Anda di halaman 1dari 20

Modul. I.

PENGANTAR SISTEM OTOMASI

MODUL I
PENGANTAR SISTEM OTOMASI
I.

PENDAHULUAN
Teknik Industri adalah suatu bidang keilmuan yang mempelajari bagaimana
merancang, mengatur dan mengaplikasikan semua faktor-faktor seperti manusia, mesin,
metode, material, lingkungan menjadi suatu system dalam lingkup yang berhubungan
dengan fungsi pabrik, seperti penelitian dasar, penelitian operasional, pengembangan
terhadap suatu produk baru, melalui rekayasa-rekayasa industri, desain produk,
perancangan system kerja, perawatan mesin, system produksi hingga pada kualitas
hingga ke pelayanan purna jual terhadap produk tersebut.
Modul pengantar sistem otomasi berisi tentang perangkat dasar yang
digunakan dalam laboratoriun sistem otomasi, penggunaan relay, dan konsep rangkaian
listrik yang diterapkan ke dalam praktik kerja sebenarnya di laboratorium. Dalam modul
ini praktikan diajak untuk menerapkan langsung memasang sambungan berupa kabel
yang nantinya akan menjadi transportasi listrik, dapat berupa konsep seri maupun
pararel.
Pada modul pertama ini berhubungan erat dengan mata kuliah yang di ajarkan
di kelas diluar laboratorium. Dimana pada matakuliah tersebut mahasiswa menggambar
konsep kelistrikan dengan sistem seri, pararel, dan looping di dalamnya dan menghitung
besar tegangan arus listrik. Pada mata kuliah fisika, mahasiswa belajar hal tersebut di
dalam kelas. Dimana sistem kelistrikan serta rangkaian listrik dapat dihitung tegangan
listriknya.
Tidak hanya matakuliah fisika, mata kuliah listrik industri juga mengajarkan
demikian dimana miniature circuit breaker digunakan pada rumah dan gedung-gedung
kantoran untuk mengidentifikasi konsleting listrik. Sistem pararel dan seri juga diajar
pada matakuliah ini. Sama halnya dengan laboratorium otomasi, listrik industry juga
mengajarkan bagaimana untuk mencegah terjadinya konsleting. Bedanya dalam listrik
industry cakupannya lebih besar dan tidak dipraktikkan, sedangkan dalam laboratorium
cakupannya sempit da dipraktikkan dengan cara mengkontrol kabel-kebel yang
tersambung dan menggunakan MCB dalam praktiknya.

II.

TUJUAN

Laporan Praktikum Sistem Otomasi


Laboratorium Perancangan dan Otomasi Sistem Industri
Fakultas Teknik Program Studi Teknik Industri Unika Atma Jaya

Modul. I. PENGANTAR SISTEM OTOMASI

III.

Mahasiswa mengetahui dan memahami perangkat dasar yang digunakan dalam

otomasi ( switch, pushbutton, relay, contactor, power supply, multimeter )


Mahasiswa memahami prinsip kerja relay
Mahasiswa memahami gambar rangkaian dari berbagai percobaan pada praktikum

yang ada
Mahasiswa memahami prinsip kerja rangkaian self-holding

DASAR TEORI
Sistem Otomasi Industri dapat diartikan sebagai sistem dengan mekanisme
kerja dikendalikan oleh peralatan elektronik (electronic hardware ) berdasarkan urutanurutan perintah dalam bentuk program perangkat lunak (electronic software ) yang
disimpan di dalam unit memori kontroler elektronik. Dalam membangun sistem otomasi
industri antara hardware, software harus menjadi satu kesatuan dan merupakan
sekuensial (urutan) pekerjaan atau sering disebut dengan tahapan, yang meliputi
pekerjaan tahap pembangunan yaitu suatu industri dipersiapkan sejak awal yang
meliputi perencanaan, persiapan, perakitan , instalasi, pemrograman, inspeksi,
komisioning.

