Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA DASAR

MODUL 3 - TUMBUKAN

Nama : Anastasia Virginia


NIM : 1401010030
Kawan Kerja : 1. Amelia Adinda
2. Angelina Rianti
Program Studi : Nutrition and Food Technology
Tanggal Praktek : 23 September 2014

Surya University
2014

I.

TUJUAN PRAKTIKUM
1. Membuktikan kebenaran hukum kekekalan momentum
2. Mengetahui momentum yang terjadi pada saat terjadi tumbukan
3. Mengetahui perubahan energi potensial yang terjadi

II.

ALAT BAHAN & PRINSIP PENGUKURAN


1. Alat bahan

Air track (rangka peluncur) Pudak Scientific PMK 140

Jangka sorong

Neraca 4 lengan

Timer counter

Blower

2. Prinsip Pengukuran
Momentum diartikan sebagai hasil kali massa benda dengan kecepatan benda
tersebut. Hukum kekekalan momentum menyebutkan bahwa : Jumlah momentum
benda-benda sebelum dan sesudah tumbukan adalah tetap, asalkan tidak ada gaya luar
yang bekerja pada benda-benda itu.
Secara matematis, hukum kekekalan momentum dapat dinyatakan sebagai
berikut :

P1, P2 = momentum benda sebelum tumbukan


P1, P2 = momentum benda setelah tumbukan
m = massa benda
V1, V2 = kecepatan benda sebelum tumbukan
V1, V2 = kecepatan benda setelah tumbukan

Besaran yang membedakan jenis-jenis tumbuka disebut koefisien restitusi (e).

Tumbukan lenting sempurna yang memiliki koefisien restitusi (e) = 1, maka


berlaku hukum kekekalan momentum dan hukum kekekalan energi kinetik. Tumbukan
lenting sebagian dengan 0 < e < 1, hanya berlaku hukum kekekalan momentum. Lalu
apabila tumbukan tidak lenting sama sekali dengan koefisien restitusi (e) = 0, tetap
berlaku hukum kekekalan momentum dengan kedua benda bergerak dengan kecepatan
dan arah yang sama setelah terjadinya tumbukan.

3. Cara Kerja

Percobaan I (elastik dan inelastik ; massa sama)

Memasang penghalang cahaya 2 jari dan pegas (untuk tumbukan elastis)


ataupun velcro (untuk tumbukan non elastis) pada kedua kereta secara
berpasangan

Memastikan bahwa rel udara telah lurus agar tidak terjadi kesalahan pada
saat melakukan percobaan dan penghitungan

Menimbang massa kereta menggunakan neraca 4 lengan, lalu mencatat


hasilnya

Mengukur panjang penghalang cahaya 2 jari dengan menggunakan jangka


sorong, dan mencatatnya sebagai s untuk mencari kecepatan

Menyalakan timer counter dengan mode Timing 2 untuk mengetahui waktu


pada saat kereta melewati gerbang cahaya

Meletakkan kereta pertama di antara gerbang cahaya dalam keadaan diam,


lalu melepaskan kereta kedua ke arah kereta pertama agar terjadi tumbukan

Mencatat waktu yang muncul pada timer counter, lalu mengulang lagi
sampai 5 kali percobaan

Percobaan 2 (elastik dan inelastik ; massa beda)

Memasang penghalang cahaya 2 jari dan pegas (untuk tumbukan elastis)


ataupun velcro (untuk tumbukan non elastis) pada kedua kereta secara
berpasangan, lalu memberikan massa yang berbeda.

Memastikan bahwa rel udara telah lurus agar tidak terjadi kesalahan pada
saat melakukan percobaan dan penghitungan

Menimbang massa kereta menggunakan neraca 4 lengan, lalu mencatat


hasilnya

Mengukur panjang penghalang cahaya 2 jari dengan menggunakan jangka


sorong, dan mencatatnya sebagai s untuk mencari kecepatan

Menyalakan timer counter dengan mode Timing 2 untuk mengetahui waktu


pada saat kereta melewati gerbang cahaya

Meletakkan kereta pertama di antara gerbang cahaya dalam keadaan diam,


lalu melepaskan kereta kedua ke arah kereta pertama agar terjadi tumbukan

Mencatat waktu yang muncul pada timer counter, lalu mengulang lagi
sampai 5 kali percobaan

Percobaan 3 (momentum dengan gaya magnet)

Memasang penghalang cahaya 2 jari dan magnet yang saling bertolak


belakang pada kedua kereta.

