Anda di halaman 1dari 10

STOIKIOMETRI

OLEH
I Gusti Agung Ayu Satwikha Dewi (05)
Luh Putu Devi Kartika (06)
Ni Made Parwati (35)

POLITEKNIK KESEHATAN DENPASAR


2014

KATA PENGANTAR
Puji syukur dipanjatkan kehadapan Tuhan Yang Maha Esa/Ida Sang Hyang
Widhi Wasa, atas segala karunia dan perkenan-Nya, sehingga dapat terselesaikan
karya tulis yang beerjudul Stoikiometri.
Selesainya karya tulis ini disusun tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak.
Berkenaan dengan itu perkenankan pada kesempatan ini disampaikan ucapan
terima kasih kepada Yang Terhormat,
1. Direktur Poltekkes Denpasar Bapak I Gede Sudarmanto. B.Sc., M.Kes.
yang telah memberikan rekomendasi untuk mengikuti lomba karya tulis
ini.
2. Pembimbing karya tulis ini Ibu IGA. Sri Dhyanaputri. S.KH.,M.PH yang
senantiasa memberikan bimbingan, arahan, dan masukan sehingga karya
tulis ini dapat selesai tepat pada waktunya.
3. Keluarga yang senantiasa memberikan motivasi dalam menyelesaikan
karya tulis ini.
4. Semua pihak yang telah membantu selesainya karya tulis ini disusun
yang tidak dapat disebutkan satu-persatu.
Semoga apa yang telah diberikan mendapatkan sinar suci Tuhan Yang
Maha Esa/Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Terima kasih, semoga karya tulis yang
telah disusun ini dapat bermanfaat sesuai dengan tujuannya.

Denpasar, 4 September 2014

Penulis

DAFTAR ISI

Halaman
JUDUL . ..........................................................................................................i
KATA PENGANTAR......................................................................................ii
DAFTAR ISI....................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ..........................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah .....................................................................................1
1.3 Tujuan Penelitian.......................................................................................1
1.4 Manfaat Penelitian.....................................................................................1
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Hukum Hukum Dasar Kimia .....................................................................2
2.2 konsep Mol ................................................................................................2
2.3 Rumus Molekul, Rumus Empiris, dan Kadar Unsur Dalam
Senyawa .....................................................................................................4
2.4 Perhitungan Kimia pada Persamaan Reaksi ..............................................4
BAB III PENUTUP
3.1 Simpulan ....................................................................................................5
3.2 Saran...........................................................................................................5
DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN
I.

Latar Belakang Masalah


Seperti yang kita ketahui bahwa air adalah salah satu senyawa
paling sederhana dan paling dijumpai serta paling penting. Bangsa
Yunani kuno menganggap air adalah salah satu dari empat unsur
penyusun segala sesuatu (disamping, tanah, udara, dan api). Bagian
terkecil dari air adalah molekul air. Molekul adalah partikel yang sangat
kecil, sehingga jumlah molekul dalam segelas air melebihi jumlah
halaman buku yang ada di bumi ini.
Stoikiometri behubungan dengan hubungan kuantitatif antar unsur
dalam satu senyawa dan antar zat dalam suatu reaksi. Istilah itu berasal
dari Yanani, yaitu dari kata stoicheion, yang berarti unsur dan mentron
yang artinya mengukur. Dasar dari semua hitungan stoikiometri adalah
pengetahuan tentang massa atom dan massa molekul. Oleh karena itu,

stoikiometri akan dimulai dengan membahas upaya para ahli dalam


II.

penentuan massa atom dan massa molekul.


Rumusan Masalah
Dari latar belakang di atas dapat dirumuskan masalah sebagai berikut
1. Apa saja hukum-hukum dasar ilmu kimia ?
2. Bagaimana hubungan konsep mol dengan jumlah partikel, massa, dan
volume?
3. Bagaimana rumus molekul, rumus empiris dan kadar unsur dalam

III.

senyawa?
4. Bagaimana perhitungan kimia pada persamaan reaksi?
Tujuan
1. Menjelaskan hukum-hukum dasar ilmu kimia
2. Menjelaskan hubungan konsep mol dengan jumlah partikel, massa,
dan volume
3. Menjelaskan rumus molekul, rumus empiris dan kadar unsur dalam
senyawa
4. Menjelaskan perhitungan kimia pada persamaan reaksi

VI. Manfaat
1. Penulisan ini diharapkan dapat menambah pengetahuan, wawasan, dan
pengalaman penulis sebagai bekal untuk pembelajaran kimia dasar.

