kepada pasien
2. Mencuci tangan dengan 6 langkah
3. Ucapkan Bismillaahirrohmaanirrohiim
4. Memakai sarung tangan
5. Hubungkan spuit 10, 20 atau 50 cc dengan selang NGT
untuk melakukan aspirasi lambung
6. Selang NGT diklem kemudian spuit dicabut
7. Hubungkan corong spuit 10, 20 atau 50 cc dengan NGT,

MEMBANTU PASIEN MAKAN

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

3/3

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................

UNIT TERKAIT

tindakan telah selesai di kerjakan.


28. Cuci tangan dengan 6 langkah
29. Dokumentasikan tindakan yang dilakukan dan hasil
observasi pada catatan terintegrasi (nama, waktu, tanggal,
tanda tangan)
1. Rawat Inap
2. ICU
3. Tim PPI
4. Tim Pengendali Mutu
5. Tim Akreditasi

MEMBANTU PASIEN MAKAN

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

2/3

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................
7. Cek rencana tindakan pada pasien untuk menentukan
adanya perubahan diet
8. Tinggikan tempat tidur dan turunkan pagar tempat tidur
9. Bantu pasien dalam posisi duduk jika memungkinkan
10. Letakkan baki yang berisi makanan di atas meja sehingga
mudah di lihat oleh pasien
11. Berdiri atau duduk menghadap pasien.Rendahkan tempat
tidur jika perawat duduk
12. Anjurkan pasien untuk berdoa terlebih dahulu sebelum
makan sesuai dengan kepercayaannya
13. Bila memberikan makan pada pasien buta ikuti teknik
seperti ini
a. Gunakan
sistem
jam
untuk
menggambarkan
penempatan makanan di piring
b. Sampaikan kepada pasien, posisi makanan sesuai
dengan jam.Contoh : Jagung ada di arah jam 4 dan
daging ayam ada posisi jam 8
14. Bantu pasien untuk memenuhi kebutuhannya sendiri,
perawat tetap bersama dengan pasien jika memungkinkan
15. Anjurkan pasien untuk memengang gelas dan makanan
sendiri
16. Berikan kesempatan pada pasien untuk mengunyah dan
menelan
17. Sediakan periode istirahat pada saat pasien makan
18. Bicara dengan pasien pada saat makan
19. Bereskan alat setelah pemberian makan selesai
20. Bantu untuk cuci tangan dan membersihkan mulut jika
pasien menginginkan
21. Pasang kembali pagar tempat tidur
22. Atur ketinggian posisi tempat tidur
23. Observasi keadaan pasien
24. Ucapkan Al Hamdulillaahirobbilalamiin
25. Rapikan pasien
26. Bererskan alat dan kembalikan ke tempat semula
27. Menjelaskan kepada pasien/keluarga pasien bahwa

MEMBANTU PASIEN MAKAN

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

1/3

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................

PENGERTIAN
TUJUAN

KEBIJAKAN
PROSEDUR

Menolong memberikan makanan dan minuman kepada pasien


yang tidak dapat makan dan minum sendiri
1. Kebutuhan nutrisi terpenuhi
2. Pemberian diet tepat waktu
3. Membantu membangkitkan selera makan
Dilakukan kepada pasien yang tidak mampu makan dan
minum secara mandiri
PERSIAPAN ALAT
1. Meja
2. Baki dan pengalas
3. Diet sesuai dengan advice dokter
4. Gelas berisi air minum
5. Sendok/garpu
6. Tissue
7. Serbet
8. Kom berisi air
9. Daftar pemberian diet
PERSIAPAN PASIEN
1. Berikan 5 S (senyum, salam, sapa, sopan dan santun)
2. Identifikasi pasien
3. Jelaskan tindakan/prosedur yang akan dilakukan pada
pasien dan keluarga
4. Atur posisi dan privasi pasien
PELAKSANAAN
1. Dekatkan alat kepada pasien
2. Cuci tangan dengan 6 langkah
3. Ucapkan Bismillaahirrohmaanirrohiim
4. Pindahkan barang barang yang dapat membuat pasien
menjadi tidak nafsu makan
5. Bantu pasien untuk mengosongkan kandung kemih dan
mencuci tangan
6. Jika ada obat sebelum makan berikan obat 20 menit
sebelum makan (sesuai SPO pemberian obat oral)

MENYAJIKAN MAKANAN PASIEN

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

2/2

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................

UNIT TERKAIT

7. Atur ketinggian tempat tidur dan turunkan pagar tempat


tidur
8. Bantu pasien dalam posisi duduk jika memungkinkan
9. Letakkan baki yang berisi makanan di atas meja sehingga
mudah di lihat oleh pasien
10. Monitor pasien pada saat makan untuk menentukan
bantuan yang akan diberikan
11. Bereskan alat makan setelah pasien sudah selesai makan
12. Bantu pasien untuk mencuci tangan dan mencuci mulut
jika menginginkannya
13. Pasang kembali pagar tempat tidur
14. Observasi keadaan pasien
15. Ucapkan Al Hamdulillaahirobbilalamiin
16. Rapikan pasien
17. Bererskan alat dan kembalikan ke tempat semula
18. Menjelaskan kepada pasien/keluarga pasien bahwa
tindakan telah selesai di kerjakan.
19. Cuci tangan dengan 6 langkah
20. Dokumentasikan tindakan yang dilakukan dan hasil
observasi pada catatan terintegrasi (nama, waktu, tanggal,
tanda tangan)
1. Rawat Inap
2. ICU
3. Tim PPI
4. Tim Pengendali Mutu
5. Tim Akreditasi

MENYAJIKAN MAKANAN PASIEN

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

1/2

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................

PENGERTIAN
TUJUAN

KEBIJAKAN
PROSEDUR

Menghidangkan makanan dan minuman kepada pasien sesuai


daftar makanan atau diet pasien
1. Kebutuhan nutrisi terpenuhi
2. Pemberian diet tepat waktu
3. Membantu membangkitkan selera makan
Dilakukan pada setiap pasien yang mendapatkan diet sesuai
dengan advice dokter
PERSIAPAN ALAT
1. Baki dan pengalas
2. Meja
3. Diet sesuai dengan advice dokter
4. Gelas berisi air minum
5. Sendok/garpu
6. Tissue
7. Serbet
8. Kom berisi air
9. Daftar pemberian diet
PERSIAPAN PASIEN
1. Berikan 5 S (senyum, salam, sapa, sopan dan santun)
2. Identifikasi pasien
3. Jelaskan tindakan/prosedur yang akan dilakukan pada
pasien dan keluarga
4. Atur posisi dan privasi pasien
PELAKSANAAN
1. Dekatkan alat kepada pasien
2. Cuci tangan dengan 6 langkah
3. Ucapkan Bismillaahirrohmaanirrohiim
4. Pindahkan barang barang yang dapat membuat pasien
menjadi tidak nafsu makan
5. Bantu pasien untuk mengosongkan kandung kemih dan
mencuci tangan
6. Jika ada obat sebelum makan berikan obat 20 menit
sebelum makan (sesuai dengan SPO)

MEMBANTU PASIEN BAK

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

2/2

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................

UNIT TERKAIT

9. Bantu pasien membuka pakaian bagian bawah.


10. Anjurkan pasien untuk berpegangan di bawah / bagian
belakang tempat tidur sampai menekuk lutut sambil diikuti
dengan mengangkat bokong kemudian pasang pispot
(untuk wanita) perlahan-lahan
11. Jika pasien pria gunakan urinal
12. Pastikan bahwa sprei dan stik laken tidak terkena.
13. Jika sudah selesai, tarik atau ambil pispot atau urinal
14. Bersihkan daerah perianal dengan kapas sublimat (untuk
pasien wanita, bersihkan mulai dari uretra sampai dengan
anus untuk mencegah perpindahan mikroorganisme dari
rectal ke saluran kemih) kemudian buang kapas sublimat
ke dalam pispot.
15. Keringkan daerah perianal dengan kassa.
16. Angkat alas bokong.
17. Kembalikan posisi pasien seperti semula.
18. Bantu kenakan kembali pakaian bawah pasien
19. Ganti linen (jika kotor karena terkena urine)
20. Rapikan pasien
21. Buka sampiran, pintu dan jendela
22. Buang urine yang ada di dalam pispot / urinal, kemudian
bersihkan.
23. Buka sarung tangan, buang ke dalam nearbeken
24. Cuci tangan dengan 6 langkah.
25. Ucapkan Alhamdulillaahirobbilaalamin
26. Dokumentasikan tindakan yang dilakukan dan hasil
observasi pada catatan terintegrasi (nama, waktu, tanggal,
tanda tangan)
1. UGD / VK
2. ICU
3. Rawat Inap
4. Tim PPI
5. Tim Pengendali Mutu
6. Tim Akreditasi

MEMBANTU PASIEN BAK

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

1/2

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................

PENGERTIAN
TUJUAN

KEBIJAKAN
PROSEDUR

Membantu pasien yang hendak buang air kecil


1. Membantu pasien dalam upaya memenuhi kebutuhan
eliminasi
2. Mengurangi pergerakan pasien
3. Mengetahui adanya kelainan urine secara langsung
4. Memberikan rasa nyaman pada pasien
Setiap pasien yang tidak mampu berkemih secara mandiri
PERSIAPAN ALAT
1. Pispot dan tutupnya atau urinal
2. Sampiran
3. Alas bokong (perlak dan alasnya)
4. Kapas sublimat
5. Kassa
6. Sarung tangan
7. Nearbeken
PERSIAPAN PASIEN
1. Berikan 5 S (senyum, salam, sapa, sopan dan santun)
2. Identifikasi pasien
3. Jelaskan tindakan/prosedur yang akan dilakukan pada
pasien dan keluarga
4. Atur posisi dan privasi pasien
PELAKSANAAN
1. Dekatkan alat ke pasien.
2. Tutup pintu dan jendela dan pasang sampiran.
3. Cuci tangan dengan 6 langkah
4. Pakai sarung tangan
5. Berdiri di sisi pasien
6. Ucapkan bismillahirrohmaanirrohiim
7. Tinggikan guardrill (plank pengaman tempat tidur) kiri dan
kanan untuk mencegah pasien jatuh.
8. Minta pasien untuk mengangkat bokongnya atau miring
(bila perlu dibantu perawat ) lalu bentangkan perlak dan
alasnya.

MAMBANTU PASIEN BAB DI ATAS TEMPAT TIDUR

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

3/3

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................

UNIT TERKAIT

18. Lepaskan sarung tangan


19. Cuci tangan dengan 6 langkah
20. Ucapkan Alhamdulillaahirabbilalamin
21. Evaluasi respon pasien terhadap tindakan yang telah
dilakukan
22. Dokumentasikan tindakan yang dilakukan dan hasil
observasi pada catatan terintegrasi (nama, waktu, tanggal,
tanda tangan)
1. UGD / VK
2. Rawat Inap
3. ICU
4. Tim PPI
5. Tim Pengendali Mutu
6. Tim Akreditasi

MAMBANTU PASIEN BAB DI ATAS TEMPAT TIDUR

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

2/3

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................
PELAKSANAAN
1. Pasang sampiran bila pasien di rawat di bangsal umum
2. Cuci tangan dengan 6 langkah
3. Pakai sarung tangan
4. Ucapkan Bismillaahirrohmaanirrohiim
5. Tinggikan guardrill tempat tidur untuk mencegah pasien
jatuh
6. Pasang selimut mandi dan turunkan selimut pasien
7. Buka pakaian bagian bawah pasien
8. Minta pasien untuk mengangkat bokongnya atau miring
(jika perlu dibantu perawat), lalu pasang perlak/pengalas di
bawah glutea, kemudian sorongkan pispot sampai letaknya
tepat di bawah bokong.
9. Jika pasien tidak dapat melakukan sendiri perawat
membantu membengkokkan lutut dengan mengangkat
pinggul pasien dengan tangan kiri, kemudian tangan kanan
menyorongkan pispot sedemikian rupa supaya letak pispot
tepat
10. Setelah posisi pispot tepat di bawah glutea, tanyakan pada
pasien tentang kenyamanan posisi tersebut
11. Tinggalkan pasien dan anjurkan pasien/keluarga pasien
untuk memanggil kembali perawat di Nurse Station (jika
ada bel cukup dengan menekan bel) untuk memberi tahu
perawat bahwa BAB sudah selesai
12. Jika sudah selesai, kaki pasien diregangkan, selimut
dibuka sedikit, rectum, vulva dibilas dengan menggunakan
kapas sublimat, kemudian keringkan dengan tissue dan
tarik pispot keluar
13. Bersihkan kembali rectum vulva dengan menggunakan
waslap yang sudah dibasahi dengan air sabun, kemudian
keringkan dengan handuk
14. Angkat alas bokong
15. Rapikan pasien
16. Buka sampiran bila pasien di rawat di bangsal umum
17. Bereskan alat dan kembalikan ke tempat semula

MAMBANTU PASIEN BAB DI ATAS TEMPAT TIDUR

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

1/3

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................

PENGERTIAN

TUJUAN

KEBIJAKAN
PROSEDUR

Memberikan pertolongan kepada pasien yang hendak Buang


Air Besar karena pasien masih/harus berbaring di tempat tidur
dan tidak dapat melakukan sendiri
1. Untuk mengurangi pergerkan pasien
2. Untuk menolong pasien yang tidak dapat bergerak atau
berjalan ke WC
3. Untuk mengetahui adanya kelainan faeces secara
langsung
Dilakukan kepada pasien yang tidak mampu melakukan BAB
secara mandiri
PERSIAPAN ALAT
1. Troli tindakan
2. Pispot dan tutupnya
3. Sampiran jika diperlukan
4. Perlak/pengalas
5. Kapas sublimat
6. Tissue gulung
7. Dua baskom berisi air
8. Sabun
9. Waslap
10. Sarung tangan
11. Handuk
12. Laken (jika diperlukan)
13. Selimut mandi
PERSIAPAN PASIEN
1. Berikan 5 S (senyum, salam, sapa, sopan dan santun)
2. Identifikasi pasien
3. Jelaskan tindakan/prosedur yang akan dilakukan pada
pasien dan keluarga
4. Atur posisi dan jaga privasi pasien

PEMBERIAN HUKNAH RENDAH

No. Dokumen

No. Revisi

.............................

.............................

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Halaman
3/3

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................

UNIT TERKAIT

di atas anus (30 cm) (untuk huknah rendah).


20. Rendahkan wadah atau klem selang selama 30 detik,
kemudian alirkan kembali secara lebih lambat jika pasien
mengeluh kram.
21. Klem setelah larutan dialirkan
22. Letakkan kapas sublimat di sekitar selang pada anus dan
dengan perlahan tarik selang
23. Minta pasien untuk menahan larutan selama mungkin
saat berbaring di tempat tidur (untuk bayi dan anak-anak,
dengan perlahan pegang kedua sisi bokong selama
beberapa menit)
24. Bereskan selang enema dan wadahnya pada tempat
yang telah disediakan atau cuci dengan menyeluruh
dengan menggunakan air hangat dan sabun jika ingin
menggunakannya lagi
25. Lepaskan sarung tangan
26. Bantu pasien ke kamar mandi atau menggunakan pispot
27. Observasi feses dan larutan
28. Bantu pasien sesuai kebutuhan untuk mencuci area anus
dengan kapas sublimat.
29. Ucapkan Al Hamdulillaahirabbilalamin
30. Evaluasi respon pasien terhadap tindakan yang telah
dilakukan
31. Merapikan pasien dan alat
32. Cuci tangan dengan 6 langkah
33. Dokumentasikan tindakan yang dilakukan dan hasil
observasi pada catatan terintegrasi (nama, waktu,
tanggal, tanda tangan)
1. UGD / VK
2. Rawat Inap
3. ICU
4. Tim PPI
5. Tim Pengendali Mutu
6. Tim Akreditasi

PEMBERIAN HUKNAH RENDAH

No. Dokumen

No. Revisi

.............................

.............................

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

Tanggal Terbit :

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Halaman
2/3

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................
3.
4.

Jelaskan tindakan/prosedur yang akan dilakukan pada


pasien dan keluarga
Atur posisi dan privasi pasien

PELAKSANAAN
1. Dekatkan alat kepada pasien
2. Mencuci tangan dengan 6 langkah
3. Pasang perlak pengalas
4. Lepas pakaian bagian bawah
5. Selimuti tubuh dan ekstermitas bawah pasien dengan
selimut mandi, biarkan hanya area anal yang kelihatan
6. Susun wadah enema, hubungkan selang, klem, dan
selang rectal
7. Tutup klem pengatur
8. Masukkan larutan hangat kedalam wadah enema, periksa
terlebih dahulu suhu larutan
9. Lepaskan klem dan biarkan larutan keluar sampai tak ada
udara, klem kembali selang
10. Bantu pasien miring kiri untuk huknah rendah
11. Letakkan pispot dekat tempat tidur
12. Pasang handscoon
13. Ucapkan Bismillaahirrohmaanirrohiim
14. Beri pelumas 3 - 4 cm pada ujung selang rektal
15. Dengan perlahan, renggangkan bokong dan cari letak
anus. Instruksikan pasien untuk rileks dengan menarik
nafas panjang melalui hidung kemudian keluarkan dari
mulut
16. Masukkan ujung selang rectal secara perlahan. Panjang
insersi 7,4 - 10 cm untuk orang dewasa, 5 - 7,5 cm untuk
anak-anak, dan 2,5 - 3,25 cm untuk bayi. Tarik selang
dengan segera jika menemui obstruksi.
17. Pegang selang sampai pengisian cairan berakhir
18. Buka klem pengatur dan biarkan larutan masuk dengan
perlahan dengan wadah pada setinggi pinggul pasien
19. Naikkan wadah secara perlahan sampai pada ketinggian

PEMBERIAN HUKNAH RENDAH

No. Dokumen

No. Revisi

.............................

.............................

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Halaman
1/3

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................

PENGERTIAN
TUJUAN

KEBIJAKAN

Memasukkan cairan ke dalam kolon desendens dengan


mempergunakan canul recti melalui anus.
1. Merangsang peristaltik usus sehingga pasien dapat Buang
Air Besar.
2. Mengosongkan usus sebagai persiapan bagi tindakan
operasi.
3. Sebagai tindakan pengobatan
Setiap pasien dengan indikasi huknah rendah
PERSIAPAN ALAT
1. Wadah enema (irigator)
2. Larutan hangat
Dewasa : 700 - 1000 ml, dengan suhu 40,5 - 430C
Anak-anak : 250 - 350 ml,dengan suhu 37,70C
Bayi : 150 - 250 ml
Usia sekolah : 300 - 500 ml
Remaja : 500 - 700 ml
3. Selang rektal dengan ujung bulat
4. Selang irigator
Dewasa : No.22 30 G French (Fr)
Anak-anak : No. 12 - 18 G Frensh (Fr)
5. Klem pengatur pada selang
6. Termometer air untuk mengukur suhu air
7. Pelumas (jelly)
8. Perlak pengalas
9. Selimut mandi/kain penutup
10. Kapas sublimat
11. Pispot
12. Baskom, waslap dan handuk, serta sabun
13. Sarung tangan
14. Nierbeken
PERSIAPAN PASIEN
1. Berikan 5 S (senyum, salam, sapa, sopan dan santun)
2. Identifikasi pasien

PEMBERIAN HUKNAH TINGGI

No. Dokumen

No. Revisi

.............................

.............................

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Halaman
3/3

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................

UNIT TERKAIT

di atas anus (30 - 75 cm). (untuk huknah tinggi).


20. Rendahkan wadah atau klem selang selama 30 detik,
kemudian alirkan kembali secara lebih lambat jika pasien
mengeluh kram.
21. Klem setelah larutan dialirkan
22. Letakkan kapas sublimat di sekitar selang pada anus dan
dengan perlahan tarik selang
23. Minta pasien untuk menahan larutan selama mungkin
saat berbaring di tempat tidur (untuk bayi dan anak-anak,
dengan perlahan pegang kedua sisi bokong selama
beberapa menit)
24. Bereskan selang enema dan wadahnya pada tempat
yang telah disediakan atau cuci dengan menyeluruh
dengan menggunakan air hangat dan sabun jika ingin
menggunakannya lagi
25. Lepaskan sarung tangan
26. Bantu pasien ke kamar mandi atau menggunakan pispot
27. Observasi feses dan larutan
28. Bantu pasien sesuai kebutuhan untuk mencuci area anus
dengan kapas sublimat.
29. Ucapkan Al Hamdulillaahirabbilalamin
30. Evaluasi respon pasien terhadap tindakan yang telah
dilakukan
31. Merapikan pasien dan alat
32. Cuci tangan dengan 6 langkah
33. Dokumentasikan tindakan yang dilakukan dan hasil
observasi pada catatan terintegrasi (nama, waktu,
tanggal, tanda tangan)
1. UGD / VK
2. Rawat Inap
3. ICU
4. Tim PPI
5. Tim Pengendali Mutu
6. Tim Akreditasi

PEMBERIAN HUKNAH TINGGI

No. Dokumen

No. Revisi

.............................

.............................

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

Tanggal Terbit :

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Halaman
2/3

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................
3.
4.