III.1. SWITCH
Saklar atau lebih tepatnya adalah Saklar listrik adalah suatu komponen atau
perangkat yang digunakan untuk memutuskan atau menghubungkan aliran listrik.
Saklar yang dalam bahasa Inggris disebut dengan switch ini merupakan salah satu
komponen atau alat listrik yang paling sering digunakan. Hampir semua peralatan
elektronika dan listrik memerlukan saklar untuk menghidupkan atau mematikan alat
listrik yang digunakan. Pada dasarnya, sebuah saklar sederhana terdiri dari dua bilah
konduktor (biasanya adalah logam) yang terhubung ke rangkaian eksternal, saat kedua
bilah konduktor tersebut terhubung maka akan terjadi hubungan arus listrik dalam
rangkaian. Sebaliknya, saat kedua konduktor tersebut dipisahkan maka hubungan arus
listrik akan ikut terputus.
Saklar yang paling sering ditemukan adalah saklar yang dioperasikan oleh
tangan manusia dengan satu atau lebih pasang kontak listrik. Setiap pasangan kontak
umumnya terdiri dari dua keadaan atau disebut dengan State. Kedua keadaan tersebut
diantaranya adalah Keadaan Close atau Tutup dan Keadaan Open atau Buka.
Close artinya terjadi sambungan aliran listrik sedangkan Open adalah terjadinya
pemutusan aliran listrik.
Laporan Praktikum Sistem Otomasi
Laboratorium Perancangan dan Otomasi Sistem Industri
Fakultas Teknik Program Studi Teknik Industri Unika Atma Jaya

Modul. I. PENGANTAR SISTEM OTOMASI

III.1.1. PUSH BUTTON SWITCH


Push button switch (saklar tombol tekan) adalah perangkat / saklar sederhana
yang berfungsi untuk menghubungkan atau memutuskan aliran arus listrik dengan
sistem kerja tekan unlock (tidak mengunci). Sistem kerja unlock disini berarti saklar
akan bekerja sebagai device penghubung atau pemutus aliran arus listrik saat tombol
ditekan, dan saat tombol tidak ditekan (dilepas), maka saklar akan kembali pada kondisi
normal.
Sebagai device penghubung atau pemutus, push button switch hanya memiliki
dua kondisi, yaitu On dan Off (1 dan 0). Istilah On dan Off ini menjadi sangat penting
karena semua perangkat listrik yang memerlukan sumber energi listrik pasti
membutuhkan kondisi On dan Off. Berdasarkan fungsi kerjanya yang menghubungkan
dan memutuskan, push button switch mempunyai 2 tipe kontak yaitu NC (Normally
Close) dan NO (Normally Open).

NO (Normally Open), merupakan kontak terminal dimana kondisi normalnya


terbuka (aliran arus listrik tidak mengalir). Dan ketika tombol saklar ditekan,
kontak yang NO ini akan menjadi menutup (Close) dan mengalirkan atau
menghubungkan arus listrik. Kontak NO digunakan sebagai penghubung atau

menyalakan sistem circuit (Push Button ON).


NC (Normally Close), merupakan kontak terminal dimana kondisi normalnya
tertutup (mengalirkan arus litrik). Dan ketika tombol saklar push button ditekan,
kontak NC ini akan menjadi membuka (Open), sehingga memutus aliran arus
listrik. Kontak NC digunakan sebagai pemutus atau mematikan sistem circuit
(Push Button Off).

III.1.2. RELAY
Relay adalah saklar (switch) yang dioperasikan secara listrik dan merupakan
komponen electromechanical (Elektromekanikal) yang terdiri dari dua bagian utama
yakni elektromagnet (coil) dan mekanikal (seperangkat kontak saklar/switch). Relay
menggunakan prinsip elektromagnetik untuk menggerakkan kontak saklar sehingga
dengan arus listrik yang kecil (low power) dapat menghantarkan listrik yang
bertegangan lebih tinggi. Sebagai contoh, dengan relay yang menggunakan
Laporan Praktikum Sistem Otomasi
Laboratorium Perancangan dan Otomasi Sistem Industri
Fakultas Teknik Program Studi Teknik Industri Unika Atma Jaya

Modul. I. PENGANTAR SISTEM OTOMASI


elektromagnet 5V dan 50 mA mampu menggerakan armature relay (yang berfungsi
sebagai saklarnya) untuk menghantarkan listrik 220V 2A. Kontak poin (contact point)
relay terdiri dari 3 jenis yaitu :

Normally Close (NC) yaitu kondisi awal sebelum diaktifkan akan selalu berada

di posisi close (tertutup)


Normally Open (NO) yaitu kondisi awal sebelum diaktifkan akan selalu berada

di posisi open (terbuka)


Kontak change-over
Terdiri atas satu kontak NO dan satu kontak NC, biasa disebut dengan kontak
form-C.