Memastikan bahwa rel udara telah lurus agar tidak terjadi kesalahan pada
saat melakukan percobaan dan penghitungan

Menimbang massa kereta menggunakan neraca 4 lengan, lalu mencatat


hasilnya

Mengukur panjang penghalang cahaya 2 jari dengan menggunakan jangka


sorong, dan mencatatnya sebagai s untuk mencari kecepatan

Menyalakan timer counter dengan mode Timing 2 untuk mengetahui waktu


pada saat kereta melewati gerbang cahaya

Meletakkan kereta pertama diantara gerbang cahaya, lalu melepaskan kereta


kedua ke arah kereta pertama

Mencatat waktu yang muncul pada timer counter, lalu mengulang lagi
sampai 5 kali percobaan

Percobaan 4 (menghitung gaya magnet)

Memasang penghalang cahaya 2 jari dan magnet yang saling bertolak


belakang pada kedua kereta.

Memastikan bahwa rel udara telah lurus agar tidak terjadi kesalahan pada
saat melakukan percobaan dan penghitungan

Menimbang massa kereta menggunakan neraca 4 lengan, lalu mencatat


hasilnya

Meletakkan kereta pertama pada paling ujung air track, pastikan sudah
dalam keadaan diam.

Melepaskan kereta kedua ke arah kereta pertama dengan jarak yang telah
ditentukan, lalu mencatat jarak antara letak kedua kereta setelah kereta
kedua sudah benar-benar berhenti

Melakukan percobaan selama 5 kali dengan ketinggian yang berbeda-beda

Percobaan 5

Memasang penghalang cahaya 2 jari dan magnet yang saling bertolak


belakang pada kedua kereta.

Memastikan bahwa rel udara telah lurus agar tidak terjadi kesalahan pada
saat melakukan percobaan dan penghitungan

Menimbang massa kereta menggunakan neraca 4 lengan, lalu mencatat


hasilnya

Meletakkan kereta pertama pada paling ujung air track atau pada titik diam
yang telah ditentukan, dan pastikan sudah dalam keadaan benar-benar diam

Meluncurkan kereta kedua pada titik tertentu yang telah ditentukan, lalu
mencatat jarak pantulan pertama yang dihasilkan

Melakukan percobaan selama 5 kali dengan ketinggian yang berbeda-beda

4. Data Pengukuran

No
1
2
3
4
5

No
1
2
3
4
5

t1
0.03241
0.03364
0.04281
0.02997
0.02884

P1
0.03412527
0.03287753
0.02583509
0.03690357
0.03834951

Waktu (s)
t1'
t2
0.1377 0
0.1603 0
0.1747 0
0.1523 0
0.1606 0

t2'
0.03370
0.03467
0.04417
0.03055
0.02962

P1'
0.008031954
0.006899563
0.006330853
0.007261983
0.006886675

v1
0.308546745
0.297265161
0.233590283
0.333667000
0.346740638

Momentum (g.cm/s)
P2
P2'
0 0.032551929
0 0.031641188
0 0.024835861
0 0.035908347
0 0.037035787

Kecepatan (cm/s)
v1'
v2
0.072621641 0
0.062383032 0
0.057240985 0
0.065659882 0
0.062266501 0

P
0.03412527
0.03287753
0.02583509
0.03690357
0.03834951

Ek1
0.00526462
0.00488667
0.00301741
0.00615675
0.00664867

No
1
2
3
4
5

t1
0.02297
0.04571
0.02554
0.03034
0.03016

P relatif
16%
15%
17%
15%
13%

Ek relatif

Ek1'
Ek2
Ek2'
Ek
Ek'
0.000291647 0 0.00486929 0.00526462 0.00516093
0.000215208 0 0.00460063 0.00488667 0.00481584
0.000181192 0 0.00283446 0.00301741 0.00301565
0.000238410 0 0.00592520 0.00615675 0.00616361
0.000214405 0 0.00630311 0.00664867 0.00651752

v2'
0.296735905
0.288433804
0.226398008
0.327332242
0.337609723

P'
0.040583882
0.038540752
0.031166714
0.04317033
0.043922462

Energi Kinetik (g.cm2/s2)