Jelaskan tindakan/prosedur yang akan dilakukan pada


pasien dan keluarga
Atur posisi dan privasi pasien

PELAKSANAAN
1. Dekatkan alat kepada pasien
2. Mencuci tangan dengan 6 langkah
3. Pasang perlak pengalas
4. Lepas pakaian bagian bawah
5. Selimuti tubuh dan ekstermitas bawah pasien dengan
selimut mandi, biarkan hanya area anal yang kelihatan
6. Susun wadah enema, hubungkan selang, klem, dan
selang rectal
7. Tutup klem pengatur
8. Masukkan larutan hangat kedalam wadah enema, periksa
terlebih dahulu suhu larutan
9. Lepaskan klem dan biarkan larutan keluar sampai tak ada
udara, klem kembali selang
10. Bantu pasien miring kanan untuk huknah tinggi
11. Letakkan pispot dekat tempat tidur
12. Pasang handscoon
13. Ucapkan Bismillaahirrohmaanirrohiim
14. Beri pelumas 3 - 4 cm pada ujung selang rektal
15. Dengan perlahan, renggangkan bokong dan cari letak
anus. Instruksikan pasien untuk rileks dengan menarik
nafas panjang melalui hidung kemudian keluarkan dari
mulut
16. Masukkan ujung selang rectal secara perlahan. Panjang
insersi 7,4 - 10 cm untuk orang dewasa, 5 - 7,5 cm untuk
anak-anak, dan 2,5 - 3,25 cm untuk bayi. Tarik selang
dengan segera jika menemui obstruksi.
17. Pegang selang sampai pengisian cairan berakhir
18. Buka klem pengatur dan biarkan larutan masuk dengan
perlahan dengan wadah pada setinggi pinggul pasien
19. Naikkan wadah secara perlahan sampai pada ketinggian

PEMBERIAN HUKNAH TINGGI

No. Dokumen

No. Revisi

.............................

.............................

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Halaman
1/3

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................

PENGERTIAN
TUJUAN

KEBIJAKAN

Memasukkan cairan ke dalam kolon asendens dengan


mempergunakan canul recti melalui anus.
1. Merangsang peristaltik usus sehingga pasien dapat Buang
Air Besar.
2. Mengosongkan usus sebagai persiapan bagi tindakan
operasi.
3. Sebagai tindakan pengobatan
Setiap pasien dengan indikasi huknah tinggi
PERSIAPAN ALAT
1. Wadah enema (irigator)
2. Larutan hangat
Dewasa : 700 - 1000 ml, dengan suhu 40,5 - 430C
Anak-anak : 250 - 350 ml,dengan suhu 37,70C
Bayi : 150 - 250 ml
Usia sekolah : 300 - 500 ml
Remaja : 500 - 700 ml
3. Selang rektal dengan ujung bulat
4. Selang irigator
Dewasa : No.22 30 G French (Fr)
Anak-anak : No. 12 - 18 G Frensh (Fr)
5. Klem pengatur pada selang
6. Termometer air untuk mengukur suhu air
7. Pelumas (jelly)
8. Perlak pengalas
9. Selimut mandi/kain penutup
10. Kapas sublimat
11. Pispot
12. Baskom, waslap dan handuk, serta sabun
13. Sarung tangan
14. Nierbeken
PERSIAPAN PASIEN
1. Berikan 5 S (senyum, salam, sapa, sopan dan santun)
2. Identifikasi pasien

MEMASANG KONDOM KATETER

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

2/2

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................

UNIT TERKAIT

7. Letakkan selimut di atas tubuh dan tutup ekstremitas


bawahnya dengan selimut sehingga hanya genetalia saja
yang kelihatan
8. Bersihkan genetalia secara menyeluruh dengan kapas
sublimat sampai bersih dan lap dengan kasa steril
9. Siapkan drainase kantong urine dan pastikan kantong
urine dalam keadaan tertutup
10. Dengan menggunakan tangan nondominan, genggam
penis pasien dengan kuat di sepanjang batangnya.
Dengan tangan dominan, pegang kantong kondom pada
ujung penis dan dengan perlahan pasangkan pada batang
penis.
11. Sisakan 2,5 - 5 cm ruang antara glans penis dan ujung
kondom kateter.
12. Lilitkan batang penis dengan strip perekat elastis. Strip
harus menyentuh kantong kondom. Pasang dengan pas
tetapi tidak ketat.
13. Hubungkan slang drainase pada ujung kondom kateter.
14. Letakkan kelebihan gulungan slang drainase di tempat
tidur ikatkan dengan pada dasar linen tempat tidur
15. Rapikan pasien dan atur posisi yang nyaman
16. Ucapkan alhamdulillaahirobbilaalamiin
17. Lepaskan sarung tangan
18. Cuci tangan dengan 6 langkah
19. Dokumentasikan tindakan yang dilakukan dan hasil
observasi pada catatan terintegrasi (nama, waktu, tanggal,
tanda tangan)
1. Rawat Inap
2. ICU
3. UGD
4. IBS
5. Tim PPI
6. Tim Pengendali Mutu
7. Tim Akreditasi

MEMASANG KONDOM KATETER

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

1/2

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................

PENGERTIAN

TUJUAN

KEBIJAKAN
PROSEDUR

Memasang alat drainase urine eksternal yang mudah


digunakan dan aman untuk mengalirkan urine pada pasien
pria
1. Mengumpulkan urine dan mengontrol urine inkontinen
2. Mencegah iritasi kulit akibat urine inkontinan
3. Pasien dapat melakukan aktivitas fisik tanpa harus merasa
malu
Dilakukan pada pasien yang memerlukan kateter sesuai
advice dokter
PERSIAPAN ALAT
1. Sarung tangan steril
2. Kateter kondom sesuai kebutuhan
3. Strip elastis atau perekat
4. Kapas sublimat
5. Kasa steril (bila perlu)
6. Nearbeken
7. Selimut
8. Kantung penampung urine dan selang drainase
9. Sampiran bila pasien di rawat di bangsal umum
PERSIAPAN PASIEN
1. Menerima pendelegasian dari dokter
2. Berikan 5 S (senyum, salam, sapa, sopan dan santun)
3. Identifikasi pasien
4. Jelaskan tindakan/prosedur yang akan dilakukan pada
pasien dan keluarga
5. Atur posisi dan privasi pasien
PELAKSANAAN
1. Dekatkan alat-alat di dekat pasien
2. Pasang sampiran bila pasien di rawat di bangsal umum
3. Cuci tangan dengan 6 langkah
4. Pakai sarung tangan
5. Ucapkan Bismillaahirrohmaanirrohiim
6. Bantu pasien pada posisi telentang

PEMASANGAN KATETER SEMENTARA


PADA PASIEN PRIA

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

2/2

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................

UNIT TERKAIT

sedikit ke pangkalnya dan bersihkan dengan kapas


sublimat.
7. Olesi kateter dengan jeli pada ujungnya lalu masukkan
perlahan dan sambil anjurkan pasien menarik napas dalam
8. Letakkan ujung kateter di atas pispot.
9. Setelah urine tidak keluar lagi dari selang, cabut selang
kateter secara perlahan dan letakkan di nearbeken.
10. Buang urine ke kamar mandi.
11. Lepas sarung tangan dan buang dalam nearbeken.
12. Kaji respon pasien
13. Ucapkan Al Hamdulillaah
14. Jelaskan kepada pasien/keluarga pasien bahwa tindakan
telah selesai di kerjakan
15. Bersihkan alat dan rapikan pada tempat semula.
16. Cuci tangan dengan 6 langkah
17. Dokumentasikan tindakan yang dilakukan dan hasil
observasi pada catatan terintegrasi (nama, waktu, tanggal,
tanda tangan)
1. UGD
2. Rawat Inap, Rawat Jalan
3. IBS, ICU
4. Perinatologi
5. Tim PPI
6. Tim Pengendali Mutu
7. Tim Akreditasi

PEMASANGAN KATETER SEMENTARA


PADA PASIEN PRIA

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

1/2

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................

PENGERTIAN
TUJUAN

KEBIJAKAN
PROSEDUR

Mengeluarkan urine/air kemih dari kandung kemih dengan


menggunakan kateter steril.
1. Mengosongkan kandung kemih
2. Mengambil air kemih steril untuk bahan pemeriksaan
3. Mengukur sisa air kemih di dalam kandung kemih
Dilakukan pada setiap pasien pria dengan anjuran
pemasangan kateter sementara oleh dokter
PERSIAPAN ALAT
1. Sarung tangan
2. Kateter steril sesuai ukuran
3. Selimut
4. Jely
5. Larutan pembersih antiseptic (kapas sublimat)
6. Nearbeken
7. Pinset anatomis
8. Pispot
PERSIAPAN PASIEN
1. Menerima pendelegasian dari dokter untuk tindakan medis.
2. Berikan 5 S (senyum, salam, sapa, sopan dan santun).
3. Identifikasi pasien.
4. Jelaskan tindakan/prosedur yang akan dilakukan pada
pasien dan keluarga
5. Meminta persetujuan tindakan medis kepada pasien /
keluarga.
6. Atur posisi dan privasi pasien.
PELAKSANAAN
1. Dekatkan alat kepada pasien.
2. Cuci tangan dengan 6 langkah.
3. Pasang selimut dan membantu pasien membuka pakaian
bawah.
4. Pakai sarung tangan
5. Ucapkan Bisillaahirrohmaanirrohiim
6. Pegang penis dengan tangan kiri lalu tarik prepusium

PEMASANGAN KATETER SEMENTARA


PADA PASIEN WANITA

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

2/2

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................

UNIT TERKAIT

7. Buka labia mayora dengan ibu jari dan telunjuk tangan kiri
dan bersihkan vulva dengan kapas sublimat dengan arah
dari atas ke bawah 1 kapas 1 kali usap sebanyak 3 kali
8. Olesi kateter dengan jely pada ujungnya, kemudian
masukkan perlahan dan minta pasien menarik napas
dalam, jika tertahan jangan dipaksa sampai kateter masuk
dan keluar urine.
9. Letakkan ujung kateter diatas pispot.
10. Setelah urine tidak keluar lagi dari selang, cabut selang
kateter secara perlahan dan letakkan di dalam nearbeken.
11. Buang urine ke kamar mandi.
12. Lepaskan sarung tangan dan buang dalam nearbeken.
13. Kaji respon pasien
14. Ucapkan Al Hamdulillaah
15. Jelaskan kepada pasien/keluarga pasien bahwa tindakan
telah selesai di kerjakan
16. Bersihkan alat dan rapikan pada tempat semula.
17. Cuci tangan dengan 6 langkah
18. Dokumentasikan tindakan yang dilakukan dan hasil
observasi pada catatan terintegrasi (nama, waktu, tanggal,
tanda tangan)
1. UGD / VK
2. Rawat Inap, Rawat Jalan
3. ICU, IBS
4. Perinatologi
5. Tim PPI
6. Tim Pengendali Mutu
7. Tim Akreditasi

PEMASANGAN KATETER SEMENTARA


PADA PASIEN WANITA

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

1/2

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................

PENGERTIAN
TUJUAN

KEBIJAKAN
PROSEDUR

Mengeluarkan urine/air kemih dari kandung kemih dengan


menggunakan kateter steril.
1. Mengosongkan kandung kemih
2. Mengambil air kemih steril untuk bahan pemeriksaan
3. Mengukur sisa air kemih di dalam kandung kemih
Dilakukan pada setiap pasien wanita dengan anjuran
pemasangan kateter sementara oleh dokter
PERSIAPAN ALAT
1. Sarung tangan
2. Kateter steril sesuai ukuran
3. Selimut
4. Jely
5. Larutan pembersih antiseptic (kapas sublimat)
6. Nearbeken
7. Pinset anatomis
8. Pispot
PERSIAPAN PASIEN
1. Menerima pendelegasian dari dokter untuk tindakan medis.
2. Berikan 5 S (senyum, salam, sapa, sopan dan santun).
3. Identifikasi pasien.
4. Jelaskan tindakan/prosedur yang akan dilakukan pada
pasien dan keluarga
5. Meminta persetujuan tindakan medis kepada pasien /
keluarga.
6. Atur posisi dan privasi pasien.
PELAKSANAAN
1. Dekatkan alat kepada pasien.
2. Cuci tangan dengan 6 langkah.
3. Pasang selimut dan bantu pasien membuka pakaian
bawah.
4. Atur posisi pasien.
5. Pakai sarung tangan.
6. Ucapkan Bismillaahirrohmaanirrohiim

PEMASANGAN KATETER TETAP PADA PASIEN PRIA

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

2/2

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................

UNIT TERKAIT

ke pangkalnya dan bersihkan dengan kapas sublimat.


7. Olesi ujung kateter dengan jelly (kurang lebih 12,5 17,5
cm), lalu masukkan perlahan (kurang lebih 17,5 20 cm)
dan anjurkan pasien menarik napas dalam dan rileks. Jika
tertahan jangan dipaksa
8. Setelah kateter masuk, isi balon dengan cairan aquadest
sebanyak 10 cc atau sejenisnya,
9. Sambungkan kateter dengan urine bag dan fiksasi ke arah
atas paha/abdomen, kemudian gantungkan urine bag pada
pinggir bed pasien
10. Ucapkan Al Hamdulillaah
11. Lepas sarung tangan dan buang dalam nearbeken.
12. Rapikan pasien
13. Jelaskan kepada pasien/keluarga pasien bahwa tindakan
telah selesai di kerjakan.
14. Bereskan alat dan rapikan pada tempat semula.
15. Cuci tangan dengan 6 langkah
16. Kaji respon pasien
17. Dokumentasikan tindakan yang dilakukan dan hasil
observasi pada catatan terintegrasi (nama, waktu, tanggal,
tanda tangan)
1. UGD
2. Rawat Inap
3. IBS
4. ICU
5. Tim PPI
6. Tim Pengendali Mutu
7. Tim Akreditasi

PEMASANGAN KATETER TETAP PADA PASIEN PRIA

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

1/2

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................

PENGERTIAN
TUJUAN

KEBIJAKAN
PROSEDUR

Mengeluarkan urine atau air kemih dari kandung kemih


dengan menggunakan kateter steril
1. Mengosongkan kandung kemih
2. Mengambil air kemih steril untuk bahan pemeriksaan
3. Mengukur sisa air kemih di dalam kandung kemih
4. Memberi kenyamanan kepada pasien yang bedrest total
Setiap pasien pria yang dianjurkan dokter untuk pemasangan
kateter tetap
PERSIAPAN ALAT
1. Sarung tangan steril
2. Kateter steril sesuai ukuran
3. Urine Bag
4. Jelly
5. Kapas Sublimat
6. Spuit 10 cc
7. Aquabidest
8. Pinset anatomis
9. Nearbeken
PERSIAPAN PASIEN
1. Menerima pendelegasian dari dokter untuk tindakan medis
2. Berikan 5 S (senyum, salam, sapa, sopan dan santun)
3. Identifikasi Pasien
4. Jelaskan tindakan/prosedur yang akan dilakukan pada
pasien dan keluarga
5. Meminta Persetujuan Medis Kepada Pasien
6. Atur posisi dan privasi Pasien
PELAKSANAAN
1. Dekatkan alat kepada pasien
2. Cuci tangan dengan 6 langkah
3. Pasang sampiran
4. Pakai sarung tangan.
5. Ucapkan Bismillaahirrohmaanirrohiim
6. Tangan kiri memegang penis lalu prepusium ditarik sedikit

PEMASANGAN KATETER TETAP


PADA PASIEN WANITA

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

2/2

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................

UNIT TERKAIT

6. Buka labia mayora dengan ibu jari dan telunjuk tangan kiri
dan bersihkan vulva dengan kapas sublimat dengan arah
dari atas ke bawah 1 kapas 1 kali usap sebanyak 3 kali
7. Olesi kateter dengan jelly pada ujungnya, kemudian
masukkan perlahan dan minta pasien menarik napas
dalam, jika tertahan jangan dipaksa sampai kateter masuk
dan keluar urine.
8. Setelah kateter masuk, isi balon dengan cairan aquabidest
sebanyak 10 cc atau sejenisnya
9. Sambungkan kateter dengan urine bag dan lakukan fiksasi
ke arah atas paha atau abdomen, kemudian gantungkan
urine bag pada bagian pinggir bed pasien.
10. Ucapkan Al Hamdulillaah
11. Lepaskan sarung tangan dan buang ke dalam near beken
12. Rapikan pasien
13. Jelaskan kepada pasien/keluarga pasien bahwa tindakan
telah selesai di kerjakan
14. Bersihkan alat dan rapikan pada tempat semula.
15. Cuci tangan dengan 6 langkah
16. Kaji respon pasien
17. Dokumentasikan tindakan yang dilakukan dan hasil
observasi pada catatan terintegrasi (nama, waktu, tanggal,
tanda tangan)
1. UGD / VK
2. Rawat Inap, Rawat Jalan
3. ICU, IBS
4. Perinatologi
5. Tim PPI
6. Tim Pengendali Mutu
7. Tim Akreditasi

PEMASANGAN KATETER TETAP


PADA PASIEN WANITA

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

1/2

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................

PENGERTIAN
TUJUAN

KEBIJAKAN
PROSEDUR

Mengeluarkan urine/air kemih dari kandung kemih dengan


menggunakan kateter steril.
1. Mengosongkan kandung kemih
2. Mengambil air kemih steril untuk bahan pemeriksaan
3. Mengukur sisa air kemih di dalam kandung kemih
Dilakukan pada setiap pasien wanita dengan anjuran
pemasangan kateter sementara oleh dokter
PERSIAPAN ALAT
1. Sarung tangan
2. Kateter steril sesuai ukuran
3. Urine bag
4. Spuit 10 cc
5. Aquabidest
6. Jelly
7. Kapas sublimat
8. Nearbeken
9. Pinset anatomis
10. Pispot
PERSIAPAN PASIEN
1. Menerima pendelegasian dari dokter untuk tindakan medis.
2. Berikan 5 S (senyum, salam, sapa, sopan dan santun).
3. Identifikasi pasien.
4. Jelaskan tindakan/prosedur yang akan dilakukan pada
pasien dan keluarga
5. Meminta persetujuan tindakan medis kepada pasien /
keluarga.
6. Atur posisi dan privasi pasien.
PELAKSANAAN
1. Dekatkan alat kepada pasien.
2. Cuci tangan dengan 6 langkah.
3. Pasang sampiran.
4. Pakai sarung tangan.
5. Ucapkan Bismillaahirrohmaanirrohiim

PERAWATAN KATETER MENETAP

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

2/2

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
panyabungan

.............................
...................................

UNIT TERKAIT

pembengkakan atau ada cairan/kotoran.


7. Bersihkan meatus dengan kapas cairan sublimat.
8. Wanita : buka labia dengan menggunakan jari telunjuk dan
ibu jari tangan kiri, bersihkan daerah labia luar terakhir
meatus dengan tangan kanan 3 kali sampai bersih dengan
gerakan satu arah.
9. Pria : pegang penis dibawah glands penis dengan ibu jari
telunjuk, bersihkan dengan arah melingkar dari meatus
keluar 3 kali sampai bersih dengan gerakan satu arah.
10. Membersihkan ujung kateter dekat meatus sepanjang 10
cm menggunakan kapas suplimat dengan arah melingkar
keluar
11. Oleskan betadine dengan kapas lidi pada daerah meatus
dan ujung kateter sepanjang 2,5 cm.
12. Ucapkan Al Hamdulillaah
13. Lepas sarung tangan dan buang dalam nearbeken.
14. Menjelaskan kepada pasien/keluarga pasien bahwa
tindakan telah selesai di kerjakan.
15. Membereskan alat dan merapikan pada tempat semula.
16. Mencuci tangan dengan 6 langkah
17. Kaji respon pasien
18. Dokumentasikan tindakan yang dilakukan dan hasil
observasi pada catatan terintegrasi (nama, waktu, tanggal,
tanda tangan)
1. Rawat Inap, ICU
2. Tim PPI
3. Tim Pengendali Mutu
4. Tim Akreditasi

PERAWATAN KATETER MENETAP

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

1/2

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
panyabungan

.............................
...................................

PENGERTIAN
TUJUAN

KEBIJAKAN
PROSEDUR

Merawat kateter yang sudah terpasang


1. Mencegah terjadinya infeksi
2. Mengurangi rasa sakit
3. Memberi rasa nyaman
Dilakukan pada setiap pasien yang dipasang kateter
PERSIAPAN ALAT
1. Sarung tangan steril
2. Kapas Sublimat
3. Nierbeken
4. Pengalas
5. Korentang steril dan tempatnya
6. Bowl kecil berisi betadin
PERSIAPAN PASIEN
1. Berikan 5 S (senyum, salam, sapa, sopan dan santun)
2. Identifikasi Pasien
3. Jelaskan tindakan/prosedur yang akan dilakukan pada
pasien dan keluarga
4. Atur posisi dan privasi Pasien
PELAKSANAAN
1. Dekatkan alat kepada pasien
2. Mencuci tangan dengan 6 langkah
3. Pasang perlak/pengalas
4. Pakai sarung tangan
5. Ucapkan Bismillaahirrohmaanirrohiim
6. Buka daerah meatus sama seperti pemasangan kateter,
mengobservasi keadaan meatus dan jaringan sekitarnya;
apakah
pasien
mengeluh
perih,
ada
radang,

MELEPAS KATETER PADA PASIEN PRIA

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

..

2/2

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

......................
...................................

UNIT TERKAIT

13. Kaji respon pasien


14. Ucapkan Alhamdulillaahirobbilaalamiin
15. Cuci tangan dengan 6 langkah
16. Dokumentasikan tindakan yang dilakukan dan hasil
observasi pada catatan terintegrasi (nama, waktu, tanggal,
tanda tangan)
1. UGD
2. Rawat Inap
3. Rawat Jalan
4. IBS, ICU
5. Tim PPI
6. Tim Pengendali Mutu
7. Tim Akreditasi

MELEPAS KATETER PADA PASIEN PRIA

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

..

1/2

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

......................
...................................