III. 1.3. CONTACTOR


Komponen listrik yang berfungsi untuk menyambungkan atau memutuskan
arus listrik AC. Contactor atau sering juga disebut dengan istilah relay contactor dapat
kita temui pada panel kontrol listrik. Pada panel listrik contactor sering digunakan
sebagai selektor atau saklar transfer dan interlock pada sistem ATS. Prinsip kerja
contactor sama seperti relay, dalam contactor terdapat beberapa saklar yang
dikendalikan secara elektromagnetik. Pada suatu contactor terdapat beberapa saklar
dengan jenis NO (Normaly Open) dan NC (Normaly Close) dan sebuah kumparan atau
coil elektromagnetik untuk mengendalikan saklar tersebut. Apabila coil elektromagnetik
contactor diberikan sumber tegangan listrik AC maka saklar pada contactor akan
terhubung, atau berubah kondisinya, yang semula FF menjadi ON dan sebaliknya yang
awalnya ON menjadi OFF.
III.1.4. MINIATURE CIRCUIT BREAKER
MCB merupakan kependekan dari Miniature Circuit Breaker (bahasa
Inggris). Biasanya MCB digunakan oleh pihak PLN untuk membatasi arus sekaligus
sebagai pengaman dalam suatu instalasi listrik. MCB berfungsi sebagai pengaman
hubung singkat (konsleting) dan juga berfungsi sebagai pengaman beban lebih. MCB
akan secara otomatis dengan segera memutuskan arus apabila arus yang melewatinya
melebihi dari arus nominal yang telah ditentukan pada MCB tersebut. Arus nominal
yang terdapat pada MCB adalah 1A, 2A, 4A, 6A, 10A, 16A, 20A, 25A, 32A dan lain
Laporan Praktikum Sistem Otomasi
Laboratorium Perancangan dan Otomasi Sistem Industri
Fakultas Teknik Program Studi Teknik Industri Unika Atma Jaya

Modul. I. PENGANTAR SISTEM OTOMASI


sebagainya. Nominal MCB ditentukan dari besarnya arus yang bisa ia hantarkan, satuan
dari arus adalah Ampere, untuk kedepannya hanya akan saya tulis dengan A. Jadi jika
MCB dengan arus nominal dua Ampere maka hanya perlu ditulis dengan MCB 2A.

III.2. POWER SUPPLY


Power supply adalah perangkat keras berupa kotak yang isinya merupakan
kabel-kabel untuk menyalurkan tegangan ke dalam perangkat keras lainnya. Perangkat
keras ini biasanya terpasang di bagian belakang (di dalam) casing komputer. Input
power supply berupa arus bolak-balik (AC) sehingga power supply harus mengubah
tegangan AC menjadi DC (arus searah). Besarnya listrik yang mampu ditangani power
supply ditentukan oleh dayanya dan dihitung dengan satuan Watt.
Power Supply berfungsi sebagai penyuplai tegangan listrik langsung kepada
komponen-komponen yang berada di dalam casing komputer. Power Supply juga
berfungsi untuk mengubah tegangan AC menjadi DC, karena perangkat keras komputer
hanya dapat beroperasi dengan arus DC. Ketika kita menekan tombol power pada
casing, yang terjadi adalah langkah berikut. Power supply akan melakukan cek dan tes
sebelum membiarkan sistem start. Jika tes telah sukses, power supply mengirim sinyal
khusus pada motherboard, yang di sebut power good