No
1
2
3
4
5

Percobaan 1a (elastik massa sama menggunakan pegas)

2%
1%
0%
0%
2%

Koef
Restitusi
e
0.726354329
0.760434799
0.724161216
0.784232064
0.794089854

Percobaan 1b (inelastik massa sama menggunakan velcro)


Waktu (s)
t1'
t2
0.05355 0
0.16040 0
0.06015 0
0.07610 0
0.08473 0

t2'
0.05252
0.13870
0.05866
0.07299
0.08048

v1
0.435350457
0.21877051
0.391542678
0.329597891
0.331564987

Kecepatan (m/s)
v1'
v2
0.186741363
0
0.06234414
0
0.166251039
0
0.131406045
0
0.118021952
0

v2'
0.190403656
0.072098053
0.170473917
0.137005069
0.124254473

No
1
2
3
4
5

P1
0.04797562
0.02410851
0.0431480
0.03632169
0.03653846

Ek1
0.010443104
0.002637116
0.008447142
0.005985776
0.006057437

No
1
2
3
4
5

Massa (g)
m1
m2
0.1230 0.1097
0.1355 0.1097
0.1479 0.1097
0.1106 0.1220
0.1106 0.1348

No
1
2
3
4
5

16%
63%
17%
23%
37%

Ek relatif

Ek1'
Ek2
Ek2'
Ek
Ek'
0.001921466 0 0.001981257 0.010443104 0.003902722
0.000214162 0 0.000284078 0.002637116 0.00049824
0.001522931 0 0.001588203 0.008447142 0.003111135
0.000951442 0 0.001025802 0.005985776 0.001977244
0.000767498 0 0.000843751 0.006057437 0.001611249

P relatif

P'
0.041390018
0.014750641
0.036953664
0.02945560
0.026587033

Energi Kinetik (Joule)

No
1
2
3
4
5

Momentum (kg.m/s)
P1'
P2
P2'
P
0.020578898 0 0.02081112 0.04797562
0.006870324 0 0.00788032 0.02410851
0.018320865 0 0.0186328 0.0431480
0.014480946 0 0.01497465 0.03632169
0.013006019 0 0.01358101 0.03653846

168%
429%
172%
203%
276%

Koef
Restitusi
e
0.008412286
0.04458514
0.010785231
0.01698744
0.018797284

Percobaan 2a (elastik massa beda menggunakan pegas)

t1
0.03211
0.03564
0.02523
0.03227
0.02436

Waktu (s)
t1'
t2
0
0
0
0
0
0
0.5716 0
0.5188 0

t2'
0.03274
0.03594
0.02532
0.03734
0.02877

v1
0.311429461
0.280583614
0.396353547
0.309885342
0.410509031

Momentum (kg.m/s)
P1
P1'
P2
P2'
0.038305824
0
0 0.033506414
0.03801908
0
0 0.030523094
0.05862069
0
0 0.043325434
0.034273319 0.00193492 0 0.032672737
0.045402299 0.002131843 0 0.046854362

Kecepatan (m/s)
v1'
v2
0
0
0
0
0
0
0.017494752 0
0.019275251 0

P
0.038305824
0.03801908
0.05862069
0.034273319
0.045402299

P'
0.033506414
0.030523094
0.043325434
0.034607657
0.048986205

v2'
0.305436775
0.278241514
0.394944708
0.26780932
0.347584289

P relatif
14%
25%
35%
1%
7%

Energi Kinetik (Joule)

No
1
2
3

Ek1
0.005964781
0.005333765
0.011617259

0.0053104

0.009319027

Ek1'
0
0
0
1.69255E05
2.05459E05

No
1
2
3
4
5

Massa (kg)
m1
m2
0.1354 0.1093
0.1478 0.1093
0.1228 0.1093
0.1103 0.1341
0.1103 0.1219

No
1
2
3
4
5

0.004375032 0.00531 0.004391957

21%

0.00814292

14%

0.00932 0.008163466

t1
0.01893
0.02798
0.02785
0.02715
0.02717

Waktu (s)
t1'
t2
0.04110 0
0.05798 0
0.06291 0
0.08178 0
0.07180 0

P1'
0.032944039
0.025491549
0.019519949
0.013487405
0.015362117

t2'
0.04050
0.05664
0.06113
0.07791
0.06914

v1
0.528262018
0.357398142
0.359066427
0.368324125
0.368053000

Momentum (kg m/s)