PENGERTIAN
TUJUAN
KEBIJAKAN

PROSEDUR

Melakukan tindakan pelepasan kateter dari kandung kemih


1. Mencegah terjadinya infeksi
2. Memberi rasa nyaman
1. Dilakukan pada setiap pasien yang terpasang kateter 7
hari.
2. Setiap pasien yang dianjurkan oleh dokter untuk
melepaskan kateter.
PERSIAPAN ALAT
1. Kassa
2. Sarung tangan
3. Spuit 10 cc
4. Nearbeken
PERSIAPAN PASIEN
1. Menerima pendelegasian dari dokter
2. Berikan 5 S (senyum, salam, sapa, sopan dan santun)
3. Identifikasi pasien
4. Jelaskan tindakan/prosedur yang akan dilakukan pada
pasien dan keluarga
5. Atur posisi dan privasi pasien
PELAKSANAAN
1. Dekatkan alat kepada pasien
2. Cuci tangan dengan 6 langkah
3. Bantu pasien melepaskan pakaian bawah
4. Pakai sarung tangan
5. Ucapkan Bismillahirrohmaanirrohiim
6. Lakukan aspirasi balon kateter hingga habis isinya
7. Arahkan penis keatas
8. Tarik kateter perlahan-lahan hingga lepas, anjurkan pasien
menarik nafas dalam dan rileks
9. Letakkan kateter yang sudah di lepas ke dalam nearbeken
10. Rapikan pasien
11. Lepaskan sarung tangan kemudian letakkan ke dalam
nearbeken
12. Bereskan alat dan rapikan ke tempat semula

MELEPAS KATETER PADA PASIEN WANITA

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

..

2/2

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

......................
...................................

UNIT TERKAIT

13. Ucapkan Alhamdulillaahirobbilaalamiin


14. Cuci tangan dengan 6 langkah
15. Dokumentasikan tindakan yang dilakukan dan hasil
observasi pada catatan terintegrasi (nama, waktu, tanggal,
tanda tangan)
1. UGD/ VK
2. Rawat Inap
3. Rawat Jalan
4. ICU
5. Tim PPI
6. Tim Pengendali Mutu
7. Tim Akreditasi

MELEPAS KATETER PADA PASIEN WANITA

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

..

1/2

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

......................
...................................

PENGERTIAN
TUJUAN
KEBIJAKAN

PROSEDUR

Melakukan tindakan pelepasan kateter dari kandung kemih


1. Mencegah terjadinya infeksi
2. Memberi rasa nyaman
1. Dilakukan pada setiap pasien yang terpasang kateter 7
hari.
2. Setiap pasien yang dianjurkan oleh dokter untuk
melepaskan kateter.
PERSIAPAN ALAT
1. Kassa
2. Sarung tangan
3. Spuit 10 cc
4. Nearbeken
PERSIAPAN PASIEN
1. Menerima pendelegasian dari dokter
2. Berikan 5 S (senyum, salam, sapa, sopan dan santun)
3. Identifikasi pasien
4. Jelaskan tindakan/prosedur yang akan dilakukan pada
pasien dan keluarga
5. Atur posisi dan privasi pasien
PELAKSANAAN
1. Dekatkan alat kepada pasien
2. Cuci tangan dengan 6 langkah
3. Bantu pasien melepaskan pakaian bawah pasien
4. Pakai sarung tangan
5. Ucapkan Bismillahirrohmaanirrohiim
6. Lakukan aspirasi balon kateter hingga habis isinya
7. Tarik kateter perlahan-lahan hingga lepas, anjurkan pasien
menarik nafas dalam dan rileks
8. Letakkan kateter yang sudah di lepas ke dalam nearbeken
9. Rapikan pasien
10. Lepaskan sarung tangan kemudian letakkan ke dalam
nearbeken
11. Bereskan alat dan rapikan pada tempat semula
12. Kaji respon pasien

PENGAMBILAN BAHAN PEMERIKSAAN FESES

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

2/2

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................

UNIT TERKAIT

7. tutup botol pemeriksaan dengan baik,kemudian letakkan


botol yang berisi bahan pemeriksaan di atas nearbeken
dan beri label (nama,tanggal lahir,nomor RM )
8. Lepaskan sarung tangan dan buang dalam nearbeken
9. Observasi keadaan pasien
10. Ucapkan Al Hamdulillaahirobbilalamiin
11. Rapikan pasien
12. Bereskan alat dan kembalikan ke tempat semula
13. Menjelaskan kepada pasien/keluarga pasien bahwa
tindakan telah selesai di kerjakan
14. Cuci tangan dengan 6 langkah
15. Serahkan bahan pemeriksaan tersebut ke laboratorium
beserta form permintaan
16. Dokumentasikan tindakan yang dilakukan dan hasil
observasi pada catatan terintegrasi (nama, waktu, tanggal,
tanda tangan)
1. UGD /VK
2. ICU
3. Rawat Inap
4. Rawat Jalan
5. Tim PPI
6. Tim Pengendali Mutu
7. Tim Akreditasi

PENGAMBILAN BAHAN PEMERIKSAAN FESES

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

1/2

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................

PENGERTIAN
TUJUAN
KEBIJAKAN
PROSEDUR

Suatu tindakan pengambilan bahan pemeriksaan feses yang di


berikan kepada laboratorium
1. Menegakkan diagnose
2. Pemberian terapy
Dilakukan pada setiap pasien yang di anjurkan untuk di
lakukan pemeriksaan feses atas advice dokter
PERSIAPAN ALAT
1. Botol feses
2. Nearbeken
3. Sarung tangan
4. Form permintaan pemeriksaan laboratorium
5. Alat tulis
PERSIAPAN PASIEN
1. Menerima pendelegasian dari dokter untuk tindakan medis
2. Berikan 5 S (senyum, salam, sapa, sopan dan santun)
3. Identifikasi pasien
4. Jelaskan tindakan/prosedur yang akan dilakukan pada
pasien dan keluarga
5. Atur posisi dan privasi pasien
PELAKSANAAN
1. Dekatkan alat kepada pasien
2. Cuci tangan dengan 6 langkah
3. Pakai sarung tangan
4. Ucapkan Bismillaahirrohmaanirrohiim
5. Jika pasien dapat melakukan sendiri berikan botol feses
kepada pasien sesuai dengan tujuan pemeriksaan
a. jelaskan bahwa bahan feses harus bebas dari urine
b. jelaskan pada pasien untuk member tahu perawat bila
sudah selesai di ambil
6. Jika pasien tidak mampu mengambil bahan pemeriksaan
secara mandiri,bantu pasien untuk mengambil bahan
pemeriksaan dengan prosedur : mengambil bahan dengan
menggunakan lidi kapas yang telah di sediakan.

PENGAMBILAN BAHAN PEMERIKSAAN URINE

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

2/2

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

Tanggal Terbit :

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................

12.

13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.

UNIT TERKAIT

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

menampung di dalam pispot kemudian memasukkan ke


dalam botol urine sesuai kebutuhan (jika pasien bedrest)
Jika pasien mampu berjalan ke kamar mandi anjurkan
pasien untuk menampung urine dengan nearbeken dan
kemudian di masukkan ke dalam botol urine
Beri label pada botol yang sudah berisi urine
(nama,tanggal lahir dan nomor RM)
Letakkan bahan pemeriksaan urine ke dalam nearbeken
Lepaskan sarung tangan dan buang dalam nearbeken
Observasi keadaan pasien
Ucapkan Al Hamdulillaahirobbilalamiin
Rapikan pasien
Bereskan alat dan kembalikan ke tempat semula
Menjelaskan kepada pasien/keluarga pasien bahwa
tindakan telah selesai di kerjakan.
Cuci tangan dengan 6 langkah
Serahkan bahan pemeriksaan tersebut ke laboratorium
beserta form permintaan
Dokumentasikan tindakan yang dilakukan dan hasil
observasi pada catatan terintegrasi (nama, waktu,
tanggal, tanda tangan)
UGD /VK
IBS / ICU
Rawat Inap
Rawat Jalan
Tim PPI
Tim Pengendali Mutu
Tim Akreditasi

PENGAMBILAN BAHAN PEMERIKSAAN URINE

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

1/2

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................

PENGERTIAN
TUJUAN
KEBIJAKAN
PROSEDUR

Suatu tindakan pengambilan bahan pemeriksaan urine yang di


berikan kepada laboratorium
1. Menegakkan diagnose
2. Pemberian terapy
Dilakukan pada setiap pasien yang di anjurkan untuk
pemeriksaan urine atas advice dokter
PERSIAPAN ALAT
1. Botol urine
2. Nearbeken
3. Sarung tangan
4. Form permintaan pemeriksaan laboratorium
5. Alat tulis
PERSIAPAN PASIEN
1. Menerima pendelegasian dari dokter untuk tindakan medis
2. Berikan 5 S (senyum, salam, sapa, sopan dan santun)
3. Identifikasi pasien
4. Jelaskan tindakan/prosedur yang akan dilakukan pada
pasien dan keluarga
5. Atur posisi dan privasi pasien
PELAKSANAAN
1. Dekatkan alat kepada pasien
2. Cuci tangan dengan 6 langkah
3. Pakai sarung tangan (bila perlu)
4. Ucapkan Bismillaahirrohmaanirrohiim
5. Lakukan pengambilan bahan pemeriksaan urine melalui
kateter
6. Klem selang urine bag
7. Letakkan botol di atas nearbeken
8. Masukkan selang urine bag ke dalam botol urine
9. Kemudian buka klem pada selang urine bag dan alirkan
sesuai dengan kebutuhan
10. Tutup selang urine bag
11. Jika pasien tidak menggunakan kateter pasien di anjurkan

MANAJEMEN NYERI

No. Dokumen

No. Revisi

.............................

.............................

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

Tanggal Terbit :

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Halaman
3/3

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................

UNIT TERKAIT

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Rawat Inap
Rawat Jalan
UGD / VK
ICU
IBS
Tim PPI
Tim Pengendali Mutu
Tim Akreditasi

MANAJEMEN NYERI

No. Dokumen

No. Revisi

.............................

.............................

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Halaman
2/3

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................

PROSEDUR

PERSIAPAN PASIEN
1. Berikan 5 S (senyum, salam, sapa, sopan dan santun)
2. Identifikasi pasien
3. Jelaskan tindakan/prosedur yang akan dilakukan pada
pasien dan keluarga
4. Atur posisi dan privasi pasien
PELAKSANAAN
1. Cuci tangan dengan 6 langkah
2. Lakukan pengkajian skala, lokasi, karakteristik, durasi,
frekuensi dan kualitas nyeri
3. Observasi reaksi non verbal
4. Gunakan teknik komunikasi terapeutik untuk mengetahui
pengalaman nyeri pasien
5. Kontrol lingkungan yang dapat mempengaruhi nyeri seperti
suhu ruangan, pencahayaan dan kebisingan
6. Pilih dan lakukan penanganan nyeri (farmakologi, non
farmakologi dan inter personal)
7. Ajarkan tentang tekhnik non farmakologi seperti:
1) Kompres dingin
2) Massage kulit
3) Buli-buli panas
4) Relaksasi seperti lingkungan yang tenang, posisi yang
nyaman dan nafas dalam
5) Teknik distraksi yakni mengalihkan perhatian ke
stimulus lain seperti menonton televise, membaca
Koran, mendengarkan music
8. Penanganan nyeri secara farmakologi yaitu Berikan
analgetik untuk mengurangi nyeri sesuai advice dokter
9. Evaluasi keefektifan kontrol nyeri
10.Cuci tangan dengan 6 langkah
11.Dokumentasikan tindakan yang dilakukan dan hasil
observasi pada catatan terintegrasi (nama, waktu, tanggal,
tanda tangan)

MANAJEMEN NYERI

No. Dokumen

No. Revisi

.............................

.............................

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Halaman
1/3

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................

PENGERTIAN
TUJUAN
KEBIJAKAN

Cara meringankan atau mengurangi nyeri sampai tingkat


kenyamanan yang dapat diterima pasien
Untuk menjaga pasien dalam kondisi senyaman mungkin
1. Dilakukan pada setiap pasien yang merasakan nyeri
2. Setiap pasien dewasa yang merasakan nyeri dinilai dari
skala 0-10
1) 0 = tidak nyeri
2) 1-3 = nyeri ringan (pasien dapat berkomunikasi dengan
baik)
3) 4-6 = nyeri sedang (pasien mendesis, menyeringai,
dapat menunjukkan lokasi nyeri, mendeskripsikan dan
dapat mengikuti perintah)
4) 7-9 = nyeri berat (pasien terkadang tidak dapat
mengikuti perintah tapi masih respon terhadap
tindakan, tidak dapat mendeskripsikan, tidak dapat
diatasi dengan alih posisi, nafas panjang dan distraksi)
5) 10 = nyeri sangat berat (pasien sudah tidak mampu
lagi berkomunikasi, memukul)
3. Setiap pasien anak yang merasakan nyeri dinilai dari skala
wajah Wong Baker

1) Nilai 0 nyeri tidak dirasakan oleh anak


2) Nilai 2 nyeri dirasakan sedikit saja
3) Nilai 4 nyeri dirasakan hilang timbul
4) Nilai 6 nyeri yang dirasakan anak lebih banyak
5) Nilai 8 nyeri yang dirasakan anak secara keseluruhan
6) Nilai 10 nyeri sekali dan anak menjadi menangis
4. Penanganan nyeri dikecualikan pada pasien dengan
kondisi nyeri HIS

MASASE PADA PASIEN

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

2/2

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................

UNIT TERKAIT

d. Tekhnik eflurasi dengan kedua tangan, dapat


dilakukan bila nyeri pada daerah punggung dan
pinggang
e. Tekhnik petrisasi dengan menekan punggung secara
horizontal
f. Tekhnik tekanan menyikat dengan menggunakan
ujung jari, dilakukan pada akhir masase pada pinggang
6. Ucapkan alhamdulillahirobbilalamin
7. Lepaskan sarung tangan dan buang dalam nearbeken
8. Jelaskan kepada pasien/keluarga pasien bahwa tindakan
telah selesai dilakukan
9. Rapikan pasien
10. Bereskan alat dan kembalikan ke tempat semula
11. Mencuci tangan dalam 6 langkah
12. Kaji respon pasien
13. Dokumentasikan tindakan yang dilakukan dan hasil
observasi pada catatan terintegrasi (nama, waktu,
tanggal, tanda tangan)
1. UGD / VK
2. Rawat Inap
3. ICU, IBS
4. Perinatologi
5. Tim PPI
6. Tim Pengendali Mutu
7. Tim Akreditasi

MASASE PADA PASIEN

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

1/2

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................

PENGERTIAN
TUJUAN

KEBIJAKAN
PROSEDUR

Melakukan masase pada pasien untuk memenuhi kebutuhan


rasa nyaman pada daerah yang mengalami kekakuan otot
1. Meningkatkan sirkulasi pada daerah yang di masase
2. Meningkatkan relaksasi
3. Mengurangi rasa nyeri
Dilakukan kepada setiap pasien yang mempunyai keluhan
karena merasa nyeri atau otot kaku
PERSIAPAN ALAT
1. Minyak untuk masase
2. Handuk
3. Sarung tangan
4. Nearbeken
PERSIAPAN PASIEN
1. Berikan 5 S (senyum, salam, sapa, sopan dan santun)
2. Identifikasi pasien
3. Jelaskan tindakan/ prosedur yang akan dilakukan pada
pasien dan keluarga
4. Atur posisi pasien dan privasi pasien
PELAKSANAAN
1. Dekatkan alat kepada pasien
2. Cuci tangan dengan 6 langkah
3. Pakai sarung tangan
4. Ucapkan bismillahirrohmanirrohim
5. Lakukan masase pada daerah yang dirasakan nyeri/kaku
selama 5 - 10 menit, dengan teknik :
a. Menggunakan telapak tangan dan jari dengan tekanan
halus
b. Tekhnik remasan (mengusap otot bahu) dapat
dilakukan bila nyeri/kaku terjadi di sekitar bahu
c. Tekhnik masase dengan gerakan menggesek dengan
menggunakan ibu jari dan gerakan memutar. Gerakan
ini dilakukan bila nyeri dirasakan pada punggung dan
pinggang secara menyeluruh

PEMBERIAN KOMPRES DINGIN

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

4/4

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

Tanggal Terbit :

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................

UNIT TERKAIT

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

UGD / VK
Rawat Inap
ICU
Perinatologi
Tim PPI
Tim Pengendali Mutu
Tim Akreditasi

PEMBERIAN KOMPRES DINGIN

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

3/4

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................
13. Dokumentasikan tindakan yang dilakukan dan hasil
observasi pada catatan terintegrasi (nama, waktu,
tanggal, tanda tangan)
B. KOMPRES DINGIN KERING
1. Dekatkan alat kepada pasien
2. Cuci tangan dengan 6 langkah
3. Pakai sarung tangan
4. Ucapkan Bismillaahirrohmaanirrohiim
5. Masukkan potongan es ke dalam baskom agar
pinggiran es tidak tajam
6. Isi kirbat es atau eskrag dengan potongan es sebanyak
setengah bagian
7. Keluarkan udara dari eskap/eskrag dengan melipatkan
bagian yang kosong, lalu tutup rapat
8. Periksa eskup/eskrag apakah bocor atau tidak
9. Keringkan eskap/eskrag dengan lap, kemudian
masukkan ke dalam sarung eskap/eskrag
10. Buka yang akan diberi kompres
11. Pasang pengalas pada bagian tubuh yang akan diberi
kompres
12. Letakkan eskap/eskrag pada bagian tubuh yang
memerlukan kompres. Untuk daerah leher letakkan
eskap/eskrag di atas leher dan ikatkan di belakang
leher
13. Kaji keadaan kulit setiap 20 menit terhadap nyeri, mati
rasa dan suhu tubuh
14. Angkat eskap/eskrag jika sudah cukup atau sudah
selesai
14. Rapikan pasien
15. Bereskan alat-alat dan kembalikan pada tempatnya
16. Cuci tangan dengan 6 langkah
17. Dokumentasikan tindakan yang dilakukan dan hasil
observasi pada catatan terintegrasi (nama, waktu,
tanggal, tanda tangan)

PEMBERIAN KOMPRES DINGIN

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

2/4

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................
B. KOMPRES DINGIN KERING
1. Baki berisi :
a) Eskap/eskrag dengan sarungnya
b) Baskom berisi potongan-potongan es kecil
c) Baskom berisi air
d) Kain lap
e) Perlak
2. Sampiran
3. Nearbeken
4. Sarung tangan
PERSIAPAN PASIEN
1. Berikan 5 S (senyum, salam, sapa, sopan dan santun)
2. Identifikasi pasien
3. Jelaskan tindakan/prosedur yang akan dilakukan pada
pasien dan keluarga
4. Atur posisi dan privasi pasien
PELAKSANAAN
A. KOMPRES DINGIN BASAH
1. Dekatkan alat kepada pasien
2. Cuci tangan dengan 6 langkah
3. Pakai sarung tangan
4. Ucapkan Bismillaahirrohmaanirrohiim
5. Pasang pengalas di bawah area yang akan di beri
kompres
6. Tuangkan cairan pengkompres ke dalam kom steril
7. Masukkan kassa ke dalam kom yang berisi cairan
pengkompres
8. Peras kassa dengan menggunakan 2 pinset anatomis
9. Bentangkan dan letakkan kassa di atas bagian yang
akan dikompres, kemudian balut verban gulung
10. Rapikan pasien
11. Bereskan alat-alat dan kembalikan pada tempatnya
12. Cuci tangan dengan 6 langkah

PEMBERIAN KOMPRES DINGIN

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

1/4

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................

PENGERTIAN
TUJUAN

KEBIJAKAN

PROSEDUR

Memasang suatu zat dengan suhu rendah pada tubuh untuk


tujuan terapeutik
1. Mengurangi rasa sakit lokal
2. Menurunkan suhu tubuh
3. Mencegah peradangan meluas
4. Mengurangi kongesti
5. Mengurangi perdarahan lokal
6. Agar luka menjadi bersih
Lakukan kepada pasien dengan indikasi :
1. Suhu tinggi
2. Radang
3. Memar
4. Batuk atau muntah darah
5. Pasca tonsilektomi
6. Luka tertutup atau terbuka
PERSIAPAN ALAT
A. KOMPRES DINGIN BASAH
1. Baki berisi :
a) Com bertutup steril
b) Cairan pengkompres (PK 1 : 4.000 / Rivanol 1 :
1.000 1 : 3.000 / Betadin cair)
2. Bak instrument steril berisi :
a) Pinset anatomis 2 buah
b) Kassa sesuai kebutuhan
3. Verban gulung jika diperlukan
4. Perlak/pengalas
5. Sampiran
6. Nearbeken
7. Sarung tangan

PEMBERIAN KOMPRES PANAS BASAH

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

3/3

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................