III.3. MULTIMETER
Multimeter atau multitester adalah alat pengukur listrik yang sering dikenal
sebagai VOM (Volt-Ohm meter) yang dapat mengukur tegangan (voltmeter), hambatan
(ohm-meter), maupun arus (amperemeter). Ada dua kategori multimeter: multimeter
digital atau DMM (digital multi-meter)(untuk yang baru dan lebih akurat hasil
pengukurannya), dan multimeter analog. Masing-masing kategori dapat mengukur
listrik AC, maupun listrik DC.
Sebuah multimeter merupakan perangkat genggam yang berguna untuk
menemukan kesalahan dan pekerjaan lapangan, maupun perangkat yang dapat
mengukur dengan derajat ketepatan yang sangat tinggi.
Laporan Praktikum Sistem Otomasi
Laboratorium Perancangan dan Otomasi Sistem Industri
Fakultas Teknik Program Studi Teknik Industri Unika Atma Jaya

Modul. I. PENGANTAR SISTEM OTOMASI


Fungsi Multimeter :

Mengukur tegangan DC
Mengukur tegangan AC
Mengukur kuat arus DC
Mengukur nilai hambatan

sebuah resistor
Mengecek hubung-singkat /
koneksi

Mengecek transistor
Mengecek kapasitor elektrolit
Mengecek dioda, led dan dioda zener
Mengecek induktor
Mengukur HFE transistor (tipe

tertentu)
Mengukur suhu (tipe tertentu)

Laporan Praktikum Sistem Otomasi


Laboratorium Perancangan dan Otomasi Sistem Industri
Fakultas Teknik Program Studi Teknik Industri Unika Atma Jaya


Cara Menggunakan Multimeter Analog:

Untuk memulai setiap pengukuran, hendaknya jarum menunjukkan angka nol


apabila kedua penjoloknya dihubungkan. Putarlah penala mekanik apabila jarum

belum tepat pada angka nol (0).


Putarlah sakelar pemilih ke arah besaran yang akan diukur, misalnya ke arah DC
mA apabila akan mengukur arus DC, ke arah AC V untuk mengukur tegangan

AC, dan ke arah DC V untuk mengukur tegangan DC.


Untuk mengukur tahanan (resistor), sakelar pemilih diarahkan ke sekala ohm
dan nolkan dahulu dengan menggabungkan probe positif dan negatif. Apabila

belum menunjukkan angka nol cocokkan dengan memutar ADJ Ohm.


Sambungkan penjolok warna merah ke jolok positif dan penjolok warna hidam

ke jolok negatif.
Untuk pengukuran besaran DC, jangan sampai terbalik kutub positif dan
negatifnya karena bisa menyebabkan alat ukurnya rusak.

Cara Menggunakan Multimeter Digital:

Cara menggunakannya sama dengan multimeter analog, hanya lebih sederhana


dan lebih cermat dalam penunjukan hasil ukurannya karena menggunakan

display empat digit sehingga mudah membaca dan memakainya.


Putar sakelar pemilih pada posisi skala yang kita butuhkan setelah alat ukur siap

dipakai.
Hubungkan probenya ke komponen yang akan kita ukur setelah disambungkan

dengan alat ukur.


Catat angka yang tertera pada multimeter digital.
Penyambungan probe tidak lagi menjadi prinsip sekalipun probenya terpasang
terbalik karena display dapat memberitahu.

IV.

ALAT-ALAT YANG DIGUNAKAN

2 buah push button normally open (NO)


2 buah push button normally closed (NC)
2 buah relay
2 pilot lamp AC
1 buah power supply
1 buah Miniature Circuit Breaker (MCB)
1 buah multimeter
Kabel penghubung dan konektor

V.

GAMBAR RANGKAIAN

VI.

LEMBAR DATA

VII. TUGAS LAPORAN


1. Gambarkan dan jelaskan diagram hierarki otomasi industri!

Looping

Hirarki sistem otomasi industri terdiri dari 5 level.

1. Level 0 ( Actual Process Production )

2. Level 1 ( Control )

3. Level 2 ( Supervisory )

4. Level 3 ( Enterprise )

5. Level 4 ( Administration )

Administration meliputi Keuangan, HRD, dokumentasi, perencanaan jangka


panjang.
Enterprise meliputi menetapkan target produksi, ERP (Enterprise Resource
Planning), koordinasi site yang berbeda, pengelolaan order.
Manufacturing mengelola eksekusi, sumber daya, aliran kerja, supervisi mutu,
jadwal produksi, pemeliharaan / maintenance.
Supervision meliputi supervisi produksi dan lapangan, optimasi, eksekusi
operation, visualisasi plant, penyimpanan data proses, log operasi, history (open
loop).
Group (Area) , mengendalikan bagian pabrik yang terdefinisi jelas ( a welldefined partof the plant) merupakan sistem yang closed loop, kecuali untuk
intervensi oleh operator / except for intervention of an operator)
Coordinate individual subgroups
Adjust set-points and parameters
Command several units as a whole
Unit (Cell) mengendalikan l (regulation, monitoring and protection) bagian dari
suatugroup merupakan sistem closed loop kecuali untuk maintenance
o Measure: Sampling, scaling, processing, calibration.
o
o