P2'
P2
0 0.026987654
0 0.019297316
0 0.017879928
0 0.017212168
0 0.017630894

Kecepatan (m/s)
v1'
v2
0.243309002 0
0.172473267 0
0.158957241 0
0.122279286 0
0.139275766 0

P
0.071526677
0.052823445
0.044093357
0.040626151
0.040596246

P'
0.059931693
0.044788865
0.037399877
0.030699573
0.032993011

Energi Kinetik (Joule)


Ek1
0.018892413
0.009439501
0.007916222
0.007481796
0.007470785

17%
26%
36%

0.807765112
0.799760818

Percobaan 2b (inelastik massa beda menggunakan velcro)

P1
0.071526677
0.052823445
0.044093357
0.040626151
0.040596246

No
1
2
3
4
5

Ek relatif

Ek2
Ek2'
Ek
Ek'
0 0.005117046 0.00596 0.005117046
0 0.004246396 0.00533 0.004246396
0 0.008555576 0.01162 0.008555576

Koef
Restitusi
e
0.980757483
0.991652755
0.996445498

Ek1'
Ek2'
Ek
Ek'
Ek2
0.004007791 0 0.003331809 0.018892413 0.0073396
0.002198305 0 0.001703506 0.009439501 0.0039018
0.001551419 0 0.001462451 0.007916222 0.0030139
0.000824615 0 0.001104619 0.007481796 0.0019292
0.001069785 0 0.001275014 0.007470785 0.0023448

Ek relatif
157%
142%
163%
288%
219%

v2'
0.24691358
0.17655367
0.1635858
0.12835323
0.14463408

P relatif
19%
18%
18%
32%
23%

Koefisien
Restitusi
e
0.006823466
0.011416975
0.01289054
0.016490753
0.014558528

Massa (kg)
1
2
0.1536 0.1558
0.1536 0.1558
0.1536 0.1558
0.1536 0.1558
0.1536 0.1558

No
1
2
3
4
5

No
1
2
3
4
5

1
2
3
4
5

Waktu (s)
t1' t2
0 0
0 0
0 0
0 0
0 0

t2'
0.03060
0.04267
0.03470
0.03867
0.03911

Kecepatan (m/s)
v1
v1' v2
v2'
0.339789331 0
0 0.326797386
0.248570718 0
0 0.234356691
0.302114804 0
0 0.288184438
0.267236772 0
0 0.258598397
0.269541779 0
0 0.255689082

Momentum (kg m/s)


P2'
P
0.050915033 0.052191641
0.036512772 0.038180462
0.044899135 0.046404834
0.04028963 0.041047568
0.039836359 0.041401617

P'
0.050915033
0.036512772
0.044899135
0.04028963
0.039836359

Energi Kinetik (Joule)


Ek1
Ek1' Ek2
Ek2'
Ek
Ek'
0.008867081
0
0
0.00831945 0.008867081 0.00831945
0.004745272
0
0 0.004278506 0.004745272 0.004278506
0.007009794
0
0 0.006469616 0.007009794 0.006469616
0.005484710
0
0 0.005209417 0.00548471 0.005209417
0.005579733
0
0 0.005092861 0.005579733 0.005092861

No

t1
0.02943
0.04023
0.03310
0.03742
0.03710

P1
P1' P2
0.052191641 0
0
0.038180462 0
0
0.046404834 0
0
0.041047568 0
0
0.041401617 0
0

No
1
2
3
4
5

Percobaan 3

Panjang Lintasan
(m)
0.860
0.860
0.860
0.860
0.860

P relatif (%)
3%
5%
3%
2%
4%

Ek relatif
(%)
7%
11%
8%
5%
10%

Koefisien
Restitusi
e
0.961764706
0.942816967
0.95389049
0.9676752
0.948606495

Percobaan 4
Elevasi Lintasan h
(m)
0.0097
0.0193
0.0288
0.0386
0.0482

Sin

Fm (N)

S (m)