UNIT TERKAIT

19. Ucapkan alhamdulillaahirobbilaalamiin


20. Cuci tangan dengan 6 angkah
21. Dokumentasikan tindakan yang dilakukan dan hasil
observasi pada catatan terintegrasi (nama, waktu, tanggal,
tanda tangan)
1. UGD / VK
2. Rawat Inap
3. ICU
4. Perinatologi
5. Tim PPI
6. Tim Pengendalian Mutu
7. Tim Akreditasi

PEMBERIAN KOMPRES PANAS BASAH

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

2/3

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................
PELAKSANAAN
1. Dekatkan alat kepada pasien
2. Cuci tangan dengan 6 langkah
3. Pakai sarung tangan
4. Ucapkan Bismillaahirrohmaanirrohiim
5. Pasang pengalas di bawah area yang akan di beri
kompres
6. Buka balutan verban (jika diverban) dan buang bekas
balutan ke dalam nearbeken
7. Ambil beberapa potong kassa dengan pinset dari kom
steril dan masukkan ke dalam kom berisi air hangat untuk
mengompres
8. Ambil pinset satu lagi untuk memegang dan memeras
kassa kompres hangat agar kassa tidak terlalu basah
9. Selanjutnya ambil kasa dengan cara direnggangkan /
dibentangkan dan letakkan di atas area yang
membutuhkan kompres hangat
10. Perhatikan respons pasien, apakah ada rasa tidak nyaman
dan dalam beberapa detik setelah kassa hangat menempel
di kulit
11. Angkat tepi kassa untuk mengkaji apakah terdapat
kemerahan pada kulit yang di kompres
12. Jika pasien memberi toleransi terhadap kompres hangat
tersebut, tutup kassa kompres hangat basah pada area
yang memerlukan kompres
13. Lapisi dengan kassa kering dan selanjutnya balut dengan
verban kasa serta fiksasi dengan plester atau ikat
14. Lakukan tindakan ini selama 15 30 menit atau sesuai
program terapi dan ganti balutan kompres hangat setiap 5
menit sekali
15. Lepaskan sarung tangan dan masukkan ke dalam
nearbeken
16. Atur posisi tidur yang nyaman
17. Rapikan pasien
18. Bereskan alat dan kembalikan ke tempat semula

PEMBERIAN KOMPRES PANAS BASAH

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

1/3

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................

PENGERTIAN

TUJUAN

KEBIJAKAN

PROSEDUR

Memberikan rasa hangat pada pasien dengan menggunakan


cairan atau alat yang menimbulkan hangat pada bagian tubuh
yang memerlukannya.
1. Memperlancar sirkulasi darah
2. Mengurangi rasa sakit
3. Merangsang peristaltic usus
4. Memperlancar pengeluaran getah radang (eksudat)
5. Memberi rasa nyaman/hangat dan tenang
Dilakukan pada pasien dengan indikasi :
1. Perut kembung
2. Kedinginan, misalnya : akibat narkose dan iklim
3. Yang mengalami radang, misalnya : radang persendian,
adneksitis
4. Kekejangan otot
5. Adanya abses (bengkak) akibat suntikan
6. Tubuh dengan abses, hematoma
PERSIAPAN ALAT
1. Kom tertutup steril 2 buah
- 1 buah berisi air hangat (400C - 460C ) sesuai
kebutuhan
- 1 buah berisi kassa steril
2. Bak Instrumen berisi pinset anatomi 2 buah
3. Verban kasa
4. Plester
5. Gunting verban
6. Perlak/Pengalas
7. Sarung tangan
8. Nearbeken (1 kosong, 1 berisi lisol 3%)
PERSIAPAN PASIEN
1. Berikan 5 S (senyum, salam, sapa, sopan dan santun)
2. Identifikasi pasien
3. Jelaskan tindakan/prosedur yang akan dilakukan pada
pasien dan keluarga
4. Atur posisi dan privasi pasien

PEMBERIAN BULI-BULI PANAS

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

2/2

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

Tanggal Terbit :

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................

4.
5.
6.
7.
8.

UNIT TERKAIT

1.
2.
3.
4.
5.
6.

kelainan yang timbul akibat pemberian kompres dengan


buli-buli panas, misalnya ketidak nyamanan, kebocoran,
kemerahan dan sebaginya
h) Ganti buli-buli panas selama 20 menit dipasang dengan
air panas
Ucapkan al hamdulillaahirabbilalamin
Evaluasi respon pasien terhadap tindakan yang telah
dilakukan
Merapikan pasien dan alat
Cuci tangan dengan 6 langkah
Dokumentasikan tindakan yang dilakukan dan hasil
observasi pada catatan terintegrasi (nama, waktu, tanggal,
tanda tangan)
UGD / VK
ICU
Rawat Inap
Tim PPI
Tim Pengendali Mutu
Tim Akreditasi

PEMBERIAN BULI-BULI PANAS

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

1/2

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................

PENGERTIAN

TUJUAN

KEBIJAKAN
PROSEDUR

Memberikan rasa hangat pada pasien dengan menggunakan


cairan atau alat yang menimbulkan hangat pada bagian tubuh
yang memerlukannya
Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk mengurangi
/membebaskan rasa nyeri, spasmus otot, peradangan, serta
memberikan rasa hangat
Setiap pasien yang membutuhkan buli-buli panas
PERSIAPAN ALAT
1. Buli-buli panas dan sarungnya
2. Termos berisi air panas
3. Termometer air panas
4. Kain lap
PERSIAPAN PASIEN
1. Berikan 5 S (senyum, salam, sapa, sopan dan santun)
2. Identifikasi pasien
3. Jelaskan tindakan/prosedur yang akan dilakukan pada
pasien dan keluarga
4. Atur posisi dan privasi pasien
PELAKSANAAN
1. Ucapkan bismillaahirrohmaanirrohiim
2. Siapkan dan ukur suhu air yang diinginkan (500c - 600c)
3. Isi buli-buli dengan air panas sebanyak bagian, lalu
keluarkan udaranya dengan cara:
a) Meletakkan/menidurkan buli-buli di atas meja/tempat
datar
b) Melipat bagian atas buli-buli sampai kelihatan
permukaan air di leher buli-buli
c) Menutup buli-buli dengan benar/rapat
d) Periksa buli-buli apakah bocor/tidak, lalu keringkan
dengan kain lap dan masukkan dalam sarungnya
e) Siapkan dan atur posisi pasien
f) Letakkan buli-buli pada area yang memerlukan
g) Kaji secara teratur kondisi pasien untuk mengetahui

MENGATUR PASIEN PADA POSISI FOWLER

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

2/2

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................

...................................

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

UNIT TERKAIT

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

UGD / VK
IBS
ICU
Rawat Inap
Rawat Jalan
Tim PPI
Tim Pengendali Mutu
Tim Akreditasi

MENGATUR PASIEN PADA POSISI FOWLER

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

1/2

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................

...................................

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

PENGERTIAN
TUJUAN

KEBIJAKAN
PROSEDUR

Cara berbaring pasien dengan posisi setengah duduk (kepala


dan dada setinggi 45o - 90o)
1. Memberikan rasa nyaman
2. Mengurangi sesak napas
3. Membantu memperlancar keluarnya cairan
4. Membantu mempermudah tindakan pemeriksaan
Dilakukan pada setiap pasien yang memerlukan atau atas
anjuran dokter untuk posisi fowler
PERSIAPAN ALAT
1. Tempat tidur
2. Penopang / bantal
PERSIAPAN PASIEN
1. Berikan 5 S (senyum, salam, sapa, sopan dan santun)
2. Identifikasi pasien
3. Jelaskan
pada
pasien
atau
keluarga
tentang
tindakan/prosedur yang akan dilakukan
4. Atur posisi dan jaga privasi pasien
PELAKSANAAN
1. Cuci tangan dengan 6 langkah
2. Ucapkan Bismillaahirrohmaanirrohiim
3. Tinggikan posisi kepala pada tempat tidur setinggi 45o- 90o
4. Berikan penopang kepala diatas tempat tidur atau bantal
5. Observasi posisi kesejajaran tubuh, tingkat kenyamanan,
dan titik potensi kenyamanan
6. Ucapkan Alhamdulillaah
7. Cuci tangan dengan 6 langkah
8. Dokumentasikan tindakan yang dilakukan dan hasil
observasi pada catatan terintegrasi (nama, waktu, tanggal,
tanda tangan)

MENGATUR PASIEN PADA POSISI SEMI FOWLER

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

2/2

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................

...................................

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

UNIT TERKAIT

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

UGD / VK
IBS, ICU
Rawat Inap
Rawat Jalan
Tim PPI
Tim Pengendali Mutu
Tim Akreditasi

MENGATUR PASIEN PADA POSISI SEMI FOWLER

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

1/2

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................

...................................

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

PENGERTIAN
TUJUAN

KEBIJAKAN
PROSEDUR

Cara berbaring pasien dengan posisi setengah duduk (kepala


dan dada setinggi 15o - 45o )
1. Memberikan rasa nyaman
2. Mengurangi sesak napas
3. Membantu memperlancar keluarnya cairan
4. Membantu mempermudah tindakan pemeriksaan
Dilakukan pada setiap pasien yang memerlukan atau atas
anjuran dokter untuk posisi semi fowler
PERSIAPAN ALAT
1. Tempat tidur
2. Penopang / Bantal
PERSIAPAN PASIEN
1. Berikan 5 S (senyum, salam, sapa, sopan dan santun)
2. Identifikasi pasien
3. Jelaskan tindakan/prosedur yang akan dilakukan pada
pasien dan keluarga
4. Atur posisi dan privasi pasien
PELAKSANAAN
1. Cuci tangan dengan 6 langkah
2. Ucapkan Bismillaahirrohmaanirrohiim
3. Tinggikan tempat tidur pada posisi kepala setinggi 15o - 45
4. Berikan penopang kepala diatas tempat tidur atau bantal
5. Observasi posisi kesejajaran tubuh, tingkat kenyamanan,
dan titik potensi kenyamanan
6. Ucapkan Al Hamdulillaah
7. Cuci tangan dengan 6 langkah
8. Dokumentasikan tindakan yang dilakukan dan hasil
observasi pada catatan terintegrasi (nama, waktu, tanggal,
tanda tangan)

MENGATUR PASIEN PADA POSISI LITOTOMI

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

2/2

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................

UNIT TERKAIT

16. Dokumentasikan tindakan yang dilakukan dan hasil


observasi pada catatan terintegrasi (nama, waktu,
tanggal, tanda tangan)
1. Rawat Inap
2. IBS / ICU
3. UGD / VK
4. Tim PPI
5. Tim Pengendali Mutu
6. Tim Akreditasi

MENGATUR PASIEN PADA POSISI LITOTOMI

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

1/2

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

Tanggal Terbit :

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................

PENGERTIAN
TUJUAN
KEBIJAKAN
PROSEDUR

Pada posisi ini pasien ditempatkan pada posisi terlentang


dengan mengangkat kedua kaki dan ditarik keatas abdomen.
Melakukan tindakan
Dilakukan pada setiap pasien dengan indikasi posisi litotomi
1. PERSIAPAN ALAT
2. Bantal
3. Tempat tidur khusus
4. Selimut/ kain penutup
5. Sarung tangan

1.
2.
3.
4.

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.

PERSIAPAN PASIEN
Berikan 5 S (senyum, salam, sapa, sopan dan santun).
Identifikasi pasien.
Jelaskan tindakan/prosedur yang akan dilakukan pada
pasien dan keluarga.
Atur posisi dan privasi pasien
PELAKSANAAN
Pasang sarung tangan
Ucapkan Bismillaahirrohmaanirrohiim
Pasien dalam keadaan berbaring terlentang
Angkat kedua paha dan tarik keatas abdomen
Tungkai bawah membentuk sudut 90 terhadap paha
Letakkan bagian lutut/kaki pada penyangga kaki ditempat
tidur khusus untuk posisi litotomi
Pasang selimut
Observasi keadaan pasien
Ucapkan Al Hamdulillaahirobbilalamiin
Rapikan pasien
Bereskan alat dan kembalikan ke tempat semula
Lepas sarung tangan
Menjelaskan kepada pasien/keluarga pasien bahwa
tindakan telah selesai di kerjakan.
Cuci tangan dengan 6 langkah
Kaji respon pasien

MENGATUR PASIEN PADA POSISI LATERAL

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

2/2

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

Tanggal Terbit :

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................

9.

10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.

UNIT TERKAIT

1.
2.
3.
4.
5.
6.
5.

silangkan pasien
Posisi perawat pada [posisi dimana pasien akan
miring.Letakkan tangan perawat pada panggul dan bahu
pasien.Tarik dan gulingkan pasien kea rah perawat
Letakkan bantal di bawah kepala dan leher pasien
Berikan posisi fleksi pada kedua tangan bagian atas di
sokong bantal sejajar dengan bahu
Letakkan bantal di punggung pasien
Letakkan bantal di bawah kaki yang semi fleksi mulai
pangkal paha sampai pangkal kaki
Letakkan bantal kecil sejajar pada permukaan telapak kaki
Evaluasi inspeksi kulit pasien pada daerah yang terkena
apakah ada eritema ( pucat )
Tanyakan pada pasien apakah pasien posisinya sudah
nyaman
Observasi keadaan pasien
Ucapkan Al Hamdulillaahirobbilalamiin
Rapikan pasien
Bereskan alat dan kembalikan ke tempat semula
Menjelaskan kepada pasien/keluarga pasien bahwa
tindakan telah selesai di kerjakan.
Cuci tangan dengan 6 langkah
Dokumentasikan tindakan yang dilakukan dan hasil
observasi pada catatan terintegrasi (nama, waktu, tanggal,
tanda tangan
Rawat Inap
UGD / VK
IBS / ICU
Perinatologi
Tim PPI
Tim Pengendali Mutu
Tim Akreditasi

MENGATUR PASIEN PADA POSISI LATERAL

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

1/2

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................

PENGERTIAN
TUJUAN

KEBIJAKAN
PROSEDUR

Posisi pasien berbaring pada salah satu sisi bagian tubuh


dengan kepala menoleh ke samping
1. Mengurangi lordosis dan meningkatkan kelurusan
punggung yang baik
2. Baik untuk posisi tidur dan istirahat
3. Membantu menghilangkan tekanan pada sacrum dan tumit
Dilakukan pada setiap pasien yang memerlukan posisi lateral
PERSIAPAN ALAT
1. Tempat t idur
2. Bantal guling
3. Gulungan handuk
4. Sarung tangan jika perlu
PERSIAPAN PASIEN
1. Berikan 5 S (senyum, salam, sapa, sopan dan santun)
2. Identifikasi pasien
3. Jelaskan tindakan/prosedur yang akan dilakukan pada
pasien dan keluarga
4. Atur posisi dan privasi pasien
PELAKSANAAN
1. Dekatkan alat kepada pasien
2. Cuci tangan dengan 6 langkah
3. Ucapkan Bismillaahirrohmaanirrohiim
4. Tinggikan tempat tidur ke tingkat yang nyaman untuk
bekerja,pindahkan bantal
5. Atur tempat tidur pada posisi datar dan bantu pasien ke sisi
atas tempat tidur
6. Naikkan pengaman sisi tempat tidur yang berlawanan
dengan posisi perawat
7. Geser pasien ke sisi tempat tidur yang berlawanan dengan
arah posisi lateral
8. Letakkan tangan dimana pasien akan miring mejauh dari
tubuh pasien dan tangan lain menyilang di dada.Tekuk lutut
pasien yang tidak bersentuhan dengan tempat atau

MENGATUR PASIEN PADA POSISI SUPINE

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

2/2

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

Tanggal Terbit :

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................

10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.

UNIT TERKAIT

1.
2.
3.
4.
5.
5.

pertahankan dengan atas sejajar dengan tubuh pasien


Letakkan gulungan kain di bawah tangan pasien
Evaluasi : insfeksi kulit pasien pada daerah yang terkena
apakah ada eritema ( pucat )
Tanyakan pada pasien apakah posisi sudah nyaman
Observasi keadaan pasien
Ucapkan Al Hamdulillaahirobbilalamiin
Rapikan pasien
Bereskan alat dan kembalikan ke tempat semula
Menjelaskan kepada pasien/keluarga pasien bahwa
tindakan telah selesai di kerjakan.
Cuci tangan dengan 6 langkah
Dokumentasikan tindakan yang dilakukan dan hasil
observasi pada catatan terintegrasi (nama, waktu, tanggal,
tanda tangan)
Rawat Inap
UGD / VK
IBS / ICU
Tim PPI
Tim Pengendali Mutu
Tim Akreditasi

MENGATUR PASIEN PADA POSISI SUPINE

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

1/2

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................

PENGERTIAN
TUJUAN

KEBIJAKAN
PROSEDUR

Posisi pasien berbaring terlentang dengan kepala dan bahu


sedikit elevasi dengan menggunakan bantal.
1. Untuk pasien pascaoperasi dengan anestesi spinal
2. Mengatasi masalah yang timbul akibat pemberiann posisi
pronasi yan tidak tepat
Dilakukan pada pasien yang memerlukan posisi supine
PERSIAPAN ALAT
1. Bantal
2. Tempat tidur
3. Gulungan handuk
4. Sarung tangan jika perlu
PERSIAPAN PASIEN
1. Berikan 5 S (senyum, salam, sapa, sopan dan santun)
2. Identifikasi pasien
3. Jelaskan tindakan/prosedur yang akan dilakukan pada
pasien dan keluarga
4. Atur posisi dan privasi pasien
PELAKSANAAN
1. Dekatkan alat kepada pasien
2. Cuci tangan dengan 6 langkah
3. Ucapkan Bismillaahirrohmaanirrohiim
4. Tinggikan tempat tidur ke tingkat yang nyaman unntuk
bekerja,pindahkan bantal dan dekatkan semua alat yang di
butuhkan untuk memberikan posisi
5. Atur tempat tidur pada posisi datar dan bantu pasien untuk
bergeser ke sisi atas tempat tidur
6. Letakkan bantal yang tipis atau gulungan kain di bawah
area lumbal
7. Letakkan bantal di bagian lateral paha/panggul
8. Letakkan bantal atau gulungan kain di bawah
perngelangan kaki untuk menaikkan tumit
9. Letakkan lipatan kain pada telapak kaki pasien
10.
letakkan bantal di bawah lengan yang pronasi dan

MENGATUR PASIEN PADA POSISI TRENDELENBURG

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

2/2

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................

UNIT TERKAIT

14. Lepaskan sarung tangan


15. Cuci tangan dengan 6 langkah
16. Dokumentasikan dalam catatan terintegrasi
1. UGD
2. Rawat Inap
3. IBS, ICU
4. Tim Akreditasi
5. Tim Pengendali Mutu
6. Tim PPI

MENGATUR PASIEN PADA POSISI TRENDELENBURG

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

1/2

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................

PENGERTIAN
TUJUAN
KEBIJAKAN
PROSEDUR

Membaringkan pasien ditempat tidur dengan posisi kepala


lebih rendah dari pada kaki
Melancarkan peredaran darah ke otak
Dilakukan pada setiap pasien dengan anjuran diberi posisi
trendelenburg
PERSIAPAN ALAT
1. Bantal
2. Tempat tidur
3. Balok penopang kaki tempat tidur
4. Sarung tangan
PERSIAPAN PASIEN
1. Menerima pendelegasian dari dokter untuk tindakan medis
2. Berikan 5 S (senyum, salam, sapa, sopan dan santun)
3. Identifikasi pasien
4. Jelaskan tindakan/prosedur yang akan dilakukan pada
pasien dan keluarga
5. Atur posisi dan privasi pasien
PELAKSANAAN
1. Dekatkan alat kepada pasien
2. Mencuci tangan dengan 6 langkah
3. Pasang sarung tangan
4. Ucapkan Bismillaahirrohmaanirrohiim
5. Posisikan pasien dalam keadaan berbaring terlentang
6. Tempatkan bantal diantara kepala dan ujung tempat tidur
pasien
7. Tempatkan bantal dibawah lipatan lutut
8. Tempatkan balok penompang bagian kaki tempat tidur
9. Atur tempat tidur dengan meninggikan bagian kaki pasien
10. Observasi keadaan pasien
11. Ucapkan Al Hamdulillaahirabbilalamin
12. Evaluasi respon pasien terhadap tindakan yang telah
dilakukan
13. Merapikan pasien dan alat

Belum diserahkan

MENGATUR PASIEN PADA POSISI DORSAL RECUMBENT

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

2/2

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

.............................
...................................

UNIT TERKAIT

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

UGD / VK
Rawat Inap
ICU
Rawat Jalan
Tim PPI
Tim Pengendali Mutu
Tim Akreditasi

MENGATUR PASIEN PADA POSISI DORSAL RECUMBENT

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

1/2

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

.............................
...................................

PENGERTIAN
TUJUAN
KEBIJAKAN
PROSEDUR

Posisi ini pasien ditempatkan pada posisi terlentang dengan


kedua lutut fleksi diatas tempat tidur
1. Untuk melakukan tindakan
2. Perawatan
Setiap pasien dengan indikasi posisi dorsal recumben
PERSIAPAN ALAT
1. Bantal
2. Selimut
PERSIAPAN PASIEN
1. Berikan 5 S (senyum, salam, sapa, sopan dan santun)
2. Identifikasi pasien
3. Jelaskan tindakan/prosedur yang akan dilakukan pada
pasien dan keluarga
4. Atur posisi dan jaga privasi pasien
PELAKSANAAN
1. Cuci tangan dengan 6 langkah
2. Ucapkan Bismillaahirrohmaanirrohiim
3. Posisikan pasien dalam keadaan berbaring terlentang
4. Anjurkan pasien membuka pakaian bagian bawah
5. Anjurkan
pasien
untuk
menekuk
lutut
dan
merenggangkannya dengan sejajar
6. Pasang selimut untuk menutupi area genitalia
7. Tindakan dapat di lakukan,jika sudah selesai kembalikan
ke posisi semula
8. Observasi keadaan pasien
9. Ucapkan Al Hamdulillaahirobbilalamiin
10. Rapikan pasien
11. Bereskan alat dan kembalikan ke tempat semula
12. Menjelaskan kepada pasien/keluarga pasien bahwa
tindakan telah selesai di kerjakan.
13. Cuci tangan dengan 6 langkah
14. Dokumentasikan tindakan yang dilakukan dan hasil
observasi pada catatan terintegrasi (nama, waktu,
tanggal, tanda tangan

MEMBANTU ORAL HYGIENE

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

2/2

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................