Control: regulation, set-points dan parameter 2


Command: sequencing, protection & interlocking

Field meliputi data acquisition (Sensors & Actors*), data transmission


tidak

memproses

kecuali

koreksi

pengukuran

correction) dan built-in protection.

measurement

2. Gambarkan rangkaian gerbang logika ( AND, OR, NOT, dll) untuk alarm proses di
bawah ini!

Kondisi terjadinya alarm adalah :

High temperature dan low pressure


High pressure dan high level
High level, low temperature dan high pressure

3. Jelaskan perbedaan dan persamaan dari relay dan contactor!

Relay dan kontaktor pada prinsipnya sama

saja,

fungsinya

menghubungkan atau melepas kontak dengan sarana koil. Pada relay terdapat apa
yang disebut dengan COMMON, sedangkan pada Contactor tidak ada. Pada relay
maupun kontaktor tegangan operasi koil-nya juga bervariasi, ada yang DC ada juga
yang AC, bisa 12VAC - DC, 24,48,110,220 atau 380V. Letak bedanya hanya pada
fungsi saja, relay sering dipakai untuk aplikasi kontrol dengan besaran beban yang
dapat ditampung kecil, biasanya kurang dari 12Ampere, tetapi ada juga relay yang
berkapasitas besar contohnya yang terdapat pada generator yaitu switch relay pada
bagian dinamostarter yang dapat menerima beban sampai 200A.

Kontaktor umumnya dipakai untuk aplikasi berat bahkan sampai


ratusan ampere, di kontaktor selain fungsi kontak utama juga terdapat kontak bantu
(auxiliary contact) dengan karakter kemampuan lebih kecil daripada kontak
utamanya, sedangkan pada relay tidak ada semua kontak memiliki kemampuan atau
kapasitas yang sama. Sama seperti relay, kontaktor juga tersedia yang jenis NO
maupun NC, bukan hanya di sisi auxiliary contact-nya saja, tapi pada contact
utamanya, contohnya type kontaktor merk telemecanique tersedia fasilitas 2 NO
dan 2 NC. Pada relay ataupun contactor keduanya sama-ama menggunakan koil.

4. Jelaskan syarat-syarat atau kriteria relay yang baik dan aplikasi relay pada
kehidupan sehari-hari!

a. Cepat Beraksi

Relay harus cepat bereaksi/bekerja bila sistem mengalami gangguan atau kerja

abnormal,

top = tp + tcb

keterangan :
top : total waktu yang dipergunkan untuk memutuskan hubungan
tp : waktu bereaksinya relay
tcb : waktu yang dipergunakan untuk pelepasan CB

b. Selektif

Kecermatan pemilihan dalam mengadakan pengamanan, dalam hal ini


menyangkut

koordinasi pengamanan dari sistem keseluruhan.

c. Peka/ Sensitif

Relay harus dapat bekerja dengan kepekaan yang tinggi, yaitu harus cukup
sensitif

terhadap gangguan didaerahnya meskipun gangguan tersebut minimum.


d. Handal/Reliability
Kehandalan relay dikatakan cukup baik bila mempunyai harga 90 s/d 99%.
Contoh : dalam 1 tahun telah terjadi gangguan sebanyak 25 kali dan relay

dapat

bekerja dengan sempurna sebanyak 23 kali, maka :

Kehandalan Relay : (23/25)*100% = 92%

5. Jelaskan miniman 3 aplikasi rangkaian self holding dalam kehidupan sehari-hari!


Manfaat self hoding dalam kehidupan sehari-hari adalah ketika jika suatu
mesin sedang bekerja, kemudian sumber listrik mati, dan kemudian menyala lagi,
maka motor tidak dapat hidup sendiri. Sistem ini dapat ditemukan pada komputer,
vacuum cleaner, dan alat pengaduk adonan.

