Anda di halaman 1dari 7

FLOWCHART KOMPONEN STRUKTUR TEKAN

Mulai

Input : Mutu baja;


Panjang batang
Dimensi penampang
Gambar 7.6-1
Y

Faktor kekakuan tiap elemen ;

Komponen
struktur portal

I
L

Kolom dengan ujung-ujung


ideal

I

L k
Faktor G tiap joint; G
I

L b

Gambar 7.6-2

Faktor panjang efektif ; k


Gambar 7.6-1

Faktor panjang efektif ; k


Gambar 7.6-2a ; non sway structure
Gambar 7.6-2b ; sway structure

Lk
200
r
Y

Orde
Pertama

Analisis
Elastis

Orde Kedua

Analisis plastis
Y

Struktur
Bergoyang

M u M ntu

M u M ntu

cm
N
1 u
N crb

Struktur
Bergoyang

c m 0,6 0,4 m 1

Ujung-ujung kaku;
cm 1

1
s

1 N u oh
L H u

Ujung-ujung sederhana;

c m 0,85
L pd

Atau
s

N crb

1
N u
1
N crs

Amplifikasi Momen

fy 450 MPa
b/t < p
Nu 0.85 Ab fy rangka dengan bracing
Nu 0.75 Ab fy rangka tanpa bracing
c 1.5 kc
Lb Lpd

Ab f y

L pd

cm
N
1 u
N crb

M1
r
25 .000 15 .000
M 2 y

fy

M1
r
35.000 21.000
M 2 y 21.000 ry

fy
fy

Untuk profil persegi pejal dan balok


kotak

Amplifikasi momen
M u b M ntu

M u b M ntu s M ltu

Penampang
Prismatis

Periksa Kelangsingan Penampang untuk


mengetahui terjadinya tekuk lokal

Non Prismatis
cl , c l x , c l y

Penampang berubah mendadak;


Tabel 9.7-1
Penampang berubah linier;
Tabel 9.7-2
Lebar penampang berubah linier
dan tebal tetap;
Tabel 9.7-3a dan Tabel 9.7-3b

, p , r
Lihat tabel 7.5-1

Penampang langsing

Penampang tak-kompak

Penampang kompak

Lki cl L
Lkix clx L
Lkiy cly L
Y

Profil
Tersusun

ix

iy
Y

Mempunyai
sumbu
bahan

Profil Tunggal

Lki x
rx 2
Lkiy

ry 2

Dihubungkan
dengan pelat
melintang

Tidak punya sumbu


bahan

Dihubungkan dengan
unsur diagonal

Jarak antaranya sama


dengan plat kopel

Lk
r

fy
E

1
5

10

Input
Dimensi unsur diagonal

Input
Jarak antar pelat kopel ( Ll )
Dimensi pelat kopel

I
10 l
a
Ll

z Ad Ll a 2
Gambar 9.4-1 e

Arah sumbu kuat


Lk x
x
rx

L1

A Ld 3
z Ad Ll a 2

Aa
2 Ah Ll

rmin

m 2
l
2

Lk x

10

Lk x

Gambat 9.6-1b, persamaan


rx = 0.87 r0

rx
Lk y

ry

Gambar 9.6-1c dan 9.6-1d


Tekuk arah sumbu bebas bahan
dan arah sumbu bahan

m 2
l
2

m* 2
l
2
m*, m ; Gambar 9.5-1

Gambar 9.6-1c dan 9.6-1d


iy = y

10

Gambar 9.6-1a dan 9.6-1b


Tekuk pada arah sumbu bahan x-x

rmin

i y y

Arah sumbu kuat

Jarak antaranya sama


dengan plat kopel

L1

i x x 2

Arah sumbu lemah


Lk y
y
ry

i y y 2

A Ld 3

Tidak punya
sumbu bahan

Gambar 9.4-1 a - 9.4-1 d ;

Ip

rx

Arah sumbu lemah


y

Lk y

i y y 2
N

ry
m 2
l
2

x 1,2 l
i y 1,2 l
Y

x 1,2 l
i y 1,2 l
l 50
Y

11

12

13

14

14

c 0,25 ;

0,25 c 1,2 ;

c 1,2 ;

1,25. c 2

N n 0,85. A.