UNIT TERKAIT

PELAKSANAAN
1. Dekatkan alat kepada pasien
2. Mencuci tangan dengan 6 langkah
3. Pasang handscoon
4. Pasang alas / handuk di bawah dagu dan pipi pasien
5. Ucapkan Bismillaahirrohmaanirrohiim
6. Jepit deppers / kasa dengan ujung pinset / arteri klem dan
basahi dengan air masak
7. Buka mulut pasien dengan tongue spatel yang sudah di
bungkus dengan kasa (untuk pasien yang tidak sadar)
8. Bersihkan rongga mulut mulai dari dinding, gusi, gigi, dan
terakhir gigi bagian luar dengan hati-hati
9. Kain kasa / deppers yang sudah kotor dibuang kedalam
nearbeken.
10. Ulangi tindakan sampai bersih
11. Selanjutnya, olesi bibir dengan boraks gliserin, jika
terdapat stomatitis, olesi dengan betadin atau obat lainnya
menggunakan kapas lidi
12. Rapikan pasien dan alat
13. Kaji respon pasien
14. Ucapkan Alhamdulillaahirobbilaalamiin
15. Lepaskan sarung tangan dan masukkan kedalam
nearbeken
16. Cuci tangan dengan 6 langkah
17. Dokumentasikan tindakan yang dilakukan dan hasil
observasi pada catatan terintegrasi (nama, waktu, tanggal,
tanda tangan)
1. Rawat Inap
2. ICU
3. Tim PPI
4. Tim Pengendali Mutu
5. Tim Akreditasi

MEMBANTU ORAL HYGIENE

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

1/2

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................

PENGERTIAN

TUJUAN

KEBIJAKAN
PROSEDUR

Membersihkan rongga mulut, lidah, dan gigi dari semua


kotoran/sisa makanan dengan menggunakan kain kasa atau
kapas yang dibasahi dengan air bersih.
1. Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk
meningkatkan daya tahan tubuh
2. Mencegah timbulnya penyakit infeksi, baik lokal maupun
penularan melalui mulut
3. Menghindari bau mulut
4. Memberikan perasaan senang dan segar pada pasien,
usaha pengobatan, serta melaksanakan kebersihan
perorangan
5. Membantu membangkitkan nafsu makan
Dilakukan pada setiap pasien yang tidak mampu melakukan
oral hygiene (membersihkan mulut) secara mandiri
PERSIAPAN ALAT
1. Handuk
2. Gelas berisi air masak
3. Betadin kumur
4. Boraks gliserin (bila ada)
5. Bak steril tertutup berisikan kapas lidi, kasa/deppers,
pinset/arteri klem
6. Sarung tangan
7. Nearbeken 2 buah
8. Tongue Spatel
PERSIAPAN PASIEN
1. Berikan 5 S (senyum, salam, sapa, sopan dan santun)
2. Identifikasi pasien
3. Jelaskan tindakan/prosedur yang akan dilakukan pada
pasien dan keluarga
4. Atur posisi dan privasi pasien

VULVA HYGINE

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman
2/2

RSU PERMATA MADINA

......................

......................

Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan


Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp. (0636) 20279 Fax (0636) 20712

Ditetapkan
Tanggal Terbit :
STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Direktur RSU Permata Madina


Panyabungan

.......................
.......................................

UNIT TERKAIT

3. Pasang pengalas dan letakkan pispot di bawah bokong


pasien.
4. Pakai sarung tangan.
5. Ucapkan Bismillaahirrohmaanirrohiim
6. Lakukan tindakan vulva hygiene dengan cara tangan kiri
membuka vulva memakai kapas sublimat, dan tangan
kanan menyiram vulva dengan cairan NaCl, kemudian
siram dengan betadin cair
7. Setelah selesai, ambil pispot dan atur posisi pasien
8. Ucapkan Al Hamdulillaah
9. Lepas sarung tangan dan buang dalam nearbeken.
10. Jelaskan kepada pasien/keluarga pasien bahwa tindakan
telah selesai di kerjakan.
11. Bereskan alat dan merapikan pada tempat semula.
12. Cuci tangan dengan 6 langkah
13. Kaji respon pasien
14. Dokumentasikan tindakan yang dilakukan dan hasil
observasi pada catatan terintegrasi (nama, waktu, tanggal,
tanda tangan)
1. VK
2. Rawat Inap
3. Rawat Jalan
4. IBS, ICU
5. Tim PPI
6. Tim Pengendali Mutu
7. Tim Akreditasi

VULVA HYGINE

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman
1/2

RSU PERMATA MADINA

......................

......................

Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan


Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp. (0636) 20279 Fax (0636) 20712

Ditetapkan
Tanggal Terbit :
STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Direktur RSU Permata Madina


Panyabungan

.......................
.......................................

PENGERTIAN
TUJUAN

KEBIJAKAN
PROSEDUR

Membersihkan daerah vulva dan sekitarnya, pada pasien


wanita yang tidak dapat melakukannya sendiri
1. Untuk mencegah terjadinya infeksi di daerah vulva,
perineum maupun uterus.
2. Untuk menjaga kebersihan perineum dan vulva.
3. Untuk memberikan rasa nyaman.
Dilakukan pada setiap pasien yang tidak dapat melakukan
vulva hygiene secara mandiri
PERSIAPAN ALAT
1. Kapas sublimat
2. Pinset anatomis
3. Nearbeken
4. Pispot
5. NaCL
6. Betadin cair
7. Pengalas/perlak
8. Sarung tangan
PERSIAPAN PASIEN
1. Menerima pendelegasian dari dokter untuk tindakan medis
2. Berikan 5 S (senyum, salam, sapa, sopan dan santun)
3. Identifikasi pasien
4. Jelaskan tindakan/prosedur yang akan dilakukan pada
pasien dan keluarga
5. Atur posisi dan privasi pasien
PELAKSANAAN
1. Dekatkan alat kepada pasien
2. Cuci tangan dengan 6 langkah

MEMANDIKAN PASIEN DI TEMPAT TIDUR

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

3/3

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

.............................
...................................

UNIT TERKAIT

anjurkan pasien untuk menekuk tungkai cuci tungkai


dari arah mata kaki ke arah paha, kemudian keringkan
dengan handuk bawah
10. Bersihkan bokong dan genitalia :
a. Letakkan handuk bawah melintang di bawah bokong
sebagian menutupi bokong dan sebagian menutupi
bagian depan
b. Cuci daerah genitalia dengan waslap bawah
- Jika pasien wanita : buka daerah labia, bersihkan
dengan arah orifisium uretra ke arah anus
- Jika pasien pria : buka prefusium dan bersihkan
dengan arah melingkar dari ujung ke pangkal
11. Anjurkan pasien untuk miring atau tengkurap, kemudian
cuci bagian bokong terakhir cuci bagian anus dengan
arah dari perineum ke anus dengan menggunakan waslap
bawah
12. Pasangkan pakaian bawah pasien
13. Rapikan pasien
14. Ucapkan Al Hamdulillaahirabbilalamin
15. Evaluasi respon pasien terhadap tindakan yang telah
dilakukan
16. Bereskan alat dan kembalikan ke tempat semula
17. Cuci tangan dengan 6 langkah
18. Dokumentasikan tindakan yang dilakukan dan hasil
observasi pada catatan terintegrasi (nama, waktu, tanggal,
tanda tangan)
1. Rawat Inap
2. ICU
3. Tim PPI
4. Tim Pengendali Mutu
5. Tim Akreditasi

MEMANDIKAN PASIEN DI TEMPAT TIDUR

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

2/3

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

.............................
...................................
5. Bantu pasien untuk bergerak ke sisi dekat perawat dan
tutup pagar tempat tidur pada bagian sisi tempat tidur yang
berlawan
6. Bersihkan muka dan leher :
a. Bentangkan handuk di bawah kepala
b. Cuci mata dengan waslap bagian atas dengan arah
dari bagian dalam keluar
c. Cuci daerah muka, telinga, leher kemudian
keringkan dengan handuk, dan tanyakan kepada
pasien apakah ingin menggunakan sabun
d. Lepaskan handuk dari bawah kepala
7. Bersihkan lengan :
a. Lepaskan pakaian atas dan tutup dengan handuk atas,
bila pasien menggunakan infus lepaskan pakaian mulai
dari bagian lengan yang tidak terpasang infus
b. Bentangkan handuk atas memanjang di bawah lengan
kanan dan handuk bawah di sisi kiri lengan sedemikian
rupa sehingga menutup bagian depan pasien
c. Cuci lengan dan ketiak dengan arah jari ujung ke
pangkal axilla
d. Angkat lengan ke atas sewaktu membersihakan area
axilla
e. Sabuni terlebih dahulu lengan pasien yang jauh dari
perawat dan sewaktu membilas dahulukan lengan
pasien yang dekat dengan perawat kemudian
keringkan
8. Bersihkan dada dan perut :
a. Kedua lengan diangkat di sisi kepala, handuk
diletakkan menyilang sehingga dada dan perut tampak
b. Cuci dada dan perut, kemudian keringkan dengan
handuk atas
c. Beri bedak pada leher, ketiak dan perut
9. Bersihkan paha dan kaki :
a. Lepaskan pakaian bawah pasien dan tutup bagian
bawah dengan handuk atas secara melintang
b. Bentangkan handuk bawah di bawah kedua tungkai,

MEMANDIKAN PASIEN DI TEMPAT TIDUR

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

1/3

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

.............................
...................................

PENGERTIAN
TUJUAN

KEBIJAKAN
PROSEDUR

Membersihkan/memandikan tubuh pasien dengan air bersih


dan sabun pada pasien yang tidak dapat mandi sendiri.
1. Mempertahankan kebersihan kulit
2. Mencegah infeksi kulit
3. Memperlancar peredaran darah
4. Mempertahankan kenyamanan pasien
Dilakukan kepada setiap pasien yang tidak mampu untuk
mandi secara mandiri
PERSIAPAN ALAT
1. Satu stel pakaian bersih
2. Waskom 2 buah, masing-masing berisikan air dingin dan
hangat (43 46 0C)
3. Waslap 2 buah
4. Perlak/pengalas
5. Handuk kecil
6. Handuk besar 2 buah
7. Selimut mandi 1 buah
8. Tempat pakaiaan kotor
9. Sampiran
10. Sabun mandi
11. Bedak
PERSIAPAN PASIEN
1. Berikan 5 S (senyum, salam, sapa, sopan dan santun)
2. Identifikasi pasien
3. Jelaskan tindakan/prosedur yang akan dilakukan pada
pasien dan keluarga
4. Atur posisi dan privasi pasien
PELAKSANAAN
1. Dekatkan alat kepada pasien
2. Cuci tangan dengan 6 langkah
3. Ucapkan Bismillaahirrohmaanirrohiim
4. Pindahkan selimut dan bantal pasien dari tempat tidur, jika
bantal dibutuhkan gunakan seperlunya, pasang selimut
mandi

MENYIAPKAN TEMPAT TIDUR


(TANPA PASIEN DIATASNYA)

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

2/2

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

Tanggal Terbit :

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
panyabungan

.............................
...................................

UNIT TERKAIT

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

UGD / VK
Rawat Inap
Rawat Jalan
ICU
Tim PPI
Tim Pengendali Mutu
Tim Akreditasi

MENYIAPKAN TEMPAT TIDUR


(TANPA PASIEN DIATASNYA)

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

1/2

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
panyabungan

.............................
...................................

PENGERTIAN

TUJUAN
KEBIJAKAN
PROSEDUR

Merupakan tindakan keperawatan kebersihan lingkungan


dalam mempersiapkan tempat tidur untuk pasien yang baru
masuk atau menjalani rawat inap
1. Untuk mempersiapkan tempat tidur pasien yang bersih
2. Untuk memberikan rasa nyaman pada pasien
Setiap tempat tidur yang akan ditempati oleh pasien baru
PERSIAPAN ALAT
1. Tempat Tidur, Matras dan Bantal
2. Seprei ( laken ) besar dan kecil
3. Stik laken
4. Sarung bantal
5. Selimut
6. Perlak
PELAKSANAAN
1. Dekatkan alat ke tempat tidur
2. Cuci tangan dengan 6 langkah
3. Ucapkan Bismillahirrohmanirrohim
4. Atur tempat tidur, matras dan bantal
5. Pasang seprei dengan garis tengah lipatan tepat ditengah
matras / tempat tidur
6. Masukkan seprei bagian kepala kebawah matras kira- kira
30 cm
7. Masukkan seprei bagian kaki ke bawah matras kira- kira
25 cm, lalu membuat sudut dari kepala, selanjutnya
bagian kaki
8. Masukkan sisi- sisi dari seprei ke bawah matras
9. Lipat selimut menjadi empat secara terbalik dan pasang
bagian bawah, masukkan ujung selimut ke bawah matras
10. Pasang sarung bantal
11. Ucapkan alhamdulillahirobbilalamin
12. Cuci tangan dengan 6 langkah

MENYIAPKAN TEMPAT TIDUR


(DENGAN PASIEN DI ATASNYA)

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

3/3

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

Tanggal Terbit :

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................

UNIT TERKAIT

1.
2.
3.
4.
5.

Rawat Inap
ICU
Tim PPI
Tim Pengendali Mutu
Tim Akreditasi

MENYIAPKAN TEMPAT TIDUR


(DENGAN PASIEN DI ATASNYA)

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

2/3

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................
9. Memasukkan sisi dan ujung sprei/laken bagian kepala ke
bawah kasur
10. Memasukkan sisi dan ujung sprei/laken bagian kaki ke
bawah kasur
11. Lipat sprei/laken pada sudut-sudut tempat tidur
membentuk sudut 450
12. Masukkan sprei/laken bagian samping yang dekat dengan
perawat ke bawah kasur
13. Pasang perlak di tengah tempat tidur pada bagian yang
dekat dengan perawat
14. Masukkan sisi perlak yang dekat dengan perawat kebawah
kasur
15. Anjurkan/bantu pasien pasien untuk miring kearah perawat
16. Ambil sprei/laken dan perlak dari tempat tidur dan
masukkan ke dalam troli linen kotor
17. Tarik sprei/laken dan perlak yang bersih ke sisi pasien
yang jauh dari perawat
18. Lakukan hal yang sama seperti point 9 s.d 14 di atas
19. Pasang sarung bantal dan letakkan ke bawah kepala
pasien
20. Lipat selimut menjadi 4 bagian secara terbalik
21. Masukkan lipatan teratas ke bawah kasur
22. Pasang selimut pasien
23. Ucapkan Al Hamdulillaahirobbil alamin
24. Lepaskan sarung tangan dan buang dalam nearbeken.
25. Jelaskan
kepada
pasien/keluarga
pasien
bahwa
tindakan/prosedur telah selesai dikerjakan.
26. Rapikan pasien
27. Bereskan alat dan kembalikan ke tempat semula
28. Cuci tangan dengan 6 langkah
29. Kaji respon pasien
30. Dokumentasikan tindakan yang dilakukan dan hasil
observasi pada catatan terintegrasi (nama, waktu, tanggal,
tanda tangan)

MENYIAPKAN TEMPAT TIDUR


(DENGAN PASIEN DI ATASNYA)

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

1/3

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................

PENGERTIAN
TUJUAN
KEBIJAKAN
PROSEDUR

Menyiapkan tempat tidur ditujukan untuk memberikan


kenyamanan, kerapian dan kebersihan pada pasien.
1. Untuk memberikan rasa nyaman
2. Untuk mencegah terjadinya infeksi
Dilakukan setiap pagi pada tempat tidur yang ditempati pasien
yang tidak mampu turun dari tempat tidur
PERSIAPAN ALAT
1. Sprei/laken besar dan kecil
2. Sarung bantal
3. Perlak
4. Selimut
5. Troli linen kotor
6. Sarung tangan
7. Nearbeken
PERSIAPAN PASIEN
1. Berikan 5 S (senyum, salam, sapa, sopan dan santun)
2. Identifikasi Pasien
3. Jelaskan tindakan/prosedur yang akan dilakukan pada
pasien dan keluarga
4. Atur posisi dan privasi pasien
PELAKSANAAN
1. Dekatkan alat kepada pasien
2. Cuci tangan dengan 6 langkah
3. Pakai sarung tangan
4. Ucapkan Bismillaahirrohmaanirrohiim
5. Angkat selimut dan bantal letakkan di atas meja
6. Anjurkan pasien untuk posisi miring (berlawan dengan
perawat)
7. Lepaskan perlak dan laken/sprei kotor dari tempat tidur
pasien yang dekat dengan perawat dengan cara
menggulungnya ke arah punggung pasien
8. Pasang sprei/laken bersih pada bagian yang dekat
perawat dengan garis tengah lipatan tepat ditengah kasur

MEMBANTU MENYISIR RAMBUT PASIEN

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

2/2

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................

UNIT TERKAIT

9. Kumpulkan rambut yang rontok dan bungkus dengan


kertas tissu kemudian buang ke dalam nearbeken
10. Ikat rambut dengan rapi (jika pasien berambut panjang)
11. Lepaskan handuk yang terpasang di bawah kepala pasien
12. Rapikan pasien
13. Ucapkan Al Hamdulillaahirabbilalamin
14. Evaluasi respon pasien terhadap tindakan yang telah
dilakukan
15. Bereskan alat dan kembalikan ke tempat semula
16. Lepaskan sarung tangan
17. Cuci tangan dengan 6 langkah
18. Dokumentasikan tindakan yang dilakukan dan hasil
observasi pada catatan terintegrasi (nama, waktu,
tanggal, tanda tangan)
1. Rawat Inap
2. ICU
3. Tim PPI
4. Tim Pengendali Mutu
5. Tim Akreditasi

MEMBANTU MENYISIR RAMBUT PASIEN

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

1/2

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................

PENGERTIAN
TUJUAN

KEBIJAKAN
PROSEDUR

Mengatur rambut pasien agar terlihat rapi dengan


menggunakan sisir
1. Menjaga rambut agat tetap bersih, rapi dan terpelihara
2. Membantu merangsang sirkulasi darah pada kulit kepala
3. Memberikan rasa nyaman dan menambah kepercayaan diri
4. Menghindari rambut dari kotoran/kutu kepala
Dilakukan kepada setiap pasien yang tidak mampu untuk
menyisir secara mandiri
PERSIAPAN ALAT
1. Sisir
2. Alas/handuk
3. Nearbeken
4. Kertas tissue
5. Pengikat rambut jika diperlukan
6. Minyak rambut jika diperlukan
7. Sarung tangan
PERSIAPAN PASIEN
1. Berikan 5 S (senyum, salam, sapa, sopan dan santun)
2. Identifikasi pasien
3. Jelaskan tindakan/prosedur yang akan dilakukan pada
pasien dan keluarga
4. Atur posisi dan privasi pasien
PELAKSANAAN
1. Dekatkan alat kepada pasien
2. Cuci tangan dengan 6 langkah
3. Pakai sarung tangan
4. Ucapkan Bismillaahirrohmaanirrohiim
5. Bentangkan handuk di bawah kepala pasien
6. Kaji kulit kepala pasien (jika ada luka sisir rambut dengan
hati-hati agar tidak terkena luka)
7. Bagi rambut menjadi dua bagian (jika pasien perempuan)
8. Sisir rambut mulai dari pangkal rambut sampai ujung
rambut secara perlahan-lahan

MENCUCI RAMBUT PASIEN

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

3/3

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................

UNIT TERKAIT

24. Cuci tangan dengan 6 langkah


25. Dokumentasikan tindakan yang dilakukan dan hasil
observasi pada catatan terintegrasi (nama, waktu, tanggal,
tanda tangan)
1. Rawat Inap
2. ICU
3. Tim PPI
4. Tim Pengendali Mutu
5. Tim Akreditasi

MENCUCI RAMBUT PASIEN

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

2/3

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................
PELAKSANAAN
1. Dekatkan alat kepada pasien
2. Cuci tangan dengan 6 langkah
3. Pasang sarung tangan
4. Ucapkan Bismillaahirrohmaanirrohiim
5. Atur posisi pasien senyaman mungkin dengan kepala
dekat sisi tempat tidur
6. Pasang perlak dan handuk di bawah kepala pasien
7. Letakkan ember yang di alasi kain pel lantai
8. Pasang talang di bawah kepala pasien dan arahkan ke
ember yang kosong
9. Tutup lubang telinga luar dengan kapas dan tutup mata
pasien dengan kassa
10. Tutup dada dengan handuk sampai ke leher
11. Sisir rambut kemudian siram dengan air hangat dengan
menggunakan gayung
12. Pakai
waslap,
gosok
pangkal
rambut
dengan
menggunakan kassa yang telah diberi sabun/sampo,
kemudian urut dengan ujung jari jika kassa kotor di
buang ke dalam nearbeken
13. Bilas rambut sampai bersih kemudian keringkan
14. Lepaskan penutup mata dan telinga
15. Lepaskan talang yang ada di bawah kepala pasien dan
masukkan ke dalam ember kosong, dan letakkan handuk
dalam baki
16. Atur posisi pasien senyaman mungkin
17. Lepaskan waslap dan masukkan ke dalam ember kosong
18. Sisir rambut pasien sesuai dengan SPO menyisir rambut
19. Rapikan pasien
20. Lepaskan sarung tangan dan masukkan ke dalam
nearbeken
21. Ucapkan Al Hamdulillaahirabbilalamin
22. Evaluasi respon pasien terhadap tindakan yang telah
dilakukan
23. Bereskan alat dan kembalikan ke tempat semula

MENCUCI RAMBUT PASIEN

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

1/3

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................