BAB II
PEMBAHASAN
1. Hukum-Hukum Dasar Ilmu Kimia
a. Hukum Lavoisier (Hukum Kekekalan Massa)
Penulisan persamaan reaksi harus menyatakan hubungan kuantitatif
antara zat-zat pereaksi dan zat-zat hasil reaksi. Yang dikemukakan
oleh Antonie Laurent Lavoisier (1743-1794), yaitu : Dalam setiap
reaksi kimia jumlah massa zat-zat sebelum reaksi dan sesudah reaksi
adalah sama.
b. Hukum Perbandingan Tetap
Pada tahun 1799, Joseph Louis Proust menemukan satu sifat penting
dari senyawa, yang disebut hukum perbandingan tetap. Proust
mengemukakan bahwa Perbandingan massa unsur-unsur dalam satu
senyawa adalah tertentu dan tetap.
c. Hukum Kelipatan Perbandingan (Hukum Dalton)
Dalton merumuskan hukum kelipatan perbandingan (hukum
Dalton) yang berbunyi Jika dua jenis unsur bergabung membentuk
lebih dari satu senyawa, dan jika massa-massa salah satu unsur dalam
senyawa-senyawa tersebut sama, sedangkan massa-massa unsur
lainnya berbeda, maka perbandingan massa unsur lainnya dalam
senyawa-senyawa tersebut merupakan bilangan bulat dan sederhana.
d. Hukum Perbandingan Volume (Hukum Gay Lussac)
Gay Lussac merumuskan hukum perbandingan volume (hukum
Gay Lussac) Pada suhu dan tekanan yang sama, volume gasgas yang
bereaksi dan volume gas-gas hasil reaksi berbanding sebagai bilangan
bulat sederhana.
2. Konsep Mol
Konsep mol digunakan untuk menyatakan jumlah zat yang
bereaksi. Dimana 1 mol adalah banyaknya zat yang mengandung jumlah
partikel yang sama dengan jumlah atom yang terdapat dalam 12 gram C12 yaitu 6,02 x 1023 partikel.
a. Hubungan Mol dengan Jumlah Partikel
Keterangan :
n = mol
unsur/senyawa
N = jumlah partikel
L = bilangan
Avogadro

n = Jumlah partikel = N
L
L

Jumlah partikel (N) =


nxL
6

b. Hubungan Mol dengan Massa


Massa 1 mol zat sama dengan massa atom relatif atau massa molekul
relatif dalam gram. Rumus mol suatu unsur atau senyawa dirumuskan
sebagai berikut.
Atau

M = n x Ar

Keterangan :
n = mol unsur/senyawa
Ar = massa atom relatif
M = massa unsur/ senyawa
Mr = massa molekul relatif

n=m
Ar

n=m
M = n x Ar
Atau
Mr
c. Hubungan Mol dengan Volume
Avogadro menyatakan bahwa volume setiap mol gas pada suhu 0 0 C
(273K) dan tekanan 1 atm (76 cmHg ) mempunyai volume 22,4 liter.
Sehingga kondisi tersebut dinamakan sebagai keadaan standar/STP
(Standard Temperature and Pressure) yang dituliskan dengan (0 0C, 1
atm). Hubungan volume gas dengan mol dapat dituliskan sebagai
berikut.

Keterangan :
n = mol
unsur/senyawa
V = volume gas

V = n x 22,4

n =V
22,4
Volume gas yang dihitung pada keadaan tidak STP, maka dapat
dihitung dengan rumus berikut.
PV = nRT

Keterangan :
n = mol unsur/senyawa
P = tekanan gas (atm)
V = volume (liter)
R = tetapan gas (0,082 L
atm/mol K)
T = temperatur (K)

d. Hubungan dalam Konsep Mol


Mol merupakan terminal untuk mengubah suatu satuan menjadi satuan
lain. Hal inni dapat digambarkan sebagai berikut.