Ix Iy
x o 2 yo 2
A
x 2 y 2
o
H 1 o
r o2

fy

1,43
1,6 0,67

ro2

Akibat tekuk
lentur-torsi

f crz

GJ
Ar o 2

f cry f crz
f clt

2H

4 f cry f crz H

1 1

f cry f crz 2

N nlt Ag fclt

Nu n . N n

Profil Aman

Selesai

n 0,85

Tabel 7.5-1

Jenis Elemen

Perbandingan
lebar terhadap
tebal
()

Jenis Elemen

Perbandingan maksimum lebar terhadap tebal

p
(kompak)

Pelat sayap balok-I dan kanal


dalam lentur
Pelat sayap balok-I hibrida
atau balok tersusun yang di
las dalam lentur

b/t
b/t

170 /

f y [c]

170 /

f yf

(tak-kompak)

370 /

f y f r [e]

420

[e][f]

( f yf f r ) / k e

Pelat sayap dari komponenkomponen struktur tersusun


dalam tekan

b/t

Sayap bebas dari profil siku


kembar yang menyatu pada
sayap lainnya, pelat sayap
dari komponen struktur kanal
dalam aksial tekan, profil
siku dan plat yang menyatu
dengan balok atau komponen
struktur tekan
Sayap dari profil siku
tunggal pada penyokong,
sayap dari profil siku ganda
dengan pelat kopel pada
penyokong, elemen yang
tidak diperkaku, yaitu, yang
ditumpu pada salah satu
sisinya
Pelat badan dari profil T

b/t

290 /

f y / k e [f]

250 /

Pelat sayap dari penampang


persegi panjang dan
bujursangkar berongga
dengan ketebalan seragam
yang dibebani lentur atau
tekan; pelat penutup dari
pelat sayap dan pelat
diafragma yang terletak di
antara baut-baut atau las
Bagian lebar yang tak
terkekang dari pelat penutup
berlubang [b]
Bagian-bagian pelat badan
dalam tekan akibat lentur [a]
Bagian-bagian pelat badan
dalam kombinasi tekan dan
lentur

Perbandingan
lebar
terhadap tebal
()

Perbandingan maksimum lebar terhadap tebal

(tak-kompak)

(kompak)

b/t

500 /

b/t

h/tw
h/tw

p
fy

625 /

fy

830 /
f y [c]

1.680 /

Untuk
Nu /bNy<0,125 [c]

2.550 /

fy
f y [g]

[g]
2.550 0,74 N u
1

b N y
f y

1.680 2,75 N u
1

b N y
f y

fy
Untuk Nu/bNy>0,125
[c]

N 665
2,33 u
b N y
fy

500
fy

b/t

d/t

200 /

335 /

fy

fy

Elemen-elemen lainnya yang


b/t
diperkaku dalam tekan
h/tw
murni; yaitu dikekang
sepanjang kedua sisinya
Penampang bulat berongga
D/t
Pada tekan aksial
Pada lentur
[a] Untuk balok hibrida, gunakan tegangan leleh
pelat sayap fyf sebagai ganti fy.
[b] Ambil luas neto plat pada lubang terbesar.
[c] Dianggap kapasitas rotasi inelastis sebesar 3.
Untuk struktur-struktur pada zona gempa tinggi
diperlukan kapasitas rotasi yang lebih besar.
[d] Untuk perencanaan plastis gunakan 9.000/fy.

[e] fr

[f]
[g]

665 /

fy

[d]
22.000/fy
14.800/fy
62.000/fy
= tegangan tekan residual pada pelat sayap
= 70 MPa untuk penampang dirol
= 115 MPa untuk penampang dilas

ke

4
h / tw

tapi, 0,35 < ke < 0,763

f y adalah tegangan leleh minimum.

Tabel 9.5-1

l
a

y
x

x
l

a
m=2

a
m=2

a
m=2

m=2

(a)

(b)

(c)

(d)

y
m=3
(e)

Gambar 9.3-1

a
y
m=4
(f)