PENGERTIAN

TUJUAN

KEBIJAKAN
PROSEDUR

Menghilangkan kotoran pada rambut dan kulit kepala dengan


menggunkan sabun atau sampo kemudian dibilas dengan air
bersih sampai bersih
1. Memberikan rasa nyaman
2. Agar rambut tetap bersih, rapi dan terpelihara
3. Merangsang peredaran darah di bawah kulit kepala
4. Menghilangkan mikroorganisme kepala
5. Membasmi kutu atau ketombe yang melekat pada kulit
Dilakukan kepada setiap pasien yang tidak mampu untuk
mencuci rambut secara mandiri
PERSIAPAN ALAT
1. Baki berisi :
a) Sisir
b) Handuk
c) Washlap
d) Sarung tangan
e) Kapas dalam tempatnya
f) Kassa
g) Sabun/sampo
h) Perlak/pengalas
2. Talang karet
3. Kom kecil
4. Nearbeken
5. Gayung
6. Ember berisi air bersih
7. Kain pel
8. Ember kosong
9. Ceret/termos berisi air panas
PERSIAPAN PASIEN
1. Berikan 5 S (senyum, salam, sapa, sopan dan santun)
2. Identifikasi pasien
3. Jelaskan tindakan/prosedur yang akan dilakukan pada
pasien dan keluarga
4. Atur posisi dan privasi pasien

MEMOTONG KUKU PASIEN

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

2/2

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................
6. Potong kuku jari tangan sesuai dengan lengkungan
kuku
7. Ucapkan Al Hamdulillaahirabbilalamin
8. Evaluasi respon pasien terhadap tindakan yang telah
dilakukan
9. Rapikan pasien
10. Bereskan alat dan kembalikan ke tempat semula
11. Cuci tangan dengan 6 langkah
12. Dokumentasikan tindakan yang dilakukan dan hasil
observasi pada catatan terintegrasi (nama, waktu,
tanggal, tanda tangan)

UNIT TERKAIT

B. Memotong Kuku Jari Kaki


1. Lakukan hal yang sama seperti butir A point 1 s.d 3
2. Rendam kaki pasien di dalam air hangat selama 2-3
menit, lebih lama daripada jari tangan, karena kuku jari
kaki lebih keras bila kuku sangat kotor harus disikat
dengan sikat kuku dan sabun, kemudian bilas dengan
air hangat dan keringkan dengan handuk
3. Letakkan kaki di atas nearbeken agar potongan kuku
tidak berserakan
4. Potong kuku jari kaki sesuai dengan lengkungan kuku
5. Ucapkan Al Hamdulillaahirabbilalamin
6. Lakukan hal yang sama seperti butir A point 8 s.d 12
1. Rawat Inap
2. ICU
3. Tim PPI
4. Tim Pengendali Mutu
5. Tim Akreditasi

MEMOTONG KUKU PASIEN

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

1/2

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................

PENGERTIAN
TUJUAN

KEBIJAKAN
PROSEDUR

Memotong kuku pasien yang panjang karena pasien tidak


mampu melakukannya sendiri
1. Untuk menjaga kebersihan tangan dan kaki,
2. Untuk mencegah timbulnya luka (infeksi)
3. Untuk mencegah kaki berbau tidak sedap
4. Mengkaji / memantau masalah pada kuku tangan dan kaki.
Dilakukan setiap pasien yang tidak mampu memotong kuku
secara mandiri
PERSIAPAN ALAT
1. Alat pemotong kuku
2. Handuk
3. Baskom berisikan air hangat
4. Nearbeken
5. Sabun
6. Sikat kuku
PERSIAPAN PASIEN
1. Berikan 5 S (senyum, salam, sapa, sopan dan santun)
2. Identifikasi pasien
3. Jelaskan tindakan/prosedur yang akan dilakukan pada
pasien dan keluarga
4. Atur posisi dan privasi pasien
PELAKSANAAN
A. Memotong Kuku Jari Tangan
1. Dekatkan alat kepada pasien
2. Cuci tangan dengan 6 langkah
3. Ucapkan Bismillaahirrohmaanirrohiim
4. Rendam tangan pasien di dalam air hangat selama 2
menit untuk melunakkan kuku bila kuku sangat kotor
harus disikat dengan sikat kuku dan sabun, kemudian
bilas dengan air hangat dan keringkan dengan handuk
5. Letakkan tangan di atas nearbeken agar potongan
kuku tidak berserakan

MELAKUKAN LOGROLLING PADA PASIEN

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

2/2

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

Tanggal Terbit :

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................

7.
8.
9.
10.

11.

12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.

UNIT TERKAIT

1.
2.
3.
4.
5.
5.

tidur yang berlawanan dengan posisi perawat


Gunakan satu bantal untuk menyokong kepala pasien
selama dan sesudah mengubah posisi
Letakkan bantal di antara kaki pasien
Instruksikan pasien untuk meletakkan tangan di atas dada
Pegang/sokong bagian kepala,bahu,panggul,lengan dan
kaki,pada hitungan ketiga,gulingkan pasien secara
bersamaan pada posisi lateral
Support pasien dengan bantal seperti pada posisi side
lying.Pasien yang di curigai atau yang mengalami spinal
injuri harus menggunakan collar servikal(penyangga leher )
Tanyakan pada pasien apakah posisinya sudah nyaman
Observasi keadaan pasien
Ucapkan Al Hamdulillaahirobbilalamiin
Rapikan pasien
Bereskan alat dan kembalikan ke tempat semula
Menjelaskan kepada pasien/keluarga pasien bahwa
tindakan telah selesai di kerjakan.
Cuci tangan dengan 6 langkah
Dokumentasikan tindakan yang dilakukan dan hasil
observasi pada catatan terintegrasi (nama, waktu, tanggal,
tanda tangan
Rawat Inap
UGD / VK
IBS / ICU
Tim PPI
Tim Pengendali Mutu
Tim Akreditasi

MELAKUKAN LOGROLLING PADA PASIEN

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

1/2

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................

PENGERTIAN

TUJUAN

KEBIJAKAN
PROSEDUR

Sebuah teknik yang di gunakan untuk memiringkan pasien


yang badannya harus setiap saat di jaga pada posisi lurus
sejajar
Untuk mempertahankan aligenment yang benar dalam usaha
untuk mencegah kemungkinan cedera neurologis lebih lanjut
dan mencegah penekanan area cedera
Dilakukan pada setiap pasien yang memerlukan posisi
logrolling sesuai advice dokter
PERSIAPAN ALAT
1. Bantal
2. Tempat tidur
3. Gulungan handuk
4. Bantalan kaki
5. Sarung tangan jika perlu
PERSIAPAN PASIEN
1. Menerima pendelegasian dari dokter untuk tindakan medis
2. Berikan 5 S (senyum, salam, sapa, sopan dan santun)
3. Identifikasi pasien Menerima pendelegasian dari dokter
untuk tindakan medis
4. Jelaskan tindakan/prosedur yang akan dilakukan pada
pasien dan keluarga
5. Atur posisi dan privasi pasien
PELAKSANAAN
1. Dekatkan alat kepada pasien
2. Cuci tangan dengan 6 langkah
3. Ucapkan Bismillaahirrohmaanirrohiim
4. Tinggikan tempat tidur ke tingkat yang nyaman untuk
bekerja,pindahkan bantal bantal
5. Semua perawat berdiri di sisi tempat tidur yang sama
dengan kaki flexi,satu kaki berada di depan kaki yang lain
6. Geser pasien kesatu sisi tempat tidur dengan cara
mengangkat
pasien
secara
bersamaan
dengan
menggunakan alat bantu.Naikkan sisi penghalang tempat

MELATIH RENTANG PERGERAKAN SENDI (ROM)


PADA PASIEN
No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

2/2

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

Tanggal Terbit :

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................

5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.

UNIT TERKAIT

1.
2.
3.
4.
9.

fleksi,ekstensi,abduksi,adduksi,rotasi
Evaluasi kenyamanan pasien selama pasien,apakah ada
oedema pada persendian
Ucapkan Al Hamdulillaahirobbilalamiin
Rapikan pasien
Lepaskan sarung tangan
Bererskan alat dan kembalikan ke tempat semula
Menjelaskan kepada pasien/keluarga pasien bahwa
tindakan telah selesai di kerjakan.
Cuci tangan dengan 6 langkah
Kaji respon pasien
Dokumentasikan tindakan yang dilakukan dan hasil
observasi pada catatan terintegrasi (nama, waktu, tanggal,
tanda tangan)
Rawat Inap
ICU
Tim PPI
Tim Pengendali Mutu
Tim Akreditasi

MELATIH RENTANG PERGERAKAN SENDI (ROM)


PADA PASIEN
No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

1/2

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................

PENGERTIAN

TUJUAN

KEBIJAKAN
PROSEDUR

Latihan gerak isotonic (terjadi kontraksi dan pergerakan otot)


yang dilakukan pasien dengan menggerakkan masing
masing persendiannya sesuai dengan rentang geraknya yang
normal
1. Mempertahankan atau meningkatkan kekuatan dan
kelenturan otot
2. Mempertahankan fungsi kardiorepiratori
3. Mencegah kontraktur dan kekakuan pada persendian
Dilakukan pada pasien yang kurang aktif menggerakkan
tubuhnya secara mandiri
PERSIAPAN ALAT
1. Tempat tidur
2. Sarung tangan jika perlu
3. Bantal
PERSIAPAN PASIEN
1. Menerima pendelegasian dari dokter untuk tindakan medis
2. Berikan 5 S (senyum, salam, sapa, sopan dan santun)
3. Identifikasi pasien
4. Jelaskan tindakan/prosedur yang akan dilakukan pada
pasien dan keluarga
PELAKSANAAN
1. Dekatkan alat kepada pasien
2. Cuci tangan dengan 6 langkah
3. Pakai sarung tangan jika perlu
5. Ucapkan Bismillaahirrohmaanirrohiim
6. Membantu pasien dalam posisi tidur terlentang
7. Melatih pergerakan otot dan persendian di mulai dari
kepala dan leher
8. Melatih pergerakan otot dan persendian pada
bahu,siku,pergelangan tangan,jari jari tangan
9. Meletih pergerakan otot dan persendian pada
pinggul,lutut,pergelangan kaki dan jari jari kaki
4. Melakukan
pergerakan
secara

MEMBANTU PASIEN DUDUK DI TEMPAT TIDUR

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

2/2

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................
nyaman
Observasi keadaan pasien
Ucapkan Al Hamdulillaahirobbilalamiin
Rapikan pasien
Bererskan alat dan kembalikan ke tempat semula

11.
12.
13.
14.
15. Menjelaskan kepada pasien/keluarga pasien bahwa

tindakan telah selesai di kerjakan


16. Cuci tangan dengan 6 langkah

UNIT TERKAIT

17. Dokumentasikan tindakan yang dilakukan dan hasil


observasi pada catatan terintegrasi (nama, waktu, tanggal,
tanda tangan)
1. Rawat Inap
2. UGD / VK
3. ICU
4. Tim PPI
5. Tim Pengendali Mutu
5. Tim Akreditasi

MEMBANTU PASIEN DUDUK DI TEMPAT TIDUR

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

1/2

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................

PENGERTIAN
TUJUAN

KEBIJAKAN
PROSEDUR

Tindakan yang mempertahankan kemampuan mobilitas pasien


1. Memenuhi kebutuhan mobilitas
2. Mempertahankan toleransi terhadap aktivitas
3. Mempertahankan kenyamanan
Dilakukan pada pasien yang tidak mampu duduk secara
mandiri
PERSIAPAN ALAT
1. Bantal
2. Tempat tidur
PERSIAPAN PASIEN
1. Berikan 5 S (senyum, salam, sapa, sopan dan santun)
2. Identifikasi pasien
3. Jelaskan tindakan/prosedur yang akan dilakukan pada
pasien dan keluarga
4. Atur posisi dan privasi pasien
PELAKSANAAN
1. Dekatkan alat kepada pasien
2. Cuci tangan dengan 6 langkah
3. Ucapkan Bismillaahirrohmaanirrohiim
4. Bantu pasien pada posisi miring ke satu sisi,posisikan
perawat menghadap ke sisi dimana pasien akan duduk
5. Tinggikan kepala tempat tidur sesuai dengan kenyamanan
pasien
6. Perawat berdiri menghadap pasien.Letakkan lengan di
bawah bahu menyokong kepala dan leher,letakkan tangan
lain di atas paha pasien
7. Pindahkan kaki pasien di tepi tempat tidur
8. Bantu pasien pada posisi duduk dengan gerakan
mengayun pada kaki
9. Tetep berada di depan pasien sehingga seimbang
10. Evaluasi inspeksi kuli pasien pada daerah yang terkena
dan tanyakan pada pasien,apakah pasien sudah posisinya

MEMBANTU MEMINDAHKAN PASIEN


DARI TEMPAT TIDUR KE KURSI RODA

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

2/2

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................

UNIT TERKAIT

(lumpuh layu)
12. Ulangi langkah-langkah prosedur dan cara yang akan
digunakan untuk berpindah.
13. Sokong pasien lewat axila dan letakkan tangan di atas
scavula atau pegang sabuk pengaman kursi roda. Pasien
dapat meletakkan tangan di bahu perawat (bukan di sekitar
leher perawat)
14. Instruksikan pasien untuk berdiri tegak pada hitungan ke-3,
bila perlu stabilkan pasien dengan meletakkan lutut di
depan lutut pasien
15. Arahkan pasien ke kursi roda, anjurkan untuk memegang
sisi kursi atau kursi roda
16. Fleksikan panggul dan lutut ketika menurunkan pasien ke
kursi roda
17. Letakkan kaki pasien pada alas kaki di kursi roda
18. Kaji respon pasien
19. Ucapkan Al Hamdulillaahirobbilalamiin
20. Lepaskan sarung tangan
21. Cuci tangan dengan 6 langkah
1. UGD / VK
2. ICU
3. Rawat inap
4. Rawat Jalan
5. Tim PPI
6. Tim Pengendali Mutu
7. Tim Akreditasi

MEMBANTU MEMINDAHKAN PASIEN


DARI TEMPAT TIDUR KE KURSI RODA

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

1/2

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................

PENGERTIAN
TUJUAN
KEBIJAKAN

PROSEDUR

Memindahkan pasien dari atas tempat tidur ke kursi roda untuk


menjalani prosedur atau tindakan tertentu
1. Menjalani prosedur perawatan tertentu
2. Memindahkan ke tempat atau ruangan tertentu
Dilakukan kepada pasien yang tidak mampu melakukan
gerakan untuk berpindah dari tempat tidur ke kursi roda secara
mandiri
PERSIAPAN ALAT
1. Kursi roda
2. Sarung tangan
PERSIAPAN PASIEN
1. Berikan 5 S (senyum, salam, sapa, sopan dan santun)
2. Identifikasi pasien
3. Jelaskan tindakan/prosedur yang akan dilakukan pada
pasien dan keluarga
4. Atur posisi dan privasi pasien
PELAKSANAAN
1. Dekatkan kursi roda ke tempat tidur pasien
2. Berikan 5 S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan dan Santun)
3. Cuci tangan dengan 6 langkah
4. Pakai sarung tangan
5. Ucapkan Bismillaahirrohmaanirrohiim
6. Turunkan posisi tempat tidur, tutup sisi pengaman tempat
tidur yang berawal dengan pasien dan anjurkan pasien
untuk bergeser ke arah perawat
7. Bantu pasien pada posisi duduk
8. Instruksikan pasien untuk tarik nafas dalam, kemudian
dorong untuk melakukan pergerakan bahu, kaki dan duduk
selama 1 - 2 menit
9. Bantu pasien untuk menggunakan alas kaki atau sepatu
dan letakkan kaki datar di lantai
10. Gunakan sabuk kursi roda untuk berpindah bila diperlukan
11. Gunakan penyangga lengan kursi roda jika lengan flaccid

MEMBANTU MEMINDAHKAN PASIEN DARI


TEMPAT TIDUR KE BRANKAR
No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

..

1/1

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) - 20712

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU PermataMadina
Panyabungan

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

PENGERTIAN
TUJUAN
KEBIJAKAN

PROSEDUR

UNIT TERKAIT

Memindahkan pasien dari atas tempat tidur ke brankar untuk


menjalani prosedur atau tindakan tertentu
1. Menjalani prosedur perawatan tertentu
2. Memindahkan ke tempat atau ruangan tertentu
Dilakukan kepada pasien yang tidak mampu melakukan
gerakan untuk berpindah dari tempat tidur ke brankar secara
mandiri
PERSIAPAN ALAT
Brankar
PENATALAKSANAAN
1. Dekatkan brankar ke tempat tidur
2. Atur brankar dalam posisi terkunci dengan sudut 900
terhadap tempat tidur
3. Dua atau tiga orang perawat menghadap ke tempat tidur
4. Silangkan tangan pasien ke depan dada
5. Tekuk lutut anda, kemudian masukkan tangan anda ke
bawah tubuh pasien
6. Perawat pertama meletakkan tangan di bawah leher dan
bawah punggung atas, perawat kedua meletakkan
tangan di bawah pinggang dan panggul pasien,
sedangkan perawat ketiga meletakkan tangan dibawah
pinggul dan kaki.
7. Ucapkan Bismillahirrohmanirrhim
8. Perawat pertama memberi instruksi, pada hitungan
ketiga, angkat pasien bersama-sama dan pindahkan ke
brankar
9. Lakukan pemindahan senyaman mungkin
10. Ucapkan Alhamdulillahirobbil aalamin
11. Atur posisi dan privasi pasien
12. Pasang guardrill brankar
1. Rawat Inap
2. Tim PPI
3. Tim Pengendali Mutu
4. Tim Akreditasi

MEMBANTU PASIEN AMBULASI

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

2/2

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................

UNIT TERKAIT

yang lebih lemah),bila menggunakan sabuk maka


pengang sabuk di bagian pinggang dan tangan lain di
bawah siku pada lengan yang di fleksikan.
9. Bila pasien menggunakan infus letakkan tiang infus
sejajar dengan lokasi penusukan infus instruksikan pasien
untuk memengang tiang infus
10. Bila pasien menggunakan kateter anjurkan pasien untuk
membawa kateter lebih rendah dan selang tidak tertarik
11. Coba beberapa langkah kaji kekuatan dan keseimbangan
pasien,anjurkan pasien untuk melihat ke depan
12. Bila pasien kelelahan/pusing kembali ke tempat tidur atau
bantu pasien untuk duduk
13. pastiklan rencana ambulasi selanjutnya berdasarkan
kemampuan pasien yang di harapkan/normalnya
14. Observasi keadaan pasien
15. Ucapkan Al Hamdulillaahirobbilalamiin
16. Rapikan pasien
17. Bererskan alat dan kembalikan ke tempat semula
18. Menjelaskan kepada pasien/keluarga pasien bahwa
tindakan telah selesai di kerjakan.
19. Cuci tangan dengan 6 langkah
20. Dokumentasikan tindakan yang dilakukan dan hasil
observasi pada catatan terintegrasi (nama, waktu,
tanggal, tanda tangan
1. Rawat Inap
2. ICU
3. Tim PPI
4. Tim Pengendali Mutu
5. Tim Akreditasi

MEMBANTU PASIEN AMBULASI

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

1/2

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................

PENGERTIAN

TUJUAN

KEBIJAKAN
PROSEDUR

Tahapan kegiatan yang di lakukan segera pada pasien


pascaoperasi di mulai dari bangun,duduk di sisi tempat tidur,
hingga pasien turun dari tempat tidur,berdiri dan mulai belejar
berjalan
1. Untuk memperbaiki sirkulasi
2. Mencegah flebo thrombosis ( thrombosis vena profunda )
3. Mengurangi komplikasi imobilisasi pascaoperasi
4. Mempercepat pemulihan peristaltic usus
5. Mempercepat pemulihan kondisi pasien
PERSIAPAN ALAT
1. Belt untuk membantu menjaga keseimbangan pasien
(untuk pasien dengan gangguan keseimbangan)
2. Alas kaki
PERSIAPAN PASIEN
1. Berikan 5 S (senyum, salam, sapa, sopan dan santun)
2. Identifikasi pasien
3. Jelaskan tindakan/prosedur yang akan dilakukan pada
pasien dan keluarga
4. Atur posisi dan privasi pasien
PELAKSANAAN
1. Dekatkan alat kepada pasien
2. Cuci tangan dengan 6 langkah
3. Ucapkan Bismillaahirrohmaanirrohiim
4. Turunkan ketinggian tempat tidur
5. Bantu pasien pada posisi duduk di sisi tempat tidur,kaji
adanya pusing,kaji tanda vital
6. Bantu pasien menggunakan alas kaki
7. Kenakan transfer belt di sekitar pinggang pasien bila
pasien tidak stabil kaji pasien untuk berdiri,kaji
keseimbangan pasien.Kembalikan pasien ke posisi semula
bila lelah.Pastikan pasien tidak memengang leher perawat
8. Posisikan perawat di samping pasien (pada posisi kaki

MEMBANTU PASIEN BERJALAN

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

1/1

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................

PENGERTIAN

TUJUAN
KEBIJAKAN
PROSEDUR

UNIT TERKAIT

Cara membantu pasien untuk menyeimbangkan tubuhnya


kembali dan mengembalikan kemampuan mempertahankan
tubuh dalam posisi berdiri sehingga dapat berjalan
1. Memulihkan toleransi aktivitas/mobilisasi
2. Mencegah terjadinya kontraktur sendi
Dilakukan kepada setiap pasien yang tidak dapat berjalan
secara mandiri
PERSIAPAN PASIEN
1. Berikan 5 S (senyum, salam, sapa, sopan dan santun)
2. Identifikasi pasien
3. Jelaskan tindakan/prosedur yang akan dilakukan pada
pasien dan keluarga
4. Atur posisi dan privasi pasien
PELAKSANAAN
1. Cuci tangan dengan 6 langkah
2. Ucapkan Bismillahirrohmanirrohim
3. Minta pasien untuk meletakkan tangannya disamping
badan atau memegang telapak tangan perawat.
4. Berdiri disamping pasien dan pegang lengan atau pundak
pasien.
5. Bantu pasien untuk berjalan.
6. Observasi respon pasien saat berjalan
7. Ucapkan Alhamdulillah
8. Cuci tangan dengan 6 langkah
9. Dokumentasikan tindakan yang dilakukan dan hasil
observasi pada catatan terintegrasi (nama, waktu, tanggal,
tanda tangan)
1. UGD / VK
2. Rawat Inap, Rawat Jalan, IBS, ICU
3. Tim Pengendali Mutu
4. Tim PPI
5. Tim Akreditasi

PEMBERIAN OBAT MELALUI ORAL

No. Dokumen

No. Revisi

.............................