VIII. APLIKASI DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

Dalam kehidupan sehari-hari, banyak sekali aplikasi sistem otomasi

yang digunakan, baik dalam rumah tangga maupun dalam perusahaan sekalipun. Pada
modul pertama kali ini aplikasi yang digunakan berupa push button, relay, contactor,
miniature circuit breaker, switch, dan power supply.

Push button biasa digunakan dikehidupan

sehari-hari

hampir

menyentuh semua bidang. Di bidang komputer dengan keyboard dan mouse, dibidang
otomotif dengan panel-panel kontrolnya, bahkan diperalatan rumah tangga sekalipun
seperti kontrol peralatan listrik juga menggunakan push button. Seperti halnya praktikan
menggunakan laptop saat mengerjakan laporan, praktikan menggunakan sistem push
button dalam keyboardnya.

Fungsi relay dalam kehidupan sehari-hari sangat beragam bentuk


aplikasinya, seperti relay untuk klakson mobil, lampu utama kendaraan, ECU, fuel
pump, wiper, starter, fan radiator, system AC, alarm, lampu kabut, power window,
central lock pada mobil, dan masih banyak penerapan lainnya. Relay pada prinsipnya
menggunakan induksi elektromagnetik dalam kerjanya. Kontaktor dalam relay
merupakan medal elektromagnetik yang akan bekerja jika relay tersebut dialiri listrik,
ketika kapasitas yang bisa ditampung relay tersebut terlampaui maka relay itu akan
memutus atau menyambungkan arus listrik.

Aplikasi kontaktor magnet atau magnetic contactor dalam kehidupan


sehari-hari sangat banyak sekali, misalnya: membuat alarm sederhana, timer keamanan,
dll. Tetapi salah satu fungsi yang paling menonjol sehingga disarankan diaplikasikan.
Membuat saklar listrik dirumah lebih awet, karena hanya digunakan sebatas untuk
on/off kontaktor magnet, sedangkan kontaktor magnet yang melakukan tugas sebagai

alat yang berhubungan langsung untuk penyambung atau pemutus aliran listrik bagi
peralatan listrik berdaya besar, seperti AC, pompa air, dll.

Pada meteran listrik PLN, biasanya kita akan menemukan sebuah


perangkat yang dinamakan MCB. Umumnya, kita berhubungan dengan alat ini untuk
kepentingan menyalakan dan mematikan arus listrik yang masuk ke dalam rumah.
Sehingga, pengenalan kita mengenai fungsi MCB cenderung mirip dengan fungsi saklar
lampu di dalam rumah yang digunakan untuk menyala-matikan lampu.

Pada malam hari, tentunya di rumah atau dimana kita selalu


menggunakan alat ini untuk menyalakan lampu. Switch atau saklar berguna untuk
menerukan atau menutup arus listtik. Tidak hanya lampu, pada bagian elektronik di
dalam rumah seperti pompa kolam ikan.

Catu daya atau power supply sering kita jumpai dalam kegiatan seharihari. Contohnya adalah baterai yang selalu kita pakai untuk mengaktifkan handphone,
remote, dan alat-alat lainnya. Catu daya banyak dipakai dalam kegiatan- kegiatan
outdoor juga seperti kita menggunakan senter saat berada di kegelapan hutan.

IX.

ANALISA
LAPORAN

Percobaan pada modul Pengantar Sistem Otomasi ini, praktikkan diajak

untuk melakukan beberapa percobaan. Percobaan tersebut menggunakan sistem switch,


relay, dan push button. Pada percobaan ini praktikan diajak untuk menghitung besar
hambatan ketika sistem tersebut terbuka atau pun tertutup. Tidak hanya itu saja,
praktikan juga diajak untuk menggambarkan rangkaian listrik dan menganalisanya.