,4
22
x
3. Rumus molekul, Rumus Empiris, dan Kadar Unsur dalam Senyawa
a. Rumus Molekul dan Rumus Empiris
Rumus molekul merupakan rumus kimia yang menyatakan jenis dan
jumlah atom yang membentuk molekul senyawa, sedangkan rumus
empiris merupakan rumus paling sederhana dengan perbandingan mol
atom dari unsur-unsur penyusun senyawa tersebut.
No

Nama Senyawa

Rumus Molekul

Rumus Empiris

.
1

Etana

C2H6

CH3

Etena
C2H4
CH2
b. Kadar Unsur dalam Senyawa
Untuk mengetahui massa unsur dalam suatu senyawa dapat digunakan
rumus.
Massa unsur X dalam senyawa = jumlah atom X . Ar X x massa senyawa
Mr senyawa

Kadar zat dalam senyawa dapat dihitung dengan rumus sebagai


berikut.
8

% unsur X dalam senyawa = jumlah atom X . Ar X x 100%


Mr senyawa

4. Perhitungan Kimia pada Persamaan Reaksi


Koefesien reaksi mempunyai hubungan kumulatif zat-zat dalam reaksi,
dimana koefesien reaksi menyatakan perbandingan mol zat-zat dalam
reaksi.
a. Penerapan hukum Gay Lussac dan hukum Avogadro
Hipotesis Avogadro yaitu Pada suhu dan tekanan sama, gas yang
mempunyai volume sama akan mempunyai jumlah molekul yang sama
banyaknya.
Rumus yang dapat dipakai adalah sebagai berikut.
Volume yang dicari = koefesien yang dicari

x volume yang diketahui

koefesien yang diketahui

Jumlah molekul yang dicari = koefesien yang dicari

x jumlah molekulyang diketahui

koefesien yang diketahui

b. Reaksi Pembatas
Apabila kita mereaksikan suatu zat yang jumlahnya sembarang,
kemungkinan salah satu pereaksi akan habis terlebih dahulu,
sedangkan pereaksi yang lain tersisa.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari seluruh isi dan pembahasan, maka dapat diambil kesimpulan
sebagai berikut:
1. Hukum kekekalan massa, hukum perbandingan tetap, hukum
kelipatan perbandingan dan hukum perbandingan volume adalah
hukum-hukum dasar kimia.
2. Satu mol setiap zat mengandung partikel sejumlah tetapan
Avogadro (L), yaitu 6,02 x 10 23. Jumlah partikel bergantung pada
jumkah molnya, dimana jumlah partikel = mol x 6,02 x 10 23. Massa
zat juga bergantung pada jumlah molnya, dimana massa = mol
Ar/Mr. Volume molar gas tidak bergantung pada jenisnya, tetapi
pada jumlah mol, suhu, dan tekanan pengukuran, dimana V = mol
Vm . Pada STP Vm = 22,4 liter/mol.
9

3. Rumus molekul dapat ditentukan dari rumus empiris, jika massa


molekul relatif (Mr) senyawa diketahui. Rumus empiris senyawa
dapat ditentukan, jika kadar unsur-unsurnya diketahui.
4. Pada suhu dan tekanan yang sama perbandingan volume setara
dengan perbandinga koefisien. Maka volume yang dicari =
koefisien yang dicari dibagi koefisien yang diketahui dikalikan
volume yang diketahui. Sedangkan jumlah molekul yang dicari =
koefisien yang dicari dibagi koefisien yang diketahui dikalikan
jumlah molekul yang diketahui. Dan untuk mereaksikan suatu zat
yang jumlahnya sembarang kemungkinan salah satu peraksi akan
habis terlebih dahulu, sedangkan pereaksi yang lain akan tersisa.
B. Saran
Sesuai dengan kesimpulan, maka dapat diberikan beberapa saran
yaitu dalam mengerjakan setiap soal stoikiometri diharapkan
memahami dan menguasai konsep hukum-hukum dasar kimia. Selain
itu soal-soal stoikiometri harus dikerjakan secara teliti. Sebab
perhitungan yang diberikan biasanya berbentuk hitungan bilangan
pecahan desimal dan bilangan berpangkat sehingga apabila tidak teliti
dapat menyebabkan kesalahan dalam perhitungan.

DAFTAR PUSTAKA
Harnanto, Ari dan Ruminten. 2009. Kimia untuk SMA/MA kelas X.
Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.
Setyawati, Arifatun Arifah. 2009. Mengkaji Fenomena Alam untuk Kelas
X SMA/MA. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

10