.............................

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

Tanggal Terbit :

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Halaman
2/2

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................
6.
7.

UNIT TERKAIT

sediakan air minum pasien


anjurkan pasien untuk tidak menekuk leher waktu
menelan obat
8. anjurkan pasien untuk menelan obat dengan air atau
cairan lain bila tidak ada kontra indikasi
9. observasi waktu pasien minum obat,bila pasien kesulitan
menelan masukkan jari dengan sarung tangan hati hati
ke dalam mulut untuk memasukkan obat jauh di belakang
lidah,kemudian berikan minum dan pastikan obat sudah di
minum
10. cek kembali setelah 30 menit untuk melihat respon pasien
terhadap obat
11. Observasi keadaan pasien
12. Ucapkan Al Hamdulillaahirobbilalamiin
13. Rapikan pasien
14. Bereskan alat dan kembalikan ke tempat semula
15. Lepas sarung tangan dan buang dalam nearbeken.
16. Menjelaskan kepada pasien/keluarga pasien bahwa
tindakan telah selesai di kerjakan.
17. Cuci tangan dengan 6 langkah
18. Kaji respon pasien
19. Dokumentasikan tindakan yang dilakukan dan hasil
observasi pada catatan terintegrasi (nama, waktu,
tanggal, tanda tangan)
1. UGD / VK
2. Rawat Inap
3. ICU
4. Tim PPI
5. Tim Pengendali Mutu
6. Tim Akreditasi

PEMBERIAN OBAT MELALUI ORAL

No. Dokumen

No. Revisi

.............................

.............................

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Halaman
1/2

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................

PENGERTIAN
TUJUAN

KEBIJAKAN
PROSEDUR

Menyiapkan dan memberikan obat untuk pasien melalui mulut


untuk selanjutnya di telan
1. Menyediakan obat yang memiliki efek lokal atau sistemik
melalui saluran gastrointestinal
2. Menghindari pemberian obat yang dapat menyebabkan
kerusakan kulit dan jaringan
Dilakukan pada setiap pasien yang dapat minum obat oral
sesuai dengan advice dokter
PERSIAPAN ALAT
1. Daftar therapy pemberian obat
2. Obat dan tempatnya
3. Air minum dan tempatnya
4. Sarung tangan
5. nearbeken
PERSIAPAN PASIEN
1. Menerima pendelegasian dari dokter untuk tindakan medis
2. Berikan 5 S (senyum, salam, sapa, sopan dan santun)
3. Identifikasi pasien
4. Jelaskan tindakan/prosedur yang akan dilakukan pada
pasien dan keluarga
5. Sediakan privasi pasien
6. Pastikan obat dengan prinsip 7 benar (Pasien, Obat, Cara,
Waktu, Dosis, Dokumentasi,Informasi).
PELAKSANAAN
1. Dekatkan alat kepada pasien
2. Cuci tangan dengan 6 langkah
3. Ucapkan Bismillaahirrohmaanirrohiim
4. Bawa ke kamar pasien sekali lagi lakukan cek ke dua
sesuai dengan prinsip 7 benar
5. Tuangkan obat cair dengan cara :
a. Buka tutup botol dan letakkan dengan posisi terbalik
b. tuangkan obat dari botol dengan label arah ke atas
c. ukur dosis sesuai advice dokter

PEMBERIAN OBAT MELALUI SUBLINGUAL

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

2/2

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
panyabungan

.............................
...................................

UNIT TERKAIT

seluruhnya
8. Anjurkan pasien agar tetap menutup mulut, tidak minum
dan berbicara selama obat belum terlarut seluruhnya
9. Ucapkan Alhamdulillaahirobbilalamiin
10. Cuci tangan dengan 6 langkah
11. Evaluasi reaksi obat
12. Rapikan pasien dan alat
13. Dokumentasikan tindakan yang dilakukan dan hasil
observasi pada catatan terintegrasi (nama, waktu, tanggal,
tanda tangan)
1. UGD / VK
2. Rawat Inap
3. IBS
4. ICU
5. Tim PPI
6. Tim Pengendali Mutu
7. Tim Akreditasi

PEMBERIAN OBAT MELALUI SUBLINGUAL

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

1/2

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
panyabungan

.............................
...................................

PENGERTIAN
TUJUAN

KEBIJAKAN
PROSEDUR

Pemberian obat dengan cara meletakkannya di bawah lidah


sampai habis di absorbsi ke dalam pembuluh darah
1. Memperoleh efek local dan sistemik
2. Memperoleh aksi kerja obat yang lebih cepat dibandingkan
secara oral
3. Menghindari kerusakan hepar oleh obat
Diberikan pada pasien yang memerlukan/membutuhkan reaksi
obat yang lebih cepat sesuai advice dokter
PERSIAPAN ALAT
1. Obat yang sudah ditentukan
2. Tongspatel (bila perlu)
3. Sarung tangan (bila perlu)
4. Kasa untuk membungkus tongspatel
PERSIAPAN PASIEN
1. Menerima pendelegasian dari dokter untuk tindakan medis
2. Berikan 5 S (senyum, salam, sapa, sopan dan santun)
3. Identifikasi pasien
4. Jelaskan tindakan/prosedur yang akan dilakukan pada
pasien dan keluarga
5. Atur posisi dan privasi pasien
6. Pastikan obat dengan prinsip 7 Benar (Benar Pasien,
Benar Obat, Benar Waktu, Benar Dosis, Benar Cara/Rute,
Benar Dokumentasi, Benar Informasi)
PELAKSANAAN
1. Dekatkan alat
2. Cuci tangan dengan 6 langkah
3. Ucapkan bismillahirrohmanirrohim
4. Pasang handscoon (bila perlu)
5. Anjurkan pasien untuk mengangkat lidahnya atau
memasang tongspatel (jika pasien tidak sadar)
6. Letakkan obat di bawah lidah pasien
7. Beritahu pasien supaya tidak menelan obat dan biarkan
berada di bawah lidah sampai habis di absorbsi

PEMBERIAN OBAT MATA

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

3/3

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

Tanggal Terbit :

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................
7.
8.
9.

UNIT TERKAIT

Bereskan alat dan kembalikan ke tempat semula


Lepas sarung tangan dan buang dalam nearbeken.
Menjelaskan kepada pasien/keluarga pasien bahwa
tindakan telah selesai di kerjakan.
10. Cuci tangan dengan 6 langkah
11. Kaji respon pasien
12. Dokumentasikan tindakan yang dilakukan dan hasil
observasi pada catatan terintegrasi (nama, waktu,
tanggal, tanda tangan)
1. UGD / VK
2. IBS / ICU
3. Rawat Inap
4. Perinatologi
5. Rawat Jalan
6. Tim PPI
7. Tim Pengendali Mutu
8. Tim Akreditasi

PEMBERIAN OBAT MATA

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

2/3

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

Tanggal Terbit :

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................
3.
4.
5.
6.
7.

8.

9.

Pakai sarung tangan


Ucapkan Bismillaahirrohmaanirrohiim
Buka tutup botol dan letakkan dengan posisi keatas
Pasang pengalas handuk atau tissue
Bersihkan tepi mata dengan kapas atau kassa yang
dibasahi dengan cairan aquabidest.Untuk setiap kapas
sekali usap,dari arah dalam ke luar kantus
Anjurkan
pasien
dalam
posisi
duduk
atau
terlentang.Tekuk leher kepala ke belakang bila dalam
posisi duduk.Bila berbaring beri bantal di belakang leher
Berikan tissue di bawah mata,untuk menjaga obat yang
mengalir keluar

Tetes mata
1. Dengan ibu jari dan telunjuk tangan kiri, buka kelopak
mata pasien.Ibu jari menekan dengan tissue atau kapas
pada
tulang
orbita
untuk
menutup
kelenjar
akrimale.Teteskan obat ke kantung konyungtiva bawah
setinggi - inchi jangan menetesi pada kornea
2. Setelah meneteskan obat, minta pasien untuk menutup
mata perlahan lahan
3. Obat ditutup kembali tanpa menyentuh bagian dalam dari
tutup atau penetes
Salep mata
1. Buka tutup, pengang aplikator salep di bagian atas tepi
kelopak mata, pencet tube atau alirkan pada kantong
konjungtiva bawah.Jangan sampai menyentuh pinggir
mata
2. Anjurkan pasien menutup mata,gerakkan mata perlahan
dan berkedip kedip
3. Kelebihan obat di hapus dengan tissue atau kapas
4. Observasi keadaan pasien
5. Ucapkan Al Hamdulillaahirobbilalamiin
6. Rapikan pasien

PEMBERIAN OBAT MATA

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

1/3

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................

PENGERTIAN
TUJUAN

KEBIJAKAN
PROSEDUR

Memberikan obat pada mata dalam bentuk cair atau ointment


(salep)
1. Mengobati gangguan mata
2. Mendilatasikan pupil pada pemeriksaan struktur internal
mata
3. Melemahkan otot lensa mata pada pengukuran refraksi
mata
4. Mencegah kekeringan pada mata
Dilakukan pada setiap pasien yang memerlukan pengobatan
mata sesuai advice dokter
PERSIAPAN ALAT
1. Handuk atau tissue
2. Kassa
3. Kapas
4. Kom berisi cairan aquabidest
5. Sarung tangan
6. Daftar pemberian therapi obat
7. Obat mata pada tempatnya
8. Nearbeken
9. Alat tulis
PERSIAPAN PASIEN
1. Menerima pendelegasian dari dokter untuk tindakan
medis
2. Berikan 5 S (senyum, salam, sapa, sopan dan santun)
3. Identifikasi pasien
4. Jelaskan tindakan/prosedur yang akan dilakukan pada
pasien dan keluarga
5. Atur posisi dan privasi pasien
6. Pastikan obat dengan prinsip 7 benar (Pasien, Obat,
Cara, Waktu, Dosis, Dokumentasi,Informasi).
PELAKSANAAN
1. Dekatkan alat kepada pasien
2. Cuci tangan dengan 6 langkah

PEMBERIAN OBAT TETES HIDUNG

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

2/2

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................

UNIT TERKAIT

tutup.jaga jangan sampai menetes menyentuh nares


9. Observasi keadaan pasien
a. Respon pasien
b. Perubahan suara nafas pasien
c. Peningkatan toleransi terhadap aktifitas
10. Ucapkan Al Hamdulillaahirobbilalamiin
11. Rapikan pasien
12. Bereskan alat dan kembalikan ke tempat semula
13. Lepas sarung tangan dan buang dalam nearbeken.
14. Menjelaskan kepada pasien/keluarga pasien bahwa
tindakan telah selesai di kerjakan.
15. Cuci tangan dengan 6 langkah
16. Dokumentasikan tindakan yang dilakukan dan hasil
observasi pada catatan terintegrasi (nama, waktu, tanggal,
tanda tangan)
1. UGD / VK
2. Rawat Inap
3. IBS / ICU
4. Rawat Jalan
5. Perinatologi
6. Tim PPI
7. Tim Pengendali Mutu
9. Tim Akreditasi

PEMBERIAN OBAT TETES HIDUNG

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

1/2

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................

PENGERTIAN
TUJUAN

KEBIJAKAN
PROSEDUR

Memberikan obat tetes melalui hidung


1. Mengencerkan sekresi dan memfasilitasi drainase dari
hidung
2. Mengobati infeksi pada rongga hidung dan sinus
Diberikan pada setiap pasien yang memerlukan pengobatan
melalui hidung sesuai advice dokter
PERSIAPAN ALAT
1. Sarung tangan
2. Kassa
3. Daftar pemberian therapy obat
4. Handuk/tissue
5. Obat yang telah di tentukan
6. Nearbeken
7. Alat tulis
PERSIAPAN PASIEN
1. Menerima pendelegasian dari dokter untuk tindakan medis
2. Berikan 5 S (senyum, salam, sapa, sopan dan santun)
3. Identifikasi pasien
4. Jelaskan tindakan/prosedur yang akan dilakukan pada
pasien dan keluarga
5. Atur posisi dan privasi pasien
6. Pastikan obat dengan prinsip 7 benar (Pasien, Obat, Cara,
Waktu, Dosis, Dokumentasi,Informasi)
PELAKSANAAN
1. Dekatkan alat kepada pasien
2. Cuci tangan dengan 6 langkah
3. Pakai sarung tangan
4. Ucapkan Bismillaahirrohmaanirrohiim
5. Beri pengalas handuk atau tissue
6. Bersihkan lobang hidung yang akan di tetes
7. Siapkan obat yang ak an digunakan anjurkan pasien tarik
napas dan tahan untuk tidak batuk atau bersih
8. Teteskan obat pada sisi nares dan lubang yang satu di

PEMBERIAN OBAT TETES TELINGA

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

2/2

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................

UNIT TERKAIT

6. Bersihkan liang telinga dengan kapas basah


7. Buka
lobang
telinga
dengan
menarik
pina
kebelakang.untuk anak < dari 3 tahun tarik ke arah
bawah belakang sedangkan pada orang dewasa ke arah
luar atas
8. Kaji adanya peradangan,pembengkakan dan kebersihan
pada telniga
9. Teteskan obat pada tepi kanal telinga
10. Tetap pada posisinya selama 5 menit
11. Tekan pelan pada tragus
12. Observasi keadaan pasien
13. Ucapkan Al Hamdulillaahirobbilalamiin
14. Rapikan pasien
15. Bereskan alat dan kembalikan ke tempat semula
16. Lepas sarung tangan dan buang dalam nierbeken.
17. Menjelaskan kepada pasien/keluarga pasien bahwa
tindakan telah selesai di kerjakan.
18.Cuci tangan dengan 6 langkah
19.Kaji respon pasien
20.Dokumentasikan tindakan yang dilakukan dan hasil
observasi pada catatan terintegrasi (nama, waktu,
tanggal, tanda tangan)
1. UGD / VK
2. IBS/ICU
3. Rawat Inap
4. Rawat Jalan
5. Perinatologi
6. Tim PPI
7. Tim Pengendali Mutu
8. Tim Akreditasi

PEMBERIAN OBAT TETES TELINGA

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

1/2

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................

PENGERTIAN
TUJUAN

KEBIJAKAN

Memberikan obat pada telinga melalui kanal eksternal dalam


bentuk cair
1. Memberikan efek terapi lokal (menguragi peradangan,
membunuh organisme penyebab infeksi pada kanal telinga
eksternal)
2. Menghilangkan nyeri
3. Melunakkan serumen agar mudah di ambil
Diberikan pada setiap pasien yang memerlukan obat tetes
telinga sesuai advice dokter
PERSIAPAN ALAT
1. Daftar pemberian therapy obat
2. Obat dalam tempatnya
3. Sarung tangan
4. Handuk/tissue
5. Kassa atau kapas
6. Alat tulis
7. Nearbeken
PERSIAPAN PASIEN
1. Menerima pendelegasian dari dokter untuk tindakan medis
2. Berikan 5 S (senyum, salam, sapa, sopan dan santun)
3. Identifikasi pasien
4. Jelaskan tindakan/prosedur yang akan dilakukan pada
pasien dan keluarga
5. Atur posisi dan privasi pasien
6. Pastikan obat dengan prinsip 7 benar (Pasien, Obat, Cara,
Waktu, Dosis, Dokumentasi,Informasi)
PELAKSANAAN
1. Dekatkan alat kepada pasien
2. Cuci tangan dengan 6 langkah
3. Pakai sarung tangan
4. Ucapkan Bismillaahirrohmaanirrohiim
5. Anjurkan pasien dalam posisi duduk atau miring kesisi
yang berlawanan

PEMBERIAN OBAT TOPIKAL

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

2/2

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
panyabungan

.............................
...................................

UNIT TERKAIT

kulit.
6. Bersihkan kulit dengan hati-hati dengan menggunakan
kassa yang dibasahi NaCl 0,9%.
7. Buka tutup obat dan mengoleskan obat dengan hati-hati
kekulit pasien, jaga obat dari pinggiran kemasan jangan
sampai meleleh, pakai obat pada area yang mengalami
kelainan dan ratakan obat, setelah selesai tutup obat.
8. Ucapkan Al Hamdulillaah
9. Lepas sarung tangan dan buang dalam nearbeken.
10. Observasi respon alergi selama 15 menit.
11. Tutup daerah yang diberi obat dengan kain kasa.
12. Jelaskan kepada pasien/keluarga pasien bahwa tindakan
telah selesai di kerjakan.
13. Rapikan pasien
14. Bereskan alat dan rapikan pada tempat semula.
15. Cuci tangan dengan 6 langkah
16. Kaji respon pasien
17. Dokumentasikan tindakan yang dilakukan dan hasil
observasi pada catatan terintegrasi (nama, waktu, tanggal,
tanda tangan)
1. Rawat Inap
2. ICU/IBS
3. VK/UGD
4. Rawat Jalan
5. Perinatologi
6. Tim PPI
7. Tim Pengendali Mutu
8. Tim Akreditas

PEMBERIAN OBAT TOPIKAL

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

1/2

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
panyabungan

.............................
...................................

PENGERTIAN
TUJUAN

KEBIJAKAN
PROSEDUR

Tata cara substansi obat yang akan bereaksi jika dioleskan


pada kulit.
1. Mengurangi iritasi kulit
2. Efek samping yang minimal
3. Untuk memberi obat melalui kulit agar terserap kedalam
kulit
Dilakukan pada setiap pasien yang dianjurkan dokter untuk
pemberian obat melalui topikal
PERSIAPAN ALAT
1. Obat pada tempatnya
2. Kassa steril
3. Nearbeken
4. Sarung tangan
5. NaCl 0,9%
PERSIAPAN PASIEN
1. Menerima pendelegasian dari dokter untuk tindakan medis
2. Berikan 5 S (senyum, salam, sapa, sopan dan santun)
3. Identifikasi pasien
4. Jelaskan tindakan/prosedur yang akan dilakukan pada
pasien dan keluarga
5. Atur posisi dan privasi pasien
PELAKSANAAN
1. Dekatkan alat kepada pasien
2. Cuci tangan dengan 6 langkah
3. Pakai sarung tangan.
4. Ucapkan Bismillaahirrohmaanirrohiim
5. Buka bagian kulit yang akan diobati dan melihat integritas

PEMBERIAN OBAT MELALUI RECTUM

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

2/2

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

Tanggal Terbit :

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................
3.
4.
5.
6.

UNIT TERKAIT

Pakai sarung tangan


Buka pembungkus obat dan pegang dengan kain kassa
Olesi ujung obat supositoria dengan jelly
Minta pasien untuk tidur miring/sim, regangkan bokong
pasien dengan tangan kiri
7. Ucapkan Bismillaahirrohmaanirrohiim
8. Anjurkan pasien menarik napas dalam dan masukkan
supositoria secara perlahan keanus dan mengenai dinding
rektal 10 cm pada orang dewasa dan 5 cm pada
anak/bayi
9. Setelah selesai, tarik jari tangan dan bersihkan daerah
sekitar anus dengan tissue.
10. Observasi keadaan pasien
11. Ucapkan AlHamdulillaahirobbilaalamiin
12. Lepas sarung tangan dan buang dalam nearbeken.
13. Menjelaskan kepada pasien/keluarga pasien bahwa
tindakan telah selesai di kerjakan.
14. Membereskan alat dan merapikan pada tempat semula.
15. Mencuci tangan dengan 6 langkah
16. Kaji respon pasien
17. Dokumentasikan tindakan yang dilakukan dan hasil
observasi pada catatan terintegrasi (nama, waktu, tanggal,
tanda tangan)
1. UGD / VK
2. Rawat Inap
3. Rawat Jalan
4. IBS
5. ICU
6. Perinatologi
7. Tim PPI
8. Tim Pengendali Mutu
9. Tim Akreditasi

PEMBERIAN OBAT MELALUI RECTUM

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

1/2

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................

PENGERTIAN

TUJUAN

KEBIJAKAN
PROSEDUR

Pemberian obat melalui anus atau rectum. Tindakan


pengobatan ini disebut juga pemberian obat supositoria.
Pemberian obat supositoria ini diberikan tepat pada dinding
mukosa rectal yang melewati spingter anus interna.
1. Memberikan efek local (seperti obat dulcolak supositoria
yang berfungsi secara local untuk meningkatkan
defekasi).
2. Memberikan efek sistemik (seperti obat kaltrofen
supositoria yang memberikan efek mengurangi rasa
nyeri).
Setiap pasien yang di advice dokter membutuhkan obat
supositoria.
PERSIAPAN ALAT
1. Catatan pemberian obat
2. Obat supositorium dalam tempatnya
3. Sarung tangan
4. Jelly
5. Nearbeken
6. Kain kassa
7. Tissue
PERSIAPAN PASIEN
1. Menerima pendelegasian dari dokter untuk tindakan medis
2. Berikan 5 S (senyum, salam, sapa, sopan dan santun)
3. Identifikasi pasien
4. Jelaskan tindakan/prosedur yang akan dilakukan pada
pasien dan keluarga
5. Atur posisi dan privasi pasien
6. Pastikan obat dengan prinsip 7 benar (pasien, obat,
cara/route pemberian, dosis, waktu, dokumentasi,
informasi).
PELAKSANAAN
1. Dekatkan alat kepada pasien
2. Mencuci tangan dengan 6 langkah

PEMBERIAN OBAT MELALUI VAGINA

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

2/2

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................