Percobaan switch memiliki dua tipe yaitu ketika keadaan saklar ON dan
ketika keadaan saklat OFF. Saat sklar pada keadaan on lampu akan menyala terus
menerus dengan besar hambatan 1.8 karena keadaan rangkain tertutup sehingga
listrik mengalis terus menerus. Sebaliknya ketika keadaan off lampu akan mati terus
menerus dengan hambatan 0 karena armature terbuka sehingga listrik tidak dapat
mengalir.

Pada percobaan push button, praktikan menggunakan dua jenis push

button, yaitu push button NO dan push button NC. Pada push button NO bila ditekan
lampu akan menyala dan memiliki hambatan 0.5 , hal ini dikarenakan rangkaian
dalam keadaan tertutup sehingga listrik mengalir. Sebaliknya, apabila push button tidak
ditekan hambatan akan 0 dan lampu tidak menyala, karena rangkaia dalam keadaan
terbuka. Berbeda saat menggunakan push button NC, bila tombol push button NC tidak

ditekan maka lampu akan menyala dan memiliki hambatan sebesar 1.1 , karena
dengan menggunakan push button NC maka rangkaian awal tertutup sehingga listrik
mengalir dalam rangkaian. Sebaliknya bila push button ditekan lampu akan mati dan
memiliki hambatan sebesar 0 karena rangkaian terbuka. Pada push button NC,
keadaan awal rangkaian tertutup sehingga lampu terus menyala apa bila tidak ditekan,
berbeda dengan push button NO, keadaan awal rangkaian terbuka sehingga lampu mati
bila tidak ditekan.

Pada percobaan relay terdapat empat sistem rangkaian yaitu, push


button NO relay NC, push button NO relay NO, push button NC relay NO dan push
button NC relay NC. Pada percobaan push button NO relay NC keadaan rangkaian awal
tertutup sehingga lampu menyala terus menerus dengan hambatan 2.5 , apabila tombol
ditekan lampu akan mati dengan hambatan 0 . Pada percobaan push button NO relay
NO keadaan awal rangkaian tertutup sehingga lampu mati, ketika ditekan lampu akan
menyala dengan hambatan sebesar 1.8 . Sebaliknya, pada percobaan push button NC
relay NO keadaan rangkaian akan terbuka sehingga lampu menyala terus menurus
karena listrik terus mengalis dengan hambatan 1.4 , bila push button ditekan lampu
akan mati dengan hambatan 0 . Pada percobaan push button NC relay NC keadaan
awal rangkaian terbuka sehingga listrik tidak dapat mengalir dan mengakibatkan
hambatan menunjuk angka 0 dan lampu mati, apabila push button ditekan rangkaian
akan tertutup dan listrik akan mengalir dengan hambatan 2.1 sehingga lampu akan
menyala.

Rangkaian gerbang logika memiliki beberapa tipe, tetapi kali ini

praktikan akan menjelaskan enam tipe rangkaian gerbang logika. Pertama adalah AND,
terdapat dua konduktor listrik yaitu switch dan button, apa bila salah satu satu dari
kedua konduktor dalam keadaan tertutup, lampu akan tetap mati. Lampu akan menyala
ketika kedua konduktor tersebut dalam keadaan tertutup atau open. Hal ini dikarenakan
pada awal rangkaian armature dalam keadaan terbuka sehingga lsitirk tidak dapat
mengalir menuju lampu. Kedua adalah NAND, dengan keadaan awal armature
terututup dengan kata lain lampu akan menyala terus menerus. Bila switch dalam
keadaan tertutup maka lampu akan langsung mati sama halnya dengan button dalam
kondisi tertutup, bila kedua konduktor ini dalam keadaan tertutup maka lampu juga
kaan mati karena armature akan terbuka sehingga listrik tidak mengalir. Ketiga adalah
rangkaian OR dengan kondisi awal armature terbuka sehingga lampu akan mati. Pada
rangkaian OR juga terdapat dua konduktor dengan tersusun pararel apabila salah
satunya saja tertutup aka lampu akan mati. Keempat adalah kebalikan dari rangkai OR
yaitu rangkaian NOR, kodisi awal armature dengan keadaan tertutup sehingga listrik

akan terus menerus mengalir dan menyalakan lampu. Rangkai terakhir adalah rangkaian
NOT. Rangkaian ini memiliki dua tipe yaitu dengan menggunakan switch yang terbuka
dan armature tertutup sehingga lampu menyala dan relay tidak akan bergerak. Dan yang
kedua dengan menggunakan push button menyala dan armature tertutup sehingga
lampu akan menyala dan coil akan terus mengaliri listrik menuju relay, bila push button
ditekan maka lampu akan mati karena semua rangkaian terbuka.
JURNAL