0.01127907
0.02244186
0.033488372
0.044883721
0.056046512

0.016978158
0.033781284
0.050409377
0.067562567
0.084365693

0.070
0.051
0.041
0.034
0.030

Massa
(kg)
0.1536
0.1536
0.1536
0.1536
0.1536

Berat w
(N)
1.50528
1.50528
1.50528
1.50528
1.50528


No
1
2
3
5
4

Percobaan 5

Elevasi Lintasan h
(m)
0.0097
0.0114
0.0136
0.0157
0.0193

No
1
2
3
5
4

Sin

Fg (N)

s (m)

0.01127907
0.01325581
0.01581395
0.01825581
0.02244186

0.016978158
0.019953712
0.023804428
0.027480112
0.033781284

0.2790
0.2825
0.2845
0.2870
0.2938

Panjang lintasan
(m)
0.860
0.860
0.860
0.860
0.860

s 1 (m)

s 2 (m)

1.10
1.10
1.10
1.10
1.10

1.37900
1.38250
1.38450
1.38700
1.39375

s3
(m)
1.398
1.398
1.398
1.398
1.398

W / E
(Joule)
0.004736906
0.005636924
0.006772360
0.007886792
0.009923252

Massa
(kg)
0.1536
0.1536
0.1536
0.1536
0.1536

S min
(m)
0.01900
0.01550
0.01350
0.01100
0.00425

Berat
(N)
1.50528
1.50528
1.50528
1.50528
1.50528

5. Analisa Data
Praktikum kali ini dilakukan untuk membuktikan hukum kekekalan
momentum. Percobaan pertama dilakukan untuk mengetahui tumbukan elastik dan
inelastik tanpa perbedaan massa. Seharusnya percobaan elastik yang dilakukan
menghasilkan P relatif yang kecil, namun karena kemungkinan adanya kesalahan
pada percobaan, P relatif yang dihasilkan menjadi besar. Sedangkan untuk
percobaan inelastik, P relatif yang dihasilkan memang seharusnya besar karena
tidak terjadi kekekalan momentum. Begitu juga dengan percobaan kedua yang
dilakukan dengan perbedaan massa dimana P relatif lebih besar karena massa dan
kecepatannya lebih besar.
Percobaan ketiga dilakukan untuk menghitung tumbukan pada magnet,
dimana pada hasil percobaan diperoleh hasil momentum elastik karena besar P
relatif cukup kecil dan koefisien restitusi mendekati 1 sehingga disebut elastik.
Percobaan keempat dan kelima dari data percobaan diperoleh grafik:

Grafik Gaya Magnet


0.090

0.084

0.080

0.068

0.070

Fm (N)

0.060

0.050

0.050
0.034

0.040
0.030

0.017

0.020
0.010
0.000
0.030

0.034

0.041

0.051

0.070

s (m)

Grafik Usaha
0.012
0.0099

W / E ( Joule)

0.01
0.0079
0.008

0.0068
0.0056

0.006

0.0047

0.004

0.002
0
0.004

0.011

0.014

0.016

0.019

S min (m)
Terlihat dari grafik bahwa semakin kecil nilai W (hasil kali gaya dengan
jarak), maka niilai S ataupun jarak juga akan semakin kecil (mengimbangi). Oleh
karena itu secara otomatis apabila nilai F semakin kecil, nilai W dan S juga akan
semakin kecil.

6. Kesimpulan
Kesimpulan yang didapat dari percobaan kali ini yaitu bahwa hukum kekekalan
momentum dapat dibuktikan dengan menumbukkan dua benda. Selain itu hukum
kekekalan momentum juga dapat dibuktikan meskipun tidak ada kontak benda
secara langsung, yaitu dengan menggunakan magnet.

7. Saran
Dalam melakukan percobaan ini, sangat disarankan agar selalu mengecek
apakah rangka udara telah lurus atau belum. Karena apabila rangka ternyata tidak
lurus, akan mempengaruhi hasil penghitungan dan hasil akhir data (kesalahan relatif
akan menjadi tinggi). Lalu juga diperlukan ketelitian yang tinggi dalam mengukur
massa dengan neraca 4 lengan dan mengukur panjang dengan jangka sorong.

8. Referensi
-

Modul 3 Praktikum Fisika Dasar

Detik Detik Ujian Nasional Fisika Tahun Pelajaran 2013 2014