UNIT TERKAIT

9. Masukkan obat supositoria pada dinding kanal vagina


posterior 7 - 10 cm
10. Setelah obat masuk, jari tangan tarik dan bersihkan daerah
sekitar orifisium dan labia dengan tissue
11. Anjurkan pasien tetap pada posisinya selama 10 menit
12. Observasi keadaan pasien
13. Ucapkan Al Hamdulillaahirobbilalamiin
14. Rapikan pasien
15. Bererskan alat dan kembalikan ke tempat semula
16. Lepas sarung tangan dan buang dalam nierbeken.
17. Menjelaskan kepada pasien/keluarga pasien bahwa
tindakan telah selesai di kerjakan.
18. Cuci tangan dengan 6 langkah
19. Kaji respon pasien
20. Dokumentasikan tindakan yang dilakukan dan hasil
observasi pada catatan terintegrasi (nama, waktu, tanggal,
tanda tangan)
1. UGD / VK
2. Rawat Inap
3. IBS, ICU
4. Rawat Jalan
5. Tim PPI
6. Tim Pengendali Mutu
7. Tim Akreditasi

PEMBERIAN OBAT MELALUI VAGINA

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

1/2

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................

PENGERTIAN
TUJUAN
KEBIJAKAN
PROSEDUR

Pemberian obat dengan memasukkan ke dalam tubuh melalui


vagina
1. 1. Mengobati pasien infeksi vagina
2. 2. Menghilangkan nyeri dan ketidaknyamanan pada vagina
Dilakukan pada pasien yang membutuhkan pengobatan
melalui vagina
PERSIAPAN ALAT
1. Obat dalam tempatnya
2. Sarung tangan
3. Kapas sublimat dalam tempatnya
4. Bengkok
5. Tissue
6. Jelly
7. Kassa
PERSIAPAN PASIEN
1. Menerima pendelegasian dari dokter untuk tindakan medis
2. Berikan 5 S (senyum, salam, sapa, sopan dan santun)
3. Identifikasi pasien
4. Jelaskan tindakan/prosedur yang akan dilakukan pada
pasien dan keluarga
5. Atur posisi dan privasi pasien
6. Pastikan obat dengan prinsip 7 benar (Pasien, Obat, Cara,
Waktu, Dosis, Dokumentasi,Informasi).
PELAKSANAAN
1. Dekatkan alat kepada pasien
2. Cuci tangan dengan 6 langkah
3. Pakai sarung tangan
4. Ucapkan Bismillaahirrohmaanirrohiim
5. Atur posisi pasien dengan dorsal recumben
6. Buka pembungkus Aluminium Foil dan oleskan jelly pada
ujung obat
7. Bersihkan daerah vagina dengan kapas sublimat
8. Regangkan labia minora dengan tangan kiri

PEMBERIAN OBAT MELALUI INJEKSI INTRA MUSKULAR

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

3/3

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................

UNIT TERKAIT

26. Dokumentasikan tindakan yang dilakukan dan hasil


observasi pada catatan terintegrasi (nama, waktu, tanggal,
tanda tangan)
1. UGD / VK
2. Rawat Inap
3. IBS, ICU
4. Perinatologi
5. Rawat Jalan
6. Tim PPI
7. Tim Pengendali Mutu
8. Tim Akreditasi

PEMBERIAN OBAT MELALUI INJEKSI INTRA MUSKULAR

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

2/3

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................
alkohol, dengan gerakan sirkular dari arah dalam ke luar
dengan diameter 5 cm tunggu sampai kering
9. Pegang kapas alkohol dengan jari tengah pada tangan non
dominan
10. Buka tutup jarum
11. Tarik kulit ke bawah 2,5 cm di bawah area penusukan
dengan tangan non dominan
12. Dengan cepat masukkan jarum dengan sudut 90o dengan
tangan dominan, masukkan sampai pada jaringan otot
13. Lakukan aspirasi dengan tangan non dominan menahan
barel dari spuit dan tangan dominan menarik flunger
14. Observasi adanya darah pada spuit
15. Jika tidak ada darah, masukkan obat perlahan-lahan
16. Jika terdapat darah :
a. Tarik kembali jarum dari kulit
b. Tekan tempat penusukan selama 2 menit
c. Observasi adanya hematum atau memar
d. Jika perlu, beri plester
e. Siapkan obat yang baru, mulai dengan langkah point
no. 1, pilih area penusukan yang baru
17. Cabut jarum perlahan-lahan dengan sudut yang sama
ketika jarum dimasukkan, sambil melakukan penekanan
dengan menggunakan kapas alkohol pada area
penusukan
18. Jangan massage area injeksi
19. Jika terdapat perdarahan, tekan area tersebut dengan
menggunakan kassa steril sampai perdarahan berhenti
20. Ucapkan Al Hamdulillaah
21. Lepas sarung tangan dan buang dalam nearbeken.
22. Jelaskan kepada pasien/keluarga pasien bahwa tindakan
telah selesai di kerjakan.
23. Bereskan alat dan rapikan pada tempat semula.
24. Cuci tangan dengan 6 langkah
25. Kaji respon pasien

PEMBERIAN OBAT MELALUI INJEKSI INTRA MUSKULAR

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

1/3

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

.............................
...................................

PENGERTIAN
TUJUAN
KEBIJAKAN
PROSEDUR

Pemberian obat/cairan dengan cara memasukkan obat ke


dalam jaringan otot dengan menggunakan spuit
Memasukkan sejumlah obat pada jaringan otot untuk di
absorbsi
Dilakukan pada setiap pasien yang dianjurkan oleh dokter
pemberian obat melalui Intra Muskular (IM)
PERSIAPAN ALAT
1. Catatan pemberian obat
2. Obat dalam tempatnya
3. Spuit dan jarum sesuai dengan ukurannya
4. Kapas alkohol dalam tempatnya
5. Kassa steril
6. Cairan pelarut seperti Aquadest
7. Bak instrument
8. Nearbeken
PERSIAPAN PASIEN
1. Menerima pendelegasian dari dokter untuk tindakan medis
2. Berikan 5 S (senyum, salam, sapa, sopan dan santun)
3. Identifikasi pasien
4. Jelaskan tindakan/prosedur yang akan dilakukan pada
pasien dan keluarga
5. Atur posisi dan privasi pasien
PELAKSANAAN
1. Dekatkan alat kepada pasien
2. Cuci tangan dengan 6 langkah
3. Pakai sarung tangan
4. Ambil obat dan masukkan ke dalam spuit sesuai dengan
dosis, kemudian letakkan dalam bak instrument.
5. Ucapkan Bismillaahirrohmaanirrohiim
6. Buka sebagian penutup daerah yang akan disuntik dari
7. Pilih area penusukan yang bebas dari tanda lesi,
kekakuan, peradangan atau rasa gatal
8. Bersihkan area penusukan dengan menggunakan kapas

PEMBERIAN OBAT MELALUI INJEKSI INTRACUTAN

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

3/2

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
panyabungan

.............................
...................................

PEMBERIAN OBAT MELALUI INJEKSI INTRACUTAN

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

2/2

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

Tanggal Terbit :

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
panyabungan

.............................
...................................
6.
7.
8.
9.
10.
11.

12.
13.
14.
15.

16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
UNIT TERKAIT

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Menyiapkan dosis obat dalam spuit


Masukkan spuit kedalam bak instrumen lalu tutup
Menentukan lokasi tusukan
Buka bak instrumen yang berisi spuit
Melakukan desinfeksi dengan kapas alkohol
Memegang kulit kencang dengan tangan non dominan
dan tangan dominan menusukkan jarum dengan sudut 15
derajat, bayangbayang jarum di bawah kulit harus terlihat
Menyuntikkan obat perlahan lahan sampai terbentuk
pembengkakan atau gelembung
Mencabut jarum perlahan lahanlahan
Memberikan tanda disekitar penyuntikan (berbentuk bulat
1,5 cm dari bekas suntikan)
Memberitahukan kepada pasien/keluarga bahwa tempat
penyuntikan tidak boleh di sentuh atau jangan melakukan
masase pada daerah suntikan
Mengatur kembali posisi pasien senyaman mungkin dan
memberitahukan tindakan sudah selesai di lakukan
Ucapkan alhamdulillaahirobbilalaamiin
Mengobservasi dan evaluasi efek obat lebih kurang 15
menit setelah waktu pemberian
Merapikan pasien, alat dan mengembalikannya pada
tempatnya
Lepaskan sarung tangan, buang sarung tangan kedalam
nierbeken
Mencuci tangan dengan 6 langkah
Dokumentasikan pada catatan terintegrasi (tanggal,
waktu, nama, tanda tangan)
UGD/VK
IBS/ICU
Rawat Inap/Rawat Jalan
Perinatologi
Tim PPI
Tim Pengendali Mutu
Tim Akreditasi

PEMBERIAN OBAT MELALUI INJEKSI INTRACUTAN

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

1/2

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
panyabungan

.............................
...................................

PENGERTIAN

TUJUAN

KEBIJAKAN
PROSEDUR

Merupakan pemberian obat melalui suntikan ke dalam jaringan


kulit yang dilakukan pada lengan bawah bagian dalam atau
tempat lain yang dianggap perlu.
1. Untuk mengetahui reaksi alergi terhadap obat tertentu
2. Untuk vaksinasi
3. Untuk memberikan obat tertentu
4. Membantu penentuan diagnosa pada penyakit tertentu
Dilakukan pada pasien yang membutuhkan pengobatan injeksi
intracutan sesuai advice dokter
PERSIAPAN ALAT
1. Spuit sesuai kebutuhan
2. Bak instrumen
3. Nald 27
4. Sarung tangan
5. Kapas alkohol
6. Obat yang akan di injeksikan
7. Nierbeken
PERSIAPAN PASIEN
1. Menerima pendelegasian dari dokter untuk tindakan
medis
2. Berikan 5 S (senyum, salam, sapa, sopan dan santun)
3. Identifikasi pasien
4. Jelaskan tindakan/prosedur yang akan dilakukan pada
pasien dan keluarga
5. Atur posisi dan privasi pasien
PELAKSANAAN
1. Cuci tangan dengan 6 langkah
2. Pakai sarung tangan steril
3. Ucapkan bismillaahirrohmaanirrohiim
4. Periksa kembali instruksi pengobatan dan menerapkan
prinsip 5 benar pemberian obat (Benar nama, obat, dosis,
waktu dan tempat/lokasi)
5. Buka bak instrumen

PEMBERIAN OBAT MELALUI INJEKSI INTRA VENA

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

3/3

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

.............................
...................................

UNIT TERKAIT

1.
2.
3.
4.
5.
6.

UGD / VK
Rawat Inap
IBS, ICU
Tim PPI
Tim Pengendali Mutu
Tim Akreditasi

PEMBERIAN OBAT MELALUI INJEKSI INTRA VENA

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

2/3

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

.............................
...................................
7. Letakkan pembendung 15 cm di atas area penusukan
8. Pilih area penusukan yang bebas dari tanda lesi,
kekakuan, peradangan atau rasa gatal
9. Bersihkan area penusukan dengan menggunakan kapas
alkohol, dengan gerakan sirkular dari arah dalam ke luar
dengan diameter 5 cm tunggu sampai kering
10. Pegang kapas alkohol dengan jari tengah pada tangan non
dominan
11. Buka tutup jarum
12. Tarik kulit ke bawah 2,5 cm di bawah area penusukan
dengan tangan non dominan
13. Pegang jarum pada posisi 300 sejajar vena yang akan
ditusuk, lalu tusuk perlahan dan pasti
14. Rendahkan posisi jarum sejajar kulit dan teruskan jarum ke
dalam vena
15. Lakukan aspirasi dengan tangan non dominan menahan
barel dari spuit dan tangan dominan menarik flunger
16. Observasi adanya darah pada spuit
17. Jika terdapat darah, lepaskan torniquet dan masukkan
obat perlahan-lahan
18. Keluarkan jarum dari pembuluh vena dengan sudut yang
sama ketika jarum dimasukkan, sambil melakukan
penekanan dengan menggunakan kapas alkhol pada area
penusukan
19. Tutup area penusukan dengan menggunakan kassa steril
yang diberi betadin
20. Ucapkan Al Hamdulillaah
21. Lepas sarung tangan dan buang dalam nearbeken.
22. Jelaskan kepada pasien/keluarga pasien bahwa tindakan
telah selesai di kerjakan.
23. Bereskan alat dan rapikan pada tempat semula.
24. Cuci tangan dengan 6 langkah
25. Kaji respon pasien
26. Dokumentasikan tindakan yang dilakukan dan hasil
observasi pada catatan terintegrasi (nama, waktu, tanggal,
tanda tangan)

PEMBERIAN OBAT MELALUI INJEKSI INTRA VENA

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

1/3

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

.............................
...................................

PENGERTIAN
TUJUAN

KEBIJAKAN
PROSEDUR

Pemberian obat dengan cara memasukkan obat ke dalam


pembuluh darah vena dengan dengan menggunakan spuit
1. Memperoleh reaksi obat yang lebih cepat dibandingkan
dengan injeksi parentral yang lain
2. Menghindari kerusakan jaringan
3. Memasukkan obat dalam volume yang lebih besar
Dilakukan kepada setiap pasien yang dianjurkan oleh dokter
untuk pemberian obat melalui injeksi intra vena
PERSIAPAN ALAT
1. Spuit 3 ml atau 5 ml atau 10 ml
2. Bak instrument
3. Torniquet
4. Nearbeken
5. Kapas alkohol
6. Kassa steril
7. Betadin cair
8. Obat injeksi dalam vial atau ampul
9. Daftar pemberian obat injeksi
10. Sarung tangan
PERSIAPAN PASIEN
1. Menerima pendelegasian dari dokter untuk tindakan medis
2. Berikan 5 S (senyum, salam, sapa, sopan dan santun)
3. Identifikasi pasien
4. Jelaskan tindakan/prosedur yang akan dilakukan pada
keluarga.
5. Atur posisi dan privasi pasien
PELAKSANAAN
1. Dekatkan alat kepada pasien
2. Cuci tangan dengan 6 langkah
3. Pakai sarung tangan
4. Ambil obat dan masukkan ke dalam spuit sesuai dengan
dosis, kemudian letakkan dalam bak instrument.
5. Ucapkan Bismillaahirrohmaanirrohiim
6. Buka sebagian penutup daerah yang akan disuntik

PEMBERIAN OBAT MELALUI


INJEKSI INTRA VENA BOLUS

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

2/2

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

UNIT TERKAIT

Tanggal Terbit :
.............................

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan
...................................

tusukan dengan kapas alkohol


9. Observasi keadaan pasien
10. Letakkan spuit bekas injeksi ke dalam nearbeken
11. Ucapkan Al Hamdulillaahirobbilalamiin
12. Lepas sarung tangan dan buang dalam nearbeken.
13. Jelaskan kepada pasien/keluarga pasien bahwa tindakan
telah selesai di kerjakan.
14. Bereskan alat dan rapikan pada tempat semula.
15. Cuci tangan dengan 6 langkah
16. Kaji respon pasien
17. Dokumentasikan tindakan yang dilakukan dan hasil
observasi pada catatan terintegrasi (nama, waktu, tanggal,
tanda tangan)
1. UGD / VK
2. Rawat Inap
3. Perinatologi
4. IBS, ICU
5. Tim PPI
6. Tim Pengendali Mutu
7. Tim Akreditasi

PEMBERIAN OBAT MELALUI


INJEKSI INTRA VENA BOLUS

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

1/2

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

PENGERTIAN
TUJUAN

KEBIJAKAN
PROSEDUR

Tanggal Terbit :
.............................

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan
...................................

Pemberian injeksi melalui selang infus


1. Untuk memperoleh reaksi obat yang cepat diabsorbsi
daripada dengan injeksi parenteral lain.
2. Untuk menghindari terjadinya kerusakan jaringan
3. Untuk memasukkan obat dalam jumlah yang lebih besar
Dilakukan pada pasien yang membutuhkan pengobatan
intravena sesuai dengan advis dokter
PERSIAPAN ALAT
1. Catatan pemberian obat
2. Obat dalam tempatnya
3. Spuit dan jarum sesuai dengan ukurannya
4. Kapas alkohol dalam tempatnya
5. Cairan pelarut seperti Aquadest
6. Bak instrument
7. Nearbeken
8. Sarung tangan
PERSIAPAN PASIEN
1. Menerima pendelegasian dari dokter untuk tindakan medis
2. Berikan 5 S (senyum, salam, sapa, sopan dan santun)
3. Identifikasi pasien
4. Jelaskan tindakan/prosedur yang akan dilakukan pada
pasien dan keluarga
5. Atur posisi dan privasi pasien
PELAKSANAAN
1. Dekatkan alat kepada pasien
2. Cuci tangan dengan 6 langkah
3. Pakai sarung tangan
4. Ambil obat dan masukkan ke dalam spuit sesuai dengan
dosis, kemudian letakkan dalam bak instrument
5. Ucapkan Bismillaahirrohmaanirrohiim
6. Desinfeksi daerah penusukan pada karet selang infus
dengan kapas alkohol
7. Lakukan penusukan pada karet selang infus dengan
lubang jarum menghadap keatas.
8. Setelah selesai spuit ditarik dan tekan daerah bekas

PEMBERIAN OBAT MELALUI INJEKSI SUBCUTAN

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

3/3

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

.............................
...................................

UNIT TERKAIT

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

UGD / VK
Rawat Inap
IBS, ICU
Perinatologi
Rawat Jalan
Tim PPI
Tim Pengendali Mutu
Tim Akreditasi

PEMBERIAN OBAT MELALUI INJEKSI SUBCUTAN

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

2/3

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

.............................
...................................
9. Pegang kapas alkohol dengan jari tengah pada tangan non
dominan
10. Buka tutup jarum
11. Tarik kulit dan jaringan lemak dengan ibu jari dan jari
tangan non dominan
12. Dengan ujung jarum menghadap ke atas dan
menggunakan tangan dominan, masukkan jarum dengan
sudut 45o
13. Lepaskan tarikan tangan non dominan
14. Tarik flunger dan absorbsi adanya darah pada spuit
15. Jika tidak ada darah, masukkan obat perlahan-lahan
16. Jika terdapat darah :
a. Tarik kembali jarum dari kulit
b. Tekan tempat penusukan selama 2 menit
c. Observasi adanya hematum atau memar
d. Jika perlu, beri plester
e. Siapkan obat yang baru, mulai dengan langkah point
no. 1, pilih area penusukan yang baru
17. Cabut jarum perlahan-lahan dengan sudut yang sama
ketika jarum dimasukkan, sambil melakukan penekanan
dengan menggunakan kapas alkohol pada area
penusukan
18. Jangan massage area injeksi
19. Jika terdapat perdarahan, hapus area tersebut dengan
menggunakan kassa steril sampai perdarahan berhenti
20. Ucapkan Al Hamdulillaah
21. Lepas sarung tangan dan buang dalam nearbeken.
22. Jelaskan kepada pasien/keluarga pasien bahwa tindakan
telah selesai di kerjakan.
23. Bereskan alat dan rapikan pada tempat semula.
24. Cuci tangan dengan 6 langkah
25. Kaji respon pasien
26. Dokumentasikan tindakan yang dilakukan dan hasil
observasi pada catatan terintegrasi (nama, waktu, tanggal,
tanda tangan)

PEMBERIAN OBAT MELALUI INJEKSI SUBCUTAN

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

.............................

.............................

1/3

Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur RSU Permata Madina
Panyabungan

RSU PERMATA MADINA


Jl. Merdeka No. 155 Panyabungan
Kabupaten Mandailing Natal SUMUT
Telp (0636)-20279 Fax (0636) -20712

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

.............................
...................................

PENGERTIAN
TUJUAN
KEBIJAKAN
PROSEDUR

Pemberian obat dengan cara memasukkan obat ke dalam


jaringan sub cutan di bawah kulit dengan menggunakan spuit
Memasukkan sejumlah toksin atau obat pada jaringan sub
cutan di bawah kulit untuk di absorbsi
Dilakukan kepada setiap pasien yang dianjurkan oleh dokter
untuk pemberian obat melalui injeksi sub cutan
PERSIAPAN ALAT
1. Spuit 3 ml atau 5 ml atau spuit imunisasi
2. Bak instrument
3. Nearbeken
4. Kapas alkohol
5. Obat injeksi dalam vial atau ampul
6. Daftar pemberian obat injeksi
7. Sarung tangan
PERSIAPAN PASIEN
1. Menerima pendelegasian dari dokter untuk tindakan medis
2. Berikan 5 S (senyum, salam, sapa, sopan dan santun)
3. Identifikasi pasien
4. Jelaskan tindakan/prosedur yang akan dilakukan pada
keluarga.
5. Atur posisi dan privasi pasien
PELAKSANAAN
1. Dekatkan alat kepada pasien
2. Cuci tangan dengan 6 langkah
3. Pakai sarung tangan
4. Ambil obat dan masukkan ke dalam spuit sesuai dengan
dosis, kemudian letakkan dalam bak instrument.
5. Ucapkan Bismillaahirrohmaanirrohiim
6. Buka sebagian penutup daerah yang akan disuntik
7. Pilih area penusukan yang bebas dari tanda lesi,
kekakuan, peradangan atau rasa gatal
8. Bersihkan area penusukan dengan menggunakan kapas
alkohol, dengan gerakan sirkular dari arah dalam ke luar
dengan diameter 5 cm tunggu sampai kering