Anda di halaman 1dari 3

FUNGSI DAN WAKTU PENGGUNAAN SEISMIK PADA SAAT PROSES

EKSPLORASI
Eksplorasi adalah penyelidikan lapangan untuk mengumpulkan data/informasi selengkap
mungkin tentang keberadaan sumberdaya alam di suatu tempat. Kegiatan eksplorasi sangat
penting dilakukan sebelum pengusahaan bahan tambang dilaksanakan mengingat keberadaan
bahan galian yang penyebarannya tidak merata dan sifatnya sementara yang suatu saat akan
habis tergali. Sehingga untuk menentukan lokasi sebaran, kualitas dan jumlah cadangan serta
cara pengambilannya diperlukan penyelidikan yang teliti agar tidak membuang tenaga dan
modal, disamping untuk mengurangi resiko kegagalan, kerugian materi, kecelakaan kerja dan
kerusakan lingkungan.
Eksplorasi seismik, Ini adalah ekplorasi yang dilakukan sebelum pengeboran. kajiannya
meliputi daerah yang luas. dari hasil kajian ini akan didapat gambaran lapisan batuan di dalam
bumi. Untuk survey detail, metode seismik merupakan metode yang paling teliti dan dewasa ini
telah melampaui kemampuan geologi permukaan. Metode yang digunakan adalah khusus metode
refleksi. Walaupun pemetaan geologi detail terhadap tutupan telah dilakukan, pengecekan
seismik selalu harus dilaksanakan, untuk penentuan kedalam objektif pemboran serta batuan
dasar dan juga lapisan yang akan menghasilkan minyak
Survei seismik menggunakan gelombang kejut (shock-wave) buatan yang diarahkan untuk
melalui bebatuan menuju target reservoir dan daerah sekitarnya. Oleh berbagai lapisan material
di bawah tanah, gelombang kejut ini akan dipantulkan ke permukaan dan ditangkap oleh alat
receivers sebagai pulsa tekanan (oleh hydrophone di daerah perairan) atau sebagai percepatan
(oleh geophone di darat). Sinyal pantulan ini lalu diproses secara digital menjadi sebuah peta
akustik bawah permukaan untuk kemudian dapat diinterpretasikan.Di dalam eksplorasi seismik
dikenal 2 macam metode, yaitu : metode seismik pantul (refleksi) dan metode seismik bias
(refraksi). Seismik refleksi adalah metoda geofisika dengan menggunakan gelombang elastis
yang dipancarkan oleh suatu sumber getar yang biasanya berupa ledakan dinamit (pada
umumnya digunakan di darat, sedangkan di laut menggunakan sumber getar (sumber getar
berupa air gun, boomer atau sparker).

Gambar 1. Skema Pengerjaan Seismik di Laut (Howstuffworks.com)

Dalam eksplorasi minyak dan gas bumi, seismik refleksi lebih lazim digunakan dari pada
seismik refraksi. Hal tersebut disebabkan karena seismik refleksi mempunyai kelebihan dapat
memberikan informasi yang lebih lengkap dan baik mengenai keadaan struktur bawah
permukaan. Selain itu, seismic refleksi menghasilkan penetrasi yang lebih dalam dari pada
seismik refraksi sehingga akan memberikan informasi yang lebih perlapisan batuan.
Eksplorasi seismik refleksi dapat dikelompokan menjadi dua, yaitu eksplorasi prospek
dangkal dan eksplorasi prospek dalam. Eksplorasi seismik dangkal (shallow seismic reflection)
biasanya diaplikasikan untuk eksplorasi batubara dan bahan tambang lainnya. Sedangkan
seismik dalam digunakan untuk eksplorasi daerah prospek hidrokarbon (minyak dan gas bumi).
Kedua kelompok ini tentu saja menuntut resolusi dan akurasi yang berbeda begitu pula dengan
teknik lapangannya.
Secara umum, metode seismik refleksi terbagi atas tiga bagian penting yaitu pertama
adalah akuisisi data seismik yang merupakan kegiatan untuk memperoleh data dari lapangan
yang disurvei, kedua adalah pemrosesan data seismik sehingga dihasilkan penampang seismik
yang mewakili daerah bawah permukaan yang siap untuk diinterpretasikan, dan yang ketiga
adalah interpretasi data seismik untuk memperkirakan keadaan geologi di bawah permukaan dan
bahkan juga untuk memperkirakan material batuan di bawah permukaan.Sehingga akan
memudahkan interpreter untuk menginterpretasi kondisi subsurface (Nuratmaja, 1996).
Kegunaan metode seismic pada saat tahap eksplorasi adalah untuk menentukan struktur
dan stratigrafi bawah permukaan sehingga dapat ditentukan dimana titik yang dirasa tepat untuk
melakukan pengeboran, lalu hasil dari metode seismic ini dapat menghasilkan penampang
2dimensi ataupun 3 dimensi. Hal ini cukup membantu dalam penginterpretasian dibandingkan

hanya menggunakan data sumur yang hanya 1 dimensi. Data seismic juga berguna untuk
mengetahui keadaan bawah permukaan pada area yang hanya terdapat sedikit titik sumur
pengeboran awal, sehingga juga dapat memudahkan interpretasi. Selain itu pada saat tahap
penilaian dan pengembangan, seismic juga berfungsi untuk mengetahui estimasi volume
cadangan hidrokarbon yang ada di wilayah tersebut dan untuk menyusun rencana pengembangan
yang paling baik

DAFTAR PUSTAKA
Tearpock, D.J & R.E Bischke, 1991, Applied Subsurface Geological Mapping, New
Jersey; PRENTICE HALL PTR
http://aninnaim.community.undip.ac.id/2010/03/16/seismik-eksplorasi/
http://onephysics.blogspot.com/2011/01/eksplorasi-seismik.html