Pada jurnal ini telah dibahas perancangan sistem otomasi pada proses

fermentasi curah bioetanol dari bahan baku singkong agar proses produksi dapat
berjalan dari awal sampai akhir proses. Sistem otomasi yang dirancang didapatkan
dengan menggunakan metoda analisis yang dikenal dengan nama JPST.

Keunggulan metode analisis dibandingkan dengan metode coba-coba

berbasis pengetahuan adalah terdapatnya jaminan kinerja pada sistem otomasi secara
terstruktur dan terdokumentasi. Sehingga, sistem otomasi yang dirancang akan bekerja
secara benar dan terus menerus sesuai dengan urutan proses yang berlaku, tanpa ada
kebuntuan dan berhenti pada suatu keadaan proses tertentu.

Kelebihan lainnya dari jurnal ini adalah diagram JPST yang disusun

terdokumentasi dengan baik, sehingga dapat diterapkan menjadi program tangga (ladder
program) yang dapat secara langsung diterapkan pada PLC. Tapi sayang pada jurnal ini
diagram yang ada tidak Nampak terlihat dengan jelas oleh pembaca sehingga pembaca
tidak dapat membuktikan bahwa hipotesis pada jurnal ini dikatakan valid.pada jurnal ini
juga memakai metode yang sederhana, sehingga data yang dipakai sangat kurang untuk
menganalisis permasalahan tersebut.

Saran pembaca terhadap jurnal ini, sebaiknya semua diagram dibuat

ulang buakan berupa gambar dari internet. Dan metode yang digunakan harus lebih dari
satu metode supaya dalam masing-masing metode tersebut dapat di bandingkan dan
diambil kesimulannya.

X.

DAFTAR PUSTAKA

[1] (2013). Pengertian dan Fungsi MCB. (online)


http://www.miung.com/2013/05/pengertian-dan-fungsi-mcb-miniature.html

(Diakses pada 1 Mei 2013)

[2] (2014). Pengertian dan Fungsi Power Supply. (online)


http://solusikompi.blogspot.co.id/2014/08/pengertian-dan-fungsi-powersupply.html

(Diakses pada 26 Agustus 2014)

[3] Bobby, Boy. (2012). Pengantar Otomasi. (online)

http://boy-bobby.blog.ugm.ac.id/2012/11/16/pengantar-otomasi/
(Diakses pada 16 november 2012)

[4] Dermanto, Trikueni. (2014). Pengertian Push Button Switch. (online)


http://trikueni-desain-sistem.blogspot.co.id/2014/04/Pengertian-Push-

Button.html
(Diakses pada 13 April 2014)

[5] Kho, Dickson. (2015). Pengertian Saklar Listrik dan Cara Kerjanya. (online)

http://teknikelektronika.com/pengertian-saklar-listrik-cara-kerjanya/

(diakses pada 27 Januari 2015

[6] Kho, Dickson. (2015). Pengertian Relay dan Fungsinya. (online)

http://teknikelektronika.com/pengertian-relay-fungsi-relay/

(diakses pada 7 Maret 2015

[7] Rahmadan. (2010). Syarat-Syarat Relay. (online)

http://rhmd-teknik.blogspot.co.id/2010/08/syarat-syarat-relay.html

(Diakses pada 3 Agustus 2010)

[8] Steven, Rudy. (2013). Pengertian, Fungsi Multimeter Analog dan Digital.
(online)
http://13121002elektronikadasarbsi.blogspot.co.id/2013/03/pengertianfungsimultimeter-analog-dan.html

(Diakses pada 24 Maret 2013)


[9] Wawolumaja, Rudy. (2013) Elektronika Industri & Otomasi. (online)
http://rudy-wawolumaja.lecturer.maranatha.edu/wpcontent/uploads/2013/01/bab-1-pendahuluan-otomasi.pdf
(Diakses pada 2013)

XI.

LAMPIRAN